Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Break Even Point (BEP

)
BEP dapat diartikan suatu keadaan di mana dalam operasi
perusahaan, perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi (penghasilan yangdinilai
menggunakan total biaya). Metode BEP tidak hanya semata-mata untukmengetahui keadaan perusahaan
apakah mencapai titik BEP, akan tetapi metodeBEP mampu memberikan informasi kepada pinjaman
perusahaan
mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinanmemperoleh laba
menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.Definisi Break Even Point dari pendapat berbagai ahli
terlihat adakesamaan diantaranya pendapat-pendapat tersebut adalah :
1. Menurut Bambang Riyanto (1995:359). Analisis break even point adalah suatutehnik analisis untuk
mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel,keuntungan dan volume kegiatan. Oleh karena
analisis tersebut mempelajarihubungan antara biaya keuntungan – volume kegiatan, maka analisis
tersebut sering pula disebut “Cost – Profit –
Volume analysis (C. P. V analysis).
Dalam perencanaan keuntungan, analisis break even point merupakan “profit – planning approach” yang
mendasarkan pada hubungan antara biaya (cost)dan penghasilan penjualan (revenue).”
2. Charles T. Horngren, Srikant M Datar, dan Gorge Foster (2003:75)
mendefinisikan break even dalam buku terjemahan “Akuntansi Biaya:Penekanan Manajerial ” sebagai
berikut: “Titik impas (break even point )
adalah volume penjualan dimana pendapatan dan jumlah bebannya sama,
tidak terdapat laba maupun rugi bersih”.
3.
Menurut Reza Lingga (2003: 436) “Break Even Point adalah suatu titik atau
suatu keadaan dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperolehkeuntungan dan tidak menderita
rugi. Dengan kata lain pada keadaan itukeuntungan dan kerugian sama dengan nol, hal ini bisa terjadi apa
bila perusahaan dalamoperasinya menggunakan biaya tetap dan volume penjualan
hanya cukupuntuk menutup biaya tetap dan biaya variabel.”
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan dengan kata
lain, pada keadaan break event point keuntungan atau kerugian sama dengan Nol (0)yaitu.
- Suatu kondisi dimana perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderitakerugian, atau
- TR (total revenue)= TC (total cost), dimana laba = 0
Hal ini bisa terjadi, apabila perusahaan di dalam operasinyamenggunakan biaya tetap. Dan volume
penjualan hanya cukup untuk
menutup biaya tetap dan biaya variabel. Dengan mengetahui titik impasnya (Break EvenPoint ),
manajemen suatu perusahaan dapat mengindikasikan tingkat penjualanyang disyaratkan agar terhindar
dari kerugian, dan diharapkan dapat mengambillangkah-langkah yang tepat untuk masa yang akan datang.
Dengan mengetahuititik impas ini, manajer juga dapat mengetahui sasaran volume penjualan
minimalyang harus diraih oleh perusahaan yang dipimpinnya.

Rumus BEP (Break Even Point)
Berikut beberapa model rumus BEP yang dapat digunakan dalam analisis Break Even Point :

1) Pendekatan Matematis

Harga jual persatuan diperkirakan Rp.Rumus BEP yang pertama adalah menghitung break even point yang harus diketahui adalah jumlah total biaya tetap. 60. Break even point dalam unit. Total biaya tetap sebesar Rp.000.000..dan total biaya variabel sebesar Rp. 2.000 unit mesin martil.000.000. Break even point dalam rupiah. Kapasitas produksi yang mampu dipakai 100.150. 150.Total FC : Rp..000. 65.000.000.000.Rp.000. Bukan “S” = P Berikut Contoh Kasus : Diketahui PT. 25. Gear Second memiliki usaha di bidang alat perkakas martil dengan data sebagai berikut : 1. hasil penjualan total atau harga jual per unit. 5000.000.000. Rumus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Jika: TR = Total penghasilan TC = Total biaya P = Harga jual per unit VC = Biaya variabel FC = Biaya tetap total selama satahun dan Q = Kuantitas penjualan Sehingga persamaan dapat dibuat sebagai berikut TR = TC 1. 2.unit 3. biaya variabel per unit atau total variabel.000.- Perincian masing-masing biaya adalah sebagai berikut : 1. Fixed Cost Overhead Pabrik : Biaya disribusi : Rp.- .250.- Biaya administrasi : Rp.

Penyelesaian : Kapasitas produksi Harga jual per unit 100.000. Untuk membuktikan kedua hasil tersebut dengan : BEP = Unit BEP x harga jual unit BEP = 60. Kemudian.- Biaya distribusi : Rp. 85.agar terjadi BEP.000.Total VC : Rp. mencari BEP dalam rupiah adalah sebagai berikut : Keterangan : Jadi perusahaan harus mendapatkan omset sebesar Rp. 5000. 500. Variable Cost Biaya bahan : Rp.000.= Rp.000.300.000.000.000. 20.- Penyelesaian untuk mendapatkan BEP dalam unit maupun rupiah.000 unit x Rp 5000.000 unit x Rp.000.000.- Total Penjualan 100.000 unit Rp.000.000. 70..000. 30. 45.000.000.000 Unit perkakas martil agar BEP.000.250.000.2.- .- Biaya tenaga kerja : Rp. 300..- Untuk mencari BEP dalam unit adalah sebagai berikut : Keterangan : Jadi perusahaan harus menjual 60.5000 = Rp.Overhead pabrik : Rp.000.000.Biaya administrasi : Rp.

dan Kalau titik itu ditarik garus lurus horizontal ke samping sampai sumbu Y. Untuk menggambarkan garis biaya tetap dalam grafik break even point dapat dilakukan dengan dua cara. biaya total yang menggambarkan jumlah biaya tetap dan biaya variabel. Jadi manajemen dapat melihat jika akan memproduksi sekian unit. dan Apabila titik tersebut kita tarik garis lurus vertikal ke bawah sampai sumbu X akan tampak besarnya break even point dalam unit. yaitu dengan menggambarkan garis biaya tetap secara horizontal sejajar dengan sumbu X. yaitu pada titik dimana terjadi persilangan antara garis penghasilan penjualan dengan garis biaya total. akan terlihat seluruh komponen di atas. Penentuan break even point pada grafik. Selain itu juga untuk mengetahui biaya tetap dan biaya variabel dan tingkat kerugian perusahaan. Dalam gambar tersebut akan terlihat garis-garis biaya tetap. akan tampak besarnya break even point dalam rupiah. biaya variabel per unit adalah konstan. total biaya maupun laba atau rugi. Pendekatan grafik dilakukan dengan menggambarkan unsur-unsur biaya dan penghasilan kedalam sebuah gambar grafik. BEP melalui grafik tampak jelas ditunjukkan baik dari segi unit maupun rupiah yang diperoleh. Besarnya volume produksi/penjualan dalam unit digambarkan pada sumbu horizontal (sumbu X) dan besarnya biaya dan penghasilan penjualan digambarkan pada sumbu vertikal (sumbu Y). Pada cara yang kedua. biaya tetap. biaya variabel. dan garis penghasilan penjualan. besarnya contribution margin akan tampak pada gambar break even point tersebut. atau dengan menggambarkan garis biaya tetap sejajar dengan garis biaya variabel.2) Pendekatan Grafik Kemudian rumus BEP yang kedua yaitu pendekatan grafik menggambarkan hubungan antara volume penjualan dengan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan serta laba. Asumsi yang digunakan dalam analisis peulang pokok ini adalah bahwa harga jual. . Dari grafik di bawah terlihat bahwa untuk tiap-tiap masing unit penjualan terdapat informasi yang lengkap setiap rupiah penjualan.