Anda di halaman 1dari 2

Ariel Hananya (11/312744/BI/08580

)

Dalam sebuah buku berjudul “Jika ada tuhan mengapa ada kejahatan; percikan filsafat
Whitehead”, Emanuel Bria, penulis buku tersebut memberikan tiga pandangan,
1. Teodise Agustinian berpendapat bahwa dosa atau kejahatan sama sekali bukan ciptaan
Tuhan. Dosa atau kejahatan merupakan ketiadaan kebaikan. Jika dapat saya ibaratkan,
maka mungkin seperti sebuah sisi yang sisi lainnya ada dengan sendirinya. Kebaikan
merupakan

esnsi

atau

jantung

dari

ciptaan

dari

pencipta

yang

Mahabaik.

2. John Hick (tradisi Irenian) dalam pandangannya tidak setuju mengaitkan suatu kondisi
permasalahan dengan kejatuhan manusia dalam dosa, melainkan syarat mutlak
perkembangan manusia yang relatif belum dewasa menuju kedewasaan, baik secara
moral maupun spritual. Pandangan ini dapat dikatakan sebagai pandangan yang melihat
masalah dosa atau kejahatan sebagai hal yang murni positif sebab berfungsi sebagai alat
mendewasakan setiap orang. Lalu darimanakah munculnya masalah kejahatan? John
Hick mengatakan bahwa itu adalah rencana ilahi untuk mendewasakan seseorang.
Apakah Allah yang baik menciptakan kejahatan demi mendewasakan seseorang?
Pertanyaan

ini

tentulah

ditolak

oleh

mayoritas

teolog.

3. Whitehead cukup berbeda sendiri dalam membahas masalah teodise ini. Menurutnya,
Tuhan adalah pencipta dunia ini dan Tuhan diposisikan sebagai prinsip utama konkresi
atau sumber cita-cita awali. Tuhan bukan seorang penguasa absolut dalam mengadakan
sesuatu dari ketiadaan. Pandangan ini sangat ambigu, pada satu satu sisi mengakui Tuhan
sebagai pencipta entitas aktual lainnya, namun pada sisi yang lain memberikan
keterbatasan kuasa dari Tuhan sebagai pencipta. Seakan-akan Tuhan hanya punya kuasa
untuk menciptakan, selanjutanya ciptaanya punya kebebasan untuk melakukan apa saja
sebagai satu entitas aktual. Karena itu, dihadapan kebebasan ciptaannya sebagai entitas
aktual, termasuk dalam melakukan kejahatan maupun kebaikan sebagai bentuk dari
kebebasannya, tidak diintervensi Tuhan.

Sejalan dengan pandangan Agustinus. melainkan merupakan hal umum akibat kehendak bebas manusia ketika memilih ketidaktaatan kepada Allah. yaitu. dampak dari kejatuhan manusia dalam dosa sehingga terjadi pembunuhan. perbudakan. Pertama. perlu dimaknai sebagai penguasaan terhadap bumi dengan memelihara seperti Allah memelihara ciptaan-Nya. Calvin meyakini bahwa semua kejadian yang terjadi berada dalam rencana Allah yang bersifat rahasia. kejahatan alamiah berkaitan dengan bencana alam yang disebut sebagai akibat tanpa hubungan dan keinginan manusia. Jikalau masalah itu adalah rencana Allah maka Allah memiliki rahasia di dalamnya. Masalah kita mengenai teodisi telah terjawab secara tidak langsung bahwa. Perintah Allah dalam Kej 1:28. dll. tentu iman Kristen cenderung kepada pandangan Agustinian. yaitu. rencana Allah atau kesalahan manusia. Kejahatan moral. namun kalau itu kejahatan manusia. Apakah benar demikian? Bagi saya kejahatan alamiah ini juga ada yang terjadi karena ulah sebagian manusia yang tidak tahu atau tidak mau peduli akan dampaknya bagi banyak orang. kejahatan alamiah dan kejahatan moral. peperangan. hal tersebut bisa terjadi dalam dua kemungkinan. namun menawaskan banyak orang. maka perbedaan kasta dan konsumsi kimiawi juga merupakan sebab dari lapisan sosial dan kecacatan tubuh. diskriminasi. Allah selalu bekerja baik dalam kehidupan manusia maupun dalam sejarah walaupun nampaknya tersembunyi. Hal ini tidak ada kaitannya dengan “rahasia Allah”. Ada dua dampak yang terjadi. Kedua. Namun juga ada masalah pergeseran lempengan bumi dan badai gurun yang kejadiaannya tidak berhubungan dengan manusia. Hal di atas tidak dapat dilepaskan dari masalah ketidaktaatan Adam dan Hawa yang berdampak kutukan. Agustinus dalam hal tersebut mengatakan bahwa. .Mengacu kepada kitab suci.