Anda di halaman 1dari 4

Skenario B Blok 19

Tuan R, 65 tahun, pensiunan seorang guru, datang ke klinik umum RSUD dengan
keluhan pendengaran berkurang sejak 2 tahun ini. Pendengaran berkurang pada
kedua telinga. Pendengaran tururn secara perlahan-lahan. Kadang-kadang disertai
bunyi berdenging. Pasien dapat mendengar percakapan tapi sulit memahami
maknanya, terutama jika diucapkan dengan cepat di tempat yang bisisng. Pasien
tidak ada batuk dan tidak ada pilek. Pasien tidak ada riwayat keluar cairan dari
telinga. Pasien tidak ada riwayat pemakaian/minum obat-obatan dalam jangka
waktu lama.
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan General:
Tekanan darah
: 120/80 mmHg
Nadi
: 80x/menit
Respirasi
: 24x/Menit
Suhu
: 37o C
Pemeriksaan status lokalis
Otoskopi
:
Kanalis akustikus eksternus : Dalam batas normal
I.

Klarifikasi istilah
a. Tuli sensori neural
Ketidak mampuan fungsi pendengaran karena kerusakan telinga dalam
b. Test weber
Test yang digunakan untuk membandingkan hantaran kedua telinga
c. Test rinne
Test yang dilakukan untuk membedakan persepsi suara yang dihantarkan oleh
konduksi udara dengan suara yang dihantarkan oleh konduksi tulang melalui
mastoid
d. Test schwabach
Test untuk membandingkan hantaran tulang penderita dan pemeriksa
e. Pemeriksaan timpanometri
Pemeriksaan objektif yang bertuj
uan untuk menilai kondisi dari telinga tengah, merupakan petunjuk dari
adanya gangguan pendengaran konduktif
f. Pemeriksaan garpu tala
Test yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi pendengaran individu secara
kualitatif dengan menggunakan alat berupa seperangkat garpu tala frequensi
rendah sampai tinggi (128 Hz-2048 Hz)
g. Pemeriksaan audiometri
Test yang dilakukan untuk mengetahui level pendengaran seseorang, dengan
dapat dinilai ketajaman pendengaran seseorang

pensiunan seorang guru. Pemeriksaan Audiometri v. Pasien dapat mendengar percakapan tapi sulit memahami maknanya. R?(2) iii. *** b. keluhan berdenging yang dialamani Tn. Tuan R. terutama jika diucapkan dengan cepat di tempat yang bisisng. Pemeriksaan Timpanometri III. Tuan R. jenis kelamin dan pekerjaan dengan keluhan yang dialami Tn. Pasien dapat mendengar percakapan tapi sulit memahami maknanya. Bagaimana anatomi dan fisiologi pendengaran?(3) iv. ** i. sejak 2 tahun ini . Analisis Masalah a. Apa yang menyebabkan keluhan yang dialami Tn. terutama jika diucapkan dengan cepat di tempat yang bising. Identifikasi masalah a. Pemeriksaan Garpu tala iv. R?(6) iii. R dapat mengalami komplikasi?(2) Kelainan pendengaran apa saja yang dapat menyebabkan bunyi berdenging?(3) x. disertai bunyi berdenging. Apa yang dapat menyebabkan Tn. pensiunan seorang guru. R kesulitan dalam memahami percakapan walau dapat mendengar percakapan tersebut?(5) ii. vii. Pemeriksaan General ii. tidak ada riwayat pemakaian/minum obat-obatan dalam jangka waktu lama.II. datang ke klinik umum RSUD dengan keluhan pendengaran berkurang pada kedua telinga secara perlahanlahan. Riwayat medik * i. Adakah hubungan penurunan pendengaran secara perlahan dan v. vi. Pemeriksaan status lokalis iii. Apakah ada hubungan antara tempat yang bising dengan keluhan Tn. *** i. Pemeriksaan fisik* i. disertai bunyi berdenging. R?(1) ii. 65 tahun. viii. sejak 2 tahun ini . Kelainan pada telinga apa saja yang menyebabkan penurunan pendengaran secara perlahan (4) b. R(4) Bagaimana mekanisme dari penuruan pendengaran secara perlahan?(5) Bagaimana mekanisme bunyi berdenging?(6) Mengapa penurunan pendengaran terjadi pada kedua telinga?(1) Apakah keluhan yang dialami Tn. ** c. datang ke klinik umum RSUD dengan keluhan pendengaran berkurang pada kedua telinga secara perlahanlahan. tidak ada batuk dan tidak ada pilek ii. 65 tahun. ix. Adakah Hubungan usia . Apa saja jenis-jenis bising?(1) . tidak ada riwayat keluar cairan dari telinga iii. d.

Pemeriksaan General 1. R 65 tahun datang ke klinik umum RSUD dengan keluhan berkurang sejak 2 tahun menderita Tuli sensori neural a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari pemeriksaan Fisik Status lokalis?(1) 2.iv. Pemeriksaan Audiometri 1. Bagaimana melakukan prosedur pemeriksaan Audiometri?(3) 3. Hipotesa Tn. Pemeriksaan status lokalis 1. Bagaimana melakukan prosedur pemeriksaan Orofaring?(4) iii. Apa dasar dilakukannya pemeriksaan garputala?(1) iv. Apasaja jenis-jenis tuli?(4) v. Etiologi (4) ii. epidemiologi(3) d. Etiologi dan faktor resiko i. Faktor resiko (5) . Pemeriksaan Timpanometri 1. Bagaimana melakukan prosedur pemeriksaan Rinoskopi?(3) 4. Bagaimana melakukan prosedur pemeriksaan Otoskopi?(2) 3. Bagaimana melakukan prosedur pemeriksaan Timpanometri? (6) IV. Penegakan diagnosis dan diagnosis kerja (2) c. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari pemeriksaan Garputala?(5) 2. Riwayat medik * i. Pemeriksaan Garpu tala 1. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari pemeriksaan Fisik Timpanometri?(5) 2. Berapa frekuensi dan intensitas suara yang dapat ditoleransi oleh telinga normal?(2) c. Apa makna klinis dari tidak adanya batuk dan pilek ? (3) ii. Bagaimana melakukan prosedur pemeriksaan Garputala?(6) 3. Apa makna klinis dari tidak adanya konsumsi obat dalam jangka waktu lama?(5) d. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari pemeriksaan Fisik General?(6) ii. Apa makna klinis dari tidak adanya keluar cairan dari telinga?(4) iii. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari pemeriksaan Audiometri?(2) 2. Diagnosis Banding (1) b. Pemeriksaan fisik* i.

Tuli (WAJIB ) b. Farmakologi (3) ii. VI.Vira amy. Kesimpulan beverly. Standar kompetensi Dokter Indonesia(6) V.fahmi sarah. 5. Patogenesis dan/atau patofisiologi(6) Manifestasi klinis(1) pemeriksaan penunjang (2) Penatalaksanaan i.e. Fisiologi pendengaran(4. g. Komplikasi(5) j.3) c. tatha nadia.2. 2. yudis imam. 4. f. Anatomi sistem pendengaran (1. 6. Non Farmakologi(4) i.aldo . ulwan davin.6) PEMBAGIAN ANALISIS MASALAH : 1. h.5. 3. Learning Issues a.