Anda di halaman 1dari 20

KONSEP BERMAIN PADA ANAK

KONSEP BERMAIN PADA ANAK
By : Maria Sulanti D.Heret S.Kep,Ns
A. KONSEP BERMAIN.
1. PENGERTIAN.
Bemain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh
kesenangan/kepuasan. Bermain merupakan cerminan kemampuan fisik, intelektual,
emosional, dan social, dan bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan
bermain, anak-anak akan berkata-kata(berkomunikasi), belajar menyesuaikan diri dengan
lingkungan, melakukan apa yang dapat dilakukan, mengenal waktu, jarak serta
suara(Wong,2000).
Bermain merupakan aspek penting dalam kehidupan anak serta merupakan satu cara yang
paling efektif untuk menurunkan stress pada anak, dan penting untuk kesejahteraan mental
dan emosional anak.(Champbell dan Glaser,1995).
Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa bermain adalah kegiatan yang tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan anak sehari-hari karena bermain sama dengan bekerja pada orang
dewasa yang dapat menurunkan stress anak, media yang baik bagi anak untuk belajar
berkomunikasi dengan lingkungannya, menyesuaikan diri terhadap lingkungan, belajar
mengenal dunia sekitar kehidupannya dan penting untuk meningkatkan kesejahteraan mental
serta social anak.
2. FUNGSI BERMAIN PADA ANAK.
Fungsi utama bermain adalah merangsang perkembangan sensorik-motorik, perkembangan
intelektual, perkembangan social, perkembangan kreatifitas,perkembangan kesadaran diri,
perkembangan moral, dan bermain sebagai terapi.
1. Perkembangan sensorik motorik.
Aktivitas sensorik dan motorik merupakan komponen terbesar yang digunakan anak dan
bermain aktif sangat penting untuk perkembangan fungsi otot. Misalnya, alat permainan yang
digunakan untuk bayi yang mengembangkan kemampuan sensorik motorik dan alat
permainan untuk anak usia toddler dan prasekolah yang banyak membantu perkembangan
aktivitas motorik baik kasar maupun halus.
2. Perkembangan intelektual
Pada saat bermain, anak melakumbedakan eksploitasi dan manipulasi terhadap segala sesuatu
yang ada di lingkungan sekitarnya, terutama mengenal warna, bentuk, ukuran, tekstur, dan
membedakan objek.
3. Perkembangan social
Perkembangan social ditandai dengan kemampuan berinteraksi dengan lingkungannya.
Melalui kegiatan bermain, anak akan belajar memberi dan menerima. Bermain dengan orang
lain akan membantu anak untuk mengembangkan hubungan social dan belajar memesahkan
masalah dari hubungan tersebut. Hal ini terjadi terutama pada anak usia sekolah dan remaja.
Meskipun demikian, anak usia toddler dan prasekolah adalah tahapan awal bagi anak untuk
meluaskan aktivitas sosialnya di luar lingkungan keluarga.
4. Perkembangan kreatifitas
Berkreasi adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu dan mewujudkannya ke dalam
bentuk objek dan/atau kegiatan yang dilakukannya. Melalui kegiatan bermain anak akan
belajar dan mencoba merealisasikan ide-idenya. Misalnya, dengan membongkar dan
memasang satu alat permainan akan merangsang kreativitasnya untuk semakin berkembang.
5. Perkembangan kesadaran diri
Melalui bermain, anak akan mengembangkan kemampuannya dalam mengatur tingkah laku.

Anak juga akan belajar mengenal kemampuannya dan membandingkannya dengan orang lain
dan menguji kemampuannya dengan mencoba peran-peran baru dan mengetahui dampak
tingkah lakunya terhadap orang lain.
6. Perkembangan moral
Anak mempelajari nilai dasar dan salah dari lingkungannya, terutama dari orang tua dan
guru. Denagan melakukan aktivitas bermain, anak akan mendapat kesempatan untuk
menerapkan nilai-nilai tersebut sehingga dapat diterima di lingkungannya dan dapat
menyesuaikan diri dengan aturan-aturan kelompok yang ada dalam lingkungannya. Melalui
kegiatan bermain anak juga akan belajar nilai moral dan etika, belajar membedakan mana
yang benar dan mana yang salah, serta belajar bertanggung jawab atas segala tindakan yang
telah dilakukannya.
7. Bermain sebagai terapi
Pada saat dirawat di rumah sakit, anak akan mengalami berbagai perasaan yang sangat tidak
menyenangkan, seperti marah, takut, cemas, sedih, dan nyeri. Perasaan tersebut merupakan
dampak dari hospitalisasi yang dialami anak karena menghadapi beberapa stresorr yang ada
di lingkungan rumah sakit. Untuk itu, dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari
ketegangan dan stress yang dialaminya karena dengan melakukan permaianan anak akan
dapat mengalihkan rasa sakitnya pada permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui
kesenanganya melakukan permainan. Dengan demkian permainan adalah media komunikasi
antara anak dengan orang lain, termasuk dengan perawat atau petugas kesehatan di rumah
sakit. Perawat dapat mengkaji perasaan dan pikiran anak melalui ekspresi nonverbal yang
ditunjukkan selama melakukan permainan atau melalui interaksi yang ditunjukan anak
dengan orang tua dan teman kelompok bermainnya.
3. TUJUAN BERMAIN.
Melalui fungsi yang terurai diatasnya, pada prinsipnya bermain mempunyai tujuan sebagai
berikut :
a. Untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada saat sakit anak
mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Walaupun demikian,
selama anak dirawat di rumah sakit, kegiatan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan
masih harus tetap dilanjutkan untuk menjaga kesinambungannya.
b. Mengekspresikan perasaan, keiginan, dan fantasi serta ide-idenya. Seperti yang telah di
uraikan diatas pada saat sakit dan dirawat di rumah sakit, anak mengalami berbagai perasaan
yang sangat tidak menyenangkan. Pada anak yang belum dapat mengekspresikannya.
c. Mengembangkan kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah. Permainan akan
menstimulasi daya piker, imajinasi, fantasinya untuk menciptakan sesuatu seperti yang ada
dalam pikirannya. Pada saat melakukan permainan, anak juga akan dihadapkan pada masalah
dalam konteks permainannya, semakin lama ia bermain dan semakin tertantang untuk dapat
menyelesaikannya dengan baik.
d. Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stress karena sakit dan dirawat di rumah sakit.
Stress yang dialami anak dirawat di rumah sakit tidak dapat dihindarkan sebagaimana juga
yang dialami orang tua. Untuk itu yang penting adalah bagaimana menyiapkan anak dan
orang tua untuk dapat beradaptasi dengan stressor yang dialaminya di rumah sakit secara
efeAKTORktif. Permainan adalah media yang efektif untuk beradaptasi karena telah terbukti
dapat menurunkan rasa cemas, takut, nyeri dan marah.
4. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS BERMAIN
Ada 5 faktor yang mempengaruhi aktivitas bermain pada anak yaitu tahap pertumbuhan dan
perkembangan anak, status kesehatan anak, jenis kelamin anak, lingkungan yang mendukung,
serta alat dan jenis permainan yang cocok atau sesuai bagi anak.
a. Tahap perkembangan anak
Aktivitas bermain yang tepat dilakukan anak, yaitu sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan

Yang terpenting pada saat kondisi anak sedang menurun atau anak terkena sakit bahkan dirawat di rumah sakit orang tua dan perawat harus jeli memilihkan permainan yang dapat dilakukan anak sesuai dengan prinsip bermain pada anak yang sedang di rawat di rumah sakit. e. bukan berarti anak tidak perlu bermain pada saat sedang sakit. 5. bayi akan mendapatkan kesenagan dan kepuasan dari hubungan yang menyenangkan dengan orang tuanya dan/atau orang lain. Lingkungan yang mendukung Terselenggaranya aktivitas bermain yang baik untuk perkembangan anak salah satunya dipengaruhi oleh nilai moral. Misalnya. Walaupun demikian. KLASIFIKASI BERMAIN a. c. Kebutuhan bermain pada anak sama halnya dengan kebutuhan bekerja pada orang dewasa. Alat dan jenis permainan yang cocok Orang tua harus bijaksana dalam memberikan alat permainan untuk anak. akan mengajarkan anak untuk dapat mengembangkan kemampuan koordinasi alat gerak. apakah mainan tersebut sesuai dengan usia anak. kreativitas. b. d. dan dimanipulasi. Berdasarkan isi permainan 1) Social affective play Inti permainan ini adalah adanya hubungan interpersonal yang menyenangkan antara anak dan orang lain. Permainan membantu anak untuk meningkatkan kemampuan dalam mengenal norma dan aturan serta interkasi social dengan orang lain. dengan menggunakan pasir. Dengan demikian. melompat. Lingkungan rumah yang cukup luas untuk bermain memungkinkan anak mempunyai cukup ruang gerak untuk bermain. Alat permainan yang harus didorong. orang tua dan perawat harus mengetahui dan memberikan jenis permainan yang tepat untuk setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak. Status kesehatan anak Untuk melakukan aktivitas bermain diperlukan energy. anak akan membuat gunung- . 2) Sense of pleasure play Permainan ini menggunakan alat yang dapat menimbulkan rasa senang pada anak dan biasanya mengasyikan. akan lebih merangsang anak untuk kreatif. dan kemampuan social anak. tetapi lebih diutamakan yang dapat menstimulasi imajinasi dan kreativitas anak. imajinatif. berjalan. atau sekedar memberikan tangan pada bayi dan menggenggamnya tetapi dengan diiringi berbicara sambil tersenyum dan tertawa. mondar-mandir. berlari. Dalam melaksanakan aktivitas bermain tidak membedakan jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Permainan adalah stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak.permainan yang biasa dilakukan adalah “ciluk ba” berbicara sambil tersenyum/tertawa. Label yang tertera pada permainan harus di baca terlebih dahulu sebelum membelinya.untuk mengembangkan daya piker.perkembangan anak. budaya dan lingkungan fisik rumah. Alat permainan tidak selalu harus yang dibeli di took atau mainan jadi. ditarik. Akan tetapi ada pendapat lain yang meyakini bahwa permainan adalah salah satu untuk membantu anak mengenal identitas diri sehingga sebagian alat permainan anak perempuan tidak dianjurkan untuk digunakan oleh anak laki-laki. bahkan sering kali disekitar kehidupan anak . Jenis kelamin anak Ada beberapa pandangan tentang konsep gender dlm kaitannya dengan permainan anak. Misalnya. Tentunya permainan anak usia bayi tidak lagi efektif untuk pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah. dan bermain dengan teman sekelompoknya.

untuk bertindak dalam permainan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam . Banyak sekali jenis permainan ini mulai dari yang sifatnya tradisional maupun yang modern. anak dapat menggunakan alat permainan yang sama. tertawa. 3) Parallel play Pada permainan ini. Permainan ini bias dilakukan oleh anak sendiri dan/ atau temannya. tersenyum. misalnya memindahkan air ke botol. misalnya ibu guru. gembira dan asyik dengan situasi serta lingkungannya tersebut. 6) Dramatic play Sesuai dengan sebutannya pada permainan ini anak memainkan peran sebagai orang lain melalui permainan. juga tujuan dan pemimpin permainan. bak atau tempat lain. tanpa ada inisiatif untuk ikut berpartisipasi dalam permainan. dan anak trampil naik sepeda. bermain masakmasakan. memindahkan benda dari tempat yang satu ke tempat yang lain. memainkan kursi. ibunya. b.dll. Biasanya permainan ini dilakukan oleh anak usia toddler. 5) Cooperative play Aturan permainan dlam kelompok tampak lebih jelas pada permainan jenis ini. Jadi. puzzle. 2) Solitary play Pada permainan ini. Misalnya : ular tangga. Misalkan bayi akan trampil memegang benda-benda kecil. bungkuk-bungkuk. bermain hujan-hujanan. anak tersebut bersifat pasif. ayahnya. dan situasi atau objek yang ada disekelilingnya yang digunakannnya sebagai alat permainan. 4) Assosiatif play Pada permainan ini sudah terjadi komunikasi antara satu anak dengan anak yang lain. Contoh bermain boneka. dan sebagainya yang ia tiru. atau komunikasi dengan teman sepermainan. anak sering terlihat mondar-mandir. anak tampak berada dalam kelompok permainan tetapi anak bermain sendiri dengan alat permainan yang dimilikinya. kakanya. Anak yang memimpin permainan mengatur dan mengarahkan anggotanya. dan alat permainan tersebut berbeda dengan alat permainan yang digunakan temannya. 3) Skill play Sesuai dengan sebutannya. Berdasarkan karakter soaial 1) Onlooker play Pada jenis permainan ini anak hanya mengamati temannya yang sedang bermain. Anak berceloteh sambil berpakaian meniru orang dewasa. tetapi ada proses pengamatan terhadap permainan yang sedang dilakukan temanya. 4) Games atau permainan Games atau permainan adalah jenis permainan yang menggunakan alat tertentu yang menggunakan perhitungan dan/skor. Bias juga dengan menggunakan air anak akan melakukan macam-macam permainan. tidak ada kerja sama. congkla. permainan ini akan meningkatkan ketrampilan anak. jinjit-jinjit. tetapi antara satu anak dengan anak yang lain tidak terjadi kontak satu sama lain sehingga antara anak yang satu dengan anak yang lain tidak ada sosialisasi satu sama lain. Ciri khas permainan ini adalah anak akan semakin lama semakin asyik bersentuhan dengan alat permainan ini dan dengan permainan yang dilakukan sehingga susah dihentikkan. jadi. Anak tampak senang. meja atau apa saja yang ada disekelilingnya. sebenarnya anak tidak memainkan alat permainan tertentu. 5) Unoccupied behavior Pada saat tertentu. dan tujuan permainan tidak jelas.gunung atau benda-benda apasaja yang dapat dibentuknya dengan pasir. khususnya motorik kasar dan halus. tetapi tidak terorganisasi tidak ada pemimpin atau yang memimpin permainan.

anak usia prasekolah mempunyai kemampuan motorik kasar dan halus yang lebih matang daripada anak usia toddler. 2) Anak usia toddler(>1 tahun-3tahun) Anak usia toddler kegiatan belajar menunjukan karakteristik yang khas yaitu banyak bergerak. sehingga anak memerlukan nutrisi yang . tetapi juga lebih kearah menyalurkan minat. kegiatan bermain bagi anak remaja tidak hanya sekedar mencari kesenagan dan meningkatkan perkembangan fisiemosional. dan alat gambar atau lukis. dan mulai mengembangkan otonomi dan kemampuannya untuk dapat mandiri. atau pada saat memandikan biar bayi bermain air di dalam bak mandi. serrta dapat pula dengan cara member cermin dan meletakkan bayi di depannya sehingga memungkinkan bayi dapat melihat bayangan di cermin. Misalnya. Demikian juga kemampuan berbicara dan berhubungan social dengan temannya semakin meningkat. Perlu ekstra energy Bermain memerlukan energy yang cukup.stimulasi pendengaran dapat dilakukan dengan cara selalu membiasakan memanggil namaya. PRINSIP-PRINSIP DALAM AKTIVITAS BERMAIN Soetjiningsih (1995) mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agara aktivitas bermain bisa menjadi stimulus yang efektif sebagai mana berikut ini : a. 5) Anak usia remaja (13-18 tahun) Melihat karakteristik ank remaja demikian. dan skill play. Bayi usia 7-9 bulan. Untuk stimulasi penglihatan dapat dilakukan dengan memberikan mainan yang berwarna terang atau berikan kepadanya kertas dan alat tulis biarkan ia mencoret-coret sesuai keinginannya. Ank perempuan lebih tepat diberikan permainan yang dapt menstimulasi untuk mengembangkan perasaan. mendengar.jenis permainan yang tepat dipilih untuk anak usia toddler adalah solitary play dan parallel play. tidak bias diam. Alat permainan yang biasa digunakan misalnya mainan gantung yang berwarna terang dan bunyi music yang menarik. dan sikapnya dalam menjalankan peran sebagai seorang perempuan. 6. serta membantu remaja untuk menemukan identitas pribadinya. perasaan senang juga menjadi cirri khas dan permainan untuk bayi usia ini. Berdasarkan kelompok usia anak 1) Anak usia bayi Bayi usia 0-3 bulan.seperti yang disinggung pada uraian sebelumnya karakteristik khas permainan bagi usia bayi adalah adanya interaksi social yang menyenangkan antara bayi dan orang tua dan atau orang dewasa sekitarnya. pikiran. misalnya alat untuk memasak dan boneka. dramatic play. pada permainan sepak bola. Anak laki-laki tepat jika diberikan mainan jenis mekanik yang akan menstimulasi kemampuan kreativitasnya dalam berkreasi sebagai seorang laki-laki misalnya mobil-mobilan.anak sudah lebih aktif. Bakat. kreatif dan imajinatif. member mainan yang mudah dipeganggnya dan berwarna terang. aspirasi. 3) Anak usia pra sekolah (>3 tahun-6 tahun) Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk menstimulasi penglihatan dapat dilakukan permainan seperti mengajak bayi menonton TV. Untuk itu alat permainan yang tepat bias berupa berbagai macam alat olahraga. Selain itu. sepak bola.permainan tersebut. c. Oleh karena itu jenis permainan yang sesuai adalah associative play. Untuk stimulasi taktil berikan mainan yang dapat digenggamnya lembut dan lentur. mereka perlu mengisi kegiatan yang konstruktif. Bayi usia 4-6 bulan.prinsipnya. misalnya dengan melakukan permainan berbagai macam olahraga. dan atau bermain music serta melakukan kegiatan organisasi remaja yang positif serta kelompok basket. alat music. karang taruna dan lain-lain. 4) Anak usia sekolah(6-12tahun) Karakteristik permainan untuk anak usia sekolah dibedakan menurut jenis kelaminnya.

bila terlalu kecil. Sebaliknya. cat tidak beracun. Yang perlu diperhatikan adalah alat permainan tersebut harus aman dan mempunyai unsure edukatif bagi anak. Teman bermain Dalam bermain. Pada anak yang sakit. syarat – syarat berikut ini yang perlu diperhatikan adalah : a. Pengetahuan cara bermain Anak belajar bermain dari mencoba – coba sendiri. Ruang untuk bermain Aktivitas bermain dapat dilakukan dimana saja. sehingga alat permainan yang diberikan dapat berfungsi dengan benar. dihalaman bahkan diruang tidur. diruang tamu. c. Apabila mainan terlalu besar atau berat. anak memerlukan bisa teman sebaya. Ada saat – saat tertentu dimana anak bermain sendiri agar dapat menemukan kebutuhannya sendiri. Fungsi yang jelas . f. b. kognitif. mainan akan mudah tertelan. Desain APE sebaiknya mempunyai desain yang sederhana dalam hal ukuran. Diperlukan suatu ruanganan atau tempat khhusus untuk bermain bila memungkinkan. APE hendaknya tidak terlalu rumit untuk menghindari kebingungan anak. anak akan sukar menjangkau atau memindahkannya. karena pada usia ini anak kadang – kadang suka memasukkan benda kedalam mulut. baik bermain aktif maupun bermain pasif. keinginan untuk bermain umumnya menurun karena energy yang digunakan untuk mengatasi penyakitnya. mendengarkan music dan menggambar b. saudara. atau orang tuanya.asupan ( intake ) yang kurang dapat menurunkan gairah anak. dimana ruangan tersebut sekaligus juga dapat menjadi tempat untuk menyimpan mainanya. Waktu yang cukup Anak harus mempunyai waktu yang cukup waktu untuk bermain sehingga stimulus yang diberikan dapat optimal. Orang tua yang tidak pernah mengetahui cara bermain dari alat permainan yang diberikan umumnya membuat hubungannya dengan anak cenderung menjadi kurang hangat. untuk menghindari rasa bosan atau jenuh.anak yang sehat memerlukan aktivitas bermain yang bervariasi. Keamanan Alat permainan untuk anak dibawah umur 2 tahun hendaknya tidak terlalu kecil. d. Alat permainan Alat permainan yang digunakan harus disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak. misalnya : menonton tv. Selain itu. dan tidak mudah pecah. tidak ada bagian yang tajam. 7. meniru teman – temannya atau diberitahu oleh orang tuanya. dan social anak (soetjningsih. c.selain itu. ukuran dan warna serta jelas maksud dan tujuannya. susunan. Aktivitas bermain anak sakit yang bias dilakukan adalah bermain pasif. 1995) Agar orang tua dapat memberikan alat permainan yang edukatif pada anaknya. bahasa. Cara yang terakhir adalah yang terbaik karena anak lebih terarah dan lebih berkembang pengetahuannya dalam menggunakan alat permainan tersebut. Bermain yang dilakukan bersama dengan orang tuanya akan mengakrabkan hubungan dan sekaligus memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengetahui setiap kelainan yang dialami oleh anaknya. Orang tua hendaknya memperhatikan hal ini. Ukuran dan berat Prinsipnya. mainan tidak membahayakan dan sesuai dengan usia anak. d. anak akan mempunyai kesempatan yang cukup untuk mengenal alat – alat permainanya. e. ALAT PERMAINAN EDUKATIF Alat permainan edukatif ( APE ) adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak sesuai dengan usia dan tingkat perkembangannya dan yang berguna untuk perkembangan aspek fisik.memadai.

Tidak mudah rusak. nyeri dan perasaan yang tidak menyenangkan lainnya. perawat mempunyai kesempatan untuk membina hubungan yang baik dan menyenangkan dengan anak dan keluarganya. mewarnai. dan nyeri.APE sebaiknya mempunyai fungsi yang jelas untuk menstimuli perkembangan anak. dan relaksasi. anak memerlukan media yang dapat mengekspresikan perasaan tersebut dan mampu bekerja sama dengan petugas kesehatan selama dalam perawatan. kegiatan bermain harus menjadi bagian integral dan pelayanan kesehatan anak dirumah sakit (Brennan. sering kali dialami anak Untuk itu. ataupun interaksi dan sikap petugas kesehatan itu sendiri. harus dipilih permainan yang dapat dilakukan ditempat tidur dan anak tidak boleh diajak bermain dengan kelompoknya ditempat bermain . Bermain merupakan alat komunikasi yang elektif antara perawat dank klien. 1994). Perasaan. Apabila anak harus tirah baring. f. tetapi juga akan membantu anak mengekspresikan perasaan dan pikiran cemas. BERMAIN UNTUK ANAK YANG DIRAWAT DIRUMAH SAKIT Perawatan anak dirumah sakit merupakan pengalaman yang penuh dengan stress. seperti sesama pasien anak. seperti takut. mudah didapat dan terjangkau oleh masyarakat luas Karena APE berfungsi sebagai stimulus untuk perkembangan anak. 5) Permainan yang memberikan kesempatan pada beberapa anak untuk berkompetisi secara sehat.media yang paling efektif adalah melalui kegiatan permainan. hendaknya dapat menyediakannya. Variasi APE APE sebaiknya dapat dimainkan secara bervariasi (dapat dibongkar pasang). baik lingkungan fisik rumah sakit seperti bangunan/ruang rawat. Universal APE sebaiknya mudah diterima dan dikenali oleh semua budaya dan bangsa. 2) Perawatan dirumah sakit akan membatasi kemampuan anak untuk mandiri. permainan menggambar. alat-alat. 8. tegang. cemas. Permainan yang teraupetik didasari oleh pandangan bahwa bermain bagi anak merupakan aktivitas yang sehat dan diperlukan untuk kelangsungan tumbuh kembang anak dan memungkinkan untuk dapat menggali dan mengekspresikan perasaan dan pikiran anak. Prinsip – prinsip permainan pada anak di rumah sakit : 1) Permainan Tidak boleh bertentangan dengan terapi dan perawatan yang sedang dijalankan pada anak. tegang. bau yang khas. namun tidak terlalu sulit agar anak tidak frustasi dan tidak terlalu mudah. APE mempunyai prinsip yang bisa dimengerti oleh semua orang. menunjukkan bahwa lingkungan rumah sakit itu sendiri merupakan penyebab stress bagi anak dan orang tuanya. takut. baik yang dengan tingkat social ekonomi tinggi maupun rendah. sedih. maka setiap lapisan masyarakat. mengalihkan parasaan nyeri. karena anak akan cepat bosan. Pada beberapa anak yang belum dapat mengekspresikan perasaan dan pikiran secara verbal dan/ atau pada anak yang kurang dapat mengekspresikannya. atau melukis akan membantunya mengekspresikan perasaan tersebut. Aktivitas bermain yang terprogram akan memulihkan perasaan mandiri pada anak. dalam menggunakannya. akan dapat menurunkan ketegangan pada anak dan keluarganya. Dengan demikian. Jadi. g. baik bagi anak maupun orang tua. 4) Permainan yang terupetik akan dapat meningkatkan kemampuan anak untuk mempunyai tingkah laku yang positif. 3) Permainan pada anak dirumah sakit tidak hanya akan memberikan rasa senang pada anak. pakaian putih petugas kesehatan maupun lingkungan social. Beberapa bukti ilmiah. Aktivitas bermain yang dilakukan perawat pada anak di rumah sakit akan memberikan keuntungan sebagai berikut : 1) Meningkatkan hubungan antara klien ( anak keluaarga ) dan perawat karena dengan melaksanakan kegiatan bermain. e. APE bias didesain sendiri asal memenuhi persyaratan.

gunakan bahan yang murah dan haga yang terjangkau. Kalaupun akan membuat suatu alat permainan. robotrobotan.co. d.html yulius wilandari VAN GAVA Jumat. Pedoman dalam menyusun rancangan program bermain pada anak yang di rawat di rumah sakit : a. Misalnya. 01 Februari 2013 makalah keperawatan pada anak . Evaluasi atau penilaian http://sulantyballaskepns. c. singkat dan sederhana. menggambar / mewarnai. Pilih jenis permainan yang tidak melelahkan anak. cemas. sedih.khusus yang ada diruang rawat. yaitu menekankan pada upaya ekspresi sekaligus relaksasi dan distraksi dari perasaan takut. menggunakan alat permainan yang ada pada anak dan/atau yang tersedia diruangan. Orang tua mempunyai kewajiban untuk tetap melangsungkan upaya stimulasi tumbuh kembang pada anak walaupun sedang dirawat dirumah sakit termasuk dalam aktivitas bermain anaknya.id/2011/06/konsep-bermain-padaanak. supaya tidak melelahkan anak (misalnya. Perawat hanya bertindak sebagai fasilitator sehingga apabila permainan diinisiasi oleh perawat orang tua harus terlibat secara aktif dan mendampingi anak dari awal permainan sampai mengevaluasi permainan anak bersama dengan perawat dan orang tua anak lainnya. tidak merangsang anak untuk berlari – lari dan bergerak secara berlebihan. tidak tajam. dan permainan lain yang dapat dimainkan anak dan orang tuanya sambil tiduran. sambil tiduran anak dapat dibacakan buku cerita atau diberikan buku komik anak-anak. 5) Melibatkan orang tua. Tujuan bermain Tetapkan tujuan bermain bagi anak sesuai dengan kebutuhannya. Apabila permainan dilakukan khusus di kamar bermain secara berkelompok dirumah. Pelaksanaan kegiatan bermain Selama kegiatan bermain. permainan harus dilakukan pada kelompok umur yang sama. Proses kegiatan bermain Kegiatan bermain yang dijalankan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. sedangkan tujuan yang ditetapkan harus memperhatikan prinsip bermain bagi anak di rumah sakit. mobil-mobilan yang tidak pakai remote control. Apabila permainan yang akan dilakukan dalam kelompok. pilih yang sederhana. uraikan dengan jelas aktivitas setiap anggota kelompok dalam permainan dan kegiatan orang tua setiap anak. bahkan apabila tampak adanya e. Kebutuhan bermain mengacu pada tahapan tumbuh kembang anak. Alat permainan yang diperlukan Gunakan alat permainan yang dimiliki anak atau yang tersedia di ruang rawat. Misalnya. tegang dan nyeri b.blogspot. 4) Dilakukan pada kelompok umur yang sama. permainan mewarnai pada kelompok usia prasekolah. respon anak dan orang tua harus diobservasi dan menjadi catatan penting bagi perawat. bermain boneka dan membaca buku cerita ) 3) Harus mempertimbangkan keamanan anak. Pilih alat permainan yang aman untuk anak. Apabila anak akan diajak bermain melipat kertas. 2) Tidak membutuhkan energy yang banyak.

Sebagai dokter. Latar Belakang Pediatri berkenaan dengan kesehatan bayi. yang memikul suatu tanggung jawab atas kemajuan fisik. TUJUAN 1) 2) 3) 4) Untuk mengetahui bagaimana cara pencegahan kecelakaan pada anak. MANFAAT 1) 2) Mahasiswa mengetahui bagaimana cara pencegahan kecelakaan yang terjadi pada anak. Mahasiswa mengetahui rancangan program bermain pada anak. serta system organ dan proses – proses biologi tertentu. C. Mahasiswa mengetahui dampak hospitalisasi pada anak. mental dan emosional dari konsepsi sampai kedewasaan. B. dan bagaimana cara berkomunikasi dengan anak dan memberikan penyuluhan pada orang tua anak. BAB II . Untuk mengetahui bagaimana cara membimbing dan memberikan penyuluhan pada orang tua anak.BAB I PENDAHULUAN A. pertumbuhan dan perkembangannya.dan bagaimana cara berkomunikasi dengan anak dan memberikan penyuluhan pada orang tua anak. Untuk mengetahui rancangan program bermain pada anak. Untuk mengetahui dampak hospitalisasi pada anak. Kelompok muda sering kali merupakan kelompok yang paling rentan atau dirugikan dalam masyarakat. dokter anak harus menaruh perhatian pada pengaruh social atau lingkungan yang mempunyai dampak besar pada kesehatan dan kesejahteraan anak dan keluarganya.anak dan remaja. Mahasiswa mengetahui bagaimana cara membimbing dan memberikan penyuluhan pada orang tua 3) 4) anak.dan dan kesempatannya untuk mencapai potensi penuh sebagai orang dewasa. dan oleh karena itu kebutuhan – kebutuhan mereka memerlukan perhatian khusus.

2002 ) . a.psikologis.TINJAUAN PUSTAKA Konsep perkembangan usia anak Keperawatan anak merupakan keyakinan atau pandangan yang dimiliki perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan pada anak yang berfokus pada keluarga (family centered care). kebutuha akan tempat atau perlindungan yang layak. Kebutuhan ini dapat meliputi kebutuhan akan gizi atau nutrisi. usia sekolah (5-11 tahun) hingga remaja (11-18 tahun).yang menjadi individu ( klien ) dalam hal ini adalah anak. sebagai perawat.budaya dan ekonomi dari keluarga dapat menentukan pola kehidupan anak selanjutnya faktor-faktor tersebut sangat menentukan perkembangan anak dalam kehidupan di masyarakat. Dalam proses berkembang anak memiliki ciri fisik. dan lain-lain. Rentang ini berbeda antara anak satu dengan yang lain mengingat latarbelakang anak berbeda. kebutuhan perawatan dan pengobatan apabila sakit. dan manajemen kasus. anak diartikan sebagai seseorang yang berusia kurang dari delapan belas tahun dalam masa tumbuh kembang dengan kebutuhan khusus baik kebutuhan fisik. Masa anak merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari bayi (0-1 tahun) usia bermain / oddler (1-2. Selain itu.1 Ruang Lingkup Lingkup praktik keperawatan anak merupakan batasan asuhan keperawatan yang diberikan pada klien anak dari usia 28 hari sampai 18 tahun atau usia bayi baru lahir samapi 12 tahun (gartinah. dalam memberikan pelayanan keperawatan anak.ion. keperawatan anak perlu memperhatikan kehidupan sosial. Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja.prasekolah (2.asih dan asah (Sularyo. 1.kebutuhan akan pakaian.budaya.kognitif.konsep diri.kebutuhan higiene perseorangan dan sanitasi lingkungan yang sehat. Kehidupan anak dapat ditentukan oleh lingkungan keluarga . kebutuhan kesehatan jasmani dan akan rekreasi. Kebutuhan Asuh Kebutuhan dasar ini merupakan kebutuhan fisik yang harus dipenuhi dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.dan ekonomi keluarga karena tingkat sosial.5-5 tahun). untuk itu keperawtan anak harus mengenal keluarga sebagai tempat tinggal atau sebagai konstanta tetap dalam kehidupan anak (Wong.5 tahun).pola koping dan perilaku sosial. .Pada anak terdapat rentang perubahan pertumbuhan dan perkembangan yaitu rentang cepat dan lambat. dkk 1999).kebutuhan pemberian tindakan keperawatan dalam meningkatkan dan mencegah terhadap penyakit. Keluarga merupakan unsur penting dalam perawatan anak mengingat anak bagian dari keluarga.sosial dan spiritual. pencegahan terhadap trauma (atraumatic care). Dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak harus berdasarkan kebutuhan dasar anak yatu kebutuhan untuk tumbuh kembang anak seperti asuh. Dalam keperawatan anak.1993). harus mampu memfasilitasi keluarga dalam berbagai bentuk pelayanan kesehatan baik berupa pemberian tindakan keperawatan langsung maupun pemberian pendidikan kesehatan pada anak. Perry & Hockenberry .

pasien dan keluarga b. Pemenuhan kebutuhan asah(stimulasi mental) akan memperbaiki perkembangan anak sejak dini sehingga perkembangan psikososial.   Family advocy Melindungi anak dalam pelanggaran hak yaitu hak utnuk tolak perawatan. Health teaching Tidak dapat dipisahkan dengan Family Advocy dan Prevent. kecerdasan. Prefention  Merencanakan perawtan dengan mempertimbangakan aspek tumbuh kembang anaka yaitu nutrisi   dan imunisasi Perawat membinging orang tua untuk mencegah kemungkinan adanya masalah Perawat tidak hanya mencegah penyakit atau kecelakaan fisik tetapi juga untuk meningkatakan kesehatan mental c.institusi. Therapetik Role Perawat membantu kebutuhan fisik dan mental anak termasuk makan-minum. hak untuk pilih dokter. Kebutuhan Asih Kebutuhan ini berdasarkan adanya pemberian kasih sayang pada anak atau memperbaiki psikologi anak. Kolaborasi holistik .b. Perawat memberikan pendidikan yang tepat dalam role model d. Perkembangan anak dalam kehidupan banyak di tentukan perkembangan psikologis yang termasuk didalamnya adanya perasaan ksih sayang atau hubungan dengan orang tua atau orang disekelilingnya karena akan memperbaiki perkembangan psikososialnya. c. pakaian. Counseling mengatasi stress. e. profesi. keamanan dan sosialisasi f. hak untuk menolak obat Bertanggung jawab pada diri sendiri. kemandirian dan kreatifitas pada anak akan sesuai dengan harapan atau usia pertumbuhan dan perkembangan. mandi.2 Peran Perawat Anak a. 1. untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal dan sesuai dengan usia tumbuh kembang. Kebutuhan Asah Kebutuhan ini merupakan yang harus dipenuhi pada anak.

Ajak berbicaa telebh dahuu dengan orang tua sebelum berkomunikasi dengan anak atau mengkaji anak dengan menjalin hubungan dalam tindakan keperawatan. Health Care Planning     h. Tujuan keperawtan anak adlah membantu anak sehat/sakit untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal sesuai dengan tingakat perkembanganya. Indikator derajat kesehatan anak yaitu : a. Berfokus kepada pendekatan anak dan keluaraga.Perawat mengadakan kolaborasikan dengan tim kesehatan lainnya. Perawat secara aktif berperan aktif masyarakat luas Memelihara anak Harus tahu kebutuhan masyarakat Tidak hanya memberikan jiwa baru tetapi juga meningkatkan kualitas Researcher Peran ini sangat penting yang harus dmiliki oleh semua perawat anak.Meningkatkan kepuasaan anak dan keluarga . Sebagai peneliti perawat harus melakukan kajian-kajian keperawatan anak. g.4 Persektif Keperawatan Anak Perawatan anak adalah suatu prate keperawtan yang menekankan pada status kesehatan anak dari bayi sampai remaja. Peran sebagai peneliti dapa dilakukan dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan anak 1.3 Dampak Sistem Yankes terhadap Keperawatan Anak . Lakukan kontak dengan anak dengan mengawali bercerita atau teknik lain agar anak mau berkomunikasi c. yang dapat dikembangkan untuk perkembangan teknologi keperawatan. Angka kematian bayi c.5 Upaya Keperawatan Anak dalam Penanggulangan Masalah kesehatan jiwa di Klinik dan komunitas a. . Maternal Mortality Rate 1. Keluarga bertanggung jawab pada perawatan anak dengan bantuan perawat.Pencapaian derajat kesehatan yang tinggibagi anak sebagai satu bagian dari sistempelayanan kesehatan di keluarga. Berikan mainan sebelum masuk kedalam pembicaraan inti . Umur harapan hidup b. Mengkomunikasikan pendapatnya terhadap anggota tim kesehatan lainnya. b. Orientasi penekannya tidak pengobatan anak sakit tetapi pada promotif dan preventif.Mengurangi fragmentasi pemberian asuhan 1.

D (6th). tidak mual. . pemeriksaan yang berdampak trauma lakukan diakhir pemeriksaan f. An C (7th) dan An B (6th) dirawat di bangsal anak dengan kasus Thypoid saat ini ketiga anak ini sudah tidak panas. Kasus : An.d.anak merasa depresi selama dirawat dirumah sakit 2. Lakukan pemeriksaan dari sederhana ke kompleks. berdiri. mengenai : 1. Bagaimanakah prinsip bermain yang sesuai dengan tahapan tahapan tumbuh kembang klien anak pada kasus ini? Menurut kelompok kami prinsip bermain yang sesuai dengan tahapan-tahapan kembang anak pada kasus tersebut adalah bagaimana perawat dapat berinteraksi baik dengan klien tersebut sehingga klien tersebut mau menceritakan apa keluhan dan ketidaksukaannya sehingga ia tidak berdiam diri. dan tidak muntah. Berikan kesempatan pada anak untuk memilih tempat pemeriksaan yang diiinginkan sambil duduk. Bagaimanakah karakteristik anak yang berada pada tahap perkembangan usia pada kasus ini? . diskusikan dalam kelompok. atau tidur e. tetapi cenderung diam dan ketakutan ketika perawat datang untuk memberikan tindakan keperawatan Berdasarkan kasus diatas. Hindari pemeriksaan yang menimbulkan ketakutan pada anak dan beri kesempatan untuk memegang alat periksa BAB III PEMBAHASAN A.anak merasa takut pada perawat saat melakukan tindakan keperawatan .

keluarga dan masyarakat. warna dan bentuk  Pengembangan aspek social.  a) Bimbingan Dan Penyuluhan Pada Orang Tua Anak Bimbingan dan penyuluhan seorang perawat terhadap orang tua anak: . misalnya kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang pertumbuhan fisik anak  Pengembangan bahasa. Agar anak dan orang tua lebih berperan penuh dalam proses tersebut . seperti melatih berbicara dengan menggunakan kalimat yang benar  Pengembangan aspek kognitif. melatih kreatifitas Menyanyi. kemampuan anak untuk merangkak. aspek perkembangan pencegahan kecelakaan harus ditekankan. pencegahan anak dari kemungkinan kecelakaan juga harus didiskusikan. Dengan demikian sirup ipecac di setiap rumah untuk “ pencegahan kecelakaan “ pada anak menjadi penting artinya. khusunya dalam hubungannya dengan interaksi ibu dan anak. memegang serta memasukan benda kedalam mulutnya merupakan masalah pencegahan keracunan terutama . Program bermain apa sajakah yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang klien anak pada kasus ini? Program bermain yang digunakan yaitu :    Bermain puzzle .3. Program tersebut bertujuan untuk:  Pengembangan aspek fisik. pada saat kritis dimana tahap perkembangan anak telah tercapai. melatih daya ingat. ukuran.  Pencegahan Kecelakaan Pada Anak Pada setiap kunjungan anak sehat. untuk melatih ketepatan dan kecerdasan Bermain konstruksi. antara lain pengenalan suara. Beberapa kemungkinan yang dapat membahayakan keselamatan anak di lingkungan sekitar rumah perlu ditekankan sama pentingnya dengan masalah keselamatan dalam berkendaraan. Misalnya. dan nomor telepon Pusat Pengendalian Keracunan setempat harus diberikan pada orang tua. Sirup ipecac dapat diberikan saat kunjungan anak umur 6 bulan.

 Tujuan khusus. Bermain pasif ini adalah ideal. misalnya di Posyandu. Bermain drama (dramatic play) Misalanya main sandiwara boneka. balok. 1. Bermain pasif Dalam hal ini anak berperan pasif. antara lain dengan melihat dan atau mendengar. yakni terbentuknya manusia Indonesia seutuhnya yang menghayati dan dapat mengamalkan pancasila. dapat memilih permainan yang lainnya. apabila anak sudah lelah bermain aktif dan membutuhkan sesuatu untuk mengatasi kebosanan dan keletihannya. dan social. Contohnya: melihat gambar-gambar dibuku-buku atau majalah. Bermain bola. misalnya dengan menyusun balok-balok menjadi rumah-rumahan dll. naik sepeda dan lain-lain. mendengarkan ceraita atau music.  Bermain Pada Anak Anak memerlukan alat bermain bervariasi. ataupun krayon. tetapi ia harus punya waktu walaupun sedikit untuk pertumbuhan otot-ototnya dengan bermain tali. Misalnya. dan kadang-kadang berusaha membongkar. mengocok-ngocok apakah ada bunyi. artinya harus ada keseimbangan antara bermain aktif dan yang pasif yang biasanya disebut hiburan. bola. tali. meraba. 2) Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu dan anggota keluarga lainnya tentang pentingnya :  Proses tumbuh kembang anak balita dalam aspek fisik. menekan.  Pelayanan yang tepat dan terpadu yang tersedia bagi anak . mencium. main rumah-rumahan dengan saudara-saudaranya atau dengan teman-temannya. Bermain konstruksi (construction play) Pada anak umur tiga tahun. mental . Perhatian pertama anak pada alat bermain adalah memeriksa alat permainan tersebut. sedangkan bermain pasif kesenangan didapat dari orang lain. Dalam bermain aktif kesenangan diperoleh dari apa yang diperbuat oleh mereka sendiri. menonton televise dan lain-lain. dsbnya 2. anak-anak tidak hanya menghabiskan waktunya untuk bermain dengan pasir. mental dan social. Bermain harus seimbang. Bermain aktif Bermain mengamati atau menyelidiki (exploratory play). antara lain dengan stimulasi mental dengan menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) dan memanfaatkan pelayanan yang tersedia. Tujuan umum: 1) Untuk meningkatkan peranan ibu dan anggota keluarga lainnya untuk sedini mungkin memberikan stimulasi pada tumbuh kembang anak yang menyeluruh dalam aspek fisik . sehingga bila dia bosan permainan yang satu. Anak memperhatikan alat permainan. 3) Meningkatkan ketrampilan ibu dan anggota keluarga lainnya dalam mengusahakan tumbuh kembang anak secara optimal. .

ISI PROPOSAL BERMAIN 1. agar bisa menghafal lirik dan menyanyikan lagu.   Keterangan: .00 – 11. Pembuatan Rancangan Program Bermain Pada Anak A.30 WIB 5. menyusun balok sesuai kreatifitas. Waktu pelaksanaan  Hari/tanggal : jumat. Tempat dan setting tempat  Tempat : ruang perawatan anak ruang melati  Setting tempat 3. Topic/judul/tema: Puzzle Bermain konstruksi Menyanyi Alasan pemilihan topic Agar anak bisa menyusun puzzle dengan tepat.    2. 23 Maret 2012  Pukul : 10. Tujuan (TIU dan TIK) TIU Anak dapat mencapai tugas perkembangan secara optimal sesuai dengan tahapan perkembangan  TIK 65% anak mampu Menyusun puzzle 70% anak mampu menyusun balok 85% anak mampu menyanyikan lagu 4.

anak terlihat lelah Tahap Waktu pelaksana Kegiatan Kegiatan petugas peserta . Sasaran (umur dan karakteristik)  An D (6 th) Karakteristik: polos. ceriwis 8. Media :menggunakan puzzle dan balok 10. akti. cuek. memperhatikan kondisi anak saat bermain 11. Hal yang perlu diperhatikan : nangis. Metode  Menyusun puzzle dan balok sesuai kreatifitas  Menyanyi bersama 9. Strategi bermain no : pemasangan pelundung tempat tidur. Karakteristik permainan  Menurut isi :  Unoccupied behavior play Situasi/obyek di sekeliling digunakan sebagai alat permainan  Menurut karakteristik social  Solitary play Bermain bersama tapi alat permainan beda. aktif  An B (6 th) Karakteristik : polos. Antisipasi 12. tidak ada kontak  Parallel play Alat permainan sama tapi tidak ada kontak 7.pemimpin moderator fasilitator observer anak orangtua 6. aktif  An C (7 th) Karakteristik : polos. terlepasnya infuse.

Program bermain 10.15 moderator Bernyanyi. Pembukaan 10. Analisis tugas  Motorik kasar : anak duduk di tempat tidur  Motorik halus : anak bisa membedakan suara dan berbagai macam gamabr  Bahasa : tidak resmi (anak-anak)  Aspek social : dapat berkomunikasi dengan baik antara anak-anak dan perawat  14. Penutup 11. 2. alat/bahan yang diperlukan dalam program bermain e) Observer : perawat … Tugas: Mengamati anak-anak saat jalannya permainan 15. salam berdoa. Pengorganisasian a) Ketua : perawat … Tugas: Mengkoordinir pelaksanaan program bermain Mengadakan kontrak dengan pasien dan keluarga Meminta ijin dengan kepala ruang b) Moderator : perawat … Tugas : Memandu acara selama program bermain c) Pemimpin permainan : perawat … Tugas: Memimpin acara selama program bermain Menunjukkan gambar dan mengeluarkan suara hewan Mengajak anak bernyanyi d) Fasilitator : perawat … Tugas: Menyediakan tempat/sarana. Ikut berdoa.1. evaluasi a) struktur fasilitator menyiapkan alat dengan baik fasilitator menempatkan anak dalam posisi yang nyaman moderator membuka dan menutup acara permainan dengan baik dan mendapat antusias dari anakanak b) proses dengan cara mengamati semua perilaku yang ditunjukkan oleh anak selama permainan berlangsung . ikut berdoa 13.15 Pemimpin Memberi Mengikuti pelaksana permainan Puzzle dan program balok bermain yang diberikan 3. bernyanyi.00 moderator Memberi Menjawab salam.

Saran Bagi para mahasiswa keperawatan agar lebih berkreatifitas dalam memberikan asuhan keperawatan kepada anak-anak agar lebih bersabar dan perhatian kepada anak-anak sehingga anakanak tidak bosan selama rawat di rumah sakit. melanjutkan tumbuh dan kembang selama perawatan sehingga kelangsungan tumbuh kembang dapat berjalan. Menjadi perhatian perawat karena takutnya anak yang mengalami rawat inap akan menjadi bosan dan tidak mau dirawat. Hal ini bertujuan. hal ini harus diperhatikan oleh perawat khususnya bagi anak-anak yang dirawat inap. dapat mengembangkan kreatifitas dan pengalaman. anak akan mudah beradaptasi terhadap stress karena penyakit yang dirawat. BAB IV PENUTUP Kesimpulan Tumbuh kembang anak sangat berpengaruh pada kreatifitas anak yang terus berjalan sesuai tingkat usianya. . dan bagaimana berkomunikasi pada anak dan penyuluhan kepada orang tua Walaupun anak mengalami sakit dan atau dirawat tugas perkembangan tidaklah berhenti.c) -  hasil 65% anak mampu Menyusun puzzle 70% anak mampu menyusun balok 85% anak mampu menyanyikan Dampak hospitalisasi pada anak.

.DAFTAR PUSTAKA dr. Nelson. SpAK . 1999.Tumbuh Kembang Anak . Buku Kedokteran. Buku Kedokteran. Jakarta. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta.Soetjiningsih. 1995.