Anda di halaman 1dari 3
Survey yang saya lakukan bertempat di Toko Bangunan…….. dan yang saya survey terhadap took bangunan tersebut yaitu dinding partisi jenis gypsum. Dinding partisi merupakan material pelapis interior untuk dinding pembatas serta dapat diaplikasikan sebagai pelapis dinding bata. Saat ini, penggunaan dinding partisi jenis gypsum untuk interior sudah semakin meluas, disebabkan oleh karakteristiknya yang tahan api dan finishing yang sangat baik, bobotnya pun ringan serta pengerjaan yang cepat dan kering. Dinding partisi jenis gypsum pertama kali diperkenalkan pada tahun 1920-an, dan telah mengubah pandangan tentang konstruksi dinding interior. Dinding partisi jenis gypsum gypsum terdiri dari inti dari bahan gypsum yang dibungkus dengan kertas penguat di sekelilingnya. Pada umumnya yang tersedia dipasaran pada bagian ujung papan sisi panjang berbentuk miring (recessed edge) namun ada juga beberapa produk yang menyediakan tepian yang kotak untuk aplikasi khusus. Kekuatan utama gypsum terletak pada kertas pembungkusnya. Untuk papan gypsum standar kertas pembungkus biasanya berwarna gading cenderung kecoklatan, dengan bahan sepintas mirip dengan kertas zak pembungkus semen. Saat ini produsen gypsum memproduksi beberapa jenis gypsum untuk beberapa aplikasi. Ketebalan gypsum bervariasi, rata-rata di pasaran adalah 9mm, 12mm dan 15 mm untuk type gypsum standar (plasterboard). Berikut adalah keuntungan dan kerugian dinding partisi jenis gypsum :  Ketahanan Terhadap Air Karena kekuatan papan gypsum yang terletak pada kertas pembungkusnya, maka untuk gypsum standar (plasterboard) yang ada dipasaran rata-rata tidak tahan terhadap basah dan lembab, kertas akan mengelupas dan inti gypsum akan terurai. Bila memang memerlukan gypsum sebagai partisi maka beberapa merk terkenal mengeluarkan type papan gypsum dengan pelapis yang lebih tahan terhadap lembab (terhadap lembab bukan basah, karena bahan gypsum memang tidak akan bertahan terhadap basah) tentu dengan harga yang lebih mahal untuk ketebalan yang sama.  Berat Berat massa yang jauh lebih ringan ini bisa membuat dinding makin fleksibel bila mau dipindah sesuai dengan kebutuhan. Sebab dinding dari gypsum bersifat portable. Bahkan apabila dipindah, proses pemindahannya tidak akan merusak atau merubah tampilan interior yang sudah dikonsep dan ditata sebelumnya. Pemindahan ini hanya akan menimbulkan bekas lubang pada lantai yang bisa ditutup atau diganti ubinnya dengan mudahdan praktis.  Akustik Bahan papan gypsum standar (plasterboard) relatif lunak sehingga bahan gypsum relatif bisa menyerap suara dengan baik daripada dinding bata. Papan gypsum cocok digunakan untuk ruang-ruang yang memerlukan peredaman suara. Pemakaian papan gypsum sebagai pelapis dinding dapat membantu meredam gema yang ditimbulkan akibat pantulan balik suara, karena sifat peredaman gypsum yang baik inilah maka beberapa produsen mengeluarkan panel peredam suara yang lebih baik dengan berbahan dasar gypsum.  Harga Harga dinding partisi jenis gypsum yang saya survey yaitu Rp. 70.000,- per lembar dengan ukuran lebar 1,2 m, tinggi 2,4m dan tebal 9mm.  Ketahanan Terhadap Api Papan gypsum standar (plasterboard) mempuyai lapisan kertas sebagai penguat, dan seperti kita ketahui bahwa kertas adalah penghantar api. Namun beberapa produsen menciptakan gypsum yang lebih tahan terhadap api dengan lapisan kertas khusus.  Ketahanan Terhadap Benturan dan Goresan Aplikasi gypsum sebagai dinding partisi saat ini sudah menjadi suatu hal yang umum, namun dari berbagai kasus yang terjadi, pemasangan papan gypsum di ruang yang biasa dilalui banyak orang cenderung mudah rusak dan gupil terutama di bagian sudut dinding (misal sebagai pelapis kolom). Selain itu bila dinding tergores dengan sesuatu yang tajam maka dipastikan kertas akan mudah terkelupas oleh tangan usil, namun perbaikan untuk hal ini cukup mudah.  Waktu Sistem aplikasi dinding gypsum ini juga sangat mudah dilakukan dan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, jika dibanding dengan dinding batu bata yang harus melalui beberapa langkah mulai dari penyusunan pondasi, kemudian dinding lalu dilanjutkan dengan lapisan untuk menutup batu bata dan seterusnya.  Pemasangan Pemasangan papan gypsum sebagai partisi dapat menggunakan rangka kayu ataupun rangka metal yang banyak tersedia di pasaran. Rangka biasanya disusun secara vertikal dengan jarak menyesuaikan dengan persyaratan tinggi maksimum yang dibutuhkan. Bila Rangka telah terpasang, maka gypsum board dapat dipasang. Pemasangan gypsum direkomendasikan dipasang tegak, dengan sisi pendek pada bagian bawah dan atas. Jarak antar panel gypsum menurut rekomndasi rata-rata dari pabrikan sebesar 2.5-5mm. Pemasangan panel pada rangka menggunakan sekrup gypsum, jarak yang direkomendasikan antar sekrup sebesar 200 – 500 mm tergantung ketebalan gypsum. Nat yang terjadi antar panel gypsum ditutup dengan joint compound gypsum dan kain kassa. Setelah sambungan tertutup, maka tinggal menghaluskan dan meratakan sambungan dengan ampelas, dan iap diberikan cat dasar. Bila menggunakan aplikasi rangka kayu, maka sebaiknya kayu yang dipakai sebagai rangka adalah kayu yang cukup kering, banyak kejadian sambungan antar gypsum terjadi keretakan dikarenakan muai susut kayu rangka. Berikut adalah langkahlangkah pemasangan dinding partisi jenis gypsum adalah sebagai berikut : 1. Pekerjaan pembuatan/penyetelan dan pemasangan dinding partisi khusus dan alat-alat penggantung/kunci dan perlengkapan lainnya harus dilaksanakan harus dilaksanakan oleh kontraktor dengan memakai tenaga tukang-tukang yang berpengalaman dan ahli didalam bidangnya masing-masing. 2. Setelah terpasang, bidang permukaan rangka partisi harus rata, lurus dan waterpass. 3. Semua alat-alat penggantung dan kunci serta perlengkapanperlengkapan lainnya, harus terpasang dengan baik, rapih, tepat dan teliti, sehingga dapat berfungsi dengan sebaik-baiknya. 4. Pemasangan kosen pintu harus menempel pada rangka-rangka aluminium dan dipasang dengan sekrup, termasuk pada bagian atasnya (frame head). 5. Penggunaan rangka, sekrup dan lain-lain harus rapih dan tertanam dengan baik, sehingga tidak merusak daun pintu, kosen maupun alat-alat penggantung. 6. Sekrup/mur setelah finishing terlihat rapi. 7. Pemasangan yang tidak rapih dan menimbulkan diperbaiki dan diganti atas beban kontraktor sendiri. 8. Pemasangan instalasi yang tertanam pada partisi khusus harus betul-betul diperhatikan sehingga tidak merusak tampak dinding partisi khusus yang ada. terpasang harus didempul (compound) agar cacat-cacat harus