Anda di halaman 1dari 17

Makalah Ilmiah

Bioetika Kedokteran dalam Penerapan

Nama

:

NIM

:

Kelompok

:

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
TAHUN AJARAN 2010-2011

30 September 2010 Penulis 1 . penulis tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak.prinsip bioetika kedokteran tersebut. yaitu beneficence. Dalam pembuatan makalah ini. karena atas berkatnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Bioetika Kedokteran dalam Penerapan”. dan justice. autonomy. sehingga penulis mengucapkan terima kasih kepada :  Dr. oleh sebab itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun. tidak sedikit penulis menemukan kesulitan.Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa. Namun penulis berusaha menyajikan makalah ini sebaik – baiknya. Jakarta. Penulis sadar bahwa makalah ini mempunyai banyak kekurangan. Penulis berharap makalah ini dapat membantu pembaca dalam mengerti lebih jauh tentang bioetika kedokteran serta memberi contoh pengklasifikasian prinsip . Makalah ini membahas tentang etika – etika dalam kedokteran yang meliputi empat prinsip. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dan keterbatasan sumber informasi. non maleficence. Di dalam makalah ini pula terdapat pembahasan kasus sesuai dengan etika kedokteran. Penulis mengucapkan maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan. Pembahasan makalah disajikan dalam bentuk pengkategorian prinsip bioetika kedokteran sesuai dengan skenario yang diberikan. Judin Purba Tanjung selaku tutor dalam pembahasan makalah ini. Selama pembuatan makalah ini.

.................. 18 Daftar Pustaka........................................................... 11 E................................................................................................................................................................................................................................................ Skenario Kasus.............. 2 BAB I : Pendahuluan.. 19 2 ....................................................................... Pembahasan Masalah Skenario....................................................................................................................................................................................... 18 A Kesimpulan............................................................. 1 Daftar Isi........ 16 BAB III : Penutup........................................ 4 D.. 5 C.......... Latar Belakang Masalah..... 3 B......................................... 8 D............................................................................... 3 C........ 3 A....... Definisi Bioetika Kedokteran........................................... Prinsip Bioetika Kedokteran...................................................................................Daftar Isi Kata Pengantar. 5 B........................................................................................................................................................................................................................................................................ Pembatasan Masalah...................................................................................................................... 18 B................................................................................................ Pelanggaran Prinsip Bioetika...... Perumusan Masalah................................ 4 BAB II : Pembahasan....................................................................................................................... Saran............................. 5 A................................................................... Identifikasi Masalah..............

Namun hal itu dapat dilakukan apabila tindakan yang dilakukan dokter tersebut memiliki manfaat lebih. Identifikasi Masalah Dalam pembuatan makalah ini. Pada jaman sekarang ini bioetika kedokteran telah banyak dipelajari dan dipraktekan dalam kehidupan sehari – hari di dunia medis. Karena manfaatnya yang sangat berguna dalam menentukan sikap seorang dokter dan profesionalitas seorang dokter maka bioetika kedokteran wajib dipelajari dan dipahami oleh setiap dokter. makalah ini dibuat agar pembaca dapat lebih memahami tentang kaidah dasar kedokteran dan penerapannya dalam kehidupan sehari – hari. Selain itu bioetika kedokteran juga sangat berguna dalam menjalin hubungan kerja terhadap teman sejawat dalam profesi dokter. B. terdapat beberapa hal yang akan dibahas agar pembaca dapat memahami tentang bioetika kedokteran. Prinsip – prinsip dasar ini memang terkadang dapat membuat seorang dokter ragu dalam menentukan sikap. Pengertian bioetika kedokteran dan prinsip – prinsip dasar kedokteran. .BAB I PENDAHULUAN A. Oleh sebab itu. Latar Belakang Masalah Bioetika kedokteran atau kaidah dasar kedokteran adalah aksioma yang mempermudah penalaran etik. karena apabila salah satu tindakan diambil maka akan mengorbankan prinsip lainnya. yaitu antara lain adalah : 3 1. Etika – etika ini sangatlah berguna dalam menentukan langkah untuk memberi solusi terbaik bagi pasien.

D. 3. 5.nilainya? Apa contoh skenario yang diberikan? Bagaimana kasus tersebut dikategorikan dalam keempat prinsip bioetika kedokteran? Apa saja pelanggaran prinsip bioetika dalam kasus tersebut? 4 BAB II PEMBAHASAN A. Skenario kasus bioetika kedokteran. 2. Definisi Bioetika Kedokteran . C. 4. 4. 4. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut. 3. Pelanggaran yang terjadi dalam skenario kasus. Pelanggaran yang terjadi dalam skenario kasus. yaitu: 1. Skenario kasus yang berhubungan dengan penerapan prinsip – prinsip bioetika kedokteran.2. 3. 5. maka perlu adanya pembatasan masalah dalam makalah ini. Pembahasan masalah skenario kasus beserta penjelasannya. masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Definisi bioetika kedokteran Pengklasifikasian dan nilai – nilai yang terkadung dalam bioetika kedokteran. Pembahasan masalah skenario kasus. Apakah bioetika kedokteran? Terdiri dari apa saja prinsip bioetika kedokteran tersebut? Dan apa nilai . Pembatasan Masalah Untuk memperjelas ruang lingkup yang akan dijelaskan dalam makalah ini. 2.

 Sanggup memaksimalisasi kepuasan tertinggi secara keseluruhan. 5  Paternalisme bertanggung jawab. Beneficence Pada umumnya.  Dokter menghargai hak pasien secara keseluruhan. Sehingga bioetika dapat diartikan sebagai etika yangmenyangkut  tentang kehidupan makhluk hidup. Dokter mengusahakan agar manfaat yang diterima pasien lebih besar dibanding keburukannya. yaitu : 1.  Dokter memiliki kewajiban menolong pasien gawat darurat. 2. Bios berarti kehidupan. rela berkorban untuk   kepentingan orang lain). lagipula tentang dampaknya atas masyarakat luas serta sistim nilainya kini dan masa mendatang. dan Ethics berarti moral.  Dokter dapat menjamin kehidupan minimal manusia.  Memberikan obat yang berkhasiat namun murah. Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia Memandang pasien/ keluarga/ sesuatu tidak hanya sejauh menguntungkan  dokter. bioetika kedokteran adalah studi interdisipliner tentang problem-problem yang ditimbulkan oleh perkembanagn di bidang biologi dan ilmu kedokteran baik pada skala mikro maupun pada skala makro.  Dokter sanggup meminimalisasi akibat buruk.  Dokter tidak menarik honorarium di luar kepantasan. Menurut Fransese Abel. Beneficence memiliki ciri sebagai berikut :  Mengutamakan Altruisme (menolong tanpa pamrih.  Memiliki pembatasan Goal based dan menerapkan Golden Rule Principle. Prinsip Bioetika Kedokteran Bioetika kedokteran memiliki empat prinsip. Bioetika berasal dari kata “Bios” dan “Ethics”. Non – Maleficence . prinsip ini mengacu pada pemberian manfaat terbaik bagi pasien. B.

dan menghargai martabat pasien.  Dokter mengambil porsi terakhir dalam proses membagi yang telah dilakukan.  Mampu memberi kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang   sama. Mampu menghindari misrepresentasi dari pasien. Dokter menghargai rasionalitas pasien. Melaksanakan inform consent. Mampu menjaga hubungan. Tidak membunuh pasien. non – maleficence merupakan prinsip yang mengutamakan tindakan yang tidak membahayakan nyawa pasien. Mampu menjaga privasi pasien dan rahasia pasien. 6 3. Sabar menunggu keputusan pasien. Tidak melakukan white collar crime.        4. Autonomy Prinsip autonomy adalah prinsip dalam kedokteran dimana pasien memiliki hak untuk menentukan dirinya sendiri.Pada hakikatnya. Dokter tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan. Dokter mengobati pasien yang luka. Dokter mampu berterus terang pada kondisi pasien. Dokter tidak mencaci maki atau menghina pasien. sehingga seorang dokter harus mampu bersikap adil pada pasien – pasiennya. Justice Justice bearti adil. Ciri – ciri prinsip ini adalah :  Segala sesuatu diberlakukan secara universal. Prinsip ini memiliki ciri yaitu :         Menolong pasien emergency Dokter mampu mencegah bahaya atau kehilangan. Manfaat bagi pasien lebih banyak daripada kerugian dokter. Menghargai hak sehat pasien. . Ciri dari prinsip ini adalah :  Dokter menghargai hak pasien untuk menetukan nasib sendiri. Mengahargai hak hukum pasien dan hak orang lain.

C. status sosial. Tenar memeriksa pasien sesuai nomor urut pendaftaran. Tenar dapat leluasa memeriksa pasiennya dari satu tempat ke tempat lainnya. Tenar melakukan pemeriksaan EKG (elektrodiagram) karena kecurigaan terjadi penyempitan pembuluh darah jantung. Skenario Kasus Dokter Tenar yang praktek di Jalan Ramai sejak 2 tahun yang lalu adalah seorang dokter umum yang memiliki pasien cukup banyak. Pasien keempat sore itu adalah seorang ibu berusia 60 tahun diantar oleh anak laki – lakinya datang dengan keluhan nyeri ulu hati yang menjalar ke punggung. terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Pada hari Sabtu minggu lalu. Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alasan yang tepat. Dengan tujuan memasyarakatkan budaya antre dr. dll. Tenar menempatkan 2 bed dalam kamar prakteknya yang dibatasi dengan gorden sehingga dr. Sesuai dengan dugaan. Maka dr. kedua dan ketiga datang dengan keluhan batuk pilek. banyak minum air putih serta mengkonsumsi buah – buahan. sudah ada 10 antrean pasien pada saat beliau datang. Dalam pelayanan tidak membedakan berdasarkan SARA. 7 Memberi kontribusi yang relatif sama sesuai kebutuhan pasien. Merasa tidak yakin dengan kemungkinan sakit maag yang diderita ibu ini. maka dr. Hasil yang 8 . Dengan ruangan praktek yang cukup luas dr. Bijak dalam makroalokasi. pasien pertama. Menghormati hak populasi kelompok rentan. Tenar pun memberikan puyer batuk pilek pada ketiganya serta nasehat untuk istirahat cukup. Namun di sisi lain terdapat kesulitan bila ada pasien yang datang dengan kelainan kulit dimana ia harus memeriksa pasien dalam keadaan setengah telanjang.      Dokter mampu menjaga kelompok rentan.

Tenar mendapat bingkisan kue yang dia amati ternyata sejajar dengan 20 pasien yang ia kirim. “Ah. Sedangkan Ibu Menor mengeluh kepala pusing yang hilang timbul. Sebut saja Mbak Modis dan Ibu Menor. kalau tiduran takut ketularan penyakit kelaminnya anak tadi” cerocos sang pasien. namun tanpa dosa ia nyerocos menanyakan apa penyakit anak muda tadi. mual dan beberapa kali muntah. Melihat usia. Tenar agak terpana untuk menjawab pertanyaan awam si ibu ini. ia memperoleh voucher belanja Rp. yang kemudian dr. Dia 9 . kondisi fisik ibu yang cukup gemuk serta tekanan darah 140 / 90 maka dr. ruang tempat pasien yang memerlukan perlakuan khusus. Ibu yang agak cerewet tadi minta maaf. Anak muda tadi memelototi si ibu. jawab Tenar kalem. . Tenar memberikan surat rujukan beberapa pemeriksaan laboratorium. tanpa sengaja ia tadi melihat pasien laki – laki muda bertato di perut bawah sedang menutup kembali celana dalamnya. Dr. Anak muda tadi “tidak mengikuti nomor antrian” karena mengaku teman SMP dr. Pasien pulang dengan membawa obat maag. Ia sempat sepintas melihat celana dalam tadi bervlek-vlek putih kekuningan. Tenar. Pada saat masuk. penenang dan surat permintaan laboratorium serta minta datang kembali setelah memperoleh hasil laboratorium. Tenar meminta sang ibu keluar sebentar menunggu giliran sehabis anak muda ini. Saya suntiknya sambil berdiri saja dok.000. Dari Lab Klinik ini Dr. sehingga zoster memasukkan lebih dahulu ke ruang sekat kiri. 300. Dr. Setelah menyelesaikan administrasi ibu tersebut masuk kembali ke kamar periksa karena merasa ada yang kurang yaitu belum disuntik seperti yang biasa ia dapatkan bila berobat ke dokter.diperoleh tidak ada kelainan. Tenar merujuk ibu tersebut ke LAB KLINIK “Titrasi Cepat” langganannya yang tidak begitu jauh dari tempat prakteknya.di supermarket terkenal di kotanya. Mbak Modis mengeluh beberapa hari ini badannya panas dingin. Pasien kelima dan keenam seorang wanita muda dan setengah baya. Cuma panas dalam perut”.

Tenar dengan membawa hasil CT scan. langsung diberikan resep sakit kencing yang sudah langganan ia derita 5 tahun ini. yang anggota DPRD salah satu parpol besar. Tenar hanya memeriksa sekilas dan menyakin resep dari catatang medis yang disodorkan zoster. dr.000. Tanpa penjelasan mengenai isi di dalam surat keterangan tersebut. carikan bajaj!” instruksinya ke zoster setelah meyakinkan sang hansip agar cepat dirawat. ternyata datang kembali dalam keadaan 10 . ya Pak Tala. si Malthus bin Darwin yang tadi pagi ia khitan. 25. Kemudian ia datang ke dr. hanya pusing biasa. Dokter terakhir yang ia kunjungi menyarankan dilakukan CT scan kepala. tidak sempat dilakukan pengukuran tekanan darahnya.sudah beberapa kali datang ke dokter yang berbeda – beda dan dikatakan tidak ada apa – apa. “Untuk transpornya. Garputala adalah hansip setempat yang merasa tidak afdol kalau belum “dipegang” dr. mencubit kulit perutnya yang ternyata sudah mengendur. Saat mempersilahkan Nn. 15 tahun sebut saja Nn. memegang nadinya yang terasa kecil dan lemah. Tenar. Rana Omnivora yang ia kenal sebagai anak pertama OKB (orang kaya baru) tetangganya. Rana masuk ke ruang sekat kanan. Sementara Ibu Menor. Dr. Zoster telah mengingatkan dua pasien berikutnya adalah Tn. “Zus. Surat keterangan yang terdapat di dalam amplop CT scan tersebut menyatakan kecurigaan adanya SOL (space occupying lesion). Garputala 46 tahun dengan muntah berak belasan kali dan satu lagi seorang pelajar putri. serta baru saja menerima telepon ada pasien langganannya yang gawat mau datang. Cepat sembuh deh” sambil memberi sebungkus oralit dan lalu mengirimkannya ke RSU setempat.bagi hansip. Tak lupa ia menitipkan amplop berisi Rp. Ia melongok sebentar ke pasien tadi. . dr. Tenar memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit bagian saraf. Tenar terkaget karena serombongan orang menyela masuk sambil menggendong pasien anak laki – laki 9 tahun.

. Tenar dalam membantu menyelesaikan masalah pasien – pasiennya sampai ia rela pulang larut malam. Rana. Tentu sambil mencuri pandang. Tenar tak sempat bicara ke Nn. penenang. sang anggota DPRD ini cukup mampu menolong sahabt Rana. sementara Rana terpana sendirian karena Zoster juga sibuk membantu dr. Tenar mengatasi pendarahan si Malthus di ruang sekat kiri. Dan dapat dikelompokkan menjadi : 1. Para pengantar Malthus justru yang meminta Rana sabar. dan surat permintaan laboratorium. Tenar akhirnya mendengarkan keluhan Rana. Beneficence  Paragraf 4 : Adanya kecurigaan terjadi penyempitan pembuluh darah jantung. Tenar menawarkan untuk menjadi mediator menyampaikan apa adanya kepada bapak Rana. kata si manis Rana. Sambil bersimbah peluh. D. Ia stres karena baru saja mengambil uang ayahnya tanpa ijin demi menolong sahabatnya seumuran untuk aborsi di klinik Antah Berantah.  11 Paragraf 5 : Pasien pulang dengan membawa obat maag. Ia menolong Malthus duu selama 45 menit. Begitulah seharian dr. terdapat prinsip – prinsip bioetika kedokteran. Karena dokter mengusahakan agar manfaat atau kebaikannya lebih banyak dibandingkan dengan keburukannya. RRRaaana menor malam itu. Pembahasan Masalah Skenario Berdasarkan skenario kasus tersebut. karena walaupun bukan bernama menor. “Biar uang saku saya dipotong deh dok asal papi tak nyap – nyap ama saya”. Toh menurutnya dan menurut Rana.berdarah.

Tenar memberi ongkos kepada pak Tala untuk berobat. ia masih tetap mendengarkan keluhan Rana.Menerapkan prinsip minimalisasi akibat buruk karena dokter memberi obat sementara  untuk meminimalkan akibat dari penyakit ibu tersebut. Paragraf 6 : Ibu menor diberikan resep sakit kencing yang sudah langganan ia derita selama 5 tahun. Dr. dan juga memberi sebungkus oralit sebagai pertolongan pertama bagi pak Tala. Menerapkan prinsip altruisme karena dokter Tenar tidak memperdulikan dirinya telha lelah. Paragraf 11 : Begitulah seharian dr. Tenar dalam membantu menyelesaikan masalah – masalah pasiennya sampai ia rela pulang larut malam. Cepat sembuh deh” sambi memberi sebungkus oralit dan lalu mengirimkannya ke RSU setempat. Hal ini ditunjukan dari sikap dr. . . ya pak Tala. Paragraf 5 : Serta meminta pasien datang kembali setelah memperoleh hasil laoratorium. Hal ini dikarenakan dr. dan apabila dugaan dokter benar maka pasien dapat diberikan resep yang sesuai sehingga profesi dokter  dapat dipercaya terus oleh masyarakat. Prinsip yang digunakan adalah mengutamakan altruisme (menolong tanpa pamrih. Menggunakan prinsip altruisme dan minimalisasi akibat buruk. “Untuk transpornya.bagi hansip. Paragraf 8 : Tak lupa ia memberi amplop berisi Rp. rela berkorban untuk kepentingan orang lain). Tenar meminta pasien datang kembali untuk memastikan dugaannya.000. Menerapakan prinsip mengembangkan profesi secara terus menerus.   12 Paragraf 10 : Sambil bersimbah peluh. ia menolong pak Tala tanpa mengharapkan pamrih. 25.Tenar yang rela pulang larut malam. Menerapkan prinsip minimalisasi akibat buruk karena dokter memberi resep sakit kecing maka akan mencegah bahaya yang akan terjadi pada ibu Menor untuk  sementatara waktu. Tenar akhirnya mendengarkan keluhan Rana.

akan lebih dipastikan penyakit pasien tersebut. Tenar telah mampu mengatasi kehilangan yang lebih besar apabila ia tidak menyarankan  pemeriksaan EKG. maka dr. . Menerapkan prinsip menolong pasien emergensi. Tenar meminta sang ibu keluar sebentar menunggu giliran sehabis anak muda ini. Menerapkan prinsip dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan.Tenar merujuk sang pasien untuk dilakukan pemeriksaan EKG. Tenar dapat leluasa memeriksa pasiennya dari satu tempat ke tempat lainnya. Karena dr. Paragraf 4 : Dr. Sehingga pasien dapat leluasa diperiksa tanpa  merasa terganggu. Non – Maleficence  Paragraf 4 : Dokter Tenar melakukan pemeriksaan EKG (elektrodiagram). Dari hasil pemeriksaan lab. Menerapkan prinsip dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan. 3. Karena ia memberi rujukan pemeriksaan lab. Tenar mengatasi pendarahan si Malthus di ruang sekat kiri.  13 Paragraf 9 : Ia menolong Malthus dulu selama 45 menit sementara Rana terpana sendirian karena zoster sibuk membantu dr. Karena dokter tersebut memberikan pertolongan pada pasien yang keadaannya jauh lebih gawat daripada pasien yang masih dapat menunggu untuk diperiksa kemudian. Autonomy  Paragraf 2 : Kamar prakteknya dibatasi gorden sehingga dr.2. Paragraf 5 : Dr. Tenar memberikan surat rujukan beberapa pemeriksaan laboratorium. Dokter menerapkan prinsip menghargai privasi dengan cara memberi sekat pemisah antar satu bed dengan bed yang lainnya.

Dengan ruangan yang cukup luas dr. Cuma panas dalam perut”. karena dalam tidak . Karena pasiennya yang cukup banyak maka untuk mempercepat pemeriksaan maka ia  menempatkan 2 bed. beliau tidak memaksa pasien untuk mengambil keputusan. Paragraf 5 : “Ah.  14 Paragraf 10 : Tenar menawarkan untuk menjadi mediator menyampaikan apa adanya kepada bapak Rana. Menerapkan prinsip memberi kontribusi yang relatif sama dengan kebutuhan pasien. Menerapkan prinsip tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan dan sabar menunggu keputusan pasien. 4. Menerapkan prinsip memberi kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama. Pasien yang datang dan mendapat nomor antrian awal akan diperiksa  dokter terlebih dahulu.Menerapkan prinsip menghargai privasi karena dokter meminta sang ibu keluar agar  pasien yang sedang ia periksa dapat dilindungi privasinya. Tenar pun memberikan puyer batuk pilek pada ketiganya serta nasehat untuk istirahat cukup. Menerapkan prinsip menjaga rahasia pasien karena penyakit pasien sebelumnya tidak diberitahukan pada orang lain. Paragraf 3 : Dengan tujuan memasyarakatkan budaya antre dr. Paragraf 3 : Maka dr. banyak minum air putih serta mengkonsumsi buah – buahan. Tenar menempatkan 2 bed dalam kamar prakteknya. Menerapkan prinsip menghargai hak sehat pasien dalam hal equality. jawab Tenar kalem. Tenar memeriksa pasien sesuai nomor urut pendaftaran. Justice  Paragraf 2 . Karena dokter Tenar hanya menawarkan menjadi mediator. Ketiga pasien sama – sama datang dengan keluhan batuk pilek. sehingga pemeriksaan bersifat adil.

Tenar merujuk ibu tersebut ke LAB KLINIK “Titrasi Cepat” langganannnya yang tidak begitu jauh dari tempat prakteknya. Pelanggaran Prinsip Bioetika Kedokteran Adapun dalam skenario tersebut sang dokter melakukan pelanggaran secara tidak langsung. Karena dokter tetap memeriksa Garputala yang hanya seorang hansip. Sikap ini menunjukkan dokter mengambil porsi  terakhirnya yaitu memnuhi keinginan pasien. Paragraf 5 : Anak muda tadi “tidak mengikuti nomor antrian” karena mengaku teman SMP dr. dr. 16 2. Yaitu sebagai berikut : 1. Menerapkan prinsip tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alasan sah / tepat. E. . Tenar memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Saraf. Hal ini dapat dilihat dari sikap dokter yang merujuk ke Laboratorium yang jaraknya dekat dengan tempat prakteknya sehingga pasien tidak merasa terbebani  untuk pergi memeriksakan dirinya. status sosial. dll. Paragraf 8 : Garputala adalah hansip setempat yang merasa tidak afdol kalau belum “dipegang” dr. Paragraf 5 : “Saya suntiknya sambil berdiri saja dok. Paragraf 4 : Dr. Menerapkan prinsip mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan. Tenar sehingga zoster memasukkan lebih dahulu ke ruang sekat kiri. Dokter memenuhi keinginan pasien yang ingin disuntik sambil berdiri. cerocos sang pasien. Tenar.dijelaskan kondisi perekonomian pasien dan dijelaskan bahwa dokter memberi puyer serta nasehat yang sama pada tiap pasien maka dokter tersebut telah memberi  kontribusi yang sama. Menerapkan prinsip tidak membedakan pelayanan pasien berdasarkan SARA. Terjadi pelanggaran justice dimana semua pasien seharusnya diberi kesempatan yang sama dengan cara mengantri. kalau tiduran takut ketularan penyakit kelaminnya anak tadi”. tanpa berkomentar kepada pasien. Paragraf 6 : Tanpa memberi penjelasan mengenai isi surat keterangan tersebut.

Sehingga dokter telah bersikap tidak adil. Kesimpulan Berdasarkan uraian makalah “ Bioetika Kedokteran dalam Penenerapan” tersebut.Terjadi pelanggaran autonomy karena dokter tidak berterus terang pada penyakit yang diderita oleh pasien tersebut. 17 BAB III PENUTUP A. 3. maka dapat disimpulkan bahwa : . Hanya diperiksa sekilas dan menyalin resep dari data medis yang disodorkan zoster. Paragraf 8 : “Zus carikan bajaj!” instruksinya ke zoster setelah meyakinkan sang hansip agar cepat dirawat. Dr. langsung diberikan resep. 4. Terjadi pelanggaran terhadap prinsip justice. Terjadi pelanggaran autonomy karena dokter tidak memberitahukan penyakit yang diderita pasien dan langsung mengambil tindakan sendiri tanpa mempertimbangkan kondisi perekonomian pasien. tidak sempat dilakukan pengukuran tekanan darahnya. Tenar hanya langsung mengambil tindakan tanpa membiarkan pasien mengambil keputusan. Paragraf 6 : Ibu menor. karena dokter tidak melakukan pemeriksaan padahal pasien lainnya dilakukan pemeriksaan.

Diunduh dari http://id. Yuli Budiningsih SpF. Msi. 2. Agus Purwadianto. agar pasien dapat memahami kondisi tubuhnya sendiri.1. B. DR.medilexicon.wikipedia. SpF. Sebaiknya dokter harus memegang prinsipnya dengan baik.php?t=60976 Diunduh dari .com/medicaldictionary. Dokter harus memberi tahukan penyakit pasien sebelum merujuk pasien tersebut ke rumah sakit. yaitu : 1. maka penulis memberikan saran terhadap tindakan dokter tersebut. Dr. Kasus tersebut telah mencerminkan prinsip – prinsip bioetika kedokteran dalam kehidupan sehari – hari. SH. Saran Dari pembahasan kasus tersebut.dr. Modul 1 blok 1. Dr. SpF. 18 Daftar Pustaka Prof. Budi Sampurna. Prinsip – prinsip bioetika kedokteran penting untuk dipelajari dan dipahami oleh setiap dokter untuk menentukan tindakan medis dalam menangani pasien. 2. contohnya dalam kasus budaya antre.org/wiki/Bioetika Diunduh dari http://www.