Anda di halaman 1dari 34

Koperasi Unit Desa

1.PengembanganKoperasi
GerakanperkoperasiandiIndonesiaberkembangmenurutduapolayaitu:
a.Polaumumataupolakonvensional
b.PolaKUD
Tahun1971perankoperasiditingkatkandenganpembentukanBadanUsahaUnitDesa(BUUD)
sebagaipersiapanpembentukanKUD.PerananBUUDadalahsebagailembagapenunjang
programBimasyangpolakerjanyadimantapkanolehImpresNomer4/1973danImpresNomer
2/1978.Didalamsuratkeputusanbersamamenteridalamnegeridanmenteriperdagangan
ditentukanwilayahkerjaKUDsebagaiberikut:
a.Berdasarkanpotensiekonomidanpartisipasimasyarakatyangterdapatdalamwilayah
keanggotaanKUD.
b.BerdasarkankemampuanpelayananyangmampudiberikanKUDyangmeliputiberbagai
bidangekonomi.
Darikeputusaninidapatdisimpulkanbahwadalamsatuwilayahkecamatandimungkinkanuntuk
berdirilebihdarisatuKUD.PembentukanKUDdiarahkansepenuhnyakepadakeinginan
masyarakatdesa.Pemerintahhanyaberinisiatifagarmasyarakatdesadalamkegiatanekonominya
maubergabungdalamKUD.
KoperasiunitdesasebagaisatubentukkoperasiharustundukpadaUndangUndangNomor
12/1967danUndangUndangNomor25/1992danberstatusbadanhukum.KegiatanBUUDdan
KUDmasihbanyaktergantungkepadakemudahankemudahandaripemerintahseperti
penyaluransaranaproduksipertanian,mengadakanpembeliandanpenjualangabahuntuk
pengadaanpangan,kreditcandakkulakdankegiatanlainberdasarkaninisiatifKUDsendiri.
Pengembangankoperasiunitdesaditujukanuntukmenumbuhkandanmeningkatkanperanan
sertatanggungjawabmasyarakatpedesaanagarmampumengurusidirisendirisecaranyataserta
meningkatkantarafhidupnya.
KUDsebagaiSokoGuruPerekonomianRakyat,artinya:
a.KUDmampumenjadipusatpelayanandanwadahutamabagiberbagaikegiatanekonomi
pedesaanyangefektifdanefisien.
b.KUDmampumelaksanakanfungsifungsiprekreditan,penyediaansaranaproduksi,barang
kebutuhanpokoksertajasalainnya,pengolahandanpemasaranhasilproduksisertakegiatan
produksilainnya.
c.KUDmampuberswakarsadanberswakaryadenganjalanmemilikianggotayangaktifdan
jumlahyangcukupmemadai,memilikipengurusyangberjiwakewirakoperasian,mempunyai
idealismedandedikasi,mampumempekerjakanmanagerdanstaffyangprofesional,memiliki
badanpemeriksayangcakapdanbertanggungjawabsertamemilikisistemmanajemenyangbaik.
KesejahterahanmasyarakatdesaakanberkembangsecaraterusmenerusselamacarakerjaKUD
tetapbaikdanparapengurusnyabekerjadenganjujursertabertanggungjawab.Pembangunan
masyarakatdesamencakuppembangunandisegalabidangkehidupanterutamabidangekonomi,
makasemuanyabarudapatdirasakanmanfaatnyaketikakoperasidipedesaanmulaihadir.
ManfaatyangdiberikanKUDdalampembangunanmasyarakatpedesaan:
a.KUDsudahmampumemotivasidanmeningkatkandaerahkerjamasyarakatdesa
b.KUDsudahmampumendekatkanprodusen(petani)dengankonsumen
c.KUDsudahmampumengembangkanindustrykecildanpengerajin
d.KUDmemperkenalkandanmengajarkankemajuanteknologidibidangproduksi
e.KUDmampumerangsangpertumbuhankesempatankerja
Fungsikoperasidalamkegiatanperekonomiandesa:
a.Memberikreditdenganbungarendahdansyaratyangringan
b.Penyediaandanpengukuransaranaproduksisertabarangdanjasakeperluanseharihari

c.Pengolahandanpemasaranhasilproduksi
d.KegiatanperekonomianlainnyasesuaidenganImpresNo2tahun1978
PeranankoperasidalampembangunanmasyarakatdesamenurutMusliminNasution:
a.Perananprimerantaralain:
1)Meningkatkanefisiensisektorpertaniansehinggamemilikidayatampungyangbesarbagi
lapangankerjadipedesaan
2)Mengurangikebocorannilaitambahsectorpertanian,dimanakelemahansistemkelembagaan
pertaniandapatdiminimisasi
3)Menghimpunsemuadayamasyarakatberpendapatanrendahagarmamputerjunkedalam
bisnisyangbersekalalebihbesar
4)Memberijaminanterhadaprisikoyangdihadapiolehanggotamasyarakatberpendaptanrendah
b.Peranansekunderantaralain:
1)Koperasiberfungsisebagaipenghubungatausebagailembagayangmenapungkegiatanantar
sektoraldipedesaanyangdimilikiolehpengusahakecil
2)Koperasibertujuansebagaiperangkatpenyampaianinformasikepadamasyarakatsampaike
tingkatyangpalingbawah
2.KeberhasilandanKekurangandariKoperasiUnitDesa
a.KeberhasilandariKoperasiUnitDesa
Ukurankeberhasilankoperasiunitdesaditentukanoleh:
1)Baiktidaknyaalatperlengkapanorganisasiyaiturapatanggotadalampenguruskoperasidan
badanpemeriksakoperasi.
2)Seberapajauhkegiatankoperasiunitdesamampumengelolatugasyangdibebankanoleh
pemerintahsepertipengadaansaranaproduksi,kreditcandakkulak,partisipasianggotadanlain
lain.
b.KekurangandariKoperasiUnitDesa
1)PejabatkoperasisebagaiPembinaKUDterlalucepatmemberibantuanberupakreditkepada
KUDtanpadisertaipembinaandanpengawasanyanginsentif
2)PenyuluhanmengenaiKUDdilakukansambillalutanpaadakoordinasidengandinasdinas
teknislain.
3)Jumlahtenagapembinakoperasitidaksebandingdenganluaswilayahdanjumlahanggota
masyarakatyangdilayani.
4)PejabatkoperasitidaktegasdalammengambilkeputusanterhadappengurusKUDyangtidak
menjalankanfungsidenganbaik
5)Membelihasilpertaniandibawahhargapasar
6)Belummampubersaingdipasaran
7)Kurangnyapermodalan
Pembangunanyangberhasiladalahpembangunanyangmenjaminberkembangnyademokrasi,
makasatusatunyaalatekonomidansosialyangmengadungnilainilaikedemokrasianituadalah
kopersidipedesaanberkatdorongandariLKMDtelahdibentukolehwargadesayaitukoperasi
unitdesa.Peranyangdijalankanolehkoperasidalampembangunanmasyarakatdesaadalah:
a.Koperasiharussecaranyatamenunjukantentangmanfaatnyakepadawargadesadengancara
mengadakanpendekatankepadapendudukdesauntukbergabungmenjadianggotakoperasi
b.Dibidangagribisnisatauusahatanikoperasitelahberhasilmenarikkepercayanparaanggota
danmasyarakatpetaniyaitudenganjalanmemberkemudahankapadamasyarakatpetaniseperti:
c.Mendekatkanpasardenganparaprodusen(parapetani)
d.Memberikanhargayanglayakterhadapbarangyangdibelimaupundijualparapetani
e.Memberikanserviceyangbaik
f.Ikutmemecahkammasalahyangdialamiolehpetani

DenganberhasilnyapengelolaanusahataniyangdilakukanolehKUDakanmembawadampak
positifseperti:
a.TimbulnyarasakesadaranmasyarakatakanpentingnyaKUD
b.Meningkatnyagairahkerjamasyarakatpedesaan
c.Berhasildikembangkannyaindustrikecil
d.Berhasildilakukanpembentukanmodal
3.PermasalahanKoperasiUnitDesa
UntukmewujudkanKUDagarbisamenjadisokoguruperekonomianrakyatpedesaan,
pemerintahmengadakanprogrampembinaandanpengembanganKUDkarenaKUDbelum
mampumenjalankanusahanyasecarasendiriapalagimengembangkannya.Halinidisebabkan
olehadanyapermasalahanyangcukupberatbagiKUD.Permasalahanterdiridari,
a.PermasalahanEksternseperti:
1)Masyarakatbelummampusepenuhnyadiyakinkanbahwakoperasimerupakansaranayang
efektifdalammengatasikelemahanekonomisdandalammeningkatkankesejahteraannya.
2)Belumadanyarencanaindukpengembangankoperasiyangterpadu.
3)Belumadanyaprasaranayangmemadaiuntukbisamembangkitkankegairahanberkoperasi.
b.PermasalahanInternseperti:
1)KUDlemahdalamorganisasidanmanajemen
2)Saranapelayanandanmodalyangbelummemadai
3)Kurangnyapengarahanyangtepatdalamkesinambunganpengembangankegiatanekonomi
Usahausahauntukmemecahkanmasalah
a.Denganmemberipelayananyangbaikterhadapkebutuhananggota
b.Mengaktifkananggotadenganpenyuluhanyangintensif
c.MengarahkanKUDpadakemampuannyauntukmenjadikoperasiserbausahadengan
menggunakanpotensidaerahnyamasingmasing.
d.DenganpenyempurnaanorganisasiinterndaneksternKUD
e.Denganmemperbaikimanajemenkoperasi
4.ProgramPembinaandanPengembanganKUD
DiIndonesiaperananPemerintahdalammenggerakandanmengembangkankoperasicukup
besar.Campurtanganpemerintahdalamhalinisifatnyamembantumemecahkanpersoalandan
membimbingKUDmenujukearahorganisasiyanglebihotonomiyangnantinyamampumenjadi
sokoguruperekonomianrakyatpedesaan.
Untukmembimbing,mendorong,mengembangkandanmembinaKUD,dibentukBUUDbeserta
kepengurusannyayanganggotanyaterdiridariunsurunsurpemukamasyarakatseperti:Camat,
Pamongdesa,Guru,Ulama,dll.PelaksanaansehariharikebijakanusahaKUDdilaksanakanoleh
manageryangmempunyaikemampuanpengelolaanperusahaanyangmencurahkanwaktu
sepenuhnyapadapekerjaannya.
Melihatliputankegiatanyangbegituluas,dariKUD,makapembinaanKUDsejaktahun1972
terusditingkatkanbaikdarisegikuantitasmaupunkualitas.Darisegikualitassepertijumlah
anggota,volumeusaha,besarnyapermodalan,penyaluransaranaproduksiperlengkapangedung
dankantor.Darisegikualitassepertijumlahanggota,volumeusaha,besarnyapermodalan,
penyaluransaranaproduksiperlengkapangedungdankantor.PartisipasimasyarakatdalamKUD
bisadiukurdenganmengetahuisejauhmanapengetahuanmasyarakatterhadapmanfaatkoperasi,
pengetahuananggotaterhadappengurusdanhubungannyadenganpengurus.Disampingitujuga
bisadiukurdaripemenuhankewajibanmenyetorsimpanan,danfrekuansikunjunganmerekake
KUD.
5.StrategiPembinaandanPengembanganKUD

Mengingatluasnyapermasalahanyangdihadapisertaketerbatasandana,dayadanwaktuyang
dilakukansuatustrategiyangtepatdalamusahapembinaandanpengembanganKUDstrategi
pemusatanpelayanankoperasi.Tujuandaristrategitersebutadalahuntukmengakomodasikan
segalausahapemerintahdalammempercepatpengembanganKUD.Dalamrangka
pengembanganKUD,diadakanpengendalianoperasionaluntukmeningkatkanbimbingandan
penilaianteknisgunakelancaranpelaksanaanprogramdalammencapaitujuan,untukmenyusun
laporanrutindanperiodikdalamrangkamemonitoringperkembanganKUD,danuntukmembuat
evaluasiataslaporanrutindalamrangkamengatasipenyimpanganpenyimpangandan
kelemahankelemahanpelaksanaanprogrampengembanganKUDsehinggadapatsegera
diperbaikidandisempurnakanseawalmungkin.
http://dedysuarjaya.blogspot.com/2010/09/koperasiunitdesa.html

Koperasi Unit Desa (KUD) dan Permasalahannya


Pendahuluan
Latar Belakang
Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha
bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi, sehingga mendapatkan manfaat
yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan
diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Dari pengertian koperasi tersebut
sangatlah penting keberadaan koperasi untuk membantu masyarakat, baik
masyarakat di perkotaan maupun masyarakat di pedesaan.
Tidak seperti koperasi di daerah perkotaan yang lebih mudah mendapatkan
akses untuk mencapai produktivitas koperasi tersebut, koperasi di daerah
pedesaan terkadang kesulitan untuk mencapai produktivitas. Entah itu karena
masalah keuangan, lokasi, ataupun masyarakatnya sendiri. Maka dari itu, pada
tugas kali ini saya akan membahas sedikit mengenai koperasi di pedesaan atau
biasa kita kenal dengan nama Koperasi Unit Desa (KUD) beserta
permasalahannya.

Rumusan Masalah
1. Pengertian Koperasi Unit Desa.
2. Permasalahan yang ada pada Koperasi Unit Desa.

Tujuan
1. Memberi penjelasan mengenai Koperasi Unit Desa.
2. Mengetahui permasalahan yang ada pada Koperasi Unit Desa beserta cara
penyelesaiannya.

Pembahasan
Pengertian Koperasi Unit Desa
Koperasi Unit Desa merupakan kesatuan ekonomi terkecil dari kerangka
pembangunan pedesaan yang merupakan suatu wadah organisasi dan
pengembangan bagi berbagai kegiatan ekonomi diwilayah yang bersangkutan.
Dengan kata lain koperasi Unit Desa dapat diartikan sebagai gabungan usaha
bersama koperasi-koperasi pertanian atau koperasi-koperasi desa yang terdapat
diwilayah unit desa.

Pembentukan Koperasi Unit Desa


Usaha Koperasi Unit Desa dibentuk berdasarkan kebutuhan pelayanan kepada
anggota seperti usaha simpan pinjam atau kredit candak kulak, sarana-sarana
pertanian, memasarkan produksi anggota dan lain-lainnya. Usaha atau kegiatan
yang sifatnya musiman/sementara atau sifatnya kerjasama, tidak turut mengolah
secara langsung, hanya mengharapkan jasa, tidak perlu dibentuk sebagai unit,
namanya tetap usaha, misalnya sewa/kontrak/komisi. Akan tetapi kalau usaha
tersebut sifatnya kontinu (terus menerus) itu memerlukan penanganan secara
khusus dan personil yang mengelolanya pun secara khusus dan kontinu, maka hal
itu baru harus dibentuk unit.
Menurut instruksi presiden Republik Indonesia No 4 Tahun 1984 Pasal 1 Ayat (2)
disebutkan bahwa pengembangan KUD diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat
layanan kegiatan perekonomian didaerah pedesaan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari pembangunan nasional dan dibina serta dikembangkan
secara terpadu melalui program lintas sektoral.
Adanya bantuan dari pemerintah tersebut ditujukan agar masyarakat dapat
menikmati kemakmuran secara merata dengan tujuan masyarakat yang adil
makmur akan juga tercapai dengan melalui pembangunan dibidang ekonomi,
misalnya dengan memberikan kredit kepada pihak-pihak yang ekonominya masih
lemah atau rakyat kecil terutama didaerah pedesaan dalamalam menjalankan
usaha koperasi diarahkan pada usaha yang berkaitanlangsung dengan kepentingan
anggota, baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya.
Melihat kebutuhan anggota beraneka ragam, maka usaha koperasi multipurpose
yaitu koperasi yang mempunyai beberapa bidang usaha, misalnya simpan pinjam,
perdagangan, produksi, konsumsi, kesehatan, dan pendidikan. Koperasi yang
termasuk dalam multipurpose adalah Koperasi Unit Desa (KUD).

Peran dan Fungsi KUD


Peran dan fungsi KUD dalam rangka pembangunan pertanian merupakan program
pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras yang meliputi pemberian
kredit pada petani melalui unit desa, penyaluran saprodi melalui KUD serta
pengolahan hasil dan pemasaran, penyediaan dan pengukuran sarana produksi
serta barang dan jasa untuk keperluan sehari-hari dan lain sebagainya.
Dalam hal ini koperasi bertindak membeli semua hasil panen para petani untuk di
jual kembali dengan harga yang sesuai dengan harga pasar. Selain itu, fasilitas
kredit yang di peroleh dapat di gunakan untuk keperluan para petani seperti
pembelian pupuk, pembelian bibit dan lain lain. KUD juga berfungsi sebagai
penghubung atau sebagai lembaga yang menampung kegiatan antar sektoral di
pedesaan yang dimiliki oleh pengusaha kecil. Untuk mensejahterakan para petani,
anggota koperasi juga dapat memberikan pengarahan demi tercapainya tujuan
dan peranan dari koperasi unit desa tersebut.

Permasalahan Koperasi Unit Desa


Permasalahan kehidupan ekonomi masyarakat desa yang subur dan dilengkapi
dengan infrastruktur memadai itu masih belum terselesaikan. Salah satu
permasalahannya adalah jika mereka ingin menyekolahkan anak-anaknya keluar.
Penyebab kesulitan hal itu adalah aliran uang yang berputar di dalam desa sangat
kecil, karena aliran uang dari kota ke desa hampir nihil. Kecilnya aliran uang dari
kota ke desa diakibatkan karena pertanian dan perikanan mereka diorientasikan
untuk kebutuhan sendiri.
Makanya, di setiap kebun atau sawah penduduk bisa kita temukan berbagai
macam jenis buah-buahan: mangga,pepaya, pisang, cabai, jagung, dsb. Banyak
jenisnya tapi sedikit kuantitasnya. Demikian juga di kolam-kolam ikan mereka
terdapat bermacam-macam ikan: ikan mas, ikan mujair, ikan nila. Karena pola
seperti itu lah maka, hasil pertanian dan perikanan mereka tidak bisa menjadi
komoditi yang ekonomis untuk dilempar ke pasar karena skala produksi yang
menjadi kecil.
Masalah berikutnya yang dijumpai adalah kesulitan masyarakat desa untuk
mengakses pasar. Ternyata infrastruktur jalan, listrik dan telekomunikasi
belumlah cukup untuk membuat hasil produksi desa terlempar ke pasar. Jika desa
ini dengan infrastruktur memadai seperti itu saja kesulitan menjual hasil
produksinya, apalagi daerah-daerah yang belum tersentuh infrastruktur jalan,
listrik dan telepon.

Penyebab timbulnya masalah ini mungkin saja karena kurangnya jiwa


kewirausahaan dipedesaan. Di sinilah diperlukannya perubahan pola pikir dari
orientasi internal menjadi orientasi eksternal dengan memberdayakan potensi
dan peluang yang ada. Pola pikir ini hanya terdapat pada jiwa kewirausahaan.
Sebenarnya kalau peran koperasi Unit Desa (KUD) bisa diwujudkan ,akselerasi
program pembangunan ekonomi pedesaan bisa lebih cepat. KUD ini lah yang akan
menampung dan memasarkan hasil produksi pertanian dan olahannya dengan
dorongan resultan seluruh kekuatan masyarakat pedesaan.

Strategi Pembinaan dan Pengembangan KUD


Mengingat luasnya permasalahan yang dihadapi serta keterbatasan dana, daya
dan waktu yang dilakukan suatu strategi yang tepat dalam usaha pembinaan dan
pengembangan KUD strategi pemusatan pelayanan koperasi. Tujuan dari strategi
tersebut adalah untuk mengakomodasikan segala usaha pemerintah dalam
mempercepat pengembangan KUD.
Dalam rangka pengembangan KUD, diadakan pengendalian operasional untuk
meningkatkan bimbingan dan penilaian teknis guna kelancaran pelaksanaan
program dalam mencapai tujuan, untuk menyusun laporan rutin dan periodik
dalam rangka memonitoring perkembangan KUD, dan untuk membuat evaluasi
atas laporan rutin dalam rangka mengatasi penyimpangan-penyimpangan dan
kelemahan-kelemahan pelaksanaan program pengembangan KUD sehingga dapat
segera diperbaiki dan disempurnakan seawal mungkin.

Program Pembinaan dan Pengembangan KUD


Di Indonesia peranan Pemerintah dalam menggerakan dan mengembangkan
koperasi cukup besar. Campur tangan pemerintah dalam hal ini sifatnya
membantu memecahkan persoalan dan membimbing KUD menuju ke arah
organisasi yang lebih otonomi yang nantinya mampu menjadi soko guru
perekonomian rakyat pedesaan.
Untuk membimbing, mendorong, mengembangkan dan membina KUD, dibentuk
BUUD beserta kepengurusannya yang anggotanya terdiri dari unsur-unsur
pemuka masyarakat seperti: Camat, Pamong desa, Guru, Ulama, dll. Pelaksanaan
sehari-hari kebijakan usaha KUD dilaksanakan oleh manager yang mempunyai
kemampuan pengelolaan perusahaan yang mencurahkan waktu sepenuhnya pada
pekerjaannya.
Melihat liputan kegiatan yang begitu luas, dari KUD, maka pembinaan KUD sejak
tahun 1972 terus ditingkatkan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dari segi
kualitas seperti jumlah anggota, volume usaha, besarnya permodalan, penyaluran

sarana produksi perlengkapan gedung dan kantor. Dari segi kualitas seperti
jumlah anggota, volume usaha, besarnya permodalan, penyaluran sarana produksi
perlengkapan gedung dan kantor.
Partisipasi masyarakat dalam KUD bisa diukur dengan mengetahui sejauh mana
pengetahuan masyarakat terhadap manfaat koperasi, pengetahuan anggota
terhadap pengurus dan hubungannya dengan pengurus. Di samping itu juga bisa
diukur dari pemenuhan kewajiban menyetor simpanan, dan frekuansi kunjungan
mereka ke KUD.

Mengoptimalkan KUD Untuk Meningkatkan Perekonomian Desa dan


Nasional
Saat ini perekonomian nasional yang pertumbuhannya masih lambat bisa segera
diatasi dengan dimulai dari desa, mengingat perekonomian desa meningkat maka
perekonomian kota akan meningkat pula dan semua kebutuhan tercukupi dengan
harga terjangkau yang akhirnya tidak memerlukan impor barang dari luar negri
namun bahkan akhirnya negri kaya raya ini akan bisa mengekspor barang ke luar
negri. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara-cara diantaranya sebagai berikut:

Bentuk koperasi disetiap desa, anggota semua warga desa , pendirian sesuai
dengan prinsip koperasi yang sebenarnya, sesuai yang disarankan Bung Hatta.
Yaitu modal dari anggota dan kemakmuran untuk anggota. Bentuk koperasi serba
usaha baik untuk pupuk. Sembako, material, dan lain-lain.
Jangan membuka koperasi hanya untuk simpan pinjam karena memiliki resiko
yang lebih besar, bila salah penggunaan uang maka berakibat macet dikemudian
hari.
Perlu dilakukan penyuluhan bagaimana menangani koperasi secara professional
Perlu penyuluhan bagaimana cara meningkatkan hasil pertanian, beternak atau
perkebunan jika ada.
Arahkan warga desa untuk tidak selalu menggunakan pupuk kimia. Arahkan warga
untuk menggunakan pupuk organik.
Semua warga dibina untuk tidak selalu membeli barang yang sifatnya konsumtif,
arahkan warga dalam pembelian barang kanya karena kebutuhan dan bukan
karena ketertarikan yang disebabkan oleh iklan baik di TV , majalah atau Koran.
memberi pelayanan yang baik terhadap kebutuhan anggota
Mengarahkan KUD pada kemampuannya untuk menjadi koperasi serba usaha
dengan menggunakan potensi daerahnya masing-masing.
Menyempurnakan organisasi intern dan ekstern KUD
Memperbaiki manajemen koperasi

Dengan demikian dapat di ketahui betapa pentingnya koperasi bagi masyarakat


desa dalam membangun perekonomian di pedesaan, maka koperasi unit desa ini di
harapkan dapat terus bekerja dengan baik sehingga masyarakat semakin makmur
dan sejahtera.

Kesimpulan
Koperasi Unit Desa adalah koperasi yang berada diwilayah unit desa dan
merupakan suatu wadah organisasi dan pengembangan bagi berbagai kegiatan
ekonomi. Usaha Koperasi Unit Desa dibentuk berdasarkan kebutuhan pelayanan
kepada anggota seperti usaha simpan pinjam atau kredit candak kulak, saranasarana pertanian, memasarkan produksi anggota dan lain-lainnya.
Koperasi Unit Desa berperan untuk mensejahterakan para petani, masyarakat
pedesaan, bahkan mensejahterakan perekonomian nasional jika koperasi tersebut
dikelola dengan baik. Namun untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah,
banyak permasalahan materil maupun moril yang mengganggu kelancaran
produktivitas KUD. Perlu kerja sama yang intensif, bermanfaat, dan bertanggung
jawab dari berbagai pihak baik pemerintah, anggota KUD, maupun masyarakat
untuk mensukseskan KUD agar dapat meningkatkan perekonomian nasional.
http://syabiladj.blogspot.com/2012/11/koperasi-unit-desa-kud-dan.html

Koperasi unit desa dan


permasalannya
Jumat, 16 November 2012

Pendahuluan
Koperasimerupakansuatuwahanapengembangandemokrasiekonomidansekaligus
merupakanwahanauntukmenghimpunpotensipembangunanyangterpencardiantara
parawargamasyarakatgolonganekonomilemah.Denganwadahkoperasi,parawarga
masyarakattersebutakandapatmeningkatkanharkatdankesejahteraanhidupnyamelalui
peningkatansecaramaksimalpartisipasidanprestasinyadalampembangunansesuai
denganpotensimasingmasingatasdasarasasotoaktivitasdansolidaritas.Dalam
melaksanakanpembinaankoperasi,GarisgarisBesarHaluanNegaramenentukanagar
yangdiutamakanadalahkoperasiunitdesa.KoperasiUnitDesa,disingkatKUD,meru
pakanlangkahyangsangatdiperlukan.PembangunanKUDdapatmembangkitkan
swadayamasyarakatdesauntukberpartisipasidalampembangunandanmeningkatkan
tarafhidupnya.Lagipula,pembangunanKUDjugaakanmembantumasyarakatpedesaan
untukmendorongperkembangankewirausahaan.Danapabilaberhasil,jugamendorong

pemerataankesempatanberusahayangselanjutnyaakanmendorongperluasan
kesempatankerjadanpeningkatanproduktivitaspendudukdaerahpedesaan.

Pembahasan

1.PengertianKoperasi

DalamUndangUndangNomor25tahun1992tentangPerkoperasiandisebutkan
bahwa,Koperasiadalahbadanusahayangberanggotakanorangseorangatau
badanhukumkoperasidenganmelandaskankegiatannyaberdasarkanprinsip
koperasisekaligussebagaigerakanekonomirakyatyangberdasaratasasas
kekeluargaan.KoperasiatasasaskekeluargaanitudinamakanKUD,KUD
adalah suatu organisasi ekonomi yang berwatak sosial dan
merupakan wadah bagi perkembangan berbagai kegiatan
ekonomi masyarakat pedesaan yang diselenggarakan oleh dan
untuk masyarakat itu sendiri.
Menurut Waloejo dan Ismojowati dalam bukunya Koperasi Indonesia
menjelaskan sebagai berikut:
KUD adalah peleburan dari beberapa badan usaha unit desa yang
merupakan suatu lembaga ekonomi yang berbentuk koperasi
pada tahap-tahap permulaan pertumbuhannya dapat merupakan
gabungan usaha bersama dari koperasi-koperasi pertanian/
koperasi-koperasi desa yang terdapat Koperasi Unit Desa
beranggotakan masyarakat pedesaan. Koperasi ini melakukan
kegiatan usaha bidang ekonomi terutama berkaitan dengan
pertanian atau perikanan (nelayan).
Beberapa usaha KUD, antara lain:
1) Menyalurkan sarana produksi pertanian seperti pupuk, bibit
tanaman, obat pemberantas hama, dan alat-alat pertanian.
2) Memberikan penyuluhan teknis bersama dengan petugas penyuluh
lapangan kepada para petani.
apat didalam wilayah unit desa.
Selain banyak memberikan manfaat kepeda masyarakat
perdesaan, KUD juga memiliki permasalahan-permasalahan.Untuk
mewujudkanKUDagarbisamenjadisokoguruperekonomianrakyatpedesaan,
pemerintahmengadakanprogrampembinaandanpengembanganKUDkarena
KUDbelummampumenjalankanusahanyasecarasendiriapalagi
mengembangkannya.Halinidisebabkanolehadanyapermasalahanyangcukup
beratbagiKUD.Permasalahanterdiridari,
a.PermasalahanEksternseperti:

1)Masyarakatbelummampusepenuhnyadiyakinkanbahwakoperasimerupakansarana
yangefektifdalammengatasikelemahanekonomisdandalammeningkatkan
kesejahteraannya.
2)Belumadanyarencanaindukpengembangankoperasiyangterpadu.
3)Belumadanyaprasaranayangmemadaiuntukbisamembangkitkankegairahan
berkoperasi.
b.PermasalahanInternseperti:
1)KUDlemahdalamorganisasidanmanajemen
2)Saranapelayanandanmodalyangbelummemadai
3)Kurangnyapengarahanyangtepatdalamkesinambunganpengembangankegiatan
ekonomi
Usahausahauntukmemecahkanmasalah
a.Denganmemberipelayananyangbaikterhadapkebutuhananggota
b.Mengaktifkananggotadenganpenyuluhanyangintensif
c.MengarahkanKUDpadakemampuannyauntukmenjadikoperasiserbausahadengan
menggunakanpotensidaerahnyamasingmasing.
d.DenganpenyempurnaanorganisasiinterndaneksternKUD
e.Denganmemperbaikimanajemenkoperasi
Kesimpulan:
SalahsatukoperasiyangtelahlamadiIndonesiaadalahKoperasiUnitDesa(KUD).
KoperasiUnitDesaadalahsuatuorganisasiekonomiyangberasaskan
kekeluargaandanmerupakanwadahbagipengembanganberbagaikegiatan
ekonomimasyarakatpedesaanyangdiselenggarakanolehdanuntukmasyarakat
itusendiri.AktivitasKUDpadawaktuitumerupakanprogrampemerintahdalam
mewujudkanswasembadaberas,meliputipemberiankreditpadapetanimelalui
unitdesa,penyaluransaprodimelaluiKUDsertapengolahanhasildanpemasaran.
UntukmendukungpengelolaanKUD,perluadanyapeningkatanmutuSDMyang
berkecimpungdalamKUDmelaluipelatihanpelatihanmanajemenkoperasi.
Secaraorganisasidankelembagaan,KUDmemililkipotensiuntukdiberdayakan
dalamrangkamendukungpembangunanpertaniandanmendorongKUD
melaksanakanaktivitassesuaikebutuhananggota.
http://wwimam-46.blogspot.com/2012/11/koperasi-unit-desa-danpermasalannya.html

KOPERASI UNIT DESA (KUD) DAN


PERMASALAHANNYA

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah


Koperasi merupakan usaha bersama dari sekolompok orang yang mempunyai kepentingan
yang sama dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi merupakan
gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Koperasi di Indonesia saat ini telah berkembang dengan pesat karena para anggotaanggotanya yang terdiri dari masyarakat umum telah mengetahui manfaat dari pendirian
koperasi tersebut, yang dapat membantu perekonomian dan mengembangkan kreatifitas
masing-masing anggota.
Upaya dari pendirian koperasi ini sangat menguntungkan bagi masyarakat untuk lebih
memahami koperasi, hendaknya kita mengetahui ciri-ciri dari koperasi dan badan usaha
koperasi.

PEMBAHASAN
KOPERASI UNIT DESA (KUD)
A. Pengertian KUD dan Dasar Hukumnya.
Koperasi Unit Desa adalah suatu Koperasi serba usaha yang beranggotakan penduduk desa
dan berlokasi didaerah pedesaan, daerah kerjanya biasanya mencangkup satu wilayah
kecamatan. Pembentukan KUD ini merupakan penyatuan dari beberapa Koperasi pertanian
yang kecil dan banyak jumlahnya dipedesaan. Selain itu KUD memang secara resmi
didorong perkembangannya oleh pemerintah.
Menurut instruksi presiden Republik Indonesia No 4 Tahun 1984 Pasal 1 Ayat (2) disebutkan
bahwa pengembangan KUD diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat layanan kegiatan
perekonomian didaerah pedesaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
pembangunan nasional dan dibina serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas
sektoral. Adanya bantuan dari pemerintah tersebut ditujukan agar masyarakat dapat
menikmati kemakmuran secara merata dengan tujuan masyarakat yang adil makmur akan
juga tercapai dengan melalui pembangunan dibidang ekonomi, misalnya dengan memberikan
kredit kepada pihak-pihak yang ekonominya masih lemah atau rakyat kecil terutama didaerah
pedesaan Dalam menjalankan usaha koperasi diarahkan pada usaha yang berkaitanlangsung
dengan kepentingan anggota, baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya.
Melihat kebutuhan anggota beraneka ragam, maka usaha
koperasi multipurpose yaitu koperasi yang mempunyai beberapa bidang usaha,
misalnya simpan pinjam, perdagangan, produksi, konsumsi, kesehatan, dan
pendidikan. Koperasi yang termasuk dalam multipurpose adalah Koperasi Unit Desa
(KUD).

2. Permasalahan Ekonomi Masyarakat Pedesaan


Permasalahan kehidupan ekonomi masyarakat desa yang tanahnya subur dan
dilengkapi dengan infrastruktur memadai itu masih belum terselesaikan. Salah satu
permasalahannya adalah jika mereka ingin menyekolahkan anak-anaknya keluar. Penyebab
kesulitan hal itu adalah aliran uang yang berputar di dalam desa sangat kecil. Kecilnya aliran
uang dari kota ke desa diakibatkan karena pertanian dan perikanan mereka diorientasikan
untuk kebutuhan sendiri. Karena pola seperti itu lah maka, hasil pertanian dan perikanan

mereka tidak bisa menjadi komoditi yang ekonomis untuk dijual ke pasar karena skala
produksi yang menjadi kecil.
Masalah berikutnya yang dijumpai adalah kesulitan masyarakat desa untuk
mengakses pasar. Ternyata infrastruktur jalan, listrik dan telekomunikasi belumlah cukup
untuk membuat hasil produksi desa dijual ke pasar. Jika desa ini dengan infrastruktur
memadai seperti itu saja kesulitan menjual hasil produksinya, apalagi daerah-daerah yang
belum tersentuh infrastruktur jalan, listrik dan telepon. Penyebab timbulnya masalah ini
mungkin saja karena kurangnya jiwa kewirausahaan dipedesaan. Di sinilah diperlukannya
perubahan pola pikir dari orientasi internal menjadi orientasi eksternal dengan
memberdayakan potensi dan peluang yang ada. Pola pikir ini hanya terdapat pada jiwa
kewirausahaan. Sebenarnya kalau peran koperasi Unit Desa (KUD) bisa diwujudkan , laju
program pembangunan ekonomi pedesaan bisa lebih cepat. KUD ini lah yang akan
menampung dan memasarkan hasil produksi pertanian dan olahannya dengan dorongan
seluruh kekuatan masyarakat pedesaan.
3. Peran KUD Membantu Perekonomian Desa
Adapun peran KUD dalam membantu perekonomian desa adalah sebagai berikut :
1) Peran KUD dalam pembangunan pertanian
Aktivitas KUD merupakan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada
beras, meliputi pemberian kredit pada petani melalui unit desa, pengolahan hasil dan
pemasaran. Jadi, KUD lahir guna mensukseskan program swasembada beras dalam
pembangunan pertanian pada khususnya dan pembangunan ekonomi pada umumnya dengan
jalan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya
2) Peran KUD membangkitkan rakyat sejahtera
Saat ini perekonomian nasional yang pertumbuhannya masih lambat bisa segera
diatasi dengan dimulai dari desa mengingat perekonomian desa meningkat maka
perekonomian kota akan meningkat pula dan semua kebutuhan tercukupi dengan harga yang
terjangkau yang akhirnya tidak memerlukan impor barang dari luar negri namun bahkan
akhirnya negri kaya raya ini akan bisa mengekspor barang ke luar negri. Pembangunan
ekonomi nasional merupakan faktor yang sangat penting dalam peningkatan kesejahteraan
mayarakat Indonesia yang secara tidak langsung menjadi faktor yang berpengaruh pada
kwalitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang seharusnya menjadi modal dalam
pembangunan dan kemajuan Negara Indonesia. Pernyataan tersebut menjadikan bahwa
pengembangan koperasi merupakan salah satu hal yang penting dan perlu digalakan oleh
pemerintah Indonesia demi kemajuan bangsa indonesia.
Cara-cara peningkatan perekonomian desa untuk meningkatkan perekonomian nasional :
1) Bentuk koperasi disetiap desa, anggota semua warga desa , pendirian sesuai dengan prinsip
koperasi yang sebenarnya. Yaitu modal dari anggota dan kemakmuran untuk anggota. Bentuk
koperasi serba usaha baik untuk pupuk. Sembako, material, dan lain-lain.
2) Jangan membuka koperasi hanya untuk simpan pinjam karena memiliki resiko yang lebih
besar, bila salah penggunaan uang maka berakibat macet dikemudian hari.

3). Perlu dilakukan penyuluhan bagaimana menangani koperasi secara professional


dan penyuluhan bagaimana cara meningkatkan hasil pertanian, beternak atau perkebunan
jika ada.
4) Arahkan warga desa untuk tidak selalu menggunakan pupuk kimia. Arahkan warga untuk
menggunakan pupuk organik.
5) Semua warga dibina untuk tidak selalu membeli barang yang sifatnya konsumtif, arahkan
warga dalam pembelian barang hanya karena kebutuhan dan bukan karena ketertarikan yang
disebabkan oleh iklan baik di TV , majalah atau koran.
4. Mengoptimalkan Peran KUD
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan anggota koperasi
pada khususnya, adalah dengan mengoptimalkan Koperasi Unit Desa (KUD) semaksimal
mungkin. Koperasi sebagai badan usaha yang sekaligus sebagai bentuk gerakan ekonomi
kerakyatan, bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada
umumnya. Agar koperasi dapat melakukan fungsi dan peranannya secara efektif, maka butuh
suatu dukungan dari semua pihak, sehingga koperasi benar-benar memiliki peranan penting
dan berkembang secara optimal.

5. Upaya mempertahankan KUD


Bukan penyelesaian yang mudah untuk menjadikan KUD sebagai pilar peningkatan
keejahteraan petani, ketersediaan pupuk dan sarana produksi pertanian terjamin dengan harga
yang kompetitif. Kondisi yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat :
a.

Modal
Upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, dalam banyak hal dipengaruhi oleh
kondisi lingkungan dunia usaha. Lingkunga usaha dalam hal ini adalah koperasi, usaha
mikro, usaha kecil dan menengah (UKM), masih menghadapi masalah yaitu modal uasaha.
Masalah modal usaha merupakan masalah yang sejak dulu menjadi kendala dalam
pelaksanaan pembangunan dan penggalakan koperasi, usaha mikro, usaha kecil dan
menengah (UKM). Modal Kerja merupakan dana yang disediakan oleh perusahaan untuk
melakukan aktivitas operasionalnya. Langkah yang paling mungkin untuk mendapatkan dana
murah adalah adanya dukungan modal dari pemerintah melalui APBD dan APBN.
Pemerintah daerah mapun pusat dapat mengalokasikan dalam bentuk dana bergulir.
b. Pengurus dan Manajer yang terlatih
Pengurus dan manajer koperasi unit desa harus jujur, bijaksana dan harus memiliki jiwa
kewirausahaan. Dan harus ada manajer yang terlatih bila ada dukungan dana yang kuat.
c. Dukungan dari pemerintah
Pemerintah juga harus memberikan dukungan yang kuat dari sisi permodalan KUD dan
kebijakan. Pemerintah bisa mengalokasikan dana murah melalui APBD dan APBN (bukan

subsidi). Kebijakan yang dilakukan pemerintah dapat melakukan kerjasama dengan pabrik
pupuk untuk memberikan akses kepada KUD untuk mendapatkan pasokan lansung.
d. Dukungan dari anggota
Anggota KUD sebaiknya mendukung program KUD untuk mewujudkan kesejahteraan
mereka sendiri. Dengan kemampuan KUD membeli gabah petani dengan harga pantas dan
penyediaan pupuk dengan harga bersaing, maka anggota dengan sendiri akan bertransaksi
dengan KUD.
e. Mengutamakan pelayanan kebutuhan anggota
Pelayanan yang diberikan KUD kepad anggota seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan
anggota. Misalnya mayoritas anggota adalah petani maka seharusnya penyediaan pupuk dan
pembelian gabah menjadi bisnis utamanya.

KESIMPULAN : KUD harus di buat di setiap desa agar dapat memfasilitasi


masyarakat dalam memajukan desanya dan taraf hidupnya serta bisa menggerakan
roda perekonomian desa
http://sonnypunyagaya.blogspot.com/2012/11/koperasi-unit-desa-kud-dan.html

Koperasi Unit Desa dan


Permasalahannya
PENDAHULUAN
Saat ini kesenjangan ekonomi antara kaya dan miskin masih terjadi dan pemerataan ekonomi
belum sepenuhnya menyentuh sampai pelosok desa. Banyaknya masyarakat yang ikut
berkecimpung dalam dunia politik juga penyebab dari lemahnya ekonomi karena semua
berwawasan untuk mengurusi negara namun mengesampingkan ekonomi, padahal ekonomi
harus berjalan dulu baru melangkah ke politik, namun saat ini justru sebaliknya masyarakat
mengurusi politik yang akhirnya ekonominya sendiri menjadi kacau. Pembangunan desa akan
menantang dimasa depan dengan kondisi perekonomian daerah yang semakin terbuka dan
kehidupan politik yang lebih demokratis. Akan tetapi perekonomian desa sampai saat ini, masih
dianggap terbelakang dan miskin.Kita ketahui bahwa sebagian besar penduduk Indonesia
berdiam didaerah pedesaan dan berprofesi sebagai petani kecil karena lahan yang terbatas dan
sempit. Semua masyarakat pedesaan masih berorientasi pada cara meningkatkkan ekonomi
hampir semua sibuk untuk bekerja seperti bertani, berdagang, berternak dan lain-lain. Namun
saat ini semua mulai turun, banyak petani menjual sawah untuk membeli kendaraan, dan
kendaraan digunakan untuk carteran dengan demikian sumber utama mereka hilang dan
mengambil sumber musiman yang keuntungannya belum dapat dipastikan. Banyak petani
enggan menggarap sawah akibat dari sulit memperoleh pupuk serta harganya yang mahal.Oleh
karena itu sudah sewajarnya bila pembangunan pedesaan harus menjadi prioritas utama dalam
rencana strategi dan kebijakan pembangunan di Indonesia. Jika tidak maka jurang pemisah
antara kota dan desa akan semakin tinggi terutama dalam hal perekonomian.Salah satu unit
usaha yang diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi bangsa, khususnya ekonomi
pedesaan adalah Koperasi Unit Desa (KUD), yangtelah terbentuk di masing-masing desa. Ide
dasar terbentuknya KUD di masing-masingdesa tersebut untuk menggerakkan roda ekonomi
pedesaan dan juga untuk menunjang pembangunan desa. Terbentuknya KUD di masing-masing
desa, diharapkan mampu membantu masyarakat desa guna memberikan rasa aman, nyaman
dan terpercaya dalam melakukan roda usaha ekonomi pedesaan. Di masa sulit dewasa ini

ketidak beradaan atau tidak berfungsinya secara maksimal KUD saat ini, mungkin disebabkan
oleh potret masa lalu yang kelam. Banyak KUD yang tidak dikelola dengan baik, bahkan
diselewengkan oleh sebagian oknum-oknum pengurusKUD. Ketidakpercayaan anggota
terhadap pengurus KUD menjadikan KUD tidak berjalan dengan baik. Sedangkan koperasi yang
saat ini tumbuh menjamur adalah koperasi yang didirikan dengan modal pribadi oleh beberapa
orang dan dalam operasionalnya hanya untuk kepentingan pemilik dan pengurus artinya
keuntungan yang diperoleh bukan kemakmuran para anggotanya. KUD hendaknya bangkit
untuk ikut serta membangun bangsa melalui pembangunan ekonomi pedesaan. Peran serta
pemerintah sebagai motor penggerak roda ekonomi hendaknya ikut mendukung keberadaan
KUD guna menggerakkan roda ekonomi desa lebih cepat. Demikian juga, pemerintah bersamasama masyarakat desa, memilih pengurus KUD yang tentu memiliki kualitas sumber daya
manusia yang profesional. Maju mundurnya KUD, seringkal disebabkan oleh sumber daya
manusia (SDM) yang mengelola KUD tersebut. Jika KUD dikelola dengan baik, diyakini
kemajuan akan tampak dengan jelas. Demikian pula sebaliknya, jika KUDdikelola tidak secara
profesional, maka umur KUD amatlah pendek. dukungan terhadapkeberadaan KUD perlu
disikapi secara arif dan bijaksana guna keberlangsungan tidak hanya roda ekonomi pedesaan
tetapi juga roda ekonomi Indonesia di masa-masamendatang.
PEMBAHASAN
KOPERASI UNIT DESA (KUD)
A. Pengertian KUD dan Dasar Hukumnya.
Koperasi Unit Desa adalah suatu Koperasi serba usaha yang beranggotakan penduduk desa
dan berlokasi didaerah pedesaan, daerah kerjanya biasanya mencangkup satu wilayah
kecamatan. Pembentukan KUD ini merupakan penyatuan dari beberapa Koperasi pertanian
yang kecil dan banyak jumlahnya dipedesaan. Selain itu KUD memang secara resmi didorong
perkembangannya oleh pemerintah.
Menurut instruksi presiden Republik Indonesia No 4 Tahun 1984 Pasal 1 Ayat (2) disebutkan
bahwa pengembangan KUD diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat layanan kegiatan
perekonomian didaerah pedesaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
pembangunan nasional dan dibina serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas
sektoral. Adanya bantuan dari pemerintah tersebut ditujukan agar masyarakat dapat menikmati
kemakmuran secara merata dengan tujuan masyarakat yang adil makmur akan juga tercapai
dengan melalui pembangunan dibidang ekonomi, misalnya dengan memberikan kredit kepada
pihak-pihak yang ekonominya masih lemah atau rakyat kecil terutama didaerah pedesaan
Dalam menjalankan usaha koperasi diarahkan pada usaha yang berkaitanlangsung dengan
kepentingan anggota, baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya. Melihat
kebutuhan anggota beraneka ragam, maka usaha
koperasi multipurpose yaitu koperasi yang mempunyai beberapa bidang usaha,
misalnya simpan pinjam, perdagangan, produksi, konsumsi, kesehatan, dan
pendidikan. Koperasi yang termasuk dalam multipurpose adalah Koperasi Unit Desa
(KUD).
B. Dasar Pembentukan Unit Usaha
Usaha Koperasi Unit Desa dibentuk berdasarkan kebutuhan pelayanan kepada anggota seperti
usaha simpan pinjam atau kredit candak kulak, sarana-sarana pertanian, memasarkan produksi
anggota dan lain-lainnya.
Usaha atau kegiatan yang sifatnya musiman/sementara atau sifatnya kerjasama, tidak turut
mengolah secara langsung, hanya mengharapkan jasa, tidak perlu dibentuk sebagai unit,
namanya tetap usaha, misalnya sewa/kontrak/komisi. Akan tetapi kalau usaha tersebut sifatnya
kontinu (terus menerus) itu memerlukan penanganan secara khusus dan personil yang
mengelolanya pun secara khusus dan kontinu, maka hal itu baru harus dibentuk unit.
C. Struktur Unit Usaha.
perkembangan unit usaha. Unit usaha yang masih relatif kecil susunan spersonilnya masih
sederhana, wewenang dan tanggung jawabnya masih kecil. Akan tetapi kalau unit usaha sudah
besar dan kegiatannya sudah meluas, maka susunan personil tesebut disesuaikan dengan
banyaknya volme kegiatan dan bagian- Struktur unit usaha terdiri dari bagian-bagian personil
yang disusun menurut fungsi dan tugas untuk menunjukkan wewenang dan tanggung jawab
masing-masing personil sesuai dengan bagian-bagiannya. Serta tata hubungannya didalam unit

usaha, personol yang menduduki jabatan dinilai berdsarkan kemampuan dan kecakapan
masing-masing personil. Batasab wewenang dan tanggung jawab tergantung pada ruang
lingkup tugas masing-masing personil dalam unit. Artinya masing-masing karyawan harus dapat
mempertanggung jawabkan tugas dan wewenang yang dilimpahkan kepadanya sesuai dengan
tugas yang dilaksanakannya.
Susunan struktur unit usaha disusun menurut keadaan yang berdasarkan fungsi pokok unit
usaha yang sedang dijalankan dan disusun menurut kebutuhan serta bisa dirubah disesuaikan
menurut bagian laian boleh ditambah.
Susunan struktur unit usaha baik volumenya masih kecil maupun sudah besar, dasar
penyussunan strukturnya adalah sama, yang bertitik tolak pada fungsi pokok unit usaha itu
sendiri. Artinya apa yang menjadi fungsi pokok unit tersebut itulah yang menjadi bagian-bagian
dari unit usaha. Misalnya sebuah koperasu unit desa yang mempunyai unit usaha susu sapi
perah, fungsi pokok yang menjadi bagian-bagian unit tersebut adalah sebagai berikut :
C1. Bagian Pemeliharaan dan Pemerahan Susu.
C2. Bagian Produksi dan Pengolahan.
C3. Bagian Penjualan atau Pemasaraan.
C4. Bagian Keuangan atau Kas Kecil.
D. Pembangunan Perekonomian Desa.
Berdasarka sensus penduduk tahun 1980, sekitar 78% penduduk Indonesia bermukim di
pedesaan. Dengan demikian pedesaan potensi yang besar bauk dari segi penawaran faktor
produksi terutama tenaga kerja, maupun permintaan akan hasil diluar sektor pertanian.
Sebagian terbesar dari masyarakat pedesaan ini hidup daari kegiayan pertanian.
Pembangunan perekonomian desa tak lepas dari pemerintah. Pemerintah mensiasatinya
dengan strategi pembangunan. Yaaitu suatu kombinasi dari kebijaksanaan dan program yang
bertujuan untuk mempengaruhi pola dan laju pertumbuhan ekonomi
(Johnston dan Kilby, 1975). Selanjutnya dikemukakan bahwa strategi pembangunan
perekonomian desa mencakup :
a. Program pembinaan kelembagaan.
b. Program penanaman modal pada prasarana fisik, sosial dan ekonomi.
c. Prograam penyempurnaan pemasaran faktor produksi dan komoditi pertanian,
d. Perumusan kebijaksanaan harga.
Dengan kata lain, strategi ini menekankan peningkatan untuk nmengubah, memperluas dan
mengembangkan alternatif produksi yang tersedia bagi masyaraakata pedesaan dan
menyempurnakan kelembagaan teknologi serta lingkungan ekonomi.
Akhir-akhir ini banyak yang diperbincangkan mengenai pemerataan dan pertumbuhan ekonomi.
Johnston dan Clark (1982) mengungkapkan bahwa pemerataan dand pertumbuhan ekonomi
pedesan dapat dicapai bersama dengan menerapkan strategi pertumbuhan pedesaan, yang
demikian sebagai strategi pembangunan perekonomian yang berorientasi pada perluasan
kesempatan kerja. Selanjutnya Johnston dan Clark (1982) mengungkapkan tiga tombak
pembangunan perekonomian pedesaan, yaitu :
1. Meningkatkan produksi dan kesempatan kerja disektor pertanian dan diluar pertanian di
pedesaan. Perluasan kesempatan kerja produktif mencakup usaha rumah tangga dan industri
padat tenaga kerja pedesaan.
2. Program perbaikan dan penyempurnaan pelayanan pendidikan kesehatan dan gizi serta
keluarga berencana.
3. Penyemlpurnaan kelembagaan pelaayanan, perbaikan pengolahan dan kemampuan tenaga
pimpinan pembangunan pedesaan.
Ketiga tombak pembangunan perekonomian desa tersebut merupakan pola pada partsipasi aktif
masyarakat pedesaan atau dengan kata lain, peningkatan dibidang produksi, konsumsi dan
penyempurnaan organisasi atau lembaga.
faktor-faktor yang berpengaruh yang dibentuk oleh faktor internal, yakni faktor peran serta
anggota, aktivitas dan sumber daya manusia serta faktor eksternal terhadap kinerja KUD. Ini
dapat diinterpretasikan bahwa peran serta anggota merupakan faktor penentu terhadap kinerja
KUD di Provinsi Bali. Berarti pada setiap kegiatan pengelola harus melibatkan anggota secara
aktif jika ingin KUD berhasil, seperti membuat perencanaan, meningkatkan modal koperasi
dengan cara meningkatkan partisipasi anggota dalam proses pemupukan modal, dll. Pada
dasarnya orang masuk suatu badan usaha dengan tujuan mendapatkan manfaat. Pengurus

KUD harus menunjukkan manfaat masuk KUD kepada para anggota dan masyarakat dengan
melakukan tindakan nyata seperti merealisasikan pembagian SHU pada saat RAT dan
menunjukkan distribusi SHU ke simpanan sukarela sesuai dengan aktivitas yang telah dilakukan
kepada KUD. Faktor aktivitas berupa perputaran modal kerja merupakan faktor yang
berpengaruh terhadap efektivitas manajemen KUD di Provinsi Bali dalam mencetak nilai
penjualan dengan mengunakan modal kerja serta mengubah penjualan itu menjadi keuntungan.
Karenanya periode perputaran modal kerja dimulai dari saat di mana kas diinvestasikan dalam
komponen-komponen modal kerja sampai saat di mana kembali lagi menjadi kas.Namun perlu
diingat bahwa makin pendek periode perputaran modal kerja berarti makin cepat perputarannya
atau makin tinggi tingkat perputarannya sehingga dapat meningkatkan keuntungan. Sebaliknya
makin panjang periode perputaran modal kerja berarti makin lambat perputarannya atau makin
rendah tingkat perputarannya sehingga dapat menurunkan keuntungan. Rasio perputaran ratarata piutang (PRrP) menunjukkan cepat lambatnya piutang dapat ditagih, di mana kondisi aktual
di KUD masih banyak piutang usaha
karena terlalu lama pelunasannya seperti tagihan rekening listrik di beberapa KUD yang mana
pembayaran listrik ditalangi oleh KUD. Piutang Kredit usaha tani/kredit ketahanan pangan
mengakibatkan lamanya aktiva mengendap pada piutang usaha yang memperlambat berputaran
modal kerja pad akhirnya menurunkan memperoleh keuntungan pada suatu periode tertentu. Hal
ini akan mempunyai dampak terhadap efektivitas manajemen KUD di Provinsi Bali dalam
mencetak nilai penjualan dengan mengunakan total modal kerja, serta mengubah penjualan itu
menjadi keuntungan. KUD di Provinsi Bali efektif mencetak nilai penjualan dengan mengunakan
total modal kerja, serta mengubah penjualan itu menjadi keuntungan, jika cepatnya periode
perputaran modal kerja akan meningkatkan keuntungan. Sebaliknya kurang efektif mencetak
nilai penjualan dengan mengunakan total modal kerja, serta mengubah penjualan itu menjadi
keuntungan, jika lambat periode perputaran modal kerja dan rendahnya keuntungan. Dengan
kata lain efektif tidaknya KUD di Provinsi Bali mengunakan total modal kerja perusahaan untuk
memperoleh keuntungan sangat tergantung pada faktor cepat atau lambatnya periode
perputaran modal kerja. Kualitas sumber daya manusia KUD meliputi manajer, pengawas, dan
karyawan merupakan faktor penentu keberhasilan KUD. Makin tinggi kualitas SDM KUD, maka
kemungkinan berhasil makin tinggi, berarti kinerja KUD akan semakin bagus. Namun kualias
SDM KUD di Bali belum sesuai dengan harapan, karena sulitnya mendapatkan karyawan yang
suka bekerja untuk KUD dengan upah/gaji yang wajar. Pendidikan yang relatif rendah juga
menyebabkan sulitnya mendidik mereka untuk mampu memahami persoalan-persoalan
tataniaga serta memperhitungkan kondisi-kondisi daerah kerja
Bagan permasalahan/ kekurangan KUD di Indonesia..
1. Koperasi sulit berkembang karena modal terbatas.
2. Kurang cakapnya pengurus dalam mengelola koperasi.
3. Pengurus kadang-kadang tidak jujjur.
4. Kurangnya kerja sama antara pengurus, pengawas dan anggotanya.
Contoh kasus permasalah Koperasi Unit Desa di salah satu daerah :

Painan, Sumbar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat
mencatat sebanyak 40 persen dari 353 koperasi yang ada di kabupaten itu tidak sehat.
Kepala Dinas UMKM Koperasi Perdagangan Industri Perdagangan dan Pasar Pesisir Selatan
Nazwir di Painan, Jumat, mengatakan, sejumlah persoalan mengakibatkan koperasi-koperasi
tersebut tidak sehat di antaranya permodalan.
"Koperasi yang ada di kabupaten ini hanya sekitar 60 persen yang berkembang, 40 persen
lainnya tidak lagi sehat karena berbagai permasalahan. Selain permodalan, masalah lainnya
yang membuatnya tidak sehat adalah pengurus koperasi yang tidak lagi aktif," ujar dia.
Sebanyak 353 koperasi itu terdiri atas koperasi fungsional, Koperasi Serba Usaha (KSU),
Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Koperasi Wanita (Kopwan), Koperasi Unit Desa (KUD),
Koperasi Majelis dan lainnya.

Dari total jumlah koperasi tersebut memiliki anggota sebanyak 26.402 orang dengan aset
Rp122 miliar lebih, sedangkan sisa hasil usaha (SHU) hingga akhir 2011 sebesar Rp6,217
miliar.
Dari 353 koperasi tersebut yang sudah melakukan rapat akhir tahun (RAT) hingga kini
tercatat sebanyak 79 koperasi, selebihnya bisa dikatakan koperasi kurang sehat dan tidak
sehat serta belum melaksanakan RAT.
Pemerintah kabupaten setempat melalui dinas terkait sudah berupaya membenahi koperasi
tersebut agar menjadi sehat dengan memberi berbagai bantuan baik moril ataupun materil.
Konsolidasi terhadap koperasi yang tidak sehat juga telah dilakukan pemerintah kabupaten
setempat untuk menumbuhkembangkan usaha yang digelutinya.
Menurut dia, konsolidasi kelembagaan di tubuh koperasi penting dilakukan. Dengan
konsolidasi dapat diidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dialami serta mencarikan
solusi agar bisa kembali maju dan berkembang.
(AGP/R014)
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT 2012
Dari contoh kasus diatas kita dapat menyimpulkan bahwa salah satu permasalahan yang terjadi
di Koperasi Unit Desa adalah selain permodalan, masalah yang membuatnya tidak sehat adalah
pengurus koperasi yang tidak aktif lagi. Dan contoh kasus seperti itu sudah banyak terjadi di
berbagai daerah.
PENUTUP
KESIMPULAN
Salah satu koperasi yang telah lama di Indonesia adalah Koperasi Unit Desa
(KUD).Koperasi Unit Desa adalah suatu organisasi ekonomi yang berasaskan kekeluargaan
danmerupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat
pedesaanyang diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. Aktivitas KUD pada
waktuitu merupakan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras,
meliputipemberian kredit pada petani melalui unit desa, penyaluran saprodi melalui KUD
sertapengolahan hasil dan pemasaran. Untuk mendukung pengelolaan KUD, perlu
adanyapeningkatan mutu SDM yang berkecimpung dalam KUD melalui pelatihanpelatihanmanajemen koperasi. Secara organisasi dan kelembagaan, KUD memililki potensi
untuk diberdayakan dalam rangka mendukung pembangunan pertanian dan mendorong
KUDmelaksanakan aktivitas sesuai kebutuhan anggota.Potensi dan kekuatan KUD adalah
punya infrastruktur (gedung dan perlengkapan usaha)yang memadai. Namun, perlu disadari,
KUD juga mempunyai kelemahan, yaknidikembangkan sebagai koperasi pedesaan dengan
keanggotaan yang mencakup seluruhpenduduk pedesaan dengan latar belakang ekonomi yang
sangat keterogen, sehingganasib petani, yang akan diangkat melalui koperasi, dianggap kurang
mendapat perhatianatau kurang fokus. Bahkan, karena keanggotaan berlansgung secara
otomatis, partisipasianggota menjadi kurang dan kadang dapat diabaikan sama sekali.KUD
hendaknya bangkit untuk ikut serta membangun bangsa melalui pembangunanekonomi
pedesaan. Peran serta pemerintah sebagai motor penggerak roda ekonomihendaknya ikut
mendukung keberadaan KUD guna menggerakkan roda ekonomi desalebih cepat. Demikian
juga, pemerintah bersama-sama masyarakat desa.
http://belaputra.blogspot.com/2012/11/koperasi-unit-desa-dan-

permasalahannya.html

Tugas Kelompok 1 :
Koperasi Unit Desa
Posted on January 18, 2013

Tugas Kelompok
Arum Wening. K (11211209)
Ferra Amalia . S.P (12211839)
Kristalita Puspa. K (14211018)
Rendika Prihantara (15211954)
Nova Arinda ( 18211216)
KOPERASI UNIT DESA (KUD)
Pengertian KUD dan Dasar Hukumnya.
Koperasi Unit Desa adalah suatu Koperasi serba usaha yang
beranggotakan penduduk desa dan berlokasi didaerah
pedesaan, daerah kerjanya biasanya mencangkup satu
wilayah kecamatan. Pembentukan KUD ini merupakan
penyatuan dari beberapa Koperasi pertanian yang kecil dan
banyak jumlahnya dipedesaan. Selain itu KUD memang secara
resmi didorong perkembangannya oleh pemerintah.
Menurut instruksi presiden Republik Indonesia No 4 Tahun
1984 Pasal 1 Ayat (2) disebutkan bahwa pengembangan KUD
diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat layanan kegiatan
perekonomian didaerah pedesaan yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional dan dibina
serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas
sektoral. Adanya bantuan dari pemerintah tersebut ditujukan
agar masyarakat dapat menikmati kemakmuran secara merata
dengan tujuan masyarakat yang adil makmur akan juga
tercapai dengan melalui pembangunan dibidang ekonomi,
misalnya dengan memberikan kredit kepada pihak-pihak yang
ekonominya masih lemah atau rakyat kecil terutama didaerah
pedesaan Dalam menjalankan usaha koperasi diarahkan pada
usaha yang berkaitanlangsung dengan kepentingan anggota,
baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya.

Melihat kebutuhan anggota beraneka ragam, maka usaha


Koperasi multipurpose yaitu koperasi yang mempunyai
beberapa bidang usaha,
misalnya simpan pinjam, perdagangan, produksi, konsumsi,
kesehatan, dan
pendidikan. Koperasi yang termasuk dalam multipurpose
adalah Koperasi Unit Desa
(KUD).
Menurut instruksi presiden Republik Indonesia No 4 Tahun
1984 Pasal 1 Ayat (2) disebutkan bahwa pengembangan KUD
diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat layanan kegiatan
perekonomian didaerah pedesaan yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional dan dibina
serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas
sektoral. Adanya bantuan dari pemerintah tersebut ditujukan
agar masyarakat dapat menikmati kemakmuran secara merata
dengan tujuan masyarakat yang adil makmur akan juga
tercapai dengan melalui pembangunan dibidang ekonomi,
misalnya dengan memberikan kredit kepada pihak-pihak yang
ekonominya masih lemah atau rakyat kecil terutama didaerah
pedesaan Dalam menjalankan usaha koperasi diarahkan pada
usaha yang berkaitanlangsung dengan kepentingan anggota,
baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya.
Melihat kebutuhan anggota beraneka ragam, maka usaha
koperasi multipurpose yaitu koperasi yang mempunyai
beberapa bidang usaha, misalnya simpan pinjam,
perdagangan, produksi, konsumsi, kesehatan, dan pendidikan.
Koperasi yang termasuk dalam multipurpose adalah Koperasi
Unit Desa (KUD).
Dasar Pembentukan Unit Usaha
Usaha Koperasi Unit Desa dibentuk berdasarkan kebutuhan
pelayanan kepada anggota seperti usaha simpan pinjam atau
kredit candak kulak, sarana-sarana pertanian, memasarkan
produksi anggota dan lain-lainnya.
Usaha atau kegiatan yang sifatnya musiman/sementara atau
sifatnya kerjasama, tidak turut mengolah secara langsung,
hanya mengharapkan jasa, tidak perlu dibentuk sebagai unit,

namanya tetap usaha, misalnya sewa/kontrak/komisi. Akan


tetapi kalau usaha tersebut sifatnya kontinu (terus menerus)
itu memerlukan penanganan secara khusus dan personil yang
mengelolanya pun secara khusus dan kontinu, maka hal itu
baru harus dibentuk unit.
Tujuan Koperasi Unit Desa (KUD)
Menurut Pasal 3 UU perkoperasian RI No. 25 Tahun 1992,
bahwa tujuan koperasi adalah Koperasi bertujuan memajukan
kesejahteraan para anggota pada khususnya dan masyarakat
pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian
nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju,
adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,
Sedangkan tujuan dari KUD sesuai yang telah dinyatakan
dalam Anggaran Dasar Koperasi Unit Desa, yaitu
mengembangkan ideologi dan kehidupan perkoperasian,
mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan
masyarakat pada kerja pada umumnya, mengembangkan
kemampuan ekonomi, daya kreasi dan kemampuan usaha
para anggota dalam meningkatkan produksi dan
pendapatannya.
Cara Meningkatkan Koperasi Unit Desa
Cara peningkatan perekonomian desa untuk meningkatkan
perekonomian nasional:
1. Bentuk koperasi disetiap desa, anggota semua warga desa ,
pendirian sesuai dengan prinsip koperasi yang sebenarnya,
sesuai yang disarankan Bung Hatta. Yaitu modal dari anggota
dan kemakmuran untuk anggota. Bentuk koperasi serba usaha
baik untuk pupuk. Sembako, material, dan lain-lain
2. Jangan membuka koperasi hanya untuk simpan pinjam
karena memiliki resiko yang lebih besar, bila salah
penggunaan uang maka berakibat macet dikemudian hari.
3. Perlu dilakukan penyuluhan bagaimana menangani koperasi
secara professional
4. Perlu penyuluhan bagaimana cara meningkatkan hasil
pertanian, beternak atau perkebunan jika ada
5. Arahkan warga desa untuk tidak selalu menggunakan pupuk

kimia. Arahkan warga untuk menggunakan pupuk organik


6. Semua warga dibina untuk tidak selalu membeli barang
yang sifatnya konsumtif, arahkan warga dalam pembelian
barang kanya karena kebutuhan dan bukan karena
ketertarikan yang disebabkan oleh iklan baik di TV , majalah
atau Koran.
Manfaat Koperasi Unit Desa
Manfaat yang diberikan KUD dalam pembangunan masyarakat
pedesaan:
a. KUD sudah mampu memotivasi dan meningkatkan daerah
kerja masyarakat desa
b. KUD sudah mampu mendekatkan produsen (petani) dengan
konsumen
c. KUD sudah mampu mengembangkan industry kecil dan
pengerajin
d. KUD memperkenalkan dan mengajarkan kemajuan teknologi
di bidang produksi
e. KUD mampu merangsang pertumbuhan kesempatan kerja
Fungsi Koperasi Unit Desa
Fungsi koperasi dalam kegiatan perekonomian desa:
a. Memberi kredit dengan bunga rendah dan syarat yang
ringan
b. Penyediaan dan pengukuran sarana produksi serta barang
dan jasa keperluan sehari-hari
c. Pengolahan dan pemasaran hasil produksi
d. Kegiatan perekonomian lainnya sesuai dengan Impres No2
tahun 1978
Peranan Koperasi Unit Desa
Peranan koperasi dalam pembangunan masyarakat desa
menurut Muslimin Nasution:
a. Peranan primer antara lain
Meningkatkan efisiensi sektor pertanian sehingga memiliki
daya tampung yang besar bagi lapangan kerja di pedesaan
Mengurangi kebocoran nilai tambah sector pertanian,
dimana kelemahan sistem kelembagaan pertanian dapat

diminimisasi
Menghimpun semua daya masyarakat berpendapatan
rendah agar mampu terjun ke dalam bisnis yang bersekala
lebih besar
Menghimpun semua daya masyarakat berpendapatan
rendah agar mampu terjun ke dalam bisnis yang bersekala
lebih besar
Memberi jaminan terhadap risiko yang dihadapi oleh anggota
masyarakat berpendaptan rendah
b. Peranan sekunder antara lain
Koperasi berfungsi sebagai penghubung atau sebagai
lembaga yang menapung kegiatan antar sektoral di pedesaan
yang dimiliki oleh pengusaha kecil
Koperasi bertujuan sebagai perangkat penyampaian
informasi kepada masyarakat sampai ke tingkat yang paling
bawah
Kanggotaan Koperasi Unit Desa.
Menurut Sri Weolan Azis dalam bukunya Pandji Anaroga dan
Ninik W. (1998:33) keanggotaan koperasi Unit Desa sebagai
berikut:
Kelompok ekonomi, yaitu anggotanya dikelompokkan sesuai
dengan kegiatan usahanya untuk kepentingan pelayanan dan
pembinaan teknis.
Kelompok organisasi, yaitu para anggotanya dikelompokkan
menurut tempat tinggalnya yang dimaksudkan untuk
kepentingan organisasi dan pembinaan keanggotaan
Dalam pelaksanaannya keanggotan KUD Mina Lestari terdiri
dari seluruh warga yang bertempat tinggal di daerah
Kecamatan Glagah kabupaten Lamongan. Tetapi tidak
menutup kemungkinan bagi warga daerah lain juga untuk ikut
bergabung menjadi anggota dengan cacatan memenuhi
syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar.
Unit Usaha KUD
Bidang usaha koperasi pada dasarnya mencerminkan ragam
usaha yang ditawarkan oleh koperasi kepada anggotanya,
unit-unit usaha koperasi adalah:
a. Perkreditan ( simpan pinjam)

Unit simpan pinjam dibentuk bertujuan untuk memenuhi


kebutuhan anggota dalam hal pemberian pinjaman modal
yang didalamnya telah ditetapkan ketentuan-ketentuan sesuai
dengan keputusan rapat anggota.Tujuan dari unit simpan
pinjam, yaitu mengusahakan keperluan kredit bagi para
anggota yang sangat membutuhkan dengan syarat syarat
yang ringan dan sederhana, mendidik para anggotanya agar
lebih giat menabung secara teratur, sehingga dapat memiliki
modal sendiri, mendidik para anggotanya agar lebih hidup
hemat dan mengarahkan dalam menggunakan uang pinjaman
serta mencengah hidup yang berlenih-lebihan, meningkatkan
pendidikan/pengetahuan tentang perkoperasian. (Yoewono,
1986:11)
b. Penyediaan dan penyaluran sarana produksi pertanian.
Kegiatan ini merupakan kegiatan penyediaan sarana produksi
yang dibutuhkan dibidang pertanian seperti pupuk, obatobatan,bibit dan lain-lainnya. Sedangkan kegiatan penyaluran
sarana produksi merupakan kegiatan menampung seluruh
hasil produksi pertanian anggota dan pemberian harga yang
layak.
Unit penyediaan dan penyaluran sarana produksi dibentuk
dengan maksud mempermudah dan membantu masyarakat
petani dalam memenuhi kebutuhannya terkait dengan proses
pertanian yang nantinya diharapkan dapat maningkatkan hasil
panennya.
c. Pengolahan dan pemasaran hasil produksi.
Kegiatan usaha pemasaran tidak hanya terbatas pada usaha
pembelian dan penjualan hasil pertanian dalam bentuk asli,
tetapi juga mengolah hasil-hasil pertanian dengan tujuan
untuk memperoleh harga yang memuaskan dipasaran.
Kegiatan pengolahan ini dilakukan karena hasil pertanian
antara petani yang satu dengan yang lain tidak sama.
Tujuan dari unit ini agar petani tidak mengalami kerugian pada
saat panen, maka dibentuk unit pemasaran untuk
menungkatkan pendapatan petani.

d. Kegiatan perekonomian lainnya.


Kegiatan perekonomian lainnya ini misalnya suatu kegiatan
pengangkutan dan berbagai usaha perdagangan lainnya yang
sesuai dan menunjang dengan perekonomian masyarakat
disekitar wilayah kerja KUD
Keberhasilan dan Kekurangan Koperasi Unit Desa
a. Keberhasilan dari Koperasi Unit Desa
Baik tidaknya alat perlengkapan organisasi yaitu rapat
anggota dalam pengurus koperasi dan badan pemeriksa
koperasi.
Seberapa jauh kegiatan koperasi unit desa mampu
mengelola tugas yang dibebankan oleh pemerintah seperti
pengadaan sarana produksi, kredit candak kulak, partisipasi
anggota dan lain-lain.
b. Kekurangan dari Koperasi Unit Desa
Pejabat koperasi sebagai Pembina KUD terlalu cepat
memberi bantuan berupa kredit kepada KUD tanpa disertai
pembinaan dan pengawasan yang insentif
Penyuluhan mengenai KUD dilakukan sambil lalu tanpa ada
koordinasi dengan dinas-dinas teknis lain.
Jumlah tenaga pembina koperasi tidak sebanding dengan
luas wilayah dan jumlah anggota masyarakat yang dilayani.
Pejabat koperasi tidak tegas dalam mengambil keputusan
terhadap pengurus KUD yang tidak menjalankan fungsi dengan
baik
Membeli hasil pertanian dibawah harga pasar
Belum mampu bersaing di pasaran
Kurangnya permodalan
Pembangunan Perekonomian Desa.
Berdasarkan sensus penduduk tahun 1980, sekitar 78%
penduduk Indonesia bermukim di pedesaan. Dengan demikian,
pedesaan potensi yang besar dari segi penawaran faktor
produksi terutama tenaga kerja, maupun permintaan dari hasil
diluar sektor pertanian. Sebagian besar masyarakat pedesaan
ini hidup dari kegiatan pertanian pembangunan
perekonomian desa tak lepas dari pemerintah. Pemerintah
mensiasatinya dengan strategi pembangunan. Yaaitu suatu

kombinasi dari kebijaksanaan dan program yang bertujuan


untuk mempengaruhi pola dan laju pertumbuhan ekonomi
(Johnston dan Kilby, 1975).
Selanjutnya strategi pembangunan perekonomian desa
mencakup :
Program pembinaan kelembagaan
Program penanaman modal pada prasarana fisik, sosial dan
ekonomi.
Prograam penyempurnaan pemasaran faktor produksi dan
komoditi pertanian,
Perumusan kebijaksanaan harga.
Dengan kata lain, strategi ini menekankan peningkatan untuk
nmengubah, memperluas dan mengembangkan alternatif
produksi yang tersedia bagi masyaraakata pedesaan dan
menyempurnakan kelembagaan teknologi serta lingkungan
ekonomi. Akhir-akhir ini banyak yang diperbincangkan
mengenai pemerataan dan pertumbuhan ekonomi. Johnston
dan Clark (1982) mengungkapkan bahwa pemerataan dand
pertumbuhan ekonomi pedesan dapat dicapai bersama
dengan menerapkan strategi pertumbuhan pedesaan, yang
demikian sebagai strategi pembangunan perekonomian yang
berorientasi pada perluasan kesempatan kerja. Selanjutnya
Johnston dan Clark (1982) mengungkapkan tiga tombak
pembangunan perekonomian pedesaan, yaitu :
Meningkatkan produksi dan kesempatan kerja disektor
pertanian dan diluar pertanian di pedesaan. Perluasan
kesempatan kerja produktif mencakup usaha rumah tangga
dan industri padat tenaga kerja pedesaan.
Program perbaikan dan penyempurnaan pelayanan
pendidikan kesehatan dan gizi serta keluarga berencana.
Penyemlpurnaan kelembagaan pelaayanan, perbaikan
pengolahan dan kemampuan tenaga pimpinan pembangunan
pedesaan.
Ketiga tombak pembangunan perekonomian desa tersebut
merupakan pola pada partsipasi aktif masyarakat pedesaan
atau dengan kata lain, peningkatan dibidang produksi,
konsumsi dan penyempurnaan organisasi atau lembaga.
faktor-faktor yang berpengaruh yang dibentuk oleh faktor

internal, yakni faktor peran serta anggota, aktivitas dan


sumber daya manusia serta faktor eksternal terhadap kinerja
KUD. Ini dapat diinterpretasikan bahwa peran serta anggota
merupakan faktor penentu terhadap kinerja KUD di Provinsi
Bali. Berarti pada setiap kegiatan pengelola harus melibatkan
anggota secara aktif jika ingin KUD berhasil, seperti membuat
perencanaan, meningkatkan modal koperasi dengan cara
meningkatkan partisipasi anggota dalam proses pemupukan
modal, dll.
Keberadaan Koperasi Unit Desa
Di perdesaan, keberadaan koperasi unit desa (KUD) harus
tetap dipertahankan sehingga koperasi dapat menjadi
kekuatan ekonomi di setiap desa.Inilah yang harus dibenahi
dengan menghidupkan kembali peran koperasi di setiap
pelosok desa melalui semangat baru. Hal-hal yang perlu
dilakukan sebagai berikut :
Melatih generasi muda yang potensial di setiap desa dan
membinanya dengan baik maka KUD pun akan tumbuh di
setiap desa serta melibatkan langsung generasi muda sebagai
pengelola.
Melibatkan unsur masyarakat di setiap desa sebagai
pengawas koperasi.
Menjadikan seluruh warga masyarakat sebagai anggota akan
menjadikan koperasi disetiap desa kuat dan tumbuh
berkembang.
Upaya Mempertahankan Koperasi Unit Desa
Bukan penyelesaian yang mudah untuk menjadikan KUD
sebagai unjung tombak peningkatan keejahteraan petani.
Ketersediaan pupuk dan sarana produksi pertanian terjamin
dengan harga yang kompetitif. Kondisi yang harus diperhatikan
untuk meningkatkan kesejahteraan petani :
a. Modal
Langkah yang paling mungkin untuk mendapatkan dana
murah adalah adanya dukungan modal dari pemerintah
melalui APBD dan APBN. Pemerintah daerah mapun pusat
dapat mengalokasikan dalam bentuk dana bergulir.

b. Pengurus dan Manajer yang terlatih


Pengurus dan manajer koperasi unit desa harus jujur,
bijaksana dan harus memiliki jiwa kewirausahaan. Dan harus
ada manajer yang terlatih bila ada dukungan dana yang kuat.
c. Kemitraan yang terus berlanjut
KUD harus menjalin kemitraan untuk berkelanjutan programprogramnya. Disini KUD harus menjalin hubungan yang
harmonis dengan pihak perbankan sebagai penyedia dana,
dengan pabrik/ gudang pupuk untuk mendapatkah harga yang
lebih murah, menjalin hubungan dengan Bulog untuk
pembelian beras.
d. Dukungan dari pemerintah
Pemerintah juga harus memberikan dukungan yang kuat dari
sisi permodalan KUD dan kebijakan. Pemerintah bisa
mengalokasikan dana murah melalui APBD dan APBN (bukan
subsidi). Kebijakan yang dilakukan pemerintah dapat
melakukan kerjasama dengan pabrik pupuk untuk memberikan
akses kepada KUD untuk mendapatkan pasokan lansung.
e. Dukungan dari anggota
Anggota KUD sebaiknya mendukung program KUD untuk
mewujudkan kesejahteraan mereka sendiri. Dengan
kemampuan KUD membeli gabah petani dengan harga pantas
dan penyediaan pupuk dengan harga bersaing, maka anggota
dengan sendiri akan bertransaksi dengan KUD.
f. Mengutamakan pelayanan kebutuhan anggota
Pelayanan yang diberikan KUD kepad anggota seharusnya
disesuaikan dengan kebutuhan anggota. Misalnya mayoritas
anggota adalah petani maka seharusnya penyediaan pupuk
dan pembelian gabah menjadi bisnis utamanya.
Permasalahan Koperasi Unit Desa
Untuk mewujudkan KUD agar bisa menjadi soko guru
perekonomian rakyat pedesaan, pemerintah mengadakan
program pembinaan dan pengembangan KUD karena KUD
belum mampu menjalankan usahanya secara sendiri apalagi

mengembangkannya. Hal ini disebabkan oleh adanya


permasalahan yang cukup berat bagi KUD. Permasalahan
terdiri dari,
a. Permasalahan Ekstern seperti:
Masyarakat belum mampu sepenuhnya diyakinkan bahwa
koperasi merupakan sarana yang efektif dalam mengatasi
kelemahan ekonomis dan dalam meningkatkan
kesejahteraannya.
Belum adanya rencana induk pengembangan koperasi yang
terpadu.
Belum adanya prasarana yang memadai untuk bisa
membangkitkan kegairahan berkoperasi.
b. Permasalahan Intern seperti:
KUD lemah dalam organisasi dan manajemen
Sarana pelayanan dan modal yang belum memadai
Kurangnya pengarahan yang tepat dalam kesinambungan
pengembangan kegiatan ekonomi
Usaha-usaha untuk memecahkan masalah
Dengan memberi pelayanan yang baik terhadap kebutuhan
anggota
Mengaktifkan anggota dengan penyuluhan yang intensif
Mengarahkan KUD pada kemampuannya untuk menjadi
koperasi serba usaha dengan menggunakan potensi
daerahnya masing-masing.
Dengan penyempurnaan organisasi intern dan ekstern KUD
Dengan memperbaiki manajemen koperasi
http://novaarinda.wordpress.com/2013/01/18/tugas-kelompok-1-koperasi-unitdesa/

Koperasi unit desa dan permasalahannya


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Koperasi unit desa (KUD) ,mungkin kita sebagai masyarakat yang bertempat tinggal di perkotaan
sedikit asing dengan keberadaan koperasi jenis unit desa karena mayoritas koperasi di perkotaan
telah berstatus modern dalam artian lebih kompleks kegiatan yang mereka lakukan,berbeda

dengan koperasi yang berada di pedesaan,mayoritas kegiatan yang mereka lakukan lebih untuk
meningkatkan taraf hidup mereka sebagaai masyarakat pedesaan yang mungkin mayoritas adalah
seorang petani.Karena dengan berkoperasi akan menekan kegiatan tengkulak yang membeli
produk pertaniannya dengan harga rendah.

BAB II
PEMBAHASAN
KOPERASI UNIT DESA (KUD)
A. Pengertian KUD dan Dasar Hukumnya.
Koperasi Unit Desa adalah suatu Koperasi serba usaha yang beranggotakan penduduk desa dan
berlokasi didaerah pedesaan, daerah kerjanya biasanya mencangkup satu wilayah kecamatan.
Pembentukan KUD ini merupakan penyatuan dari beberapa Koperasi pertanian yang kecil dan
banyak jumlahnya dipedesaan. Selain itu KUD memang secara resmi didorong perkembangannya
oleh pemerintah.
Menurut instruksi presiden Republik Indonesia No 4 Tahun 1984 Pasal 1 Ayat (2) disebutkan
bahwa pengembangan KUD diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat layanan kegiatan
perekonomian didaerah pedesaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari

pembangunan nasional dan dibina serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas
sektoral. Adanya bantuan dari pemerintah tersebut ditujukan agar masyarakat dapat menikmati
kemakmuran secara merata dengan tujuan masyarakat yang adil makmur akan juga tercapai
dengan melalui pembangunan dibidang ekonomi, misalnya dengan memberikan kredit kepada
pihak-pihak yang ekonominya masih lemah atau rakyat kecil terutama didaerah pedesaan Dalam
menjalankan usaha koperasi diarahkan pada usaha yang berkaitanlangsung dengan kepentingan
anggota, baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya. Melihat kebutuhan anggota
beraneka ragam, maka usaha
koperasi multipurpose yaitu koperasi yang mempunyai beberapa bidang usaha,
misalnya simpan pinjam, perdagangan, produksi, konsumsi, kesehatan, dan
pendidikan. Koperasi yang termasuk dalam multipurpose adalah Koperasi Unit Desa
(KUD).
B. Dasar Pembentukan Unit Usaha
Usaha Koperasi Unit Desa dibentuk berdasarkan kebutuhan pelayanan kepada anggota seperti
usaha simpan pinjam atau kredit candak kulak, sarana-sarana pertanian, memasarkan produksi
anggota dan lain-lainnya.
Usaha atau kegiatan yang sifatnya musiman/sementara atau sifatnya kerjasama, tidak turut
mengolah secara langsung, hanya mengharapkan jasa, tidak perlu dibentuk sebagai unit, namanya
tetap usaha, misalnya sewa/kontrak/komisi. Akan tetapi kalau usaha tersebut sifatnya kontinu
(terus menerus) itu memerlukan penanganan secara khusus dan personil yang mengelolanya pun
secara khusus dan kontinu, maka hal itu baru harus dibentuk unit.
C. Struktur Unit Usaha.
perkembangan unit usaha. Unit usaha yang masih relatif kecil susunan spersonilnya masih
sederhana, wewenang dan tanggung jawabnya masih kecil. Akan tetapi kalau unit usaha sudah
besar dan kegiatannya sudah meluas, maka susunan personil tesebut disesuaikan dengan
banyaknya volme kegiatan dan bagian- Struktur unit usaha terdiri dari bagian-bagian personil
yang disusun menurut fungsi dan tugas untuk menunjukkan wewenang dan tanggung jawab
masing-masing personil sesuai dengan bagian-bagiannya. Serta tata hubungannya didalam unit
usaha, personol yang menduduki jabatan dinilai berdsarkan kemampuan dan kecakapan masingmasing personil. Batasab wewenang dan tanggung jawab tergantung pada ruang lingkup tugas
masing-masing personil dalam unit. Artinya masing-masing karyawan harus dapat
mempertanggung jawabkan tugas dan wewenang yang dilimpahkan kepadanya sesuai dengan
tugas yang dilaksanakannya.
Susunan struktur unit usaha disusun menurut keadaan yang berdasarkan fungsi pokok unit usaha
yang sedang dijalankan dan disusun menurut kebutuhan serta bisa dirubah disesuaikan menurut
bagian laian boleh ditambah.
Susunan struktur unit usaha baik volumenya masih kecil maupun sudah besar, dasar penyussunan
strukturnya adalah sama, yang bertitik tolak pada fungsi pokok unit usaha itu sendiri. Artinya apa
yang menjadi fungsi pokok unit tersebut itulah yang menjadi bagian-bagian dari unit usaha.

Misalnya sebuah koperasu unit desa yang mempunyai unit usaha susu sapi perah, fungsi pokok
yang menjadi bagian-bagian unit tersebut adalah sebagai berikut :
C1. Bagian Pemeliharaan dan Pemerahan Susu.
C2. Bagian Produksi dan Pengolahan.
C3. Bagian Penjualan atau Pemasaraan.
C4. Bagian Keuangan atau Kas Kecil.
D. Pembangunan Perekonomian Desa.
Berdasarka sensus penduduk tahun 1980, sekitar 78% penduduk Indonesia bermukim di
pedesaan. Dengan demikian pedesaan potensi yang besar bauk dari segi penawaran faktor
produksi terutama tenaga kerja, maupun permintaan akan hasil diluar sektor pertanian. Sebagian
terbesar dari masyarakat pedesaan ini hidup daari kegiayan pertanian.
Pembangunan perekonomian desa tak lepas dari pemerintah. Pemerintah mensiasatinya dengan
strategi pembangunan. Yaaitu suatu kombinasi dari kebijaksanaan dan program yang bertujuan
untuk mempengaruhi pola dan laju pertumbuhan ekonomi
(Johnston dan Kilby, 1975). Selanjutnya dikemukakan bahwa strategi pembangunan
perekonomian desa mencakup :
a. Program pembinaan kelembagaan.
b. Program penanaman modal pada prasarana fisik, sosial dan ekonomi.
c. Prograam penyempurnaan pemasaran faktor produksi dan komoditi pertanian,
d. Perumusan kebijaksanaan harga.
Dengan kata lain, strategi ini menekankan peningkatan untuk nmengubah, memperluas dan
mengembangkan alternatif produksi yang tersedia bagi masyaraakata pedesaan dan
menyempurnakan kelembagaan teknologi serta lingkungan ekonomi.
Akhir-akhir ini banyak yang diperbincangkan mengenai pemerataan dan pertumbuhan ekonomi.
Johnston dan Clark (1982) mengungkapkan bahwa pemerataan dand pertumbuhan ekonomi
pedesan dapat dicapai bersama dengan menerapkan strategi pertumbuhan pedesaan, yang
demikian sebagai strategi pembangunan perekonomian yang berorientasi pada perluasan
kesempatan kerja. Selanjutnya Johnston dan Clark (1982) mengungkapkan tiga tombak
pembangunan perekonomian pedesaan, yaitu :
1. Meningkatkan produksi dan kesempatan kerja disektor pertanian dan diluar pertanian di
pedesaan. Perluasan kesempatan kerja produktif mencakup usaha rumah tangga dan industri
padat tenaga kerja pedesaan.
2. Program perbaikan dan penyempurnaan pelayanan pendidikan kesehatan dan gizi serta
keluarga berencana.
3. Penyemlpurnaan kelembagaan pelaayanan, perbaikan pengolahan dan kemampuan tenaga
pimpinan pembangunan pedesaan.
Ketiga tombak pembangunan perekonomian desa tersebut merupakan pola pada partsipasi aktif
masyarakat pedesaan atau dengan kata lain, peningkatan dibidang produksi, konsumsi dan
penyempurnaan organisasi atau lembaga.

E.Permasalahan KUD
Masalah-masalah yang di hadapi koperasi yang berdiri di wilayah pedesaan menurut saya adalah
sebagai berikut:
1. Modal
Modal yang di miliki koperasi unit desa mungkin sedikit lebih kecil karena perekonomian
masyarakat pedesaan lebih rendah dari masyarakat perkotaan ,dan mungkin itu dapat
menjadi masalah yang di hadapi KUD
2. Tenaga terlatih
Tenaga terlatih disini di artikan para pengurus yang kurang memiliki pengalaman
bidang perkoperasian dan ilmu yang kurang cukup untuk menjalankan koperasi
,sehingga penguruspun kurang profesional dalam kepengurusannya di

dalam

dengan efektif

KUD.

3. Akses
Akses yang di maksud adalah meliputi sarana prasarana yang di miliki masyarakat
pedesaan seperti transportasi umum yang akan di gunakan sebagai transportasi untuk
menjual produk-produk yang telah di serap dari petani-petani.Selain itu sarana prasarana
jalan di pedesaan sedikit buruk sehingga akan menghambat dalam akses nya.

BAB III
KESIMPULAN
Koperasi Unit Desa seharusnya menjadi wadah utama bagi masyarakat pedesaan agar mereka
tidak tertipu oleh tengkulak-tengkulak yang membeli rendah produk-produk pertanian
mereka,dan seharusnya pemerintah lebih menggiatkan lagi kegiatan KUD di
indonesia,sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarkat pedesaan,dan bila itu
mampu berjalan dalam skala nasional bukan tidak mungkin akan menjadikan pergerakan
ekonomi yang maju di indonesia.
http://nineteners.blogspot.com/2012/11/koperasi-unit-desa-danpermasalahannya.html