Anda di halaman 1dari 5

PEMERIKSAAAN KADAR ASAM URAT

I.
II.

TANGGAL
16 November 2015
PRINSIP
Urin acid (asam urat) dioksidasi oleh enzim urikase dengan adanya H2O2 dan
asam amino antipirin dan 2,4- tribrome-3-hidroksi benzoic acid terjadi

III.

Quinoneimin diukur pada panjang gelombang 520 nm


LANDASAN TEORI
3.1 Sifat dan struktur asam urat
Asam urat merupakan asam lemah dengan pKa 5,8. Asam urat
cenderung berada di cairan plasma ekstraselular. Sehingga membentu ion
urat pada pH 7.4. ion urat mudah disaring dari plasma. Kadar urat di darah
tergantung usia dan jenis kelamin. Kadar asam urat akan meningkat dengan
bertambahnya usia dan gangguan fungsi ginjal
Di bawah mikroskop kristal urat menyerupai jarum - jarum renik
yang tajam berwarna putih, dan berbau busuk

Gambar 1. Struktur Asam Urat


3.2 Metabolisme asam urat
Asam
berbentuk

urat

secara

kristal - kristal

metabolisme

alamiah
asam

ditemukan di
yang

dalam

merupakan

purin (bentuk turunan nukleoprotein)

tubuh

hasil
yaitu

yang

akhir

dari

salah

satu

komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel -sel tubuh.
Sebagian besar asam nukleat makanan berasal dari nukleoprotein.
Asam nukleat ini akan dibebaskan dari nukleoprotein oleh enzim proteolitik
dalam usus. Kemudian

asam

nukleat

tersebut

akan

dipecah

oleh

enzim- enzim nuklease (ribonuklease dan deoksiribonuklease) pankreas

menjadi nukleotida rantai panjang. Selanjutnya enzim polinukleotidase


atau fosfoesterase usus akan memecah nukleotida rantai panjang tersebut
menjadi

mononukleotida.

menjadi

nukleosida

dan

Kemudian
asam

fosfat

mononukleotida
oleh

akan

dipecah

enzim nukleotidase

dan

fosfatase. Nukleosida yang terbentuk dapat langsung diabsorbsi atau


dipecah lebih lanjut oleh enzim fosforilase usus menjadi basa nitrogen bebas.
Basa purin maupun basa pirimidin bebas tersebut dapat diabsorbsi (dalam
jumlah kecil) atau dioksidase / dikatabolisme menjadi produk yang diekskresi
dari tubuh tanpa diikatkan terlebih dahulu pada asam nukleat dalam tubuh.
Hiperurisemia adalah suatu kondisi di mana kadar asam urat serum
melebihi jumlah kelarutannya, sehingga serum akan jenuh dan kristal urat akan
mengendap. Hiperurisemia dapat dibagi menjadi :
1.Hiperurisemia primer:
suatu kelainan genetik yang ditandai dengan berlebihnya kadar asam
urat

dalam

darah

akibat

berbagai

kelainan metabolisme nukleotida

purinatau kelainan organ ekskresi.


2.Hiperurisemia sekunder:
overproduksi asam urat oleh sebab yang didapatdari dalam tubuh. Antara
lain defisiensi enzim 6- fosfatase, neoplasma, kelainan ginjal. Kelainan
hiperurisemia ini jika berlangsung lama, akan terjadi deposit kristal asam
urat di berbagai tempat di tubuh. Darah di seluruh tubuh disaring di
ginjal, asam urat yang berlebih di dalam darah akan tersaring dan
terdeposit atau terakumulasi di ginjal, baik di nefron maupun di tubulus
ekskretorius . Kelainan ini secara dini dapat diketahui pemeriksaan
skrining terhadap asam urat di dalam urine.
IV.

ALAT DAN BAHAN


Alat yang digunakan:
1. Spektrofotometer
2. Clinipette 10 l dan 1000 l
3. Cuvette
4. Tip kuning dan biru
5. Parafilm
Bahan yang digunakan
1. Sampel (serum)
2. Reagen asam urat
3. Aquadest

V.

PROSEDUR
Standar

Blanko
-

Standar
20 l

Sampel
-

(Aquadest)
Serum
Reagen 1
Reagen 2

1,0 ml
250 l

1,0 ml
250 l

20 l
1,0 ml
250 l

1. Reagen 1 dimasukkan ke dalam larutan blanko, sampel, dan standar masing


masing dicampur sampai homogen
2. Diinkubasi selama 5 menit pada suhu kamar (25 C)
3. Reagen 2 dimasukkan ke dalam larutan blanko, sampel, dan standar masingmasing dicampur sampai homogen
4. Diinkubasi selama 30 menit pada suhu 20-25 C
5. Sampel dan standar diukur absorbannya terhadap blanko pada panjang
gelombang 520 nm.
VI.

HASIL PENGAMATAN
Absorban sampel (Asp) : 0,074 nm
Absorban standar (Ast) : 0,085 nm
Konsentrasi standar (Cst) : 6 mg/dl
Kadar kolesterol total

Asp
x C st andar
Ast

0,074 nm
x 6 mg/dl
0,085 nm

5,2235 mg /dl

Nama Pasien
Dally

VII.

Kadar kolesterol total (mg/dl)


5,2235

PEMBAHASAN
Asam urat merupakan asam lemah dengan pKa 5,8. Asam urat
cenderung berada di cairan plasma ekstraselular. Sehingga membentu ion
urat pada pH 7.4. ion urat mudah disaring dari plasma. Kadar urat di darah
tergantung usia dan jenis kelamin. Kadar asam urat akan meningkat dengan
bertambahnya usia dan gangguan fungsi ginjal
Sebagian besar asam nukleat makanan berasal dari nukleoprotein.
Asam nukleat ini akan dibebaskan dari nukleoprotein oleh enzim proteolitik

dalam usus. Kemudian

asam

nukleat

tersebut

akan

dipecah

oleh

enzim- enzim nuklease (ribonuklease dan deoksiribonuklease) pankreas


menjadi nukleotida rantai panjang. Selanjutnya enzim polinukleotidase
atau fosfoesterase usus akan memecah nukleotida rantai panjang tersebut
menjadi

mononukleotida.

menjadi

nukleosida

dan

Kemudian
asam

fosfat

mononukleotida
oleh

akan

dipecah

enzim nukleotidase

dan

fosfatase. Nukleosida yang terbentuk dapat langsung diabsorbsi atau


dipecah lebih lanjut oleh enzim fosforilase usus menjadi basa nitrogen bebas.
Basa purin maupun basa pirimidin bebas tersebut dapat diabsorbsi (dalam
jumlah kecil) atau dioksidase / dikatabolisme menjadi produk yang diekskresi
dari tubuh tanpa diikatkan terlebih dahulu pada asam nukleat dalam tubuh
Pada praktikum kali ini, pemeriksaan kadar trigliserida menggunakan
sampel darah Dally, dari sampel darah tersebut diambil serum darah sebanyak
20 l ke dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan reagen 1dan reagen 2
asam urat sebanyak 2000 l. Selain larutan sampel terdapat juga larutan
blanko yang terdiri dari larutan reagen 1 dan reagen 2 asam urat. sedangkan
larutan standar terdiri standar yaitu aqudest dan larutan reagen 1 dan reagen 2
trigliserida.
(aquadest)

Tujuan
yang

dari

pembuatan

digunakan

tidak

larutan
memililiki

blanko
daya

adalah

pelarut

absorbansi

atau

tidak mempengaruhi hasil pengukuran, sehingga ketika kita mengukur sampel


hanya kadar trigliserida yang ingin kita ukur saja yang dapat terukur.
Kemudian dibuat juga larutan standar yang berisi 20 L standar trigliserida
200 mg/dL dan reagen sebanyak 2000 L. Larutan standar ini digunakan
sebagi pembanding

bagi sampel. Reagen 2 ditambahkan ketika larutan

blanko,sampel, dan standar sudah diinkubasi selama 5 menit, kemudian


diinkubasi kembali selama 30 menit pada suhu 20- 25 C. Setelah itu diukur
absorbansinya dengan menggunakan alat spektrofotometer UV. Adanya
kontaminan menyebabkan
pemeriksaan

pengukuran

kadar trigliserida

akan

tidak
salah.

tepat
Pada

sehingga
pengujian

hasil
ini

memiliki prinsip dengan menembakkan energi dengan panjang gelombang


tertentu pada suatu senyawa. Hal ini membuat elektron dari senyawa tersebut
akan tereksitasi ke orbital yang lebih tinggi. Setelah mengalami eksitasi,
elektron tersebut akan turun kembali ke ground state (keadaan dasar), sambil

melepaskan emisi yang akan terukur oleh detektor Nilai absorbansi sampel
yang diperoleh yaitu sebesar 0,074 nm
Dari hasil pemeriksaan kadar asam urat disimpulkan bahwa pasien Dally
memiliki kadar asam urat normal karena memasuki rentan kadar asam urat
normal 3,5- 7,2 mg/dl.
VIII. KESIMPULAN
Dari hasil pemeriksaan kadar asam urat disimpulkan bahwa pasien Dally
memiliki kadar asam urat normal karena memasuki rentan kadar asam urat normal
3,5- 7,2 mg/dl.