Anda di halaman 1dari 4

..Aku masih sangat hafal nyanyian itu .

Karya KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus)


Aku masih sangat hafal nyanyian itu
Nyanyian kesayangan dan hafalan kita bersama, sejak kita disekolah rakyat
Kita berebut lebih dulu menyanyikan ketika anak anak disuruh menyanyi di
depan kelas satu persatu
Aku masih ingat betapa kita gembira, saat guru kita mengajak menyanyikan
lagu itu bersama sama
Sudah lama sekali, pergaulan sudah tidak seakrab dulu lagi, masing masing
sudah terseret kepentingan sendiri atau tersihir pesona dunia
Dan kau kini entah dimana Tapi masih sangat hafal nyanyian itu sayang
Hari ini, ingin sekali aku menyanyikannya kembali bersamamu
Indonesia tanah air beta
pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
tetap di puja puja bangsa
disana tempat lahir beta
dibuai dibesarkan bunda
tempat berlindung dihari tua
sampai akhir menutup mata
Aku merindukan rasa haru dan iba ditengah kobaran kebencian dan dendam
serta maraknya rasa tega
Hingga kini ada saja yang ngeubah lirik lagu kesayangan kita itu dan
menyanyikannya dengan nada sendu
Indonesia air mata kita
bahagia menjadi nestapa
Indonesia kini tiba tiba
slalu di hina hina bangsa
disana banyak orang lupa
dibuai kepentingan dunia
tempat bertarung berebut kuasa
sampai entah kapan akhirnya
Sayang dimanakah kini kau
Mungkinkah kita menyanyi lagu kesayangan kita itu dengan akrab seperti
dulu.

KEMERDEKAAN
Karya: M. Ridwan Madjaga
Terkenang merdeka kala lalu
Penindasan angkara murka Eropa terbaru
Negeri terbakar kemerdekaan sejati
Dalam lingkar kehidupan kerakyatan
Bila merindu mencari kemerdekaan
Tiba saat kemerdekaan untuk semua rakyat
Satu tanah air, satu bangsa dan satu nusantara (gugusan pulau-pulau)
Kemerdekaan negeri telah mengalir
Dari babakan sejarah panjang
Darah rakyat yang butuh kemakmuran dan keadilan
Kemerdekaan sejati adalah pilar sejati
Sarat makna kehidupan kebangsaan
Sepadan kesetaraan untuk globalisasi
Merah putih landasan makna yang bersandingkan kedamaian
Cita rasa Indonesia merdeka era milenium
Kembali dalam lingkar kehidupan kerakyatan
Darah rakyat terbakar untuk persatuan
Otentik makna asli dan makna unik
Saraf evolusi marhaen adalah nilai kebangkitan
Separuh waktu merangkum budaya
Baku bercangkang api-pun tergenggam
Tumbuh merongrong tradisi baru yang pun menjelma
Cita rasa Indonesia merdeka erat berkait
Mensaji esensi selera memandu ragam rakyat
Tanpa ragu tanpa pergeseran otoritas
Kemerdekaan negeri telah mengalir
Gambar bergumul ragam kepentingan
Pandang makna, pandang nilai, pandang bercipta moral susila merangkum
ragam
Serangkai berjalan mendekati senang
Pandu tajam kesejahteraan membalut kemerdekaan
Perjuangan cita rasa adalah habitat kemerdekaan
Pinus bergaris ruang terekat berjuis dan lagak-lagak kemiskinan
Tampak kayu, atas gunung dan turun tebing
Dari pertapaan kemewahan dan makna
Buka pintu peroleh lapang pembawa selera
Lentur terikat gerak peran negara
Ragam bersandar ruang-ruang dan dermaga

Bijak kemerdekaan dan rujuk kebangsaan


Simpul-simpul merangkai terhibur penyair jalanan
Bila merindu mencari kemerdekaan
tiba saatnya kemerdekaan untuk semua rakyat
satu tanah air, satu bangsa, dan satu nusantara (gugusan pulauDIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA

IBU PERTIWI
Karya Bapak Supratman
Tujuh puluh satu tahun Tahun Yang Lalu
Telah Bergema Pekik Merdeka
Bergema, Berkumandang, Keseluruh Dunia
Suka Duka Perjuangan Bangsa
Berbuah Nyata
Kita Sadar Sebagai Tunas Bangsa
Penerus Sejearah Pemandu Tongkat
Perjuangan Bangsa
Mari Kita Jaga Ibu Pertiwi
Kita Jaga Republik Ini
Kita Junjung Martabat Negeri
Dirgahayu Republik Indonesia
Nyalakan Terus Semangat 45
Sekali Medeka Tetap Medeka