Anda di halaman 1dari 92

DASAR-DASAR

KONTROL DENGAN
PLC
Untuk Sekolah Menengah Kejuruan
Bidang Keahlian : Teknik Elektro
Program Keahlian : Teknik Listrik Instalasi
Berdasarkan Kurikulum SMK yang Disempurnakan
(Kurikulum SMK Edisi 1999)

Penyusun :
Dpl. TS Jaka Kiryanta, ST
Editor :
Drs. Sudaryono
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

PUSAT PENGEMBANGAN PENATARAN GURU TEKNOLOGI

VOCATIONAL EDUCATION DEVELOPMENT CENTER


JL. Teluk Mandar, Arjosari, Tromol Pos 5 Malang, 65102, Telp. (0341) 491239, Fax. (0341) 491342

Tekn ik L isrik I nst a la si

KATA PENGANTAR
Modul ini diterbitkan untuk menjadi bahan ajar pada SMK Bidang Keahlian
Teknik Elektro, memenuhi tuntutan pelaksanaan Kurikulum SMK yang
disempurnakan (Kurikulum SMK edisi 1999).
Nilai kegunaan modul ini terletak pada pemakaiannya, karena itu kepada semua
organisasi dan manajemen Pendidikan Menengah Kejuruan, diharapkan dapat
berusahan untuk mengoptimalkan pemakaian modul ini.
Dalam pemakaian modul ini, tetap diharapkan berpegang kepada asas
keluwesan, asas kesesuaian dan asas keterlaksanaan sesuai dengan
karakteristik kurikulum SMK yang disempurnakan.
Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan menyampaikan terima kasih dan
penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penulisan
naskah bahan ajar ini.

Jakarta, Agustus 2000


Direktur
Pendidikan Menengah Kejuruan

Dr. Ir. Gatot Hari Priowiryanto


NIP 130675814

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

Tekn ik L isrik I nst a la si

PROFIL KOMPETENSI TAMATAN


PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI LISTRIK
Kompetensi
A. Menguasai gambar
teknik elektro

Sub Kompetensi
A1. Menguasai jenis
peralatan dan standarisasi
gambar teknik

A2. Menguasai dasardasar proyeksi gambar


teknik

A3. Menggambar rangkaian


listrik dan elektronika

A4. Menginterpretasikan
gambar teknik
B. Menguasai penggunaan
peralatan tangan dan
peralatan mesin untuk
membuat bahan bantu
listrik dan elektronika

B1. Menguasai peraturan,


norma, standar dan sistem
keselamatan kerja

B2. Menggunakan dan


merawat peralatan tangan
dan mesin

B3. Menggunakan peralatan


tangan dan mesin untuk
membuat alat dari bahan
logam dan non logam untuk
keperluan teknik elektro

C. Menguasai dasar-dasar
perakitan pesawat
elektronika

C1. Merencanakan tata


letak komponen dan
membuat jalur sambungan

C2. Menguasai Teknik


Pembuatan PRT

C3. Merakit komponen dan


menguji coba hasil rakitan

C4. Memahami
penanggulangan dan daur
ulang limbah

C5. Memahami cara-cara


melindungi alam sekitar

D1. Mengidentifikasi dan


mengklasifikasi peralatan
ukur listrik

D2. Menguasai
karakteristik macammacam alat ukur listrik

D4. Menggunakan Alat


Ukur Listrik dan
Elektronika

D5. Merawat dan


memperbaiki alat ukur
listrik

E1. Menguasai dasar


elektrostatika dan
kemagnetan

E2. Menguasai dasar


akumulator

E3. Menguasai komponen


pasif

E4. Menguasai hukum


kelistrikan/rangkaian DC
dan AC

E5. Menguasai dasardasar mesin listrik AC/DC

E6. Menguasai teori atom


dan molekul

E7. Menguasai sifat dan


macam bahan penghantar
dan isolator

E8. Menguasai
karakteristik dan
penggunaan komponen
semi konduktor

F1. Menguasai Konversi


bilangan

F2. Menguasai gerbanggerbang dasar

D. Menguasai alat ukur


listrik dan elektronika

E. Menguasai konsep
dasar teknik listrik dan
elektronika

F. Menguasai dasar teknik


digital dan aplikasi
sederhana

D3. Menginterpretasikan
buku petunjuk pemakaian
alat ukur listrik

F3. Menguasai Flip-Flop

F4. Menguasai aritmatika


logik
G. Menguasai instalasi
listrik sederhana sesuai
peraturan dan
keselamatan kerja

G1. Menguasai dasardasar peraturan umum


dan keselamatan kerja

G2. Memasang instalasi


listrik sederhana

H. Melaksanakan
pekerjaan listrik
penerangan dan tenaga

H1. Menggambar instalasi


listrik penerangan

H2. Menggambar instalasi


tenaga/motor arus putar

H3. Menggambar instalasi


dengan menggunakan
komputer

H4. Mengidentifikasi
kebutuhan komponen

H5. Memasang instalasi


penerangan dan tenaga
sederhana

H6. Mengujicoba instalasi


penerangan dan tenaga
sederhana

I1. Membaca gambar


instalasi penerangan dan
tenaga

I2. Mengidentifikasi
kesalahan instalasi
penerangan dan tenaga

I3. Memperbaiki kerusakan


instalasi penerangan dan
tenaga

I. Merawat dan
memperbaiki instalasi
penerangan dan tenaga

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

ii

Tekn ik L isrik I nst a la si


Kompetensi
J. Mengoperasikan dan
menguji mesin-mesin listrik
AC/DC dan transformator

Sub Kompetensi
J1. Mengoperasikan
mesin-mesin listrik AC/DC
dan transformator

K. Mengukur energi,
frekuensi, daya dan faktor
daya listrik

K1. Memilih alat ukur yang


sesuai untuk mengukur
energi, frekuensi, daya
dan faktor daya listrik

K2. Menjelaskan prinsip


kerja alat ukur yang
digunakan

K3. Melaksanakan
pengukuran energi,
frekuensi, daya dan faktor
daya listrik secara sistematis

L. Merangkai rangkaian
mesin pengendali listrik
dan rangkaian dasar
pneumatik

L1. Menguasai prinsip


pengaturan dan
pengontrolan otomatis
pada sistem tenaga listrik

L2. Menguasai peralatan


kontrol otomatis pada
sistem tenaga listrik

L3. Memasang rangkaian


kontrol otomatis pada sistem
tenaga listrik

L4. Memahami
pendistribusian udara dan
minyak sebagai
pembangkit pneumatik

L5. Mengidentifikasi
macam-macam katup
pneumatik

L6. Membuat rangkaian


pneumatik sederhana
dengan satu silinder dan dua
silinder

M1. Mengidentifikasi
kegunaan komponen
elektronika daya untuk alat
kontrol (triac, diac,fet,
mosfet)

M2. Memahami
karakteristik komponen
elektronik daya

M3. Mengaplikasikan
komponen elektronika daya
kedalam sistim kontrol
sederhana

M4. Mengidentifikasi
keuntungan dan kerugian
PLC

M5. Mengenal hardware


dan software PLC

M6. Mengoperasikan
hardware dan software
sederhana.

N. Mengidentifikasi bentuk
energi alternatif sebagai
sumber tenaga listrik

N1. Mengklasifikasikan
macam-macam bentuk
energi alternatif

N2. Menjelaskan prinsip


kerja dan bentuk-bentuk
energi alternatif

N3. Mengidentifikasi
keuntungan dan kerugian
macam-macam bentuk
energi alternatif

O. Merencana,
memasang, memperbaiki
dan merevisi serta
mengembangkan instalasi
rumah tinggal

O1. Merencanakan dan


memasang instalasi rumah
tinggal

O2. Merencanakan dan


memasang panel PHB 1
fasa/1grup

O3. Melakukan ujicoba


instalasi rumah tinggal

O4. Mencari kesalahan


dan memperbaiki instalasi
rumah tinggal

O5. Melakukan revisi dan


pengembangan instalasi
rumah tinggal

P1. Merencanakan dan


memasang instalasi
bangunan bertingkat

P2. Merencanakan dan


memasang panel PHB
untuk bangunan bertingkat

P3. Merencana dan


memasang instalasi alarm

P4. Merencana dan


memasang instalasi
penangkal petir

P5. Melakukan ujicoba


instalasi bangunan
bertingkat

P6. Melakukan pencarian


kesalahan/kerusakan dan
memperbaiki instalasi
bangunan bertingkat

Q1. Merencanakan dan


memasang instalasi
tenaga 1 fasa dan 3 fasa

Q2. Merencanakan dan


memasang panel tenaga 1
fasa dan 3 fasa

Q3. Merencana dan


memasang instalasi alarm

Q4. Merencana dan


memasang instalasi
penangkal petir

Q5. Melakukan ujicoba


instalasi listrik industri

Q6. Melakukan pencarian


kesalahan/kerusakan dan
memperbaiki instalasi listrik
industri

M. Menerapkan
komponen-komponen
elektronika dan dasardasar PLC dalam
rangkaian kontrol

P. Merencana, memasang,
memperbaiki dan merevisi
serta mengembangkan
instalasi bangunan
bertingkat

Q. Merencana,
memasang, memperbaiki
dan merevisi serta
mengembangkan instalasi
listrik industri

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

J2. Menguji mesin-mesin


listrik AC/DC dan
transformator

iii

Tekn ik L isrik I nst a la si

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.

Profil Kompetensi.

ii

Daftar Isi.

iv

Pendahuluan.

vi

Tujuan Umum Pembelajaran.

vii

Petunjuk Penggunaan Modul.

viii

Kegiatan Belajar 1
Pengenalan PLC

Lembar latihan

Lembar Jawaban...

Kegiatan Belajar 2
Daerah Penggunaan PLC

Lembar latihan 11
Lembar Jawaban... 12
Kegiatan Belajar 3
Model / Bentuk Dasar PLC.. 13
Lembar latihan 19
Lembar Jawaban... 20
Kegiatan Belajar 4
Struktur PLC.. 22
Lembar latihan.. 24
Lembar Jawaban.. 25
Kegiatan Belajar 5
Unit Pusat Kontrol Pada PLC

26

Lembar latihan.

29

Lembar Jawaban.

30

Kegiatan Belajar 6
Metode Fungsi Pada PLC..

31

Lembar Latihan

35

Lembar Jawaban.

36

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

iv

Tekn ik L isrik I nst a la si

Kegiatan Belajar 7
Piranti pemrograman / Personal Computer ( PC ).

38

Lembar Latihan

41

Lembar Jawaban

42

Kegiatan Belajar 8
Bahasa Pemrograman..

43

Lembar Latihan..

47

Lembar Jawaban

48

Kegitan belajar 9
Fungsi-Fungsi Logika Dasar

50

Lembar Latihan.

58

Lembar Jawaban..

59

Kegiatan Belajar 10
Flag ( Bendera )

62

Lembar Latihan.

66

Lembar Jawaban.

67

Kegiatan Belajar 11
Pembentukan Hubungan Fungsi..

68

Lembar Latihan

73

Lembar Jawaban.

75

Kegiatan Belajar 12
Penyederhanaan Fungsi Logika..

77

Lembar Latihan

80

Lembar Jawaban

81

Soal-Soal.

82

Umpan Balik

83

Daftar Pustaka

84

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

Tekn ik L isrik I nst a la si

PENDAHULUAN

Dalam dunia modern ini kemajuan teknologi demikian pesat terutama


dalam bidang otomatisasi, dimana PLC merupakan salah satu dari sekian
banyak inti dari perangkat otomasi. Sekarang dipasaran banyak sekali macam
produk PLC yang telah beredar namun demikian tetap memiliki teknologi dasar
dan kemampuan yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada software
sehingga membedakan dalam cara penulisan / cara menggambarkan program
ke dalam PLC.
PLC sebagai alat otomasi, disamping dapat melaksankan operasi
biner dengan logika dasar seperti AND, OR, Set / Riset dari flag, Output
maupun Output timer harus dapat melaksanakan fungsi aritmatika seperti
menjumlah, mengurangi, mengalikan, membagi, membandingkan (sama
dengan= ; lebih besar >; lebihkecil <) dll.
Sehingga dengan PLC dapat dilaksanakan :

Pengendalian

Pengaturan dan perhitungan

Pelayanan dan pengamatan

Pelaporan (pemberian sinyal)

Sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

vi

Tekn ik L isrik I nst a la si

TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN

Dengan mengunakan PLC maka dengan Perangkat yang sama dapat


dilaksanakan untuk berbagai macam sistim otomatisasi tergantung dari program
yang diberikan pada PLC.
Adapun secara umum modul ini bertujuan untuk mengenalkan dan
penambahan wawasan kepada para pembaca mengenai PLC tentang:

Prinsip dasar dan struktur

Daerah penggunaan

Keuntungan kerugian

Pembentukan logika dasar

Metode penyelesaian permasalahan kontrol dengan PLC

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

vii

Tekn ik L isrik I nst a la si

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Modul ini berisikan tentang teori penunjang untuk praktek PLC.


Sedangkan produk PLC sendiri dewasa ini sangat banyak sekali ragamnya,
sehingga dalam pemakaian modul ini harus ditunjang dengan buku manual dari
PLC yang akan digunakan oleh pembaca dan petunjuk penggunaan software
yang sesuai. Sebagai contoh untuk menentukan alamat input/output yang akan
digunakan dan cara menuliskan program.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

viii

Tekn ik L isrik I nst a la si

Kegiatan Belajar 1
PENGENALAN PLC
1.1. Tujuan Khusus Pembelajaran
Pembaca dapat:
menyebutkan

macam-macam

pengendali

terprogram

dengan

pengawatan dengan benar.


menyebutkan macam-macam pengendali terprogram yang tersimpan
dengan PLC dengan benar.
menjelaskan elemen-elemen pengendali terprogram dengan benar
Membedakan

pengendali

terprogram

dengan

pengawatan

dan

tersimpan dengan PLC, dilihat dari sambungannya dengan benar.


menyebutkan keuntungan PLC dengan benar.
1.2. PENGENALAN PLC
Di dalam teknik pengendali dibedakan menjadi dua jenis pengendali :
1. Pengendali terprogram dengan pengawatan:
a. program tetap melalui pengawatan
b. program tidak tetap melalui sakelar pilih
2. Pengendali terprogram yang tersimpan dengan PLC :
a.

program tersimpan yang dapat diprogram bebas melalui RAM


(Random Access Memory).

b.

program tersimpan yang programnya tidak dapat diubah-ubah


melalui ROM (Read Only Memory), PROM (Programmable Read
Only Memory), EPROM (Eraseable Programmable Read Only
Memory).

Pengendali

terprogram

tetap

dengan

pengawatan

dapat

dioperasikan melalui komponen-komponen relai, magnetik kontaktor dan


rangkaian elektronik. Kontak hubung-tutup dari komponen-komponen
tersebut yang melakukan kerja rangkaian pengendali. Melalui kontak-kontak
relai hubungan seri - paralel rangkaian pengendali dibuat. Fungsi

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

Tekn ik L isrik I nst a la si

pengendali dapat dihasilkan melalui pengawatan dari komponen-komponen


tersebut.
Elemen Input
S2

S1

K1

K1

E le m e n
In p u t

Tombol tekan S1, S2, S3, S4


Elemen Proses

Relai K1

S3

E le m e n
O u tp u t

S4

Elemen Output :
Lampu H1

E le m e n
P ro s e s

K1

H1

Sambungan antara elemenelemen tersebut melalui


pengawatan.

Gambar 1.1 Pengendali Dengan Pengawatan

Pada pengendali terprogram dengan PLC , fungsi pengendali tidak


tergantung dari pengawatannya. Elemen input ( tombol tekan, sensor ) dan
elemen output dihubungkan ke peralatan PLC. Hubungan elemen input dan
output tidak dilakukan dengan pengawatan tetapi melalui pemrograman
dengan peralatan pemrogram ( Personal Komputer atau peralatan khusus ).

Elemen Input :
E le m e n
In p u t

S2

S1

S3

S4

Tombol tekan S1, S2, S3, S4


Elemen Proses :
PLC

E le m e n
P ro s e s

E le m e n
O utp u t

Elemen Output :
Lampu H1

H1

Sambungan antara elemenelemen input dan output tidak


melalui pengawatan, tetapi
melalui program.
Gambar 1.2 Pengendali Dengan PLC

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

Tekn ik L isrik I nst a la si

Programmable logic controller (PLC) yang pertama telah dikembangkan


oleh para insinyur General Motor pada tahun 1968, saat mana perusahaan
menemukan jalan buntu untuk mencari pengganti sistem kontrol relai yang
sangat komplek
Sehingga ditetapkan bahwa sistem kontrol baru ini (PLC) harus memenuhi
beberapa persyaratan yang sekaligus merupakan keuntungannya, yaitu
sebagai berikut:
1. Pemrograman sederhana
2. Perubahan program tanpa harus merubah sistem (tidak ada perubahan
instalasi di dalamnya)
3. Lebih kecil, lebih murah dan lebih stabil dari pada hubungan sistem
kontrol relai
4. Sederhana, biaya perawatan murah
Perkembangan

berikutnya

difokuskan

di

dalam

sistem

yang

memungkinkan sambungan dilakukan secara sederhana untuk sinyal-sinyal


biner. Ketentuan-ketentuan seperti bagaimana sinyal-sinyal dihubungkan
adalah menjadi bagian tugas di dalam program kontrol. Dengan sistem
kontrol baru ini menjadi mungkin untuk pertama kali merencanakan sinyalsinyal pada layar dan menyimpan di dalam penyimpan elektronik.
Sejak itu, tiga dekade telah dilewati, hingga kemajuan yang sangat
pesat telah dilakukan di dalam pengembangan elektronik mikro, seperti
halnya pada PLC. Misalnya, bagaimana mengoptimalkan program tanpa
harus kuawatir dengan kapasitas memori yang terbatas. Sekarang hal ini
menjadi sesuatu yang sangat mudah untuk diatasi.
Selain itu jangkauan fungsinya telah berkembang sangat pesat.
Limabelas tahun yang lalu, visualisasi proses, dan proses analog dengan
menggunakan PLC sebagai kontrol dianggap sebagai suatu impian.
Sekarang, pendukung dari fungsi-fungsi ini telah menyatu dengan banyak
PLC.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

Tekn ik L isrik I nst a la si

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

Tekn ik L isrik I nst a la si

1.3. Lembar Evaluasi


Soal :
1. Sebutkan jenis-jenis pengendali yang Anda ketahui !
2. Apa kepanjangan dari PLC? Dan apa pula artinya ?
3. Apa perbedaan antara pengendali terprogram dengan pengawatan dan
pengendali yang tersimpan dengan PLC dari segi penyambungannya ?
4. Ada berapa macam elemen dalam pengendali terprogram? Sebutkan !
5. Apa keuntungan menggunakan PLC
6. Perhatikan gambar berikut! Tandai dan kelompokkan setiap komponen
rangkaian, termasuk dalam elemen yang mana ?

K 1

S1

K 1

S2

K1

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

H 1

Tekn ik L isrik I nst a la si

1.4. Lembar Jawaban


1. Sebutkan jenis-jenis pengendali yang Anda ketahui !
Jawab :
A. Pengendali terprogram dengan pengawatan :
1) program tetap melalui pengawatan
2) program tidak tetap melalui sakelar pilih
B. Pengendali terprogram yang tersimpan dengan PLC :
1. program tersimpan yang dapat diprogram bebas melalui RAM.
2. program tersimpan yang programnya tidak dapat diubah-ubah
melalui ROM, PROM, EPROM.
1. Apa kepanjangan dari PLC? Dan apa pula artinya ?
Jawab :
Programmable

Logic

Controller, artinya

Pengontrol

yang

dapat

diprogram.
1. Apa perbedaan antara pengendali terprogram dengan pengawatan dan
pengendali yang tersimpan dengan PLC dari segi penyambungannya ?
Jawab :
Pada pengendali terprogram dengan pengawatan sambungan antar
elemen-elemennya dilakukan melalui pengawatan dengan kabel,
sedangkan pada pengendali tersimpan dengan PLC sambungan antara
elemen-elemennya dilakukan melalui program.
1. Ada berapa macam elemen dalam pengendali terprogram? Sebutkan!
Jawab :
Ada tiga macam, yaitu: elemen input, elemen proses, dan elemen
output

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

Tekn ik L isrik I nst a la si

1. Apa keuntungan menggunakan PLC ?


Jawab :
a. Pemrograman sederhana
b. Perubahan program tanpa harus merubah sistem (tidak ada
perubahan instalasi di dalamnya)
c. Lebih kecil, lebih murah dan lebih stabil dari pada hubungan sistem
kontrol relai
d. Sederhana, biaya perawatan murah
2. Perhatikan gambar berikut! Tandai dan kelompokkan setiap komponen
rangkaian, termasuk dalam elemen yang mana ?

S1

K1

K1

E le m e n
In p u t

S2

E le m e n
O u tp u t

E le m e n
P ro s e s

K1

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

H1

Tekn ik L isrik I nst a la si

Kegiatan Belajar 2
DAERAH PENGGUNAAN PLC
2.1. Tujuan Pembelajaran
Pembaca dapat:
menyebutkan jenis-jenis media kontrol dengan benar
menyebutkan daerah penggunaan pengendali terprogram dengan
pengawatan dengan benar.
menyebutkan daerah penggunaan pengendali terprogram yang
tersimpan dengan PLC dengan benar.
menjelaskan tugas-tugas pokok PLC dengan benar
2.2. DAERAH PENGGUNAAN PLC
Setiap sistem atau mesin mempunyai sebuah pengontrol. Tergantung
pada jenis teknologi yang digunakan, media kontrol dapat dibagi dalam
pengontrol pneumatik, hidrolik, listrik, dan elektronik. Seringkali, gabungan
dari teknologi yang berbeda juga digunakan. Selanjutnya, perbedaan dipilah
antara pemrograman dengan pengawatan (hard-wired programmable),
sebagai contoh: pengawatan pada mesin listrik atau komponen-komponen
elektronik) dan PLC (pemrograman kontrol logika).
Pemrograman dengan pengawatan digunakan terutama dalam hal, jika
beberapa pemrograman ulang oleh pemilik alat

selalu dilakukan

berulangkali dan jenis-jenis pekerjaan tertentu dikembangkan dengan


pengontrol khusus. Jenis penggunaan pengontrol seperti ini ditemukan di
dalam mesin cuci otomatis, video kamera, mobil-mobil.
Bagaimanapun,

jika

ukuran

pekerjaan

tidak

memerlukan

pengembangan pengontrolan secara khusus atau jika pemakai memiliki


kecakapan untuk membuat atau merubah program secara bebas, atau menset timer (pewaktu) dan counter (penghitung), maka menggunakan
pengontrol umum, dimana program ditulis ke dalam sebuah memori
elektronik, adalah pilihan yang lebih disukai. PLC menampilkan seperti
halnya pengontrol umum. Dia dapat digunakan untuk aplikasi yang berbedabeda dan melalui program disambung di dalam memori penyimpannya.
Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

Tekn ik L isrik I nst a la si

Gambar 2.1 Contoh penerapan PLC


Tugas pokok PLC meliputi membuat sambungan (menghubungkan)
sinyal-sinyal input melalui program tertentu dan jika benar, akan
disambungkan ke saluran output. Bentuk-bentuk aljabar Boolean adalah
dasar matematis untuk operasi ini, dimana diterima secara tepat dua
keadaan yang ditetapkan pada salah satu variabel: 0 atau 1. Jadi sebuah
output hanya dapat memberikan dua keadaan ini. Misalnya, sambungan
motor bagaimanapun harus dapat di-on-kan (1) atau di-off-kan (0), yaitu
melalui kontrol.
Fungsi ini telah menciptakan yang disebut PLC: Programmable Logic
Controller, yakni sifat-sifat input/output adalah sejenis dengan kontrol
elektromagnit atau kontrol katup pneumatik; hanya saja program disimpan
di dalam memori elektronik.
Bagaimanapun, tugas-tugas pada PLC mampu melipatgandakan
dengan cepat: fungsi timer dan counter, setting dan resetting memori
maupun fungsi-fungsi matematika.
Keperluan-keperluan yang harus dipenuhi oleh PLC terus melaju
sejalan dengan berkembangnya penggunaan PLC dan pengembangannya
di dalam teknologi otomasi. Sebagai contoh, yakni visualisasi keadaan

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

Tekn ik L isrik I nst a la si

mesin sebagaimana halnya program kontrol yang sedang dijalankan,


melalui layar atau monitor. Demikian halnya pengontrolan, yaitu fasilitas
untuk mengunci proses kontrol atau, untuk mencegah orang lain yang tidak
berkepentingan. Pada saat yang sama, hal tersebut menjadi sesuatu yang
sangat diperlukan untuk menyambungkan dan mengharmoniskan sistemsistem terpisah yang dikontrol dengan PLC melalui teknologi otomasi.
Dengan demikian sebuah komputer dapat melayani beberapa sistem PLC.
Jaringan beberapa PLC dengan komputer master dilakukan melalui
interfase untuk komunikasi khusus. Untuk itu beberapa PLC yang baru
dibuat kompatibel secara terbuka dengan sistem rel (bus) standar, seperti
Profibus untuk DIN 19 425. Sehingga memungkinkan penambahan
kapasitas kerja yang sangat besar pada pengembangan PLC.
Pada akhir tahun tujuhpuluhan, input dan output berbentuk biner, saat
ini diperluas dengan penambahan input dan output analog (pengukuran
gaya, setting kecepatan, sistem posisioning servo-teknik). Pada saat yang
sama, perolehan atau perbandingan nilai penentu/aktual memungkinkan
sinyal analog sebagai output dan sebagai hasilnya terwujudlah fungsi teknik
kontrol

otomatis,

daerah

yang

sangat

luas

inilah

cakupan

PLC

(Programmable Logic Controller).


PLC saat ini dipasarkan dengan fasilitas untuk diadaptasi sesuai
permintaan pasar seperti halnya keluesan untuk dimungkinkan cocok
dengan berbagai jenis aplikasi. Misalnya, PLC mini sekarang tersedia
dengan beberapa I/O, juga tersedia PLC yang lebih besar dengan 28 atau
256 I/O.
Beberapa PLC dapat diperluas dalam arti menambahkan modul/unit I/O,
analog, posisioning dan komunikasi. PLC khusus untuk keperluan teknik
penyelamatan, untuk tugas pelayaran atau pertambangan. PLC sekarang
juga dapat memproses beberapa program secara simultan (multitasking).
Akhirnya, PLC yang ada di Industri dipadukan dengan komponenkomponen otomasi yang lain. Dengan demikian di desain agar dapat
digunakan pada daerah aplikasi yang lebih luas.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

10

Tekn ik L isrik I nst a la si

Gambar 2.2 Contoh PLC CPU S5-95U Dengan internal & external I/O

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

11

Tekn ik L isrik I nst a la si

2.3. Lembar Evaluasi


Soal:
7. Sebutkan jenis-jenis media kontrol yang Anda ketahui!
8. Dimanakah pemrograman dengan pengawatan digunakan? Jelaskan!
9. Dimanakah pemrograman dengan PLC digunakan? Jelaskan!
10. Apa tugas pokok PLC?

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

12

Tekn ik L isrik I nst a la si

2.4. Lembar Jawaban


2. Sebutkan jenis-jenis media kontrol yang Anda ketahui!
Jawab:
Media kontrol dapat berupa pneumatik, hidrolik, listrik, elektronik, atau
gabungan dari beberapa media tersebut
2. Dimanakah pemrograman dengan pengawatan digunakan?
Jawab:
Pemrograman dengan pengawatan digunakan terutama dalam hal, jika
beberapa pemrograman ulang oleh pemilik alat selalu dilakukan
berulangkali dan jenis-jenis pekerjaan tertentu dikembangkan dengan
pengontrol khusus. Jenis penggunaan pengontrol seperti ini ditemukan
di dalam mesin cuci otomatis, video kamera, mobil-mobil.
3. Dimanakah pemrograman dengan PLC digunakan?
Jawab:
Pemrograma dengan PLC digunakan jika ukuran pekerjaan tidak
memerlukan pengembangan pengontrol secara khusus atau jika
pemakai memiliki kecakapan untuk membuat atau merubah program
secara bebas, atau men-set timer (pewaktu) dan counter (penghitung).
PLC dapat digunakan untuk aplikasi yang berbeda-beda dan melalui
program yang disambung di dalam memori penyimpannya.
4. Apa tugas pokok PLC?
Jawab:
Tugas pokok PLC meliputi membuat sambungan (menghubungkan)
sinyal-sinyal input melalui program tertentu dan jika benar, akan
disambungkan ke saluran output.

Kegiatan Belajar 3
MODEL/BENTUK DASAR PLC
3.1. Tujuan Pembelajaran
Pembaca dapat:
mendefinisikan istilah programmable logic controller menurut IEC 1131
dengan benar.
menyebutkan komponen-komponen dasar pada sistem kontrol dengan
benar.
menjelaskan komponen-komponen dasar PLC dengan benar.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

13

Tekn ik L isrik I nst a la si

menjelaskan modul-modul utama dalam sebuah unit pemrosesan


utama dengan benar
menyebutkan jenis-jenis sinyal input/output pada PLC dengan benar.
menyebutkan cara-cara pemrograman PLC dengan benar.
3.2. MODEL/BENTUK DASAR PLC
Istilah programmable logic controller oleh IEC 1131, Bag. 1
didefinisikan sebagai berikut:
Sebuah sistem elektronik yang dioperasikan secara digital, dirancang
untuk digunakan di lingkungan industri, menggunakan memori yang dapat
diprogram untuk menyimpan instruksi-instuksi pemakainya secara internal
seperti halnya logika, urutan (sequencing), pewaktu (timing), dan
aritmatika, guna mengontrol mesin melalui input dan output digital atau
analog dari berbagai jenis mesin atau proses. PC dan sambungan
peripheral keduanya dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dengan
mudah diintegrasikan ke dalam sistem kontrol industri dan digunakan
secara mudah di dalam semua fungsi-fungsi yang diinginkannya.
Saat ini, PLC merupakan bagian tak terpisahkan dari proses otomasi.
Gambar 3.1 berikut mengilustrasikan susunan rangkaian otomasi dengan
PLC.

Sistem

kontrol

diperlihatkan

secara

sederhana,

merupakan

penerapan PLC tanpa jaringan.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

14

Tekn ik L isrik I nst a la si

Gambar 3.1. Otomasi melalui PLC


Komponen-komponen dasar pada sistem kontrol meliputi:
Programmable logic controller (PLC)
Dengan ini, kita mengetahui modul-modul elektronik melalui semua
sistem atau fungsi-fungsi mesin yang dikontrol, dialamati dan diaktifkan
di dalam urutan logika.
Sensor-sensor
Komponen-komponen ini ditempatkan secara langsung pada sistem
mesin yang dikontrol, dan kondisi aktual dari sensor-sensor ini
dikomunikasikan melalui PLC.
Aktuator
Komponen-komponen ini ditempatkan secara langsung pada sistem
atau mesin yang dikontrol dan selanjutnya PLC akan merubah atau
mempengaruhi status maupun juga proses teknis.
PC atau Piranti Pemrograman
Ini digunakan untuk membuat program logika pada sistem atau mesin
yang dikontrol dan untuk mentransfer ke memori PLC. Pada saat yang

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

15

Tekn ik L isrik I nst a la si

sama, alat-alat pemrograman ini juga digunakan sebagai pendukung


untuk pengetesan program PLC dan perintah pada pengontrol.
Unit Display dan Kontrol
Dengan ini, Anda dapat memonitor atau mempengaruhi operasi pada
sistem atau mesin.
3.2.1. Komponen-komponen sistem Programmable Logic Controller
Sebuah PLC tidak lebih dari sebuah komputer yang didesain secara
khusus untuk tugas-tugas pengontrolan tertentu. Komponen terpenting pada
sistem kontrol adalah PLC dan programnya. Gambar 3.2 berikut
mengilustrasikan komponen-komponen sistem sebuah PLC.

Gambar 3.2. Komponen-komponen sistem PLC


PLC disambungkan ke sistem yang dikontrol melalui modul-modul input
dan output. Sistem

yang

dikontrol memberikan

sinyal-sinyal

input

(kebanyakan biner) melalui sensor-sensor ke modul-modul input. Sinyal ini


diproses di dalam sebuah unit pemrosesan utama, yaitu komponen utama
dari PLC. Untuk formulasi standar IEC, dikenal sebagai central control unit
(CCU). Spesifikasi untuk pemrosesan sinyal-sinyal didefinisikan di dalam
program PLC. Hasil pemrosesan dikeluarkan pada aktuator sistem melalui
modul output.
Jadi fungsi sebuah modul input adalah untuk mengkonversikan sinyalsinyal masukan ke dalam sinyal-sinyal yang dapat diproses oleh PLC dan
membawanya ke unit pusat kontrol. Tugas sebaliknya dilakukan oleh modul
output. Sinyal PLC ini dikonversi ke dalam sinyal-sinyal yang cocok untuk
aktuator.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

16

Tekn ik L isrik I nst a la si

Pemrosesan sinyal-sinyal aktual dilakukan di dalam CPU sesuai dengan


program yang tersimpan di dalam memori.
3.2.2. Program PLC
Program PLC terdiri dari instruksi-instruksi urutan logika. Program
kontrol disimpan di dalam penyimpan khusus, penyimpan elektronik yang
dapat dibaca, disebut penyimpan program PLC. RAM khusus
yang disuply sebuah battery digunakan selama pengembangan program,
dengan demikian isi rogram dapat diubah secara cepat.
Program PLC dapat dibuat dalam beberapa cara: melalui jenis perintah
assembler dalam statement list, dalam tingkatan yang lebih tinggi,
orientasi masalah bahasa seperti halnya kalimat terstruktur atau dalam
bentuk flow chart sebagaimana digambarkan oleh chart fungsi. Di Eropa,
penggunaan blok diagram fungsi yang didasarkan pada chart

fungsi

dengan simbol-simbol grafik untuk gerbang logika inilah yang banyak


digunakan. Di Amerika, ladder diagram adalah bahasa yang lebih disukai
oleh para penggunanya.
Setelah penugasan dan pengontrol bebas dari error-fungsi, maka
sebaiknya dilakukan pengiriman program PLC pada memori yang hanya
dapat dibaca, tanpa dapat dihapus, sebagai contoh EPROM. Jika program
dijalankan, ini akan diproses di dalam siklus secara kontinu.
3.2.3. Sinyal-sinyal input

Sinyal-sinyal input muncul pada PLC melalui sensor-sensor. Sinyalsinyal ini berisi informasi tentang status sistem yang dikontrol. Hal ini
dimungkinkan untuk sinyal-sinyal input biner, digital, dan analog.
Sebuah PLC hanya dapat menyimpan dan mengeluarkan sinyal-sinyal
listrik. Dengan alasan ini, sinyal-sinyal bukan listrik harus dikonversikan ke
dalam sinyal listrik dengan sensor-sensor. Contoh sensor: tombol tekan,
sakelar, limit switch, sensor proximity.
Sinyal-sinyal output mempengaruhi sistem yang dikontrol. Sinyal-sinyal
dapat dikeluarkan dalam bentuk sinyal biner, digital, atau analog. Sinyal
output diperkuat ke dalam sinyal-sinyal kontak melalui aktuator atau
dikonversikan ke dalam sinyal-sinyal dalam bentuk energi yang lain. Contoh
Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

17

Tekn ik L isrik I nst a la si

aktuator adalah: lampu, buzzer, bel, kontaktor, silinder dengan katup


solenoid, motor-motor stepper.
3.2.4. Hubungan Antar Modul
Tergantung pada bagaimana unit pusat kontrol dihubungkan ke modulmodul input dan output, pemisahan dapat dibuat antara PLC-PLC compact
(modul input, unit pusat kontrol dan modul output di dalam satu kemasan)
atau PLC-PLC modular (per modul).
Berikut ini gambar FXO controller dari Mitsubishi menampilkan contoh
PLC compact. (Gambar 3)
PLC-PLC modular memang disusun secara terpisah. Modul-modul
diperlukan untuk aplikasi praktis, selain daripada itu modul-modul I/O digital,
termasuk modul analog, posisioning (pengaturan posisi) dan komunikasi
dapat dimasukkan di dalam sebuah rak, dimana modul-modul secara
terpisah dapat dihubungkan melalui sebuah sistem bus/rel. Desain jenis ini
juga dikenal sebagai teknologi berantai. Dua contoh PLC modular
diperlihatkan dalam gambar di atas. Ini mewakili seri PLC modular yang
sudah terkenal oleh AEG Modicon dan seri terbaru S7-300 oleh Siemens.
Bentuk PLC card adalah jenis khusus dari PLC modular, dikembangkan
hingga beberapa tahun terakhir. Dengan jenis ini, nomor pada modul-modul
PCB secara terpisah distandarkan kemasannya. Festo FPC 405 adalah
contoh dari desain jenis ini.

Gambar 3.3. PLC Compact (Mitsubishi FXO), PLC Modular


Siemens s7-300), PLC Plug-in Cards (Festo FPC 405)
Bentuk hardware PLC harus dibuat sedemikian rupa sehingga PLC dapat
bertahan dalam lingkungan industri seperti halnya tingkatan sinyal, panas,
kelembaban, fluktuasi arus sumber listrik, dan pengaruh-pegaruh mekanik.
Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

18

Tekn ik L isrik I nst a la si

3.2.5. Pengisolasian
Sinyal-sinyal sensor/aktuator dan PLC diisolasi secara listrik melalui sebuah
optocoupler. Unit pemrosesan utama dipisahkan dari rangkaian luar seperti sensorsensor dan aktuator. Interferensi (pencampuran) rangkaian ini bagaimanapun tidak
membahayakan pengontrol. Gambar 3.4 berikut menujukan pengisolasian sinyal
input dan output pada modul input dan output.
BUS

CPU
+9V
Data
GND

1L+
M

GND

Modul Input

Modul Output
Optocoupler

Gambar 3.4 Skema dasar pengisolasian modul input / output


Secara lengkap sinyal input melalui proses yang digambarkan dalam
blok digram berikut (gambar 3.5).
Sinyal
Input

Deteksi
Kesalahan
Tegangan

Sinyal
Tunda

Optocoupler

Sinyal
keUnit
kontrol

Gambar 3.5 Blok Diagram pada Modul Input


Sedangkan dalam hal modul-modul output melalui proses seperti
digambarkan dalam gambar blok diagram 3.6 berikut

S in y a l
d a ri
U n it K o n t r o l

O p t o k o p le r
Peng uat

Pem a ntau
R a n g k a ia n
H u b u n g s in g k a t

S in y a l
O utp ut

Gambar 3.6. Blok Diagram Modul Output

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

19

Tekn ik L isrik I nst a la si

3.3. Lembar Evaluasi


Soal:
11. Bagaimanakah definisi PLC menurut IEC 1131?
12. Sebutkan komponen-komponen dasar pada sistem kontrol!
13. Sebutkan komponen-komponen dasar dari PLC!
14. Sebutkan jenis-jenis sinyal input!
15. Ada berapa cara pemrograman PLC?
16. Bagaimana

pengisolasian

listrik

dilakukan

antara

sinyal-sinyal

sensor/aktuator dan PLC?

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

20

Tekn ik L isrik I nst a la si

3.4. Lembar Jawaban


3. Bagaimanakah definisi PLC menurut IEC 1131 ?
Jawab:
Definisi programmable logic controller menurut IEC 1131, adalah
Sebuah sistem elektronik yang dioperasikan secara digital, dirancang
untuk digunakan di lingkungan industri, menggunakan memori yang
dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instuksi pemakainya secara
internal seperti halnya logika, urutan (sequencing), pewaktu (timing),
dan aritmatika, mengontrol melalui input dan output digital dan analog
berbagai jenis mesin atau proses. PC dan sambungan peripheral
keduanya dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah
diintegrasikan ke dalam sistem kontrol industri dan digunakan secara
mudah di dalam semua fungsi-fungsi yang diinginkannya.
5. Sebutkan komponen-komponen dasar pada sistem kontrol
Jawab:
Komponen-komponen dasar pada sistem kontrol adalah:
Progrmmable logic controller
Sensor-sensor
Aktuator
PC atau Piranti pemrograman
Unit-unit display dan kontrol
6. Sebutkan komponen-komponen dasar dari PLC!
Jawab:
Komponen-komponen dasar PLC adalah:

Unit pemrosesan utama, dahulu (unit pusat kontrol)

Modul-modul input

Modul-modul output

Penyimpan program

Program PLC

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

21

Tekn ik L isrik I nst a la si

7. Sebutkan jenis-jenis sinyal input!


Jawab:
Jenis-jenis sinyal input adalah:
Sinyal biner
Sinyal digital
Sinyal analog
8. Ada berapa cara pemrograman PLC?
Jawab:
Program PLC dapat dibuat dengan cara:
Statement list (STL) atau AWL, daftar program
Control System Flowchart (CSF) atau FUP, chart fungsi dengan
simbol-simbol gerbang logika
Ladder diagram (LD)
9. Bagaimana pengisolasian listrik dilakukan antara sinyal-sinyal
sensor/aktuator dan PLC?
Jawab:
Sinyal-sinyal sensor/aktuator dan PLC diisolasi secara listrik melalui
sebuah

optocoupler.

Unit

pemrosesan

utama

dipisahkan

dari

rangkaian luar seperti sensor-sensor dan aktuator. Interferensi


(pencampuran) rangkaian ini bagaimanapun tidak membahayakan
pengontrol.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

22

Tekn ik L isrik I nst a la si

Kegiatan Belajar 4
STRUKTUR PLC
4.1. Tujuan Pembelajaran
Pembaca dapat:
menjelaskan bagian-bagian dalam sistem komputer dengan benar
menggambarkan bentuk dasar sebuah mikrokomputer dengan benar
4.2. STRUKTUR PLC
Dengan sistem komputer, perbedaan secara umum adalah terletak
pada hardware (perangkat keras), firmware (perangkat tetap), dan
software (perangkat lunak). Tetapi secara prinsip pokok PLC menggunakan
struktur yang sama dengan komputer mikro. Gambar 4.1 menggambarkan
struktur dasar sebuah komputer mikro.
Hardware terdiri dari piranti teknologi aktual, seperti PCB (printed circuit
boards), modul-modul terintegrasi, kabel-kabel, batery, kotak rumah, dll.

Gambar 4.1. Bentuk dasar sebuah komputer mikro


Firmware adalah bagian dari software, dimana secara permanen
dipasang dan disediakan oleh pabrik pembuat PLC. Ini termasuk sistem
dasar rutin, digunakan untuk starting processor setelah power dihidupkan.
Disamping itu, ada sistem operasi dalam kasus PLC, dimana secara umum

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

23

Tekn ik L isrik I nst a la si

disimpan di dalam ROM (Read Only Memory) yaitu sebuah penyimpan yang
hanya dapat dibaca atau didalam EPROM (Eraseable Program Read Only
Memory) dengan media penyimpan ini program lama dapat dimungkinkan
untuk dihapus dengan sinar ultraviolet.
Software digunakan untuk memprogram PLC, ditulis oleh pemakai
PLC. Program biasanya dipasang didalam RAM, random access memory,
dimana program secara mudah dapat dimodifikasi.
Hardware PLC seperti pada kebanyakan sistem mikro komputer
sekarang berdasarkan pada sistem bus. Sebuah sistem bus adalah
sejumlah jalur listrik dibagi ke dalam addres, data, dan jalur kontrol. Jalur
address digunakan untuk memilih address pada sambungan bus dan jalur
data untuk mengirim informasi yang diperlukan. Jalur kontrol diperlukan
untuk mengaktifkan bus yang benar juga sebagai transmitter atau pengirim
(sender). Kebanyakan bus yang disambungkan ke sistem bus adalah
microprocessor dan memori. Memori dapat dibagi ke dalam memori untuk
firmware dan memori untuk program dan data. Tergantung pada struktur
PLC, modul-modul input dan output dihubungkan ke common bus tunggal
atau dengan bantuan interface bus ke bus I/O eksternal. Teristimewa
dalam hal sistem PLC modular yang lebih panjang, bus I/O eksternal biasa
digunakan.
Akhirnya, hubungan/sambungan diperlukan untuk piranti pemrograman
atau PLC, sekarang lebih banyak dalam bentuk interface serial. Gambar 4.2
dibawah memperlihatkan salah satu bentuk contoh PLC.

Gambar 4.2. Programmable Logic Controller Festo FPC 101

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

24

Tekn ik L isrik I nst a la si

4.3. Lembar Evaluasi


Soal:
1. Sebutkan letak perbedaan sistem komputer dengan PLC! dan jelaskan!
2. Gambarkan blok diagram bentuk dasar dari sebuah mikrokomputer !
4.4. Lembar Jawaban
1. Sebutkan letak perbedaan sistem komputer dengan PLC! dan jelaskan!
Jawab:
Letak perbedaan koputer dengan PLC yaitu: hardware, firmware, dan
software. Hardware terdiri dari piranti teknologi aktual, seperti PCB,
kabel, modul terintegrasi, batery, kotak rumah, dll. Firmware adalah
bagian dari software, termasuk sistim rutin untuk menjalankan prosesor
setelah komputer dihidupkan. Software untuk memprogram PLC, ditulis
oleh pemakai PLC, biasanya dipasang di dalam RAM.
2. Gambarkan blok diagram bentuk dasar dari sebuah mikrokomputer !
Jawab:

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

25

Tekn ik L isrik I nst a la si

Kegiatan Belajar 5
UNIT PUSAT KONTROL PADA PLC
5.1. Tujuan Pembelajaran
Pembaca dapat:
menggambarkan bentuk dasar sebuah mikroprosesor sederhana
dengan benar
menjelaskan cara kerja sebuah mikroprosesor dengan benar
menjelaskan siklus instruksi di dalam unit kontrol pusat dengan benar
5.2. UNIT PUSAT KONTROL PADA PLC
Pada prinsipnya, unit pusat kontrol PLC terdiri dari sebuah
mikrokomputer. Sistem pengoperasian PLC seperti halnya komputer pada
umumnya, dioptimalkan secara khusus untuk tugas teknologi kontrol.
5.2.1. Bentuk Unit Pusat Kontrol
Gambar

berikut

mengilustrasikan

versi

sederhana

dari

mikroprosessor yang menampilkan inti dari mikrokomputer.

Gambar 5.1 Blok Diagram Mikroprosessor


Sebuah mikroprosesor terdiri dari unit aritmetik utama, unit kontrol,
dan beberapa bilangan pada unit-unit memori internal, yang disebut
register.
Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

26

Tekn ik L isrik I nst a la si

Arithmetic unit (ALU: rithmetic logic unit) terdiri dari dua atau lebih
accumulator dan berfungsi menjalankan operasi aritmatik dan logika
dengan data yang dikirim.

Hasil
Informasi

Proses informasi
dalam ACCU1 dan ACCU2

Masukan
informasi

Gambar 5.2 Blok Diagram Operasi dari Arithmetic unit


Accumulator adalah register khusus yang ditugaskan secara
langsung ke ALU. Hal ini menyimpan kedua data untuk diproses sebagai
hasil operasi. Desain accumulator biasanya terdiri dari 1 wort ( = 2 byte =
16 bit) atau untuk prosesor yang lebih tinggi memiliki accumulator yang
terdiri dari 2 wort (=32 bit).
ACCU 2

ACCU 1
15

High byte

15

8 7
High byte

Low byte

0
Low byte

Gambar 5.3 Desain Accumulator (1 wort)


Instruction register menyimpan perintah yang dipanggil dari memori
program hingga hal ini dikode dan dijalankan.
Perintah (command) terdiri dari sebuah bagian operasi dan bagian
alamat.

Bagian

operasi

menandakan

operasi

logika

yang

dikeluarkan/dijalankan. Bagian alamat mendefinisikan operan (sinyal-sinyal


input, flag, dll), dengan mana operasi logika dijalankan.
Program counter adalah register, yang berisi alamat-alamat pada
perintah berikutnya untuk diproses.
Control unit mengatur dan mengontrol urutan logika masuk pada
operasi yang diperlukan untuk menjalankan perintah.
5.2.2. Siklus Instruksi Di dalam Unit Kontrol Pusat
Sekarang sistem mikrokomputer konvensional beroperasi menurut
apa yang disebut prinsip von-Neumann. Aturan prinsip ini, komputer
memproses program baris demi baris. Dalam istilah sederhana, Anda
Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

27

Tekn ik L isrik I nst a la si

dapat mengatakan bahwa setiap baris program pada program pemakai


PLC di proses dalam urutan.
Hal ini diterapkan secara menyeluruh tanpa melihat bahasa program
yang digunakan, dimana program PLC ditulis, baik dalam bentuk program
teks (statement list) atau program gambar (ladder diagram, sequential
function chart). Karena variasi bentuk-bentuk pada penggambaran ini
selalu berakibat dalam urutan baris program di dalam komputer, mereka
setelah itu diproses satu setelah yang lain.
Pada prinsipnya, baris program, yaitu perintah secara umum,
diproses dalam dua tahap:
Penarikan perintah dari memori program
Menjalankan perintah
Isi program counter ditransfer ke bus alamat. Unit kontrol lalu
menyebabkan perintah pada alamat tertentu di dalam memori program,
akan dikirim ke bus data. Dari sana, perintah dibaca ke instruction
register. Pertama kali perintah telah dikode, unit kontrol membangkitkan
urutan pada sinyal-sinyal untuk dijalankan.
Selama menjalankan program, perintah-perintah ditarik di dalam
urutan. Mekanisme yang mengatur urutan ini sangatlah diperlukan. Tugas
ini dilakukan oleh penambah sederhana, seperti fasilitas penambah
langkah di dalam program counter.

Gambar 5.4. Urutan Perintah

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

28

Tekn ik L isrik I nst a la si

5.3. Lembar Evaluasi


Soal:
3. Lengkapilah gambar blok mikroprosesor di bawah ini !

4. Apakah tugas unit kontrol di dalam sebuah mikroprosesor ?


5. Sebuah baris program akan diproses dalam berapa tahap ? Sebutkan !
6. Lengkapilah bagan urutan perintah berikut ini !

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

29

Tekn ik L isrik I nst a la si

5.4. Lembar Jawaban


1. Lengkapilah gambar blok mikroprosesor di bawah ini !
Jawab:

2. Apakah tugas unit kontrol di dalam sebuah mikroprosesor ?


Jawab:
Tugas unit kontrol dalam sebuah mikroprosesor adalah mengatur dan
mengontrol urutan logika masuk pada operasi untuk menjalankan
perintah
3. Sebuah baris program akan diproses dalam berapa tahap ? Sebutkan !
Jawab:
Dua tahap, yaitu:
Penarikan perintah dari memori program
Menjalankan perintah
4. Lengkapilah bagan urutan perintah berikut ini!

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

30

Tekn ik L isrik I nst a la si

Kegiatan Belajar 6
Mode Fungsi Pada PLC
6.1. Tujuan Pembelajaran
Pembaca dapat:
menjelaskan urutan pemrosesan data secara konvensional dengan benar
menjelaskan karakteristik siklus pemrosesan dengan benar
menjelaskan konsekuensi pemrosesan siklus menggunakan proses bayangan
dengan benar

6.2. Mode Fungsi Pada PLC


6.2.1. Struktur pemrosesan informasi
Pemrosesan informasi pada manusia maupun pemrosesan informasi
pada sistem otomatisasi dibagi dalam tiga tahapan yaitu: masukan data ,
pengolahan data/penyipanan data dan keluaran data.
Masukan data adalah informasi yang diambil dari keadaan sebuah
sistem.
Pengolahan data dan penyipanan data disini data yang telah diambi dari
masukan data atau informasi yang telah tersimpan diproses/dikerjakan.
Hasil dari proses selain disimpan dalam memori dapat pula dikeluarkan
sebagai output data.
Keluaran data adalah informasi dari hasil pemrosesan yang dikeluakan
untuk sistem.
Blok diagram berikut ini mengilustrsikan urutan pemrosesan informasi
pada manusia maupun pada sistem otomatisasi.

Masukan data

Pemrosesan//
Penyimpanan
(memori)

Keluaran data

Gambar 6.1 Blok diagram Pemrosesan informasi pada otomatisasi

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

31

Tekn ik L isrik I nst a la si

Mendengar
Melihat
Mencium
Merasakan
Meraba

Pemrosesan/
Penyimpanan
(memori)

Berbicara
Bergerak
Bertindak

Gambar 6.2 Blok diagram Pemrosesan informasi pada manusia


Pada pemrosesan informasi dalam otomatisasi, informasi yang akan
dikerjakan diambil melalui modul masukan (input) sebagai sumber.
Informasi yang telah diterima dikerjakan dalam prosesor dengan bantuan
program yang telah tersimpan. Hasil pemrosesan dikeluarkan ke modul
output melalui sinyal sebagai pembawa invormasi.
6.2.2. Pemrosesan Program (Exsekusi Program)
Program PLC secara kontinyu di prosses di dalam siklus. Exsekusi
program PLC oleh CPU ini dipilih melalui penghitung alamat, dimana pada
masing-masing alamat terdapat baris memori yang didalamnya tertulis
instruksi

Mengambil kondisi
sinyal input

Eksekusi
Program PLC
Instruksi 1

Proses
Siklus

Instruksi 2
Instruksi 3

Kondisi dari tabe


proses bayangan
input (PII) diperbarui

Program PLC
di eksekusi baris
demi baris instruksi.
Pada pertanyaan
kondisi sinyal input
dapat diakses melalui
tabel proses
bayangan input (PII)

Insttruksi terakir

Mengeluarkanl kondisi
sinyal ke output

Kondisi aktual
tabe proses
bayangan output
(PIQ) dikeluarkan
ke output

Gambar 6.3 Siklus pemrosesan program PLC


Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

32

Tekn ik L isrik I nst a la si

Karakteristik siklus pemrosesan adalah:


Segera setelah program dijalankan pertama kali hingga baris
program terakir secara otomatis melompat kembali ke bagian awal
serangkaian proses ini disebut satu siklus dan pemrosesan diulangi
lagi. (Gambar 3)
Pada permulaan siklus, status pada input-input disimpan di dalam
tabel proses bayangan.input. Proses bayangan input ini menyediakan
area memori tersendiri di RAM-memori dalam unit pusat kontrol
(CPU). Selama siklus status input dalam tabel bayangan hingga
siklus berakhir tetap konstan walaupun secara fisik input telah
diubah.
Eksekusi program dilaksanakan mulai dari baris instruksi pada
alamat terendah, kemudian penghitung alamat menambahkan 1
sehinga baris instruksi berikutnya dipidahkan ke prosessor untuk di
kerjakan (di exsekusi).
Serupa dengan input, output-output tidak dengan segera ter-set atau
reset selama siklus, tetapi status disimpan dengan segera didalam
proses ke tabel bayangan output. Hanya pada akhir siklus semua
output secara fisik disambungkan sesuai dengan status logika yang
tersimpan di dalam tabel bayangan output (PIQ) ke output
.
Pemrosesan pada baris program melalui unit pusat kontrol PLC
memerlukan waktu dimana tergantung pada PLC dan operasinya yang
berkisar antara beberapa mikro detik sampai beberapa mili detik.
Waktu yang diperlukan oleh PLC untuk sekali menjalankan program
termasuk di dalamnya mewujudkan dan mengeluarkan proses bayangan,
diistilahkan dengan waktu siklus. Untuk program yang lebih panjang,
masing-masing PLC memembutuhkan untuk memproses baris program
dalam siklus yang lebih panjang pula. Periode waktu yang sesungguhnya
untuk hal ini berkisar antara mendekati 1 dan 100 mili detik.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

33

Tekn ik L isrik I nst a la si

Konsekuensi pemrosesan program PLC secara siklus dengan


menggunakan proses bayangan sebagai berikut:
Sinyal input yang lebih pendek dari waktu siklus kemungkinan tidak
akan disimpan.
Dalam hal yang sama, ada kemungkinan tertundanya waktu pada
dua siklus antara terjadinya sebuah sinyal input dan munculnya
reaksi pada output untuk sinyal ini.
Semenjak perintah diproses secara urut, urutan perilaku spesifik
pada program PLC menjadi sesuatu yang sangat penting.
Dengan beberapa aplikasi hal ini adalah penting untuk input-input atau
output-output yang akan diakses secara langsung selama siklus. Jenis ini
pada pemrosesan program, pemendekan jalur pada proses bayangan,
bagaimanapun juga didukung oleh beberapa sistem PLC.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

34

Tekn ik L isrik I nst a la si

6.3. Lembar Evaluasi


Soal:
7. Lengkapilah gambar blok urutan pemrosesan program di bawah ini !

Proses
Siklus

Insttruksi terakir

8. Jelaskan karakteristik siklus pemrosesan !


9. Jelaskan konsekuensi pemrosesan program PLC secara siklus dengan
menggunakan proses bayangan !

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

35

Tekn ik L isrik I nst a la si

6.4. Lembar Jawaban


Soal:
1. Lengkapilah gambar blok urutan pemrosesan program di bawah ini !

Mengambil kondisi
sinyal input

Eksekusi
Program PLC
Proses
Siklus

Instruksi 1
Instruksi 2
Instruksi 3

Kondisi dari tabe


proses bayangan
input (PII) diperbarui

Program PLC
di eksekusi baris
demi baris instruksi.
Pada pertanyaan
kondisi sinyal input
dapat diakses melalui
tabel proses
bayangan input (PII)

Insttruksi terakir

Mengeluarkanl kondisi
sinyal ke output

Kondisi aktual
tabe proses
bayangan output
(PIQ) dikeluarkan
ke output

2. Jelaskan karakteristik siklus pemrosesan !


Jawab:
Karakteristik siklus pemrosesan adalah:
Segera setelah program dijalankan pertama kali, secara otomatis
melompat kembali ke bagian awal dan pemrosesan diulangi lagi.
Diutamakan baris program pertama yang akan diproses, yakni pada
permulaan siklus, status pada input-input disimpan di dalam tabel
bayangan. Proses bayangan memisahkan area memori selama
siklus. Status pada input hingga siklus berakhir tetap konstan
walaupun secara fisik hal ini telah diubah.
Serupa dengan input, output-output tidak dengan segera ter-set
atau reset selama siklus, tetapi status disimpan dengan segera di
dalam proses output bayangan. Hanya pada akhir siklus semua

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

36

Tekn ik L isrik I nst a la si

output secara fisik disambungkan sesuai dengan status logika yang


tersimpan di dalam memori.
3. Jelaskan konsekuensi pemrosesan program PLC secara siklus dengan
menggunakan proses bayangan !
Jawab:
Sinyal input yang lebih pendek dari waktu siklus kemungkinan tidak
akan disimpan.
Dalam hal yang sama, ada kemungkinan tertundanya waktu pada
dua siklus antara terjadinya sebuah sinyal input dan munculnya
reaksi pada output untuk sinyal ini.
Semenjak perintah diproses secara urut, urutan perilaku spesifik
pada program PLC menjadi sesuatu yang sangat penting.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

37

Tekn ik L isrik I nst a la si

Kegiatan Belajar 7
Piranti Pemrograman/Personal Computer (PC)
6.5. Tujuan Pembelajaran
Pembaca dapat:

menjelaskan tugas alat pemrograman dan diagnostik yang mendukung aplikasi PLC
dengan benar

menyebutkan bagian pembentukan fungsi-fungsi sistem software yang pokok pada


alat pemrograman dan diagnostik PLC dengan benar

menjelaskan tugas dari setiap bagian pembentukan fungsi sistem software pokok
dengan benar

6.6. Piranti Pemrograman/Personal Computer (PC)


Setiap PLC mempunyai alat pemrograman dan diagnostik untuk
mendukung aplikasi PLC.
Pemrograman (programming)
Ujicoba (testing)
Penggabungan/pengintegrasian (commissioning)
Pencarian kesalahan (fault finding)
Dokumentasi program (program documentation)
Penyimpan program (program storage)
Alat-alat pemrograman dan diagnostik ini dapat pula dalam bentuk
yang lebih khusus berupa piranti pemrograman atau personal komputer
lengkap dengan software-nya. Sekarang, yang lebih mutakhir kebanyakan
lebih disukai piranti yang bervariasi, semenjak kapasitas PC modern
menjadi sangat besar, dikombinasi dengan keunggulan komparatif berupa
rendahnya biaya awal dan fleksibilitas yang tinggi.
Juga tersedia dan dikembangkan apa yang disebut pemrogram
dengan tangan untuk sistem kontrol mini dan untuk maksud perawatan.
Dengan penambahan fungsi pada PC LapTop, yakni portabel, PC

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

38

Tekn ik L isrik I nst a la si

beroperasi dengan batery, kepentingan terhadap pemrogram dengan


tangan terus menurun.
Bagian Pembentukan Fungsi-fungsi Sistem Software Pokok
pada Alat Pemrograman dan Diagnosa
Software-software pemrograman yang mengacu pada IEC 1131-1 harus
menyediakan bagi pengguna dalam bentuk urutan fungsi-fungsi. Karena
itu software pemrograman harus memuat modul-modul software untuk:
Input Program
Pembuatan dan pemodifikasian program dalam salah satu bahasa
pemrograman melalui PLC
Test Kalimat
Pengecekan program masukan dan data masukan untuk keakuratan
kalimat, dengan demikian memperkecil input dari kesalahan program
Penerjemah(Assembler)
Penerjemahan program masukan ke dalam program yang dapat
dibaca dan diproses oleh PC, yakni pada umumnya dengan kode
mesin yang berkait dengan PC
Sambungan antara PLC dan PC
Sambungan/rangkaian data ini menyebabkan terjadinya pemanggilan
program ke PLC dan memungkinkan pelaksanaan test fungsi-fungsi.
Test Fungsi-fungsi
Mensupport pengguna selama penulisan dan pembatasan kesalahan
dan pengecekan program pengguna melalui
Cek status pada output dan input, timer, counter, dll
Pengetesan urutan program dalam arti pada operasi step
tunggal, perintah STOP, dll
Simulasi dalam arti pengesetan manual pada input/output,
pengesetan konstanta, dll.
Tampilan Status Sistem Kontrol
Informasi yang dikeluarkan mengenai mesin, proses dan status pada
sistem PLC
Tampilan status pada sinyal-sinyal input/output

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

39

Tekn ik L isrik I nst a la si

Tampilan/perekaman perubahan status di dalam sinyal-sinyal


eksternal dan data internal
Pemantauan pada waktu pelaksanaan/eksekusi
Ukuran waktu sesungguhnya pada pelaksanaan program
Dokumentasi
Penggambaran

yang

menjelaskan

sistem

PLC

dan

program

pengguna. Terdiri dari:


Penjelasan konfigurasi hardware
Printout dari program pengguna lengkap dengan data dan
pengenal untuk sinyal-sinyal dan komentar
Daftar

referensi-silang

untuk

semua

data

terproses

sebagaimana halnya input-input, output, timer, dll


Penjelasan modifikasi
Pengarsipan Program Pengguna
Pengamanan pogram pengguna dalam memori yang tidak mudah
hilang/berubah seperti halnya EPROM, dll.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

40

Tekn ik L isrik I nst a la si

6.7. Lembar Evaluasi


Soal:
10. Jelaskan apa saja yang menjadi tugas sebuah alat pemrograman dan
diagnostik pada PLC ?
11. Sebutkan bagian pembentukan fungsi-fungsi sistem software yang
pokok dari alat pemrograman dan diagnostik pada PLC !
3. Apa tugas fungsi penerjemah dan fungsi tampilan status sistem kontrol
pada sistem software alat pemrograman dan diagnostik ?

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

41

Tekn ik L isrik I nst a la si

6.8. Lembar Jawaban


1. Jelaskan apa saja yang menjadi tugas sebuah alat pemrograman dan
diagnostik pada PLC !
Jawab:
Tugas utama sebuah modul output adalah:
Pemrograman

Pencarikesalahan

Ujicoba

Dokumentasi program

Penugasan
Penyimpan program
2. Sebutkan bagian pembentukan fungsi-fungsi sistem software pokok
dari alat pemrograman dan diagnostik pada PLC !
Jawab:
Input program
Test kalimat
Penerjemah
Sambungan antara PLC dan PC
Fungsi-fungsi test
Tampilan status sistem kontrol
Dokumentasi
Pengarsipan program pengguna
3. Apa tugas fungsi penerjemah dan fungsi tampilan status sistem kontrol
pada sistem software alat pemrograman dan diagnostik ?
Jawab:
Tugas penerjemah: menerjemahkan program input ke dalam program
yang dapat dibaca dan diproses oleh PC, biasanya dalam kode mesin.
Tugas

tampilan

status

sistem

kontrol:

menampilkan

informasi

berkenaan dengan mesin, proses dan status pada sistem PLC,


meliputi:
Tampilan status pada sinyal-sinyal input/output
Tampilan/perekaman perubahan status di dalam sinyal-sinyal
internal dan data internal
Pemantauan pada waktu pelaksanaan
Ukuran waktu sesungguhnya pada pelaksanaan program

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

42

Tekn ik L isrik I nst a la si

Kegiatan Belajar 8
Bahasa Pemrograman
6.9. Tujuan Pembelajaran
Pembaca dapat:
menyebutkan jenis-jenis bahasa pemrograman dengan benar
menjelaskan bahasa pemrograman ladder diagram (LD) dengan benar
menjelaskan bahasa pemrograman diagram blok fungsi (FBD) dengan benar
menjelaskan bahasa pemrograman daftar instruksi (IL) dengan benar
menjelaskan bahasa pemrograman teks terstruktur (ST) dengan benar
menjelaskan bahasa pemrograman urutan chart fungsi (SFC) dengan benar

6.10. BAHASA PEMROGRAMAN


IEC1131-3 menetapkan lima bahasa pemrograman:

Ladder Diagram (LAD)

Diagram Blok Fungsi (Function Block Diagram/FBD)

Daftar Instruksi (Statement List /STL)

Teks Terstruktur (Structured Text/ST)

Urutan Chart Fungsi (Sequential Function Chart/SFC)

Meskipun secara fungsi dan struktur dari bahasa-bahasa ini sangat


berbeda, mereka dikategorikan sebagai satu keluarga bahasa oleh IEC
1131-3

dengan

pelengkapan elemen-elemen

struktur (pernyataan

variabel, bagian-bagian organisasi seperti halnya fungsi dan blok fungsi,


dll) dan elemen-elemen konfigurasi. Dari kelima bahasa program diatas
yang sering digunakan adalah: Ladder Diagram (LAD), Diagram Blok
Fungsi (Function Block Diagram/FBD) dan Daftar Instruksi (Statement
List /STL)
Bahasa-bahasa dapat dikombinasi dalam banyak hal di dalam
sebuah proyek PLC. Ketentuan telah dibuat untuk pengembangan lebih
lanjut, (sebagaimana prinsip blok fungsi atau bahasa teks terstruktur)
disamping detail informasi teknologi yang diperlukan (jenis data, dll) telah

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

43

Tekn ik L isrik I nst a la si

pula digabungkan. Elemen-elemen bahasa dikembangkan dengan


bantuan proses permesinan yang rumit dalam produksi katup.
Untuk penjelasan masing-masing bahasa program diilustrasikan
dengan permasalahan sederhana sebagai berikut: Dua sensor digunakan
untuk menetapkan apakah lobang bor benda kerja ditempatkan secara
benar pada posisi mesin. Jika katup yang akan dikerjakan adalah dari
jenis A atau jenis B hal ini diset melalui sakelar pilih 2 posisi silinder
bergerak ke luar dan menekan lengan katup ke dalam lobang bor.
6.2.3. Ladder Diagram
Ladder diagram adalah sebuah bahasa pemrograman gambar
diturunkan dari diagram rangkaian pengawatan kontrol relai secara
langsung. Ladder diagram terdiri dari susunan kontak-kontak yang
disusun dari sebelah kiri ke kanan pada diagram; kontak-kontak ini
disambungkan ke elemen-elemen pensakelaran (kontak NO/NC) melalui
jalur arus dan elemen koil.

Gambar 8.1. Contoh Bahasa Ladder Diagram


6.2.4. Diagram Blok Fungsi (Function Block Diagram/FBD)
Dalam diagram blok fungsi, fungsi-fungsi dan blok fungsi
digambarkan secara grafik dan dihubungkan ke dalam jaringan. Diagram
blok fungsi berasal dari diagram logika untuk desain rangkaian-rangkaian
elektronik.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

44

Tekn ik L isrik I nst a la si

>= 1
&

Gambar 8.2. Contoh Bahasa Diagram Blok Fungsi

6.2.5. Daftar Instruksi (Instruction List/IL)


Daftar kalimat (statement list) adalah sebuah bahasa kalimat jenis
assembler bercirikan model mesin sederhana (prosesor hanya dengan
satu register). Daftar instruksi difromulasikan dari instruksi kontrol yang
berisi sebuah operator (pengerja) dan sebuah operand (yang dikerjakan).
Berikut ini Contoh Bahasa Daftar Instruksi
LD

Benda_typeA

OR

Benda_typeB

AND Benda_ada
AND Bor_oke
=

Lengan_masuk

Berkenaan dengan filosofi bahasa, ladder diagram, diagram blok


fungsi

dan

daftar

menggunakannya
bagaiamanapun

instruksi
dengan

dibatasi

telah

PLC

ditetapkan

saat

untuk

ini.

bagaimana

Bahasa-bahasa

fungsi-fungsi

dasar

cara
ini

dengan

memperhatikan elemen-elemennya. Perbedaan diantaranya dikarenakan


oleh

pabrik

pembuatnya.

Keunggulan

bahasa-bahasa

ini

tetap

dipertahankan terutama dalam penggunaan fungsi-fungsi dan blok-blok


fungsi.

6.2.6. Teks Terstruktur (Structured Text/ST)


Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

45

Tekn ik L isrik I nst a la si

Teks terstruktur adalah bahasa tingkat-tinggi yang berbasis Pascal,


terdiri dari ekspresi-ekspresi dan instruksi-instruksi. Instruksi-instruksi
secara pokok dapat dikategorikan menjadi:

Instruksi-instruksi pilihan seperti: IF, THEN, ELSE, dll.

Instruksi-instruksi pengulangan seperti: FOR, WHILE, dll dan

Blok fungsi harapan/hasil.

Berikut merupakan contoh bahasa teks terstruktur


Lengan_masuk = (Benda_typeA OR Benda_typeB) AND Benda_ada
AND Bor_oke;
Teks terstruktur memungkinkan aplikasi yang banyak, melebihi
fungsi teknologi secara murni, seperti problem-problem algoritma (kontrol
algoritma tingkat tinggi) dan penanganan data (analisa data maupun
pemrosesan struktur data yang kompleks).
6.2.7. Chart fungsi urutan (Sequential Function Chart/SFC)
Chart fungsi urutan adalah resource bahasa untuk penstrukturan
program-program kontrol berorientasi urutan.
Elemen-elemen dari chart fungsi urutan adalah langkah-langkah
(step),

pemindahan-pemindahan

(transisi),

cabang

alternatif

dan

pencabangan paralel.
Setiap step menampilkan status pemrosesan dari program kontrol,
mana yang aktif dan tidak aktif. Step terdiri dari aksi-aksi yang maupun
transisi yang diformulasikan dalam bahasa-bahasa standart IEC 1131-3.
Setiap

aksi

dapat

juga

terdiri

dari

struktur-struktur

berurutan.

Keistimewaan ini memungkinkan tingkatan struktur dari program kontrol.


Chart fungsi urutan merupakan sebuah alat yang unggul untuk desain
dan penstrukturan program kontrol.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

46

Tekn ik L isrik I nst a la si

6.11. Lembar Evaluasi


Soal:
12. Ada berapa jenis bahasa pemrograman PLC menurut IEC 1131-3?
Sebutkan !
13. Perhatikan gambar diagram rangkaian berikut !
Buatkan program kontrolnya
menggunakan bahasa:
a) LD
b) FBD
c) IL
d) ST

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

47

Tekn ik L isrik I nst a la si

6.12. Lembar Jawaban


3. Ada berapa jenis bahasa pemrograman PLC menurut IEC 1131-3?
Sebutkan !
Jawab:
Ada 5 jenis, yaitu: ladder diagram (LD), function block diagram (FBD),
instruction list (IL), structured text (ST), dan sequential function chart
(SFC).
4. Perhatikan gambar diagram rangkaian berikut !
Buatkan program
kontrolnya menggunakan
bahasa:
a) LD
b) FBD
c) IL
d) ST

Jawab:
a)

b)

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

48

Tekn ik L isrik I nst a la si

c)
LD

Tombol_start

OR

Lampu_nyala

ANDN Tombol_stop
=

Lampu_nyala

d)
Lampu_nyala := (Tombol_start OR Lampu_nyala) ANDN Tombol_stop;

Kegiatan Belajar 9
Fungsi-fungsi Logika Dasar
9.1.

Tujuan Pembelajaran
Pembaca dapat:
menjelaskan rangkaian fungsi NOT
menjelaskan rangkaian fungsi AND
menjelaskan rangkaian fungsi OR
menjelaskan rangkaian dasar gabungan

9.2. Fungsi-fungsi Logika Dasar


Semua komputer dan PLC beroperasi menggunakan sistem bilangan
berbasis 2. Ini juga diterapkan untuk sistem bilangan oktal (2 3) dan sistem
bilangan heksadesimal (24). Secara terpisah variabel dapat dianggap
hanya mempunyai 2 nilai,yaitu 0 atau 1. Algoritma khusus telah
dikenalkan untuk dapat menghubungkan variabel-variabel ini disebut
aljabar boolean. Hal ini dapat digambarkan secara lebih jelas dengan
kerja kontak listrik (diagram lintasan arus).
9.2.1. Fungsi NOT/Negasi (Pembalikan)
Diagram lintasan arus logika NOT
Sebuah tombol tekan diperlihatkan dengan kontak normally closed (NC).
Ketika tombol ini tidak teraktuasi (ditekan), lampu H1 menyala,
sebaliknya dalam kondisi teraktuasi, lampu H1 menjadi mati.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

49

Tekn ik L isrik I nst a la si

24 V
S 1 ( I)

H 1 (Q )
0V

Gambar 9.1. Diagram Lintasan arus Logika NOT


Tabel kebenaran logika NOT
Aktivitas tombol tekan S1 sebagai sinyal input(I), lampu adalah bentuk
output (Q). Sinyal output dari logika NOT memiliki harga 1 jika sinyal
input memiliki harga 0. Status sebenarnya dapat ditulis dalam sebuah
tabel kebenaran Logika NOT berikut:
tabel kebenaran Logika NOT
Q
1
0

0
1

Simbol logika dan persamaan boolean logika NOT


Simbol Logika NOT
I

Persamaan Boolean

I Q

(baca:

Not

sama dengan Q)

G a m b a r 9 .2 a P e m b a l i k a n i n p u t
I

I Q

G a m b a r 9 .2 a P e m b a l i k a n o u t p u t

(baca:

I sama

dengan not Q)

Realisasi program statement list (mengacu pada PLC Siemens):


Penentuan alamat I/O:
I = I 0.1

Program statement List:


AN I 0.1

Q = Q 0.0

Q 0.0

9.2.2. Fungsi AND


Diagram lintasan arus logika AND
Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

50

Tekn ik L isrik I nst a la si

Jika dua kontak NO disambung secara seri (Gambar 9.3), lampu akan
menyala hanya saat kedua tombol tekan ditekan secara bersama-sama.

24 V
S 1 ( I1 )
S 2 ( I2 )

H 1 (Q )
0V
Gambar 9.3. Diagram Lintasan arus Logika AND
Tabel kebenaran logika AND
Aktivitas tombol tekan S1 dan S2 sebagai sinyal input, lampu H1 adalah
bentuk output. Status sebenarnya dapat ditulis dalam sebuah tabel
kebenaran logika AND berikut:
Tabel Kebenaran Logika AND
I1
0
0
1
1

I2
0
1
0
1

Q
0
0
0
1

Dari tabel kebenaran ditunjukan, output sama dengan 1 hanya jika


kedua input (I1 dan I2) menghasilkan sinyal-1. Hal ini didasarkan sebagai
operasi AND.
Simbol logika dan persamaan boolean logika AND
Gambar simbol logika AND
I1
I2

&

Pesamaan Boolean
I1 I2 = Q
Dibaca I1 dan I2 sama dengan Q

Gambar 9.4 Logika AND

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

51

Tekn ik L isrik I nst a la si

Realisasi program statement list (mengacu pada PLC Siemens):


Penentuan alamat I/O:
I1 = I 0.1

Program statement List:


A I 0.1

I2 = I 0.2

I 0.2

Q = Q 0.0

Q 0.0

9.2.3. Fungsi OR
Diagram lintasan arus logika OR
Fungsi logika dasar yang lain adalah OR. Jika 2 buah kontak NO
disambung secara paralel, maka lampu akan menyala jika minimal salah
satu dari dua tombol tekan ditekan.
24 V

S 2 ( I2 )

S 1 (I1 )

H 1 (Q )

0V

Gambar 9.5. Diagram Lintasan Arus Logika OR


Tabel kebenaran logika OR
I1

I2

Simbol logika dan persamaan boolean logika OR:


Gambar simbol logika OR
I1
I2

Pesamaan Boolean
I1 v I2 = Q

Dibaca I1 atau I2 sama dengan Q

Gambar 9.6 Logika OR


Realisasi program statement list (mengacu pada PLC Siemens):
Penentuan alamat I/O:
I1 = I 0.1

Program statement List:


O
I 0.1

I2 = I 0.2

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

I 0.1
52

Tekn ik L isrik I nst a la si

Q = Q 0.0

Q 0.0

9.2.4. Kombinasi Rangkaian Logika Dasar


Dalam

pengendali-program tidak hanya diperlukan elemen logika

AND/OR murni saja, melainkan dalam beberapa kasus dibutuhkan


penggabungan antara keduanya. Dalam rangkaian penggabungan ini akan
selalu membentuk pola dasar yaitu:
Fungsi AND sebelum fungsi OR (Disjungsi) atau
Fungsi OR Sebelum fungsi AND (Konjungsi)
7.2.4.1. Fungsi AND Sebelum Fungsi OR
Digram lintasan arus AND sebelum OR
Dalam pola dasar ini keluaran dari fungsi AND dihubungkan kedalam
fungsi OR.

I3

I1

I1

I2

I2

I3

Gambar 9.7. Diagram Lintasan Arus AND sebelum OR

Tabel kebenarann logika AND sebelum OR


I3
0

I2
0

I1
0

(I1I2I3)
0

(I1I2)
0

I3
0

Q
0

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

53

Tekn ik L isrik I nst a la si

Simbol rangkaian logika AND sebelum OR


I1
I2
I3

&

I1
I2

&
I3

Gambar 9.8 simbol rangkaian logika AND sebelumOR


Persamaan Bollean AND sebelum OR
Pada teknik PLC untuk fungsi AND sebelum OR ditetapkan dalam
penulisannya tanpa menggunakan kurung.
Pesamaan Boolean: Q = I1I2I3 V I1I2 V I3
atau dapat dituliskan Q = I1 I2 I3 V I1 I2 V I3. Sehingga untuk
merealisasikan dengan Program Statement list ( mengacu pada PLC
Siemens ) tanpa menggunakan kurung.
Realisasi Program Statement list (mengacu pada PLC Siemens):
Penentuan alamat I/O:
I1 = I 0.1

Program statement List:


A
I 0.1

I2 = I 0.2

I 0.2

I3 = I 0.3

AN I 0.3

Q = Q 0.1
O
7.2.4.2. Fungsi OR Sebelum Fungsi AND

I 0.1

AN I 0.2
O

I 0.3

Q 0.1

Diagram lintasan arus fungsi OR sebelum AND


Dalam pola dasar ini keluaran dari fungsi OR dihubungkan kedalam
fungsi AND.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

54

Tekn ik L isrik I nst a la si

I1

I2

I1

I2
I3
Q

Gambar 9.9. Diagram lintasan arus fungsi OR sebelum AND


Tabel kebenaran fungsi OR sebelum AND
Jika kedua rangakaian OR dan input I3 masing-masing menghasilkan
sinyal 1, maka output Q akan menghasikan sinyal 1 (lampu menyala).
Hubungan antara variabel input dan output telihat dalam tabel kebenaran
berikut:
Tabel Kebenaran Logika AND sebelum OR
I3
0

I2
0

I1
0

(I1VI2)
0

(I1VI2)
1

I3
0

Q
0

Simbul Logika OR sebelum AND:

I1
I2
I1
I2

1
&

I3
Gambar 9.10 simbol logika OR sebelum AND
Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

55

Tekn ik L isrik I nst a la si

Persamaan Boolean:
Mengacu pada kerja PLC maka dalam penulisan aljabar Boolean untuk
fungsi OR sebelum AND harus menggunakan kurung.
Pesamaan Boolean: Q = (I1VI2) (I1VI2) I3
Realisasi Program Statement list (mengacu PLC Siemens):
Penentuan alamat I/O:
I1 = I 0.1

Program statement List:


A(

I2 = I 0.2

I 0.1

I3 = I 0.3

I 0.2

Q = Q 0.1

)
A(
ON I 0.1
ON I 0.2
)

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

I 0.3

Q 0.1

56

Tekn ik L isrik I nst a la si

9.3. Lembar Evaluasi


Soal:
14. Buatlah tabel kebenaran, persamaan aljabar boolean dan gambar
simbol logikanya untuk gambar diagram lintasan arus berikut :
I1

I2

I1

I3

I2
I3
Q

D ia g r a m 1 b

D a g ra m 1 a

15. Buatlah tabel kebenaran, persamaan aljabar boolean, simbol logika dan
realisasi program statement list untuk gambar diagram lintasan arus
berikut :
I1

I2

I3

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

57

Tekn ik L isrik I nst a la si

9.4. Lembar Jawaban


Soal:
1. Buatlah tabel kebenaran, persamaan aljabar boolean dan gambar
simbol logikanya untuk gambar diagram lintasan arus berikut :

I1

I2

I1

I3

I2
I3
Q

D ia g r a m 1 b

D a g ra m 1 a

Jawab:
1.a)

Tabel kebenaran
I3
0

I2
0

I1
0

Q
0

Persamaan aljabar
Booleannya :
O = I1I2I3

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

Simbol logikanya :
I1
I2
I3

&

58

Tekn ik L isrik I nst a la si

1.b)

Tabel kebenaran
I3
0

I2
0

I1
0

Q
1

Persamaan aljabar
Booleannya :

Simbol logikanya :

O = I1VI2VI3

I1
I2
I3

2. Buatlah tabel kebenaran, persamaan aljabar boolean, simbol logika dan


realisasi program statement list untuk gambar diagram lintasan arus
berikut :
I1

I2

I3

Jawab:

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

59

Tekn ik L isrik I nst a la si

Tabel kebenaran
0

I2
0

I1
0

Q
0

I3

Peramaan Bolleannya:
O = (I1 V I2) I3
Simbol logikanya :
I1

I2

&
Q

I3

Realisasi program statement list (mengacu PLC Simens)


Penentuan I/O
I1 = I 0.1

Program Statement List


A(

I2

= I

0.2

0.1

I3

= I

0.3

0.2

= Q 0.1

AN I

0.3

)
=

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

Q 0.0

60

Tekn ik L isrik I nst a la si

Kegiatan Belajar 10
Flag (Bendera)
9.3.

Tujuan Pembelajaran
Pembaca dapat:
memahami fungsi flag
membadakan jenis flag

9.4.

Flag (Bendera)
Seperti telah dijelaskan pada kegiatan pembelajaran sebelumnya,
dalam pembentukan program pengendali seringkali dihadapkan pada
struktur gabungan yaitu disjungsi, konjungsi atau kombinasi dari
keduanya. Hal ini dapat langsung diprogram pada perangkat otomatisasi
(PLC) dengan membuat beberapa tingkat kurung.
Berikut contoh sederhana pemrograman langsung untuk rangkaian
gabungan dengan dua tingkat kurung.
Diagram simbol logika:
I1

&

I2
I2

1
&

I4
I3

&
1

I5
I2

1
&

I3

I1

Gambar 10.1 Simbol Logika


Persamaan aljabar boolean:
Persamaan aljabar boolean untuk diagram simbol logika diatas
memiliki dua tingkat kurung:
Q = (I1 I2 V (I2 V !4) I3) I5 V (I2 V I3) I1
Realisasi Program Statement List (mengacu pada PLC siemens):
Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

61

Tekn ik L isrik I nst a la si

Penentuan alamat I/O


I1 = I 1.1

Statement List
A(

I2 = I 1.2

I 1.1

I3 = I 1.3

I 1.2

I4 = I 1.4

I5 = I 1.5

A(

Q = Q 1.0

I 1.2

1.4

)
A

I 1.3

)
A

I 1.5

O
A(
O

1.2

1.3

)
A

I 1.1

Q 1.0

Untuk mengontrol dan mencari kesalahan dari simbol logika dan


program statement list diatas sedikit lebih sulit. Sehingga untuk
menghindari hal itu dalam pemrograman dapat dilakukan dengan
membentuk hasil sementara yaitu menggunakan flag. Flag adalah
merupakan elemen memori yang dapat langsung diakses oleh CPU
dengan simbol pengenal "M". Sebuah flag seperti halnya output dimana
kondisi sinyalnya hanya berada didalam interen peralatan.
Dengan

bantuan

flag

ini

maka

rangkaian

diatas

dapat

disederhanakan menjadi beberapa rangkaian murni AND sebelum OR atau


OR sebelum AND sebagai berikut :

Diagram simbol logika:

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

62

Tekn ik L isrik I nst a la si


I2

M 1

&

I4
I3
I1

&

I2

M2

M 1
I2

1
M3

&

I3
I1

M2

&

I5

M 3

Gambar 10.2 Simbol logika dengan flag


Realisasi Program Statement List (mengacu PLC Siemens):
Dalam bentuk satement list progam pengendali diatas dapat
dituliskan sebagai berikut:
Penentuan alamat I/O
I1 = I 1.1

Statement List
A(

A(

I2 = I 1.2

I 1.2

I 1.2

I3 = I 1.3

I 1.4

I 1.3

I4 = I 1.4

I5 = I 1.5

I 1.3

M1= M 0.1

M 0.1

M 0.3

M3= M 0.3

1.1

M 0.2)

Q = Q 1.0

1.2

I 1.5

M 0.1

M 0.2

)
1.1

M2= M 0.2

M 0.3
Q 1.0

Macam-Macam Flag

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

63

Tekn ik L isrik I nst a la si

Pada setiap alat otomatisasi (PLC) sudah disiapkan lokasi flag


(addres) yang suadah pasti, padanya kondisi sinyal dapat disimpan. Flag
ini dibedakan dalam Retentive Flag dan Not-Retentive Flag.
Retentive flag: melalui baterei kondisi sinyal akan tetap tersimpan
meskipun PLC dalam kandisi stop atau pada saat listrik padam. Dengan
retentive flag ini keadaan terakhir sebelum mesin mati akan tersimpan.
Sehingga pada saat start baru perlatan atau mesin dapat langsung
meneruskan proses dari kondisi terakhir yang ditinggalkan (tidak
mengulang dari awal proses).
Not-retentive flag: kondisi sinyal flag akan hilang saat PLC kondisi
stop atau pada saat listrik padam. Pada saat start baru kondisi sinyalnya
adalah "0".

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

64

Tekn ik L isrik I nst a la si

9.5.

Lembar Evaluasi
Soal :
1. Dari diagram simbol logika berikut tentukan :

Persamaan boolean !

Uraian kedalam struktur dasar dengan menggunakan flag !

I1
I2

&

1
&

I3

I4
I2

&

I3

&

I1

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

65

Tekn ik L isrik I nst a la si

10.4. Lembar Jawaban


Soal :
1. Dari diagram simbol logika berikut tentukan :

Persamaan boolean !

Uraian kedalam struktur dasar dengan menggunakan flag !

I1
I2

&

1
&

I3

I4
I2

&

I3

&

I1

Jawab :

Persamaan boolean :
Q = ( (I1 I2 V I3 ) I4 V I2 I3) I1

Uraian kedalam struktur dasar dengan menggunakan flag !


I1

&

I2

M 1

I3

M 1

&

I4
I2

M2

&

I3

M2

&

I1

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

66

Tekn ik L isrik I nst a la si

Kegiatan Belajar 11
PEMBENTUKAN HUBUNGAN FUNGSI
9.6.

Tujuan Pembelajaran
Pembaca dapat:

9.7.

menurunkan persamaan boolean dari tabel kebenaran dengan benar

menulis bentuk standar persamaan boolean untuk fungsi konjungsi dengan benar

menulis bentuk standar persamaan boolean untuk fungsi disjungsi dengan benar

PEMBENTUKAN HUBUNGAN FUNGSI


TURUNAN PERSAMAAN BOOLEAN DARI TABEL KEBENARAN
Seringkali,

operasi

logika

yang

diperlihatkan

pada

bagian

sebelumnya tidak cukup memadahi penjelasan status di dalam teknologi


kontrol. Seringkali kombinasi operasi logikanya berbeda. Hubungan
logika dalam bentuk persamaan boolean dapat secara mudah disusun
dari tabel kebenaran. Contoh berikut akan menjelaskan hal tersebut:
Contoh permasalahan pada Pos Penyortiran
Beberapa bagian untuk peralatan dapur diorganisasi di dalam
sistem produksi (mesin bor dan mesin pemisah gambar 11.1). Bagian
pintu dan dinding untuk penentuan type dapur ditentukan dengan
perbedaan lubang-lubang bor. Sensor B1 sampai B4 dipersiapkan untuk
mendeteksi lubang-lubang tersebut. Dengan bantuan silinder 1.0 maka
benda di pos penyotiran akan didorong keban berjalan yang lain atau
dibiarkan lewat sesuai dengan keinginan.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

67

Tekn ik L isrik I nst a la si

Gambar 11.1. Pos Penyortiran


Misalnya bagian-bagian benda dengan pola lubang sebagai
berikut adalah untuk dapur type standar. Bagian-bagian benda dengan
pola lubang ini akan didorong menuju ban berjalan yang lain oleh silinder
1.0. Selebihnya untuk benda dengan pola lubang yang lain akan
dibiarkan lewat.

B1

B1

B4

B2

B3

B1

B4

B2

B4

B4

B4

B1

B3

B2

B4

Gambar 2. Pola lubang pada potongan-potongan benda kerja


Dengan asumsi bahwa sebuah lubang bor akan dibaca sebagai
sinyal "1", maka dapat dibuat tabel kebenaran sebagai berikut :

Tabel Kebenaran:
Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

68

Tekn ik L isrik I nst a la si

No. Oktal

B4

B3

B2

B1

Q(Y)

00

01

02

03

04

05

06

07

10

11

12

13

14

15

16

17

Dua pilihan tersedia dalam hal ini untuk membuat persamaan logika dari
tabel di atas, dimana ditunjukkan dalam dua perbedaan ekspresi.
Bentuk Standar, Disjungsi
Di dalam bentuk standar disjungsi, semua konjungsi (operasi AND)
dari variabel-variabel input dengan hasil 1, dikeluarkan sebagai operasi
disjungsi (operasi OR). Dengan status sinyal-0, variabel input dikeluarkan
sebagai operasi pembalikan (NOT) dan dengan status sinyal-1 sebagai
operasi bukan pembalikan (YES).
Dalam contoh kasus di atas, variabel-variabel input yang menghasilkan
output "1" adalah pada baris oktal nomer: 10, 11, 12, 13, 15 dan 17. Hal
ini jika diperlukan dapat dibuat tabel minterm sebagai berikut :

Tabel minterm:

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

69

Tekn ik L isrik I nst a la si

No. Oktal

B4

B3

B2

B1

Minterm

10

B1 B2 B3 B4

11

B1 B2 B3 B4

12

B1 B2 B3 B4

13

B1 B2 B3 B4

15

B1 B2 B3 B4

17

B1 B2 B3 B4

Untuk membuat persamaan boolean secara lengkap dilakukan dengan


menghubungkan OR semua hasil dari tabel minterm adalah sebagai
berikut:
Y B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4
B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4

Bentuk Standar, Konjungsi


Di dalam bentuk standar konjungsi, semua disjungsi (operasi OR)
pada variabel-variabel input dengan hasil 0, dikeluarkan sebagai operasi
konjungsi (operasi AND). Berkebalikan dengan bentuk standar disjungsi,
dalam contoh ini, variabel input dinegatifkan dengan status sinyal-1 dan
operasi non-negatif dikeluarkan dengan status sinyal-0.
Dalam contoh kasus di atas, variabel-variabel input yang menghasilkan
output "0" adalah pada baris oktal nomer: 00, 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07,
14, dan 16. Hal ini jika diperlukan dapat dibuat tabel maxterm sebagai
berikut :

Tabel Maxterm:

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

70

Tekn ik L isrik I nst a la si

No. Oktal

B4

B3

B2

B1

Maxterm

00

B1 V B2 V B3 V B4

01

B1 V B2 V B3 V B4

02

B1 V B2 V B3 V B4

03

B1 V B2 V B3 V B4

04

B1 V B2 V B3 V B4

05

B1 V B2 V B3 V B4

06

B1 V B2 V B3 V B4

07

B1 V B2 V B3 V B4

14

B1 V B2 V B3 V B4

16

B1 V B2 V B3 V B4

Untuk

membentuk

persamaan

lengkapnya

dilakukan

dengan

menghubungkan AND semua hasil dari tabel maxterm adalah sebagai


berikut :
y ( B1 B 2 B3 B 4) ( B1 B 2 B3 B 4) ( B1 B 2 B3 B 4)
( B1 B 2 B3 B 4) ( B1 B 2 B3 B 4) ( B1 B 2 B3 B 4)
( B1 B 2 B3 B 4) ( B1 B 2 B3 B 4) ( B1 B 2 B3 B 4)
( B1 B 2 B3 B 4)

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

71

Tekn ik L isrik I nst a la si

9.8.

Lembar Evaluasi
Soal :
Permasalahan :
Sebuah garasi bawah tanah dipasang empat penghembus udara sirkulasi
yang bekerja secara otomatis. Untuk mengetahui apakah penghembus
bekerja atau tidak dipasang sensor aliran udara pada masing masingpenghembus (I1, I2, I3 dan I4). Sensor memberikan sinyal "1" jika
penghembus aktif. Didepan pintu garasi dipasang tiga buah lampu (hijau /
H1, kuning / H2 dan merah / H3). Jika hanya salah satu saja atau tidak
ada penghembus yang bekerja, menyala lampu hijau. Lampu kuning
menyala jika ada dua penghembus yang bekerja. Sedangkan lampu
merah menyala jika ada tiga atau lebih penghembus yang bekerja.
Tugas :
1. Buatlah tabel kebenaranya
2. Buatlah persamaan booleannya untuk masing-masing lampu dalam
format disjungsi
3. Buatlah persamaan booleannya untuk masing-masing lampu dalam
format konjungsi
Jawab :
1. Tabel Kebenaran:
No. Oktal

I4

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

I3

I2

I1

H1

H2

H3

72

Tekn ik L isrik I nst a la si

No. Oktal

I4

I3

I2

I1

H1

H2

H3

2. Persamaan boolean dengan format disjungsi :


H1 =...
.
..
H2 =...
.
..
H3 =...
.
..
3. Persamaan boolean dengan format konjungsi :
H1 =...
.
..
.
..
H2 =...
.
..
.
..
H3 =...
.
..
.
..

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

73

Tekn ik L isrik I nst a la si

10.5. Lembar Jawaban


Jawab :
1. Tabel Kebenaran :
No. Oktal
00
01
02
03
04
05
06
07
10
11
12
13
14
15
16
17

I4
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1

I3
0
0
0
0
1
1
1
1
0
0
0
0
1
1
1
1

I2
0
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
1

I1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1

H1
1
1
1
0
1
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0

H2
0
0
0
1
0
1
1
0
0
1
1
0
1
0
0
0

H3
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
0
1
1
1

2. Persamaan boolean dengan format disjungsi :


H 1 I1 I 2 I 3 I 4 I 1 I 2 I 3 I 4 I1 I 2 I 3 I 4
I 1 I 2 I 3 I 4 I1 I 2 I 3 I 4
H 2 I1 I 2 I 3 I 4 I 1 I 2 I 3 I 4 I1 I 2 I 3 I 4
I 1 I 2 I 3 I 4 I1 I 2 I 3 I 4 I 1 I 2 I 3 I 4
H 3 I1 I 2 I 3 I 4 I 1 I 2 I 3 I 4 I 1 I 2 I 3 I 4
I 1 I 2 I 3 I 4 I1 I 2 I 3 I 4

3. Persamaan boolean dengan format konjungsi :


H 1 ( I 1 I 2 I 3 I 4 ) ( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4)
( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4 ) ( I 1 I 2 I 3 I 4)
( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4 ) ( I 1 I 2 I 3 I 4)
( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4 )

H 2 ( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4)
( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4)
( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4)
( I 1 I 2 I 3 I 4)
H 3 ( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4)
( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4)
( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I1 I 2 I 3 I 4) ( I 1 I 2 I 3 I 4)
( I 1 I 2 I 3 I 4) ( I1 I 2 I 3 I 4)

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

74

Tekn ik L isrik I nst a la si

Kegiatan Belajar 12
PENYEDERHANAAN FUNGSI LOGIKA
9.9.

Tujuan Pembelajaran
Pembaca dapat :

menjelaskan hukum komutatif persamaan boolean dengan benar

menjelaskan hukum assosiatif persamaan boolean dengan benar

menjelaskan hukum distributif persamaan boolean dengan benar

menjelaskan aturan De Morgan dengan benar

9.10. PENYEDERHANAAN FUNGSI LOGIKA


Persamaan-persamaan

boolean

hasil

turunan

dari

tabel

kebenaran dalam bentuk standar seringkali masih terlalu panjang


sehingga agak menyulitkan. Dengan demikian harus dilakukan langkahlangkah untuk penyederhanaan bentuk persamaan tersebut.
Dalam tugas penyortiran pada pelajaran terdahulu, bentuk standar
disjungsi adalah:
Y B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4
B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4

Ekspresi ini dapat disederhanakan dengan bantuan aljabar boolean.


Aturan

yang

lebih

penting

di

dalam

aljabar

boolean

dengan

kesetaraannya dengan aljabar umum diperlihatkan berikut ini:


1. Polaritas atau cakupan operasi
Aljabar Boolean
NOT--------------------

Aljabar Umum
Pangkat

Konjungsi-------------

Perkalian / Pembagian

Disjungsi -------------

Penjumlahan / Pengurangan

Aturan untuk konjungsi sebelum disjungsi dalam aljabar


boolean tidak dibakukan. Tetapi orang dapat melakukannya dengan
menggunakan kurung.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

75

Tekn ik L isrik I nst a la si

2. Aturan untuk satu variabel:


Aljabar Boolean
I V 0 = I -------------------
I 1 = 1 ---------------
IV1=1
I 0 = 0 ---------------
IVI=I
II=I

Aljabar Umum
X+0=X
X1=X
X0=0

IVI=1
II=0

3. Aturan Untuk Banyak Variabel


3.1.

Hukum Komulatif
Aljabar Boolean

I1 I 2 I 2 I1 - - - - - - - - - - - -
I1 I 2 I 2 I1 - - - - - - - - - - - -

Aljabar Umum

a b ba
a b b a

3.2. Hukum Assosiatif

I1 I 2 I 3 I1 ( I 2 I 3) - - - - - --
( I1 I 2) I 3
I1 I 2 I 3 I1 ( I 2 I 3) - - - - - --
( I1 I 2) I 3

a b c a (b c)
(a b) c
a b c a (b c)
(a b) c

3.3. Hukum Distributif

I1 I 2 I1 I 3
I1 ( I 2 I 3) - a b a c a (b c)
( I1 I 2) ( I1 I 3) I1 ( I 2 I 3)
Dalam aljabar umum hanya faktor yang sama pada penjumlahan
dari hasil perkalian saja yang dapat dikeluarkan dari kurung. Tetapi
dalam aljabar boolean dapat dilakukan semuanya baik pada
format konjungsi maupun disjungsi.

3.4. Aturan Reduksi

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

76

Tekn ik L isrik I nst a la si


I1 I 1 I 2

I1

I 1 ( I 1 I 2)

I1

I 1 ( I 1 I 2)

I1 I 2

I 1 ( I 1 I 2)

I1 I2

3.5. Aturan De Morgan


I1 I 2 I1 I 2
I1 I 2 I1 I 2
I1 I 2 I1 I 2
I1 I 2 I1 I 2

4. Contoh contoh Penyelesaian Permasalahan:


Contoh persamaan:
A ( I 3 I 2 I 1) ( I 3 I 2 I1)

Penyelesaian:
Dari persamaan diatas telihat perbedaan hanya terletak pada I2 yaitu
pada rangkaian dinegasikan sedangkan rangkaian yang laian tidak.
Dengan teori distri butif diproleh:
A I 3 I 1 ( I 2 I 2)

Peryataan yang berada dalam kurung ternyata apapun kondisi dari I2


akan selalu menghasilkan output sinyal 1. Pada aturan untuk satu
variabel hubungan AND dengan variabel yang nilainya selalu 1 ,
nilai satu dapat dihilangkan I1 1 = I1. Sehingga persamaan diatas
hanya tinggal:
A I 3 I1

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

77

Tekn ik L isrik I nst a la si

9.11. Lembar Evaluasi


Soal :
Sederhanakan persamaan berikut :
a.

A I 3 I 2 I 1 I 3 I 2 I1 I 3 I 2 I1 I 3 I 2 I 1

b.
Y B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4
B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

78

Tekn ik L isrik I nst a la si

10.6. Lembar Jawaban


Soal :
Sederhanakan persamaan berikut :
a.

A I 3 I 2 I 1 I 3 I 2 I1 I 3 I 2 I1 I 3 I 2 I 1

b.
Y B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4
B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4

Jawab :
A I 3 I 2 I 1 I 3 I 2 I1 I 3 I 2 I 1 I 3 I 2 I 1

a.

A I3 I 2 ( I 1 I 1) I 2 I 1 ( I 3 I 3)
A I 3 I 2 I 2 I 1 I 2 ( I 3 I1)

b.

Y B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4
B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4 B1 B 2 B3 B 4
Y B 2 B3 B 4 ( B1 B1) B2 B3 B 4 ( B1 B1)
B1 B3 B 4 ( B 2 B 2)
Y B 2 B3 B 4 B2 B3 B 4 B1 B3 B 4

Y B3 B 4 ( B 2 B 2) B1 B3 B 4
Y B3 B 4 B1 B3 B 4
Y B 4 ( B3 B1 B3)

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

79

Tekn ik L isrik I nst a la si

Soal - soal
Dengan 7-segment untuk penggambaran angka dari 0 9. Untuk setiap angka
yang di inginkan harus di dikontrol segment a sampai g. Angka dikontrol
melalui 4 buah saklar S1 sampai dengan S4 dengan sistem BCD ( Biner Code
Desimal).
Adapun susunan segment dari angka desimal adalah sebagai berikut:
a

c e

d
a

b f

b f

d
a

c e

c e

Dimana segment yang berwarna hitam merupakan segment yang menyala.


Teknologi skema:
24V
S 1
S2
S3

I1
I2
I3

S4

P LC

A 1
A 2
A 3
A 4
A 5

A 6
I4

A 7

g
d

Tugas :
1. Buatlah tabel kebenaran untuk pengotrol angka diatas
2. Buatlah persamaan aljabar boolean dengan format disjungsi dan
konjungsi serta gambarkan diagram logikanya tanpa dan dengan flag.
3. Sederhanakan hasil persaan boolean tersebut.
4. Tuliskan realisasi program dengan statement list.

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

80

Tekn ik L isrik I nst a la si

Umpan balik:

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

81

Tekn ik L isrik I nst a la si

Daftar pustaka:
1. Teori dasar PLC, bahan ajar listrik & Elektronika VEDC/PPPGT Malang,
Miftahu Soleh..
2. Steuerungstechnik mit SPS, Geuter Wellenreuther
3. System Manual S5-90U/S5-95U Programmable Controller, EWA 4NEB
812 6065-02a

Dasar-Dasar Kontrol Dengan PLC

82