Anda di halaman 1dari 8

BAB 4

PENCARIAN PRINSIP PRINSIP


I.

TINJAUAN UMUM

Pencarian Dimulai.
Usaha untuk mendefinisikan prinsip akuntansi yang berlaku umum ditelusuri dari
penemuan istilah pada tahun 1930 hingga akhir Perang Dunia II.
Pencarian Dipercepat.
Berakhirnya Perang Dunia II membawa peningkatan kemakmuran, suatu tekanan
pada penginvestasian kekayaan baru ini dalam pasar modal, dan suatu tekanan
yang diperbaharui pada pelaporan keuangan yang sehat.
Pencarian Bergeser.
Pada akhir 1960an, tampak bahwa prinsip-prinsip sukar untuk didefinisikan dan
pencarian beralih ke pertimbangan standar-standar, yang dilihat sebagai kurang
megah.
Pencarian dengan Melihat ke Belakang.
Prinsip-prinsip untuk didefinisikan karena kompleksitas teori akuntansi yang
melekat. Penerapannya kadang-kadang sulit untuk dipertahankan karena dampak
ekonomi yang mengalir dari informasi akuntansi.
Kesimpulan
Konsep yang luas, apakah disebut prinsip, postulat, atau standar, adalah bagian
penting akuntansi. Meskipun demikian, tidak boleh dilupakan bahwa sebagai
pengetahuan sosial, akuntansi bergantung pada kebijaksanaan, penilaian, dan
integritas akuntan.
I.

PENCARIAN DIMULAI
Kata prinsip diturunkan dari kata Latin principe, yang berarti pertama
dalam pengertian tingkat dasar. Karena buku teks pertama yang dihadapi
mahasiswa akuntansi merupakan buku tingkat dasar, istilah Dasar-dasar
Akuntansi sepenuhnya tepat. Apa yang kita pelajari dalam pelajaran akuntansi
pertama kali adalah prinsip-prinsipnya dalam pengertian materi yang pertama

dalam hal waktu dan yang pertama dalam hal kesulitan. Prinsip-prinsip
akuntansi mungkin menjadi pelajaran pertama, tetapi ini bukanlah pelajaran
mengenai kebenaran mendasar dari akuntansi. Untuk mempelajari hal ini,
sebagai lawan dari pengenalan ke unsur-unsur prakteknya, seseorang harus
beralih ke pelajaran teori akuntansi.
1. Usaha-usaha Pertama

Banyak individu dan kelompok mulai bekerja pada tahun 1930an


untuk menguak apa yang seharusnya yang mereka anggap sebagai prinispprinsip akuntansi. Sebagai yang pertama keluar dari perkumpulan, yang
mungkin agak memalukan bagi AIA adalah American Accounting Association
(AAA). Dibawah kepemimpinan professor Michigan William Paton, yang
dipilih sebagai direktur peneliti pertama dari AAA pada awal 1936, AAA
menerbitkan dalam bulan Juni 1936 yang pertama dari apa yang akan menjadi
seri monograf singkat tentang prinsip-prinsip akuntansi. Edisi tahun 1936
diberi judul A Tentative Statement of Accounting Principles Underlying
Corporate Financial Statement. 5 harapan yang dinyatakan adalah akan
mungkin untuk menyepakati suatu fondasi dari pertimbangan mendasar yang
akan cenderung menghilangkan variasi acak dalam prosedur akuntansi yang
berasal bukan dari kekhasan masing-masing perusahaan, tetapi dari berbagai
ide ahli keuangan dan eksekutif perusuhaan mengenai apa yang mungkin
tepat, sah atau persuasive bagi investor pada suatu waktu tertentu.
2.

Fondasi Awal
Pernyataan sementara pada prinsip-prinsip akuntansi dari AAA, yang

dijelaskan dalam bagian sebelumnya, tidak tampak dalam keadaan vakum.


Paton sendiri sudah menulis suatu tesis doktoral yang dipublikasikan dengan
judulAccounting Theory tahun1992. Buku ini radikal bahkan dari ukuran
standar sekarang. Didalamnya ia mendukung pandangan liberal yaitu, secara
ideal, semua perubahan nilai yang dapat dipercaya dalam arah apapun, dari
sebab apapun, seharusnya disajikan dalam akunDi atas segalanya adalah
penting, ia mengatakan, bahwa laporan akuntansi menyajikan suatu
gambaran data kini dalam bentuk dolar aktual seakurat tanggal laporan.

3.

Bangkitnya Investor
Pergeseran paling penting dalam pemikiran dasar akuntansi yang

muncul dari tulisan-tulisan ini dan diskusi pada akhir 1920an dan awal 1930an
adalah perubahan dalam tujuan akuntansi dari menyajikan informasi ke
manajemen dan kreditur menjadi menyajikan keuangan untuk investor dan
pemegang saham. Tekanan untuk perubahan dalam tujuan ini muncul dari
sektor keuangan dan perdagangan saham, bukan dari akuntan. Perubahan
dalam tujuan laporan keuangan menyebabkan:
1. Berkurangnya penekanan pada neraca sebagai laporan nilai-nilai.
2. Konsekuensi meningkatnya penekanan pada laporan laba rugi dan suatu
konsep laba yang seragam.
3. Kebutuhan pengungkapan menyeluruh mengenai informasi yang relevan,
dengan

menyajikan

laporan

keuangan

yang

lebih

lengkap

dan

meningkatkan penggunaan catatan kaki.


4. Penekanan pada konsistensi pelaporan, khususnya sehubungan dengan
laporan laba rugi.
Menarik untuk dicatat bahwa perubahan-perubahan dalam pemikiran
akuntansi ini bukan hasil langsung dari jatuhnya pasar saham atau depresi
besar Tahun 1930-an, tetapi adalah akibat dari perubahan-perubahan
institusional yang telah dimulai lebih awal dan yang belum di adaptasi
oleh akuntan.
4.

Upaya upaya Penting Lainnya


Proses pencarian prinsip akuntansi terus berlangsung. Mulai Tahun

1938, melalui publikasi Underhill Moore, A Statement of Accounting


Principles, 14 yang ditujukan untuk menetapkan prinsip-prinsip dan aturanaturan akuntansi yang mengatur apa yang seharusnya tampak di neraca dan
laporan laba rugi dan dalam akun-akun yang menyusunnya, dan diakhiri
dengan Accounting Concepts of Profit dari Stephen Gilman, pembahasan
menyeluruh

yang

pertama

mengenai teori

akuntansi sejak

pergeseran

penekanan dari sudut pandang neraca ke laporan laba rugi, secara efektif
menutup periode perkembangan teori akuntansi dalam periode ini. Akan
tetapi, perdebatan atas berbagai kata-kata menyembunyikan masalah yang
jauh lebih serius, yaitu siapa yang menentukan pengungkapan informasi
keuangan dan dengan cara apa. Selanjutnya masuk pada era terbitnya
Accounting Research Study mulai dari No. 1 dari Maurice Moonitz dan J.B.
Canning, hingga No. ke 7 dari Paul Grady. Dinamisasi penerimaan dan
penolakan terjadi di sini yang pada intinya ingin menemukan kesepahaman
tentang pembentukan postulat dasar, perumusan prinsip-prinsip secara luas,
pengembangan aturan atau pedoman lain untuk aplikasi prinsip dalam situasisituasi khusus serta penelitian akuntansi.
II.

PENCARIAN DIPERCEPAT
Pencarian prinsip akuntansi luas diperbaharui segera setelah perang.
Kembali lagi, AAA memimpin dengan mengeluarkan revisi prinsip-prinsip
sementara 1948 yang sekarang diberi judul Accounting Concepts and
Standart.Akan tetapi, seperti sebelumnya, pendekatan mereka bersifat
sepotong-sepotong dan tidak dimaksudkan untuk meneruskan pencarian
prinsip-prinsip secara luas.
1.

Accounting Research Division


Pada tahun 1959, bertindak atas rekomendasi special committee on

research program, Institut direorganisasi untuk memajukan ekspresi tertulis


mengenai apa yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum,
sebagai pedoman untuk anggota-anggotanya dan pihak lainnya. Satu dari
tujuan reorganisasi adalah agar dapat menanggulangi masalah luas dari
akuntansi keuangan pada empat tingkat:
1. Pembentukan postular dasar.
2. Perumusan prinsip-prinsip secara luas.
3. Pengembangan aturan atau pedoman lain untuk aplikasi prinsip dalam
situasi-situasi khusus.
4. Penelitian.

Dalam ARS 1, postulat dibedakan menjadi dua, kategori pertama (A dan


B), dan kategori kedua (kelompok C). Kelompok A adalah economic and
political environmental group, kelompok B adalah yang termasuk dalam
wilayah akuntansi itu sendiri dan kelompok C adalah the imperatives
(kewajiban)
Perilisan ARS 1 tidak di tanggapi oleh banyak pihak an kebanyakan lebih
menunggu pada perilisan ARS 3. Postulat dasar pada yang dikembangkan
ARS 1 merupakan bagian integral dari ARS 3. Ada delapan prinsip yang
dikembangkan oleh ARS 3.
Kegagalan ARS 1 dan ARS 3disebabkan oleh kurang ketegasan dalam
pembuatan alasan, hanya memberikan sedikit perhatian pada kebijakan
pembuatan peraturan, dan juga ketidakberhasilan Moonitz-sprouse dalam
menyelesaikan tugas mereka.
III.

PENCARIAN BERGESER
Serangan-serangan pada pendekatan postulat/prinsip mulai memuncak
dari arah-arah lain. Profesor Berkeley, William Vatter mempertanyakan
keseluruhan perusahaan. Ia pertama kali menyanggah bahwa sebelum
seseorang dapat menunjukan suatu masalah dalam akuntansi, seseorang harus
menetapkan suatu maksud atau tujuan. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa
tujuan-tujuan, bukan postulat-postulat, yang merupakan blok utama dalam
membangun suatu toeri akuntansi.
1. Suatu Pernyataan Teori Akuntansi Dasar

Serangan Vatter pada pendekatan postulat/prinsip yang dinyatakan


dalam dokumen baru terbit dari American Accounting Association tahun 1966,
berjudul A Statement of Basic Accounting Theory dan dikenal dengan
singkatannya ASOBAT. Ini dimulai dengan suatu penegasan bahwa akuntansi
adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan mengomunikasikan informasi
akuntansi

untuk

memungkinkan

pertimbangan

dan

keputusan

yang

terinformasi oleh pemakai informasi tsb. Dengan demikian ASOBAT


menamakan dirinya sebagai pernyataan teori akuntansi baru pertama yang

berorientasi pada pemakai. Ini tidak berarti bahwa akuntansi tidak dianggap
sebagai berorientasi pemakai sebelum ini.
ASOBAT

berusaha

untuk

mengelakkan

kesulitan-kesulitan

menentukan keinginan-keinginan investor tertentu dengan menyarankan


bahwa ketentuan informasi keuangan seharusnya terkena empat standar atau
kriteria. Komite menyimpulkan bahwa satu-satunya cara agar pendekatan baru
ini dapat direalisasikan adalah dengan perluasan data, yaitu dengan
melaporkan banyak ukuran dan beberapa jumlah memenuhi kisaran kebutuhan
yang cukup luas.
ASOBAT lebih berpegaruh dari pada pernyataan AAA yang
mendahuluinya, Orientasi pemakai telah berlanjut mendominasi penetapan
standar akuntansi, seperti halnya penggunaan tujuan.
2.

APB Statement No. 4

APB Statement No. 4 muncul ketika dalil-dalil dan pendekatan prinsip


menemukan tujuan dan standar. Pernyataan itu diterbitkan pada bulan Oktober
1970, tepat setengah tahun sebelum pembentukan Trueblood commitees. APB
Statement No. 4 berjudul Basic Concepts and Accounting Principles
Underlying Financial Statements Business Enterprise. Laporan ini bersifat
deskriptif, dan laporan ini banyak mempengaruhi studi-studi berikutnya
tentang tujuan laporan keuangan. Accounting Principles Board (APB)
Statement No.4 mendefinisikan akuntansi sebagai berikut:
Akuntansi merupakan kegiatan jasa. Fungsinya adalah untuk memberikan
informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, tentang entitas ekonomi
yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Pernyataan itu juga mengadopsi penekanan ASOBAT pada keragaman
pengguna. Pengguna informasi keuangan diklasifikasikan menjadi dua
kelompok: (1) mereka yang memiliki kepentingan langsung dalam perusahaan
dan (2) orang-orang dengan kepentingan tidak langsung. APB Statement No. 4
lebih jauh menyatakan bahwa pengguna laporan keuangan harus
berpengetahuan dan harus memahami karakteristik dan keterbatasan laporan
keuangan. Akhirnya, dan dalam perjanjian dengan ASOBAT, laporan

keuangan itu dipandang sebagai tujuan umum sebagai lawan yang berorientasi
pada kelompok pengguna terbatas.
Dalam pernyataan APB 4 ini, terdapat tujuan kualitatif dari laporan
keuangan yang terdiri dari: relevance, understandability, verifiability,
neutrality, timeliness, comparability, dan completeness. APB Statement No. 4
sepakat dengan ASOBAT pada kemungkinan konflik antara tujuan (seperti
relevansi dan kehandalan) dengan konflik adalah masalah yang sangat rumit
yang harus diselesaikan dalam kerangka methatheoretical. Sementara APB
Statement No.4 setuju dengan ASOBAT pada kebutuhan untuk keseragaman
terbatas, dengan mengakui kesulitan mencapai tujuan ini. Akhirnya, APB
Statement

No.

4,

independen

dari

ASOBAT.

Aspek lain dari APB Statement No. 4 ini adalah kurang inovatif. Fitur dasar
akuntansi keuangan sebagian besar merupakan pengulangan dari beberapa
dalil-dalil dari ARS 1. Prinsip-prinsip meresap dan konvensi memodifikasi
pada bagian prinsip akuntansi yang berlaku umum yang terdiri dari konsepkonsep yang merupakan inti dari sistem saat ini dengan tidak jelasnya biaya
historis. Bagian-bagian yang tersisa dari laporan, yang meliputi laporan
prinsip-prinsip seleksi dan pengukuran dan penyajian laporan keuangan, juga
hadir hampir tidak ada inovasi teoritis.
IV.

PENCARIAN DENGAN MELIHAT KE BELAKANG


Tidak adaya kesepakatan pada prinsip akuntansi adalah topik laporan
komite yang disiapkan oleh American Accounting Association tahun 1973
berjudul Statement

on Accounting

Theory

and Theory Acceptance

Pernyataan pada Teori Akuntansi dan Penerimaan Teori (SATTA). Komite


Eksekutif bertugas AAA Satta pada tahun 1973. Tujuan keseluruhan itu, mirip
dengan ASOBAT pada dekade sebelumnya, adalah untuk menyediakan sebuah
survei mengenai literatur akuntansi yang berlaku keuangan dan pernyataan
dari

mana

profesi

berdiri

relatif

terhadap

teori

akuntansi.

Dalam rangka untuk memahami SATTA lebih lengkap, perlu untuk memahami
hubungannya dengan ASOBAT. Kedua dokumen, tentu saja, adalah produkproduk AAA komite memiliki pedoman yang sama luas. ASOBAT berusaha
untuk mengembangkan pedoman teori untuk evaluasi informasi akuntansi dan

sistem penilaian. SATTA memperhitungkan banyak sistem penilaian akuntansi


serta pertimbangan teoritis lain dan disebutkan alasan mengapa hal itu tidak
mungkin untuk mengembangkan kriteria yang akan memungkinkan profesi
dengan

jelas

menerima

sistem

penilaian

tunggal

untuk

akuntansi.

Kesimpulannya SATTA adalah dokumen yang sangat peringatan dalam hal


kemungkinan untuk mengadopsi salah satu teori valuasi.

1. Teori Akuntansi Rumit


Kerumitan akuntansi ini telah menyebabkan ketidaksetujuan
yang berkepanjangan pada tujuan tujuan akuntansi yang tepat dan
sifat lingkungan ekonimi tempat ia bekerja.
2. Akuntansi Mempunyai Konsekuensi Ekonomi
Penyebab kedua dari kesulitan yang dihadapi akuntan dalam mencapai
prinsip- prinsip mendasar mungkin berasal dengan kenyataan bahwa akuntansi
adalah suatu disiplin pragmatik ia ada karna dipikirkan akan berguna.
V.

KESIMPULAN
Dari materi diatas, dapat disimpulkan bahwa semua laporan keuangan
auditan harus sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Paton

dan Littleton lebih

menyukai

istilah standar daripada

istilah prinsip karena mereka merasa bahwa istilah prinsip belum jelas
maknanya seperti apa. Sedangkan para pendahulu mereka menyarankan
bahwa suatu hal yang belum jelas artinya, tidak dapat dipergunakan pada suatu
institusi jasa (seperti akuntansi atau audit). Standar dapat berubah disesuaikan
dengan kebutuhan. Sedangkan prinsip sudah bersifat mutlak dan tidak dapat
diganggu gugat. Paton dengan istilah postulat adalah suatu landasan yang
menjadi pijakan dan dipegang teguh oleh seorang akuntan dalam menjalankan
tugasnya. Sedangkan yang dimaksud Byrne dengan istilah prinsip adalah suatu
kebenaran mendasar, meliputi hukum atau doktrin, yang diperoleh dari hal
lain, suatu kebenaran umum.

Beri Nilai