Anda di halaman 1dari 14

BAB II

PEMBAHASAN
2.1

Fakta dasar mengenai struktur keuangan di dunia


1.

Saham Bukan merupakan sumber pendanaan eksternal yang paling penting


untuk usaha
Saham merupakan sumber pendanaan yang kurang penting bagi perusahaan,
karena hanya sebagian kecil saham tersebut menambah kapital bagi perusahaan. Harga
saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi
akan membuat pasar percaya tidak hanya pada kinerja perusahaan saat ini namun juga
pada prospek perusahaan di masa depan.
2.

Penerbitan surat utang yang dapat dipasarkan dan sekuritas saham bukan
merupakan cara utama di mana bisnis mendanai operasi mereka
Obligasi jauh lebih penting dari pada saham, walaupun kombinasi saham dan
obligasi yang akan membentuk total share dari sekuritas, masih kurang dari setengah dana
eksternal yang dibutuhkan perusahaan.
3.

Pendanaan tidak langsung (Indirect finance) lebih penting dari pada


pendanaan langsung (direct finance)

Pembiayaan Langsung Pemberian kredit/pembiayaan langsung dilakukan


oleh pemilik dana (unit surplus) ke peminjam (unit defisit) tanpa melibatkan lembaga
intermediasi keuangan, sehingga ada penyerahan bukti hutang, seperti obligasi, saham
atau promes kepada unit surplus. Bukti hutang atausurat berharga ini merupakan sekuritas
primer.

Pembiayaan Tidak Langsung Proses pemindahan dana pinjaman dari unit


surplus ke unit defisit melalui lembaga intermediasi keuangan seperti bank, perusahaan
asuransi, dana pensiun, pembiayaan sekuritas dan reksadana. Penggunaan lembaga
intermediasi penting dalam perekonomian karena dapat mengatasi kelemahan yang ada
dalam pembiayaan langsung.
4.

Perantara keuangan, khususnya bank, merupakan sumber pendanaan


eksternal paling penting yang digunakan untuk mendanai berbagai usaha
Lebih dari 70% sumber utama pendanaan eksternal yang didapatkan perusahaan
berasal dari pinjaman bank.

5.

Sistem keuangan (financial system) adalah salah satu sektor ekonomi dengan
regulasi yang paling ketat

Sistem keuangan yang diregulasi ketat dari pemerintahan maka akan


meningkatkan keamaanan, kestabilan dari perekonomian
6.

Hanya perusahaan besar dan mapan yang mempunyai akses mudah ke pasar
sekuritas untuk mendanai kegiatannya
Individu dan usaha kecil akan susah untuk mendapatkan dana dengan cara
menerbitkan surat berharga karena investor kurang mempercayai perusahaan yang kecil
dan kurang memiliki pengalaman.
7.

Jaminan (collateral) adalah ciri yang paling umum dari kontrak utang
Merupakan hak milik yang dijaminkan kepada pemberi pinjaman untuk jaminan
pembayaran apabila peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman. Utang yang dijamin
disebut Secured Debt.
8.

Kontrak utang merupakan dokumen resmi yang rumit dan memberikan


banyak batasan atas perilaku peminjam
Kontrak utang merupakan dokumen resmi yang rumit dan memberikan banyak
batasan atas perilaku peminjam dengan aturan aturan yang tertelis disebut Restrictived
covennants.

2.2

Biaya Transaksi
Biaya transaksi merupakan masalah besar dalam pasar keuangan, salah satu contoh
berikut dapat memperjelas hal tersebut. Biaya transaksi menahan banyak penabung dan
peminjam kecil dari keterlibatan langsung dengan pasar keuangan . Perantara keuangan
mengambil keuntungan dari skala ekonomis dan lebih mampu untuk mengembangkan
keahlian untuk menurunkan biaya transaksi, dengan demikian memungkinkan penabung
dan peminjam untuk mendapatkan keuntungan dari keberadaan pasar keuangan.
a. Bagaimana Biaya Transaksi Mempengaruhi Struktur Keuangan
Jika anda mempunyai uang $5.000 yang ingin di investasikan di pasar saham. Uang
tersebut dapat anda belikan sejumlah kecil saham. Meskipun jika anda menggunakan
perdagangan online, pembelian anda akan sedemikian kecil sehingga komisi perantara
(brokerage) untuk membeli saham yang anda pilih akan merupakan presentase yang besar
dari harga beli saham. Jika anda membeli obligasi, masalah menjadi akan lebih buruk
karena di nominasi terkecil untuk beberapa obligasi yang mungkin ingin anda belin
$10.000 dan tidak punya sebanyak itu untuk berinvestasi. Anda akan kecewa karena anda
akan tidak dapat menggunakan pasar keuangan untuk memperoleh imbal hasil (return) atas
tabungan anda. Hal ini adalah fakta kehidupan bagi sebagian besar dari kita. Hanya sekitar
separuh dari rumah tangga Amerika Serikat memilki surat berharga (sekuritas).

Anda juga menghadapi masalah lain akibat biaya transaksi. Oleh karena Anda hanya
memiliki dana kecil yang tersedia, anda hanya dapat membuat sejumlah investasi yang
terbatas karena sejumlah besar transaksi-transaksi kecil akan menghasilkan biaya transaksi
yang sangat tinggi. Dengan demikian, Anda harus menaruh semua telur dalam satu
keranjang, dan ketidakmampuan anda untuk melakukan pembedaan akan membatasi anda
denfan risiko yang banyak.

b. Bagaimana Perantara Keuangan Mengurangi Biaya Transaksi


2.1 Skala Ekonomis
Satu solusi untuk persoalan biaya transaksi yang tinggi adalah menggabungkan dana
dri banyak investor secara bersama sehingga dapat mengambil manfaat dari skala
ekonomis (economies of scale), yaitu penurunan biaya transaksi per dollar investasi
sejalan dengan ukuran (skala) transaksi. Skala ekonomi ada karena total biaya melkuakan
transaksi dalam pasar keuangan hanya meningkatkan sdikit sejalan dengan peningkatan
ukuran transaksi.
Contoh yang paling jelas mengenai perantara keungan yang muncul karen skala ekonomis
adalah reksa dana(mutual fund). Reksa dana adalah perantara keungan yang menjual
saham kepada individu dan kemudian menginvestasikan keuntungannya dalam obligasi
atau saham.
Skala ekonomis juga penting dalam menurunkan biaya lain,sperti tekhnologi computer
yang di perlukan oleh lembaga keungan untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka .

2.2 Keahlian
Perantara keuangan juga dapat mengembangkan keahlian yang lebih baik untuk
menurunkan biaya transaksi. Keahlian mereka dalam tekhnologi computer memungkinkan
mereka untuk menawarkan layanan nasabah.
Hasil penting dari biaya transaksi perantara keungan yang rendah adalah kemampuannya
untuk menyediakan nasabahnya dengan jasa likuiditas, yaiut jasa yang memudahkan
nasabah untuk melakukan transaksi

2.3 Bagaimana Adverse Selection Mempengaruhi Struktur Ekonomi


Sumber utama dari instabilitas sistem keuangan adalah adanya informasi yang
asimetri yaitu suatu situasi dimana satu pihak yang terlibat dalam kesepakatan keuangan tidak
memiliki informasi yang akurat dibanding pihak lain (Nasution, 2003). Berdasarkan teorinya,
ketidaksamaan informasi ini akan menimbulkan apa yang disebut sebagai tindakan moral
hazard dan adverse selection. Moral hazard merupakan tindakan penyelewenangan amanah
atau tanggung jawab karena adanya kesempatan untuk melakukan hal tersebut tanpa
3

diketahui oleh pihak lain (Miskhin, 2001). Misalnya saja, seseorang yang memiliki premi
asuransi dapat berbuat curang untuk melakukan tindakan yang dapat mencairkan polis
asuransinya. Sedangkan adverse selection adalah adanya bias dalam pemilihan untuk
mendapatkan pilihan yang tepat (Miskhin, 2001). Masih terkait praktek asuransi, perusahaan
asuransi dapat saja salah memilih seseorang untuk menjadi kliennya karena adanya informasi
yang disembunyikan oleh si calon klien. Seseorang yang sebenranya sakit parah dan tidak
memenuhi syarat untuk mendapatkan asuransi kesehatan dapat diterima menjadi klien karena
informasi ini tidak diperoleh oleh perusahaan asuransi.

Sedangkan terkait dengan sistem keuangan, adalah bahwa ketidaksamaan informasi


ini terjadi pada transaksi keuangan yang didukung oleh sistem lembaga keuangan ataupun
pasar keuangan. Dengan demikian, adanya asimetri informasi yang terjadi baik di lembaga
keuangan maupun pasar keuangan dapat membahayakan sistem keuangan. Instabilitas sistem
keuangan dapat menimbulkan konsekuensi yang membahayakan yakni besarnya biaya fiskal
yang harus dikeluarkan untuk menyelamatkan lembaga keuangan yang bermasalah dan
penurunan PDB akibat krisis mata uang dan perbankan (Batunanggar, 2003). Hal ini pernah
terjadi yaitu pada saat krisis moneter 1998. Krisis yang terjadi di sektor moneter akhirnya
merembet dengan cepat ke sektor lain karena lemahnya sistem keuangan Indonesia.
Akibatnya, biaya untuk memperbaiki kondisi keuangan tersebut menjadi lebih tinggi
dibanding negara-negara lain.

2.4 Alat untuk membantu menyelesaikan masalah adverse selection

Produksi pribadi dan penjualan informasi

Menghilangkan informasi asimetris dengan memberikan rincian yang lengkap kepada orang
yang menyediakan dana mengenai individu-individu atau perusahaan-perusahaan yang
mencari pendanaan untuk aktivitas investasinya.

Regulasi pemerintah untik meningkatkan informasi

Meregulasi pasar sekuritas agar perusahaan-perusahaan untuk memberikan informasi


keuangan perusahaan secara jujur sehingga para investor mampu membedakan antara
perusahaan yang baik dan yang buruk.

Perantara keuangan

Menjual informasi dan juga perantara penjualan saham perusahaan kepada investor.

Jaminan

Jaminan merupakan property yang dijanjikan kepada pemberi pinjaman jika peminjam gagal
membayar, hal ini juga mengurangi kerugian pemberi pinjaman jika terjadi gagal
pembayaran.
4

Kekayaan bersih

Modal Ekuitas, selisih asset dengan kewajiban. Berfungsi sama dengan jaminan.

2.5 Bagaimana Moral Hazard Memengaruhi Struktur Keuangan di Pasar


Utang
Kontrak utang mensyaratkan peminjam untuk membayar dalam jumlah yang tetap
dan membiarkan mereka menyimpan keuntungan berapa pun di atas jumlah ini, peminjam
mempunyai insentif untuk mengambil proyek-proyek investasi yang lebih berisiko
daripada yang diinginkan pemberi pinjaman.
A. Alat untuk Membantu Menyelesaikan Moral Hazard dalam Kontrak Utang
1. Kekayaan Bersih dan Jaminan
Salah satu cara untuk menjelaskan solusi bahwa kekayaan bersih yang tinggi dan
jaminan memberikan masalah moral hazard adalah mengatakan bahwa kontrak utang
merupakan Incentive-compatible, yaitu incentive yang menyelaraskan incentive
peminjam dengan insentive pemberi pinjaman. Semakin besar kekayaan bersih peminjam
dan jaminan yang dijaminkan, semakin besar insentive peminjam berprilaku dengan cara
yang diharapkan dan diinginkan pemberi pinjaman, semakin kecil masalah moral hazard
dalam kontrak utang, dan semakin mudah bagi perusahaan dan rumah tangga untuk
meminjam.

2. Pemantauan dan Pelaksanaan Kontrak Restriktif


Kontrak restriktif ditujukan untuk mengurangi moral hazard dengan cara
mengesampingkan parilaku yang tidak diinginkan atau dengan mendorong perilaku yang
diinginkan. Terdapat empat jenis kontrak yang restriktif yang dapat mencapai tujuan
tersebut:

Kontrak yang mengurangi perilaku yang tidak diinginkan

Kontrak yang dirancang untuk mengurangi moral hazard dengan mencegahpeminjam


dari keterlibatannya dalam perilaku yang tidak diinginkan. Beberapa kontrak mengatur
bahwa peminjam dapat digunakan hanya untuk menandai aktivitas tertentu, kontrak
lainnya membatasi perusahaan peminjam dan keterlibatannya dalam kegiatan usaha yang
berisiko.

Kontrak untuk mendorong perilaku yang diinginkan


5

Kontrak yang restriktif dapat mendorong peminjam untuk terlibat dalam aktivitasyang
dapat lebih memungkinkan bahwa pinjaman tersebut akan dibayarkan. Kontrak yang
restriktif ini pada khususnya menjelaskan bahwa perusahaan harus mempertahankan
jumlah kepemilikan minimum atas aset tertentu relatif terhadap ukuran perusahaan.

Kontrak untuk mempertahankan agar jaminan tetap bernilai

Ini merupakan jenis kontrak yang biasa paling sering ditemukan. Kontrak pinjaman
mobil, misalnya, mengharuskan pemilik untuk mempetahankan sejumlah jaminan
minimum dan asuransi kehialangan dan mencegah penjualan mobil tersebut kecuali
pinjaman sudah dilunasi. Demikian pula penerima KPR harus mempunyai cukup asuransi
atas rumahnya dan membayar KPR apabila property tersebut dijual.

Kontrak untuk memberikan informasi

Kontrak yang restriktif juga mengharuskan perusahaan peminjam untuk menyediakan


informasi mengenai kegiatannya secara berkala dalam bentuk laporan akuntasi dan laba
triwulan, sehingga memudahkna pemberi pinjaman memantau perusahaan dan
mengurangi moral hazard. Jenis kontrak ini juga dapat mengatur bahwa pemberi
pinjaman mempunyai hak untuk mengaudit dan memeriksa pembukuan perusahaan kapan
saja.

3. Perantaraan Keuangan
Perantara keuangan mempunyai kemampuan untuk menghindari masalah free-rider
terutama selama mereka melakukan pinjaman individu. Pinjaman individu tidak
diperdagangkan, sehingga tak seorangpun yang dapat menjadi free-rider pada pemantauan
dan pelaksanaan kontrak restriktif. Dengan demikian, perantara yang melakukan
pinjaman menerima keuntungan dari pemantauan dan pelaksanaan dan akan bekerja
untuk mengurangi masalah moral hazard yang melekat dalam kontrak utang

2.6 Faktor-faktor yang Menyebabkan Krisis Keuangan


Untuk memahami terjadinya krisis perbankan dan keuangan dan bagaimana krisis tersebut
menyebabkan kontraksi terhadap kegiatan ekonomi, perlu diteliti faktor-faktor yang
menyebabkannya. Ada lima kategori faktor yang dapat memicu krisis keuangan: Kenaikan
suku bunga, Peningkatan ketidakpastian, pasar aset memengaruhi neraca, masalah-masalah
dalam sektor perbankan, dan ketidakseimbangan fiskal pemerintah.

Kenaikan Suku Bunga

Jika suku bunga pasar meningkat karena peningkatan permintaan kredit atau karena
penurunan jumlah uang beredar, risiko kredit yang baik kurang berminat untuk meminjam
6

sedangkan risiko kredit yang buruk masih berkeinginan untuk meminjam.. Karena adanya
peningkatan dalamadverse selection yang dihasilkan, pemberi pinjaman tidak berkeinginan
untuk member pinjaman. Penurunan pinjaman secara substansial akan mengakibatkan
penurunan substansial pada investasi dan kegiatan ekonomi agregat.

Peningkatan Ketidakpastian

Peningkatan ketidakpastian yang dramatis di pasar keuangan, kemunkinan akibat


kegagalan lembaga keuangan dan non keuangan yang utama, resesi, atau jatuhnya pasar
saham, menyebabkan pemberi pinjaman semakin sulit untuk memilh risiko-risiko kredit yang
baik dari yang buruk. Ketidak mampuan untuk menyelesaikan masalah adverse selection
dapat membuat pemberi pinjaman tidak berkeinginan untuk member pinjaman, sehingga
pinjaman, investasi, dan kegiatan ekonomi agregat akan mengalami penurunan.

Dampak Pasar Aset terhadap Neraca

Kondisi neraca perusahaan berimplikasi penting bagi kesulitan masalah informasi


asimetris dalam sistim keuangan. Penurunan yang tajam pada pasar saham merupakan satu
factor yang dapat menyebabkan terpuruknya neraca perusahaan, sehingga berakibat
meningkatkan masalah adverse selection dan moral hazard di pasar keuangan dan menyulut
krisis keuangan.

Permasalahan dalam Sektor Perbankan

Kondisi neraca bank berdampak penting bagi pemberian pinjaman bank. Jika bank
mengalami pemburukan neraca bank yang cukup tajam, bank akan mulai gagal, dan
kekhawatiran menyebar dari satu bank ke banklain, menyebabkan bahakan bank-bank sehat
kolaps.
Penurunan pinjaman bank selama krisis keuangan menurunkan pasokan dana yang tersedia
bagi peminjam, yang menyebabkan suku bunga tinggi. Hasil dari kegagalan bank berganda
(bank panic) berupa peningkatan masalah adverse selection dan moral hazard di pasar kredit.
Masalah-masalah ini menghasilkan penurunan yang bahkan lebih tajam dalam pemberian
pinjaman untuk memfasilitasi investasi produktif dan dapat menyebabkan kontraksi yang
lebih tajam dalam kegiatan ekonomi.

Ketidakseimbangan Fiskal Pemerintah

Ketidakseimbangan fiskal pemerintah dapat menciptakan kekhawatiran gagal bayar


dari utang pemeritah. Akibatnya pemerintah mungkin bermasalah untuk mendapatkan orang
7

yang bersedia membeli obligasinya dan pemerintah dapat memaksa bank untuk membeli
obligasi tersebut. Jika kemungkinan pemerintah gagal bayar utang maka neraca bank akan
melemah dan dapat memicu krisis nilai tukar di mana nilai mata uang domestic akan turun
dengan tajam karena investor menarik ungnya keluar dari Negara, sehuingga akan membawa
destruksi neraca perusahaan dengan utang dalam jumlah besar yang didenominasi dalam
mata uang asing. Dan dapat meningkatkan masalah-masalah adverse selection dan moral
hazarad. Penurunan pinjaman, dan kontraksi kegiatan ekonomi.

2.7 Contoh Kasus

1. KRISIS KEUANGAN : DEPRESI BESAR


Pada tahun 1928 dan 1929, harga-harga di pasar saham AS meningkat dua kali lipat. Pejabatpejabat federal reserve (the fed) memandang ledakan pasar saham sebagai spekulasi yang
berlebihan.
Penyelesaian : Mereka melakukan kebijakan moneter ketat untuk meningkatkan suku
bunga; the fed mendapatkan lebih dari yang diminta karena ketika pasar saham kolaps pada
oktober 1929, turun lebih dari 60%.

2. LEDAKAN ENRON YANG MERUSAK SENDIRI


Sampai dengan tahun 2001, Enron Corporation, suatu perusahaan yang mengkhususkan diri
dalam perdagangan di pasar energi, muncul dengan keberhasilan yang luar biasa. Perusahaan
tersebut menguasai seperempat pasar perdagangan energi dan bernilai $77 miliar pada bulan
Agustus 2002 (hanya beberapa saat sebelum ia hancur), menempatkannya sebagai perusahaan
ke tujuh terbesar di AS pada saat yang sama. Meskipun demikian, pada akhir tahun 2001,
Enron menurun. Pada bulan Oktober 2001, Enron mengumumkan pada triwulan ke tiga
kerugian senlai $618 miliar dan mengungkapkan kesalahan akuntansi. Menjadi jelas bahwa
Enron terlibat dalam suatu rangkaian transaksi yang rumit yaitu menyimpan utang dalam
jumlah besar. Perusahaan tersebut dipaksa untuk menyatakan diri bangkrut pada bulan
Desenber 2001, kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS.

Analisis dan Saran :


Disini perusahaan terlibat dalam suatu rangkaian transaksi yang rumit yaitu menyimpan
utang dalam jumlah besar dan mereka tidak terbuka terhadap calon investor padahal
8

seharusnya perusahaan Enron lebih terbuka kepada para calon investor agar mengetahui nilai
perusahaan sesungguhnya dan melaksanakan kontrak untuk memberikan informasi sehingga
mengharuskan perusahaan peminjam untuk menyediakan informasi mengenai kegiatannya
secara berkala dalam bentuk laporan akuntansi dan laba triwulan, sehingga memudahkan
pemberi pinjaman memantau perusahaan dan mengurangi moral hazard.

BAB III
PENUTUP

3.1Kesimpulan
Biaya transaksi merupakan masalah besar dalam pasar keuangan. Keberadaan biaya transaksi
dalam pasar keuangan menjelaskan beberapa bagian tentang mengapa perantara keuangan
dan pembiayaan tidak langsung memainkan peranan penting dalam pasar keuangan. Hal ini
dikarenakan adanya informasi asimetris yaitu, Adverse selection dan Moral hazard. Adverse
selection adalah masalah informasi asimetris yang terjadi sebelum transaksi sedangkan Moral
hazard muncul setelah transaksi. Analisis tentang bagaiamana masalah-masalah informasi
asimetris mempengaruhi perilaku ekonomi disebut dengan teori keagenan ( agency theory ).

3.2Saran
1. Diharapkan kedua belah pihak yang ingin bertransaksi memiliki pengetahuan dalam
bertransaksi
2. Mengetahui resiko yang didapat sebelum mengambil sebuah keputusan atau
kesepakatan bersama
3. Regulasi pemerintah untuk meningkatkan informasi
4. Perantara keuangan
5. Jaminan dan kekayaan bersih

DAFTAR PUSTAKA
10

Mishkin, Frederic S. 2011. Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Keuangan Edisi 8. Jakarta:
Salemba Empat.
21, Abe. 2013. Analisis ekonomi struktur keuangan. On line. From : http://abe21.blogspot.com/2013/10/analisis-ekonomi-struktur-keuangan.html. Diakses 13 februari
2015.

REPORT MAKALAH
11

ANALISIS EKONOMI STRUKTUR KEUANGAN

DISUSUN OLEH :

ANTODING

301 14 11 006

DIMAS POPO OKTOVIAN

301 14 11 020

EKO PRAYITNO

301 14 11 025

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN


UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

AKUNTANSI

2014/2015

PERTANYAAN DARI ANGGOTA KELOMPOK LAIN :

ABDUL ROHMAN
12

Bagaimana caranya agar perusahaan kecil dan besar berkesinambungan dalam


bekerja dan berbisnis, dan bagaimana caranya agar investor mempercayai
perusahaan kecil ?
Jawaban :

ERLAND EDLEN THIO


Bagaimana kesinambungan dari dampak pasar aset terhadap neraca ? Jelaskan
juga moral hazard dan advers selection !
Jawaban :
-

Moral hazard :
Moral hazard muncul setelah transaksi terjadi: Pemberi pinjaman
mengelola risiko bahwa peminjam akan melakukan aktivitas yang tidak
diinginkan dari sudut pandang pemberi pinjaman karena mereka
kemungkinan kecil akan mengembalikan pinjamannya. Misalnya, sekali
peminjam telah memperoleh pinjaman, mereka mungkin mengambil risiko
besar ( yang mempunyai kemungkinan imbal hasil yang tinggi tetapi juga
mengelola risiko gagal bayar lebih besar ) karena mereka bermain dengan
uang seseorang. Oleh karena moral hazard menurunkan probabilitas bahwa
pinjaman tersebut akan dikembalikan, pemberi pinjaman mungkin
memutuskan bahwa mereka lebih baik tidak memberikan pinjaman.

Adverse selection :
Masalah informasi asimetris yang terjadi sebelum transaksi: Orang-orang
yang berpotensi memiliki risiko kredit buruk adalah mereka yang paling
aktif mencari pinjaman. Dengan demikian, pihak-pihak yang paling ingin
memproduksi hasil yang tidak diinginkan adalah mereka yang paling ingin
terlibat dalam transaksi. Misalnya, pengambil risiko yang besar mungkin
yang paling bersemangat untuk meminjam karena mereka tahu bahwa
mereka berkemungkinan besar tidak ingin membayarkannya kembali. Oleh
karena adverse selection meningkatkan peluang bahwa pinjaman dapat
diberikan pada risiko kredit buruk, pemberi pinjaman dapat memutuskan
untuk tidak memberi pinjaman apa pun, meskipun risiko kredit yang bagus
ada di pasar.

EVI NOVIANTI
Jelaskan lebih detail lagi tentang pendanaan tidak langsung dan pendanaan
langsung
13

Jawaban :
Pendanaan tidak langsung ialah yang melibatkan aktivitas perantara keuangan
seperti perusahaan asuransi, dana pensiun, dan reksa dana. Sedangkan
pendanaan langsung ialah pendanaannya langsung diperoleh dari pemberi
pinjaman di pasar keuangan.

14

Anda mungkin juga menyukai