Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

DINAS KESEHATAN KOTA TANGERANG


PUSKESMAS LARANGAN UTARA
Jln. Inpres VI NO 88A Larangan Utara Kota Tangerang

KERANGKA ACUAN PROGRAM ORIENTASI


A. PENDAHULUAN
Fungsi operasional merupakan dasar dalam pelaksanaan manajemen sumber daya
manusia (SDM) yang efisien dan efektif untuk pencapaian tujuan organisasi/ perusahaan
tersebut. Fungsi operasional tersebut terdiri dari orientasi, pelatihan, dan pengembangan SDM.
Sistem orientasi tersebut sangat dibutuhkan sebagai wahana pembinaan ketenagakerjaan yang
mampu beroperasi secara efektif dan menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai.
Dalam suatu organisasi adanya orientasi dan pelatihan mutlak diperlukan. Kinerja
karyawan menjadi fokus pelatihan utama yang dapat ditingkatkan melalui progam orientasi kerja
kerja bagi karyawan baru, pelatihan bahkan pengembangan.
B. LATAR BELAKANG
Ketika memulai suatu pekerjaan baru bagi seorang karyawan, hal pertama yang akan muncul
dalam pikirannya adalah pertanyaan-pertanyaan tentang kesanggupan melakukan pekerjaan
barunya serta kecocokan dengan lingkunganbarunya. Hal ini tentunya dapat mengurangi
kepuasan karyawan baru dankemampuan untuk belajar bekerja, jika tidak ada antisipasi lebih
awal dari manjer SDM. Pada dasarnya kesan awal akan terasa begitu kuat dan wajar-wajar saja
bagikaryawan baru karena karyawan baru masih memiliki sesuatu yang sedikit, seperti
pengetahuan dan pengalaman kerja, serta untuk melakukan penilaian diri.
(Mangkuprawira, 2003)
Merekrut dan memilih karyawan baru yang berpotensi tidak menjamin bahwa mereka
akan bekerja secara efektif. Salah satu penyebabnya adalah karyawan baru tudak mengetahui
apayang harus dilakukan atau bagaimanamelakukannya. Untuk itu, langkah yang harus diambil
oleh perusahaan adalahmembuat karyawan baru mengetahui apa yang harus dilakukan dan
bagaimana melakukannya. Langkah ini dapat dilakukan dengan memberikan orientasi kepada
karyawan-karyawan baru. (Gary, 2006)
C. PENGERTIAN ORIENTASI
Orientasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu Orientation yang artinya penyesuaian diri
terhadap situasi tertentu atau lingkungan tertentu. Kegiatanorientasi dilakukan oleh departemen

SDM dan atasan untuk mensosialisasikannilai-nilai organisasi pada pegawai baru. Menurut para
ahli orientasi dapat diartikan dalam berbagai macam pengertian. Menurut Gary (2006), orientasi
merupakan prosedur untuk memberikan informasi latar belakang kepadakaryawan baru yang
dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka secaramemuaskan, seperti infomasi tentang
peraturan perusahaan. Sedangkan menurut Mondy (2008), orientasi merupakan upaya pelatihan
dan pengembangan awal bagi para karyawan baru yang memberi mereka informasi mengenai
perusahaan, jabatan, dan kelompok kerja.
D. TUJUAN PROGRAM ORIENTASI
Orientasi merupakan suatu hal yang penting dalam proses penerimaan karyawan baru. Tanpa
informasi dasar mengenai hal-hal seperti peraturan dan kebijakan dalam perusahaan, karyawan
baru dapat melakukan kesalahan dalam menjalani pekerjaannya, dan tidak menutup
kemungkinan terjadi kesalahan yang berbahaya (Gary, 2006). Oleh karena itu harus ada tujuan
yang jelas dalam pelaksanaan program orientasi. Ada beberapa pendapat yang dikemukakan para
ahli tentang tujuan dari program orientasi.
E. PELAKSANAAN ORIENTASI
Pada uraian di atas bahwa orientasi merupakan suatu proses penyesuaian diri karyawan
terhadap perusahaan. Tujuannya jelas untuk membantu karyawan baru merasa cocok dengan
lingkungan barunya. Selain itu, karyawan baru perlu dipersiapkan sejak awal agar nantinya
mampu melakukan sesuatu tugas yang dibebankan perusahaan kepada mereka dengan baik.
Program orientasi berhubuhan erat dengan sosialisasi, yaitu menciptakan hubungan sosial kepada
karyawan baru. Sosialisasi merupakan proses yang berlangsung melalui upaya agar seorang
karyawan mulai mengerti dan menerima nilai, norma, dan kepercayaan seperti yang terjadi
diperusahaan.

Proses

sosialisasi

membantu

perusahaan

memenuhi

kebutuhan

untuk

meningkatkan produktivitas karyawannya. Sebuah perusahaan akan sukses karena program


orientasinya berlangsung optimal, melalui peningkatan proses sosialisasi terhadap karyawan
baru. Sosialisasi akan membuat karyawan baru tersebut familiar dengan peranperannya,
perusahaan, kebijakan-kebijakan, dan karyawan lainnya. (Mangkuprawira, 2003)
F. LANGKAH- LANGKAH ORIENTASI
1. Penyuluhan pendahuluan.
2. Penunjukkan tempat tertentu (ibadah, kafetaria, dsb).
3. Mengadakan pertemuan kelas.
4. Pengenalan dengan karyawan lama.
F. EVALUASI DAN PELAPORAN HASIL ORIENTASI
Evaluasi hasil orientasi dilakukan oleh koordinator program terkait. Evaluasi dilakukan
setelah program orientasi berakhir.
Pelaporan hasil orientasi dikumpulkan dan dilaporkan 1 minggu setelah kegiatan orientasi
berakhir.

PEMERINTAH KOTA TANGERANG


DINAS KESEHATAN KOTA TANGERANG
PUSKESMAS LARANGAN UTARA
Jln. Inpres VI NO 88A Larangan Utara Kota Tangerang

KERANGKA ACUAN AKUNTANBILITAS


A. PENDAHULUAN
Dalam rangka untuk pengkajian secara periodic terhadap akuntabilitas penanggung jawab
upaya oleh pimpinan puskesmas untuk mengetahui apakah tujuan pelayanan tercapai dan
tidak menyimpang dari visi, misi dan tujuan kebijakan puskesmas,

maupun strategi

pelayanan.
B. LATAR BELAKANG
Akuntabilas merupakan

bentuk

tanggung

jawab

pengelola

puskesmas

dalam

melaksanakan upaya kegiatan puskesamas sesuai dengan rencana yang disusun.


C. TUJUAN UMUM
Penanggung
jawab

upaya

kegiatan

mempunyai

kewajiban

untuk

mempertanggungjawabkan pencapaian kinerja upaya kepada pimpinan puskesmas dan


melakukakan tindak lanjut untuk perbaikan.
D. KEGIATAN POKOK
Penilaian akuntabilitas penanggung jawab upaya dan penanggung jawab pelayanan.
E. RINCIAN KEGIATAN
1. Menentukan materi penilaian akuntabilitas penanggung jawab upaya dan penanggung
jawab pelayanan;
2. Menentukan proses; pelaksanaan akuntabilitas penanggung jawab upaya dan
penanggung jawab pelayanan;
3. Menentukan cara penilaian masa akuntabilitas penanggung jawab upaya dan
penanggung jawab pelayanan;
4. Menentukan hasil dari pelaksanaan akuntabilitas penanggung jawab upaya dan
penanggung jawab pelayanan
5. Melaporkan hasil pelaksanaan akuntabilitas penanggung jawab upaya dan
penanggung jawab pelayanan.

F. SASARAN
Sasaran akuntanbilitas adalah penanggung jawab program dan penanggung jawab
pelayanan.
G. JADWAL PELAKSANAAN
Penilaian akuntanbilitas dilakukan setiap 1 tahun sekali
H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
Evaluasi dilakukan oleh kepala puskesmas dan Tim Mutu UPT Larangan Utara
I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan dan pelaporan dilakukan setelah kegiatan MONEV dan dilaporkan kepada
Kepala UPT Puskesmas Larangan Utara

INDIKATOR PENILAIAN AKUNTANBILITAS


1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.
8.
9.

SK penunjukan pengelola
Uraian Tugas
Program Kerja
Buku kerja (buku harian) berisi catatan kegiatan pribadi, hasil kegiatan, hasil
konsultasi
Hasil kerja dan dianalisa (PDCA)
Pencatatan dan pelaporan data
Monitoring laporan dan minilokakarya
Analisa data kerja akhir tahun (hasil dari statifikasi/ penilaian kinerja)
Usulan kegiatan awal tahun
Pedoman kerja
Memiliki SOP
Memiliki Standar Pelayanan Publik
Memiliki standar mutu/ kinerja