Anda di halaman 1dari 7

MATERI PEMBANTU PEMBELAJARAN

MATERI 5
SIKLUS PENGELUARAN: PROSEDUR
PENGGAJIAN DAN AKTIVA TETAP
Nama

: Ahsanul Haq Jalil

NIM

: A31114319

Mata Kuliah : SIA


POKOK PEMBAHASAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Gambaran Umum Aktivitas Penggajian


Sistem Penggajian Manual
Pengendalian Penggajian
Sistem Penggajian Berbasis Komputer
Sistem Aktiva Tetap
Sistem Aktiva Tetap Berbasis Komputer]

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti mata kuliah ini dan berperan secara aktif
diharapkan mahasiswa mampu untuk:
1. Mengetahui dan memahami tentang Gambaran Umum Aktivitas
Penggajian
2. Mengetahui dan memahami tentang Sistem Penggajian Manual
3. Mengetahui dan memahami tentang Pengendalian Penggajian
4. Mengetahui dan memahami tentang Sistem Penggajian Berbasis
Komputer
5. Mengetahui dan memahami tentang Sistem Aktiva Tetap
6. Mengetahui dan memahami tentang Sistem Aktiva Tetap Berbasis
Komputer

1. Gambaran Umum Aktivitas Penggajian


Prosedur penggajian di dalam perusahaan manufaktur:
a. otorisasi penggajian dan perincian transaksi (jam kerja) dimasukkan
ke proses penggajian dari 2 sumber yang berbeda yaitu personalia
dan produksi.
b. Proses penggajian merekonsiliasi informasi, menghitung gaji, dan
mendistribusikan cek pembayaran ke karyawan.
c. Akuntansi biaya menerima informasi yang berkaitan dengan waktu
yang digunakan untuk setiap pekerjaan dari produksi (menjurnal
akun barang dalam proses (work in process WIP).
d. Departemen utang usaha menerima informasi
penggajian

dari

departemen

penggajian

dan

rangkuman

mengotorisasi

departemen pengeluaran kas untuk menyetor 1 cek, jumlah total


gaji, dalam akun bank khusus dimana gaji diambil.
e. Proses buku besar umum merekonsiliasi informasi rangkuman dari
bagian akuntansi biaya, utang, pengeluaran kas.
2. Sistem Penggajian Manual
a. Personalia. Departemen personalia menyiapkan dan menyerahkan
ke

departemen

penggajian

berbagai

formulir

kegiatan

personalia (personnel action form)


b. Produksi. Karyawan menyiapkan 2 jenis kartu catatan waktu
kerja (time record), yaitu kartu pekerjaan (job ticket) yang berisi
total jumlah waktu yang dihabiskan oleh setiap pekerja di setiap
pekerjaan produksi dan kemudian dikirim ke akuntanls biaya (siklus
konversi).
c. Akuntansi

biaya. Menggunakan

kartu

pekerjaan

untuk

mengalokasikan biaya tenaga kerja ke akun WIP sebagai biaya


tenaga kerja langsung atau overhead.
d. Penggajian. Menerima tarif pembayaran dan data pemotongan gaji
dari departemen personalia dan data jam kerja dari departemen
produksi.
e. Departemen utang. Staf adm. Utang usaha memeriksa kebenaran
daftar gaji dan menyiapkan 2 salinan tanda terima pengeluaran kas
sejumlah gaji tersebut.

f. Pengeluaran kas. Menerima cek-cek penggajian, memeriksanya, dan


kemudian

menandatanganinya,

lalu

mengirimnya

ke

pusat

pembayaran untuk didistribusikan ke karyawan.


g. Buku besar umum. Menerima rangkuman distribusi tenaga kerja dari
bagian akuntansi biaya dan tanda terima pengeluaran kas dari
utang usaha yang berisi total jumlah gaji terutang dan perincian ke
dalam kas, utang pajak, dan pengurangan lainnya.
3. Pengendalian Penggajian
a. Otorisasi transaksi. Dokumen ini penting untuk mencegah penipuan
penggajian dengan mengidentifikasi karyawan yang diotorisasi.
b. Pemisahan tugas. Fungsi penjagaan waktu harus dipisahkan dari
fungsi personalia. Informasi tarif pembayaran harus datang dari
sumber independen departemen personalia.
c. Supervisi. Supervisor harus mengamati proses memasukkan kartu
untuk

karyawan

lain

yang

terlambat

dan

absen

dan

merekonsiliasikan kartu waktu dengan kehadiran aktual.


d. Catatan akuntansi. Jejak audit untuk penggajian meliputi dokumen:
kartu waktu, kartu pekerjaan, dan bukti kas keluar; informasi jurnal
yang berasal dari rangkuman distribusi tenaga kerja dan daftar gaji
e. Pengendalian akses. Pengendalian atas akses ke dokumen sumber
dan catatan dalam sistem pembayaran merupakan hal yang
penting.
f. Verifikasi independen
4. Sistem Penggajian Berbasis Komputer
Otomatisasi Sistem Penggajian Menggunakan Pemrosesan Batch
Departemen

pemrosesan

data

menerima

formulir

kegiatan

personalia, kartu pekerjaan, kartu waktu, yang dikonversi ke file digital.


Program komputer batch melakukan pencatatan dengan terperinci,
penulisan cek, dan fungsi buku besar umum.
Merekayasa Ulang Sistem Penggajian
Perusahaan berukuran sedang dan besar, pemrosesan gaji sering
kali disatukan dalam sistem manajemen sumber daya manusia (human
resource management MSDM). Sistem MSDM berbeda dari sistem
otomatisasi dalam hal departemen operasi mengirim transaksi ke
pemrosesan data melalui terminal, file akses langsung digunakan

untuk menyimpan data, dan banyak proses sekarang dilakukan


secara real time.
a. Personalia. Melaukakan perubahan dalam file karyawan secara real
time melalui terminal, termasuk penambahan karyawan baru,
penghapusan karyawan yang sudah tidak bekerja, perubahan
jumlah keluarga karyawan, perubahan pemotongan gaji, dan
perubahan status pekerjaan (tarif pembayaran).
b. Akuntansi biaya. Memasukkan data biaya pekerjaan (real time atau
setiap hari) untuk menciptakan file pemanfaatan tenaga kerja (labor
usage file).
c. Penjagaan waktu. Jika menerima kartu waktu yang sudah disetujui
dari supervisor pada tiap akhir minggu, departemen penjagaan
waktu membuat file kehadiran (attendance file).
d. Pemrosesan data. Tugas yang dilakukan dalam proses batch akhir
periode kerja:
biaya tenaga kerja didisktribusikan ke berbagai WIP, overhead,
dan akun biaya.
file rangkuman distribusi tenaga kerja online diciptakan.
daftar gaji online diciptakan dari file kehadiran dan

file

karyawan (employee file).


file catatan karyawan diperbaharui.
cek penggajian disiapkan dan ditandatangani.
file bukti pengeluaran diperbaharui dan satu cek disiapkan untuk
data yang akan ditransfer ke akun dana gaji.
pada akhir pemrosesan sistem tersebut

menerima

file

rangkuman distribusi tenaga kerja dan file bukti pengeluaran dan


memperbaharui file buku besar umum.
e. Implikasi
pengendalian.
Sistem
berbasis

komputer

pasti

menghasilkan catatan yang memadai untuk verifikasi independen


dan tujuan audit. Akhirnya pengendalian harus didesain untuk
melindungi akses yang tidak diotorisasi ke file data dan program
komputer.
5. Sistem Aktiva Tetap
Aktiva tetap (fixed assets) adalah properti, pabrik, dan peralatan
yang digunakan dalam proses bisnis yang relatif permanen dan sering kali

secara kolektif mencerminkan investasi keuangan terbesar perusahaan.


Tujuan spesifik dari sistem aktiva tetap:
a. Memproses akuisisi aktiva tetap ketika diperlukan dan sesuai
dengan persetujuan dan prosedur manajemen formal.
b. Mempertahankan catatan akuntansi yang memadai dari akuisisi,
biaya, deskripsi, dan lokasi fisik aktiva di dalam organisasi.
c. Memlpertahankan catatan depresiasi yang akurat untuk aktivaaktiva yang dapat disusutkan sesuai dengan metode-metode yang
wajar.
d. Menyediakan

informasi

bagi

pihak

manajemen

yang

dapat

membantu merencanakan investasi aktiva tetap di masa yang akan


datang.
e. Mencatat penghapusan aktiva tetap dengan benar.
Sistem aktiva tetap memiliki beberapa karakteristik dan juga
terdapat perbedaan dengan siklus pengeluaran, yaitu pertama siklus
pengeluaran meproses akuisisi rutin untuk persediaan bahan baku untuk
fungsi produksi dan persediaan barang jadi untuk fungsi penjualan, serta
kedua diantara sistem ini perusahaan biasanya memperlakukan akuisisi
persediaan sebagai biaya periode lancar, namun mengapitalisasikan
aktiva tetap yang menghasilkan manfaat untuk periode jangka panjang.
Logika Sistem Aktiva Tetap:
a. Akuisis aktiva (aset acquisition) biasanya dimulai dari manajer
departemen

(pengguna)

yang

melihat

kebutuhan

untuk

mendapatkan aktiva tetap yang baru. Prosedur otorisasi dan


persetujuan yang terlibat akan bergantung pada biaya aktiva
tersebut.
b. Pemeliharaan aktiva (asset maintenance) melibatkan penyesuaian
saldo akun buku ebesar pembantu aktiva ketika aktiva tersebut
(tidak termasuk tanah) menyusut sepanjang waktu pemakaiannya.
c. Pilihan penghapusan aktiva adalah menjual, membongkar,
menyumbangkan, atau menghentikan penggunaan aktiva.
6. Sistem Aktiva Tetap Berbasis Komputer
a. Prosedur akuisisi. Dokumen ini menyediakan

bukti

bahwa

perusahaan secara fisik telah menerima aktiva dan menunjukkan

biayanya. Staf menggunakan terminal komputer untuk membuat


catatan aktiva tersebut dalam buku besar pembantu aktiva tetap.
b. Pemeliharaan aktiva. Sistem aktiva tetap menggunakan jadwal
depresiasi untuk mencatat transaksi depresiasi pada akhir periode
secara otomatis. Tugas khusus mencakup perhitungan depresiasi
periode saat ini, pembaharuan akumulasi depresiasi dan field nilai
buku dalam catatan buku besar pembantu, pembukuan total
depresiasi ke akun buku besar umum yang dipengaruhi (biaya
depresiasi dan akumulasi depresiasi), serta pencatatan transaksi
depresiasi dengan menambahkan cetatan ke file voucher jurnal.
c. Prosedur penghapusan. Ketika staf administrasi menghapus catatan
dari buku besar pembantu aktiva tetap, sistem secara otomatis
membukukan dan membuat jurnal penyesuaian ke akun pengendali
aktiva tetap dalam buku besar umum, mencatat setiap laba atau
rugi

yang

berkaitan

dengan

transaksi

penghapusan,

dan

menyiapkan catatan voucher jurnal.

Mengendaliakan Sistem Aktiva Tetap


a. Pengendalian otorisasi. Akuisisi aktiva tetap harus formal dan secara
eksplisit

diotorisasi,

setiap

transaksi

harus

dimulai

dengan

permintaan tertulis dari pengguna dan departemen.


b. Pengendalian supervisi. Supervisor harus memastikan aktiva tetap
yang digunakan sesuai dengan kebijakan perusahaan dan praktik
bisnis.
c. Pengendalian verifikasi independen. Secara berkala auditor internal
harus memeriksa akuisisi aktiva dan prosedur persetujuan untuk
menentukan kelayakan faktor yang digunakan dalam analisis.
Auditor internal harus memverifikasi lokasi, kondisi, dan nilai pasar
dari aktiva tetap perusahaan dibandingkan dengan catatan aktiva
tetap dalam buku besar pembantu.

DAFTAR PUSTAKA
http://akuntansisangatmudah.blogspot.com/2013/11/siklus-pengeluaranbagian-ii-prosedur.html
http://akbunhi.blogspot.co.id/2014/01/sistem-informasi-akuntansisiklus.html