Anda di halaman 1dari 17

GAS ALAM

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Kimia Dalam Kehidupan Sehari_Hari
Yang dibina oleh Bapak Muntholib S.Pd., M.Si.

Oleh:
Kelompok 9
Umi Nadhirotul Laili(140331601873)
Uswatun Hasanah (140331606108)
Via Ayudianti (140331604785)
Vrisca Bella C (140331601573)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
Maret 2016

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayahNya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang Gas Alam.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah Gas Alam ini dapat memberikan manfaat maupun
inpirasi terhadap pembaca.
Malang, Maret 2016

Tim Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman Sampul....................................................................................................................i
Kata Pengantar.......................................................................................................................ii
Daftar Isi................................................................................................................................iii
BAB I. PENDAHULUAN.....................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................................................1
BAB II. PEMBAHASAN......................................................................................................2
2.1 Gas Alam..........................................................................................................................2
2.1.1 Pengertian Gas Alam.....................................................................................................2
2.1.2 Sifat Fisik dan Sifat Kimia Gas Alam...........................................................................2
2.1.2.1 Sifat Fisik...................................................................................................................2
2.1.2.2 Sifat Kimia.................................................................................................................3
Daftar Rujukan.......................................................................................................................7

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Gas alam adalah campuran hidrokarbon ringan yang terbentuk secara alami yang
bercampur dengan beberapa senyawa non hidrokarbon. Sebagian besar gas alam tersusun atas
metana sekitar 80%, etana 5-10% dan sedikit alkana yang lebih tinggi. Produk dari gas alam
adalah LPG dan LNG.
Liquified Petroleum Gas (LPG) adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang
berasal dari gas alam. Sedangkan Liquefied Natural Gases (LNG) adalah Gas Alam yang
didinginkan lalu di kondensasikan menjadi liquid (cair). Perbedaan antar LPG dan LNG terletak
pada komposisi penyusunnya. LPG sebagian besar tersusun atas propana dan butane sedangkan
komposisi penyusun LNG adalah metana.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan gas alam ?
2. Bagaimana sifat fisika dan kimia dari gas alam?
3. Bagaimana komposisi dan sifat dari LPG dan LNG sebagai produk dari gas alam?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Gas Alam


Gas alam adalah campuran hidrokarbon ringan yang terbentuk secara alami yang

bercampur dengan beberapa senyawa non hidrokarbon. Sebagian besar gas alam tersusun atas
metana sekitar 80%, etana 5-10% dan sedikit alkana yang lebih tinggi. Gas alam menjadi sumber
energy yang dapat bersaing dan mungkin dapat melampaui minyak bumi, gas alam huga sering
didistribusikan di seluruh dunia dengan kapal kapal tangker besar.untuk menghemat ruang, maka
gas dicairkan (-160oC), sebab 1m3 gas cair setara dengan 600m3 gas pada tekanan atmosfer.
Tangker besar dapat mengangkut lebih dari 100.000 m3 gas cair.
Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi dan gas rawa, adalah bahan bakar fosil
berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana. Ia dapat ditemukan diladang minyak, ladang
gas bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya akan metana diproduksi melalui
pembusukan oleh bakteri anaerobic dari bahan bahan organic selain dari fosil, maka ia disebut
biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta
penampungan kotoran manusia dan hewan.
2.1.1

Sifat Fisik dan Sifat Kimia Gas Alam


Sifat Fisika
No Komponen
1.
2.
3.

Gas Alam
a. CH4
b. CO2
Udara
a. N2
b. O2
Air

Bentuk

Warna

Bau

Titik Didih

Titik Beku

Gas
Gas

Tidak
Tidak

Tidak
Tidak

-161C
-57,5C

-182,48C
-78,4C

Gas
Gas
Cair

Tidak
Tidak
Tidak

Tidak
Tidak
Tidak

-195,8C
-252,7C
100C

-259,2C
-259,1C
0C

Sifat Kimia
No
1.
2.

Komponen
Gas Alam
c. CH4
d. CO2
Udara
c. N2

BM(g/mol)

Sifat

16
44

Mudah Terbakar
Tidak Beracun

28,02

Zat Pengoksidasi dan

d. O2
3.

32,00
18

Air

Pereduksi
Reaktif
Sebagai Pelarut

2.2 Proses pembentukan dan pengolahan gas alam


2.2.1 Proses Pembentukan Gas Alam
Pencarian gas alam dimulai oleh ahli geologi, yang mempelajari struktur dan prosesproses di Bumi. Mereka menemukan jenis batu yang mungkin mengandung gas dan deposit
minyak. Dewasa ini, alat ahli geologis termasuk diantaranya adalah survei seismik yang
digunakan untuk menemukan tempat yang tepat untuk mengebor sumur. Survei seismik
menggunakan gema dari sumber getaran di permukaan bumi (biasanya pad yang bergetar
dibawah mobil yang dibuat untuk tujuan ini) untuk mengumpulkan informasi tentang bebatuan di
bawahnya. Kadang-kadang diperlulukan sejumlah kecil dinamit untuk memberikan getaran yang
diinginkan.

Proses pembentukan gas alam

Para ilmuwan dan insinyur mengeksplorasi area yang dipilih dengan mempelajari sampel
bebatuan dari bumi dan melakukan pengukuran. Jika situs tersebut tampak menjanjikan,
pengeboran dimulai. Beberapa daerah ini terdapat di darat, tetapi banyak juga yang berada di

lepas pantai, jauh di dalam laut. Setelah gas ditemukan, maka gas dialirkan ke atas melalui sumur
ke permukaan tanah dan masuk ke pipa besar. Beberapa jenis gas juga didapatkan bersamaan
dengan metana, seperti butana dan propana (juga dikenal sebagai "produk antara"), dipisahkan
dan dibersihkan di pabrik pengolahan gas. Produk-antaranya, setelah dipisahkan, digunakan
dalam berbagai cara. Sebagai contoh, propana dapat digunakan untuk memasak di atas
panggangan gas. Gas alam yang dihasilkan dari sumur mungkin berisi hidrokarbon cair dan gas
non-hidrokarbon. Gas ini disebut gas alam "basah". Gas alam dipisahkan dari komponen ini di
lokasi dekat sumur atau di pabrik pengolahan gas alam. Hasilnya adalah gas yang kemudian
dianggap "kering" dan dikirim melalui jaringan pipa ke perusahaan distribusi lokal, dan,
selanjutnya, kepada konsumen. Kita juga dapat menggunakan alat yang disebut "digester" yang
dapat mengubah bahan organik saat ini (tanaman, limbah hewan, dll yang baru mati) menjadi gas
alam. Proses ini menggantikan lama menunggu jutaan tahun untuk gas yang terbentuk secara
alami.

2.2.2 Proses Pengolahan Gas Alam


Proses Pengolahan Gas Alam adalah proses industri yang kompleks dirancang untuk
membersihkan gas alam mentah dengan memisahkan kotoran dan berbagai non-metana
hidrokarbon dan cairan untuk menghasilkan apa yang dikenal sebagai dry natural
gas. Pengolahan Gas alam dimulai sumur bor. Komposisi gas alam mentah yg diekstrak
dari sumur bor tergantung pada jenis, kedalaman, dan kondisi geologi daerah. Minyak dan gas
alam sering ditemukan bersama-sama dalam yang sama reservoir. Gas alam yang dihasilkan dari
sumur minyak umumnya diklasifikasikan sebagai associated-dissolved, yang berarti bahwa gas
alam dilarutkan dalam minyak mentah. Kebanyakan gas alam mengandung senyawa hidro
karbon, contoh seperti gas metana (CH4), benzena (C6H6), dan butana (C4H10). Meskipun
mereka berada dalam fase cair pada tekanan bawah tanah, molekul-molekul akan menjadi gas
pada saat tekanan atmosfer normal. Secara kolektif, mereka disebut kondensat atau cairan gas
alam (NGLs). Gas alam yang diambil dari tambang batu bara dan tambang (coalbed methane)
merupakan pengecualian utama, yang pada dasarnya campuran dari sebagian besar metana dan
karbon dioksida (sekitar 10 persen). Pabrik pengolahan gas alam memurnikan gas alam mentah
yang diproduksi dari ladang gas bawah tanah. Sebuah pabrik mensuplai gas alam lewat pipa-pipa

yang dapat digunakan sebagai bahan bakar oleh perumahan, komersial dan industri konsumen.
Pada proses pengolahan, kontaminan akan dihilangkan dan hidrokarbon yg lebih berat akan
diolah lagi untuk keperluan komersial lainnya. Untuk alasan ekonomi, beberapa pabrik
pengolahan mungkin harus dirancang untuk menghasilkan produk setengah jadi. Biasanya
mengandung lebih dari 90 persen metana murni dan lebih kecil jumlah etana nitrogen, karbon
dioksida, dan kadang-kadang. Hal ini dapat diproses lebih lanjut di pabrik hilir atau digunakan
sebagai bahan baku untuk pembuatan bahan kimia.
Jenis Sumur Gas Alam
Gas alam mentah terutama berasal dari salah satu dari tiga jenis sumur :

1. Sumur minyak mentah ;

2. Sumur gas ;

3. Sumur kondensat.

Gas alam yang keluar dari sumur minyak mentah biasanya disebut associated gas. Gas ini ada
sebagai gas di atas minyak mentah yang terbentuk didalam tanah, atau bisa saja larut dalam
minyak mentah. Gas alam yang keluar dari sumur gas dan sumur kondensat, di mana ada sedikit
atau bahkan tidak ada kandungan minyak mentah disebut non-associated gas. Sumur gas
biasanya hanya memproduksi gas alam mentah, sedangkan sumur kondensat menghasilkan gas
alam mentah bersama dengan hidrokarbon berat molekul rendah. Gas ini pada fase cair pada
kondisi ambien contoh; pentana disebut sebagai gas alam kondensat (kadang-kadang juga
disebut bensin alami atau hanya kondensat). Gas alam bisa disebut sweet gas ketika relatif bebas
dari hidrogen sulfida, namun, gas yang mengandung hidrogen sulfida disebut sour gas. Gas alam
mentah juga dapat berasal dari cadangan metana dalam pori-pori lapisan batubara, dan terutama
teradsorpsi ke permukaan batubara itu sendiri. Gas tersebut disebut sebagai coalbed
gas atau coalbed methane. Coalbed gas telah menjadi sumber energi penting di akhir akhir ini.
Kontaminan dalam Gas Alam Mentah

Gas alam mentah utamanya terdiri dari metana (CH4), molekul hidrokarbon terpendek dan
paling ringan juga sejumlah:

Gas hidrokarbon yang lebih berat : etana (C2H6), propana (C3H8), butana normal (nC4H10), isobutana (i-C4H10), pentana dan bahkan hidrokarbon dengan berat molekul
yang lebih tinggi. Ketika diproses dan dimurnikan menjadi produk jadi, semua ini secara
kolektif disebut sebagai NGL (Cairan Gas Alam).

Gas asam : karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), methanethiol (CH3SH) dan
ethanethiol (C2H5SH).

Gas lain : nitrogen (N2) dan helium (He).

Uap air. Juga sebagai larutan garam dan gas terlarut (asam).

Gas alam mentah harus dimurnikan untuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh
perusahaan pipa transmisi utama dan distribusi . Standar kualitas bervariasi dari pipa ke pipa dan
biasanya tergantung dari desain sistem pipa dan pangsa pasar yang dilayaninya. Secara umum,
penetapan standar gas alam antara alain adalah:

Nilai heating value (nilai kalori) harus berada dalam kisaran tertentu. Sebagai contoh, di
Amerika Serikat, harus sekitar 1.035 +/- 5% BTU per kaki kubik gas pada 1 atmosfer dan
60 derajat Fahrenheit (41 MJ +/- 5% per meter kubik gas pada 1 atmosfer dan 15,6
derajat Celsius).

Penyesuaian dew-point untuk mengurangi kandungan air dan hidrokarbon berat di gas
alam sehingga tidak terjadi kondensasi selama proses transportasi dalam pipa.

Kandungan hidrogen sulfida 0.25 grain H2S per 100 cubic feet gas atau sekitar 4
ppm. Spesifikasi untuk CO2 biasanya tidak lebih dari dua atau tiga persen per 100 cubic
feet gas.

Diagram alir proses pengolahan gas alam


Aliran blok diagram di atas adalah konfigurasi umum untuk pengolahan gas alam mentah
dari non-associatedgas well dan bagaimana gas alam mentah diolah menjadi gas jual kepada end
user atau pasar. Hasil pengolahan gas alam mentah dapat berupa :

Gas alam kondensat

Sulfur

Etana

Gas alam cair (NGL): propana, butana dan C5 + (istilah yang umum digunakan untuk
pentana ditambah dengan molekul hidrokarbon yang lebih tinggi)

1. Gas alam mentah berasal dari beberapa sumur yang berdekatan, dikumpulkan dan proses
pengolahan pertama yang terjadi adalah proses menghilangkan kandungan air dan gas
alam kondensat. Hasil kondensasi biasanya dialirkan kilang minyak dan air dibuang
sebagai waste water.
2. Gas alam mentah kemudian dialirkan ke pabrik pengolahan di mana pemurnian awal
biasanya menghilangkan kandungan asam (H2S dan CO2). Proses yang dipakai pada
umumnya adalah Amine Treating yang biasa disebut Amine Plant.
3. Proses berikutnya adalah untuk menghilangkan uap air dengan menggunakan
proses penyerapan dalam trietilen glikol cair (TEG).
4. Proses berikutnya adalah untuk mengubah menjadi fase gas alam cair (NGL) yang
merupakan proses paling kompleks dan menggunakan pabrik pengolahan gas modern.

2. 3 Dampak Lingkungan Proses Pengolahan Gas Alam


Pembakaran gas alam untuk energi menghasilkan emisi lebih sedikit pada hampir semua
jenis polutan udara dan karbon dioksida (CO2) per unit panas yang dihasilkan dibandingkan
batubara atau produk minyak olahan. Sekitar 117 pound karbon dioksida diproduksi per juta Btu
gas alam, dibandingkan dengan lebih dari 200 pound CO2 per juta Btu batubara dan lebih dari
160 pound per juta Btu bahan bakar minyak.
Gas alam sebagian besar terdiri dari metana, yang merupakan gas rumah kaca yang
sangat kuat. Metana dapat bocor ke atmosfer dari tambang batubara, sumur minyak dan gas,
tangki penyimpanan gas alam, pipa, dan lokasi pengolahannya. Kebocoran ini merupakan salah
satu sumber emisi gas rumah kaca. Industri minyak dan gas alam berusaha untuk mencegah
kebocoran gas, dan di tempat gas alam diproduksi tetapi tidak dapat diangkut secara ekonomi,
gas alam akan "dinyalakan" atau dibakar di lokasi tersebut. Hal ini dianggap lebih aman dan
lebih baik daripada melepaskan metana ke atmosfer karena CO2 lebih sedikit bahayanya sebagai
gas rumah kaca dibandingkan metana.
Ketika ahli geologi mengeksplorasi deposit gas alam di darat, mereka mungkin harus
mengganggu tanah dan vegetasi dengan kendaraan mereka. Sebuah sumur gas di darat
memerlukan pembukaan jalan, pembersihan dan perataan daerah untuk membuat bor pad.
Kegiatan pengeboran sumur menghasilkan polusi udara dan dapat mengganggu satwa liar.
Dibutuhkan pipa untuk mengangkut gas dari sumur, dan biasanya akan dilakukan pembukaan

lahan untuk mengubur pipa. Produksi gas alam juga dapat mengakibatkan kontaminasi
pada sejumlah besar volume air. Air ini harus ditangani dengan baik, disimpan, dan didisinfectan sehingga tidak mencemari tanah dan air. Gas alam yang kita gunakan sebagai bahan
bakar sebagian besar merupakan metana, namun gas yang belum diolah dari sumur mungkin
mengandung senyawa lain, termasuk hidrogen sulfida, gas sangat beracun. Gas alam yang padat
hidrogen sulfida biasanya akan menyala berkobar. Pembakaran gas alam menghasilkan CO2,
karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan senyawa lain tergantung pada komposisi
kimia dari gas alam dan seberapa baik gas tersebut dapat terbakar. Sumur gas alam dan pipa
sering membutuhkan mesin untuk menjalankan peralatan dan kompresor, yang mengakibatkan
kebisingan dan polusi udara tambahan . Teknologi pengeboran dan pemulihan gas terbaru telah
mengurangi sejumlah besar daerah yang terganggu untuk menghasilkan setiap kaki kubik gas
alam. Teknik pemboran horizontal memungkinkan untuk menghasilkan gas dari satu sumur
dibandingkan banyak sumur di masa lalu, sehingga diperlukan lebih sedikit sumur untuk
exploitasi lapangan gas. Hydraulic fracturing (biasa disebut "hydrofracking," atau "fracking,"
atau "fracing") pada formasi batuan shale akan membuka cadangan gas yang besar, yang
sebelumnya terlalu mahal untuk dikembangkan. Hydrofracking dilakukan dengan memompa
cairan bertekanan tinggi ke dalam sumur untuk membuat rekahan bebatuan dan memungkinkan
gas membebaskan diri dari kantong-kantong kecil di bebatuan. Namun, ada beberapa
masalah potensial pada lingkungan yang juga terkait dengan produksi gas shale.

Hydraulic fracturing memerlukan sejumlah besar air.

Jika salah kelola, cairan hydraulic fracturing - yang mungkin mengandung bahan kimia
yang berpotensi bahaya - dapat mencemari karena terjadinya tumpahan, bocor, konstruksi
sumur yang rusak, atau jalur eksposur lainnya.

Hydraulic fracturing juga menghasilkan sejumlah besar air limbah, yang mungkin
mengandung bahan kimia terlarut dan kontaminan lain yang memerlukan perlakuan
sebelum dibuang atau digunakan kembali.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat, rekah hydraulic fracturing "menyebabkan


gempa bumi kecil, walaupun terlalu kecil untuk menjadi perhatian bagi keselamatan.

2. 4 Dampak Sosial Proses Pengolahan Gas Alam

Gas alam merupakan sumber daya energi yang sangat aman untuk digunakan manusia.
Berikut merupakan manfaat gas alam untuk kehidupan sehari-hari :

1. Gas alam sebagai bahan bakar


Antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap, bahan bakar
industri ringan, menengah dan berat, bahan bakar kendaraan bermotor (BBG/NGV), sebagai
keperluan untuk kebutuhan rumah tangga hotel, restoran dan sebagainya. Gas alam terkompresi
(Compressed natural gas, CNG) adalah alternatif bahan bakar selain bensin atau solar. Di
Indonesia, kita mengenal CNG sebagai bahan bakar gas (BBG). Bahan bakar ini dianggap lebih
bersih bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang
ramah lingkungan. CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4) yang diekstrak dari
gas alam. LPG (liquified petroleum gas), adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang
berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah
menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). Elpiji juga
mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana
(C5H12). Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan bakar alat dapur
(terutama kompor gas). Selain sebagai bahan bakar alat dapur, Elpiji juga cukup banyak
digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor walaupun mesin kendaraannya harus
dimodifikasi terlebih dahulu.
2. Gas alam sebagai bahan baku
Antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia, metanol, bahan baku plastik LDPE
(low density polyethylene), LLDPE = linear low density polyethylene, HDPE (high density
polyethylen), PE (poly ethylene), PVC (poly vinyl chloride), C3 dan C4-nya untuk LPG, CO2-

nya untuk soft drink, dry ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan
dan bahan pemadam api ringan.

2. 5 Dampak Ekonomi Proses Pengolahan Gas Alam


Gas alam yang paling besar digunakan untuk komoditas ekspor di dunia yaitu LNG
(Liquified Natural Gas) atau gas alam cair. Gas alam cair Liquefied Natural Gas (LNG) adalah
gas alam yang telah diproses untuk menghilangkan ketidakmurnian dan hidrokarbon berat dan
kemudian dikondensasi menjadi cairan pada tekan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar
-160 Celcius. LNG ditransportasi menggunakan kendaraan yang dirancang khusus dan ditaruh
dalam tangki yang juga dirancang khusus. LNG memiliki isi sekitar 1/640 dari gas alam pada
Suhu dan Tekanan Standar, membuatnya lebih hemat untuk ditransportasi jarak jauh di mana
jalur pipa tidak ada. Ketika memindahkan gas alam dengan jalur pipa tidak memungkinkan atau
tidak ekonomis, dia dapat ditransportasi oleh kendaraan LNG. Dibandingkan dengan minyak
mentah, pasar gas alam cair relative lebih kecil. Saat ini teknologi manusia juga telah mampu
menggnakan gas alam untuk air conditioner (AC), seperti yang digunakan di bandara Bangkok,
Thailand dan beberapa bangunan gedung perguruan tinggi di Australia

DAFTAR PUSTAKA
U Yudiastuti. 2011. e-journal.uajy.ac.id/1757/3/2TS12690.pdf (Diakses pada tanggal: Rabu, 24
Februari 2016)
MQ Nasution. 2011. Penentuan Kadar Metana Pada Aliran Gas Ke Dietanol Amin, Karbonat,
Plant, Dan Train Menggunakan Kromatografi Gas. Universitas Sumatera Utara (USU):
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25211/.../Chapter%20%20I.pdf. (Diakses pada
tanggal: Rabu, 24 Februari 2016)
Santoso, N. 2014. Pemanfaatan LNG Sebagai Sumber Energi di Indonesia. Jakarta: PT Cipta Reka
Mandiri, Jurnal Rekayasa Proses, Vol. 8, No. 1, 2014.

Rujukan terkait yang diakses pada Rabu, 24 Februari 2016:


lib.ui.ac.id/file?file=digital/134231-T%2027920...Literatur.pdf
digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-15709-Chapter1-841103.pdf
digilib.its.ac.id/.../ITS-Undergraduate-16510-2307100026-Chapter1.pdf

http://www.indoenergi.com/2012/07/gas-alam-dan-dampaknya-pada-lingkungan.html