Anda di halaman 1dari 163

BAB IV

PROFIL WILAYAH
4.1 Profil Kebijakan, Kelembagaan, dan Pembiayaan
4.1.1

Profil Kebijakan

4.1.1.1.Kebijakan Eksternal
Kebijakan Spasial (Perda No 22 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang
Provinsi Jawa Barat)
Kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang Kebijakan pengembangan
wilayah diwujudkan melalui pembagian 6 (enam) WP serta keterkaitan fungsional
antarwilayah dan antarpusat pengembangan. Penetapan WP sebagaimana
dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pembangunan.
Penetapan WP merupakan penjabaran dari Kawasan Strategis Nasional dan
Kawasan Andalan pada sistem nasional. Kabupaten Karawang sebagai penjabaran
dari

Kawasan

Strategis

Nasional

Bodebek

Karpur,

dimana

Wilayah

Pengembangan Purwasuka penjabaran dari kawasan andalan, meliputi Kabupaten


Purwakarta, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Karawang.Untuk mendorong
efektivitas keterkaitan fungsional antar WP sebagaimana dilakukan pembangunan
dan peningkatan infrastruktur wilayah yang mendukung fungsi masing-masing
kawasan.
A. Rencana Struktur Ruang Provinsi Jawa barat (Peraturan Daerah
Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2010)
Dalam arahan Struktur Ruang, berdasarkan Rencana tata ruang Wilayah
Provinsi Jawa Barat terdapat beberapa Pusat pelayanan, yang diantaranya yaitu
Kabupaten Karawang.

Sebagaimana upaya mendorong perkembangan fungsi

Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dan kaitannya dengan desa pusat produksi, rencana
pengembangan sistem perkotaan menetapkan Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dalam
sistem perkotaan provinsi sebagai pendukung berfungsinya Pusat Kegiatan
Wilayah (PKW) dan mengurangi pergerakan dari desa pusat produksi langsung ke
Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Pusat Kegiatan Lokal (PKL) diharapkan dapat
berfungsi sebagai pusat koleksi dan distribusi lokal di setiap kabupaten dan/atau

beberapa kecamatan terdekat. Untuk itu, setiap Pusat Kegiatan Lokal (PKL) akan
dilengkapi dengan fasilitas minimum yang perlu ada untuk mendorong
berfungsinya Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Namun, pembangunan atau
peningkatan fasilitas tersebut juga perlu dilengkapi dengan peningkatan dalam
kualitas pelayanan fasilitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan penduduk di
dalam wilayah pelayanan. Desa pusat produksi diproyeksikan menjadi pusat-pusat
perdesaan yang menjadi basis produksi di setiap kawasan andalan.
Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yang ditetapkan terdiri dari pusat kegiatan
lokal perkotaan dan pusat kegiatan lokal perdesaan. Pusat kegiatan lokal
perkotaan adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan
skala kabupaten/kota atau beberapa kecamatan. Sedangkan pusat kegiatan lokal
perdesaan adalah kawasan perkotaan yang berfungsi sebagai pusat koleksi dan
distribusi lokal yang menghubungkan desa sentra produksi dengan PKL
perkotaan.
Penetapan PKL perkotaan diarahkan pada pertimbangan teknis bahwa kotakota yang ditetapkan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan
perkotaan dengan kegiatan-kegiatan yang berciri perkotaan, seperti industri,
permukiman perkotaan, perdagangan dan jasa, dan lainnya. PKL pedesaan
diarahkan untuk menjadi pusat kegiatan koleksi dan distribusi bagi wilayahwilayah belakangnya dan ditetapkan sebagai kawasan yang dapat dikembangkan
secara terbatas untuk kegiatan industri berbasis pertanian
Rencana pengembangan sistem perkotaan Pusat Kegiatan Lokal (PKL) di
Jawa Barat, terdiri atas :
a. Penetapan kawasan Cikarang Pusat, Cibinong, Cimanggis, Cianjur,
Sindangbarang, Cibadak, Purwakarta, Karawang, Soreang, Padalarang,
Cimahi, Pamanukan, Subang, Jalan Cagak, Jatibarang, Sumber, Majalengka,
Kuningan, Pameungpeuk, Singaparna, Sumedang, Ciamis, Banjarsari, Parigi
sebagai PKL perkotaan dengan wilayah pelayanan Kabupaten/Kota dan
beberapa kecamatan;
b. Penetapan Jampang Kulon, Sagaranten, Jampang Tengah, Sukanagara,
Wanayasa, Plered, Rengasdengklok, Cilamaya, Ciwidey, Banjaran, Majalaya,

Ciparay, Cicalengka, Rancaekek, Cilengkrang, Cililin, Ngamprah, Cisarua,


Lembang, Tanjungsari, Wado, Tomo, Conggeang, Ciasem, Pagaden, Kalijati,
Pusakanagara, Karangampel, Kandanghaur, Patrol, Gantar, Arjawinangun,
Palimanan, Lemahabang, Ciledug, Kertajati, Jatiwangi, Rajagaluh, Cikijing,
Talaga, Cilimus, Ciawigebang, Luragung, Kadugede, Cikajang, Bungbulang,
Karangnunggal, Kawali, Cijeungjing, Cikoneng, Rancah, Panjalu, Pamarican,
Cijulang sebagai PKL perdesaan dengan wilayah pelayanan Kabupaten/Kota
dan beberapa kecamatan.
Dilihat dari pandangan kebijakan Provinsi Jawa Barat untuk Kabupaten
Karawang diarahkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL Perkotaan). Berikut
tabel hirarki pusat Kegiatan dari arahan kebijakan Provinsi, yaitu :
Tabel IV.1
Sistem Perkotaan Provinsi
No

Kab./Kota

1.
2.
3.
4.
5.

Kota Bekasi
Kab Bekasi
Kota Bogor
Kab Bogor
Kota Depok
Kota
Sukabumi

6.
7.

Kab
Sukabumi

8.

Kab Cianjur

9.
10.
11.

Kab
Purwakarta
Kab
Karawang
Kota
Bandung

PKN

PKNp

PKW

PKWp

PKL
Perkotaan

PKL Perdesaan

Kawasan
Perkotaa
n
Bodebek
Sukabumi
Palabuhanrat
u

Palabuhanrat
u

Cibadak
Cianjur
Sindangbarang
Purwakarta

CikopoCikampek

Karawang

Kawasan
Perkotaa
n
Bandung
Raya

12.

Kab Bandung

Soreang

13.

Kab Bandung
Barat

Ngamprah

14.

Kota Cimahi

Cimahi

Jampang kulon
Sagaranten
Jampang tengah
Sukanagara
Wanayasa
Plered
Rengasdengklok
Cilamaya
Ciwidey
Banjaran
Majalaya
Ciparay
Cicalengka
Rancaekek
Cilengkrang
Cililin
Padalarang
Cisarua
Lembang

No

Kab./Kota

PKN

PKNp

PKW

PKWp

PKL
Perkotaan

15.

Kab
Sumedang

Sumedang

16.

Kab Subang

Pamanukan
Subang
Jalan Jagak

17.

Kab
Indramayu

18.

Kota Cirebon

19.

Kab Cirebon

20.

Kab
Majalengka

21.

Kab
Kuningan

22.

Kab Garut

23.
24.

Indramayu

Cirebon

Sumber

Kadipaten

Kab Ciamis

26.

Kota Banjar

Majalengka

Rancabuay
a

Tanjungsari
Wado
Tomo
Conggeang
Ciasem
Pagaden
Kalijati
Pusakanagara
Karangampel
Kandanghaur
Patrol
Gantar
Arjawinangun
Palimanan
Lemahabang
Ciledug
Kertajati
Jatiwangi
Rajagaluh
Cikijing
Talaga

Garut
Pameungpeuk

Cilimus
Ciawigebang
Luragung
Kadugede
Cikajang
Bungbulang

Singaparna

Karangnunggal

Ciamis
Banjarsari
Parigi

Kawali
Cijeungjing
Cikoneng
Rancah
Panjalu
Pamarican
Cijulang

Kuningan

Kota
Tasikmalaya
Kab
Tasikmalaya

25.

Jatibarang

PKL Perdesaan

Tasikmalaya

Pangandaran

Pangandaran

Banjar

Sumber : RTRW Provinsi Tahun 2009-2029

Berdasarkan arahan kebijakan Provinsi Jawa Barat bahwa untuk Karawang


yang diarahakan oleh provinsi sebagai Pusat Pelayanan Wilayah, Pusat Pelayanan
Perkotaan, dan Pusat Pelayanan Pedesaan. Selain itu dalam arahan Struktur Ruang
Provinsi, Kabupaten Karawang juga ditetapkan sebagai Wilayah pengembangan

Purwasuka (Purwakarta, Subang, dan Karawang), yaitu diantaranya sebagai


berikut :
Tabel IV.2
Wilayah Pengembangan
Wilayah Pengembangan

WP Purwasuka

WP Bodebekpunjur

Arahan Pengembangan
Pembangunan Pelabuhan Laut
Internasional Cilamaya
Optimalisasi fungsi Pangkalan
Udara Kalijati
Penyediaan Terminal Tipe A
Pembangunan
jalan
lingkar
Karawang;
danPeningkatan
kapasitas dan kondisi ruas jalan
strategis
Pembangunan Waduk Sadawarna,
Cilame, Talagaherang, Cipunagara,
Kandung dan Bodas
Revitalisasi dan optimalisasi fungsi
waduk dan danau/situ;
Rehabilitasi hutan dan lahan kritis
di hulu DAS.
Pengembangan prospek panas
bumi di lapangan panas bumi
Sagalaherang
dan Tangkuban
Perahu
Pengembangan jaringan pipanisasi
gas (gas pipeline) dan gas kota
Pengembangan pemanfaatan energi
terbarukan berupa energi air skala
kecil, energi surya, energi angin
dan bioenergi
Pengembangan
secara
terkoordinasi pemanfaatan gas
alam (SPPBE, PLTG, dan LPG
Plant)
Pengembangan
pemanfaatan
batubara untuk industri;
Peningkatan keandalan sistem
jaringan
jalur
KA
lintas
selatanyang menghubungkan kotakota Cikampek-Purwakarta
Elektrifikasi rel ganda KA Antar
Kota Cikarang-Cikampek
Pengembangan Pelabuhan Laut
Pembangunan
dan
penyelenggaraan terminal tipe A
Peningkatan/ Pembangunan rel

Lokasi
Kabupaten Karawang
Kabupaten Subang
Kabupaten Karawang
Kabupaten Karawang

Kabupaten Subang
Kabupaten Purwakarta
WP Purwasuka

Kabupaten Subang
Kabupaten Karawang,
Purwakarta dan Subang
Kabupaten Purwakarta dan
Kabupaten Subang

Kabupaten Karawang dan Subang


Kabupaten Karawang dan
Kabupaten Purwakarta
Kabupaten Karawang dan
Kabupaten Purwakarta
Kabupaten Karawang dan
kabupaten Bekasi
Kabupaten Bekasi
Kota Bogor, Kabupaten Bekasi
dan Kota Depok
Manggarai-Jatinegara-Bekasi

Wilayah Pengembangan

Arahan Pengembangan
ganda KA Perkotaan ManggaraiCikarang
Pengembangan lapangan panas
bumi eksisting di lapangan panas
bumi Awi Bengkok dan Gunung
Salak
Pengembangan pipanisasi gas
regional dan gas kota di

WP Ciayumajakuning

Pengembangan pengolahan air


limbah yang memperhatikan baku
mutu limbah cair dan merupakan
sistem
yang
terpisah
dari
pengelolaan air limbah industri
secara terpusat, terutama pada
kawasan perumahan padat, pusat
bisnis dan sentra industri
Pembangunan Tempat Pengolahan
dan Pemrosesan Akhir Sampah
Regional Nambo
Pembangunan
Pasar
Induk
Regional
8.
Pusat Kawasan Industri dan
Pergudangan Bertaraf Internasional
Marunda, terletak di Kawasan
Industri Sentul
10. Pusat Kawasan Industri
Cibinong, terletak di CiteureupCileungsi-KlapanunggalGunungputri
Optimalisasi
Kawasan
IndustriKawasan Industri MM2100
dan 7.Kawasan Industri Gobel
Optimalisasi
Kawasan
IndustriKawasan Industri EJIP
(NEGAI),
Kawasan
Industri
Jababeka, Kawasan Industri Lippo
dan Kawasan Industri Patria
Manunggal Jaya
Optimalisasi Kawasan Industri
Internasional
Pusat Kawasan Industri dan
Pergudangan Bertaraf Internasional
Marunda
Pembangunan
Bandara
Internasional Jawa Barat (BIJB)
Optimalisasi
fungsi
Bandara

Lokasi

Kabupaten Bogor
Kota Bogor, Kota Depok,
Kabupaten Bekasi dan Kota
Bekasi

Kabupaten Bekasi, Kota Bogor,


Kota Depok dan Kabupaten
Sukabumi

Kabupaten Bogor, Kota Bogor


dan Kota Depok
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bekasi dan Kabupaten
Bogor

Kabupaten Bogor

Cibitung, Kabupaten Bekasi

Cikarang, kabupaten Bekasi

Desa Sukaresmi, Kabupaten


Bekasi
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Majalengka
Kota Cirebon

Wilayah Pengembangan

Arahan Pengembangan
Cakrabuwana (Penggung)sebagai
Pusat Persebaran Tersier
Peningkatan kapasitas dan fungsi
Pelabuhan Internasional Arjuna
Pembangunan Waduk Cipasang,
Kadumanik, Cipanas, dan Cipanas
Saat
Pembangunan
Daerah
Irigasi
Rengrang
Pengembangan
PLTA Waduk
Jatigede
Pengembangan PLTU

WP Priangan Timur-Pangandaran

Pengembangan Sumber Energi


Panas Bumi Tampomas
Pengembangan
pemanfaatan
batubara untuk industri dan
pembangkit listrik
Pembangunan
kawasan
permukiman di Kertajati Aerocity
Pembangunan dan pengembangan
Pasar Induk Beras Regional
Pengelolaan Terminal Tipe A
Optimalisasi
fungsi
Bandara
Nusawiru di Pangandaran sebagai
Pusat Persebaran Tersier dan
Pangkalan Udara Cibeureum
Pembangunan dan peningkatan
sitem jaringan jalur KA lintas
utara-selatan antara GalunggungTasikmalaya
Pembangunan Waduk Cibatarua di
Kabupaten
Garut,
Waduk
Lapangan Gagah Jurit, Sukahurip,
Hyang, Cikembang dan Leuwikeris
Pembangunan
Daerah
Irigasi
Leuwigoong
Pengembangan
pemanfaatan
sumber energi panas bumi Kawah
Drajat,
Kawah
Kamojang,
Papandayan, Cilayu, Ciarinem,
Cikuray dan Guntur Masigit di
Kabupaten Garut dan sebagian
Kabupaten Bandung, Gunung
Sawal Kabupaten Ciamis, Karaha
Bodas,
Gunung
Galunggung,
Cipacing, Ciheras, Cigunung,
Cibalong, Cipanas-Ciawi dan

Lokasi

Kota Cirebon
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Indramayu dan
kabupaten Cirebon
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Indramayu dan
Kabupaten Cirebon
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Indramayu
Kota Tasikmalaya
Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Ciamis

Kabupaten Garut
Kabupaten Tasikmalaya

Wilayah Pengembangan

WP Sukabumi dan Sekitarnya

WP KK Cekungan Bandung

Arahan Pengembangan
Cakrabuana
Peningkatan sistem pengelolaan air
limbah
Pembangunan
Jalan
Lingkar
Sukabumi
Pembangunan Terminal Tipe A
Peningkatan kapasitas pelabuhan
laut perikanan samudera
Peningkatan sarana dan prasarana
lalulintas angkutan jalan dan alur
pelayaran
Pembangunan Pangkalan Udara
Citarate
Pembangunan dan peningkatan
sistem jaringan jalur KA lintas
utara-selatan
1.
Pembangunan
Waduk
Citepus, Waduk Ciletuh, Waduk
Cikarang, Waduk Cikaso, Waduk
Warungkiara dan Waduk Cibareno
Pengembangan
PLTA
pump
storage Cisokan
Pengembangan lapangan panas
bumi Cisolok-Cisukarame
Pengembangan
kawasan
siap
bangun dan lingkungan siap
bangun
Pengembangan sistem pelayanan
air bersih
Penyediaan TPA sampah regional
Peningkatan infrastruktur dasar
permukiman di desa tertinggal,
desa terpencil, desa perbatasan
dengan
Provinsi
Banten,
permukiman kumuh nelayan, dan
kawasan rawan bencana
Pembangunan jalan tol SoreangPasirkoja, jalan tol dalam Kota
Bandung
(Terusan
PasteurUjungberung-Cileunyi)
dan
Ujungberung-Gedebage-Majalaya
Pembangunan
jalan
lingkar
Majalaya dan Banjaran
Pembangunan jalur ganda KA
Perkotaan
KiaracondongRancaekek-Cicalengka
Reaktivasi jalur KA Perkotaan

Lokasi
Pangandaran, Kota Tasikmalaya
dan Kota Banjar
Kabupaten Sukabumi dan Kota
Sukabumi
Kota Sukabumi
Pelabuhan ratu
Sukabumi Selatan
Kabupaten Sukabumi
kota Bogor-Sukabumi-CianjurPadalarang

Kabupaten Sukabumi

Kabupaten Cianjur
Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Sukabumi, Kota
Sukabumi, dan Kabupaten
Cianjur
Kabupaten Sukabumi, Kabupaten
Cianjur dan Kota Sukabumi
Kabupaten Sukabumi

Kabupaten Sukabumi

Kabupaten Bandun dan Kota


Bandung

Kabupaten Bandung
Kota Bandung dan Kabupaten
Bandung
Rancaekek-JatinangorTanjungsari

Wilayah Pengembangan

Arahan Pengembangan
Pembangunan DT Bandung Urban
Railway Transport Development,
Electrification
Optimalisasi
fungsi
Bandara
Husein Sastranegara sebagai Pusat
Persebaran Tersier
Pembangunan Waduk Sukawana,
Santosa,
Ciwidey,
Cimeta,
Cikapundung,
Citarik
dan
Tegalluar
Peningkatan energi panas bumi di
Cibuni, Patuha, Wayang Windu,
Kamojang,
Papandayan,
Tampomas, Gunung Malabar
Pengembangan jaringan pipanisasi
gas regional dan gas kota
Pengembangan hunian vertikal
terutama di kawasan perkotaan,
industri dan pendidikan
Pengembangan
Kawasan
Pendidikan Tinggi Jatinangor
Pengembangan
kawasan siap
bangun dan lingkungan siap
bangun
Peningkatan
pengelolaan
persampahan, revitalisasi TPA
Leuwigajah, optimalisasi TPK
Sarimukti, dan operasionalisasi
Tempat
Pengolahan
dan
Pemrosesan
Akhir
Sampah
Regional Legok Nangka

Sumber : RTRW Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029

Lokasi
Padalarang-Cicalengka Line

Kota Bandung

Kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung dan


Tangkubanparahu di Kabupaten
Bandung Barat
WP KK Cekungan Bandung
Kota Bandung, Kabupaten
Bandung, Kota Cimahi dan
Jatinangor di Kabupaten
Sumedang
Jatinangor di Kabupaten
Sumedang
Kabupaten Bandung Barat dan
Kabupaten Sumedang

Kabupaten Sumedang

Gambar 4.1 Peta Struktur Ruang Provinsi

B. Rencana Pola Ruang Provinsi Jawa Barat

Kawasan budidaya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama


untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber
daya manusia, dan sumber daya buatan. Kawasan budidaya yang menjadi
kewenangan provinsi dan merupakan kawasan strategis provinsi, dapat berupa
kawasan peruntukan hutan produksi, kawasan peruntukan hutan rakyat, kawasan
peruntukan pertanian pangan, kawasan peruntukan perkebunan, kawasan
peruntukan perikanan, kawasan peruntukan pertambangan, kawasan peruntukan
industri, kawasan peruntukan pariwisata, kawasan peruntukan lainnya.
1. Kawasan Pertanian Pangan
Kawasan budidaya pertanian pangan merupakan kawasan yang ditujukan
untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Karena memiliki fungsi yang
demikian krusial maka arahan pengembangan pertanian difokuskan pada :

Mempertahankan kawasan pertanian pangan irigasi teknis


Mendukung ketahanan pangan provinsi dan nasional
Meningkatkan produktivitas melalui pola intensifikasi, diversifikasi, dan

pola tanam yang sesuai dengan kondisi tanah dan perubahan iklim
Ditunjang dengan pengembangan infrastruktur sumberdaya air yang

mampu menjamin ketersediaan air


Meningkatkan kesejahteraan petani dan pemanfaatan yang lestari
Pengembangan kawasan pertanian pangan merujuk pada ketentuan sebagai

berikut:
1. Memiliki kesesuaian lahan untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian
2. Terutama berada dalam di lahan beririgasi teknis
3. memiliki kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan hortikultura dan
memperhatikan aspek penetapan kawasan hortikultura sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
Kawasan pertanian pangan irigasi teknis, tersebar di Kabupaten Bogor,
Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut,
Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cirebon, Kabupaten
Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu,
Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang, Kabupaten

Purwakarta, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bandung, Kota Cimahi,
Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar.
2. Kawasan Perikanan
Pengembangan kawasan perikanan, meliputi :
a.

Pengembangan kawasan budidaya air tawar

b.

Pengembangan kawasan budidaya air payau

c.

Pengembangan kawasan budidaya air laut

d.

Pengembangan kawasan industri pengolahan


perikanan

Pengembangan kawasan perikanan, dilaksanakan untuk :


a. Meningkatkan produksi ikan
b. Meningkatkan konsumsi ikan
c. Meningkatkan ekspor hasil pertanian
d. Meningkatkan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja
e. Meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan dan udang
f. Meningkatkan pengelolaan dan pelestarian sumberdaya perikanan
Kawasan Perikanan, tersebar di Kabupaten Bekasi, Subang, Karawang,
Indramayu, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Bogor, Sukabumi, Cianjur,
Purwakarta, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis,
Kota Bandung, Bogor, dan Sukabumi.
3. Kawasan Pariwisata
Kawasan pariwisata adalah kawasan dengan luas tertentu yang dibangun atau
disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata. Pengembangan kawasan
pariwisata di Jawa Barat diarahkan kepada tiga jalur wisata unggulan, yaitu
kawasan wisata unggulan jalur utara, tengah dan selatan.
Kawasan wisata unggulan yang terletak pada jalur utara adalah :
a. Kawasan Wisata Industri dan Bisnis Kabupaten Bekasi dan Kabupaten
Karawang
b. Kawasan Wisata Agro di Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang,
Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang dan Kabupaten Cirebon

c. Kawasan Wisata Budaya Pesisir Cirebon


Kawasan wisata yang terletak di jalur tengah adalah :
a. Kawasan Eko Wisata Puncak, Kebun Raya Cibodas, Gunung GedePangrango, Talaga Warna, Gunung Tangkubanparahu, Gunung Ciremai,
Gunung Halimun dan Pegunungan di kawasan Bandung Selatan
b. Kawasan Wisata Agro Kabupaten Bogor, Kota Bogor,Kabupaten Cianjur,
Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten
Bandung Barat dan Kabupaten Bandung
c. Kawasan Wisata Perkotaan dan Pendidikan di WP KK Cekungan Bandung
d.

Kawasan Wisata Kriya dan Budaya Priangan

Kawasan wisata yang terletak di jalur selatan adalah :


a. Kawasan Eko Wisata Palabuhanratu, Cipatujah, Hutan Sancang,
Ujunggenteng, Rancabuaya, Cilauteureun dan Cijayanti
b. Kawasan Wisata Agro di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut,
Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Banjar
c. Kawasan Wisata Minat Khusus Daerah bagian Selatan
d.

Kawasan Wisata Rekreasi Pantai Pangandaran

Gambar 4.2 Peta Rencana Pola Ruang Provinsi

C. Rencana Strategis Provinsi Jawa Barat


Kawasan Strategis Provinsi (KSP) adalah wilayah yang penataan ruangnya
diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup provinsi
terhadap aspek pertahanan keamanan negara, lingkungan hidup, ekonomi, sosial
dan budaya, dan/atau pendayagunaan sumberdaya alam dan teknologi tinggi.
Penetapan KSP Jawa Barat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek
kepentingan, kriteria, dan arahan penanganan di masing-masing KSP yang
ditetapkan, dapat dilihat pada tabel. KSP Jawa Barat ditetapkan sebanyak 24 KSP
yang memiliki sudut kepentingan pertahanan dan keamanan, sudut kepentingan
pertumbuhan ekonomi, sudut kepentingan sosial dan budaya, sudut kepentingan
pendayagunaan sumberdaya alam dan/atau teknologi tinggi, serta sudut
kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.
Tabel IV.3
Penetapan Dan Arahan Penanganan Kawasan Strategis Provinsi
No
1.
2.

Kepentingan
Pertahanan
dan
Keamanan
Pertumbuhan
ekonomi

KSP
KSP Pulau
Nusa ManukTasikmalaya

Kriteria
Kawasan pulau terluar yang
memiliki fungsi pertahanan
keamanan

KSP Jonggol

Alternatif pusat pelayanan


publik tingkat Nasional

KSP
Pangandaran
dan sekitarnya

Kawasan yang
diprioritaskan menjadi
kawasan yang dapat
mendorong perekonomian
dan mengurangi
ketimpangan perekonomian
Jawa Barat

KSP Sukabumi
bagian selatan
dsk

Kawasan yang
diprioritaskan menjadi
kawasan yang dapat
mendorong perekonomian
dan mengurangi
ketimpangan perekonomian
Jawa Barat

KSP Koridor
BekasiCikampek

Kawasan yang
diprioritaskan menjadi
kawasan yang dapat
mendorong perekonomian
Jawa Barat
Penurunan kualitas

Arahan Penanganan
Penanganan kegiatan
pengamanan dan
konservasi pulau
Pengembangan perkotaan
mandiri
Peningkatan pelayanan
publik tingkat nasional
Mengembangkan
kegiatan wisata pesisir
dan minat khusus
Menjaga kelestarian
lingkungan pantai
Meningkatkan
aksesibilitas dan sarana
penunjang wisata
Mengembangkan
kawasan agromarine
bisnis dan wisata minat
khusus
Menjaga kelestarian
lingkungan pantai
Meningkatkan
aksesibilitas dan sarana
penunjang wisata
Berpotensi sebagai
kawasan ekonomi untuk
persaingan di tingkat
regional
Perlu Sintegritas
infrastruktur

Lokasi
Kecamatan Cimanuk,
Kabupaten Tasikmalaya
Kecamatan Jonggol,
Kabupaten Bogor
Kecamatn Pangandaran,
Kabupaten Pangandaran

Kecamatan Cisolok,
Kecamatan Ciracap,
Kota Pelabuhan Ratu

Kabupaten Bekasi, Kota


Bekasi, Kabupaten
Karawang

No

Kepentingan

KSP

Kriteria

lingkungan

KSP koridor
PurwakartaPadalarang

KSP pertanian
berlahan basah
dan beririgasi
teknis Pantura
Jawa Barat

Kawasan yang
diprioritaskan menjadi
kawasan yang dapat
mendorong perekonomian
Jawa Barat
Penurunan kualitas
lingkungan

Kawasan yang potensial


menimbulkan masalah yang
bersifat lintas
kabupaten/kota, bersifat
fisik lingkungan dan
ekonomi
Kawasan potensial alih
fungsi lahan

Arahan Penanganan
Perlu Sintegritas
pembangunan antar
daerah
Perlu dikendalikan agar
tidak merambah kawasan
lahan basah
Mengembangkan
kawasan wisata terpadu
dan agroindustri
Pengembangan
Technopark dan
perkantoran
Mengoptimalkan
pemanfaatan Waduk
Jatiluhur dan Cirata untuk
kegiatan pariwisata &
kegiatan khusus sesuai
daya dukungnya
Merupakan daerah
lumbung padi nasional
Mempertahankan luasan
lahan sawah
Meningkatkan
pendapatan petani dengan
program multiaktivitas
agribisnis dan perbaikan
irigasi
Memperkecil resiko
banjir dan kekeringan

Mengembangkan bandara
& aerocity
KSP Bandara
Internasional
Jawa Barat dan
Kertajati
Aerocity

Kawasan yang
diprioritaskan menjadi
kawasan yang dapat
mendorong perekonomian
Jawa Barat

KSP Koridor
BandungCirebon

Kawasan yang
diprioritaskan menjadi
kawasan yang dapat
mendorong perekonomian
Jawa Barat

KSP Perbatasan

Kawasan yang terletak di

Mengintegrasikan dengan
pengembangan wilayah
disekitarnya
Kerjasama dengan pihak
swasta
Mengembangkan
kawasan agroindustri
Memanfaatkan hasil
pertanian sebagai bahan
olahan industri yang
dikembangkan
Peningkatan infrastruktur

Lokasi

Kabupaten Purwakarta
dan Kabupaten Bandung
Barat

Kabupaten Indramayu,
Kabupaten Subang,
Kabupaten Karawang

Desa Kertajati, Desa


Kertasari, Desa
Bantarjati, Desa
Sukamulya, Desa
Babakan, Desa
Mekarmulya, Desa
Palasah, Desa
Kertawinangun
Kabupaten Majalengka
Desa Kertajati, Desa
Kertasari, Desa
Bantarjati, Desa
Sukamulya, Desa
Babakan, Desa
Mekarmulya, Desa
Palasah, Desa
Kertawinangun
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Cirebon,
Kota Cirebon,
Kabupaten Majalengka

Kecamatn Cilimus

No

Kepentingan

KSP

Jawa BaratJawa Tengah

KSP Kilang
Minyak
Balongan

KSP
Pendidikan
Jatinangor
3.

Kawasan yang
diprioritaskan menjadi
kawasan yang dapat
mendorong perekonomian
Jawa Barat

Kawasan yang memiliki


potensi pengembangan
yang bersifat lintas
kabupaten/kota

Sosial dan
budaya

KSP Pusat
Pemerintahan
Gedung Sate

4.

Kriteria
perbatasan provinsi dan
membutuhkan Sintegritas
koordinasi penanganan
lintas kabupaten/kota, baik
yang bersifat fisik
lingkungan, kebencanaan
dan ekonomi

Pendayagunaa
n sumber daya
alam dan/atau
teknologi
tinggi

KSP
Observatorium
Bosscha

KSP panas
bumi Wayang
Windu

KSP panas
bumi
KamojangDarajatPapandayan
KSP Panas
Bumi dan
Pertambangan

Kawasan yang memiliki


nilai sejarah dan vital untuk
dipertahankan sebagai
simbol Jawa Barat
Pusat pemerintahan
provinsi
Kawasan yang memiliki
nilai sejarah dan
pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi
untuk dipertahankan
keberadaannya
Kawasan yang memiliki
potensi pengembangan
panas bumi yang bersifat
lintas kabupaten/kota yang
memerlukan pengelolaan
kawasan secara terpadu
dan serasi
Kawasan yang memiliki
potensi pengembangan
panas bumi yang bersifat
lintas kabupaten/kota yang
memerlukan pengelolaan
kawasan secara terpadu
dan serasi
Kawasan yang memiliki
potensi pengembangan
panas bumi yang bersifat

Arahan Penanganan
Menyelarasan struktur
dan pola ruang, serta arah
pengembangan wilayah
agar terintegrasi dan
saling mendukung
dengan kawasan tetangga
Mengembangkan
kawasan agroindustri
Memanfaatkan hasil
pertanian sebagai bahan
olahan industri yang
dikembangkan
Pengembangan kawasan
pendidikan tinggi,
melalui revitalisasi
kawasan, penataan
lingkungan sekitar,
peningkatan aksesibilitas
menuju kawasan dalam
mendukung peningkatan
fungsi kawasan sebagai
kawasan pendidikan
Pengembangan
pembangunan vertikal

Lokasi
Kabupaten Kuningan

Kabupaten Indramayu

Kecamatan Jatinangor
Kabupaten Sumedang

Kota Bandung
Pelestarian cagar budaya
Peningkatan citra
kawasan
Melarang adanya
kegiatan yang
mengganggu
berfungsinya
observatorium
Pemanfaatan SDA energi
yang ramah lingkungan
dan berkelanjutan
Sintegritas dengan
pengembangan wilayah
sekitar

Kota Bandung

Pangalengan Kabupaten
Bandung

Pemanfaatan SDA energi


yang ramah lingkungan
dan berkelanjutan
Sintegritas dengan
pengembangan wilayah
sekitar

Kecamatan Samarang,
Kecamatan Pasirwangi
dan Kecamatan
Cisurupan Kabupaten
Garut

Pemanfaatan SDA energi


yang ramah lingkungan
dan berkelanjutan

Kabupaten Sukabumi

No

Kepentingan

KSP
Mineral
Gunung SalakPongkor

KSP Panas
Bumi
Sangkanhurip

KSP Panas
Bumi Gunung
GedePangrango
5.

Fungsi dan
daya dukung
lingkungan
hidup

KSP Bandung
Utara

KSP Hulu
Sungai Citarum
KSP BogorPuncak-Cianjur

Kriteria
lintas kabupaten/kota yang
memerlukan pengelolaan
kawasan secara terpadu
dan serasi
Kawasan yang memiliki
potensi pengembangan
panas bumi yang bersifat
lintas kabupaten/kota yang
memerlukan pengelolaan
kawasan secara terpadu
dan serasi
Kawasan yang memiliki
potensi pengembangan
panas bumi yang bersifat
lintas kabupaten/kota yang
memerlukan pengelolaan
kawasan secara terpadu
dan serasi
Kawasan yang potensial
menimbulkan masalah yang
bersifat lintas
kabupaten/kota, bersifat
fisik lingkungan dan
kebencanaan
Kawasan yang potensial
menimbulkan masalah yang
bersifat lintas
kabupaten/kota, bersifat
fisik lingkungan dan
kebencanaan
Kawasan yang potensial
menimbulkan masalah yang
bersifat lintas
kabupaten/kota, bersifat
fisik lingkungan dan
kebencanaan

Arahan Penanganan

Lokasi

Sintegritas dengan
pengembangan wilayah
sekitar
Pemanfaatan SDA energi
yang ramah lingkungan
dan berkelanjutan
Sintegritas dengan
pengembangan wilayah
sekitar
Pemanfaatan SDA energi
yang ramah lingkungan
dan berkelanjutan
Sintegritas dengan
pengembangan wilayah
sekitar
Rehabilitasi dan
revitalisasi fungsi
konservasi kawasan
Pembatasan dan
pengendalian
pembangunan

Kabupaten Kuningan

Kabupaten Sukabumi

Kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung
Rehabilitasi dan
revitalisasi fungsi
konservasi kawasan
Rehabilitasi dan
revitalisasi kawasan
Pembatasan dan
pengendalian
pembangunan
Konservasi kawasan
sebagai kawasan resapan
air dan kawasan
perlindungan alam
plasma nutfah.

Kecamatan Ciawi,
Kecamatan Cibinong,
Kecamtan Citeureup,
Kecamatan Gunung
Putri, Kecamatan
Sukaraja, Kecamatan
Parung, Kecamatan
Kemang, Kecamatan
Gunung Sindur,
Kecamatan Cisarua,
Kecamatan
Megamendung,
Kecamatan Bojong
Gede (Kabupaten
Bogor), Kecamatan
Cugenang, Kecamatan
Pacet, Kecamatan
Sukaresmi (Kabupaten
Cianjur), Kecamatan
Cimanggis, Kecamatan
Sawangan, Kecamatan
Limo (Kota Depok),
Kecamatan Putat dan

No

Kepentingan

KSP

Kriteria

KSP Garut
Selatan dsk

Kawasan yang potensial


menimbulkan masalah yang
bersifat lintas
kabupaten/kota, bersifat
fisik lingkungan dan
kebencanaan

KSP Pesisir
Pantura

Kawasan yang
membutuhkan Sintegritas
koordinasi penanganan
lintas kabupaten/kota,
bersifat fisik lingkungan
dan kebencanaan
Kawasan daratan
(kecamatan) sepanjang
pesisir pantai serta perairan
pantai sepanjang 12 mil laut
dari pasang tertinggi

Sumber : RTRW Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029

Arahan Penanganan

Mengembangkan Kota
Garut Selatan secara
terbatas sesuai daya
dukung lingkungan
Mengembangkan wisata
IPTEK

Pengendalian
pemanfaatan SDA yang
melebihi daya dukung
lingkungan
Rehabilitasi/revitalisasi
kawasan hutan mangrove
Pengembangan/
peningkatan kegiatan
ekonomi pesisir
Peningkatan kualitas
pemukiman nelayan

Lokasi
Kecamatan Pamulang
(Kota Tangerang)
Kecamatan Cisewu,
Kecamatan Talegong,
Kecamatan Bungbulang,
Kecamatan Mekar
Mukti, Kecamatan
Pamulihan, Kecamatan
Pakenjeng, Kecamatan
Cikelet, Kecamatan
Pameungpeuk,
Kecamatan Pendey,
Keca matan Singajaya,
Kecamatan Cihurip,
Kecamatan banjarwangi,
Kecamatan Cikajang
Kabupaten Garut
Kabupaten Indramayu
dan Kabupaten Subang
(Kecamatan
Pusakanagara dan
Kecamatan Legon
Kulon)

Gambar 4.3
Peta Kawasan Strategis Provinsi

Masterplan Pengembangan Metropolitan BODEBEK KARPUR


Bodebek Karpur merupakan salah satu metropolitan yang ada di Provinsi
Jawa

Barat.Metropolitan

ini

berlokasi

persis

bersebelahan

dengan

Metropolitan DKI Jakarta. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan


oleh tim WJPMDM sejak tahun 2011, pada tahun 2010 Wilayah Metropolitan
Bodebek Karpur memiliki luas areal kurang lebih 300.845 Ha, mencakup 82
kecamatan

yang

tersebar

di

tujuh

kabupaten/

kota.

Dengan

mempertimbangkan perkembangan jumlah penduduk, aktivitas ekonomi serta


luas lahan terbangun, diperkirakan hingga tahun 2025, luas Kawasan
Metropolitan Bodebek Karpur akan berkembang menjadi sekitar 503.634 Ha.
1.
Fungsi
Bodebek
karpur
dalam RTRWP Jawa Barat
PKW Cikampek-Cikopo, diarahkan untuk memenuhi fungsinya
sebagai PKW dengan melengkapi sarana dan prasarana yang

terintegrasi dengan wilayah pengaruhnya (hinterland).


Kabupaten Purwakarta, diarahkan untuk kegiatan industri non-polutif
dan non-ekstraktif atau tidak mengganggu irigasi dan cadangan air,
industri

kreatif,

pariwisata

dan

agroindustri,

pertambangan mineral logam dan non-logam.


Kabupaten Subang, diarahkan menjadi

serta

simpul

kegiatan
pendukung

pengembangan PKN Kawasan Perkotaan Bandung Raya, untuk


kegiatan pertanian lahan basah berkelanjutan, industri non-polutif dan
non-ekstraktif yang tidak mengganggu irigasi dan cadangan air serta
tidak mengakibatkan alih fungsi lahan sawah, kegiatan bisnis kelautan,

serta kegiatan pertambangan mineral non-logam.


Kabupaten Karawang, diarahkan menjadi simpul

pendukung

pengembangan PKN Kawasan Perkotaan Bodebek, untuk kegiatan


pertanian lahan basah berkelanjutan, bisnis kelautan, industri nonpolutif dan non-ekstraktif yang tidak mengganggu irigasi dan cadangan
air, serta kegiatan agroindustri.
2.

Konsep Awal Pengembangan


Pengembangan Metropolitan Bodebek Karpur sebagai Metropolitan
Mandiri

Sebagai upaya untuk mengembangkan Kawasan Bodebek


Karpur sebagai metropolitan mandiri, maka pengembangan
Metropolitan

Bodebek

Karpur

memerlukan

perhatian

dan

penanganan secara serius. Dalam prosesnya, perlu diupayakan


untuk mendorong percepatan pertumbuhan Metropolitan Bodebek
Karpur agar dapat menjadi 1st tier metropolitan, sejajar dengan DKI
Jakarta. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menamakan konsep
tersebut sebagai Konsep Twin Metropolitan Bodebek Karpur- DKI
Jakarta.
Tidak hanya itu, disamping akan memberikan nilai tambah
bagi Metropolitan Bodebek Karpur pada khususnya dan Provinsi
Jawa Barat pada umumnya, pengembangan Metropolitan Bodebek
Karpur melalui konsep Twin Metropolitan Bodebek Karpur DKI
Jakarta ini juga akan dapat mengurangi beban pembangunan di DKI
Jakarta, sehingga diharapkan dapat berpengaruh positif bagi wilayah

di sekitarnya.
Pengembangan Metropolitan Bodebek Karpur dengan Sektor
Unggulan Industri Manufaktur, Jasa, Keuangan, serta Perdagangan,
Hotel, dan Restoran
Kondisi kedepan, dengan diterapkannya konsep Twin
Metrolitan Bodebek Karpur DKI Jakarta, maka diperkirakan
kegiatan perkotaan dikawasan ini akan berkembang. Terlebih lagi
dengan adanya berbagai keunggulan yang dimiliki Metropolitan
Bodebek Karpur yang dapat memacu tumbuh kembangnya
kegiatan perdagangan, keuangan dan jasa.Oleh karena itu untuk
mendukung terwujudnya konsep pengembangan Metropolitan
Bodebek Karpur, maka kawasan ini perlu ditunjang oleh
infrastruktur

pendukung

kegiatan

jasa,

keuangan

serta

perdagangan, hotel, dan restoran yang memiliki skala metropolitan.


Konsep pengembangan Metropolitan Bodebek Karpur
sebagai metropolitan mandiri dengan sektor unggulan industri
manufaktur, jasa, keuangan, serta perdagangan, hotel, dan restoran

tersebut dinilai potensial dan dapat menjadisalah satu penghela


ekonomi, kesejahteraan, modernisasi dan keberlanjutan bagi

Provinsi Jawa Barat.


Konsep Pengembangan Infrastruktur dan Prasarana Wilayah
Untuk dapat mewujudkan pengembangan Wilayah
Metropolitan Bodebek Karpur sebagai metropolitan mandiri yang
bisa berdampingan dengan DKI Jakarta, diperlukan pengembangan
infrastruktur dan prasarana wilayah yang memadai.Berikut ini
merupakan konsep pengembangan infrastruktur wilayah yang
mencakup infrastruktur transportasi, perumahan, jaringan air
bersih, jaringan air kotor, fasilitas persamapahan, jaringan drainase,

dan jaringan energi.


4.1.1.2 Kebijakan Spasial (Perda No 3 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten Karawang Tahun 2011-2031)
A. Rencana Struktur Ruang Kabupaten Karawang (Rencana Tata Ruang
Kabupaten Karawang)
1. Rencana Struktur Ruang Kabupaten Karawang
Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan
prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi
masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional.
a.

Rencana

Sistem

Pusat Kegiatan
Rencana

pengembangan

sistem

perkotaan

dimaksudkan

untuk

menggambarkan peran dan fungsi setiap kota dalam pengembangan wilayah


secara keseluruhan dalam lingkup kabupaten. Pengembangannya dilakukan
melalui pembentukan pusat-pusat kegiatan yang ditetapkan secara hirarkhi
sesuai potensi yang dimiliki setiap pusat kegiatan atau didasarkan pada arah
kebijakan pengembangan. Artinya, penetapan sesuai potensi didasarkan pada
kondisi saat ini (eksisting), baik yang menyangkut sumberdaya manusia,
sumberdaya

alam

pengembangan

dan

didasarkan

sumberdaya
pada

buatan;

tujuan

yang

sedang
akan

arah
dicapai

kebijakan
melalui

pengembangan suatu pusat kegiatan yang rencana pengembangan kedepan


dalam kurun waktu perencanaan yaitu 20 (dua puluh) tahun mendatang.
Rencana sistem perkotaan di wilayah kabupaten adalah rencana susunan
kawasan perkotaan sebagai pusat kegiatan di dalam wilayah kabupaten yang
menunjukkan keterkaitan saat ini maupun rencana yang membentuk hirarki
pelayanan dengan cakupan dan dominasi fungsi tertentu dalam wilayah
kabupaten.
Mengacu pada pedoman Penyusunan RTRW Kabupaten (Permen PU No
16 Tahun 2009), Pusat kegiatan di wilayah kabupaten merupakan simpul
pelayanan sosial, budaya, ekonomi, dan/atau administrasi masyarakat di wilayah
kabupaten, terdiri atas:
1.

Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang berada di wilayah kabupaten;

2.

Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yang berada di wilayah kabupaten;

3.

Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yang berada di wilayah kabupaten;

4.

Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) yang berada di wilayah


kabupaten;

5.

Pusat-pusat lain di dalam wilayah kabupaten yang wewenang


penentuannya ada pada pemerintah daerah kabupaten, yaitu:

Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) merupakan kawasan perkotaan yang


berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa;

Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) merupakan pusat permukiman yang


berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa.
Tabel IV.4
Arahan Fungsi Pengembangan Kabupaten Karawang

Hierarki
Pusat Pelayanan
I
PKL

Lokasi
(Ibukota Kecamatan)
Cikampek
Karawang Barat

Karawang Timur

Fungsi yang Dikembangkan


merupakan bagian dari PKW Cikampek Cikopo
diarahkan sebagai pusat pengembangan jasa,
perdagangan, dan industri skala nasional..
pusat kegiatan dengan cakupan pelayanan seluruh
wilayah
Kabupaten
dan
diarahkan
untuk
pengembangan pusat pemerintahan Kabupaten
Karawang, permukiman perkotaan serta pintu masuk
atau interchange dari sistem jaringan jalan primer
atau jalan tol.
pusat kegiatan dengan cakupan pelayanan beberapa
kecamatan di sekitarnya dan diarahkan untuk

Hierarki
Pusat Pelayanan

Lokasi
(Ibukota Kecamatan)
Rengasdengklok

Cilamaya Wetan

II

PPK

III

PPL

Klari, Purwasari,
Jatisati, Teluk Jambe
Barat, Teluk Jambe
Timur, Kota Baru,
Tirtamulya, Telagasari,
Lemahabang,
Majalaya, Batujaya,
Pedes, Cilamaya
Kulon, Pangkalan,
Tegalwaru
Kecamatan Tempuran,
Banyusari, Pakisjaya,
Ciampel, Tirtajaya,
Cibuaya, Cilebar,
Rawamerta, Jayakerta,
dan Kecamatan
Kutawaluya

Fungsi yang Dikembangkan


pengembangan kawasan peruntukan industri, serta
permukiman perkotaan.
kawasan yang berkembang dengan peran sebagai
pusat koleksi dan distribusi hasil pertanian,
khususnya pertanian lahan basah serta permukiman
skala terbatas dan industri yang terkait dengan
produk pertanian lahan basah.
pendukung rencana pelabuhan internasional di
Kecamatan Tempuran, dengan tetap mempertahankan
ciri perdesaan dan keberadaan kawasan pertanian
lahan basah.
kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani
kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa.

pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani


kegiatan skala antar desa.

Sumber : RTRW Kabupaten Karwang Tahun 2011-2031

b.

Rencana Sistem Prasarana Jaringan Wilayah


Rencana sistem jaringan prasarana wilayah Kabupaten Karawang, terdiri

atas rencana sistem prasarana utama yaiturencana jaringan transportasi darat,


rencana jaringan perkeretapian, dan rencana jaringan transportasi laut serta
rencana pengembangan prasarana lainnya.
I.
Rencana Prasarana Utama meliputi Rencana jaringan transportasi darat,
rencana perkeretaapian, dan rencana jaringan transportasi
A. Rencana jaringan transportasi daratmeliputi jaringan jalan, jaringan
prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, pelayanan lalu lintas dan
angkutan umum
1. Jaringan jalan
a) Jaringan bebas hambatan merupakan bagian dari perencanaan
pengembangan sistem jalan bebas hambatan meliputi ruas jalan
bebas hambatan Jakarta Cikampek dan Cikampek - Bandung.
b) Jaringan jalan nasional yaitu :

1.

peningkatan jalan arteri

primer terdiri atas:


ruas jalan Cikampek Cirebon
ruas jalan Cikampek Bandung, dan
ruas jalan Cikampek Karawang
2.
peningkatan jalan kolektor
primer yaitu ruas jalan lingkar utara perkotaan Karawang (jalan
alternatif Tanjungpura Warungbambu),
3.
peningkatan status ruas jalan
Cikalong Cilamaya,
4.

pembangunan jalan baru


terdiri atas:
ruas jalan lingkar barat perkotaan Karawang (ruas jalan

Tanjungpura - Wadas)
ruas jalan lingkar timur perkotaan Karawang (ruas Telukjambe

Warung bambu) dan


ruas jalan penghubung antara Kawasan Pelabuhan Internasional

Cilamaya dengan sistem arteri primer yang ada.


c) Jaringan jalan provinsi yaitu :
a. peningkatan jalan kolektor primer terdiri atas:
o ruas jalan Tanjungpura Rengasdengklok Batujaya
o ruas jalan Kosambi Curug batas Purwakarta.
b. peningkatan status jalan kolektor primer terdiri atas:
o ruas jalan Johar - Badami Pangkalan Loji
Kutamaneuh (batas Purwakarta)
o ruas jalan Pangkalan (Tegalloa) Baged/batas Bogor
o ruas jalan Johar Telagasari Lemahabang Cilamaya
Wetan (Krasak)
o ruas jalan Johar Belendung Gempolhaji /batas Subang,
dan
o ruas jalan Telukjambe Barat Kobakbiru/batas Bekasi
(jalan terusan Kalimalang).
c. pembangunan jalan baru dan peningkatan jalan eksisting ruas
jalan Batujaya Tirtajaya Jayakerta Pedes Cilebar
Tempuran Cilamaya Kulon Cilamaya Wetan (Jalan Lingkar
Pantai Utara).
d) Jaringan jalan kabupaten yaitu :

a. peningkatan jalan kolektor primer terdiri atas:


ruas jalan Johar Krasak
ruas jalan Rengasdengklok Batujaya
ruas jalan Batujaya Pakisjaya
ruas jalan Karangjati Cilamaya
ruas jalan Cikangkung Cemara
ruas jalan Rengasdengklok - Sungai Buntu
ruas jalan Johar Rengasdengklok
ruas jalan Cikampek Tempuran
ruas jalan Telagasari Pagadungan;
ruas jalan Telukjambe - Arteri Galuh Mas
ruas jalan Warungkebon Cengkrong
ruas jalan Mekarjaya Tamelang, dan
o ruas jalan Kosambi Telagasari.
b. pembangunan dan peningkatan jaringan jalan menuju ke objek
c.
d.
e.
f.

wisata
peningkatan jalan lokal primer
peningkatan jalan lokal sekunder
peningkatan jalan lingkungan sekunder
jaringan jalan lokal primer, lokal sekunder dan lingkungan

sekunder.
2. Rencana prasarana lalu lintas dan angkutan jalan
o peningkatan terminal penumpang tipe C menjadi tipe A di
Kawasan Perkotaan Cikampek
o pembangunan terminal penumpang tipe B di Kawasan
Perkotaan Karawang
o revitalisasi terminal penumpang tipe C di Kawasan Perkotaan
Karawang
o revitalisasi terminal penumpang tipe C di Rengasdengklok
o pembangunan terminal penumpang tipe C di Batujaya,
Cilamaya Wetan, Lemahabang, Tegalwaru/Pangkalan dan
Pedes
o pembangunan terminal peti kemas pendukung pelabuhan
Internasional Cilamaya
o pembangunan terminal barang yang diarahkan di sekitar jalan
negara/arteri primer
o pengembangan interchange tol di Kabupaten Karawang, dan
o pembangunan dan peningkatan jaringan jalan lingkungan
sekunder yang melayani pergerakan skala lingkungan.

3. Rencana pelayanan lalu lintas dan angkutan umum


o mengoptimalkan trayek angkutan perdesaan dan perkotaan
yang sudah ada melalui peremajaan moda dan penggunaan
jenis moda yang aman, nyaman dan ramah lingkungan sesuai
dengan permintaan pengguna angkutan umum;
o mengembangkan moda angkutan jalan umum yang bersifat
massal dan cepat serta berjarak jauh yang menghubungkan
antara Karawang Timur Cikampek, Cikampek Cilamaya
Wetan, serta Karawang Timur Rengasdengklok Cilamaya
Wetan
o menyediakan fasilitas jalur pedestrian yang aman dan nyaman
serta bebas dari gangguan di kawasan perkotaan dan kawasan
permukiman perdesaan
o menyediakan fasilitas penyeberangan yang cukup untuk
kenyamanan dan keamanan pejalan kaki, dan
o menyediakan rambu dan lampu lalu lintas yang cukup untuk
kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
B. Rencana Jaringan Perkeretaapian
o peningkatan kapasitas rel kereta api ruas Cikampek Karawang
Barat untuk digunakan sebagai jaringan rel kereta api komuter
o pembangunan jaringan rel kereta api Cikampek Pelabuhan untuk
angkutan barang dan penumpang
o Pengembangan jaringan kereta api lokal
o pembangunan jalur rel kereta api baru di Desa Pangulah
Kecamatan Kotabaru dan Desa Barugbug Kecamatan Jatisari untuk
mendukung rencana pembangunan jalur pintas rel kereta api
Cibungur Tanjungrasa
o peningkatan jalur KA lintas Cikampek-Padalarang termasuk
peningkatan bantalan rel kereta api
o elektrifikasi rel ganda KA antarkota Cikarang-Cikampek
o peningkatan keandalan sistem jaringan KA lintas utara Jakarta
Cikampek

o pembangunan jalur KA cepat lintas Jakarta-Surabaya yang


melewati Kecamatan Karawang Barat, Karawang timur, Klari,
Purwasari, Cikampek, Kotabaru dan Kecamatan Jatisari
o stasiun kereta api meliputi:
1. Stasiun Cikampek
2. Stasiun Dawuan
3. Stasiun Kosambi
4. Stasiun Klari, dan
5. Stasiun Karawang.
C. Rencana Jaringan Transportasi Laut
o Pembangunan Pelabuhan Internasional Cilamaya di Kecamatan
Tempuran; dan
o Pengembangan Pelabuhan Pengumpul, Pelabuhan Pengumpan dan
Terminal Khusus di Kabupaten.
II.
Sistem Jaringan Lainnya
a. rencana sistem jaringan energi
b. rencana sistem jaringan sumber daya air
c. rencana sistem jaringan telekomunikasi
d. rencana sistem jaringan prasarana wilayah lainnya, dan
e. rencana pengembangan sarana wilayah.
A. Rencana Sistem Jaringan Energi
a. Rencana pengembangan jaringan energi listrik, meliputi:
o pembangunan jalur SUTET 500 KV PLTU Indramayu
GITET Cibatu di Kecamatan Klari, Ciampel, Teluk Jambe
Barat, Teluk Jambe Timur, Purwasari, dan Kecamatan
Cikampek
o pembangunan jaringan kabel dalam tanah energi listrik di
kawasan perkotaan
o pembangunan jaringan kabel udara energi listrik bertegangan
menengah dan rendah di kawasan perdesaan
o pembangunan gardu distribusi menengah, pembangkit baru
untuk kawasan industri atau penambahan kapasitas di sistem
pembangkit yang sudah ada
o peningkatan pelayanan kelistrikan untuk fasilitas umum serta
unit industri besar, kecil, sosial, instansi, dan komersial, baik di
perkotaan maupun di perdesaan dan

o daerah yang berada di bawah jalur SUTET harus menjadi


daerah perlindungan setempat untuk menjaga tingkat
keamanan.
b. Rencana pengembangan jaringan minyak dan gas bumi meliputi
pembangunan jaringan pipa gas bumi di wilayah utara Kabupaten
Karawang.
c. Rencana pengembangan sistem jaringan energi lainnya, meliputi:
o pemanfaatan energi batu bara untuk industri dapat
dikembangkan di kawasan industri atau pada industri yang
diizinkan berada di luar kawasan industri, yaitu di: Kecamatan
Cikampek, Kecamatan Telukjambe Timur, Kecamatan
Telukjambe Barat, Kecamatan Klari, Kecamatan Ciampel, dan
Kecamatan Pangkalan.
o pemanfaatan sumber energi gas alam untuk industri dilayani
melalui jaringan pipa gas alam bawah tanah.
o pemanfaatan bahan bakar gas untuk kendaraan dilayani oleh
SPPBE yang akan dikembangkan di : Kecamatan Karawang
Barat, Kecamatan Karawang Timur, Kecamatan
Rengasdengklok, Kecamatan Purwasari, Kecamatan Jatisari,
Kecamatan Lemah Abang, Kecamatan Cikampek dan
Kecamatan lainnya.
B. Rencana Sistem Sumber Daya Air
Rencana sistem jaringan sumberdaya air meliputi :
a. wilayah sungai, bendung dan situ
b. sistem jaringan irigasi
c. sistem jaringan air minum, dan
d. sistem pengendalian banjir.
1. Pengelolaan wilayah sungai, bendung meliputi :
a. pengelolaan wilayah sungai lintas Kabupaten dan dalam
kabupaten, meliputi:
a) sungai-sungai lintas Kabupaten meliputi:
o Sungai Citarum, batas Kabupaten dengan Kabupaten Bekasi
o Sungai Cilamaya, batas Kabupaten Karawang dengan
Kabupaten Subang
o Sungai Cipamingkis, batas Kabupaten dengan Kabupaten
Bogor, dan

o Sungai Cibeet, batas Kabupaten dengan Kabupaten Bekasi.


b) sungai-sungai dalam Kabupaten meliputi:
o Sungai Cigentis
o Sungai Citaman
o Sungai Cihambulu
o Sungai Cipagaduren
o Sungai Cikaranggelam
o Sungai Cibayat
o Sungai Ciawitemen
o Sungai Cijati
o Sungai Cacaban
o Sungai Cibarengkok, dan
o Sungai Cipicung.
b. keseluruhan sungai tersebut harus dijaga keberadaan dan fungsinya
sebagai sumber air baku untuk air minum, irigasi maupun sebagai
bagian dari sistem drainase wilayah.
c. pengelolaan sungai akan dilakukan bersama-sama oleh Pemerintah
Kabupaten, Pemerintah Provinsi, Pemerintah dan pemerintah
daerah di sekitar Kabupaten yang juga dilintasi oleh sungai-sungai
tersebut
d. peningkatan dan pembangunan bendung dan pengelolaan wilayah
situ meliputi:
o pemeliharaan Bendung Walahar berada di Kecamatan Klari
o pemeliharaan Situ Kamojing berada di Kecamatan Cikampek
o pemeliharaan Situ Cipule berada di Kecamatan Ciampel
o optimalisasi situ-situ di Kecamatan Klari, Ciampel, Telukjambe
Timur dan Karawang Barat, dan
o untuk kepentingan irigasi dan pengendalian rob dapat
dikembangkan bendung karet di daerah muara sungai.
2. Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Irigasi
a) rencana pengembangan sistem jaringan irigasi meliputi saluran
irigasi primer, sekunder dan tersier,
b) pengelolaan saluran irigasi primer, sekunder dan tersier
berturutturut merupakan kewenangan Pemerintah, Pemerintah
Provinsi dan Pemerintah Kabupaten,
c) jaringan irigasi teknis yang ada di kabupaten meliputi:
o Daerah Irigasi Jatiluhur seluas 100.049 Ha
o Daerah Irigasi Tarum Utara seluas 66.943 Ha
o Daerah Irigasi Selatan Jatiluhur seluas 3.507 Ha

o Daerah Irigasi Barugbug berada di Kecamatan Jatisari seluas


kurang lebih 769 Ha
o Daerah Irigasi Huni berada di Kecamatan Pangkalan seluas
kurang lebih 30 Ha
o Daerah Irigasi Lio berada di Kecamatan Pangkalan seluas
kurang lebih 59 Ha
o Daerah Irigasi Citaman berada di Kecamatan Pangkalan seluas
kurang lebih 170 Ha
o Daerah Irigasi Cihambulu berada di Kecamatan Pangkalan
seluas kurang lebih 50 Ha
o Daerah Irigasi Pagadungan berada di Kecamatan Pangkalan
seluas kurang lebih 40 Ha
o Daerah Irigasi Ciomas berada di Kecamatan Pangkalan seluas
kurang lebih 77 Ha
o Daerah Irigasi Tonjong berada di Kecamatan Pangkalan seluas
kurang lebih 424 Ha
o Daerah Irigasi Pagelaran berada di Kecamatan Pangkalan
seluas kurang lebih 297 Ha
o Daerah Irigasi Cibayat berada di Kecamatan Tegalwaru seluas
kurang lebih 105 Ha
o Daerah Irigasi Jati berada di Kecamatan Tegalwaru seluas
kurang lebih 476 Ha
o Daerah Irigasi Waru berada di Kecamatan Tegalwaru seluas
kurang lebih 345 Ha
o Daerah Irigasi Pangkalan berada di Kecamatan Pangkalan
seluas kurang lebih 911 Ha
o Daerah Irigasi Cibubut II berada di Kecamatan Tegalwaru
seluas kurang lebih 255 Ha
o Daerah Irigasi Cirawa berada di Kecamatan Tegalwaru seluas
kurang lebih 60 Ha
o Daerah Irigasi Cigunung Bubut berada di Kecamatan
Tegalwaru seluas kurang lebih 60 Ha
o Daerah Irigasi Cibarengkok berada di Kecamatan Pangkalan
seluas kurang lebih 64 Ha
o Daerah Irigasi Cimanggu berada di Kecamatan Tegalwaru
seluas kurang lebih 173 Ha

o Daerah Irigasi Cipicung berada di Kecamatan Tegalwaru seluas


kurang lebih 76 Ha
o Daerah Irigasi Cijungkur berada di Kecamatan Tegalwaru
seluas kurang lebih 90 Ha
o Daerah Irigasi Panembahan berada di Kecamatan Pangkalan
seluas kurang lebih 105 Ha
o Derah Irigasi Parakan Badak berada di Kecamatan Tegalwaru
seluas kurang lebih 175 Ha dan
o Daerah Irigasi Cibeet berada di Kecamatan Telukjambe Barat
seluas kurang lebih 485 Ha.
d) pengembangan Daerah Irigasi baru meliputi:
o Daerah Irigasi Cilesung berada di Kecamatan Cibuaya seluas
kurang lebih 150 Ha
o Daerah Irigasi Jaya Mulya berada di Kecamatan Cibuaya seluas
kurang lebih 150 Ha
o Daerah Irigasi Dongkal berada di Kecamatan Pedes seluas
kurang lebih 425 Ha
o Daerah Irigasi Srikamulyan berada di Kecamatan Tirtajaya dan
Cibuaya seluas kurang lebih 400 Ha
o Daerah Irigasi Tanah Baru berada di Kecamatan Pakisjaya
seluas kurang lebih 150 Ha
o Daerah Irigasi Dariwan berada di Kecamatan Cibuaya seluas
kurang lebih 100 Ha
o Daerah Irigasi Solokan berada di Kecamatan Pakisjaya seluas
kurang lebih 200 Ha
o Daerah Irigasi Tanjungbungin berada di Kecamatan Pakisjaya
seluas kurang lebih 100 Ha
o Daerah Irigasi Tanjungmekar berada di Kecamatan Pakisjaya
seluas kurang lebih 125 Ha
o Daerah Irigasi Segarjaya berada di Kecamatan Batujaya seluas
krang lebih 100 Ha
o Daerah Irigasi Tanjung Pakis berada di Kecamatan Pakisjaya
seluas kurang lebih 100 Ha
o Daerah Irigasi Tambaksari berada di Kecamatan Tirtajaya
seluas kurang lebih 150 Ha

o Daerah Irigasi Tambaksumur berada di Kecamatan Tirtajaya


seluas kurang lebih 200 Ha
o Daerah Irigasi Telagajaya berada di Kecamatan Pakisjaya
seluas kurang lebih 200 Ha
o Daerah Irigasi Kamojing berada di Kecamatan Cikampek
seluas kurang lebih 176 Ha
o Daerah Irigasi Bolang berada di Kecamatan Pangkalan seluas
kurang lebih 200 Ha
o Daerah Irigasi Kaciong berada di Kecamatan Pangkalan seluas
kurang lebih 70 Ha, dan
o Daerah Irigasi Cikatulampa berada di Kecamatan Tegalwaru
seluas kurang lebih 200 Ha.
e) pengelolaan sistem jaringan irigasi meliputi :
o pencegahan pendangkalan saluran irigasi
o pembangunan dan perbaikan pintu-pintu air, dan
o peningkatan kualitas saluran irigasi
3. Rencana pengembangan sistem jaringan air minum
a) pengembangan pelayanan air minum, terdiri atas:
o peningkatan pelayanan air bersih hingga 90% di kawasan
perkotaan dengan sistem perpipaan dan 70% di kawasan
perdesaan dengan sistem hidran umum, dan
o peningkatan kemampuan dan kualitas instalasi pengolahan dan
penampungan yang ada
b) peningkatan jaringan air minum, terdiri atas:
o peningkatan kapasitas WTP di Kecamatan Karawang Barat,
Cikampek, Rengasdengklok, Karawang Timur, Kotabaru, Klari,
dan Kecamatan Telukjambe Timur
o pembangunan WTP baru yang disesuaikan dengan pola
penyebaran penduduk dan
o pembangunan jaringan distribusi air minum untuk wilayah yang
belum terlayani
4. Rencana pengembangan sistem pengendalian banjir
a) perlindungan DAS, melalui penataan sempadan sungai, melindungi
sungai dari kegiatan manusia yang dapat menganggu dan merusak
kualitas air sungai, menjaga kondisi fisik badan sungai, serta
mengamankan aliran sungai
b) revitalisasi Sungai Citarum yang melintasi Kabupaten

c) pengembangan mitigasi bencana banjir, terdiri atas:


o pemetaan daerah potensial banjir
o penyediaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pengendali
banjir, meliputi penyediaan pompa, polder, bendung, dan
embung.
C. Rencana Sistem Prasarana Telekomunikasi
a) Rencana pengembangan sistem jaringan telekomunikasi ditujukan
untuk meningkatkan dan memeratakan ketersediaan jaringan
telekomunikasi ke seluruh Kabupaten
b) Rencana pengembangan sistem jaringan telekomunikasi diarahkan
pada:
o perluasan jaringan telepon tetap dan seluler hingga ke seluruh
desa
o penyediaan fasilitas telepon umum di seluruh kantor
pemerintahan hingga ke tingkat desa dan kawasan perumahan
o penggunaan jaringan bawah tanah untuk jaringan kabel telepon
di Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan Karawang Timur dan
permukiman di kawasan perkotaan
o pembangunan menara bersama telekomunikasi; dan
o mendukung pengembangan cyber province.
D. Rencana Sistem Jaringan Prasarana Wilayah Lainnya
Rencana sistem jaringan prasarana wilayah lainnya meliputi :
a. sistem jaringan prasarana persampahan
b. sistem jaringan pengelolaan limbah
c. sistem jaringan drainase, dan
d. jalur dan ruang evakuasi bencana alam.
I.
Sistem jaringan prasarana persampahan
a. Sistem jaringan prasarana persampahan di kabupaten merupakan
konseppengolahan sampah yang mengubah sampah menjadi
bahan yang lebih berguna dan tidak mencemari lingkungan.
b. Jaringan prasarana persampahan di kabupaten mencakup
o sistem pengangkutan sampah
o sistem penampungan sementara yaitu tempat penampungan
sebelum sampah diangkut ke tempat pengolahan sampah
terpadu, dan
o sistem pengolahan sampah terpadu yang terdiri dari kegiatan
pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pengolahan, dan

pemrosesan akhir sampah dengan prinsip pengelolaan sampah


tuntas di tempat secara mandiri dan berkesinambungan.
c. Pengembangan jaringan prasarana persampahan meliputi:
o peningkatan cakupan layanan sistem persampahan di kawasan
perkotaan dan permukiman perdesaan
o revitaliasi TPPAS Jalupang yang berada di Kecamatan
Kotabaru dan TPPAS Leuwisisir yang berada di Kecamatan
Telukjambe Barat
o pembangunan TPPAS sebagai cadangan bagi kebutuhan tempat
pemrosesan dan pengolahan akhir sampah Kabupaten di masa
dating
o penyediaan fasilitas pemilah sampah di kawasan permukiman,
kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas
sosial, fasilitas lainnya
o penyediaan transfer depo dan tempat pembuangan sampah
sementara di setiap kawasan permukiman, komersial dan
industri di kawasan perkotaan
o perluasan pelayanan persampahan hingga ke kawasan
perdesaan terutama di kawasan permukiman
o pengembangan jaringan persampahan di kawasan perdesaan
direncanakan terdiri atas :
1. pengolahan sampah dalam jangka pendek masih
diperbolehkan secara mandiri dengan pengawasan dan
pembinaan dari instansi terkait
2. pengolahan sampah dalam jangka menengah diarahkan pada
pengolahan sampah secara komunal, dan
3. dalam jangka panjang sistem jaringan pengelolaan sampah
wilayah sudah dapat melayani seluruh kawasan perdesaan
o pengembangan teknologi komposting sampah organik dan
sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) lainnya yang sesuai pada
kawasan permukiman.
II.
Sistem jaringan pengelolaan limbah
a. Sistem jaringan pengolahan limbah bertujuan memperhatikan
layanan bagi kawasan permukiman kepadatan tinggi, kawasan

perdagangan dan jasa, kawasan pengembangan industri di


kawasan perkotaan.
b. Pengembangan jaringan pengolahan limbah meliputi:
o pembangunan sistem limbah dengan memperhatikan kebutuhan
masing-masing kecamatan di Kabupaten
o pembangunan IPAL di kawasan industri secara mandiri yang
melayani seluruh kegiatan yang ada di kawasan industri
o penyediaan sistem pengolahan limbah di kawasan peruntukan
industri yang dilakukan secara terpadu untuk melayani seluruh
industri yang ada secara terpisah dengan sistem wilayah
o penyediaan sistem pengelolaan limbah B3 oleh rumah sakit,
industri besar di luar kawasan industri dan kawasan peruntukan
industri
o pengolahan limbah di kawasan permukiman dan kawasan
perdagangan dan jasa di kawasan perkotaan dilayani dengan
menyediakan beberapa IPAL bersama
o penyediaan sarana mobil tinja di kawasan permukiman dan
kawasan perdagangan dan jasa di kawasan perdesaan
o penyediaan MCK umum di setiap lingkungan permukiman di
kawasan perdesaan
o penyediaan IPAL komunal dan sistem perpipaan limbah di
setiap kecamatan di kawasan perdesaan secara bertahap
o penyediaan IPAL dan IPLT dalam skala wilayah Kabupaten
dibangun di lokasi yang berjarak aman sesuai ketentuan dari
kawasan permukiman, perkotaan serta perdagangan dan jasa
o seluruh perencanaan pengembangan sistem limbah harus
menjadi bagian dari Rencana Induk Pengelolaan Limbah
Daerah yang akan disusun sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan, dan
o hingga tahun 2031 tingkat pelayanan sistem air limbah di
Kabupaten adalah 90 % penduduk perkotaan, 70 % penduduk
perdesaan dan 100 % industri besar dan kecil, perdagangan dan
III.

jasa, dan instansi mendapat pelayanan air limbah.


Sistem jaringan drainase

a. Sistem jaringan drainase bertujuan untuk menjaga kualitas


keruangan wilayah terhadap kemungkinan penurunan kualitas
akibat terjadinya genangan.
b. Sistem jaringan drainase wilayah direncanakan untuk
mengantisipasi genangan meliputi:
o meningkatnya aliran permukaan akibat semakin luasnya
tutupan lahan
o air pasang atau gelombang tinggi di perairan sekitar pantai
utara Kabupaten menyebabkan rob, dan
o banjir dari bagian hulu sungai Citarum.
c. Pengembangan drainase meliputi:
a) saluran pembuangan primer meliputi:
Sungai Citarum
Sungai Cilamaya
Sungai Cikalong
Sungai Cibeet
Sungai Ciwadas
Sungai Citapen
Sungai Ciherang, dan
Sungai Cibulan-bulan
b) saluran pembuangan sekunder meliputi:
Sungai Cigentis
Sungai Citaman
Sungai Cihambulu
Sungai Cipagaduren
Sungai Ciomas
Sungai Cibuyat
Sungai Ciawitemen
Sungai Cijati
Sungai Cacaban
Sungai Cibarengkok, dan
Sungai Cipicung
c) pembangunan saluran drainase tertutup untuk daerah komersial
dan pusat kota
d) pemeliharaan dan penataan jaringan drainase perkotaan dari
endapan lumpur, sampah, dan bangunan
e) pembangunan jaringan drainase di seluruh kawasan peruntukan
industri;

f) pembangunan jaringan drainase di seluruh kawasan


permukiman dan kawasan perdagangan dan jasa di kawasan
perkotaan
g) pembangunan sumur resapan di kawasan permukiman
perdesaan, kawasan permukiman perkotaan berkepadatan
tinggi dan kawasan industri
h) pembangunan saluran drainase di seluruh jalan arteri sekunder,
kolektor primer, dan kolektor sekunder; dan
i) membangun tanggul di sepanjang Sungai Citarum dan sungai
besar lainnya yang melintasi kawasan industri, perkotaan, dan
permukiman.
d. Pengelolaan drainase diutamakan di kawasan perkotaan dan
IV.

kawasan permukiman perdesaan.


Jalur dan ruang evakuasi bencana alam
a. jalur evakuasi penanganan bencana secara umum meliputi titik
bencana menuju ke jalan kolektor terdekat yang tidak terkena
bencana dan/atau menuju ke jalan arteri terdekat yang tidak
terkena bencana
b. di sekitar jalan kolektor dan arteri yang berdekatan dengan
kawasan rawan bencana, sebagaimana disebutkan pada huruf a
disediakan lokasi pengungsian sementara
c. lokasi pengungsian tingkat Kabupaten disediakan di kawasan
perkotaan
d. bangunan pengungsian dapat berupa:
Kantor Pemerintah Desa, Kecamatan, dan/atau Pemerintah
Kabupaten
Sarana pendidikan SD, SMP, dan/atau SMA
Sarana olah raga berupa lapangan dan gedung olah raga
Sarana ibadah, dan
Fasilitas umum lainnya.
e. pembangunan bangunan lokasi pengungsian harus mengikuti
ketentuan yang ada
f. jaringan jalan di sekitar kawasan rawan bencana banjir harus
disiapkan sebagai jalur evakuasi bencana banjir yaitu meliputi
jaringan jalan di :

Kecamatan Pangkalan, Kecamatan Ciampel, Kecamatan


Telukjambe Timur, Kecamatan Telukjambe Barat, Kecamatan
Jatisari, Kecamatan Banyusari, Kecamatan Kotabaru, Kecamatan
Cilamaya Wetan, Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan
Karawang Timur, Kecamatan Rengasdengklok, Kecamatan
Batujaya, dan Kecamatan Pakisjaya.
g. Penanganan bencana alam di kabupaten akan diatur lebih lanjut
dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Penanggulangan
Bencana.
E. Rencana Pengembangan Sarana Wilayah
I. Pembangunan sarana kesehatan meliputi :
a. pengembangan dan peningkatan status RSUD Karawang
b. peningkatan dan pembangunan puskesmas di setiap ibukota
Kecamatan
c. peningkatan dan pembangunan puskesmas pembantu di setiap
desa
d. pembangunan rumah sakit tipe C di Kecamatan Rengasdengklok
dan Cilamaya Wetan, dan
e. pembangunan rumah sakit tipe B di Kecamatan Cikampek.
II. Pengembangan sarana pendidikan dasar hingga perguruan tinggi
meliputi:
a. pengembangan sarana Pendidikan Dasar atau yang sederajat di
setiap Kecamatan
b. pengembangan sarana Pendidikan SMP atau yang sederajat di
setiap Kecamatan
c. pengembangan sarana Pendidikan SMA atau yang sederajat di
setiap Kecamatan di kawasan perkotaan meliputi:
Kecamatan Karawang Barat
Kecamatan Karawang Timur
Kecamatan Telukjambe Barat
Kecamatan Telukjambe Timur
Kecamatan Cikampek
Kecamatan Klari
Kecamatan Purwasari
Kecamatan Kotabaru
Kecamatan Rengasdengklok, dan
Kecamatan Cilamaya Wetan.

d. pengembangan sarana Pendidikan SMA atau yang sederajat di


setiap Ibukota Kecamatan di luar kawasan perkotaan
e. pengembangan Sarana Perguruan Tinggi di kawasan perkotaan.
III. Pengembangan sarana olah raga meliputi:
a. pembangunan kawasan olah raga di perkotaan karawang
b. pembangunan sarana olah raga di berada di:
Kecamatan Cikampek
Kecamatan Karawang Timur
Kecamatan Karawang Barat
Kecamatan Rengasdengklok, dan
Kecamatan Cilamaya Wetan.
IV. Pembangunan penanda kawasan meliputi :
a. pembangunan penanda kawasan berupa tugu di setiap desa,
monumen di setiap perbatasan kabupaten dan/atau air mancur di
pusat kota, dan
b. pembangunan gerbang masuk ke setiap kawasan pariwisata.
V. Pengembangan sarana sosial lainnya sesuai skala pelayanan dan
sebarannya berupa sarana pemerintahan, peribadatan dan gedung
pertemuan yang meliputi:
a. pengembangan sarana pemerintahan yang memiliki karakteristik
bangunan yang identik di setiap desa dan kecamatan
b. pengembangan sarana peribadatan, dan
c. pembangunan gedung pertemuan di kawasan perkotaan.

Gambar 4.4
Peta Struktur Ruang Kabupaten Karawang

B. Rencana Pola Ruang Kabupaten Karawang


Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten pada dasarnya merupakan
rencana distribusi peruntukan ruang dalam Wilayah Kabupaten yang
meliputi rencana peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan rencana
peruntukan ruang untuk fungsi budidaya.
Tabel IV.5
Klasifikasi Pola Ruang Wilayah Kabupaten
Fungsi

Jenis/Tipe

Kriteria

Klasifikasi
Fisik

1. Kawasan yang memberikan Perlindungan bagi Kawasan bawahannya

Lokasi (Kode)

Fungsi

1.1 Kawasan Hutan


Berfungsi
Lindung

Jenis/Tipe

Suaka Alam

Kriteria

Klasifikasi
Fisik

Hutan
Mangrove

Lokasi (Kode)

Kecamatan Pakisjaya
Kecamatan Batujaya
Kecamatan Cibuaya
Kecamatan Tirtajaya
Kecamatan Cilamaya Wetan

1.2 Kawasan
Resapan Air

Hutan dan
Non Hutan

Kecamatan Tegalwaru
Kecamatan Pangkalan
Kecamatan Ciampel
Kecamatan Telukjambe
Barat
Kecamatan Telukjambe
Timur
Kecamatan Klari
Kecamatan Purwasari
Kecamatan Cikampek
Kecamatan Kotabaru

2. Kawasan Perlindungan Setempat

2.1 Sempadan Pantai

Non Hutan

Kecamatan Cilamaya
Wetan
Kecamatan Cilamaya
Kulon
Kecamatan Tempura
Kecamatan Pedes
Kecamatan Cilebar
Kecamatan Cibuaya
Kecamatan Tirtajaya
Kecamatan Pakisjaya
Kecamatan Batujaya
Terletak di seluruh Daerah
Aliran Sungai (DAS), di
seluruh Kecamatan

2.2 Sempadan Sungai

Non Hutan

2.3 Kawasan Sekitar


Waduk dan
Danau/Situ

Non Hutan

Kasan sekitar Bandung


Walahar, Situ Kamojing,
Situ Cipule

2.4 Sempadan
Saluran Irigasi

Non Hutan

Terletak di sepanjang saluran


induk irigasi Tarum Barat,
Tarum Timur, tarum Utara,
Tarum Utara Barat, dan
Tarum Utara Timur

2.5 Kawasan Sekitar


Mata Air

Non Hutan

Tersebar di Kabupaten
Karawang

Fungsi

Jenis/Tipe

Kriteria

2.6 Kawasan di
bawah SUTET dan
SUTT

Klasifikasi
Fisik

Non Hutan

Lokasi (Kode)
Kecamatan Telukjambe
Barat, Telukjambe Timur,
Ciampel, Klari, Purwasari,
dan Cikampek

3. Kawasan Rawan Bencana Alam


3.1 Kawasan Rawan
Longsor

3.2 Kawasan Rawan


Becana Banjir

3.3 Kawasan
Rawan
Gelombang
Pasang

Non Hutan

Non Hutan

Non Hutan

Kecamatan Pangkalan dan


Tegalwaru
Kecamatan Ciampel,
Telukjambe Timur,
Telukjambe Barat, Klari,
Cikampek, Purwasari,
Tirtamulya, Jatisari,
Banyusari, Kotabaru,
Cilamaya Wetan, Karawang
Timur, Karawang Barat,
Rengasdengklok, Jayakerta
dan Pedes
Kecamatan Cilamaya
Wetan, Cilamaya
Kulon, Tempuran,
Pedes, Cilebar,
Cibuaya, Tirtajaya,
Batujaya dan Pakisjaya

4. Kawasan Taman Wisata Alam dan Cagar Budaya

4.1 Kawasan Taman


Wisata Alam

Hutan
Produksi

4.2 Kawasan Cagar


Budaya

Non Hutan

1. Kawasan Lindung Geologi


5.1 Kawasan
Lindung Geologi

Non Hutan

Curug Santri, Curug


Cigentis, Curug Lalay,
Curug Bandung dan
curug-curug lainnya
yang berada di komplek
Gunung Sanggabuana
Kecamatan Tegalwaru
Kawasan situs Candi
Jiwa di Kecamatan
Batujaya, Kawasan
Syech Quro di
Kecamatan
Lemahabang dan
Monumen
Rengasdengklok di
Kecamatan
Rengasdengklok
Kecamatan Pangkalan

Fungsi

Jenis/Tipe

Kriteria

5.2 Kawasan
Terumbu Karang

Klasifikasi
Fisik

Lokasi (Kode)

Non Hutan

Kecamatan Cilamaya Kulon


dan Kecamatan Tempuran

Sumber: RTRW Kabupaten Karawang Tahun 2011-2031

a) Kawasan Lindung
Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi
utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber
daya alam, sumber daya buatan, dan nilai sejarah dan budaya bangsa guna
kepentingan pembangunan yang berkelanjutan.Selain bencana alam
kerusakan kawasan lindung juga menimbulkan bencana sosial akibat
hilangnya aset hidup yang seharusnya diperoleh masyarakat.
Kawasan Hutan Lindung
Kawasan hutan lindung adalah kawasan hutan yang memiliki sifat

1.

khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar


maupun bawahannya sebagai pengatur tata air, pencegah banjir dan erosi,
serta memelihara kesuburan tanah.Kriteria Kawasan Hutan Lindung
berdasarkan Keppres Nomor 32 Tahun 1990 adalah Kawasan hutan
dengan faktor-faktor kelerengan lapangan, jenis tanah, dan curah hujan
dengan nilai skor lebih dari 125; dan/atau; Kawasan hutan yang
mempunyai kelerengan lapangan 40% atau lebih, dan pada daerah yang
keadaan tanahnya peka terhadap erosi dg kelerengan lapangan lebih dari
25%; dan/atau, Kawasan hutan yang mempunyai ketinggian 2.000 meter
atau lebih diatas permukaan laut.
Dari uraian diatas, yaitu kawasan hutan mangrove seluas kurang
lebih 9.325,7 Ha, tersebar di:
a.
b.
c.
d.
e.

Kecamatan Tirtajaya;
Kecamatan Cibuaya;
Kecamatan Batujaya;
Kecamatan Pakisjaya; dan
Kecamatan Cilamaya Wetan.
Hutan mangrove di Kabupaten merupakan:

a. Hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis
pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut;
b. Hutan yang tumbuh khususnya di tempat-tempat yang terjadi pelumpuran dan
akumulasi bahan organik;
c. Hutan yang memiliki ekosistem yang bersifat khas, baik karena adanya
pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah, salinitas tanah
tinggi, dan mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut, serta
bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.
2. Kawasan yang Memberikan Perlindungan terhadap Kawasan Bawahannya
Di wilayah Kabupaten Karawang tidak ditemukan adanya kawasan
bergambut karena umumnya gambut berada di ekosistem hutan rawa,
sedangkan ekosistem hutan rawa tersebut tidak ditemukan di Kabupaten
Karawang. Dengan demikian kawasan ini di Kabupaten Karawang hanya
berupa kawasan resapan air.
Beberapa tempat di Kabupaten Karawang yang memiliki
kemampuan untuk menyerap air tanah dengan baik, dimana lokasi tersebut
sebagai hulu dari sungai-sungai yang mengalir menuju ke pantai. Saat ini,
kawasan tersebut sedang dimanfaatkan untuk lahan perkebunan dan
pertanian (lahan budidaya). Sebagian besar di lahan ini terjadi kegiatan
intensif masyarakat sehingga terjadi pengolahan-pengolahan tanah yang
mengakibatkan berkurangnya kemampuan tanah dalam menyerap dan
menyimpan air. Bahkan beberapa jenis tanaman yang ditanam tidak
memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan air tanah. Akibatnya
adalah berkurangnya debit air yang dialirkan melalui sungai-sungai.
Kawasan yang dapat dijadikan kawasan resapan air/tangkapan air
tersebar di wilayah Kabupaten Karawang dengan luas seluruhnya 23.107,2
hektar yang meliputi Kecamatan Tegalwaru, Kecamatan Pangkalan,
Kecamatan

Ciampel,

Kecamatan

Telukjambe

Barat,

Kecamatan

Telukjambe Timur, Kecamatan Klari, Kecamatan Purwasari, Kecamatan


Cikampek, dan Kecamatan Kotabaru.
3. Kawasan Pelindungan Setempat
Menurut klasifikasi pola ruang wilayah kabupaten, kawasan
perlindungan setempat meliputi kawasan sempadan pantai, sempadan

sungai, saluran irigasi,kawasan sekitar situ dan bendung, kawasan sekitar


mata air, dan kawasan yang berada di bawah jalur SUTET dan SUTT.

Kawasan Sempadan Pantai


Kawasan sempadan pantai adalah kawasan sepanjang pantai yang
mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi
pantai. Kualitas ruang yang diharapkan adalah kawasan yang mampu
menampung luapan air pasang tertinggi tahunan, melindungi ekosistem
pantai dan melindungi pantai dari gangguan kegiatan yang ada di
sekitarnya.Sempadan pantai adalah wilayah pantai sekurang-kurangnya
100 m dari titik pasang tertinggi ke arah darat, meliputi daerah sepanjang

pantai Kabupaten Karawang.


Kawasan Sempadan Sungai
Untuk melindungi dan melestarikan fungsi sungai sebagai
sumberdaya alam maka berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 32
tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung ditetapkan bahwa
kawasan sempadan sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan sungai,
termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer, yang mempunyai
manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai.
Sempadan sungai meliputi daerah sepanjang sungai di dalam dan

yang melintasi Kabupaten dengan ketentuan :


a. Untuk sungai yang melintasi kawasan Perkotaan :
Sungai yang bertanggul ditetapkan mempunyai sempadan 3 m dari batas

tanggul;
Sungai tidak bertanggul dengan kedalaman kurang dari 3 m memiliki

sempadan 10 m dari tepi sungai pada waktu ditetapkan;


Sungai tidak bertanggul dengan kedalaman antara 3 m dan 20 m memiliki

sempadan 15 m dari tepi sungai pada waktu ditetapkan; dan


Sungai tidak bertanggul dengan kedalaman lebih dari 3 m memiliki

sempadan 30 m dari tepi sungai pada waktu ditetapkan.


b. Untuk sungai di luar kawasan Perkotaan :
Sungai bertanggul ditetapkan mempunyai sempadan 5 m dari tepi sungai

pada waktu ditetapkan;


Sungai tidak bertanggul yang merupakan sungai besar mempunyai
sempadan 100 m dari tepi sungai pada waktu ditetapkan; dan

Sungai tidak bertanggul yang merupakan sungai kecil mempunyai

sempadan 50 m dari tepi sungai pada waktu ditetapkan.


c. Untuk sungai yang terpengaruh pasang surut air laut garis sempadan ditetapkan
sekurang-kurangnya 100 m dari tepi sungai.

Kawasan Sekitar Situ dan Bendung


Penetapan kawasan lindung sekitar danau atau waduk dilakukan
untuk melindungi danau atau waduk dari kegiatan manusia yang
mengganggu dan merusak kualitas air danau/waduk, kondisi fisik pinggir
dan dasar danau/waduk serta pengamanan dari kegiatan budidaya dan
permukiman.
Kualitas ruang yang diharapkan adalah kawasan yang memiliki
fungsi terkait dengan keberadaan Waduk dan Irigasi serta tidak
mengganggu fungsi saluran waduk dan irigasi.Kawasan sekitar situ dan
bendung adalah daerah di sekitar situ dan bendung dengan jarak 50 m dari
titik pasang tertinggi ke arah darat yang secara langsung mempengaruhi
keberlangsungan fungsi situ dan bendung, meliputi:

a.

Bendung

Walahar

berada di Kecamatan Klari;


b.

Situ Kamojing berada


di Kecamatan Cikampek;

c.

Situ Cipule berada di


Kecamatan Ciampel; dan

d.

situ-situ di Kecamatan
Klari, Ciampel, Telukjambe Timur dan Karawang Barat.

Kawasan Sempadan Saluran Irigasi


Sempadan saluran irigasi meliputi daerah sepanjang saluran induk irigasi

Tarum Barat, Tarum Timur, Tarum Utara, Tarum Utara cabang Barat, dan Tarum
Utara cabang Timur, dengan ketentuan :
- Untuk saluran irigasi bertanggul ditetapkan mempunyai sempadan dengan
lebar sama dengan tinggi tanggul atau sekurang-kurangnya 1 m diukur dari
tepi luar tanggul; dan

Untuk saluran irigasi yang tidak mempunyai tanggul ditetapkan mempunyai


sempadan dengan lebar sama dengan kedalaman saluran atau sekurangkurangnya 1 m diukur dari tepi luar saluran.
Kawasan Sekitar Mata Air
Kawasan sekitar mata air adalah daerah berdiameter 100 m di

sekitar mata air yang secara langsung mempengaruhi keberlangsungan


fungsi mata air di Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru.
Kawasan yang berada di bawah Jalur SUTET dan SUTT
Kawasan yang berada di bawah jalur SUTET dan SUTT adalah daerah

garis sempadan jaringan tenaga listrik dengan jarak 64 m yang ditetapkan dari
titik tengah jaringan listrik yang berada di:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Kecamatan Telukjambe Barat;


Kecamatan Telukjambe Timur;
Kecamatan Ciampel;
Kecamatan Klari;
Kecamatan Purwasari; dan
Kecamatan Cikampek.
Kawasan perlindungan setempat yang berada di kawasan

Kabupaten Karawang juga berfungsi sebagai RTH.


4. Kawasan Taman Wisata Alam, Pelestarian Alam, dan Cagar Budaya
Kawasan pelestarian alam, taman wisata alam, dan cagar budaya
yang terdapat di Kabupaten Karawang meliputi kawasan suaka
margasatwa, kawasan cagar alam, kawasan taman wisata alam, serta
kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahun.
Kawasan Taman Wisata Alam
Kawasan Taman wisata alam Kabupaten adalah Taman Wisata
Alam Curug Santri, Curug Cigentis, Curug Lalay, Curug Bandung dan
curug-curug lainnya yang berada di kawasan Gunung Sanggabuana

Kecamatan Tegalwaru.
Kawasan Pelestarian Alam
Kawasan pelestarian alam dan cagar budaya meliputi :
a.

taman

wisata

alam

Kabupaten; dan
b.

kawasan cagar budaya


dan ilmu pengetahuan.

Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan

Cagar budaya dan ilmu pengetahuan meliputi:


c.

Kawasan

Situs

Komplek

Makam

Komplek

Monumen

Batujaya berada di Kecamatan Batujaya;


d.
Syech Quro berada di Kecamatan Lemahabang;
e.

Rengasdengklok berada di Kecamatan Rengasdengklok; dan


f.
Monumen Rawa Gede
di Kecamatan Rawamerta.
5. Kawasan Rawan Bencana Alam
Selanjutnya sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun
2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN),
disebutkan bahwa kawasan bencana alam dibedakan menjadi kawasan
rawan tanah longsor, kawasan rawan gelombang pasang, dan kawasan
rawan banjir.
Salah satu klasifikasi kawasan rawan bencana alam yang
teridentifikasi di Kabupaten Karawang adalah kawasan rawan banjir,
kawasan bencana longsor, dan kawasan rawan bencana gelombang pasang
seperti uraian berikut :

Kawasan Rawan Banjir


Di Kabupaten Karawang terdapat pada kawasan-kawasan yang
bercirikan: daerah berlereng landai, pertemuan dua sungai besar, banyak
terdapat meander sungai, adanya perubahan kelerengan yang tiba-tiba, dan
daerah hilir sungai yang berhulu pada kawasan berhutan gundul. Banjir di
Kabupaten Karawang sebagian besar disebabkan oleh curah hujan tinggi
yang mengaliri sungai-sungai yang ada di Kabupaten Karawang serta letak
kawasan tertentu pada posisi cekungan.
Kawasan rawan banjir di Kabupaten Karawang diperkirakan seluas
kurang lebih 2.768,4 (dua ribu tujuh ratus enam puluh delapan koma

empat) hektar meliputi:


1. Kecamatan Tegalwaru.
2. Kecamatan Pangkalan; dan
3. Kecamatan Telukjambe Barat.
Kawasan Rawan Banjir

Kawasan rawan banjir rob yang ada di Kabupaten Karawangberada

di sepanjang aliran Sungai Citarum, Cilamaya dan Cibulan-bulan.


Kawasan Rawan Gelombang Pasang
Kawasan rawan bencana gelombang pasang berada di sepanjang
pesisir pantai Kabupaten.

6. Kawasan Lindung Geologi


Kawasan lindung geologi di Kabupaten diarahkan sebagai kawasan
konservasi lingkungan geologi yang berupa kawasan kars yang memiliki
keunikan bentang alam, langka dan khas sebagai akibat dari hasil proses
geologi masa lalu dan/atau yang sedang berjalan yang tidak boleh dirusak
dan/atau diganggu serta memiliki fungsi penyimpanan cadangan air tanah
dan ekosistem bagi keanekaragaman hayati di Kecamatan Pangkalan.
Kawasan kars seluas kurang lebih 1.012,9 Ha tersebar di
Kecamatan

Pangkalan

dinyatakan

sebagai

kawasan

lindung

geologi.Pengelolaan kawasan lindung geologi kars dilakukan dengan


mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan dengan prinsip
berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.Pengelolaan kawasan lindung
geologi kars mencakup pengaturan pemanfaatan bagi kegiatan yang
diizinkan dan diizinkan dengan syarat, dengan memperhatikan zonasi yang
ada pada kawasan lindung.
Kawasan lindung lainnya adalah kawasan konservasi laut berupa
kawasan terumbu karang.Kawasan terumbu karang berada di Desa
Pasirjaya dan Sukajaya di Kecamatan Cilamaya Kulon.
b) Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi
utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya
alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan. Penetapan kawasan
budidaya dimaksudkan untuk memudahkan pengelolaan, dan pemantauan
kegiatan termasuk penyediaan prasarana dan sarana maupun penanganan

dampak lingkungan akibat kegiatan budidaya.


Kawasan Peruntukan Hutan Produksi
Kawasan peruntukan hutan produksi dimaksudkan untuk menyediakan
komoditas hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan untuk keperluan industri,

sekaligus untuk melindungi kawasan hutan yang ditetapkan sebagai hutan


lindung dan hutan konservasi dari kerusakan akibat pengambilan hasil hutan
yang tidak terkendali. Kawasan budidaya hutan produksi, dibedakan menjadi
hutan produksi terbatas, hutan produksi tetap, hutan produksi yang dapat
dikonversi. Kawasan peruntukan Hutan Produksi Terbatas (HPT) adalah
kawasan hutan yang secara ruang digunakan untuk budi daya hutan alam.
Tabel IV.6
Klasifikasi Kawasan Hutan Produksi
No
.
1

JENIS
KAWASAN
Kawasan
Hutan Produksi
Terbatas (HPT)

Kawasan
Hutan Produksi
Tetap

Kawasan
Hutan Produksi
Konversi

DEFINISI
Kawasan yang dipergunakan
bagi hutan produksi terbatas,
dimana eksploitasinya hanya
dapat dengan tebang pilih dan
tanam
Kawasan yang diperuntukan
bagi produksi tetap dinamis
eksploitasinya dapat dengan
tebang pilih atau habis dan
tanam
Kawasan hutan yang bilamana
diperuntukkan dapat
dialihgunakan

KRITERIA
Kawasan hutan dengan faktor-faktor lereng lapang,
jenis tanah, curah hujan yang mempunyai nilai skor
125-174 di luar hutan suaka alam, hutan wisata dan
hutan konversi lainnya (SK Mentan No.
683/Kpts/Um/8/1981 dan 837/Kpts/Um/11/1980)
Kawasan hutan dengan faktor-faktor lereng lapang,
jenis tanah, curah hujan yang mempunyai nilai skor
124/kurang di luar hutan suaka alam, hutan wisata
dan hutan konversi lainnya (SK Mentan No.
683/Kpts/Um/8/1981dan 837/Kpts/Um/11/1980)
Kawasan hutan dengan faktor-faktor lereng lapang,
jenis tanah, curah hujan yang mempunyai nilai skor
124/kurang di luar hutan suaka alam, hutan wisata
dan hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas
dan hutan produksi konversi lainnya (SK Mentan
No. 683/Kpts/Um/8/1981dan
837/Kpts/Um/11/1980)

Sumber: Keppres No 57 Tahun 1989 tentang Kawasan Budidaya

Kawasan peruntukan hutan tetap di Kabupaten Karawang


meliputi

Kecamatan

Telukjambe

Timur,

Kecamatan

Pangkalan,Kecamatan Ciampel, Kecamatan Tegalwaru; dan Kecamatan


Telukjambe Barat. Sedangkan kawasan peruntukan hutan produksi terbatas
berada di kecamatan : Kecamatan Ciampel, Kecamatan Pangkalan dan
Kecamatan Tegalwaru.

Kawasan Peruntukan Pertanian

a. Kawasan Tanaman Pangan


Kawasan tanaman pangan merupakan kawasan yang memiliki pola
tanam monokultur, tumpangsari, campuran tumpang gilir. Kawasan tanaman

pangan tersebar dibagian utara dan sebagian kecil di wilayah selatan,


diantaranya adalah : Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan Karawang
Timur, Kecamatan Klari, Kecamatan Purwasari, Kecamatan Tirtamulya,
Kecamatan Jatisari, Kecamatan Banyusari, Kecamatan Cilamaya Wetan,
Kecamatan Cilamaya Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kecamatan Telagasari,
Kecamatan

Majalaya,

Kecamatan

Rawamerta,

Kecamatan

Tempuran,

Kecamatan Kutawaluya, Kecamatan Rengasdengklok, Kecamatan Jayakerta,


Kecamatan Pedes, Kecamatan Cilebar, Kecamatan Tirtajaya, Kecamatan
Batujaya, Kecamatan Pakisjaya. Dan dibagian selatan kabupaten diantaranya
Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan Karawang Timur, Kecamatan
Ciampel, Kecamatan Telukjambe Timur, Kecamatan Telukjambe Barat,
Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Tegalwaru.
b. Kawasan Holtikultura
Kecamatan Pangkalan, Kecamatan Tegalwaru, Kecamatan Telukjambe
Timur, Kecamatan Telukjambe Barat,

Kecamatan Klari, Kecamatan

Purwasari,Kecamatan Tirtamulya, Kecamatan Jatisari, Kecamatan Banyusari,


Kecamatan Cilamaya Wetan, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kecamatan
Lemahabang, Kecamatan Telagasari, Kecamatan Karawang Timur, Kecamatan
Karawang Barat, Kecamatan Rawamerta, Kecamatan Tempuran, Kecamatan
Rengasdengklok, Kecamatan Jayakerta, Kecamatan Cilebar, Kecamatan
Tirtajaya, Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya.

Kawasan Perkebunan
Kawasan perkebunan campuran (tumpangsari) dikembangkan di :
1. Kecamatan Pangkalan;
2. Kecamatan Ciampel;
3. Kecamatan Kotabaru;
4. Kecamatan Cilamaya Kulon;
5. Kecamatan Lemahabang;
6. Kecamatan Rawamerta;
7. Kecamatan Cibuaya; dan
8. Kecamatan Tirtajaya.

Kawasan Perternakan
a. peternakan skala besar di kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan;
c. peternakan ternak besar skala kecil di seluruh kawasan perdesaan;
d. peternakan untuk ternak kecil di seluruh kawasan perdesaan; dan

e. peternakan unggas di seluruh kawasan perdesaan.


Kawasan Perikanan
a. Kawasan perikanan budidaya laut, meliputi:
1. Kecamatan Pakisjaya;
2. Kecamatan Batujaya;
3. Kecamatan Tirtajaya;
4. Kecamatan Cibuaya;
5. Kecamatan Pedes;
6. Kecamatan Cilebar;
7. Kecamatan Tempuran;
8. Kecamatan Cilamaya Wetan; dan
9. Kecamatan Cilamaya Kulon.
b. Kawasan perikanan budidaya air payau (tambak), meliputi:
Kecamatan Cilamaya Kulon, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kecamatan
Tempuran, Kecamatan Cilebar, Kecamatan Pedes, Kecamatan Cibuaya,
Kecamatan Tirtajaya, Kecamatan Batujaya, dan Kecamatan Pakisjaya.
c. Pengembangan perikanan budidaya air tawar, meliputi: kawasan perikanan
sungai dapat dikembangan di seluruh kecamatan, kawasan perikanan situ
dan embung dikembangkan di Kecamatan Klari, Ciampel, Tegalwaru,
Tirtajaya dan Pakisjaya, perikanan Rawa di Kecamatan Rengasdengklok
dan Pakisjaya; dan perikanan kolam dapat dilakukan di seluruh kecamatan.

Kawasan Pertambangan
Kawasan peruntukan pertambangan sebagaimana dimaksud dalam
pasalmeliputi kawasan tempat kegiatan penelitian, penyelidikan, eksplorasi,
eksploitasi dan kegiatan pasca tambang.Kawasan peruntukan pertambangan
ditetapkan pada lokasi-lokasi yang mempunyai potensi tambang.
Kawasan yang memiliki potensi tambang di Kabupaten meliputi lokasi lokasi sebagai berikut: Batu andesit di Kecamatan Tegalwaru, Pasir dan batu
di Kecamatan Klari, Ciampel, Telukjambe Timur, Telukjambe Barat,
Karawang Barat, Jayakerta, Batujaya, Pakisjaya; Batu gamping di Kecamatan

Pangkalan; Minyak dan gas bumi di wilayah kabupaten.


Kawasan Industri
Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri
yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan
dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang telah memiliki Izin
Usaha Kawasan Industri.Kawasan peruntukan industri adalah bentangan lahan

yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berdasarkan Rencana Tata Ruang


Wilayah yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.Meliputi sebagian wilayah Kecamatan Cikampek, Telukjambe
Barat, Telukjambe Timur, Ciampel, Klari, Purwasari, Pangkalan, Karawang
Timur, Karawang Barat, dan Rengasdengklok.

Kawasan Peruntukan Pariwisata


Sebaran
objek
wisata

Kabupaten

Karawang

memiliki

keanekaragaman potensi wisata yang terdiri dari wisata alam, wisata


budaya, dan wisata buatan. Ada beberapa hal yang mempengaruhi
pengembangan potensi ini yaitu :
Kurang terpeliharanya potensi objek wisata tersebut sehingga menjadi

kurang menarik untuk dikunjungi seperti bercampurnya sampah dan


lumpur membuat pinggiran pantai menjadi tidak menarik pada Pantai yang
berada di Cilamaya Wetan mengakibatkan bau yang tidak sedap.
- Kurangnya promosi dan pemasaran potensi dan objek wisata.
a) Pariwisata Budaya
Jenis-jenis kegiatan pariwisata budaya sebagai lokasi-lokasi untuk
pariwisata budaya meliputi :
a.
Situs Batujaya di Desa Segaran, Megarjaya dan Telagajaya di
b.

Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya;


Kampung Budaya Gerbang Karawang di Desa Wadas Kecamatan

Telukjambe Timur;
c.
Gerbang Wisata dan Budaya Jawa Barat Kuta Tandingan di Desa
d.

Mulyasari dan Desa Parungsari Kecamatan Ciampel;


Religi Makam Syeh Quro di Desa Pulo Kalapa Kecamatan

Lemahabang;
e.
Situs Bersejarah di Kecamatan Rengasdengklok dan Kecamatan
Rawamerta;
b) Pariwisata Alam
Sebaran wilayah yang dikembangkan sebagai lokasi pariwisata alam
meliputi:
a.
b.
c.

Pantai dan Hutan Mangrove di sepanjang Pantai Utara;


Bukit Sanggabuana di Kecamatan Tegalwaru;
Hutan Penelitian dan Konservasi dan Situ Kamojing di

Kecamatan Cikampek;

c) Pariwisata Buatan
a. Wisata Bahari Pelabuhan di Kecamatan Cilamaya Kulon, Pedes, dan
Kecamatan Tempuran;
b. Tirta, Watersport Situ Cipule di Kecamatan Ciampel
c. Pengembangan lapang Golf di Kecamatan Telukjambe Timur dan
Telukjambe Barat.
d. Pengembangan pemakaman skala besar di Kecamatan Telukjambe Barat

Gambar 4.5
Peta Pola Ruang Kabupaten Karawang

C. Rencana Kawasan Strategis Kabupaten Karawang


Kawasan strategis wilayah kabupaten merupakan bagian wilayah
kabupaten yang penataan ruangnya diprioritaskan, karena mempunyai
pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten terhadap ekonomi,
sosial budaya, dan/atau lingkungan. Penentuan kawasan strategis
kabupaten lebih bersifat indikatif. Batasan fisik kawasan strategis
kabupaten akan ditetapkan lebih lanjut di dalam rencana tata ruang
kawasan strategis.
Penetapan kawasan strategis kabupaten didasarkan pada kesepakatan
para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan. Berdasarkan
hal tersebut, maka direncanakan beberapa kawasan strategis, yaitu :
1. KSK ditetapkan dengan memperhatikan KSP, yang meliputi :
a. KSP pesisir Pantura;
b. KSP pertanian berlahan basah dan beririgasi teknis Pantura Jawa Barat; dan
c. KSP koridor Bekasi-Cikampek.
2. KSK meliputi:
a. KSK Industri Telukjambe dengan sudut kepentingan Lingkungan
Hidup danekonomi;
b. KSK Pertanian koridor Karawang Cikampek dengan sudut
kepentingan ekonomi; dan
c. KSK pariwisata situs Batujaya dengan sudut kepentingan Sosial Budaya.

4.1.1.3

Kebijakan

Sektoral

(Rencana

Pembangunan

Jangka

Menengah Kabupaten Karawang)


A. Visi : Karawang Sejahtera Berbasis Pembangunan Berkeadilan
Dilandasi Iman Dan Taqwa
Penjelasan :
Sejahtera ; yaitu terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara lahir dan
bathin melalui bentuk-bentuk pelayanan yang baik dan menyeluruh, sehingga
masyarakat memperoleh akses atas kebutuhan hidup dengan kondisi masyarakat
memiliki

keberdayaan

secara

sosial

dan

ekonomi,

sehingga

mampu

melangsungkan kehidupan individu maupun kemasyarakatan secara layak serta


mampu menghadapi kondisi akibat perubahan global.
Pembangunan Berkeadilan ; yaitu kondisi yang menjamin pelaksanaan
pembangunan di seluruh sektor secara prioritas, proporsional dan selaras dengan
mengutamakan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan
melalui pengembangan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan, sinsergitas dan
keterlibatan partisipasi sektor swasta dan masyarakat.
Iman dan Taqwa ; yaitu landasan yang berada dalam koridor tuntutan kebenaran
hakiki dalam mewujudkan masyarakat yang menjalankan ajaran agama yang
diyakini, melalui pembangunan yang berkualitas dan budaya agamis dalam
kehidupan sehari-hari serta mewujudkan kerukunan antar dan intern umat
beragama, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan toleransi terhadap
keragaman budaya dan peningkatan daya saing.
B. Misi Sebagai Kerangka Logis Pembangunan Jangka Menegah 20112015
Dalam Visi yang telah ditetapkan, dirumuskan 5 (lima) misi yang
memuat tujuan, sasaran dan strategi sebagai kerangka logis pembangunan
dalam periode kepemimpinan Kepala Daerah terpilih, sebagai berikut :
Misi 1 : Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang cerdas, sehat,
berbudaya dan religius yang Harmonis
Misi 2 : Penguatan Struktur Dan Kelembagaan Ekonomi Daerah
Misi 3 : Meningkatan Pelayanan Ketersediaan Infrastruktur Wilayah
Misi 4 : Meningkatkan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan

Misi 5 : Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup


Tujuan dan sasaran pada pelaksanaan masing-masing misi
diuraikan dalam matriks berikut :
Tabel IV.7
Misi dan Penjelasan Misi Kabupaten Karawang
No
1

Misi
Meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat
yang
cerdas,
sehat,
berbudaya dan religius
yang Harmonis

Penjelasan misi
Kebijakan:
1. Bidang Pendidikan
a. Mengalokasikan anggaran untuk meringankan beban biaya pendidikan;
b. Peningkatan mutu dan kesejahteraan tenaga pendidik;
c. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang berstandar;
d. Pengembangan layanan perpustakaan;
e. Meningkatkan pemerataan dan mutu pendidikan luar sekolah;
f. Penguatan dan pelaksanaan regulaisi, pranata serta norma standar
pedoman dan ketentuan (NSPK) bidang pendidikan;
g. Penguatan kelembagaan dan manajemen sumberdaya manusia;
h. Penguatan fungsi perencanaan, evaluasi dan pengendalian program
kerja penyelenggaraan pendidikan yang berbasis data dan informasi.
i. Pembangunan Institut Kelautan dan Perikanan Nasional (IKPN)
2. Bidang Perpustakaan
Pengembangan layanan perpustakaan.
3. Bidang Kesehatan
a. Pengembangan desa siaga menuju desa sehat;
b. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin dan Asuransi Semesta
(Universal Coverage);
c. Penurunan resiko kematian ibu, bayi dan balita;
d. Pelayanan vaksinasi dasar lengkap;
e. Mewujudkan sistem surveillans dan monitoring;
f. Pengadaan dan pemerataan obat serta perbekalan kesehatan;
g. menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi lebih;
h. Penanggulangan Gizi Kurang;
i. Peningkatan sarana kesehatan yang terstandar dan terakreditasi;
j. Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan;
k. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.
4. Bidang Keluarga Berencana
Penyediaan pelayanan, penyuluhan dan advokasi kesehatan reproduksi.
5. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
a. Meningkatkan upaya-upaya pemberdayaan perempuan;
b. Penyediaan pelayanan rehabilitasi, penyuluhan dan advokasi terhadap
tindak kekerasan dan trafficking.
6. Bidang Sosial
a. Meningkatkan fungsi sosial penyandang masalah kesejahteraan social
(PMKS) penerima manfaat;
b. Sinkronisasi kebijakan dan pelaksanan upaya-upaya penanggulangan
kemiskinan.
7. Bidang Kepemudaan dan Olahraga
a. Pembinaan kelembagaan kepemudaan;
b. Pengembangan prestasi atlet daerah dan pembangunan sarana olahraga;
c. Peningkatan prestasi olah raga.
8. Bidang Kebudayaan
a. Pengembangan kapasitas pelaku budaya;
b. Pengembangan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal;

No

Misi

Penguatan struktur dan


kelembagaan ekonomi
daerah

Penjelasan misi
c. Pelestarian situs sejarah dan budaya.
9. Bidang Pengembangan nilai-nilai keagamaan
a. Pembinaan kehidupan antar dan inter umat beragama;
b. Fasilitasi dan pembinaan aktifitas kehidupan keagamaan.
Kebijakan:
1. Bidang Pertanian
a. Pengembangan usaha-usaha agribisnis pertanian komoditas tanaman
pangan dan hortikultura melalui penyediaan sarana dan prasarana
produksi, pemberdayaan kelembagaan, penerapan inovasi dan teknologi
pertanian, pengembangan industri pengolah hasil pertanian;
b. Pengembangan sistem dan sumberdaya penyuluh pertanian;
c. Pengembangan sektor peternakan diarahkan pada peningkatan skala
usaha melalui rintisan pola agribisnis, fasilitasi desain produk,
penanganan produksi dan pengendalian penyakit ternak.
d. Rintisan pengembangan one village one product sektor pertanian.
e. Pembangunan terminal agribisnis daerah.
2. Bidang Kelautan dan Perikanan
a.Pengembangan sentra-sentra produksi perikanan menuju pengembangan
kawasan minapolitan.
b. Pembangunan Rumah Potong Hewan berbasis tata ruang.
3. Bidang Industri
a. Pengembangan regulasi, fasilitasi dan iklim usaha bagi masuknya
investasi sektor industri;
b. Pengembangan Industri

Kecil

dan Menengah

yang mampu

memanfaatkan posisi dalam rantai nilai industri dan potensi sumber daya
lokal

melalui

pengembangan

sentra

IKM,

kemitraan

usaha,

pengembangan kelembagaan dan kewirausahaan IKM.


c. Rintisan pengembangan one village one product sektor industri
4. Bidang Perdagangan
a. Pengembangan regulasi, fasilitasi dan iklim usaha serta sarana
prasarana perdagangan dalam mendukung sistem distribusi barang
produksi dan konsumsi;
b. Pengembangan kerjasama perdagangan dalam rangka mendukung
promosi produk unggulan daerah.
5. Bidang Pariwisata
a. Penyediaan fasilitasi, regulasi dan iklim usaha kepariwisataan daerah;
b. Pengembangan sarana dan prasarana obyek daya tarik wisata

No

Misi

Penjelasan misi
(ODTW);
c. Pembinaan dan Pemberdayaan pelaku usaha serta kemitraan sektor
pariwisata daerah.
6. Bidang Ketenagakerjaan
a. Peningkatan kualitas angkatan kerja daerah yang berbasis kebutuhan
pasar tenaga kerja;
b. Penyediaan informasi ketenagakerjaan;
c. Pengembangan kebijakan, pembinaan dan pengawasan regulasi bidang
ketenaga kerjaan.
7. Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
a. Meningkatkan kemampuan kewirausahaan UMKM dan sistim
kelembagaan Koperasi;
b. Meningkatkan skala usaha KUMKM melalui faslitisasi pembiayaan,
pengembangan kerjasama, promosi dan akses pasar, pengembangan
inovasi dan teknologi serta standarisasi desain produk;
c. Membangun dan meningkatkan lembaga ekonomi mikro dan menengah
dengan system bagi hasil yang proporsional. Strategi yang
direncanakan adalah membangun lembaga lembaga ekonomi mikro

Meningkatkan Pelayanan

dan menengah dengan sistim bagi hasil.


Kebijakan :

Ketersediaan

1. Bidang Tata Ruang

Infrastruktur Wilayah

a. Melaksanakan percepatan penyelesaian regulasi daerah, standar dan


pedoman bidang penataan ruang;
b. Meningkatkan koordinasi dan pemantapan keterpaduan pemanfaatan
serta pengendalian ruang wilayah yang selaras dengan pola dan struktur
ruang wilayah.
c. Menetapkan kawasan rawan bencana dan mengembangkan system
penanganan bencana.
d. Jalan antar kawasan
2. Bidang Pekerjaan Umum
a. Mengembangkan ruas jalan Kolektor primer penghubung antar pusat
kegitan (PKW - PKL, dan antar PKL) pada ruas jalan kabupaten
diarahkan pada :
1). Meningkatkan kualitas konstruksi jalan sesuai dengan kelas dan fungsi
jalan (persyaratan lebar minimal perkerasan 7 m, bahu jalan 1,5 m,
drainase 1m);
2). Meningkatkan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi dan

No

Misi

Penjelasan misi
nasional;
3). Membangun ruas jalan baru yang mendukung pengembangan wilayah,
sesuai ketentuan teknis, kelas dan fungsi jalan yang direncanakan;
4). Meningkatkan segmen jalan lintas yang masih di bawah standar untuk
memenuhi persyaratan lebar minimum (6 m dengan memperhatikan
kondisi lokasi).
b. Meningkatkan infrastruktur jalan penghubung pusat pengembangan
wilayah (kolektor sekunder PKL/PPL dan antar PPL) pada ruas jalan
Kabupaten:
1). Meningkatkan kualitas konstruksi jalan sesuai dengan kelas dan
fungsi jalan (persyaratan lebar minimal perkerasan 4 m, bahu jalan
1 m, drainase 1 m);
2). Meningkatkan segmen jalan Lintas yang Masih di Bawah Standar
untuk memenuhi persyaratan lebar minimum (4 m dengan memperhatikan
faktor lokasi).
c. Meningkatkan infrastruktur jalan pedesaan dengan diarahkan pada
meningkatkan infrastruktur jalan poros desa penghubung PPK/PPL
dengan desa, diarahkan pada Peningkatan kemantapan strukturkonstruksi
jalan rigid/hotmix (persyaratan lebar minimal perkerasan 3,5 m, bahu
jalan 0,75 m, drainase 0,5 m);
d. Mempertahankan kondisi konstruksi jembatan sesuai rencana umur
teknis yang telah ditetapkan:
1). Membangun jembatan penghubung pada lokasi strategis;
2). Optimalisasi manajemen pemeliharaan konstruksi jembatan.
e.

Meningkatkan

koordinasi

pemanfaatan,

efisiensi

penyaluran,pengembangan dan pemeliharaan jaringan irigasi dengan


memperhatikan kualitas,kuantitas dan kontiunitas aliran;
f. Meningkatkan upaya-upaya konservasi sumberdaya air dan keterpaduan
pengelolaan daerah aliran sungai;
g. Mengembangkan sistim prasarana pengendalian banjir dan penanganan
abrasi pantai;
h. Kajian Data Teknis jalan, jembatan dan pengairan;
i. Mengembangkan pelayanan jaringan air bersih bagi masyarakat
berpenghasilan rendah dan wilayah rawan air bersih;
j. Meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja pelayanan air bersih;
k. Mengembangkan kebijakan pengolahan air limbah secara partisipatif;

No

Misi

Penjelasan misi
l. mengembangkan sistim regulasi, manajemen dan sarana prasarana
pelayanan persampahan;
m.Pengembangan

kebijakan

dan

penataan

lingkungan

kumuh

pemukiman;
n. Penataan taman kota dengan memperhatikan aspek estetika, fungsi
dan nilai arsitektural;
o. Penyediaan lapang olahraga masyarakat di Pusat Kegiatan Wilayah
(PKW) dan Pusat Kegiatan Lokal (PKL);
p. Penataan bangunan publik yang memiliki nilai histori, religi dan fungsi
sosial lainnya;
q.

menyediakan

instrumen

kebijakan,

mekanisme

dan

fasilitasi

penyelenggaraan perumahan dan permukiman yang terjangkau baik


melalui

mekanisme

pasar

maupun

mekanisme

yang

bertumpu

padakeswadayaan masyarakat.
r. Meningkatkan pengelolaan dan pemeliharaan saluran irigasi berbasis
partisipasi masyarakat.
3. Bidang Perhubungan
a. Meningkatkan kualitas sarana prasarana perhubungan yang terintegrasi
dalam sistem jaringan transportasi;
b. Mengembangkan kebijakan sistim jaringan transportasi daerah;
4

Meningkatkan Kualitas
Tata
Kelola
Pemerintahan Daerah

c. Penegakan hukum dan disiplin lalu lintas, angkutan dan jalan.


Kebijakan :
1. Bidang Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi
Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
a. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan manajemen kepegawaian dan
peningkatan kualitas SDM aparatur;
b.

Pengembangan

kebijakan,

penataan

struktur

organisasi,

ketatalaksanaan dan sisitim prosedur kerja berbasis Teknologi Informasi


(TI);
c. Pengembangan kebijakan dan pengelolaan pendapatan dan pembiayaan
daerah;
d. Pengembangan sistem akuntansi keuangan daerah yang akuntabel;
e. Meningkatkan ketersediaan sarana prasarana aparatur sesuai kebutuhan
dan standarisasi yang ditetapkan;
f. Pengembangan kebijakan dan pengelolaan barang milik daerah;
g. Pengembangan kebijakan penanaman modal dan pelayanan perizinan;
h. Melaksanakan Pemeriksaan dan Pembinaan Secara Komprehensif Serta

No

Misi

Penjelasan misi
Penilaian Terhadap Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah seluruh OPD;
i. Peningkatan kapasiti legislatif;
j. Fasilitasi peningkatan peran dan fungsi parpol serta orsos/ormas.
2. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil
Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan dan
pencatatan sipil.
3. Bidang Perencanaan Pembangunan
a. Pengembangan kebijakan perencanaan, pengendalian dan evaluasi
pembangunan berbasis data.
b. Pembuatan master plan sistrm penyediaan air minum se Kabupaten
Karawang
c. Pembuatan master plan pembangunan jalan-jalan di Kabupaten
Karawang dari jalan-jalan batang-cabang sampai jalan-jalan ranting
d. Pembuatan master plan pembangunan dan perbaikan saluran irigasi
yang sistematis
4. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri
a. Pembinaan, pendidikan politik dan bela negara;
b. Koordinasi dan Pengendalian Gangguan Ketertiban Umum dan
Ketentraman Masyarakat.
5. Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
a. Pengembangan kebijakan, pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan
administrasi pemerintahan desa;
b. Pengembangan kebijakan, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat
desa;

Meningkatkan
Daya
Dukung
dan
Daya
Tampung
Lingkungan
Untuk
Pembangunan
Yang Berkelanjutan

c. Penguatan pembiayaan pembangunan desa.


Kebijakan :
1. Bidang Lingkungan Hidup
a. Meningkatkan upaya-upaya perlindungan, pengendalian pencemaran
dan pemantauan kualitas air dan udara;
b. Meningkatkan upaya-upaya rehabilitasi lingkungan hidup dengan
melibatkan peran serta masyarakat;
c. Meningkatkan upaya-upaya koordinasi dan penegakan hukum,
pengawasan AMDAL, UPL/UKL, pelaksanaan penyusunan KLHS;
d. Mengembangkan sistem informasi manajemen lingkungan hidup;
e. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana laboratorium pengujian
Lingkungan Hidup;

No

Misi

Penjelasan misi
f. Mengembangkan sistim regulasi, metode dan sarana prasarana
pelayanan persampahan;
g. Mengembangkan penerapan pengelolaan sampah 3R berbasis
masyarakat;
h. Peningkatan kapasitas SDM terutama PPNS bidang lingkungan hidup;
i. Penanganan lahan kritis dan pesisir pantai.

Sumber: RPJMD Tahun 2011-2015

4.1.2 Profil Internal


4.1.2.1 Kebijakan Spasial (Internal)
1. Struktur Ruang Wilayah Karawang Bagian Tengah
A. Rencana Sistem Kegiatan
Pengembangan struktur tata ruang meliputi program pengembangan sistem
kota-kota dan pengembangan kawasan andalan. Di Wilayah Karawang Bagian
Tengah terdapat sistem kegiatan brupa 4 pusat kegiatan lokal (PKL), berikut
sebaran pusat kegiatan di Wilayah Karawang Bagian Tengah :
Tabel IV.8
Rencana Pengembangan Sistem Perkotaan Wilayah Karawang
BagianTengah
Hierarki
Pusat
Pelayanan

Lokasi
(Ibukota
Kecamatan)

Karawang Barat

Karawang Timur
1

PKL

Rengasdengklok

Cilamaya Wetan

Fungsi yang Dikembangkan


- Pusat kegiatan dengan cakupan seluruh wilayah
Kabupaten Karawang
- Pusat permukiman perkotaan
- Sebagai pintu masuk atau interchange dari
sistem jaringan jalan primer atau jalan tol
- Pusat kegiatan dengan cakupan pelayanan beberapa
kecamatan di sekitarnya
- Diarahkan sebagai pengembangan
kawasan peruntukan industri
- Diarahkan sebagai kawasan peruntukan
perkotaan
- Pusat koleksi dan distribusi hasil pertanian
khususnya pertanian lahan basah
-

Peruntukan permukiman skala terbatas

- Peruntukan industri yang terkait dengan


produk pertanian lahan basah
- Pendukung rencana pelabuhan
internasional di Kecamatan Tempuran
- Mempertahankan ciri perdesaan dan keberadaan
kawasan pertanian lahan basah

PPK

PPL

Jatisari, Tirtamulya,
Lemahabang,
Telagasari, Majalaya
Banyusari,
Rawamerta

kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani


kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa.
pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani
kegiatan skala antar desa.

Sumber: RTRW Kabupaten Karawang Tahun 2011-2013

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sistem pusat kegiatan di


Wilayah Karawang Bagian Tengah memiliki satu sistem pusat kegiatan
yang dimana pusat kegiatan lokal (PKL) terdapat di Kecamatan Karawang
Barat, Kecamatan Karawang Timur, Kecamatan Rengasdengklok dan
Kecamatan Cilamaya Wetan.
B. Rencana Sistem Jaringan Prasarana Wilayah
a) Rencana Jaringan Jalan dan Jembatan
Di wilayah Karawang bagian Tengah terdapat rencana jaringan jalan
nasional yang meliputi :

peningkatan status ruas jalan Cikalong Cilamaya


Selain itu terdapat rencana jaringan jalan provinsi di Wilayah

Karawang Bagian Tengah berupa jaringan jalan kolektor yang meliputi :


Peningkatan ruas jalan Tanjungpura Rengasdengklok Batujaya
Peningkatan status jalan ruas jalan Johar - Badami Pangkalan Loji

Kutamaneuh (batas Purwakarta)


Peningkatan status jalanruas jalan Johar Telagasari Lemahabang

Cilamaya Wetan (Krasak)


Peningkatan status jalanruas jalan Johar Belendung Gempolhaji

/batas Subang
Pembangunan jalan baru dan peningkatan eksisting ruas jalan Batujaya
Tirtajaya Jayakerta Pedes Cilebar Tempuran Cilamaya
Kulon Cilamaya Wetan (Jalan Lingkar Pantai Utara).

Rencana jaringan jalan kabupaten di Wilayah Subang Bagian Utara


meliputi :
a. Peningkatan jalan kolektor primer :

Ruas jalan Johar - Krasak

Ruas jalan Rengasdengklok Batujaya

b.
c.
d.
e.

Ruas jalan Karangjati Cilamaya


Ruas jalan Rengasdengklok - Sungai Buntu
Ruas jalan Johar Rengasdengklok
Pembangunan dan peningkatan jaringan jalan menuju ke objek wisata
Peningkatan jalan lokal primer
Peningkatan jalan lokal sekunder
Peningkatan jaringan jalan lingkungan sekunder

b) Rencana prasarana lalu lintas


Rencana jaringan prasarana lalu lintas angkutan jalan di Wilayah Karawang
Bagian Tengah berupa pengembangan terminal penumpang maupun terminal
barang, diantaranya :

Pembangunan terminal penumpang tipe B di Kawasan Perkotaan


Karawang

Revitalisasi terminal penumpang tipe C di Kawasan Perkotaan Karawang

Revitalisasi terminal penumpang tipe C di Rengasdengklok

Pembangunan terminal penumpang tipe C di Cilamaya Wetan dan


Lemahabang

Pengembangan interchange tol di Kabupaten Karawang


Rencana pelayanan lalu lintas angkutan umum di Wilayah Karawang
Bagian Tengah berupa pengembangan modaangkutan jalan umum dan
penyediaan fasilitas jalan yaitu mengembangkan moda angkutan jalan
umum yang bersifat massal dan cepat serta berjarak jauh yang
menghubungkan antara Karawang Timur Cikampek, Cikampek
Cilamaya Wetan, serta Karawang Timur Rengasdengklok Cilamaya
Wetan

c) Rencana jaringan perkeretaapian


Rencana perkeretaapian di Wilayah Karawang Bagian Tengah berupa
peningkatan kapasitas rel dn jalur kereta api, berupa :
Peningkatan kapasitas rel kereta api ruas Cikampek Karawang Barat

untuk digunakan sebagai jaringan rel kereta api komuter


Pembangunan jalur rel kereta api baru di Desa Pangulah Kecamatan
Kotabaru dan Desa Barugbug Kecamatan Jatisari untuk mendukung
rencana pembangunan jalur pintas rel kereta api Cibungur Tanjungrasa

Pembangunan jalur KA cepat lintas Jakarta-Surabaya yang melewati


Kecamatan

Karawang

Barat,

Karawang

timur, Klari,

Purwasari,

Cikampek, Kotabaru dan Kecamatan Jatisari


d) Rencana Sistem Jaringan Prasarana Energi
Rencana pengembangan sistem jaringan prasarana energi di wilayah Karawang
Bagian Tengah meliputi :

Rencana pengembangan sistem jaringan energi lainnya yaitu pemanfaatan


bahan bakar gas untuk kendaraan dilayani oleh SPPBE yang akan
dikembangkan di Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan Karawang
Timur, Kecamatan Rengasdengklok, Kecamatan Jatisari dan Kecamatan
Lemahabang

e) Rencana Sistem Jaringan Sumberdaya Air


Rencana pengembangan sistem jaringan sumberdaya air meliputi :
Pengelolaan Wilayah Sungai
Pengelolaan wilayah sungai berupa optimalisasi situ-situ di
Kecamatan Klari, Ciampel, Telukjambe Timur, dan Karawang Barat.

Pengembangan Sistem Jaringan Irigasi


Daerah irigasi Barugug berada di Kecamatan Jatisari seluas kurang lebih

769 Ha
f) Rencana Sistem Jaringan Air Minum
Peningkatan Jaringan Air Minum
Peningkatan jaringan air minum meliputi peningkatan kapasitas WTP di
Kecamatan Karawang Barat, Cikampek, Rengasdengklok, Karawang Timur, Kota
Baru, Klari, dan Kecamatan Telukjambe Timur.
g) Rencana Sistem Jaringan Prasarana Telekomunikasi
Rencana sistem jaringan prasarana telekomunikasi di wilayah Karawang
Bagian Tengah meliputi penggunaan jaringan bawah tanah untuk jaringan kabel
telepon di Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan Karawang Timur dan
permukiman di kawasan perkotaan.
h) Rencana Sistem Jaringan Prasarana Lainnya
Sistem Jaringan Persampahan
Pengembangan sistem jaringan persampahan yang ada di wilayah
Karawang Bagian Tengah berupa penyediaan transfer depo dan tempat

pembuangan sampah sementara di kawasan permukiman, komersial dan industri


di kawasan perkotaan.
Rencana Jalur Evakuasi Bencana Alam
Kabupaten Karawang merupakan wilayah yang memiliki
resiko tinggi terhadap bencana alam terutama banjir. Wilayah Karawang
Bagian Tengah diarahkan untuk mrmbuat jalur evakuasi bencana banjir
diantaranya terletak di Kecamatan Jatisari, Kecamatan Banyusari,
Kecamatan Cilamaya Wetan, Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan
Karawang Timur, dan Kecamatan Rengasdengklok.
i) Rencana Pengembangan Kawasan Ruang Terbuka Hijau
RTH di kawasan perkotaan ditetapkan memenuhi ketentuan standar
minimal 30% dari luas kawasan perkotaan yaitu sebesar kurang lebih 9.400,5 Ha,
dengan rincian 20% RTH publik kurang lebih 6.267 Ha dan 10% RTH privat
kurang lebih 3.133,5 Ha. Rencana RTH akan dikembangkan di kawasan perkotaan
yang

berada

di

Kecamatan

Karawang

Timur,

Karawang

Barat

dan

Rengasdengklok.
j) Rencana Pengembangan Sarana Wilayah
Pembangunan sarana kesehatan berupa pembangunan rumah sakit tipe C

di Kecamatan Rengasdengklok dan Cilamaya Wetan


Pengembangan sarana pendidikan SMA di kawasan perkotaan meliputi
Kecamatan Karawang Barat, Karawang Timur, Rengasdengklok, dan

Cilamaya Wetan
Pembangunan sarana olahraga di Kecamatan Karawang Timur, Karawang
Barat, Rengasdengklok dan Cilamaya Wetan

Gambar 4.6
Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Karawang Bagian Tengah

2. Pola Ruang Wilayah Karawang Bagian Tengah


A.

Rencana Kawasan Lindung


Luas Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Karawang seluas
9.325,7 Ha, yaitu kawasan hutan mangrove. Kawasa hutan mangrove yang
berada di Wilayah Karawang Bagian Tengah adalah Kecamatan Cilamaya
Wetan.

Kawasan Pelestarian Alam dan Cagar Budaya


Kawasan pelestarian alam dan cagar budaya yang ada di wilayah

Karawang Bagian Tengah meliputi Cagar Budaya dan ilmu pengetahuan berupa
Komplek Makam Syech Quro yang berada di Kecamatan Lemahabang, Komplek
Monumen Rengasdengklok berada di Kecamatan Rengasdengklok, dan Monumen
Rawa Gede yang berada di Kecamatan Rawamerta.
B.

Kawasan Rawan Bencana Alam


Kawasan Rawan Gelombang Pasang
Kawasan rawan bencana gelombang pasang berada di sepanjang
pesisir pantai Kabupaten Karawang berada di Kecamatan Cilamaya Wetan.

C.

Kawasan Peruntukan Pertanian


Kawasan Tanaman Pangan
Kawasan tanaman pangan merupakan kawasan yang memiliki pola tanam

monokultur, tumpangsari, campuran tumpang gilir. Kawasan tanaman pangan


tersebar dibagian tengah, diantaranya adalah :
Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan Karawang Timur, Kecamatan Cilamaya
Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kecamatan Telagasari, Kecamatan Majalaya,
Kecamatan Rawamerta, Kecamatan Rengasdengklok.
Kawasan Holtikultura
Kawasan Holtikultura di Karawang Tengah tersebar di Kecamatan Jatisari,
Kecamatan Cilamaya Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kecamatan Telagasari,
Kecamatan

Karawang

Timur,

Kecamatan

Karawang

Barat,

Kecamatan

Rawamerta, Kecamatan Rengasdengklok.


Kawasan Perkebunan
Kawasan perkebunan campuran (tumpangsari) dikembangkan di :
Kecamatan Lemahabang; dan

Kecamatan Rawamerta.
Kawasan Perternakan
Peternakan ternak skala besar dan skala kecil berada di seluruh kawasan

perdesaan Karawang bagian Tengah; dan


Peternakan unggas tersebar di seluruh kawasan perdesaan Karawang

Tengah.
Kawasan Perikanan
- Kecamatan Cilamaya Wetan;
Kawasan perikanan budidaya air payau (tambak), meliputi:
- Kecamatan Cilamaya Wetan.
Pengembangan perikanan budidaya air tawar, meliputi:
- Kawasan perikanan sungai dapat dikembangan di seluruh kecamatan,
perikanan Rawa di Kecamatan Rengasdengklok dan perikanan kolam
dapat dilakukan di seluruh kecamatan.

Kawasan Pertambangan
Kawasan peruntukan pertambangan sebagaimana dimaksud dalam
pasalmeliputi kawasan tempat kegiatan penelitian, penyelidikan, eksplorasi,
eksploitasi dan kegiatan pasca tambang.Kawasan peruntukan pertambangan
ditetapkan pada lokasi-lokasi yang mempunyai potensi tambang.
Kawasan yang memiliki potensi tambang di Kabupaten meliputi lokasi lokasi sebagai berikut: Pasir dan batu di Kecamatan Karawang Barat, Minyak

dan gas bumi di wilayah Kabupaten Karawang.


Kawasan Industri
Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri
yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan
dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri yang telah memiliki Izin
Usaha Kawasan Industri.Kawasan peruntukan industri adalah bentangan lahan
yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berdasarkan Rencana Tata Ruang
Wilayah yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.Meliputi sebagian wilayah Kecamatan Karawang Timur, Karawang
Barat, dan Rengasdengklok.

Kawasan Peruntukan Pariwisata


Sebaran
objek
wisata

Kabupaten

Karawang

memiliki

keanekaragaman potensi wisata yang terdiri dari wisata alam, wisata

budaya, dan wisata buatan. Ada beberapa hal yang mempengaruhi


-

pengembangan potensi ini yaitu :


Kurang terpeliharanya potensi objek wisata tersebut sehingga menjadi
kurang menarik untuk dikunjungi seperti bercampurnya sampah dan
lumpur membuat pinggiran pantai menjadi tidak menarik pada Pantai yang

berada di Cilamaya Wetan mengakibatkan bau yang tidak sedap.


- Kurangnya promosi dan pemasaran potensi dan objek wisata.
a) Pariwisata Budaya
Jenis-jenis kegiatan pariwisata budaya sebagai lokasi-lokasi untuk
pariwisata budaya meliputi :
-

Religi Makam Syeh Quro di Desa Pulo Kalapa Kecamatan Lemahabang;


Situs Bersejarah di Kecamatan Rengasdengklok dan Kecamatan
Rawamerta;

b) Pariwisata Alam
Sebaran wilayah yang dikembangkan sebagai lokasi pariwisata alam
meliputi:
-

Pantai dan Hutan Mangrove di sepanjang Pantai Utara yang berada di


Kecamatan Cilamaya Wetan.

Gambar 4.7
Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Karawang Bagian Tengah

3. Kawasan Staregis Wilayah karawang Bagian Tengah


KSK meliputi:
1. KSK Pertanian koridor Karawang Cikampek dengan sudut kepentingan
ekonomi. Dengan penanganan KSK Pertanian yaitu penetapan jalur hijau
pertanian dimana tidak boleh ada alih fungsi lahan pertanian menjadi
perumahan atau industri.
4.1.2.2 Kebijkan Sektoral (Internal)
1. LP2B
PLP2B (Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan)
Perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan adalah sistem dan proses
dalam merencanakan dan menetapkan, mengembangkan, memanfaatkan dan membina,
mengendalikan, dan mengawasi lahan pertanian pangan dan kawasannya secara
berkelanjutan. Perlindungan terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan diatur

dalam Perda no. 27 Tahun 2007. Berikut merupakan beberapa kecamatan yang
termasuk kedalam kawasan LP2B di Wilayah Karawang Bagian Tengah :
Tabel IV.9
Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) Wilayah
Karawang Bagian Tengah
No

Kecamatan

1
2
3
4

Banyusari
Cilamaya Wetan
Jatisari
Karawang Barat
Karawang
Timur
Lemahabang
Majalaya
Rawamerta
Rengasdengklok
Telagasari
Tirtamulya

5
6
7
8
9
10
11

Sumber : Pengantar FGD LP2B

Luas
Lahan
(Ha)
4.021,55
4.831,96
3.964,20
2.217,71
1.520,52
4.052,21
2.448,28
3.301,15
2.325,41
4.127,29
3.464,83

Gambar 4.8
Peta Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) Wilayah Karawang Bagian Tengah

2. RIPPDA
RIPPDA dilaksanakan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD), Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)dan
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten. Prioritas pembangunan daya
tarik wisata yang merupakan Destinasi Pariwisata di Wilayah Karawang bagian
Tengah meliputi :

Wisata Sejarah: Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, Rumah Djioue


Ki Siong, dan Monumen Rawa Gede di Kec. Rawamerta;

Gambar 4.9
Peta RIPPDA

4.1.3 Profil Kelembagaan


Lembaga penataan ruang memegang peran yang sangat penting dalam
proses penataan ruang. Hal ini mengingat proses penataan ruang memerlukan
lembaga yang terutama dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

Lembaga

penataan ruang biasanya memiliki bentuk yang berbeda sesuai dengan ciri,
kondisi dan kebutuhan wilayah terkait. Adapun lembaga-lembaga yang terkait
terbagi menjadi 3 yaitu lembaga pemerintah, lembaga swasta dan lembaga
masyarakat.
4.1.3.1 Lembaga Pemerintah Kabupaten Karawang
Lembaga pemerintahan dibuat oleh negara, dari negara, dan untuk negara
dimana bertujuan untuk membangun negara itu sendiri. Lembaga negara
mempunyai tugas masing-masing. Lembaga pemerintah yang berada di
Kabupaten Karawang terdiri 14 dinas dan 6 badan untuk membantu jalannya
pemerintahan di Kabupaten Karawang. Lembaga-lembaga pemerintahan tersebut
memiliki tugas dan fungsi masing-masing yang berbeda satu dengan yang lainnya,
dan saling berkoordinasi untuk membangun Kabupaten Karawang menjadi lebih
maju dengan memanfaatkan sumber daya yang ada sesuai arahan kebijakan yang
ada. Untuk lebih jelasnya melihat koordinasi yang berada di Kabupaten Karawang
dapat dilihat pada skema di bawah ini :

Gambar 4.10
Bagan Alir Koordinasi Lembaga Pemerintah
Di Kabupaten Karawang

STAF AHLI

BUPATI
WAKIL BUPATI

DPRD

WAKIL BUPATI

SEKRETARIAT DPRD
SEKERTARIS DAERAH
(Unsur Staf)

BAPPEDA
(Unsur Perencana)

INSPEKTORAT
(Unsur Pengawas)

Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas
Dinas

Keterangan :
Alur Pelaksana
Alur Koordinasi

KECAMATAN
LEMBAGA TEKNIS DINAS
SATUAN POLISI
(17 Kecamatan)
(Unsur Pendukung Tugas KDH)
PAMONG PRAJA
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Lembaga Lain Pelaksana UU)
Badan
Kepegawaian
dan
Diklat
KELURAHAN
Perhubungan, Komunikasi, Dan Informatika
Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan
(9 Kelurahan)
Bina Marga & Pengairan
Badan Keluarga Berencana Dan Pemberdayaan Perempuan
Cipta Karya
Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu
Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
DESA
Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat
Kependudukan Dan Catatan Sipil
(183 Desa)
Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan Dan Energi
Pertanian, Kehutanan, Perkebunan Dan Peternakan
Kelautan Dan Perikanan
Kebudayaan dan Pariwisata
Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga
Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah
Koperasi, Usaha Mikro Kecil Dan Menengah
Sosial
Kesehatan
DINAS DAERAH
(Unsur Pelaksana Otda)

Adapun tugas dan fungsi dari masing-masing lembaga pemerintah diatas


dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel IV.10
Tugas dan Fungsi dari Lembaga Pemerintah
N
o

Instansi

Tugas
1.

2.

1.

BAPPEDA
3.

2.

3.

Badan Pengeloaan
Lingkungan Hidup

Badan Kepegawaian
Dan Diklat

Penyelenggaraan
perencanaan
pembangunan Daerah, KepalaDaerah
dibantu oleh Kepala Bappeda.
Pimpinan Satuan Kerja PerangkatDaerah
menyelenggarakan
perencanaan
pembangunan Daerah sesuai dengan
tugas dan kewenangannya.
Membantu
Bupati
dalam
penyelenggaraan
manajemen
pemerintahan di bidang perencanaan dan
penilaian pelaksanaannya serta tugas
pembantuan
yang
diberikankepada
pemerintah daerah.

Badan mempunyai tugas pokok membantu


Bupati dalam mengelola Lingkungan Hidup
dan mengendalikan Dampak Lingkungan
yang meliputi Penataan, Pemanfaatan,
Pengembangan dan Pemeliharaan Lingkungan
Hidup serta Mencegah, Memperbaiki,
Memulihkan Kualitas Lingkungan dan
Pengawasan

Membantu Bupati dalam penyelenggaraan


manajemen
pemerintahan
dibidang
pengelolaan, penyelenggaraan kewenangan
dibidang administrasi pegawai, pembinaan

Fungsi
1. Perumusan kebijakan teknis strategis
dan atau kebijakan teknis perencanaan
pembangunan daerah
2. Pelaksanaanya bimbingan, konsultasi
dan koordinasi penyusunan perencanaan
pembangunan daerah
3. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi
atas pelaksanaan pembangunan
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan
Bupati sesuai tugas dan fungsinya

Pengkajian dan Penyusunan Kebijakan


Teknis Daerah di Bidang Penataan,
Pemanfaatan
dan
Pengembangan
Sumber Daya Alam Daerah
Penetapan Kebijaksanaan Teknis di
Bidang
Pengendalian
Dampak
Lingkungan yang meliputi Pencegahan
dan Penanggulangan Pencemaran dan
Kerusakan Lingkungan serta Pemulihan
Kualitas Lingkungan Hidup
Peningkatan kapasitas dan kualitas
kelembagaan serta Sumber Daya
Manusia
Pelaksanaan
Teknis
Fungsional
Pengelolaan Lingkungan Hidup serta
pengendalian kerusakan lingkungan
dan/atau pengendalian pencemaran
lingkungan hidup serta pemulihan
kualitas Lingkungan Hidup
Pelaksanaan pengawasan, penegakan
hukum dan pengembangan Analisis
Mengenai
Dampak
Lingkungan
(AMDAL) serta Upaya Pengelolaan
Lingkungan
(UKL)
dan
Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL)
a.Pengaturan atau perumusan kebijakan
pemerintah
daerah
dibidang
penyelenggaraan
kepegawaian,
pendidikan dan pelatihan;

N
o

Instansi

Tugas

Fungsi

pegawai, pendidikan dan latihan serta tugas


pembantuan
yang
diberikan
kepada
Pemerintah Daerah

b.Pengurusan
administrasi
dan
peningkatan kualitas sumber daya
manusia aparatur pemerintah daerah.
1.Perencanaan dan penyusunan petunjuk
teknis pengelolaan sarana dan prasarana
penyuluhan pertanian, perikanan dan
kehutanan;
2.Pelaksanaan pengelolaan sarana dan
prasarana
penyuluhan
pertanian,
perikanan dan kehutanan;
3.Pelaksanaan
pengumpulan
dan
pengolahan data sarana dan prasarana
penyuluhan pertanian, perikanan dan
kehutanan;
4. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan
pelaporan kegiatan sarana dan prasarana
penyuluhan pertanian, perikanan dan
kehutanan.
a. Pengaturan dan perumusan kebijakan
pemerintah daerah dibidang keluarga
berencana dan pemberdayaan
perempuan.
b. Pelaksanaan program pemerintah
bidang
keluarga
berencana
dan
pemberdayaan perempuan.
Pengaturan dan Perumusan kebijakan
Pemerintah
Daerah
di
bidang
penanaman
modal dan pelayanan perizinan, meliputi
pelayanan dan pengolahan perizinan dan
nonperizinan
serta
promosi
dan
pengembangan penanaman modal;
Pelaksanaan program Pemerintah bidang
penanaman modal dan pelayanan
perizinan.
1. Perumusan kebijaksanaan teknis di
bidang Bina Marga dan Pengairan
2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan
dan pelayanan umum di bidang Bina
Marga dan Pengairan sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan oleh Bupati
3. Pembinaan dan pelaksanaan kegiatan
di bidang Bina Marga dan Pengairan
4. Pengelolaan administrasi umum,
meliputi
urusan
umum,
urusan
keuangan, urusan kepegawaian dan
perlengkapan dinas.
1) Perencana dan penyusun petunjuk
teknis pengelolaan Tata bangunan, Tata
Ruang permukiman,Kebersihan dan
pertamanan diwilayah kerjanya.

4.

Badan Pelaksana
Penyuluhan Pertanian,
Perikanan Dan
Kehutanan

Membantu Bupati dalam melaksanakan


sebagian kewenangan daerah di bidang
Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan
DanKehutanan serta tugas pembantuan yang
ditugaskan kepada Pemerintah Daerah

5.

Badan Keluarga
Berencana Dan
Pemberdayaan
Perempuan

Membantu Bupati dalam melaksanakan


sebagian kewenangan daerah di bidang
Keluarga Berencana Dan Pemberdayaan
Perempuan serta tugas pembantuan yang
ditugaskan kepada Pemerintah Daerah

6.

Badan Penanaman
Modal Dan Pelayanan
Terpadu

Membantu Bupati dalam melaksanakan


sebagian kewenangan daerah di bidang
penanaman modal dan pelayanan perizinan
serta tugas pembantuan yang ditugaskan
kepada Pemerintah Daerah

7.

Dinas Binamarga Dan


Pengairan

1. Pengaturan dan pengurusan kegiatan teknis


operasional di bidang Bina Marga dan
Pengairan meliputi :Perencanaan, Pengawasan
Pembangunan, Pemeliharaan serta Pengairan
berdasarkan kebijakan Bupati.
2.Pelaksanaan
pembangunan
program
pemerintah daerah di bidang Bina Marga dan
Pengairan.
3. Pelaksanaan pelayanan di bidang Bina
Marga dan Pengairan.

8.

Dinas Cipta Karya

Pelaksana
Bidang
Pekerjaan
Umum
Khususnya bidang Keciptakaryaan yang
diberikan kewenangan dan kepercayaan untuk
menjadikan Kabupaten Karawang yang dapat

N
o

9.

10
.

Instansi

Dinas Perhubungan,
Komunikasi, Dan
Informatika

Dinas Pendapatan,
Pengelolaan Dinas
Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan Dan Aset
Daerah

Tugas

Fungsi

memberikan fasilitas Keciptakaryaan kepada


penduduk Kabupaten Karawang dengan
memberikan peningkatan fasilitas prasarana
dan sarana permukiman yang lebih baik,
penanggulangan kebersihan dan pemeliharaan
taman kota serta pembangunan fasilitas
perkantoran yang memadai dan fasilitas
umum sesuai dengan meningkatnya tuntutan
masyarakat Kabupaten Karawang setara
dengan lajunya kesejahteraan.

2) Pelaksana pengelola Tata Bangunan,


Tata Ruang permukiman, Kebersihan
dan pertamanan diwilayah kerjanya.
3)Pelaksanaan
tugas
dibidang
ketatausahaan.

Melaksanakan sebagian kewenangan daerah


di bidang perhubungan, komunikasi dan
informatika dan tugas pembantuan yang
ditugaskan dari Pemerintah Kepala Daerah.

Bidang Pendapatan Asli Daerah mempunyai


tugas
pokok
melaksanakan
kegiatan
pendataan,
pendaftaran,
penyuluhan,
perhitungan, penetapan dan penagihan pajak
daerah dan retribusi daerah dan pelaksanaan
penegakan sanksi hukum, pengelolaan
keberatan,
permohonan
banding
dan
permohonan angsuran
Bidang Aset dan Investasi mempunyai tugas
pokok melaksanakan kegiatan pengolahan,
penganalisaan dan pengelolaan aset dan
investasi Pemerintah Daerah
Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas
pokok melaksanakan pengelolaan administrasi
keuangan

1. Pengaturan dan pengurusan kegiatan


teknis
operasional
di
bidang
perhubungan,
komunikasi
dan
informatika meliputi : lalu lintas,
angkutan, sarana dan prasarana serta
komunikasi dan informafika berdasarkan
kebijakan bupati;
2. Pelaksanaan pengembangan program
pemerintah
daerah
di
bidang
perhubungan, komunikasi dan
informatika;
3. Pelaksanaan pelayanan di bidang
perhubungan,
komunikasi
dan
informatika.
Perumusan kebijaksanaan dan pedoman
pelaksanaan APBD
Pengesahan DPA SKPD/DPPA SKPD
Pengendalian pelaksanaan APBD
Pemberian petunjuk teknis pelaksanaan
sistem penerimaan dan pengeluaran kas
daerah
Pelaksanaan pemungutan pajak daerah
Pemantauan

pelaksanaan

penerimaan

dan pengeluaran APBD oleh Bank


dan/atau lembaga keuangan lainnya
yang telah ditunjuk
Penatausahaan dan pengaturan dana
yang diperlukan dalam pelaksanaan
APBD
Penyimpanan uang daerah
Penetapan SPD

N
o

Instansi

Tugas

Fungsi
Pelaksanaan penempatan uang daerah
dan mengelola/menatausahakan investasi
Pelaksanaan pembayaran berdasarkan
permintaan Pejabat Pengguna Anggaran
atau beban rekening kas umum daerah
Penyiapan pelaksanaan pinjaman dan
pemberian

pinjaman

atas

nama

pemerintah daerah
Pelaksanaan pemberian pinjaman atas
nama pemerintah daerah
Pelaksanaan

pengelolaan

utang

dan

piutang daerah
Pelaksanaan penagihan piutang daerah
Pelaksanaan

sistem

akutansi

dan

pelaporan keuangan daerah


Penyajian informasi keuangan daerah
Pelaksanaan kebijakan dan pedoman
pengelolaan serta penghapusan barang
milik daerah
Pengkoordinasian dan pengawasan atas
pekerjaan pendapatan daerah
Pengelolaan

11.

Dinas Perindustrian,
Perdagangan,
Pertambangan Dan
Energi

Membantu
Bupati
Karawang
dalam
melaksanakan sebagian kewenangan daerah
Bidang
Perindustrian,
Perdagangan,
Pertambangan dan Energi dan tugas
pembantuan yang ditugaskan dari Pemerintah
kepada Daerah.

administrasi

meliputi

urusan

keuangan,

urusan

umum,

umum,
urusan

kepegawaian

dan

perlengkapan dinas.
a. Pengaturan dan Pengurusan kegiatan
teknis
operasional
di
Bidang
Perindustrian,
Perdagangan,
pertambangandan
Energi
serta
kemetrologian perlindungan konsumen
berdasarkan kebijakan Bupati,
b. Pelaksanaan pengembangan program
pemerintah
daerah
di
Bidang
Perindustrian,
Perdagangan,
pertambangan dan Energi.
c. Pelaksanaan pelayanan di Bidang
Perindustrian,
Perdagangan,
pertambangan dan Energi.

N
o

12
.

13
.

Instansi

Dinas Koperasi, Usaha


Mikro Kecil Dan
Menengah

Dinas Pertanian,
Kehutanan, Perkebunan
Dan Peternakan

Tugas

Membantu Bupati dalam melaksanakan


sebagian kewenangan daerah di bidang
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta
tugas pemantauan yang ditugaskan dari
Pemerintah kepada Pemerintah Daerah.

Membantu Bupati dalam melaksanakan


sebagian kewenangan daerah di bidang
Pertanian, Kehutanan Perkebunan dan
Peternakan serta tugas pembantuan yang
diberikan kepada Pemerintah Daerah

Fungsi
1. Pengaturan atau pengurusan kegiatan
teknis operasional di bidang Koperasi,
Usaha Kecil dan Menengah.
2. Mengurus program pemerintahan
daerah di bidang Koperasi, Usaha Kecil
dan Menengah kebijakan Bupati.
3. Pemberian pelayanan masyarakat di
bidang Koperasi, Usaha Kecil dan
Menengah.
1. Perumusan dan penyusunan rencana
program dan kegiatan dalam rangka
penetapan kebijakan teknis di
bidang Pertanian Kehutanan Perkebunan
dan Peternakan;
2. Pelaksanaan kebijakan teknis dibidang
Pertanian Kehutanan Perkebunan dan
Peternakan;
3. Pelaksanaan usaha pencegahan dan
pengendalian Organisme Pengganggu
Tanaman (OPT) pangan dan
hortikultura;
4.
Penyusunan
dan
pelaksanaan
pengembangan, konservasi, rehabilitasi
dan pemanfaatan lahan;
5. Pelaksanaan pemetaan, pengelolaan,
pengaturan, pengawasan, penerapan
tataguna lahan pertanian dan
kawasan pertanian terpadu;
6. Penetapan sentra komoditas pertanian,
sasaran areal tanam dan luas baku lahan
pertanian sesuai
kemampuan sumberdaya lahan;
7. Peningkatan pengelolaan air irigasi
dan konservasi sumber-sumber air;
8. Pengawasan peredaran, pengadaan,
penggunaan, pengamanan, penyaluran
sarana dan prasarana
produksi pertanian;
9.
Pelaksanaan
pembinaan
dan
bimbingan usaha disektor pertanian;
10. Pelaksanaan bimbingan penerapan
pedoman/kerja sama kemitraan usaha
hasil tanaman pangan dan
hortikultura;
11. Pelaksanaan pengawasan dan
pengendalian
teknis
peningkatan

N
o

14
.

15
.

Instansi

Tugas

Dinas Kelautan Dan


Perikanan

Melaksanakan sebagian kewenangan daerah


di Bidang Perikanan dan Kelautan dan tugas
pembantuan yang ditugaskan dari Pemerintah
kepada Daerah.

Dinas Kebudayaan Dan


Pariwisata

Bidang
Pengembangan
Kepariwisataan
mempunyai tugas pokok melakukan kegiatan
pembinaan pengelolaan objek wisata, sarana
pariwisata dan pemasaran kepariwisataan
Bidang Kebudayaan mempunyai tugas pokok
melakukan kegiatan pembinaan kesenian,
museum, kepurbakalaan, sejarah dan nilai
tradisional serta penyusunan petunjuk teknis
pembinaan di bidang kebudayaan

Fungsi
produksi usaha tani dan perlindungan
tanaman;
12. Pelaksanaan penerapan teknologi
panen, pasca panen dan pengelolaan
hasil pertanian;
13. Pelaksanaan bimbingan pemasaran,
lomba produk pertanian dan penyebaran
informasi pasar hasil tanaman
pangan dan hortikultura;
14. Pelaksanaan penyusunan statistik
dan penerapan sistim informasi tanaman
pangan dan hortikultura;
15.
Pelaksanaan
penyebaran
dokumentasi dan informasi standarisasi
sektor pertanian;
16. Pelaksanaan pengelolaan balai benih
pertanian kehutanan perkebunan dan
peternakan;
17. Pelaksanaan pengelolaan klinik
hewan;
18. Pengelolaan tugas di bidang
ketatausahaan.
1) Pengaturan dan pengurusan kegiatan
teknis operasional dibidang perikanan
dankelautan meliputi : Bina Perikanan
Budidaya,
Bina
Kelautan,
Bina
Perikanan Tangkap, serta Pengolahan
dan
Pemasaran
Hasil
Perikanan
berdasarkan kebijakan Bupati;
2) Pelaksanaan pengembangan program
Pemerintah Daerah di Bidang Perikanan,
Kelautan;
3) Pelaksanaan pelayanan di Bidang
Perikanan dan Kelautan.
Perumusan kebijaksanaan teknis di
bidang kebudayaan, pariwisata, pemuda
dan olah raga
Penyelenggaraan urusan pemerintahan
dan
pelayanan
umum
dibidang
kebudayaan, pariwisata, pemuda dan
olah raga sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan oleh Bupati
Pembinaan dan pelaksanaan kegiatan
dibidang kebudayaan
Pembinaan dan pelaksanaan kegiatan
dibidang kepariwisataan

N
o

17
.

Instansi

Tugas

Dinas Pendidikan,
Pemuda Dan Olahraga

Memimpin,
mengkoordinasikan
dan
mengendalikan Dinas dalam melaksanakan
sebagian kewenangan daerah di bidang
pendidikan, pemuda dan Olahraga meliputi
pendidikan
nonformal
dan
informal,
pendidikan menengah, pendidikan dasar,
bidang pemuda dan Olahraga serta
melaksanakan tugas pembantuan yang
ditugaskan
dari
Pemerintah
kepada
Pemerintah Daerah
Menyelenggarakan kegiatan pencatatan sipil
dan menyelenggarakan pelayanan pencatatan
sipil dalam sitem administrasi kependudukan
(SIAK)

16
.

Dinas Kependudukan
Dan Catatan Sipil

17
.

Dinas Tenaga dan


Transmigrasi

18
.

Dinas Sosial

Melaksanakan sebagian kewenangan daerah


di bidang tenaga kerja dan transmigrasi dan
tugas pembantuan yang ditugaskan dari
Pemerintah kepada Daerah.

Pelaksana Pemerintah Daerah di bidang sosial


yang mempunyai tugas pokok melaksanakan
sebagian kewenangan daerah di bidang sosial
serta melaksanakan tugas pembantuan yang
ditugaskan dari Pemerintah kepada Daerah,
untuk jelasnya lihat lampiran SOTK SKPD.

Fungsi
1.
Penyelenggaraan
koordinasi
pelaksananaan pengawasan di bidang
pendidikan, pemuda dan Olahraga
2. Penyelenggaraan pembinaan dan
pengendalian pelaksanaan kebijakan
teknis di bidang pendidikan, pemuda dan
Olahraga .
3. Penyelenggaraan pembinaan dan
pengendalian pelaksanaan teknis di
bidang pendidikan, pemuda dan
Olahraga .
Perumusan kebijaksanaan teknis di
bidang kependudukan dan pencatatan
sipil
Perumusan dan penetapan kebijakan
pendaftaran penduduk skala daerah
Perumusan dan penetapan kebijakan
pencatatan sipil skala daerah
Perumusan dan penetapan kebijakan
pengelolaan informasi administrasi
kependudukan skala daerah
Perumusan
dan
penetapan
perkembangan kependudukan skala
daerah
Perumusan dan penetapan kebijakan
perencanaan kependudukan skala daerah
Penyelenggaraan urusan pemerintahan
dan
pelayanan
umum
dibidang
kependudukan dan pencatatan sipil
Pembinaan dan pelaksanaan kegiatan
dibidang kependudukan dan catatan sipil
Pengelolaan
administrasi
umum,
meliputi
urusan
umum,
urusan
keuangan, urusan kepegawaian dan
perlengkapan dinas.
1.Penyelenggaraan
perumusan
dan
penetapan kebijakan teknis di bidang
tenaga kerja dan transmigrasi.
2.Penyelenggaraan
koordinasi
pelaksanaan pengawasan di bidang
tenaga kerja dan transmigrasi.
3.Penyelenggaraan
pembinaan
dan
pengendalian pelaksanaan kebijakan
teknis di bidang binamarga dan
pengairan.
Perumusan Rencana dan Pelaksanaan
Program
Pembangunan
dibidang
Kesejahteraan sosial
Pelaksanaan pembinaan di bidang
kesejahteraan sosial
Pelaksanaan pembinaan di bidang
pengembangan kesejahteraan sosial

N
o

Instansi

Tugas

19
.

Dinas Kesehatan

Bidang
Bina
Pelayanan
Kesehatan
mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan
perumusan kebijaksanaan teknis dalam bidang
kesehatan

20

Sekretaris Daerah

Sekretariat Daerah mempunyai tugas pokok

Fungsi
Pelaksanaan pembinaan di bidang
pemulihan dan bantuan sosial
Pengawasan dan pengendalian kegiatan
pengolahan informasi dan analisa data,
penyusunan program, evaluasi dan
pelaporan
Pengawasan dan pengendalian kegiatan
pengembangan
partisipasi
sosial
masyarakat, pengembangan anak dan
remaja serta pelestarian nilai-nilai
kepahlawanan dan kejuangan
Pengawasan dan pengendalian kegiatan
pemulihan penyandang cacat dan tuna
sosial, pemulihan anak nakal dan korban
narkoba, bantuan korban bencana dan
tindak
kekerasan
serta
bantuan
kesejahteraan sosial fakir miskin dan
lanjut usia terlantar
Pengelolaan
adaministrasi
umum,
meliputi
urusan
umum,
urusan
keuangan, urusan kepegawaian dan
perlengkapan dinas.
Perumusan kebijaksanaan teknis di
bidang kesehatan
Pengelolaan manajemen kesehatan
Pelaksanaan
pembinaan
pelayanan
kesehatan serta evaluasi dan pelaporan
kegiatan dinas
Pelaksanaan
pembinaan
pelayanan
kesehatan dasar, pelayanan kesehatan
rujukan, pelayanan kesehatan khusus
dan
pelayanan
kefarmasian
dan
makanan-minuman
Penyelenggaraan pembinaan upaya
kesehatan ibu dan keluarga berencana,
kesehatan anak dan usia lanjut serta
perbaikan gizi
Penyelenggaraan upaya pencegahan
penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi (PD3I), penyelenggaraan
pengamatan dan penanggulangan serta
respon dini terhadap penyakit potensial
wabah atau penyakit potensial kejadian
luar biasa (KLB) dan hygiene sanitasi
Penyelenggaraan urusan pemerintahan
dan
pelayanan
umum
dibidang
kesehatan sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan oleh Bupati
Pengelolaan
administrasi
umum,
meliputi
urusan
umum,
urusan
keuangan, urusan kepegawaian dan
perlengkapan dinas.
Penyusunan kebijakan pemerintahan

N
o

Instansi

Tugas

Fungsi

membantu Bupati dalam menyusun kebijakan


penyelenggaraan pemerintahan daerah serta
mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga
teknis daerah

daerah
Pengkoordinasian pelaksanaan tugas
dinas daerah dan lembaga teknis daerah
Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
kebijakan pemerintahan daerah
Pembinaan administrasi dan aparatur
pemerintahan daerah
Pelaksanaan tugas lain yang diberikan
oleh Bupati sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
1. Pengaturan atau perumusan kegiatan
teknis operasional dibidang Kesatuan
Bangsa
dan
Politik
berdasarkan
kebijakan Bupati;
2. Pengurusan program dan pelayanan
masyarakat di Kesatuan Bangsa dan
Politik;
3. Pengelolaan dan pelayanan dibidang
Kesatuan Bangsa dan Politik.
1. menyusun program dan pelaksanaan
ketentraman dan ketertiban umum,
penegakkan Peraturan Daerah dan
Peraturan Bupati serta Keputusan
Bupati;
2. pelaksanaan kebijakan pemeliharaan
dan penyelenggaraan ketentraman dan
ketertiban umum di daerah;
3. pelaksanaan kebijakan penegakkan
Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati
serta Keputusan Bupati;
4. pelaksanaan koordinasi pemeliharaan
dan penyelenggaraan ketentraman dan
ketertiban umum serta penegakkan
Peraturan Daerah, Peraturan Bupati dan
Keputusan Bupati dengan Aparat
Kepolisian Negara, Penyidik Pegawai
Negeri Sipil (PPNS) dan atau aparatur
lainnya);
5. pengawasan terhadap masyarakat agar
mematuhi dan mentaati Peraturan
Daerah dan Peraturan Bupati serta
Keputusan Bupati.
Perumusan kebijaksanaan teknis di
bidang Perpustakaan
Pemberian
dukungan
atas
penyelenggaraan pemerintahan daerah di
bidang Perpustakaan
Pembinaan dan pelaksanaan tugas di
bidang Perpustakaan
Penyelenggaraan teknis administratif
ketatausahaan.

21
.

Kantor Kesatuan Bangsa


dan Politik

Membantu Bupati dalam penyelelnggaraan


Pemerintahan dibidang Kesatuan Bangsa dan
Politik serta tugas pembantuan yang
ditugaskan kepada Pemerintah Daerah

22
.

Satuan Polisi Pamong


Praja

Memelihara
dan
menyelenggarakan
ketentraman dan ketertiban umum, penegakan
Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati serta
Keputusan Bupati

23
.

Kantor Perpustakaan
Daerah

Kantor
mempunyai
tugas
pokok
melaksanakan pengolahan, dan pembinaan di
bidang
Perpustakaan
di
lingkungan
Pemerintah Daerah.

N
o

24
.

Instansi

Kantor Arsip Daerah

Tugas

Fungsi

Kantor
mempunyai
tugas
pokok
melaksanakan pengolahan, dan pembinaan di
bidang Arsip di lingkungan Pemerintah
Daerah.

Perumusan
kebijaksanaan
teknis
dibidang pengelolaan arsip
Pemberian
dukungan
atas
penyelenggaraan pemerintahan daerah
dibidang arsip
Pembinaan dan pelaksanaan tugas di
bidang arsip
Penyelenggaraan teknis administratif
ketatausahaan

Sumber : TUPOKSI Dinas dan Badan Kabupaten Karawang

4.1.3.2 Lembaga Terkait Penataan Ruang Kabupaten Karawang


Lembaga formal pemerintahan adalah unit yang bertanggung jawab utama
atas penataan ruang dimana pada tingkat Kabupaten, Bupati Karawang menunjuk
lembaga BAPPEDA sebagai lembaga formal yang bertanggung jawab atas
penataan ruang di Kabupaten Karawang, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
dinas maupun lembaga teknis di Kabupaten Karawang, maka yang terkait dengan
penataan ruang itu sendiri terdiri dari 12 dinas dan 3 lembaga teknis yang
membantu BAPPEDA dalam menjalankan tugasnya dalam penataan ruang. Dinas
dam lembaga tersebut meliputi :
a

Dinas Perhubungan, Komunikasi, Dan Informatika

Dinas Bina Marga & Pengairan

Dinas Cipta Karya

Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi

Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan Dan Energi

Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan Dan Peternakan

Dinas Kelautan Dan Perikanan

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah

Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Dan Menengah

Dinas Sosial

m Badan Penanaman Modal Dan Perijinan

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan


Ketahanan Pangan.

Inspektorat

BAPPEDA yang mempunyai tugas sebagai kepala atau pemimpin dalam


penataan ruang karena mempunyai fungsi sebagai lembaga teknis yang membuat
rumusan dari kebijakan terkait penataan ruang, sebagai badan yang mengatur
pengkoordinasian dalam penyusunan perencanaan pembangunan Kabupaten
Karawang dan sebagai pembina dalam implementasi rencana yang sudah dibuat
dari setiap dinas maupun lembaga teknis. Selain itu, adanya lembaga teknis
sebagai pengawas keuangan dan pembangunan daerah yaitu Inspektorat.
Dari Koordinasi setiap lembaga yang terkait penataan ruang tersebut maka
dihasilkan program program penataan ruang Kabupaten Karawang, dan
dituangkan dalam RPJP, RPJMD Kabupaten Karawang maupun dokumen rencana
lainnya. Selain itu harus adanya koordinasi antar lembaga teknis maupun dinas
agar tidak terjadi tumpang tindih atau pemborosan dalam pembuatan program
kerja tersebut.

4.1.4 Fakta Aspek Pembiayaan


4.1.4.1 Pendapatan Daerah
Untuk dapat melihat kinerja Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Karawang dapat dilihat perkembangan realisasi dan
pertumbuhan pendapatan daerah dari tahun 2011-2015 sebagai berikut :
Tabel IV.11
Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Karawang Tahun 2011 2015
No
1
1.1

Uraian

Tahun
2011

2012

2013

2014

2015

8.218.070.766,00
8.201.461.766
7.390.000,00

908.791.800.085,0
0
554.203.022.658,0
0
10.834.502.096,00
10.834.502.096
6.027.000,00

1.056.533.975.143,
00
710.742.585.693,0
0
12.806.362.647,00
12.793.205.647
3.752.000,00

1.511.394.668,00
1.502.249.168
4.220.000,00

658.597.372.181,0
0
477.595.086.584,0
0
6.092.134.195,00
6.084.002.195
2.720.000,00

4.925.500,00

5.412.000,00

9.219.000,00

9.423.000,00

9.405.000,00

13.432.007.368,00

19.425.688.485,00

29.845.590.262,00

33.374.243.288,00

40.180.667.545,00

10.521.671.760,00

13.176.447.256,00

17.408.173.339,00

20.246.299.059,00

24.690.798.018,00

452.561.936,00

521.909.218,00

870.858.477,00

1.148.462.667,00

1.586.500.952,00

2.322.817.568,00

5.546.814.124,00

11.353.808.763,00

11.649.142.508,00

13.096.157.098,00

Warung Nasi

27.538.850,00

29.473.800,00

42.130.850,00

44.853.300,00

45.830.650,00

Kios Baso

107.417.254,00

151.044.087,00

170.618.833,00

285.485.754,00

761.380.827,00

Pajak Hiburan

832.729.927,00

1.264.283.936,00

2.028.629.530,00

3.124.833.847,00

3.968.855.612,00

Bioskop

12.000.000,00

12.000.000,00

13.000.000,00

12.000.000,00

18.205.000,00

PENDAPATAN ASLI DAERAH

378.630.051.818,00

Pendapatan Pajak Daerah

240.875.370.850,00

Pajak Hotel
Hotel Melati Satu
Losmen/Rumah
Penginapan/Pesanggrahan/Hostel/R
umah Kos/Wisma Pariwisata
Pajak Restoran
Restoran
Rumah Makan
Katering

660.841.119.615,00
466.028.000.475,00

No

Uraian

Tahun
2011

2012

2013

2014

2015

Karaoke

109.090.736,00

506.740.757,00

759.612.301,00

1.103.293.823,00

1.203.665.074,00

Permainan Biliar

28.425.400,00

26.919.000,00

13.498.200,00

13.887.900,00

27.282.400,00

Permainan Golf

0,00

0,00

Permainan Ketangkasan

234.171.900,00

568.751.658,00

1.131.654.382,00

1.755.495.668,00

2.547.836.601,00

Panti Pijat

123.516.829,00

86.586.899,00

102.864.647,00

219.754.056,00

165.264.537,00

Kolam Renang

31.366.287,00

0,00

Keramaian/Hajatan

195.759.775,00

63.285.622,00

8.000.000,00

20.402.400,00

Pajak Futsal

38.399.000,00

0,00

5.999.917.906,00

6.098.500.788,00

5.231.559.807,00

5.572.798.855,00

7.022.710.904,00

Reklame Papan

4.675.829.260,00

5.270.556.239,00

4.540.294.512,00

4.826.141.174,00

6.166.624.428,00

Reklame Kain

865.153.896,00

590.501.049,00

397.179.270,00

554.421.731,00

597.222.426,00

Reklame Berjalan

458.934.750,00

237.443.500,00

294.086.025,00

Pajak Penerangan Jalan

74.308.170.337,00

89.591.597.938,00

121.992.691.884,00

258.864.050,00
206.823.189.539,0
0

68.166.244.850,00

82.997.090.451,00

108.822.305.839,00

192.235.950,00
177.120.742.771,0
0
163.846.569.219,0
0

6.141.925.487,00

6.594.507.487,00

13.170.386.045,00

13.274.173.552,00

191.342.891.213,0
0

576.255.959,00

1.191.583.508,00

16.202.250,00

25.932.936,00

49.998.464,00

45.299.810,00

Batu Belah

53.066.195,00

138.720.495,00

615.407.378,00

170.224.794,00

Split

64.264.524,00

124.228.318,00

0,00

83.109.816,00

Screening

10.814.232,00

2.342.736,00

0,00

Abu Batu

31.835.160,00

38.641.680,00

0,00

15.461.250,00

Pajak Reklame

Pajak Penerangan Jalan PLN


Pajak Penerangan Jalan Non
PLN
Pajak Pengambilan Bahan Galian
Gol. C
Batu Kapur

15.480.298.326,00

No

Uraian

2011

2012

2013

2014

2015

Tanah Liat

378.230.590,00

331.983.436,00

369.200.407,00

338.771.056,00

306.105.408,00

Base Couse

21.843.008,00

41.951.360,00

0,00

14.065.920,00

Pajak Parkir

294.127.000,00

344.045.200,00

555.548.700,00

1.279.331.050,00

1.604.854.700,00

1.306.132.578,00

5.888.824.976,00

1.417.852.195,00

1.845.278.650,00

3.939.312.533,00

48.448.240,00

20.231.820,00

6.491.100,00

7.226.100,00

4.050.900,00

703.800.961,00

1.034.606.249,00

666.932.646,00

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)*

142.566.186.867,00

117.119.865.891,00

Bea Perolehan Hak Atas Tanah &


Bangunan

352.636.951.066,0
0

178.149.667.636,00

151.647.464.279,0
0
279.604.021.083,0
0

Hasil Retribusi Daerah

34.387.072.414,00

35.256.065.679,00

59.406.479.316,00

Retribusi Jasa Umum

6.918.037.400,00

10.682.223.410,00

15.210.784.294,00

125.181.749.853,0
0
193.101.349.619,0
0
129.000.286.320,0
0
56.241.788.264,00

Retribusi Pelayanan Kesehatan


Retribusi Pelayanan
Persampahan
Retribusi Penggantian Biaya
KTP dan Akte Catatan Sipil
Retribusi Pelayanan Parkir di
Tepi Jalan Umum

1.974.076.500,00

6.187.441.000,00

7.966.842.655,00

35.218.847.300,00

2.723.705.500,00

1.080.032.500,00

1.188.553.500,00

1.397.511.000,00

2.231.927.000,00

3.478.138.000,00

227.337.000,00

392.840.000,00

1.011.630.000,00

51.780.000,00

414.793.000,00

298.000.000,00

239.950.000,00

765.713.500,00

1.038.806.000,00

Retribusi Pelayanan Pasar


Retribusi Pengujian Kendaraan
Bermotor

1.770.196.800,00
797.660.000,00

1.351.470.650,00
1.226.658.000,00

1.306.835.800,00
2.079.150.000,00

1.116.211.000,00
2.774.600.000,00

Pajak Air Bawah Tanah


Pajak Air Tanah
Pajak Sarang Burung Walet
Pajak Mineral Bukan Logam dan
Batuan

1.2

Tahun

77.693.791.775,00
13.016.055.773,00

No

Uraian

Tahun
2011

2012

2013

2014

2015

7.200.000,00

18.300.000,00

24.414.000,00

34.037.500,00

57.615.000,00

0,00

0,00

5.000.000,00

11.055.865.757,00

1.449.300,00

0,00

14.325.000,00

0,00

Retribusi Pelayanan Pertanahan

607.873.800,00

0,00

Retribusi Pasar Hewan

13.984.000,00

0,00

19.269.000,00

9.109.500,00

9.636.500,00

19.269.000,00

Retribusi Jasa Usaha

2.467.275.267,00

2.076.179.729,00

2.927.011.702,00

3.052.137.358,00

3.128.643.435,00

Retribusi Pemakaian Kekayaan


Daerah

2.467.275.267,00

1.148.630.981,00

1.685.510.857,00

1.941.262.631,00

1.075.979.765,00

Retribusi Tempat Pelelangan

1.393.669.221,00

36.250.248,00

256.235.845,00

297.534.727,00

346.755.970,00

Retribusi Terminal

18.784.790,00

225.226.000,00

272.466.000,00

228.828.000,00

225.366.500,00

Retribusi Tempat Khusus Parkir

225.451.300,00

621.116.000,00

647.631.000,00

492.443.000,00

360.236.000,00

Retribusi Tempat Penginapan

572.741.556,00

Retribusi Rumah Potong Hewan

Retribusi Pemeriksaan Alat


Pemadam Kebakaran
Retribusi Pelayanan
Ketenagakerjaan
Retribusi Pengawasan
Keselamatan Kerja
Retribusi Penempatan Tenaga
Kerja

Retribusi Pemerikasaan Hasil


Ternak serta ikutannya

37.254.000,00

44.956.500,00

65.168.000,00

92.069.000,00

9.121.000,00

Retribusi Tempat Rekreasi dan


Olahraga

50.132.000,00

0,00

Retribusi Tanda Daftar


Perusahaan(TDP) dan Tanda Daftar
Gudang (TDG)

59.400.000,00

No

Uraian

2011

2012

2013

2014

2015

95.373.400,00

Retribusi Perizinan Tertentu

25.001.759.747,00

22.497.662.540,00

41.268.683.320,00

69.706.360.698,00

61.549.092.567,00

Retribusi Izin Mendirikan


Bangunan

22.656.771.900,00

20.739.458.445,00

31.598.689.720,00

63.288.973.652,00

40.706.542.801,00

1.849.276.517,00

1.605.234.095,00

3.351.847.300,00

6.237.072.046,00

91.464.040,00

139.070.000,00

6.045.000,00

182.180.000,00

149.675.000,00

128.175.000,00

6.000.000,00

0,00

19.200.000,00

30.640.000,00

0,00

0,00

0,00

63.875.000,00

0,00

78.300.000,00

0,00

27.375.000,00

0,00

28.280.000,00

0,00

0,00

0,00

63.706.330,00

0,00

0,00

0,00

31.000.000,00

0,00

58.105.000,00

0,00

4.321.681.153,00

6.376.152.271,00

8.127.522.922,00

7.316.691.914,00

4.176.682.124,00

4.321.681.153,00

6.376.152.271,00

8.127.522.922,00

7.316.691.914,00

4.176.682.124,00

Retribusi Pelayanan Bidang Agraria

Retribusi Izin Gangguan


Retribusi Izin Trayek
Retribusi Izin Usaha Perikanan
Retribusi Pengolahan Air Bawah
Tanah
Retribusi Surat Izin Usaha
Perdagangan
Retribusi Surat Izin Usaha
Praktek Kesehatan
Retribusi Izin Bongkar Muat

1.3

Tahun

Retribusi Surat Izin Usaha Jasa


Konstruksi
Retribusi Surat Izin Tempat
Usaha
Retribusi Izin Pengolahan dan
Pembuangan Limbah Cair
Surat Izin Pengusahaan
Angkutan
Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah yang Dipisahkan
Bagian Laba Atas Penyertaan Modal
Pada Perusahaan Milik
Daerah/BUMD

No

Uraian

2011

2012

2013

2014

2015

853.315.083,00

2.681.954.650,00

3.953.946.233,00

2.756.947.736,00

3.241.379.406,00

3.317.355.288,00

3.718.855.890,00

4.242.286.096,00

226.986.664,00

376.842.333,00

454.720.799,00

317.458.082,00

99.045.927.401,00

139.370.067.647,0
0

127.279.116.902,00

218.271.799.193,0
0

263.920.915.551,0
0

650.901.851,00

150.972.000,00

376.900.800,00

184.838.400,00

411.230.799,00

93.400.000,00

48.000.000,00

246.000.000,00

48.000.000,00

458.423.354,00

99.078.497,00

102.972.000,00

118.800.000,00

117.450.000,00

Penerimaan Jasa Giro

9.188.681.653,00

13.827.508.441,00

13.203.303.728,00

8.714.461.095,00

7.222.505.037,00

Jasa Giro Kas Daerah


Jasa Giro Bendahara
Penerimaan Bunga Deposito BJB

9.016.036.970,00
172.644.683,00
12.657.534.249,00

13.700.741.958,00
126.766.483,00
15.385.928.964,00

13.130.724.189,00
72.579.539,00
16.569.222.998,00

8.521.794.131,00
192.666.964,00
23.725.787.508,00

6.810.644.998,00
42.709.589.166,00

Tuntutan Ganti Kerugian (TGR)

250.000,00

9.950.000,00

3.110.000,00

36.368.625,00

93.009.900,00

179.739.806,00

1.672.981.509,00

2.170.272.801,00

1.298.944.276,00

666.780.329,00

Bidang Kesehatan

81.565.000,00

195.646.861,00

8.000.000,00

73.037.991,00

28.718.053,00

Bidang Pekerjaan Umum

98.174.806,00

1.459.793.234,00

2.136.965.905,00

1.120.334.464,00

637.062.276,00

0,00

0,00

34.229.406,00

59.630.486,00

34.524.020,00

1.274.797.200,00

3.972.805.505,00

953.530,00
5.033.747,00

5.265.979,00
18.329.231,00

1.565.430,00
1.889.918,00

366.250,00
702.613,00

1.483.546,00

Perusahaan Daerah Air Minum


Bank Jabar Banten
Perusahaan-perusahaan daerah
1.4

Tahun

Lain-lain Pendapatan Asli Daerah


yang Sah
Hasil Penjualan Aset Daerah yang
Tidak Dipisahkan
Penjualan Bahan-bahan Bekas
Bangunan
Penjualan Obat-obatan dan Hasil
Farmasi
Penjualan Hasil Pertanian

Pendapatan Denda Keterlambatan


Pelaksanaan Pekerjaan

Bidang Perhubungan
Pendapatan Denda Pajak
Pendapatan Denda Pajak Hotel
Pendapatan Denda Pajak

No

Uraian

Tahun
2011

2012

2013

2014

2015

218.700,00

2.880.219,00

76.265,00

22.400.114,00

29.146.698,00

7.366.058,00

20.182.080,00

30.517.444,00

3.347.214,00

20.074,00

1.057.979,00

1.652.637,00

3.331.519,00

2.240.179,00

0,00

35.922,00

2.734.285,00

22.381.122,00

15.872.619,00

31.255.881,00

0,00

0,00

Pendapatan Denda Retribusi


Pendapatan Denda Retribusi Jasa
Umum
Pendapatan Denda Retribusi
Perizinan Tertentu

3.428.139.350,00

413.576.500,00

48.722.960,00

216.127.746,00

326.524.182,00

3.416.308.100,00

409.659.500,00

47.886.400,00

55.487.200,00

11.831.250,00

3.917.000,00

160.640.546,00

Pendapatan Dari Pengembalian

1.085.624.087,00

1.069.664.850,00

2.375.137.268,00

2.518.661.983,00

2.683.367.389,00

99.314,00

0,00

1.987.000,00

4.000.000,00

11.000.000,00

1.987.000,00

4.000.000,00

11.000.000,00

1.081.524.773,00

1.026.884.850,00

2.302.588.178,00

2.064.109.728,00

Restoran
Pendapatan Denda Pajak Hiburan
Pendapatan Denda Pajak
Reklame
Pendapatan Denda Pajak
Penerangan Jalan
Pendapatan Denda Pajak
Pengambilan Bahan Galian
Golongan C
Pendapatan Denda Pajak Air
Bawah Tanah
Pendapatan Denda Pajak Sarang
Burung Walet

Pendapatan Dari Pengembalian


Kelebihan
Pembayaran Gaji dan Tunjangan
Pendapatan dari Pengembalian
Taman Ternak sektor Peternakan
Pendapatan dari Pengembalian
Belanja Tahun Lalu

No

Uraian

2011

2012

2013

2014

2015

71.545.880.509,00

0,00

71.491.480.509,00

0,00

Pendapatan sewa tanah

35.750.000,00

0,00

Surat Izin Menempati Bangunan

18.650.000,00

Pendapatan dari Penyelenggaraan


Pendidikan dan Pelatihan

26.700.000,00

Pendapatan Dari Jasa Administrasi

7.825.000,00

Lain-Lain Penerimaan
Hasil Dari Pemanfaatan Kekayaan
Daerah

240.421.490,00

1.146.448.614,00

1.260.862.488,00

523.630.188,00

327.000.000,00

147.207.160.300,0
0
-

136.346.913.111,0
0
653.682.663,00

32.571.021.872,00
1.580.220.357.071,
00
267.117.867.071,0
0
191.008.587.252,0
0

68.501.498.500,00
1.623.936.961.915,
00
245.075.218.915,0
0
155.275.520.800,0
0

Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum


Fasilitas Umum

Pendapatan BLUD

Lain-lain PAD Yang Sah

Pendapatan Dana Kapitasi JKN


2
2.1

Tahun

DANA PERIMBANGAN

1.201.893.814.738,0
0

91.237.059.839,00
-

1.413.869.849.941,
00
332.856.838.941,0
0
273.057.181.848,0
0
195.407.157.597,0
0

1.528.879.268.723,0
0

117.219.028.088,00

81.787.340,00

73.780.342.000,00

52.063.643.155,00

77.168.555.020,00

88.135.198.678,00

109.221.246.738,0
0

54.949.692.552,00

59.799.657.093,00

83.454.621.957,00

76.109.279.819,00

89.799.698.115,00

Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil


Bukan Pajak

305.575.671.738,00

Bagi Hasil Pajak

250.625.979.186,00

Bagi Hasil Dari Pajak Bumi dan


Bangunan
Bagi Hasil dari PPh Pasal 21,
Pasal 25 dan Pasal 29
Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber
Daya Alam

105.469.566.283,0
0
-

198.562.336.031,00

288.808.848.723,00
205.354.226.766,00

No

Uraian
Bagi Hasil dari Provinsi Sumber
Daya Hutan
Bagi Hasil dari Iuran Eksplorasi
dan Iuran Eksploitasi
Bagi Hasil dari Pungutan Hasil
Perikanan
Bagi Hasil dari Pertambangan
Minyak Bumi
Bagi Hasil dari Pertambangan
Gas Bumi
Bagi Hasil Dari Pertambangan
Panas Bumi
Bagi Hasil dari Cukai Tembakau

Tahun
2011

2012

2013

2014

2015

234.409.446,00

166.768.638,00

150.355.214,00

192.509.481,00

441.203.634,00

586.994.781,00

533.707.379,00

562.777.283,00

854.830.861,00

261.048.242,00

343.986.219,00

347.408.873,00

383.182.410,00

19.749.209.525,00

19.263.552.160,00

20.393.134.498,00

24.340.387.997,00

11.797.980.300,00

71.422.221.058,00

17.221.240.053,00

29.240.461.080,00

29.293.920.132,00

19.432.985.433,00

8.363.476.758,00

10.020.463.654,00

7.106.817.202,00

7.048.800.474,00

8.667.429.710,00

8.478.123.889,00

12.196.651.588,00
712.690.907.000,0
0
1.004.178.461.000,
00

25.682.737.711,00

1.134.530.200.000,0
0

14.287.702.042,00
1.188.478.470.000,
00
124.624.020.000,0
0

48.062.722.000,00
1.246.484.473.000,
00
132.377.270.000,0
0

54.947.000.000,00

44.928.320.000,00

64.265.000.000,00

38.969.100.000,00

12.576.900.000,00

15.489.930.000,00

11.770.600.000,00

2.152.890.000,00

7.911.600.000,00

0,00

8.349.330.000,00

1.054.600.000,00

3.144.040.930.000,
00

1.414.610.000,00

1.282.500.000,00

1.216.240.000,00

1.528.910.000,00

2.2

Dana Alokasi Umum

814.562.743.000,00

2.3

Dana Alokasi Khusus

81.755.400.000,00

Dana Alokasi Khusus Sektor


Pendidikan
Dana Alokasi Khusus Sektor
Kesehatan
Dana Alokasi Khusus Sektor
Pembangunan Jalan
Dana Alokasi Khusus Sektor Air
Bersih
Dana Alokasi Khusus Sektor
Keluarga Berencana

745.786.910.000,00

No

3
3.1
3.2

Uraian
Dana Alokasi Khusus Sektor
Kelautan dan Perikanan
Dana Alokasi Khusus Sektor
Transportasi Darat
LAIN-LAIN PENDAPATAN
DAERAH YANG SAH
Pendapatan Hibah
Dana Bagi Hasil Pajak dari
Provinsi dan Pemerintah Daerah
Lainnya
Bagi Hasil Dari Pajak Kendaraan
Bermotor
Bagi Hasil dari Bea Balik Nama
Kendaraan Bermotor
Bagi Hasil dari Pajak Bahan
Bakar Kendaraan Bermotor
Bagi Hasil dari Pajak
Pengambilan dan Pemanfaatan Air
Bawah Tanah
Bagi Hasil dari Pajak
Pengambilan dan Pemanfaatan Air
Permukaan
Dana Penyesuaian dan Otonomi
Khusus
Dana Penyesuaian Tunjangan
Pendidikan
Dana Penyesuaian Bidang
Infrastruktur dan Prasarana Daerah

Tahun
2011

2012

2013

2014

2015

3.729.800.000,00

5.377.460.000,00

4.970.260.000,00

4.687.090.000,00

253.000.000,00

376.260.000,00

508.730.000,00

441.852.744.667,00

388.588.312.928,0
0

502.108.788.839,00

708.913.440.513,0
0

948.245.769.761,0
0

6.000.000.000,00

1.129.337.000,00

1.737.111.000,00

6.378.469.599,00

9.560.382.000,00

131.269.421.165,00

147.494.101.489,0
0

211.112.199.734,00

293.321.154.086,0
0

334.848.811.776,0
0

23.420.200.248,00

31.585.801.087,00

51.593.984.241,00

56.353.610.175,00

66.234.984.570,00

41.707.707.485,00

43.540.828.888,00

63.277.397.586,00

86.464.947.516,00

66.280.964.100,00

63.898.070.273,00

68.802.871.600,00

93.650.604.037,00

102.850.596.764,0
0

124.738.706.272,0
0

0,00

0,00

0,00

2.243.443.159,00

3.564.599.914,00

2.590.213.870,00

2.728.694.100,00

364.789.871.000,0
0
364.789.871.000,0
0

480.323.533.000,0
0

261.615.332.400,00
255.838.063.400,00
5.626.012.000,00

164.132.014.000,0
0
164.132.014.000,0
0
0,00

247.349.527.000,00
247.349.527.000,00
0,00

No

Uraian
Dana Otonomi Khusus

3.3
3.4

Bantuan Keuangan dari Provinsi


atau Pemerintah Daerah Lainnya
Bagi Hasil Retribusi Dari Provinsi
dan Pemerintah Lainnya
Bagi Hasil Retribusi dari
Propinsi
Bagi Hasil dari Retribusi Tempat
Pelelangan Ikan
Bagi Hasil dari retribusi
Metrologi
Bagi Hasil dari Retribusi Binwas
Jumlah Pendapatan

Tahun
2011

2012

2013

2014

2015

89.233.910.000,00

42.511.823.540,00

74.262.735.830,00

40.607.188.000,00

43.072.337.300,00

123.296.254.035,0
0

456.167.562,00

1.570.124.609,00

1.302.763.105,00

1.351.608.528,00

216.788.950,00

456.167.562,00

1.302.763.105,00

216.788.950,00

106.903.384,00

0,00

256.369.871,00

1.570.124.609,00

1.302.763.105,00

1.351.608.528,00

216.788.950,00

92.894.307,00
3.782.681.722.484,0
0

5.392.265.288.491,
00

5.775.252.754.249,0
0

6.029.709.715.810,
00

6.776.893.091.688,
00

Sumber: Penjabaran Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja

Keterangan :
* Tahun 2011 : Pajak Tanah & Bangunan, Tahun 2013 & 2014 : Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dari Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Karawang dari Tahun 2011-2015 terus
mengalami kenaikan. Sumbangan terbesar bagi PAD ini adalah bersumber dari Pajak Daerah tahun 2015 sebesar 710.742.585.693,00
dan kemudian Pajak Daerah 2014 sebesar 554.203.022.658,00 disusul dengan Pajak Daerah tahun 2012 sebesar 477.595.086.584,00.

Gambar 4.11
Grafik Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Karawang Tahun
2011 - 2015
8000
7000
6000
5000

6776
57756029
5392

4000
Dalam Juta 3000 3782
2000

Jumlah Pendapatan Asli


Daerah

1000
0

Tahun

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2016

Gambar 4.12
Grafik Jumlah Pendapatan Tahun 2011

Pendapatan Pajak Daerah


Has il Retribus i Daerah

2%0%

7%Daerah yang
Has il Pengelolaan Kekayaan
Dipis ahkan
14%
0%

2%
Lainlain Pendapatan As li Daerah yang S ah
5%

Bagi Has il Pajak/Bagi Has il Bukan Pajak

0%
6%

Dana Alokas i Umum

17%

Dana Alokas i Khus us


Pendapatan Hibah

46%

Dana Bagi Has il Pajak dari Provins i dan Pemerintah Daerah Lainnya
Bantuan Keuangan dari Provins i atau Pemerintah Daerah Lainnya
Bagi Has il Retribus i Dari Provins i dan Pemerintah Lainnya

Sumber : Hasil Analisis 2016

Dari Grafik diatas bahwa untuk jumlah pendapatan terbesar pada tahun
2011 yaitu Dana Alokasi Umum sebesar 46 % yaitu 814.562 (dalam Jutaan) dan
untuk jumlah pendapatan terkecil pada tahun 2011 yaitu Bagi Hasil Retribusi Dari
Provinsi dan Pemerintah Lainnya yaitu 0 % yaitu 456 (dalam Jutaan).

Pendapatan Pajak Daerah


Has il Retribus i Daerah

1% 0%

Has il Pengelolaan Kekayaan


Dipis ahkan
0% 7%Daerah yang 15%

2%
Lainlain Pendapatan As li Daerah yang S ah
Bagi Has il Pajak/Bagi Has il Bukan Pajak
Dana Alokas i Umum

37%

0%
4%
9%

Dana Alokas i Khus us


Pendapatan Hibah

24%
Dana Bagi Has il Pajak dari Provins i dan
Pemerintah Daerah Lainnya
Bantuan Keuangan dari Provins i atau Pemerintah Daerah Lainnya
Bagi Has il Retribus i Dari Provins i dan Pemerintah Lainnya

Gam
bar 4.13
Grafik Jumlah Pendapatan Tahun 2012
Sumber : Hasil Analisis 2016

Dari Grafik diatas bahwa untuk jumlah pendapatan terbesar pada tahun
2011 yaitu Dana Alokasi Khusus sebesar 34 % yaitu 1004178 (dalam Jutaan) dan

untuk jumlah pendapatan terkecil pada tahun 2011 yaitu Bagi Hasil Retribusi Dari
Provinsi dan Pemerintah Lainnya yaitu 0 % yaitu 1570 (dalam Jutaan).
Pendapatan Pajak Daerah
Has il Retribus i Daerah

3%0%

Has il Pengelolaan Kekayaan


Daerah yang
Dipis ahkan
0% 5%
16%
Lainlain Pendapatan As li Daerah yang S ah1%
Bagi Has il Pajak/Bagi Has il Bukan Pajak

34%
Dana Alokas i Umum

0%
5%
11%

Dana Alokas i Khus us


Pendapatan Hibah

Dana Bagi Has il Pajak dari Provins24%


i dan Pemerintah Daerah Lainnya
Bantuan Keuangan dari Provins i atau Pemerintah Daerah Lainnya
Bagi Has il Retribus i Dari Provins i dan Pemerintah Lainnya

Ga
mbar 4.14
Grafik Jumlah Pendapatan Tahun 2013
Sumber : Hasil Analisis Tahun 2016

Dari Grafik diatas bahwa untuk jumlah pendapatan terbesar pada tahun
2011 yaitu Dana Alokasi Khusus sebesar 37 % yaitu 1134530 (dalam Jutaan) dan
untuk jumlah pendapatan terkecil pada tahun 2011 yaitu Bagi Hasil Retribusi Dari
Provinsi dan Pemerintah Lainnya yaitu 0 % yaitu 1320 (dalam Jutaan).
Pendapatan Pajak Daerah
Has il Retribus i Daerah

2% 0%
20%

Has il Pengelolaan Kekayaan


Daerah yang Dipis ahkan
10%

0%

Lainlain Pendapatan As li Daerah yang S ah

4%

Bagi Has il Pajak/Bagi Has il Bukan Pajak


Dana Alokas i Umum
Dana Alokas i Khus us
Pendapatan Hibah

42%

5%
0%
8%
9%

Dana Bagi Has il Pajak dari Provins i dan Pemerintah Daerah Lainnya
Bantuan Keuangan dari Provins i atau Pemerintah Daerah Lainnya
Bagi Has il Retribus i Dari Provins i dan Pemerintah Lainnya

Gambar 4.15

Grafik Jumlah Pendapatan Tahun 2014


Sumber : Hasil Analisis Tahun 2016

Dari Grafik diatas bahwa untuk jumlah pendapatan terbesar pada tahun
2011 yaitu Dana Alokasi Umum sebesar 42 % yaitu 1188478 (dalam Jutaan) dan
untuk jumlah pendapatan terkecil pada tahun 2011 yaitu Bagi Hasil Retribusi Dari
Provinsi dan Pemerintah Lainnya yaitu 0 % yaitu 1351 (dalam Jutaan).

Gambar 4.16
Grafik Jumlah Pendapatan Tahun 2015
Pendapatan Pajak Daerah
Has il Retribus i Daerah

4%0%

Has il Pengelolaan Kekayaan


11%Daerah yang Dipis ahkan

23%

Lainlain Pendapatan 0%
As li Daerah yang S ah

4%

Bagi Has il Pajak/Bagi Has il Bukan Pajak


Dana Alokas i Umum

0%
8%

Dana Alokas i Khus us


Pendapatan Hibah

2%

40%

8%

Dana Bagi Has il Pajak dari Provins i dan Pemerintah Daerah Lainnya
Bantuan Keuangan dari Provins i atau Pemerintah Daerah Lainnya
Bagi Has il Retribus i Dari Provins i dan Pemerintah Lainnya

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2016

Dari Grafik diatas bahwa untuk jumlah pendapatan terbesar pada tahun
2011 yaitu Dana Alokasi Umum sebesar 40 % yaitu 1246484 (dalam Jutaan) dan

untuk jumlah pendapatan terkecil pada tahun 2011 yaitu Bagi Hasil Retribusi Dari
Provinsi dan Pemerintah Lainnya yaitu 0 % yaitu 216 (dalam Jutaan).
Tabel IV.12
Perbandingan Pendapatan Asli Daerah dengan Pendapatan Daerah
Kabupaten Karawang Tahun 2011-2015
N
o
1
2

Uraian
Pendapa
tan Asli
Daerah
Pendapa
tan
Daerah

2011

2012

2013

2014

2015

378.630.051.
818,00

658.597.372.1
81,00

660.841.119.6
15,00

908.791.800.0
85,00

2.022.376.61
1.223,00

2.461.055.535.
050,00

2.691.829.177.
177,00

3.197.925.597.
669,00

1.056.53
3.975.14
3,00
3.628.71
6.706.81
9,00

Sumber: Penjabaran Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Karawang

Dari tabel dapat dilihat bahwa proporsi Pendapatan Asli Daerah terhadap
total pendapatan daerah masih relatif kecil, yang berarti sumber pendapatan yang
dominan bagi APBD Kabupaten Karawang berasal dari pendapatan transfer baik
Dana Perimbangan dari pusat maupun dari provinsi. Meskipun Pendapatan Asli
Daerah mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya namun melihat
proporsinya yang relatif kecil dalam menyumbang pendapatan daerah, hal itu
menunjukan

kemampuan

keuangan

Kabupaten

Karawang

belum

dapat

dikategorikan mandiri sehingga perlu adanya penggalian potensi sumber-sumber


pendapatan asli daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah khususnya
khususnya dari komponen pajak daerah dan retribusi daerah sehingga
ketergantungan terhadap dana perimbangan dari pusat maupun provinsi tidak
terlalu besar.

Gambar 4.17
Grafik Perbandingan Pendapatan Asli Daerah dengan Pendapatan Daerah
Kabupaten Karawang Tahun 2011-2015

4000

3629

3500

3198

3000
2500
Dalam juta

2000

2461

2692

2022
Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Daerah

1500
1000
500 379

659 661

909
106

0
2011 2012 2013 2014 2015
Tahun

4.1.4.2 Belanja Daerah


Belanja daerah Kabupaten Karawang lebih didominasi oleh belanja tidak
langsung. Perbandingan Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung terhadap
Belanja Daerah dapat dilihat sebagaimana tabel dibawah ini :

Tabel IV.13
Perbandingan Belanja Tidak Langsung dengan Belanja Daerah Kabupaten
Karawang 2011-2015
Jenis
Angga

2011

2012

2013

2014

2015

1.146.306.413.
158,00

1.157.954.991.
916,00

1.330.995.377.
452,00

1.580.456.509.
138,00

1.735.411.572.
147,00

Daera

1.864.227.494.
596,00

2.416.221.176.
178,00

2.762.122.438.
446,00

3.151.109.769.
663,77

3.614.140.806.
167,97

h
%

61.48%

47.92%

48.18%

50.15%

48.01%

ran
Belanj
a
Tidak
Langs
ung
Belanj
a

Sumber: Pemerintah Kabupaten Karawang

Dari tabel di atas terlihat bahwa kecenderungan perkembangan Belanja


Tidak Langsung pada tahun 2011-2015, pada tahun 2011 proporsi Belanja Tidak
Langsung terhadap Belanja Daerah berada adalah sebesar 61,48 %, posisi ini
turun pada tahun 2012 menjadi 47,92%, akan tetapi pada tahun 2013 naik menjadi
48,18% dan mengalami kenaikan lagi pada tahun 2014 menjadi 50,15% dan
mengalami penurunan lagi pada tahun 2015 menjadi 48,01%. Anggaran Belanja
Tidak Langsung ini digunakan untuk Belanja Pegawai, Belanja Hibah, Belanja
Bantuan Sosial, Belanja Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga sebaiknya
apabila dapat dipertahankan atau seimbang bahkan kalau memungkinkan
diusahakan proporsinya lebih kecil dari anggaran Belanja Langsung.
Gambar 4.18

4000

3614

3500

3151
2762

3000
2416

2500
Dalam Juta

2000

1864

1500 1146 1158


1000
500
0

1331

1580

1735

Belanja Tidak Langsung


Belanja Daerah
%

61.48%47.92%48.18%50.15%48.01%
2011 2012 2013 2014 2015
Tahun

G
rafik Perbandingan Belanja Tidak Langsung dengan Belanja Daerah Kabupaten
Karawang 2011-2015
Tabel IV.14
Perbandingan Belanja Langsung dengan Belanja Daerah Kabupaten Karawang
2011-2015
Jenis
Angga
ran
Belanj
a

2015
2011

2012

2013

2014

717.921.081.4
38,00

1.258.266.184.
262,00

1.431.127.060.
994,00

1.570.653.260.
525,77

1.878.729.234.
020,97

1.864.227.494.
596,00

2.416.221.176.
178,00

2.762.122.438.
446,00

3.151.109.769.
663,77

3.614.140.806.
167,97

38,51%

52,08%

51,81%

49,85%

51,98%

Langs
ung
Belanj
a
Daerah
%

Sumber: Pemerintah Kabupaten Karawang

Dari tabel di atas terlihat bahwa Belanja Langsung berada pada bagian
yang lebih kecil dalam Belanja Daerah dengan melihat perkembangan dari tahun
2011-2015 terlihat bahwa pada tahun 2011 proporsi Belanja Langsung terhadap
Belanja Daerah berada pada posisi 38,51%. Pada tahun 2012 proporsinya
mengalami penurunan menjadi 52,08%, namun posisi ini turun di tahun 2013

menjadi 51,81% kemudian mengalami penurunan kembali pada tahun 2014


menjadi 48,85%, dan mengalami kenaikan posisi di tahun 2015 menjadi 51,98%.
Anggaran Belanja Langsung ini digunakan untuk Belanja Pegawai, Belanja
Barang Jasa dan Belanja Modal yang arahnya kepada pembangunan dan
kemasyarakatan, karenanya anggaran Belanja Langsung ini perlu diusahakan
untuk mendapat porsi yang lebih besar karena digunakan untuk mendorong
pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karawang.
Gambar 4.19
Grafik Perbandingan Belanja Langsung dengan Belanja Daerah Kabupaten
Karawang 2011-2015
8000 7179
7000
6000
5000
3614
4000
3151
2762
Dalam Juta 3000
2416
1879
1864
2000
125814311571
1000
0

Tahun

Belanja Langsung
Belanja Daerah

Analisis Kebijakan, Kelembagaan, dan Pembiayaan


Analisis kebijakan salah satunya adalah untuk merumuskan masalah

sebagai bagian dari pencarian solusi (Dunn). Dengan menanyakan pertanyaan


yang benar, masalah yang semula tampak tak terpecahkan kadang dapat
dirumuskan kembali sehingga ditemukan solusi yang tidak terdeteksi sebelumnya.
Ketika ini terjadi, maka ungkapan tak ada masalah, tak ada solusi, dapat diganti
dengan ungkapan sebaliknya "Masalah yang dirumuskan dengan baik adalah
masalah

yang

setengah

terpecahkan".

Metodologi

analisis

kebijakan

menggabungkan dua prosedur umum yang lazim dipakai dalam pemecahan


masalah yaitu:

Evaluasi, Evaluasi menghasilkan informasi mengenai nilai atau kegunaan dari


konsekuensi pemecahan atau pengatasan masalah.

4.2.1

Analisis Kebijakan

4.2.1.1 Evaluasi Kebijakan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Karawang


Untuk melihat kesesuain Kebijakan Provinsi Jawa Barat Dan Kabupaten
Karawang yang bersumber dari RTRWP Jawa Barat dan RTRW Kabupaten
Karawang bisa dilihat pada tabel di bawah :
Tabel IV.15
Analisis Evaluasi Kebijakan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Karawang
Arahan Kebijakan RTRW Provinsi
Arahan Kebijakan RTRW Kabupaten
Jawa Barat
Karawang
Struktur Ruang
Struktur Ruang :
Berdasarkan arahan kebijakan
a.Sistem pusat Pelayanan :
Provinsi Jawa Barat diarahkan sebagai - PKL Perkotaan : Kec. Karawang
Barat, Karawang Timur, Kec.
pusat pelayanan perkotaan dan pusat
Cikampek,
Kec.
pelayanan pedesaan, diantaranya :
Rengasdengklok
dan
Kec.
- Pengembangan
sistem
Cilamaya Wetan).
perkotaan PKL di Jawa Barat :
- PPK :Kec. Klari; Kec. Purwasari;
Kecamatan Karawang
Kec. Jatisari; Kec. Telukjambe
- Pengembangan sistem PKL
Barat; Kec. Telukjambe Timur;
Pedesaan : Rengasdengklok,
Kec. Kotabaru; Kec. Tirtamulya;
Cilamaya
Dalam arahan struktur ruang
Kec.
Telagasari;
Kec.
Provinsi
Jawa
Barat,
untuk
Lemahabang; Kec. Majalaya;
Kabupaten Karawang ditetapkan
Kec. Batujaya; Kec. Pedes; Kec.
sebagai Wilayah Pengembangan
Cilamaya
Kulon;
Kec.
(WP)
Purwasuka
(Purwakarta,
Pangkalan; dan Kec. Tegalwaru.
:Ibukota
Kecamatan
Subang dan Karawang), dengan - PPL

Evaluasi
Berdasarkan
RTRW
Provinsi Jawa Barat dan
RTRW
Kabupaten
Karawang,
terdapat
ketidaksesuaian dalam
pengembangan
struktur ruang. Dimana
pada struktur ruang
Jawa
Barat
Kec.
Rengasdengklol
dan
Kec.
Cilamaya
ditetapkan sebagai PKL
Pedesaan, akan tetapi
pada
RTRW
Kab.
Karawang
Kec.
Rengasdengklok
dan
Kec.
Cilamaya

Arahan Kebijakan RTRW Provinsi


Arahan Kebijakan RTRW Kabupaten
Jawa Barat
Karawang
arahan pengembangannya sebagai
Tempuran,
Banyusari,
berikut :
Pakisjaya, Ciampel, Tirtajaya,
Pembangunan jalan lingkar
Cibuaya, Cilebar, Rawamerta,
Karawang
di
Kabupaten
Jayakerta,
dan
Kecamatan
Karawang
Kutawaluya.
Pembangunan Pelabuhan Laut b. Sistem Jaringan Prasarana :
praarana
utama
Internasional
Cilamaya
di - Sistem
(rencana
jaringan
transportasi
Kabupaten Karawang
darat,
rencana
jaringan
Penyediaan Terminal Tipe A di
perkeretaapian, dan rencana
Kabupaten Karawang
jaringan transportasi laut)
Pengembangan
secara
Sistem prasarana lainnya :
terkoordinasi pemanfaatan gas
(rencana
sistem
jaringan
alam (SPPBE, PLTG, dan LPG
energi,
rencana
sistem
Plant) di Kabupaten Karawang
jaringan sumber daya air,
Pengembangan hunian vertikal
rencana
sistem
jaringan
terutama
di
pengembangan
telkomunikasi, rencana sistem
kawasan industri Kabupaten
prasarana wilayah lainnya,
Karawang
dan rencana pengembangan
sarana wilayah)
Pola Ruang
Pola Ruang
a. Kawasan Lindung
a. Kawasan Lindung
-Kawasan perlindungan setempat : - Kawasan
hutan
lindung:Kec.
sempadan
pantai,
sempadan
Tirtajaya; Kec. Cibuaya;Kec.
sungai, kawasan sekitar waduk
Batujaya; Kec. Pakisjaya; dan
dan danau/situ, sempadan saluran
Kec. Cilamaya Wetan.
yang
memberikan
irigasi, kawasan sekitar mata air, - Kawasan
perlindungan
terhadap
kawasan dibawah SUTET dan
kawasan bawahannya :Kec.
SUTT.
Tegalwaru; Kec. Pangkalan; Kec.
- Kawasan suaka alam, pelestarian alam
Ciampel;
Kec.
Telukjambe
dan cagar budaya : kawasan cagar
Barat; Kec. Telukjambe Timur;
alam Gunung Tangkubanperahu,
Kec. Klari; Kec. Purwasari; Kec.
kawasan mangrove Muara Bobos
Cikampek; dan Kec. Kotabaru.
dan Blanakan;
- Kawasan rawan bencana alam : - Kawasan
perlindungan
kawasan gelombang pasang dan
setempat
:Kawasan
kawasan rawan banjir;
perlindungan
setempat
di
- Kawasan rawan bencana alam geologi
Kabupaten Karawang terdiri
: kawasan rawan gerakan tanah,
dari (1) sempadan pantai, (2)
kawasan rawan abrasi;
sempadan sungai, (3) sekitar
- Kawasan lindung lainnya : kawasan
mata
air,
(4)
sempadan
terumbu karang di Pantai Bobos.
danau/situ dan (4) SUTET
b. Kawasan Budidaya
- Kawasan pertanian pangan;
- Kawasan perkebunan;
- Kawasan perikanan;

- Kawasan rawan bencana alam:


Kawasan rawan tanah longsor,
Kawasan rawan gelombang
pasang dan kawasan rawan

Evaluasi
ditetapkan sebagai PKL
Perkotaan.

Berdasarkan
RTRW
Provinsi Jawa Barat dan
RTRW
Kabupaten
Karawang
maka
terdapat
kesesuaian
dalam pola ruang yang
telah
ditetapkan
berdasarkan
arahan
dari RTRW Provinsi Jawa
Barat.

Arahan Kebijakan RTRW Provinsi


Arahan Kebijakan RTRW Kabupaten
Jawa Barat
Karawang
- Kawasan pariwisata;
banjir.
- Kawasan budidaya lainnya : kawasan - Kawasan pelestarian alam dan
perdagangan dan jasa, kawasan
cagar budaya : Situs Candi Jiwa
permukiman, ruang terbuka hijau
di Kec. Batujaya, Makam Stech
(RTH), kawasan industri.
Quro di Kec. Lemahabang,
Kompleks
Monumen
Rengasdengklok
di
Kec.
Rengasdengklok,
Monumen
Rawa Gede di Kec. Rawamerta
- Kawasan
lindung
geologi
:
Kawasan
cagar
alam
geologiKawasan
rawan
bencana alam geologi dan
kawasan yang memberikan
perlindungan
terhadap
air
tanah.
- Kawasan
lindung
lainnya:
kawasan terumbu karang di
pantai atau pesisir di Desa
Pasirjaya dan Sukajaya Kec.
Cilamaya Kulon dan Desa
Cipareja Kec. Tempuran.
b. Kawasan Budidaya :
- Kawasan
peruntukan
hutan
produksi : Hutan Produksi Tetap
(Kec. Telukjambe Timur, Kec.
Pangkalan, Kec. Ciampel, Kec.
Tegalwaru, Kec. Telukjambe
Barat)
;
Hutan
Produksi
Terbatas (Kec. Ciampel, Kec.
Pangkalan,
dan
Kec.
Tegalwaru).
- Kawasan peruntukan pertanian :
pertanian tanaman pangan
(Kec. Karawang Barat; Kec.
Karawang Timur; Kec. Klari;
Kec.
Purwasari;
Kec.
Tirtamulya; Kec. Jatisari; Kec.
Banyusari;
Kec.
Cilamaya
Wetan; Kec. Cilamaya Kulon;
Kec.
Lemahabang;Kec.
Telagasari; Kec. Majalaya; Kec.
Rawamerta; Kec. Tempuran;
Kec.
Kutawaluya;
Kec.
Rengasdengklok;
Kec.
Jayakerta; Kec. Pedes; Kec.

Evaluasi

Arahan Kebijakan RTRW Provinsi


Jawa Barat

Arahan Kebijakan RTRW Kabupaten


Karawang
Cilebar; Kec. Cibuaya; Kec.
Tirtajaya; Kec. Batujaya; dan
Kec. Pakisjay. Kec. Karawang

Barat; Kec. Karawang Timur; Kec.

Telukjambe Barat; Kec. Telukjambe


Timur; Kec. Ciampel; Kec. Pangkalan;
dan Kec. Tegalwaru.
Kawasan peruntukan perikanan :
kawasan perikanan budidaya
laut
(Kec.
Pakisjaya,
Kec.
Batujaya, Kec. Tirtajaya, Kec.
Cibuaya, Kec. Pedes, Kec.
Cilebar, Kec. Tempuran, Kec.
Cilamaya Wetan, Kec. Cilamaya
Kulon) Kawasan budidaya air
payau (Kec. Cilamaya Kulon,
Kec. Cilamaya Wetan, Kec.
Tempuran, Kec. Pedes, Kec.
Ciabuaya, Kec. Tirtajaya, Kec.
Batujaya, dan Kec. Pakisjaya).
Perikanan budidaya air tawar
(perikanan sungai, perikanan
situ di kec. Klari, Ciampel,
Tegalwaru,
Tirtajaya
dan
Pakisjaya)
Kawasan
peruntukan
pertambangan : (Batu Andesit
di Kec. Tegalwaru, Pasir dan
batu di Kec. Klari, Cimapel,
Telukjambe Timur, Telukjambe
Barat,
Karawang
Barat,
Jayakerta, Batujaya, Pakisjaya,
Batu
Gamping
di
Kec.
Pangkalan, minyak dan gas
bumi di wilayaha Kabupaten)
Kawasan peruntukan industri :
(sebagian wilayah Kec. Cikampek,
Telukjambe Barat, Telukjambe Timur,
Ciampel, Klari, Purwasari, Pangkalan,
Karawang Timur, Karawang Barat, dan
Rengasdengklok)
Kawasan
peruntukan
pariwasata : (kawasan wisata
alam, kawasan wisata budaya,
dan kawasan buatan)
Kawasan
peruntukan

Evaluasi

Arahan Kebijakan RTRW Provinsi


Jawa Barat

Arahan Kebijakan RTRW Kabupaten


Karawang
permukiman : (permukiman
perkotaan,
permukiman
perdesaan)
- Kawasan peruntukan lainnya :
(kawasan perdagangan dan
jasa, dan kawasan pertahanan
dan keamanan).
Kawasan Strategis
Kawasan Strategis :
- KSP pertanian berlahan basah dan Kabupaten Karawang diarahkan
beririgasi teknis Pantura Jawa Barat sebagai
kawasan
strategis
- KSP Koridor Bekasi-Cikampek
Kabupaten diantaranya :
KSK
ditetapkan
dengan
memperhatikan KSP :
- KSP pesisir Pantura
- KSP Pertanian lahan basah
- KSP
koridor
Bekasi

Cikampek
KSK meliputi :
- KSK Industri Telukjambe
- KSK
pertanian
koridor
Karawang Cikampek
- KSK Pariwisata situs Batujaya

Evaluasi

Berdasarkan
RTRW
Provinsi Jawa Barat dan
RTRW
Kabupaten
Karawang
maka
terdapat
kesesuaian
dalam
kawasan
strategis yang telah
ditetapkan.
Dimana
dilihat
dari
provinsi
Jawa Barat, Kabupaten
Karawang
dalam
pengembangan
Kawasan
strategis
diarahkan menjadi KSP
pertanian lahan basah
dan beririgasi teknis,
dan KSP koridor Bekasi
Cikampek sebagai
kawasan
strategis
industri.

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2016

4.2.1.2 Analisis Kebijakan Wilayah Karawang Bagian Tengah


Evaluasi Kebijakan Spasial Wilayah Karawang Bagian Tengah
Untuk melihat kesesuain Kebijakan Kabupaten Karawang yang bersumber
dari RTRW Kabupaten Karawang dengan kondisi eksisting di Wilayah Karawang
Bagian Tengah dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel IV.16
Evaluasi Kebijakan Spasial Karawang Bagian Tengah

No

Kecamatan

Arahan Kebijakan

Kondisi Eksisting

Evaluasi

1.

Banyusari

Kecamatan Banyusari
diarahkan sebagai Pusat
Pelayanan Lingkungan
(PPL) dengan fungsi
pelayanan sebagai pusat
pemukiman
yang
berfungsi
untuk
melayani kegiatan skala
antar
desa,
dengan
kriteria:
1. Sebagai
pusat
permukiman skala
kecamatan dan desa
2. Sebagai
pusat
perdagangan antar
desa
3. Pusat
Pelayanan
sarana
skala
kecamatan
atau
antar desa
Dilihat dari pola ruang
untuk kawasan lindung
di Kecamatan Banyusari
terdapat
kawasan
sempadan
sungai.
Kawasan Rawan banjir.
Sedangkan
kawasan
budidaya terdiri dari
pertanian
pangan
berkelanjutan,
peruntukan
pertanian
holtikultura,
kawasan
peruntukan
perikanan
sungai dan perikanan
sawah,
kawasan
permukiman pedesaan.

Sarana prasarana penunjang


yang telah ada, diantaranya :
SD, SMP;
Puskesmas;
KUD;
Pusat
Pemerintahan
Kecamatan;
Pusat Permukiman Pedesaan;

Berdasarkan
arahan
kebijakan dan kondisi
eksisting di Kecamatan
Banyusari telah sesuai
dalam
pengembangan
fungsi
sebagai
PPL,
dengan tersedianya sarana
pendidikan,
KUD,
puskesmas, dan sarana
lainnya.
Namun
kecamatan
Banyusari
tidak memiliki Sarana
Pendidikan SMA

Dalam kondisi eksisting baik


lindung dan budidaya sebagai
kawasan :
Kawasan Sempadan Sungai;
Kawasan rawan bencana
banjir;
Kawasan
Peruntukan
Pertanian
Pangan
berkelanjutan;
Kawasan
peruntukan
pertanian Holtikultura;
Kawasan
Peruntukan
Perikanan Sungai;
.Kawasan
Peruntukan
Perikanan Sawah;
Terdapat
tempat
wisata
Kampung 9

Berdasarkan
kondisi
eksisting
peruntukan
kawasan budidaya dan
arahan kebijakan sudah
sesuai dimana arahan
kebijakan dan kondisi
eksisting
terdapat
kesesuaian yang dimana
pada kondisi eksisting
terdapat
pertanian
holtikultura dan perikanan
sawah.

Sarana prasarana penunjang


yang telah ada, diantaranya :
SD, SMP, SMA
Puskesmas;
Pasar Jatisari
Permukiman Perkotaan

Berdasarkan
arahan
kebijakan dan kondisi
eksisting di Kecamatan
Jatisari telah sesuai dalam
pengembangan fungsi dan
perkembangan
kondisi
eksisting dengan kriteriakriteria
yang
telah
ditetapkan.

2.

Jatisari

Kecamatan
Jatisari
diarahkan sebagai Pusat
Pelayanan
Kawasan
(PPK), yang memiliki
kriteria:
1.Sebagai
Pusat
Pemerintahan
Kecamatan
2. Sebagai
Pusat

No

Kecamatan

Arahan Kebijakan
Perdagangan
Skala
Kecamatan
3. Pusat
Pendidikan,
Kesahatan
Skala
Kecamatan
4. Sebagai
Simpul
Transportasi
Skala
Kabupaten
Dilihat dari pola ruang
untuk kawasan lindung
di Kecamatan Jatisari
dilihat dari peruntukan
lahan terdapat kawasan
sempadan
sungai,
kawasan rawan bencana
banjir.Sedangkan untuk
kawasan
budidaya
diperuntukkan sebagai
pertanian lahan basah,
pertanian
pangan
berkelanjutan, pertanian
holtikultura,
kawasan
permukiman pedesaan.

3.

Karawang
Barat

Kecamatan Karawang
Barat diarahkan sebagai
Pusat Kegiatan Lokal
(PKL) dengan fungsi
yang
dikembangkan
sebagai
pertanian,
permukiman,
perdagangan dan jasa
dan industri. Adapun
kriteria PKL meliputi:
1. Pusat Pengembangan
Wilayah
2. Sebagai
Pusat
Pemerintahan
Kabupaten
dan
Kecamatan
3. Sebagai
Pusat
Perdagangan dan Jasa
Skala Kabupaten
4. Sebagai
Pusat
Permukiman

Kondisi Eksisting

Evaluasi

Dalam kondisi eksisting baik


lindung dan budidaya sebagai
kawasan :
Kawasan sempadan sungai;
Kawasan rawan bencana
banjir;
Kawasan
peruntukan
pertanian lahan basah;
Kawasan pertanian pangan
berkelanjutan;
Kawasan
pertanian
holtikultura;
Permukiman pedesaan dan
permukiman perkotaan;
Kawasan perdagangan dan
jasa.

Berdasarkan
kondisi
eksisting
peruntukan
kawasan budidaya dan
arahan kebijakan sudah
sesuai dimana arahan
kebijakan dan kondisi
eksisting
adanya
kesesuaian yang dimana
pada kondisi eksisting
terdapat
kawasan
perdagangan dan jasa
yaitu
pasar
jatisari,
kawasan pertanian pangan
berkelanjutan
dan
pertanian
holtikultura.
Namun masih banyak
kawasan
peruntukan
pertanian yang beralih
fungsi
menjadi
permukiman.
Berdasarkan
arahan
kebijakan dan kondisi
eksisting di Kecamatan
Karawang Barat sesuai
dalam
pengembangan
fungsi dan perkembangan
kondisi eksisting dimana
Kecamatan
Karawang
Barat
terdapat
pusat
sarana kesehatan skala
kabupaten,
pusat
pemerintahan kabupaten
dan
terdapat
pusat
perdagangan dan jasa. Di
Karawang Barat sendiri
terdapat Terminal Tipe B
dan Stasiun Kereta Api
untuk keberangkatan dan
transit.

Sarana prasarana penunjang


yang telah ada, diantaranya :
TK, SD, SMP, SMA dan
Perguruan Tinggi
Rumah Sakit Tipe A;
Puskesmas;
Pasar Induk Beras
Terminal Tipe B;
Stasiun Kereta Api Sedang;
Pusat
permukiman
Perkotaan;
Pusat Pemerintahan;
Sarana Olahraga.

No

Kecamatan

Arahan Kebijakan
5.

6.

7.

Karawang
Timur

Evaluasi

Dalam kondisi eksisting baik


lindung dan budidaya sebagai
kawasan :
Kawasan sempadan sungai;
Kawasan rawan bencana
banjir;
Kawasan pertanian lahan
basah;
Kawasan
pertanian
holtikultura;
Kawasan Industri;;
Kawasan
permukiman
perkotaan
kepadatan
tinggi;
Kawasan perdagangan dan
Jasa skala Kabupaten..

Berdasarkan
kondisi
eksisting
peruntukan
kawasan budidaya dan
lindng
untuk
arahan
kebijakannya
sesuai
dimana arahan kebijakan
dan kondisi eksisting
telah terdapat kesesuaian
yang dimana pada kondisi
eksisting
terdapat
permukiman
perkotaan
dengan kepadatan tinggi
dan juga terdapat kawasan
perdagangan dan jasa
skala
regional
yaitu
dengan
adanya
Mal
Karawang, Carrefour dan
KEC.

Sarana prasarana penunjang


yang telah ada, diantaranya :
TK, SD, SMP, SMA;
Puskesmas;
Rumah Sakit Tipe A;
Pasar Johar;
Pusat Perkulakan;
Pusat
permukiman
Perkotaan;
Perdagangan dan Jasa.
2)

Berdasarkan
arahan
kebijakan dan kondisi
eksisting di Kecamatan
Karawang Timur telah
sesuai
dalam
pengembangan fungsi dan
perkembangan
kondisi
eksisting,
dimana
di
Kecamatan
Karawang
Timur
sudah
sesuai
dengan kriteria yang ada
dan memiliki prasarana
dan sarana memadai, dan
dapat
melayani
kecamatannya sendiri dan
beberapa kecamatan di
sekitarnya.

Sebagai
Pusat
Pelayanan sarana dan
prasarana
umum
skala Kabupaten
Sebagai
Simpul
Transportasi
Skala
Wilayah
(Provinsi)
dan Kabupaten
Sebagai Pusat Sarana
Kesehatan
Skala
Kabupaten (Tipe A)

Dilihat dari pola ruang


untuk kawasan lindung
di Kecamatan Karawang
Barat
dilihat
dari
peruntukan
lahan
terdapat
kawasan
sempadan
sungai,
kawasan rawan bencana
banjir. Sedangkan untuk
kawasan
budidaya
diperuntukkan sebagai
pertanian lahan basah
dan
pertanian
holtikultura. Kawasan
peruntukan
Industri,
Kawasan permukiman
perkotaan
kepadatan
tinggi,
Kawasan
Perdagangan dan Jasa.
4.

Kondisi Eksisting

Kecamatan Karawang
Timur diarahkan sebagai
Pusat Kegiatan Lokal
(PKL) dengan fungsi
yang
dikembangkan
sebagai
pertanian,
permukiman,
perdagangan dan jasa
dan industri. Adapun
kriteria PKL meliputi:
1. Pusat
Pengembangan
Wilayah
2. Sebagai
Pusat
Pemerintahan
Kabupaten
dan
Kecamatan

No

Kecamatan

Arahan Kebijakan
Sebagai
Pusat
Perdagangan
dan
Jasa
Skala
Kabupaten
4. Sebagai
Pusat
Permukiman
5. Sebagai
Pusat
Pelayanan
sarana
dan
prasarana
umum
skala
Kabupaten
6. Sebagai
Simpul
Transportasi Skala
Wilayah (Provinsi)
dan Kabupaten
7. Sebagai
Pusat
Sarana Kesehatan
Skala
Kabupaten
(Tipe A)
Dilihat dari pola ruang
untuk kawasan lindung
di Kecamatan Karawang
Timur
dilihat
dari
peruntukan
lahan
terdapat
kawasan
sempadan
sungai,
kawasan rawan bencana
banjir. Sedangkan untuk
kawasan
budidaya
diperuntukkan sebagai
Kawasan
peruntukan
pertanian
pangan
berkelanjutan, pertanian
holtikultura. Kawasan
Peruntukan
industri,
permukiman perkotaan
kepadatan tinggi dan
pasar induk modern

Kondisi Eksisting

Evaluasi

Dalam kondisi eksisting baik


lindung dan budidaya sebagai
kawasan :
Kawasan sempadan sungai;
Kawasan rawan bencana
banjir;
Terdapat kawasan industri;
Permukiman
perkotaan
kepadatan tinggi;
Terdapat pasar induk Johar;
Kawasan pertanian pangan
berkelanjutan
dan
holtikultura;

Berdasarkan
kondisi
eksisting
peruntukan
kawasan budidaya dan
arahan kebijakan dalam
kondisi eksisting terdapat
kesesuaian yang dilihat
dari terdapatnya kawasan
industri,
permukiman
perkotaan, pasar induk
johar
dan
kawasan
pertanian.

Sarana prasarana penunjang


yang telah ada, diantaranya :
SD, SMP, SMA, PT;
KUD;
Puskesmas;
Pasar;
Pusat permukiman.

Berdasarkan
arahan
kebijakan dan kondisi
eksisting di Kecamatan
Lemahabang sudah sesuai
dalam
pengembangan
fungsi dan perkembangan
kondisi eksisting.

3.

5.

Lemahabang

Kecamatan Lemahabang
diarahkan sebagai Pusat
Pelayanan
Kawasan(PPK), yang memilikikriteria:
1. Sebagai
PusatPemerintahan
Kecamatan
2. Sebagai
Pusat

No

6.

Kecamatan

Majalaya

Arahan Kebijakan
Perdagangan Skala
Kecamatan
3. Pusat Pendidikan,
Kesahatan
Skala
Kecamatan
4. Sebagai
Simpul
Transportasi Skala
Kabupaten
Dilihat dari pola ruang
untuk kawasan lindung
di
Kecamatan
Lemahabang dilihat dariperuntukan
lahan
terdapat
kawasansempadan
sungai,
kawasan rawan bencanabanjir. Sedangkan untuk
kawasan
budidayadiperuntukkan sebagai
pertanian
pangan
berkelanjutan. Pertanian
Hortikultua.
Kawasan
Peruntukan Perkebunan,
Kawasan
Peruntukan
Pariwisata,
Kawasan
Perdagangan dan Jasa.
Kecamatan
Majalaya
diarahkan sebagai Pusat
Pelayanan
Kawasan
(PPK), yang memiliki
kriteria:
1. Sebagai
Pusat
Pemerintahan
Kecamatan
2. Sebagai
Pusat
Perdagangan Skala
Kecamatan
3. Pusat Pendidikan,
Kesahatan
Skala
Kecamatan
4. Sebagai
Simpul
Transportasi Skala
Kabupaten
Dilihat dari pola ruang
untuk kawasan lindung
di Kecamatan Majalaya
dilihat dari peruntukan
lahan terdapat kawasan
sempadan
sungai.

Kondisi Eksisting

Evaluasi

Dalam kondisi eksisting baik


lindung dan budidaya sebagai
kawasan :
Kawasan rawan bencana
banjir;
Kawasan pertanian pangan
berkelanjutan;
Wisata Religi Makam Syeh
Quro;
Perkebunan

Berdasarkan
kondisi
eksisting
peruntukan
kawasan budidaya dan
arahan kebijakan sudah
sesuai dengan arahan pola
ruang.

Sarana prasarana penunjang


yang telah ada, diantaranya :
SD, SMP, SMK;
Sarana olahraga;
Puskesmas;
Pusat permukiman;
Warung.

Berdasarkan
arahan
kebijakan Kormative dan
kondisi
eksisting
di
Kecamatan
Majalaya
telah
sesuai
dalam
pengembangan fungsi dan
perkembangan
kondisi
eksisting, dimana dalam
kondisi
eksisting
kecamatan tersebut sudah
memiliki sarana maupun
prasarana sesuai dengan
kriteria yang ada.

Dalam kondisi eksisting baik


lindung dan budidaya sebagai
kawasan :
- Kawasan pertanian pangan
berkelanjutan;

Berdasarkan
kondisi
eksisting
peruntukan
kawasan budidaya dan
arahan kebijakan telah
sesuai dimana arahan
kebijakan dan kondisi

No

Kecamatan

Arahan Kebijakan

Kondisi Eksisting

Sedangkan
untuk
kawasan
budidaya
diperuntukkan sebagai
pertanian
pangan
berkelanjutan.

7.

8.

Rawamerta

Telagasari

Kecamatan Rawamerta
diarahkan sebagai Pusat
Pelayanan Lingkungan
(PPL) dengan fungsi
pelayanan sebagai pusat
pemukiman
yang
berfungsi
untuk
melayani kegiatan skala
antar
desa,
dengan
kriteria:
1. Sebagai
pusat
permukiman skala
kecamatan dan desa
2. Sebagai
pusat
perdagangan antar
desa
3. Pusat
Pelayanan
sarana
skala
kecamatan
atau
antar desa
Dilihat dari pola ruang
untuk kawasan lindung
di
Kecamatan
Rawamerta dilihat dari
peruntukan
lahan
terdapat
kawasan
sempadan
sungai.
Sedangkan
untuk
kawasan
budidaya
diperuntukkan sebagai
peertanian
pangan
berkelanjutan, pertanian
holtikultura,
kawasan
peruntukan perkebunan,
kawasan
pariwisata
sejarah.
Permukiman
pedesaan.

Evaluasi
eksisting telah terdapat
kesesuaian.

Sarana prasarana penunjang


yang telah ada, diantaranya :
TK, SD, SMP, SMA, Pondok
Pesantren;
KUD;
Puskesmas;
Toko Klontong;
Pusat Permukiman;
Wisata Sejarah.

Berdasarkan
arahan
kebijakan Kormative dan
kondisi
eksisting
di
Kecamatan
Rawamerta
sudah
sesuai
dalam
pengembangan fungsi dan
perkembangan
kondisi
eksisting, dimana dalam
kondisi eksisting sudah
sesuai dengan kriteria
yang ada.

Dalam kondisi eksisting baik


lindung dan budidaya sebagai
kawasan :
Terdapat kawasan sempadan
sungai;
Kawasan pertanian pangan
berkelanjutan;
Terdapat
kolam
renang
rekreasi pitu tirta mulang;
Wisata sejarah Monumen
Perjuangan Rawagede;
Wisata
Religi
Makom
Jokotingkir;
Permukiman pedesaan.

Berdasarkan
kondisi
eksisting
peruntukan
kawasan budidaya dan
arahan kebijakan sudah
sesuai dimana arahan
kebijakan dan kondisi
eksisting
terdapat
kesesuaian yang dimana
pada kondisi eksisting
terdapat
permukiman
pedesaan, wisata religi,
rekreasi dan sejarah.

Kecamatan Telagasari Sarana prasarana penunjang


diarahkan sebagai Pusat yang telah ada, diantaranya :
Pelayanan
Kawasan - TK, SD, SMP, SMA;
(PPK), yang memiliki - Puskesmas;
kriteria:
- Sarana olahraga;

Berdasarkan
arahan
kebijakan Kormative dan
kondisi
eksisting
di
Kecamatan
Telagasari
telah
sesuai
dalam

No

Kecamatan

Arahan Kebijakan

Kondisi Eksisting

Sebagai
Pusat - Pusat permukiman;
- Warung.
Pemerintahan
Kecamatan
2. Sebagai
Pusat
Perdagangan Skala
Kecamatan
3. Pusat Pendidikan,
Kesahatan
Skala
Kecamatan
4. Sebagai
Simpul
Transportasi Skala
Kabupaten
Dilihat dari pola ruang Dalam kondisi eksisting baik
untuk kawasan lindung lindung dan budidaya sebagai
di Kecamatan Telagasari kawasan :
dilihat dari peruntukan- Kawasan
peruntukan
lahan terdapat kawasan pertanian
pangan
peruntukan
pertanian berkelanjuta;
pangan berkelanjutan,- Terdapat budidaya ikan di
Perikanan
Sawah, sawah;
kawasan perdagangan- Terdapat
kawasan
dan jasa.
perdagangan dan jasa.

pengembangan fungsi dan


perkembangan
kondisi
eksisting, dimana dalam
kondisi
eksisting
kecamatan ini sudah
memiliki sarana maupun
prasarana sesuai dengan
kriteria yang ada.

Kecamatan Tirtamulya
diarahkan sebagai Pusat
Pelayanan
Kawasan(PPK), yang memilikikriteria:
1. Sebagai
PusatPemerintahan
Kecamatan
2. Sebagai
Pusat
Perdagangan Skala
Kecamatan
3. Pusat Pendidikan,
Kesahatan
Skala
Kecamatan
4. Sebagai
Simpul
Transportasi Skala
Kabupaten

Berdasarkan
arahan
kebijakan Kormative dan
kondisi
eksisting
di
Kecamatan
Tirtamulya
telah
sesuai
dalam
pengembangan fungsi dan
perkembangan
kondisi
eksisting, dimana dalam
kondisi eksisting telah
terdapat TK, SD, SMP,
SMA, puskesmas, sarana
olahraga. Namun tidak
memiliki pasar yang dapat
menunjang
kegiatan
sebagai
pusat
bperdagangan
skala
kecamatan dan tidak
memiliki terminal yang
dapat menunjang simpul
transportasi
skala
kabupaten

1.

9.

Tirtamulya

Evaluasi

Sarana prasarana penunjang


yang telah ada, diantaranya :
TK, SD, SMP,SMA;
Puskesmas;
Sarana olahraga;
KUD;
Warung.

Berdasarkan
kondisi
eksisting
peruntukan
kawasan budidaya dan
arahan kebijakan sudah
sesuai yang dilihat dari
arahan kebijakan dan
kondisi eksisting yang
terdapat kesesuaian.

No

10.

Kecamatan

Rengasdengklo
k

Arahan Kebijakan

Kondisi Eksisting

Evaluasi

Dilihat dari Pola Ruang Dalam kondisi eksisting


di
Kecamatan Dalam kondisi eksisting baik
Tirtamulya
untuk lindung dan budidaya sebagai
Kawasan Lindung yang kawasan :
terdiri dari Kawasan - Terdapat Kawasan pertanian;
peruntukan permukiman - Terdapat warung
pedesaan,
kawasan
perdagangan dan jasa.

Berdasarkan
kondisi
eksisting
peruntukan
kawasan budidaya dan
arahan kebijakan telah
sesuai dimana arahan
kebijakan dan kondisi
eksisting telah terdapat
kesesuaian.

Kecamatan
Rengasdengklok
diarahkan sebagai PusatKegiatan Lokal (PKL)dengan fungsi yangdikembangkan sebagaipertanian, permukiman,perdagangan dan jasa
dan industri. Adapun
kriteria PKL meliputi:
1. Pusat
Pengembangan
Wilayah
2. Sebagai
Pusat
Pemerintahan
Kabupaten
dan
Kecamatan
3. Sebagai
Pusat
Perdagangan
dan
Jasa
Skala
Kabupaten
4. Sebagai
Pusat
Permukiman
5. Sebagai
Pusat
Pelayanan
sarana
dan
prasarana
umum
skala
Kabupaten
6. Sebagai
Simpul
Transportasi Skala
Wilayah (Provinsi)
dan Kabupaten
7. Sebagai
Pusat
Sarana Kesehatan

Berdasarkan
arahan
kebijakan Kormative dan
kondisi
eksisting
di
Kecamatan
Rengasdengklok
telah
sesuai
dalam
pengembangan fungsi dan
perkembangan
kondisi
eksisting, dimana dalam
kondisi
eksisting
kecamatan tersebut sudah
memiliki sarana maupun
prasarana yang sesuai
dengan kriteria. Namun
terdapat ketidaksesuaian
yakni
belum
terealisasinya Pasar Beras
sebagai
pusat
perdagangan dan koleksi
hasil pertanian skala
kabupaten,
karena
pembangunan
pasar
merupakan
program
Pemkab Karawang yang
harus direalisasikan pada
tahun 2014 & 2015.

Sarana prasarana penunjang


yang telah ada, diantaranya :
TK, SD, SMP,SMA;
Puskesmas;
Perdagangan dan Jasa;
Sarana olahraga;
Pusat permukiman perkotaan
kepadatan sedang;

No

Kecamatan

Arahan Kebijakan
Skala
Kabupaten
(Tipe A)
8. Sebagai
pusat
koleksi
dan
distribusi
hasil
pertanian,
khususnya
pertanian
lahan
basah
serta
permukiman skala
terbatas dan industri
yang terkait dengan
produk
pertanian
lahan basah
Dilihat dari pola ruang
untuk kawasan lindung
di
Kecamatan
Rengasdengklok dilihat
dari peruntukan lahan
terdapat
kawasan
sempadan
sungai,
kawasan rawan bencana
banjir. Sedangkan untuk
kawasan
budidaya
diperuntukkan sebagai
pertanian
pangan
berkelanjutan, perikanan
rawa, kawasan wisata
religi dan sejarah.

11

Cilamaya
Wetan

Kecamatan
Cilamaya
Wetan diarahkan sebagai
Pusat Kegiatan Lokal(PKL) dengan fungsiyang
dikembangkansebagai
pertanian,permukiman,
perdagangan dan jasa
dan industri. Adapun
kriteria PKL meliputi:
1. Pusat
Pengembangan
Wilayah
2. Sebagai
Pusat
Pemerintahan
Kabupaten
dan
Kecamatan
3. Sebagai
Pusat
Perdagangan
dan

Kondisi Eksisting

Evaluasi

Dalam kondisi eksisting baik


lindung dan budidaya sebagai
kawasan :
Kawasan pertanian pangan
berkelanjutan;
Kawasan rawan bencana
banjir;
Kawasan Perdagangan dan
Jasa;
Kawasan
permukiman
perkotaan;
Wisata religi maqom syeh
quro dan wisata sejarah
perjuangan.

Berdasarkan
kondisi
eksisting
peruntukan
kawasan budidaya dan
arahan kebijakan sudah
sesuai dengan arahan pola
ruang.
Namun
tidak
memiliki
kawasan
budidaya perikanan.

Sarana prasarana penunjang


yang telah ada, diantaranya :
TK, SD, SMA;
Puskesmas;
Perdagangan dan Jasa;
Pusat permukiman perkotaan
kepadatan sedang;

Berdasarkan
arahan
kebijakan Kormative dan
kondisi
eksisting
di
Kecamatan
Cilamaya
Wetan telah sesuai dalam
pengembangan fungsi dan
perkembangan
kondisi
eksisting, dimana dalam
kondisi
eksisting
kecamatan tersebut sudah
memiliki sarana maupun
prasarana yang sesuai
dengan kriteria. Namun
Kecamatan
Cilamaya
Wetan belum memiliki
sarana kesehatan tipe A,
sebagai pusat sarana
kesehatan
skala
kabupaten.

No

Kecamatan

Arahan Kebijakan
Jasa
Skala
Kabupaten
4. Sebagai
Pusat
Permukiman
5. Sebagai
Pusat
Pelayanan
sarana
dan
prasarana
umum
skala
Kabupaten
6. Sebagai
Simpul
Transportasi Skala
Wilayah (Provinsi)
dan Kabupaten
7. Sebagai
Pusat
Sarana Kesehatan
Skala
Kabupaten
(Tipe A)
Dilihat dari pola ruang
untuk kawasan lindung
di Kecamatan Cilamaya
Wetan
dilihat
dari
peruntukan
lahan
terdapat
kawasan
sempadan
pantai,
kawasan rawan bencana
banjir, yaitu banjir rob.
Sedangkan
untuk
kawasan
budidaya
diperuntukkan sebagai
pertanian
pangan
berkelanjutan, pertanian
hortikultura, perikanan
laut,
kawasan
perdagangan dan jasa.

Sumber : Hasil Analisis 2016

Kondisi Eksisting

Evaluasi

Dalam kondisi eksisting baik


lindung dan budidaya sebagai
kawasan :
Kawasan pertanian pangan
berkelanjutan;
Kawasan rawan bencana
banjir, yaitu banjir rob;
Kawasan Perdagangan dan
Jasa;
Kawasan
permukiman
perkotaan.
Kawasan perikanan laut
berupa tambak

Berdasarkan
kondisi
eksisting
peruntukan
kawasan budidaya dan
arahan kebijakan sudah
sesuai dengan arahan pola
ruang.

Gambar 4.20
Evaluasi Kebijakan Struktur Ruang Wilayah Karawang Bagian Tengah

Gambar 4.21
Evaluasi Kebijakan Pola Ruang Wilayah Karawang Bagian Tengah

Evaluasi Kebijakan Sektoral Wilayah Karawang Bagian Tengah


Tabel IV.17
Evaluasi Kebijakan Sektoral Wilayah Karawang Bagian Tengah

Dokumen

LP2B

RIPPDA

Isi Dokumen

Lahan pertanian pangan di


Wilayah Karawang Bagian
Tengah tersebar di seluruh
Kecamatan.

Daya
tarik
wisata
yang
merupakan Destinasi Pariwisata
di Wilayah Karawang bagian
Tengah meliputi :

Wisata
Sejarah:
Tugu
Kebulatan
Tekad
Rengasdengklok, Rumah Djioue
Ki Siong, dan Monumen Rawa
Gede di Kec. Rawamerta;

Sumber : Hasil Analisis Tahun 2016

Kondisi eksisting

Evaluasi

Dilihat dari kondisi eksisting


pada seluruh Kecamatan
yang ada di Wilayah
Karawang Bagian Tengah
didominasi oleh kawasan
pertanian pangan karena
termasuk daerah jalur hijau
pertanian
selain
itu
Karawang
merupakan
penghasil lumbung padi ke 3
terbesar di jawa barat .
Namun
di
beberapa
Kecamatan terdapat alih
fungsi
lahan
pertanian
menjadi permukiman. Seperti
di Kecamatan Jatisari dan
Kecamatan Karawang Timur
karena alih fungsi lahan
pertanian
menjadi
permukiman.
Dilihat dari kondisi eksisting
Wilayah karawang bagian
Tengah
terdapat
wisata
sejarah TuguKebulatan Tekad
di
Kecamatan
Rengasdengklok,
Rumah
Djioue
Ki
Siong
di
Kecamatan Rengasdengklok
dan dan Monumen Rawa
Gede di Kec. Rawamerta

Berdasarkan kondisi eksisting


dan arahan dari LP2B terdapat
kesesuaian untuk peruntukkan
lahan pertanian pangan
khususnya di Wilayah
Karawang bagian Tengah.
Namun di 2 Kecamatan yaitu
Jatisari dan Karawang Timur
terdapat alih fungsi lahan
pertanian menjadi lahan
permukiman.

Berdasarkan kondisi eksisting


dan arahan dari RIPDA
terdapat kesesuaian pada
ketersediaan objek wisata
berupa wisata sejarah yang
berupa Tugu Kebulatan Tekad
Rengasdengklok,
Rumah
Djioue
Ki
Siong,
dan
Monumen Rawa Gede di Kec.
Rawamerta

Evaluasi Kawasan Strategis Wilayah Karawang Bagian Tengah


No
1

Kawasan Strategis
KSK Agropolitan di sekitar kawasan
perkotaan Karawang Barat Cikampek
yang terdapat di Kecamatan-kecamatan
Karawang Barat, Karawang Barat,
Telukjambe Timur, Klari, Purwasari
dan Cikampek.

Sumber : Hasil Analisis 2016

Kondisi Eksisting
Kawasan pertanian
lahan basah di
Kecamatan Karawang
Barat

Evaluasi
Sudah sesuai dengan
arahan kawasan
strategis sebagai KSK
Agropolitan

Matrik Keterkaitan
Kebijakan terdiri dari struktur ruang, pola ruang dan kawasan strategis yang dimana adanya keterkaitan antara RTRW
Provinsi RTRW Kabupaten, dan Wilayah Karawang Bagian Utara maka dari itu untuk memudahkan dapat dilihat dari matrik
keterkaitan.
Tabel IV.18
Matrik Keterkaitan
Rencana Tata
Ruang

Struktur
Ruang

Provinsi

Kabupaten

- PKL Perkotaan;
Sistem Kegiatan
- PKL Pedesaan;
- Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) :
- Wilayah Pengembangan
Kecamatan Cikampek
(WP)
Purwasuka - Pusat Kegiatan Lokal (PKL) :
(Purwakarta, Subang
Kecamatan Cikampek, Kecamatan
dan Karawang).
karawang
Barat,
Kecamatan
Karawang
Timur,
Kecamatan Rengasdengklok dan Kecamatan
Cilamaya Wetan.
- Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) :
Kecamatan Klari, Purwasari, Jatisari,
Telukjambe
Barat,
Telukjambe Timur,Kotabaru,
Tirtamulya,
Telagasari,
Batujaya,
Majalaya,
Pedes, Cilamaya Kulon, Tegalwaru,
Pangkalan, Lemahabang
- Pusat Pelayanan Lokal (PPL) :
Kecamatan Tempuran, Banyusari,
Pakisjaya,
Ciampel,
Tirtajaya,

Wilayah Karawang Bagian Tengah

Evaluasi

Sitem Kegiatan
Pusat Kegiatan Lokal (PKL) :
Kecamatan
Karawang
Barat,
Kecamatan
Karawang
Timur,
Kecamatan Rengasdengklok dan
Kecamatan Cilamaya Wetan;
Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) :
Kecamatan Jatisari, Kecamatan
Lemahabang, Kecamatan Majalaya,
Kecamatan
Telagasari
dan
Kecamatan Tirtamulya;
Pusat Pelayanan Lokal (PPL) :
Kecamatan
Banyusari
dan
Kecamatan Rawamerta.
Sistem jaringan prasarana wilayah
Peningkatan jalan Lingkar Karawang
(Tanjungpura-Wadas)
sebagai
pemecahan kesemrawutan lalu lintas
kendaraan berat agar tidak lagi

Sudah sesuai dengan arahan


struktur ruang Kabupaten
Karawang.

Rencana Tata
Ruang

Provinsi

Kabupaten

Pola Ruang a.

Wilayah Karawang Bagian Tengah

Evaluasi

Cibuaya,
Cilebar,
Rawamerta,
melalui
kawasan
perkotaan
Jayakerta,
dan
Kecamatan
Karawang.
Kutawaluya
- Rencana jaringan prasarana lalu lintas
Sistem Jaringan
angkutan jalan : eningkatan
Rencana
Pengembangan
Sistem
Terminal
di
Karawang
Barat/Tanjungpura atau di Klari
Jaringan Prasarana Utama;
(Karawang Timur) menjadi terminal
Rencana Pengembangan Sistem
tipe B.
Jaringan Prasarana Energi;
Rencana Sistem Jaringan Prasarana
- Revitalisasi terminal tipe C yang ada
Telekomunikasi;
di Karawang Barat atau Karawang
Rencana Pengembangan Sistem
Timur
menyesuaikan
dengan
Jaringan Prasarana Sumberdaya Air;
rencana peningkatan terminal di
Rencana Pengembangan Sistem
kedua kecamatan tersebut.
Jaringan Prasarana Lainnya;
- Revitalisasi
terminal
di
Rencana Pengembangan Sistem Sarana
Rengasdengklok agar berfungsi
Wilayah
optimal menjadi terminal tipe C.
- Pembangunan Terminal Tipe C di
Lemahabang, Cilamaya Wetan dan
Pangkalan.

Kawasan Lindung
a. Kawasan Lindung
a.
Kawasan
- Kawasan Perdagangan dan
- Kawasan suaka alam di Kabupaten Kawasan Lindung
Jasa : Sudah Sesuai Karena
perlindungan
Karawang adalah hutan mangrove - Kawasan Perlindungan Setempat
Tidak berlokasi di kawasan
setempat
:
Sempadan
Pantai
di
seluas 8.161,62 Ha di Kecamatan berupa
lindung, rawan bencana,
sempadan pantai,
Batujaya, Cibuaya, Pakisjaya dan Kecamatan Cilamaya wetan.
hutan, sempadan sungai dan
sempadan sungai;
Tirtajaya. Hutan mangrove ini - Kawasan sempadan sungai : Semua
- Kawasan
suaka
pantai atau lainnya yang
memanjang di sepanjang pesisir di Kecamatan
alam, pelestarian
dilarang. Pasar induk hanya
- Kawasan rawan banjir : berada di
keempat kecamatan tersebut
-

Rencana Tata
Ruang

Provinsi

Kabupaten

alam, dan cagar - Kawasan


yang
memberikan
budaya : kawasan
perlindungan terhadap kawasan
cagar
alam,
bawahannya
di
Kabupaten
kawasan
Karawang meliputi daerah resapan
mangrove, taman
air yang tersebar dibeberapa
wisata alam;
kecamatan
diantaranya
di
- Kawasan
rawan
Kecamatan Ciampel, Kotabaru,
bencana alam :
Purwasari, Klari, Telukjambe Kawasan
Barat,
Telukjambe
Timur,
gelombang pasang,
Pangkalan dan Tegalwaru;
Kawasan
rawan
banjir,
kawasan - Kawasan Perlindungan Setempat
terdiri dari Sempadan Pantai di
rawan
gerakan
Kecamatan
Cilamaya
wetan,
tanah,
kawasan
Cilamaya
Kulon,
Tempuran,
rawan abrasi;
- Kawasan lindung
Pedes, Cilebar, Cibuaya, Tirtajaya,
lainnya : kawasan
Pakisjaya dan Batujaya, Sempadan
terumbu karang.
Sungai di semua kecamatan,
b. Kawasa
Sempadan
Saluran
Irigasi, n
Kawasan Sekitarsitu dan bendung,
Budida
Kawasan sekitar mata air di
ya
:
Kecamatan Pangkalan, Kawasan
Kawasa
dibawah SUTET dan SUTT yang
n
berada di semua kecamatan.
pertania
b. Kawasan rawan bencana alam :
n
berupa
banjir
(terutama
di
pangan
sepanjang aliran sungai) yang
irigasi

Wilayah Karawang Bagian Tengah


Kecamatan
Jatisari,
Banyusari,
Cilamaya Wetan, Karawang Timur,
Karawang Barat dan Rengasdengklok.
- Kawasan rawan banjir rob :
Kecamatan Cilamaya Wetan;
b. Kawasan Budidaya
Kawasan peruntukan pertanian pangan
berkelanjutan : beririgasi teknis di
Kecamatan,
Karawang
Barat,
Karawang
Timur,
Jatisari,
Banyusari,
Cilamaya
Wetan,
Lemahabang, Telagasari, Majalaya,
Rawamerta, Rengasdengklok.
Beririgasi setengah teknis di
Kecamatan Cilamaya Wetan.
Lahan pertanian tadah hujan di
Kecamatan Rengasdengklok.
Kawasan
peruntukan
pertanian
hortikultuta
di
Kecamatan
Tirtamulya, Jatisari, Banyusari,
Cilamaya Wetan, Lemahabang,
Telagasari,
Karawang
Timur,
Karawang
Barat,
Rawamerta,
Rengasdengklok.
Kawasan peruntukan perkebunan di
Kecamatan,
Lemahabang,
Rawamerta, Tirtajaya.

Evaluasi
dapat dikembangkan di
kawasan
perkotaan
(Kecamatan
Cikampek,
Karawang Barat, Karawang
Timur, Telukjambe Timur
dan atau Telukjambe Barat).
o

Rencana Tata
Ruang

Provinsi
teknis,
kawasa
n
perkebu
nan,
kawasa
n
perikan
an,
kawasa
n
pariwis
ata,
kawasa
n
permuk
iman,
ruang
terbuka
hijau
(RTH).

Kabupaten

c.

Wilayah Karawang Bagian Tengah

berada di Kecamatan Pangkalan, - Kawasan peruntukan perikanan sungai


Ciampel,
Telukjambe
Timur,
di selurah kecamatan di kawasan
Telukjambe
Barat,
Batujaya,
perdesaan kecuali Tirtamulya.
Pakisjaya, Klari, Jatisari, Banyusari,
Perikanan Rawa di Kecamatan
Kotabaru,
Cilamaya
Wetan,
Rengasdengklok.
Karawang Timur, Karawang Barat
Perikanan Kolam dikembangkan di
dan
Rengasdengklok,
dan
seluruh wilayah.
gelombang pasang (ROB) (di
Perikanan Sawah di Kecamatan
daerah dekat pantai) di Kecamatan
Tirtamulya, Jatisari, Banyusari,
Cibuaya,
Tirtajaya,
Batujaya,
Cilamaya
Wetan,
Telagasari,
Pakisjaya, Cilebar, Pedes, Cilamaya
Rengasdengklok.
Wetan dan Cilamaya Kulon, serta
Perikanan Laut berda di Kecamatan
bahaya yang beraspek geologi
Cilamaya wetan.
berupa longsor di Kecamatan
Perikaan
Tambak
berada
di
Pangkalan, Tegalwaru dan Ciampel.
Kecamatan Cilamaya Wetan.
- Kawasan peruntukan industri : Zona
Kawasan Budidaya
Industri
seluas
5.117,6
Ha
(Kecamatan Telukjambe Timur,
- Kawasan peruntukan hutan
Telukjambe Barat,Klari, Cikampek,
produksi tetap : Kecamatan
Purwosari, Ciampel, Pangkalan,
Pangkalan, yang tersebar di Desa
Karawang Timur dan Karawang
Mekarbuana,
Wargasetra,
Barat)
Cigunungsari,
Medalsari,
- Kawasan peruntukan pariwisata :
Cipurwasari,
Cintalaksana,
Wisata Religi Makam Syeh Quro di
Cintawargi,
Cintalanggeng,
Desa Pulo Kelapa Kecamatan
Kutalanggeng, Kutamaneuh dan
Lemahabang. Wisata sejarah situs
Desa amansari. Spot-spot di
bersejarah
di
Kecamatan
Kecamatan Tegalwaru, Ciampel,
Rengasdengklok dan Rawagede.

Evaluasi

Rencana Tata
Ruang

Provinsi

Kabupaten

Wilayah Karawang Bagian Tengah

Telukjambe - Kawasan peruntukan permukiman :


Permukiman perkotaan kepadatan
tinggi
berada di Kecamatan
- Kawasan peruntukan hutan
Karawang Timur dan Karawang
produksi
terbatas : Kecamatan
Barat.
Pangkalan dan Tegalwaru
Permukiman perkotaan kepadatan
- Kawasan peruntukan pertanian
sedang berada di Kecamatan
pangan berkelanjutan : beririgasi
Rengasdengklok.
teknis di Kecamatan Purwasari,
Permukiman perdesaan berada di
Telukjambe Barat, Telukjambe
Kecamatan Tirtamulya, Jatisari,
Timur,
Karawang
Barat,
Banyusari, Lemahabang, Telagasari,
Karawang
Timur,
Klari,
Majalaya, Rawamerta.
Tirtamulya, Jatisari, Banyusari,
- Kawasan Perdagangan dan Jasa :
Cilamaya
Wetan,
Cilamaya
Kecamatan Tirtamulya, Jatisari,
Kulon, Lemahabang, Telagasari,
Banyusari,
Cilamaya
Wetan,
Majalaya, Rawamerta, Tempuran,
Lemahabang, Telagasari, Majalaya,
Kutawaluya,
Rengasdengklok,
Karawang Timur, Rawamerta.
Jayakerta,
Pedes,
Cilebar,
- Pasar Induk Modern atau Tradisional :
Cibuaya, Tirtajaya, Batujaya,
Kecamatan Karawang Barat dan
Pakisjaya,
Karawang Timur.
Beririgasi setengah teknis di - Pasar Induk Beras : Kecamatan
Karawang Barat.
Kecamatan
Pangkalan,
Pusat
Perkulakan : Kecamatan
Teglawaru, Cilamaya Wetan,
Karawang Timur.
Cilamaya Kulon, Batujaya. Irigasi
Pusat
Perkantoran dan Jasa Skala
sederhana
di
Kecamatan
Kabupaten
: Kecamatan Karawang
Pangkalan, Tegalwaru, Purwasari,
Barat
dan
Karawang
Timur.
Cilamaya Kulon, Batujaya. Lahan
Telukjambe
Timur

Barat,

Evaluasi

Rencana Tata
Ruang

Provinsi

Kabupaten
pertanian
tadah
hujan
di
Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru,
Klari, Rengasdengklok, Batujaya,
Pakisjaya
-

Kawasan peruntukan pertanian


hortikultuta berada di Kecamatan
Pangkalan,
Tegalwaru,
Telukjambe Timur, Telukjambe
Barat,
Klari,
Purwasari,
Tirtamulya, Jatisari, Banyusari,
Cilamaya
Wetan,
Cilamaya
Kulon, Lemahabang, Telagasari,
Karawang
Timur,
Karawang
Barat, Rawamerta, Tempuran,
Rengasdengklok,
Jayakerta,
Cilebar,
Tirtajaya,
Batujaya,
Pakisjaya, Pangkalan, Tegalwaru,
Telukjambe Timur, Telukjambe
Barat, Purwasari, Cilamaya Wetan

Kawasan peruntukan perkebunan


berada di Kecamatan Pangkalan,
Ciampel, Kotabaru, Cilamaya
Kulon, Lemahabang, Rawamerta,
Cibuaya, Tirtajaya.

Kawasan peruntukan perikanan,

Wilayah Karawang Bagian Tengah

Evaluasi

Rencana Tata
Ruang

Provinsi

Kabupaten

Wilayah Karawang Bagian Tengah

terdiri dari perikanan sungai di


selurah kecamatan di kawasan
perdesaan kecuali kecamatan
Tegalearu
dan
Tirtamulya.
Perikanan
waduk/situ
di
kecamatan
klari,
tirtajaya,
cilamaya
kulon,
pakisjaya.
Perikanan Rawa di Kecamatan
Rengasdengklok, dan Pakisjaya.
Perikanan
Kolam
dapat
dikembangkan di seluruh wilayah.
Perikanan Sawah berada di
Kecamatan Ciampel, Telukjambe
Barat,
Telukjambe
Timur,
Tirtamulya, Jatisari, Banyusari,
Kotabaru,
Cilamaya
Wetan,
Cilamaya Kulom, Telagasari,
Kutawaluya,
Rengasdengklok,
Jayakerta,
Cilebar,
Buaya,
Tirtajaya.
-

Perikanan
Laut
berda
di
Kecamatan Cilamaya wetan,
Cilamaya
Kulon,
Tempuran,
Pedes,
Cibuaya,
Tirtajaya,
Pakisjaya,.

Perikaan

Tambak

berada

di

Evaluasi

Rencana Tata
Ruang

Provinsi

Kabupaten
Kecamatan Cilamaya Kulon,
Cilamaya
Wetan,
Tempuran,
Cilebar, Pedes, Cibuaya, Tirtajaya,
Batujaya, dan Pakisjaya.
-

Kawasan
peruntukan
pertambangan : Batu andesit di
kecamatan Tegalwaru, Gunung
Sinalanggeng, Gunung Cengkik,
Gunung Cipaga, Kec. Tegalwaru,
Kec. Pangkalan. Pasir dan Sirtu di
Kecamatan Klari, Kec. Ciampel,
Telukjambe Barat dan Timur. Batu
Gamping
di
Kecamatan
Pangkalan.

Kawasan peruntukan industri :


Kawasan Industri Khusus seluas
8.100 Ha (terdiri dari 5 kawasan)
Kecamatan Cikampek. Kawasan
Industri seluas 5.837,5 Ha (terdiri
dari 19 kawasan) Kecamatan
Telukjambe Timur, Telukjambe
Barat, Cikampek dan Pangkalan.
Zona Industri seluas 5.117,6 Ha
(Kecamatan Telukjambe Timur,
Telukjambe
Barat,Klari,
Cikampek, Purwosari, Ciampel,

Wilayah Karawang Bagian Tengah

Evaluasi

Rencana Tata
Ruang

Provinsi

Kabupaten
Pangkalan, Karawang Timur dan
Karawang Barat)
-

Kawasan peruntukan pariwisata :


wisata budaya situs batujaya di
Desa Segaran, Megar Jaya,
Telagajaya (Kecamatan Batujaya
dan Pangkalan), Gerbang Wisata
dan Budaya Jawa Barat Kuta
Tandingan di Desa Mulyasari dan
Desa Mulyasejati. Wisata alam
Pantai dan Hutan Konservasi di
Desa
Pakisjaya
dan
Desa
Segarjaya, Kampung Budaya
Gerbang Karawang di Desa
Wadas Kecamatan Telukjambe
Timur, Alam Bukit Sanggabuana
dan
Gunung
Cengking
di
Kecamatan Tegalwaru, Hutan
Penelitian dan Konservasi, serta
situ di Kecamatan Cikampek.
Wisata Religi Makam Syeh Quro
di Desa Pulo Kelapa Kecamatan
Lemahabang.
Wisata
buatan
Pelabuhan
di
Kecamatan
Cilamaya Kulon dan Kecamatan
Tempuran, Water Sport Situ
Cipule di Kecamatan Ciampel.

Wilayah Karawang Bagian Tengah

Evaluasi

Rencana Tata
Ruang

Provinsi

Kabupaten
Wisata sejarah situs bersejarah di
Kecamatan Rengasdengklok dan
Rawagede.
-

Kawasan peruntukan permukiman


:
Permukiman
perkotaan
kepadatan tinggi berada di
Kecamatan Cikampek, Karawang
Timur dan Karawang Barat.
Permukiman perkotaan kepadatan
sedang berada di Kecamatan
Ciampel, Telukjambe Timur,
Telukjambe
Barat,
Klari,
Purwasari,
Kotabaru
dan
Rengasdengklok.
Permukiman perdesaan berada di
Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru,
Tirtamulya, Jatisari, Banyusari,
Cilamaya Kulon, Lemahabang,
Telagasari, Majalaya, Rawamerta,
Tempuran, Kutawaluya, Jayakerta,
Pedes,
Cibuaya,
Tirtajaya,
Batujaya dan Pakisjaya.

Kawasan Perdagangan dan Jasa :


Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru,
Ciampel, Telukjambe Timur,

Wilayah Karawang Bagian Tengah

Evaluasi

Rencana Tata
Ruang

Provinsi

Kabupaten

Wilayah Karawang Bagian Tengah

Evaluasi

Telukjambe
Barat,
Klari,
Purwasari, Tirtamulya, Jatisari,
Banyusari, Kotabaru, Cilamaya
Kulon,
Cilamaya
Wetan,
Lemahabang,
Telagasari,
Majalaya,
Karawang
Timur,
Rawamerta,
Tempuran,
Kutawaluya, Jayakerta, Pedes,
Cilebar,
Cibuaya,
Tirtajaya,
Batujaya dan Pakisjaya.

Kawasan

Pasar
Induk
Modern
atau
Tradisional : Telukjambe Timur,
Telukjambe Barat, Cikampek,
Karawang Barat dan Karawang
Timur.

Pasar Induk Beras : Kecamatan


Karawang Barat.

Pusat Perkulakan : Kecamatan


Karawang Timur.

Pusat Perkantoran dan Jasa Skala


Kabupaten
:
Kecamatan
Karawang Barat dan Karawang
Timur.

- KSP pertanian berlahan - KSK

Industri

Telukjambe

yang - Kawasan pertanian lahan basah di

- Kawasan pertanian : Sudah

Rencana Tata
Ruang

Strategis

Provinsi

Kabupaten

basah dan beririgasi


berlokasi di Desa Purwadana di
teknis Pantura Jawa
Kecamatan Telukjambe Timur
Barat;
- KSK Agropolitan di sekitar kawasan
- KSP Pesisir Pantura.
perkotaan
Karawang
Barat

Cikampek
yang
terdapat
di
Kecamatan-kecamatan
Karawang
Barat, Karawang Barat, Telukjambe
Timur,
Klari,
Purwasari
dan
Cikampek.
- KSK kawasan peruntukan industri
sekitar koridor jalan tol;
- KSK Pariwisata situs Batujaya yang
terletak di Desa Segaran Kecamatan
Batujaya dan Desa Telagajaya
Kecamatan Pakisjaya. Situs Batujaya
sendiri merupakan situs terbesar di
Jawa Barat dan di wilayah pesisir di
Indonesia.

Sumber : Hasil Analisis 2016

Wilayah Karawang Bagian Tengah


sekitar Kawasan Perkotaan
Karawang ( Kecamatan Karawang
Barat Cikampek)

Evaluasi
sesuai arahan antara rencana
tata ruang provinsi,
kabupaten dan wilayah
Karawang Bagian Tengah

4.2.2 Analisis Kelembagaan


4.2.2.1 Analisis Kelembagaan Kabupaten Karawang
A. Koordinasi
Sistem koordinasi

lembaga

pemerintah

Kabupaten

Karawang

memiliki tugas dan peranan masing-masing. Dapat dilihat dari Struktur


Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Karawang yang terlampir sistem
koordinasinya dimulai dari Bupati dan wakil bupati, yang berkoordinasi
dengan DPRD membuat program berupa rencana jangka panjang, jangka
menengah maupun jangka pendek sesuai dengan visi dan misi yang
dikemukakan ketika pemilu dilakukan. Bupati, wakil bupati dan DPRD
tersebut setelah membuat program yang akan dilaksanakan oleh sekertaris
daerah beserta staf ahli yang saling berkoordinasi. Sekretariat daerah
memiliki

peranan

penting

dalam

menjalankan

kebijakan

yang

mengkoordinasi dinas daerah dan lembaga teknis daerah yang dipimpin


oleh sekretaris daerah. Dalam konteks khusus sekretariat DPRD pun
memiliki peranan dan tugas yang sama dengan sekretariat daerah. Pada
penataan ruang rencana tersebut akan dipimpin oleh BAPPEDA dimana
BAPPEDA tersebut sebagai unsur perencana yang membuat rencana
dengan kebijakan-kebijakan dari rencana tersebut. Kemudian BAPPEDA
tersebut berkoordinasi dengan dinas daerah (sebagai unsur otonomi
daerah) yang terdiri dari 12 Lembaga maupun lembaga teknis (sebagai
unsur pendukung tugas KDH) yang terdiri dari 3 lembaga sesuai dengan
tugas pokok dan fungsi masing-masing dinas maupun lembaga tersebut.
Pelaksanaan pembangunan penataan tersebut akan diawasi oleh lembaga
teknis inspektorat yang berperan sebagai unsur pengawas. Lalu adapun
lingkup yang lebih kecil dalam penataan ruang yaitu camat berkoordinasi
dalam lingkup kecamatan yang berada dibawah Bupati yang merupakan
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten.Adapun sistem
koordinasi dibawah Kecamatan yang memiliki fungsi untuk mengatur
segala perangkat di daerahnya seperti kelurahan/desa, dan koordinasi
tingkat terkecil seperti RW dan RT.

Kemudian untuk dinas-dinas daerah sebagai unsur pelaksana


otonomi daerah, lembaga teknis daerah sebagai unsur pendukung tugas
kepala daerah dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan daerah yang
bersifat spesifik seperti Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Badan
penanaman Modal Dan Perijinan, serta Badan Pelaksanaan Penyuluhan
Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan. Untuk lebih
jelasnya alur dari koordinasi dalam penataan ruang dapat dilihat pada
gambar 4.13
Pengkoordinasian kelembagaan Kabupaten Karawang dalam
rencana pembangunan penataan ruang, antar lembaga terkait merumuskan
program penataan ruang baik rencana pembangunan jangka panjang,
jangka menengah maupun rencana pembangunan tahunan daerah atau
pembangunan jangka pendek, adapun pelaksanaan antar lembaga ini
adalah memonitoring dan mengevaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan
pembangunan daerah, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
(RKPD),

penyusunan

Arahan

Kebijakan

Umum

(APBD),

pengkoordinasian lembaga untuk rencana pembangunan di daerah,


pelaksanaan pelayanan

teknis administrasi di bidang kepegawaian,

keuangan dan perlengkapan, serta merincikan tugas fungsi dan tata kerja
Bappeda Kabupaten Karawang.
Untuk sistem koordinasi kelembagaan Kabupaten Karawang sudah
cukup baik karena adanya koordinasi antara satu lembaga dengan lembaga
lain melalui Badan Koordinasi Perangkat Daerah (BKPD) untuk
mengurangi ketidaktahuan lembaga satu dengan yang lainnya dalam
membuat dokumen rencana dan adanya inspektorat daerah sebagai
pengawasan terhadap program penataan ruang agar berjalan sesuai rencana
yang telah ditetapkan.
Gambar 4.22
Koordinasi Lembaga Penataan Ruang
Di Kabupaten Karawang
Program Penataan Ruang

BAPPEDA (Unsur Perencana)

Prasarana

Dinas Perhubungan,
Komunikasi, dan
Informatika
Dinas Bina Marga dan
Pengairan

Lingkungan
Badan Pengelolaan
Lingkungan Hidup

Sosial

Dinas Tenaga Kerja


dan Transmigrasi

Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil

Ekonomi
Keuangan
Dinas Perindustrian,
Perdagangan,
Dinas Pendapatan,
Pertambangan
Dan Energi
Pengelolaan
Keuangan, dan Aset
Dinas Pertanian,
Kehutanan, Perkebunan
Badan Penanaman
Dan Peternakan
modal dan perijinan
Dinas

Dinas Cipta Karya


Dinas Sosial

Kelautan
Dan
Inspektorat

Perikanan
Badan Pelaksanaan
Penyuluhan Pertanian,
Perikanan, Kehutanan dan
Ketahanan Pangan
Dinas Koperasi, Industri
Mikro Kecil dan Menengah

Sumber : Hasil Analisis 2016

B. Sinkronisasi
Dilihat dari tugas pokok dan fungsi tata kerja instansi yang ada di kabupaten
Karawang berkaitan kedalam penataan ruang, dari semua kelompok lembaga yang
didalamnya terdiri 11dinas dan 3 lembaga teknis yang meliputi BAPPEDA
(sebagai unsur perencana), Dinas Perhubungan komunikasi dan informatika,
Dinas Bina Marga Dan Pengairan, Dinas Cipta Karya, Dinas Tenaga Kerja Dan
Transmigrasi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan Dan Energi,Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Kehutanan,
Perkebunan Dan Peternakan, Dinas Kelautan Dan Perikanan,Dinas Koperasi,
Industri Mikro Kecil dan Menengah,Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan,
dan Aset Daerah, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Badan Penanaman
modal dan perijinan,

Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan,

Kehutanan dan Ketahanan Pangan Serta Inspektorat (sebagai unsur pengawas).


Dari semua instansi ini tentu proses pengaturan berjalannya suatu lembaga
saling berkaitan antara lembaga satu dengan yang lainnya karena unsur-unsur
peranan dalam penataan ruang lembaga-lembaga ini memiliki proses hubungan
untuk pembangunan penataan ruang. Untuk mewujudkan sinkronisasi kebijakan
penataan ruang antar lembaga-lembaga terkait sebagai bentuk koordinasi serta
menyelesaikan rencana pembangunan yang sesuai dengan tujuan dan sasaran
pembangunan Kabupaten Karawang bukan hanya instansi atau lembaga itu saja,
tetapi dengan campur tangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang ikut
dilibatkan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah tersebut dimana
rencana tersebut harus sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Nasional maupun
Rencana Jangka Menengah Provinsi.
Dilihat dari tugas pokok dan fungsi dinas maupun lembaga teknis yang terkait
dengan peranannya dalam penataan ruang terdapat hasil kesesuaian yang
mendukung berjalannya pembangunan penataan ruang Kabupaten Karawang.
C. Sintegritas
Sintegritas kelembagaan dalam penataan ruang Kabupaten Karawang dapat
terealisasikan karena adanya pengstrukturan dan koordinasi yang tersinkronisasi

dari pemerintahan pusat ke pemerintahan daerah dan pada lembaga/instansi terkait


dengan penataan ruang. Agar sintegritas ini dapat berjalan lebih baik perlu
diadakannya pembentukan lembaga khusus yang memiliki fungsi untuk
mengawasi kinerja pemerintah atau dalam hal lain adalah aparatur negara agar
segala bentuk kekeliruan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja dapat
dihindari dan di minimalisasi serta lembaga-lembaga pendukung atau instansi
yang berhubungan dengan penataan ruang ini dapat lebih memfokuskan ke arah
pengembangan pembangunan berkelanjutan yang sudah direncanakan dengan
lembaga pengawas yaitu inspektorat daerah.
Selain itu perlu adanya sinergritas antara lembaga yang satu dengan yang
lainnya agar tidak terjadi duplikasi pada rencana yang akan mengakibatkan
pemborosan dalam belanja daerah dan hasil dari rencana tersebut tidak akan
maksimal. Di Kabupaten Karawang sinergritas antara lembaga sudah cukup baik
karena lembaga yang terdapat di Kabupaten Karawang sudah memiliki tugas
pokok dan fungsi yang berbeda satu dengan yang lainnya tetapi ada kekurangan
yaitu rencana yang dihasilkan belum maksimal karena Badan Koordinasi
Perangkat Daerah (BKPD) belum berjalan dalam menyelesaikan permasalahan
penataan ruang.

Gambar 4.23
Sinergitas Lembaga Pemerintah
Di Kabupaten Karawang

Pemerintah Daerah
Kabupaten Karawang

Pemerintah Pusat

a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
l
m
n

DINAS DAERAH

LEMBAGA TEKNIS DINAS

(Unsur Pelaksana Otda)

(Unsur Pendukung Tugas KDH)

Dinas Perhubungan, Komunikasi, Dan


Informatika
Dinas Bina Marga & Pengairan
Dinas Cipta Karya
Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil
Dinas
Perindustrian,
Perdagangan,
Pertambangan Dan Energi
Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan
Dan Peternakan
Dinas Kelautan Dan Perikanan
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan
Dan Aset Daerah
Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Dan
Menengah
Dinas Sosial
Dinas Kesehatan

Badan Pengelolaan Lingkungan


Hidup
Badan Kepegawaian dan Diklat
Badan
Pelaksana
Penyuluhan
Pertanian,
Perikanan
Dan
Kehutanan
Badan Keluarga Berencana Dan
Pemberdayaan Perempuan
Badan Penanaman Modal Dan
Pelayanan Terpadu
Kantor Kesatuan Bangsa dan
Perlindungan Masyarakat

Inspektorat
Daerah

4.2.2.2 Analisis Lembaga Wilayah Karawang Bagian Tengah


A. Koordinasi
Wilayah Karawang Bagian Tengah tidak memiliki kawasan industri yang
besar, sehingga kerjasama hanya dilakukan dengan pihak BUMD, Bank, dan
Universitas. Kerjasama tersebut terdapat pada 2 kecamatan yakni Kecamatan
Cilamaya Wetan dan Kecamatan Karawang Timur. Alur koordinasi yang
dilakukan yaitu antara pemerintah dan pihak swasta untuk memajukan Kecamatan
Cilamaya Wetan dan Kecamatan Karawang Timur yang mana pada Kecamatan
Cilamaya Wetan bentuk kerjasama CSR memiliki tujuan sebagai upaya tanggung
jawab sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sedangkan pada
Kecamatan Karawang Timur memiliki tujuan yaitu meningkatkan pertanian
melalui program pembangunan pertanian terpadu. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada bagan alir dibawah ini :
Gambar 4.24
Alur Koordinasi Antar Lembaga Pemerintah dan Swasta Wilayah Karawang
Bagian Tengah
Bank BJB Cabang Karawang
Bank BRI Karawang
BPJS Ketenagakerjaan
Institut Pertanian Bogor (IPB)
PT. Pertamina

LEMBAGA PEMERINTAH
PEMERINTAH KECAMATAN

PEMERINTAH DESA

MASYARAKAT
Sumber : Hasil Analisis 2016

Dari alur diatas dapat dilihat bahwa pihak swasta melakukan koordinasi
dengan pihak lembaga pemerintah baik di pusat maupun kecamatan untuk
melakukan program yang telah disusun dimana yang melaksanakannya yaitu
masyarakat.Tujuannya dari program tersebut adalah sebagai upaya peningkatan
kesejahteraan masyarakat.Koordinasi yang dilakukan antara pemerintah maupun
pihak swasta sudah baik karena program yang telah dibuat sudah dijalankan sesuai
dengan rencana yang dibuat.

B. Sinkronisasi
Wilayah Karawang Bagian Tengah memiliki koordinasi dengan pihak swasta
yang mana unsur pelaksana dari program yang telah dibuat yaitu swasta itu sendiri
dibantu oleh pemerintah kecamatan dan masyarakat untuk peningkatan
kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Program yang telah dibuat tersebut harus
sesuai maupun sejalan dengan program yang sedang dijalankan oleh pemerintah
pusat dengan kebijakan yang ada sesuai dengan arahan dari kecamatan tersebut
agar rencana tersebut dapat berjalan secara optimal. Pemerintah pusat juga
membantu dalam pelaksanaannya sesuai dengan lembaga teknis maupun dinas
yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
C. Sintegritas
Rencana kerja dalam bentuk kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta di
Wilayah Karawang Bagian Tengah harus sesuai maupun sejalan dengan program
pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat yang mana dituangkan dalam
RPJM maupun RPJP agar rencana tersebut dapat berjalan secara optimal selain itu
rencana tersebut harus sesuai dengan kebijakan yang dibuat seperti yang tertulis
pada RTRW Kabupaten Karawang. Wilayah Karawang Bagian Tengah dalam
pelaksanaan program yang dibuat oleh pihak swasta dan pemerintah sudah sesuai
dengan program pembangunan yang dibuat dari penjabaran visi dan misi dari
bupati Kabupaten Karawang sehingga antar lembaga tersebut sudah sinergi satu
dengan yang lainnya.

4.2.3 Analisis Pembiayaan Kabupaten Karawang


Untuk mengetahui pendapatan daerah yang ada serta perbandingan antara APBD pada tahun 2011 hingga tahun 2015, maka perlu
dilakukan suatu analisis yang terdiri dari analisis kemandirian, analisis kesehatan, dan analisis keamanan sehingga dapat dilihat apakah terjadi
peningkatan atau sebaliknya terjadi penurunan terhadap perkembangan APBD tersebut.
Tabel IV.19
Klasifikasi Data Analisis APBD Kabupaten Karawang Tahun 2011-2015
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

10

URAIAN
Jumlah
Penerimaan
Daerah
Pendapatan
Asli Daerah
Bagi Hasil
Pajak & Bukan
Pajak
Sumbangan
Daerah
Jumlah
Pengeluaran
Daerah
Jumlah
Penduduk
Jumlah
Kecamatan
Jumlah PDRB
Jumlah PDRB
ADHB
Jumlah PDRB
ADHK
Pendapatan Per
kapita

2011

2012

TAHUN
2013

2014

2015

1.201.893.814.738,00

1.413.869.849.941,00

1.528.879.268.723,00

1.580.220.357.071,00

1.623.936.961.915,00

378.630.051.818,00

658.597.372.181,00

660.841.119.615,00

908.791.800.085,00

1.056.533.975.143,00

305.575.671.738,00

332.856.838.941,00

288.808.848.723,0

267.117.867.071,00

245.075.218.915,00

1.864.227.494.596,00

2.416.221.176.178,00

2.762.122.438.446,00

3.151.109.769.663,77

3.614.140.806.167,97

2.188.221

2.207.490

2.225.358

2.250.120

30

30

30

30

30

91.790.795,6

96.659.487,9

108.029.597,61

67.159.067,6

71.341.44,49

80.683.275,61

24.031.728

25.318.043

27.346.322

11

11

12

Sumber : RPJM Kabupaten Subang Tahun 2011-2015

4.2.3.1 Analisis Kemandirian


Kemandirian suatu daerah dapat dilihat dari proporsi pendapatan asli daerah yang dihasilkan terhadap pendapatan total daerah tersebut.
Dalam menghitung analisis Kabupaten Karawang menggunakan rumus pengukuran tingkat kemandirian sebagai berikut:
Tabel IV.20
Hasil Perhitungan Analisis Kemandirian
No

Analisis

Desentralisasi Fiskal

Rumus

2011

2012

2013

2014

2015

Pendapatan Asli Daerah


x 100
Total Penerimaan Daerah

31,5%

46,6%

43,2%

57,5%

65%

Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak


x 100
Total Penerimaan Daerah

25,4%

23,5%

18,9%

16,97%

15,1%

Sumbangan Daerah
x 100
Total Penerimaan Daerah

28397,92

36485,20

41373.45

46680.62

PDRB/ Penduduk
Kecamatan

1,40 %

1,46 %

1,62 %

PDRB per kapita


KFS

7,86 %

7.53 %

7.40 %

5,75%

1,99%

6,69 %

2,34 %

SKF=
2

Jumlah Pengeluaran Daerah/Jumlah Peenduduk


Jumlah Kecamatan

Kebutuhan Fiskal

IPPP=

Pengeluaran Aktual Perkapita Untuk Jasa Publik


Standar Kebutuhan Fiskal (SKF)
KFS=

Kapasitas Fiskal

KF=
4

Upaya Fiskal
ADHB

Tahun

e=

PAD
x 100
PDRB

ADHK
Sumber : Hasil Analisis Tahun 2016

2,17 %

1,05 %

Berdasarkan hasil perhitungan analisis kemandirian daerah yaitu


pada analisis desentralisasi fiskal di tahun 2015 memiliki nilai yang tinggi
yaitu 65% dimana mencerminkan bahwa Kabupaten Karawang memiliki
Pendapatan Asli Daerah yang besar dengan nilai desentralisasinya lebih
dari 1 artinya bahwa ketergantungan terhadap Pemerintah Pusat semakin
kecil. Pada pendapatan 2 disetiap tahunya memiliki lebih dari 1 dimana
setiap tahunnya mengalami penurunan. Pendapatan 2 mencerminkan
bahwa Kabupaten Karawang terdapat partisipasi pada pajak dan bukan
pajak seperti retribusi yang cukup kecil ataupun menurun pada setiap
tahunnya, dimana yang tertinggi pada tahun 2011 dengan pendapatan 2
yaitu 25,4%.
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan fiskal Kabupaten Karawang
bahwa kebutuhan pendanaan daerah untuk melaksanakan fungsi pelayanan
dasar umum sangat besar dengan nilai SKF yang besar. Kabupaten
Karawang pada setiap tahunnya nilai SKF meningkat, dimana nilai
tertinggi yaitu pada tahun 2014 sebesar 46680.62.
Berdasarkan hasil analisis Kapasitas Fiskal Kabupaten Karawang memiliki
kapasitas fiskal yang cukup tinggi dimana nilainya lebih dari 1, artinya bahwa
Kabupaten Karawang dapat dikatakan mandiri dalam pembiyaannya.

4.2.3.2 Analisis Kesehatan


Dilihat dari tingkat kesehatan, Kabupaten Karawang dan segi pembiayaan belum sehat dikarenakan perbandingan antara
pendapatan dan pengeluaran daerah tidak sebanding hal ini terjadi dari tahun 2011-2015, dimana pengeluaran lebih besar
dibandingkan dengan pendapatan sehingga terjadi deficit.
Tabel IV.21
Perbandingan Penerimaan Daerah dan pengeluaran Daerah
No

URAIAN

1
2

TAHUN
2011

2012

2013

2014

2015

Jumlah Penerimaan Daerah

1.201.893.814.738,00

1.413.869.849.941,00

1.528.879.268.723,00

1.580.220.357.071,00

1.623.936.961.915,00

Jumlah Pengeluaran Daerah

1.864.227.494.596,00

2.416.221.176.178,00

2.762.122.438.446,00

3151109769663.00

3.614.140.806.167.00

Sumber : APBD Kabupaten Karawang Tahun 2011-2015

Gambar 4.25
Grafik Perbandingan Penerimaan Daerah dan pengeluaran Daerah
4000

3614

3500

3151

3000

2762
2416

2500
Dalam Jutaan

2000

1864

1500 1201

1580 1623
1413 1528

Jumlah Penerimaan Daerah


Jumlah Pengeluaran Daerah

1000
500
0
2011 2012 2013 2014 2015
Tahun

Sumber: Hasil Analisis Tahun 2016

Berdasarkan grafik diatas maka dapat diketahui bahwa pendapatan di


Kabupaten

Karawang

setiap

tahun

mengalami

mengalami

peningkatan.

Berdasarkan grafik juga diketahui bahwa pengeluaran di Kabupaten Karawang


lebih besa dibandingkan dengan pendapatan atau penerimaanya sehingga terjadi
defisit disetiap tahunnya.
4.2.3.3 Analisis Keamanan
Dilihat dari keamanan bahwa dalam rincian pembangunan di Kabupaten
Karawang sudah dianggarkan dana cadangan untuk pembiayaan pembangunan,
sehingga dapat menghawatirkan keamanan pembiayaan apabila terjadi sesuatu
yang tidak diinginkan, seperti gempa dan bencana alam yang sewaktu-waktu bisa
terjadi.
Oleh karena itu Pemerintah daerah setempat harus memperhatikan hal
tersebut dan menyediakan atau menganggarkan dana dalam APBD untuk
cadangan bila tidak ingin terjadi kenaikan inflasi. Pada Kabupaten Karawang
tidak adanya pembentukan dana cadangan didalam APBD dari tahun 2011-2015
sehingga dikatakan APBD Kabupaten Karawang tidak aman dalam pembiayaan .
Bisa di lihat pada tabel dan grafik berikut :

Tabel IV.22
Perbandingan Pembentukan Dana Cadangan dan Penyertaan Modal
N
o
1
2

Tahun

Uraian
Pembentukan Dana
Cadangan
Penyertaan Modal
( investasi) Pemerintah
Daerah

2011

2012

2013

2014

2015

9.189.468
.953

5.000.000
.000

5.000.000
.000

6.000.000
.000

12.000.000.
000

Pemerintah Daerah
Sumber : APBD Kabupaten Karawang Tahun 2011-2015

Gambar 4.26
14000

12000

12000
10000

9189

8000
Dalam Jutaan

6000

5000 5000

6000

Pembentukan Dana
Cadangan
Penyertaan Modal
( investasi) Pemerintah
Daerah

4000
2000
0

Tahun

Grafik Perbandingan Pembentukan Dana Cadangan dan Penyertaan Modal


Pemerintah Daerah

SSumber: Hasil Analisis Tahun 2016

Sehingga dapat disimpulkan bahwa satu satu nya cara untuk


meningkatkan keamanan Kabupaten Karawang adalah pemerintah daerah
Kabupaten Karawang harus menganggarkan dana cadangan untuk menghadapi
suatu kondisi di mana suatu saat nanti bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa diprediksi,
seperti bencana alam.

4.2.3.4 Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR)


CSR (Program Corporate Social Reponsibility) adalah bentuk pertanggungjawaban
No

Nama Perusahaan

Bentuk CSR

Mekanisme Penyaluran

Bank BJB Cabang Karawang

Dana

Bank BRI Karawang

Bangunan

BPJS Ketenagakerjaan

Dana

Institut Pertanian Bogor (IPB)

Program Kerja

PT. Pertamina

Program

Renovasi Mesjid Agung


Renovasi Rutilahu di
Kecamatan Cilamaya Wetan
Beasiswa untuk siswa SD,
SLTP dan SLTA di Kabupaten
Karawang
Pembangunan pertanian
terpadu di Kecamatan
Karawang Timur
Keluarga Binaan di Kecamatan
Cilamaya Wetan

Tanggal
Penyerahan
22-Jan-16
10-Apr-15
02-Mei-15
-

perusahaan terhadap lingkungan sekitar, sederhananya bahwa setiap bentuk perusahaan


mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan lingkungan sekitarnya melalui programprogram social, yang ditekankan adalah program pendidikan dan lingkungan.
Tabel IV.23
Daftar Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Wilayah Karawang Bagian Tengah
Sumber : Hasil Analisis 2016

Gambar 4.27
Mekanisme Penyaluran Bantuan CSR (Corporate Social Resposiblity) Wilayah Karawang Bagian
Tengah
Bank BJB Cabang Karawang
Bank BRI Karawang
BPJS Ketenagakerjaan
Institut Pertanian Bogor (IPB)
PT. Pertamina

LEMBAGA PEMERINTAH

PEMERINTAH KECAMATAN

PEMERINTAH DESA

MASYARAKAT

Sumber : Hasil Analisis 2016

Dari alur diatas dapat dilihat bahwa pihak swasta maupun BUMD melakukan koordinasi
dengan pihak lembaga pemerintah baik di pusat maupun kecamatan untuk melakukan program
yang telah disusun dimana yang melaksanakannya yaitu masyarakat.Tujuannya dari program

tersebut adalah sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.Koordinasi yang dilakukan


antara pemerintah maupun pihak swasta dan BUMD sudah baik karena program yang telah
dibuat sudah dijalankan sesuai dengan rencana yang dibuat.
4.3 Potensi dan Masalah
Tabel IV.24
Potensi dan Masalah
Aspek Kebijakan, Kelembagaan, dan Pembiayaan Wilayah Karawang Bagian Tengah
No
1.

Potensi
Berdasarkan arahan kebijakan normatif dan
kondisi eksisting di Kecamatan Rawamerta,
Karawang Barat, Karawang Timur, Telagasari,
Lemahabang, Majalaya, Tirtamulya, dan Jatisari
telah sesuai dalam pengembangan fungsi dan
perkembangan kondisi eksisting dengan kriteriakriteria yang telah ditetapkan.

Masalah
Berdasarkan arahan kebijakan normatif dan
kondisi eksisting di Kecamatan Rengasdengklok
belum memiliki pusat perdagangan koleksi hasil
pertanian skala kabupaten (Pasar Beras), hal ini
tidak sesuai dengan peruntukkan Kecamatan
Rengasdengklok sebagai pusat distribusi dan
koleksi hasil pertanian, khususnya pertanian
lahan basah serta permukiman skala terbatas dan
industri yang terkait dengan produk pertanian
lahan basah
Berdasarkan RTRW Provinsi Jawa
Barat, RTRW Kabupaten Karawang,
dan Wilayah Karawang Bagian Tengah
terdapat
ketidaksesuaian
dalam
pengembangan
struktur
ruang.
Dimana pada struktur ruang Jawa
Barat Kec. Rengasdengklok dan Kec.
Cilamaya ditetapkan sebagai PKL
Pedesaan, akan tetapi pada RTRW
Kab. Karawang Kec. Rengasdengklok
dan Kec. Cilamaya ditetapkan sebagai
PKL Perkotaan.

2.

Berdasarkan RTRW Provinsi Jawa Barat,


RTRW Kabupaten Karawang, dan
Wilayah Karawang Bagian Tengah telah
sesuai
dengan
peruntukkan
baik
Kawasan Lindung ataupun Kawasan
Budidaya.

3.

Untuk sistem koordinasi kelembagaan Kabupaten


Karawang sudah cukup baik karena adanya
koordinasi antara satu lembaga dengan lembaga
lain melalui Badan Koordinasi Perangkat Daerah
(BKPD) untuk mengurangi ketidaktahuan
lembaga satu dengan yang lainnya dalam
membuat dokumen rencana dan adanya
inspektorat daerah sebagai pengawasan terhadap
program penataan ruang agar berjalan sesuai
rencana yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan fiskal


Kabupaten Karawang bahwa kebutuhan
pendanaan daerah untuk melaksanakan fungsi
pelayanan dasar umum sangat besar dengan nilai
SKF yang besar. Kabupaten Karawang pada
setiap tahunnya nilai SKF meningkat, dimana
nilai tertinggi yaitu pada tahun 2014 sebesar
46680.62.

4.

Di Kabupaten Karawang sinergritas antara


lembaga sudah cukup baik karena lembaga yang
terdapat di Kabupaten Karawang sudah memiliki
tugas pokok dan fungsi yang berbeda satu dengan

Hasil analisis Kapasitas Fiskal mengalami


peningkatan pertahunnya seperti yang terlihat
pada tabel diatas KF pada tahun 2011 sebesar
1,40% pada tahun 2012 sebesar 1,46 % dan

yang lainnya tetapi ada kekurangan yaitu rencana


yang dihasilkan belum maksimal karena Badan
Koordinasi Perangkat Daerah (BKPD) belum
berjalan dalam menyelesaikan permasalahan
penataan ruang.
5.

Berdasarkan
hasil
perhitungan
analisis
Desentralisasi Fiskal yaitu pada pendapatan 1
tahun 2015 memiliki nilai yang tinggi yaitu 65%
dimana mencerminkan bahwa Kabupaten
Karawang memiliki Pendapatan Asli Daerah
yang besar dengan nilai desentralisasinya lebih
dari 1 artinya bahwa ketergantungan terhadap
Pemerintah Pusat semakin kecil

Sumber : Hasil Analisis 2016

meningkat lagi pada tahun 2013 sebesar 1,62 %.


Berdasarkan hasil analisis Kapasitas Fiskal
Kabupaten Karawang memiliki kapasitas fiskal
yang rendah dimana nilainya lebih dari 1,
artinya bahwa Kabupaten Karawang dapat
dikatakan mandiri dalam pembiyaannya.
Berdasarkan
hasil
perhitungan
analisis
Desentralisasi Fiskal yaitu Pada pendapatan 2
disetiap tahunya memiliki lebih dari 1 dimana
setiap
tahunnya
mengalami
penurunan.
Pendapatan 2 mencerminkan bahwa Kabupaten
Karawang terdapat partisipasi pada pajak dan
bukan pajak seperti retribusi yang cukup kecil
ataupun menurun pada setiap tahunnya, dimana
yang tertinggi pada tahun 2011 dengan
pendapatan 2 yaitu 25,4%.

Gambar 4.28
Peta Potensi Aspek Kebijakan, Kelembagaan, dan Pembiayaan Wilayah Karawang Bagian Tengah

Gambar 4.29
Peta Masalah Aspek Kebijakan, Kelembagaan, dan Pembiayaan Wilayah Karawang Bagian Tengah