Anda di halaman 1dari 1

METODE PENGAWETAN LALAT DAN NYAMUK

Keberhasilan cara mengoleksi, menyimpan dan mengarsip suatu sampel dari lapang
dengan baik dan benar merupakan salah satu syarat untuk memperolehdata molekuler yang
berguna dalam studi taksonomi, filogenetik, identifikasi molekuler, populasi genetik,
diagnosis dan vaksinasi. Metode pengawetan sampel dari lapang yang tepat akan memberikan
data informasi genetik yang akurat. Cara pengawetan lalat atau nyamuk tersebut ada beberapa
cara, yaitu:
a. Senyawa Etil Alkohol (etanol 80%)
Lalat atau nyamuk yang masih dalam bentuk larva langsung disimpan ke dalam
larutan etanol 80%. Metode ini tidak mampu membunuh lalat atau nyamuk secara
langsung namun hanya memperoleh lalat atau nyamuk yang lemas. Selain itu lalat
atau nyamuk yang diawetkan juga berubah warna menjadi hitam yang akan
mengakibatkan sulitya saat identifikasi. Di sisi lain, pengawetan dengan etanol 80%
lebih mampu mempertahankan stabilitas DNA dibanding formalin.
b. Formalin 10%
Lalat atau nyamuk langsung disimpan ke dalam dalam larutan formalin 10%. Hasil
pengawetan dengan formalin 10%

diperoleh hasil yang baik untuk kepentingan

identifikasi namun tidak lebih baik dari hasil yang diawetkan dengan direndam air
panas. Pengawetan dengan formalin menjadikan jaringan rapuh sehingga tidak
dianjurkan untuk keperluan analisis molekuler. Kecuali untuk keperluan pembuatan
preparat histologik.
c. Air Panas
Lalat ataunyamuk yang akan diawetkan direndam dalam air panas selama 15 menit
kemudian di simpan dalam tabung yang berisi etanol 80% atau formalin 10%. Air
panas mampu membunuh nyamuk atau lalat sama seperti formalin. Dengan metode
ini hasinya akan lebih maksimal jika menggunakan etanol 80% karena lalat atau
nyamuk tersebut dapat dianalisis dengan cepat. Disamping itu, etanol juga harganya
murah dan mudah didapat.
Referensi:
Wardana, April. H, dkk.2003.Metode Pengawetan Larva dan Lalat Dewasa Chrysomya
bezziana (Diptera: Calliphoridae) untuk Analisis DNA Mitokondria. Bogor: Balai Penelitian
Veteriner.