Anda di halaman 1dari 2

Nama : Nurwahyuni Octafia

NIM : 1311308230721
Judul : Hubungan antara minat dan motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar
( pada mahasiswa program studi D3 Keperawatan Di Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Muhammadiyah Samarinda )

Dari penelitian terdahulu didapatkan bahwa banyak terdapat perguruan - perguruan tinggi
negeri maupun swasta, baik di tingkat propinsi maupun kabupaten, namun setelah menyelesaikan
pendidikan SMA atau SMK, seringkali siswa dihadapkan pada pilihan yang sulit untuk
menentukan harus kemana jalur pendidikan yang dipilih. Namun dengan cita cita saja belum
menjamin untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi, akan tetapi harus memiliki
kemampuan intelektual yang memadai dan didukung oleh kemampuan finansial yang memadai
pula.
Bagi para lulusan sekolah menengahh atas ( SMA ) yang mempunyai minat dan motivasi
ingin secepatnya mendapatkan pekerjaan maka pilihan yang tepat adalah melanjutkan pendidikan
ke jenjang pendidikan tinggi D3 Keperawatan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
Salah satu pendidikan jalur professional dibidang kesehatan adalah pendidikan program D3
Keperawatan yang pada Era tahun 1990 sampai 2000 peminatnya cukup besar
Animo pendaftar dapat dipengaruhi oleh beberapa factor salah satu diantaranya adalah
rendahnya minat dan motivasi untuk memilih pendidikan D3 Keperawatan mereka yang masuk
pendidikan D3 Keperawatan tersebut umumnya sangat bervariasi yaitu karena dipaksa orang tua
ikut - ikutan teman dari pada tidak sekolah, tidak diterima di perguruan tinggi negeri, ingin
secepatnya mendapatkan suatu pekerjaan dan ada pula yang memang merupakan cita citanya
sejak kecil dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan keperawatan, sekolah tinggi ilmu
kesehatan muhammadiyah samarinda program studi D3 Keperawatan mengembangkan diri
secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan professional. Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Muhammadiyah merupakan institusi pendidikan normal yang mendidik peserta didik
agar menjadi tenaga professional dibidang keperawatan atau merupakan pintu gerbang yang
mengantar seorang perawat yang nantinya siap untuk menjadi tenaga professional dalam
memasuki dunia kerja keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah merupakan

intitusi pendidikan yang mempunyai sejarah cukup panjang diantaranya mulai dari AKPER
( Akademi Keoerawatan ) MUHAMMADIYAH yaitu berdiri mulai tahun 1995 yang memiliki 2
Prodi ( Program Studi ) yaitu D3 Keperawatan dan D3 Kesehatan Lingkungan, kemudian pada
tahun 2009 konversi menjadi STIKES ( Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ) MUHAMMADIYAH
yang memiliki 4 Prodi ( Program Studi ) yaitu D3 Keperawatan dan D3 Kesehatan Lingkungan,
S1 Ilmu Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, Lalu kemudian pada tahun 2012 bertambah
lagi satu Prodi yaitu Ners. Untuk mengetahui keberhasilan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Muhammadiyah Samarinda sebagai institusi pendidikan professional maka diantaranya perlu
dilakukan penilaian prestasi akademik mahasiswa selama menempuh masa pendidikan pada
tingkat perguruan tinggi, penilaian prestasi akademik dinyatakan dengan Indeks Prestasi
Komulatif ( IPK ). Indeks Prestasi Komulatif Merupakan angka yang menunjukkan prestasi atau
kemajuan belajar mahasiswa secara komulatif mulai dari semester paling akhir yang telah
ditempuh adapan program predikat kelulusan D3 Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Muhammadiyah Samarinda ditetapkan sebagai berikut : (1.) IPK 2,00 2,75 dengan
predikat memuaskan, (2.) IPK 2,76 3,50 dengan predikat sangat memuaskan, (3.) IPK 3,51
4,00 dengan predikat pujian ( cumlaude ). Minat dan motivasi suatu hal yang sangat penting
dalam menentukan sikap seseorang untuk meraih sesuatu yang diinginkan. Apabila mahasiswa
memiliki minat dan motivasi yang tinggi untuk menjadi perawat tentunya akan didorong oleh
prestasi belajar yang giat pula tetapi kenyataanya, bila melihat fenomena sekarang, banyak
mahasiswa yang tidak begitu berminat untuk menjadi perawat oleh karena itu akan sangat
berpengaruh terhadap minat dan motivasi untuk meraih prestasi. Padaha bila melihat prospek
kedepan, seorang lulusan program studi S1 Keperawatan mempunyai prospek yang cukup
menjanjikan yaitu bisa menjadi perawat professional yang bisa diandalkan kemampuan,
keterampilan dan sikap yang professional.
Dari uraian diatas dapat dilihat apabila minat dan motivasi menjadi perawat rendah maka
keinginan belajar akan berkurang, dan bisa menurunkan prestasi belajar, sehingga menjadikan
lulusan perawat yang kurang professional. Untuk mencapai Indek Prestasi Komulatif ( IPK )
yang tinggi dengan kategori pujian maka dibutuhkan minat dan motivasi yang tinggi untuk
menjadi perawat. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengidentifikasi adanya Hubungan
minat dan motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar ( pada mahasiswa program studi S1
Keperawatan Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Samarinda )