Anda di halaman 1dari 21

Nama anggota kelompok : Gobar Hasudungan Ricko EAA 113 118

Hario Danoe Bagaskara

KATA PENGANTAR
segala puji hanya milik allah SWT yang telah melimpahkan begitu
banyak rahmatnya kepada kita sehingga dengan rahmat itu penullis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul asuransi takaful tentang suransi
kesehatan syariah .
saya pribadi yakin tanpa adanya bimbingan dari berbagai para
pihak tentu akan mendapatkan hambatan dalam penyelesaian makalah
ini oleh karena itu penulis ucapkan terima kasih atas bantuannya , dan
tentunya dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan sangat kami
harapkan kritik serta saran untuk perbaikan makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan
umumnya pembaca sebagai bahan referensi.

DAFTAR ISI
HALAMAN
SAMPUL ..................................................................................................... i
KATA
PENGANTAR...................................................................................................... ii
DAFTAR
ISI.................................................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN ..............................................................................................

A. Latar
belakang ...................................................................................................... 1
B.
Rumusan
masalah .................................................................................................. 1
BAB II
PEMBAHASAN.................................................................................................. 2
1.
pengertian asuransi kesehatan
syariah .................................................................. 2
2.
Hak dan kewajiban
asuransi kesehatan ................................................................ 5
3.
Polis asuransi
kesehatan ......................................................................................... 5
4.
Aspek kepersetaan sauransi
kesehatan .................................................................. 6
BAB III
PENUTUP ......................................................................................................... 12
Kesimpulan ...........................................................................................................1
2
DAFTARPUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Pada dasarnya penegrtian asuransi adalah : Asuransi berasal dari kata


assurantie dalam bahasa Belanda, atau assurance dalam bahasa perancis,
atau assurance/insurance dalam bahasa Inggris. Assurance berarti menanggung
sesuatu yang pasti terjadi, sedang Insurance berarti menanggung sesuatu yang
mungkin atau tidak mungkin terjadi.
Menurut sebagian ahli asuransi berasal dari bahasa Yunani,
yaitu assecurare yang berarti menyakinkan orang.
Di dalam bahasa Arab asuransi dikenal dengan istilah : at Takaful, atau at
Tadhamun yang berarti : saling menanggung. Asuransi ini disebut juga dengan
istilah at-Tamin, berasal dari kata amina, yang berarti aman, tentram, dan
tenang. Lawannya adalah al-khouf, yang berarti takut dan khawatir. ( al Fayumi,
al Misbah al Munir, hlm : 21 ) Dinamakan at Tamin, karena orang yang
melakukan transaksi ini (khususnya para peserta ) telah merasa aman dan tidak
terlalu takut terhadap bahaya yang akan menimpanya dengan adanya transaksi
ini.
Asuransi islam juga mempunyai berbagai macam jenis ,salah satu nya adalah
asuransi kesehatan yang merupakan Program Asuransi yang memberikan
manfaat pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami sakit karena resiko
penyakit atau kecelakaan.
B.

Rumusan masalah

1.

Menjelaskan aspek pengaturan dari asuransi kesehatana ?

2.

Menjelaskan hak dan kewajiban asuransi kesehatan ?

3.

Apa pengertian polis asuransi?

4.

Bagaimanakah aspek kepersetaan dari pada asuransi kesehatan?

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Pengertian Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan syariah Adalah Program Asuransi Kesehatan yang


memberikan manfaat pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami sakit
karena resiko penyakit atau kecelakaan.
Keistimewaan Ful Medicare
1.

Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Rekanan (Profider)

2.

Pembayaran Klaim yang cepat

3.

Tidak ada batasan biaya perawatan rumah sakit

4.

Penyakit yang sudah ada dijamin

5.

Bagi hasil di akhir periode kepesertaan

6.

Memberikan perlindungan selama 24 jam sehari

Manfaat/ Jaminan

Program Rawat Inap dan Pembedahan

1.

Kamar dan menginap di rumah sakit

2.

Unit Perawatan Intensif (ICU)

3.

Biaya Aneka Perawatan Rumah Sakit

4.

Biaya Pembedahan

5.

Biaya Kamar Bedah

6.

Biaya Anestesi

7.

Kunjungan dokter dirumah sakit (hanya untuk perawatan non bedah)

8.

Konsultasi dokter spesialis di rumah sakit

9.

Pengobatan sebelum dan sesudah perawatan di rumah sakit

10. Biaya ambulans


11. Perawatan Gigi Darurat akibat kecelakaan
12. Perawatan Darurat
13. Santunan Kematian
14. Operasi tanpa rawat inap

Program Rawat Inap dan Pembedahan

a.

Konsultasi dengan Dokter Umum

b.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis

c.

Obat-obatan

d.

Penunjang Diagnostik

e.

Konsultasi dengan Dokter Umum dan Obat

f.

Fisioterapi

Program Rawat Gigi

a.

Konsultasi/ Jasa Tindakan Dokter Gigi

b.

Obat-obatan

c.

Penunjang Diagnostik

d.
Tindakan medis: Cabut, Tambal, perawatan saluran akar, perawatan gusi,
perawatan karang gigi, pembedahan, penggantian gigi palsu.

Program Persalinan

a.

Persalinan Normal

b.

Persalinan dengan Operasi

c.

Keguguran

* Kacamata

1.

Lensa

2.

Frame/ Bingkai

Syarat Kepesertaan
1.
Karyawan tetap dan atau beserta keluarganya (Istri/ Suami dan Anak
Karyawan)
2.
Pada saat didaftarkan calon peserta berusia minimal 15 hari dan maksimal
55 tahun
3.
Pada saat didaftarkan tidak sedang menjalani rawat inap di rumah sakit
manapun
4.

Jumlah peserta standard minimal 25 orang karyawan

5.

Jumlah mini group, minimal 10 orang karyawan

Pengurangan Peserta
Peserta yang telah keluar tidak dapat digantikan oleh peserta baru dan tidak ada
pengembalian premi (premium refund), kecuali peserta belum pernah
menggunakan manfaatnya dan belum melewati batas masa kontraknya.
Penambahan Peserta Baru
Penambahan peserta baru pada saat masa pertanggungan sedang berjalan
hanya diperkenankan bagi karyawan baru dan keluarganya. Penambahan
peserta baru dari peserta yang sudah terdaftar, maka pemilihan paket tidak
boleh melebihi dari ketentuan paket tenaga kerja.

Prosedur Klaim
1.
Setiap klaim yang diajukan akan diselesaikan selambat-lambatnya 14
(empat belas) hari kerja sejak tanggal diterimanya berkas klaim secara lengkap
oleh bagian klaim PT Asuransi Takaful Keluarga
2.
Klaim disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan setelah tanggal perawatan
di rumah sakit
3.

Klaim yang diajukan harus dilampirkan:

Formulir Klaim

Resume medis dari dokter yang merawat

Nomor rekening peserta (untuk kemudahan pembayaran klaim)

Kuitansi dan rekapitulasi biaya perawatan yang asli serta perinciannya

Melampirkan surat kenal lahir dari RS


Surat keterangan sebab terjadinya kecelakaan dari instansi yang
berwenang (khusus bila terjadi kecelakaan lalulintas)

B.

Hak Dan Kewajiban Asuransi Kesehatan

Pasal 23 ayat 2 menjelaskan bahwa dalam hal di suatu daerah belum tersedia
fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat guna memenuhi kebutuhan medis
sejumlah peserta , badan penyelenggara jaminan sosial wajib memberikan
kompensasi .

C.

Polis Asuransi Tentang Kesehatan

Pengertian Mengenai Polis Asuransi. Ketika kita membahas tentang jasa asuransi,
tentunya tak akan luput dari yang namanya polis asuransi. Polis asuransi sangat
penting dalam bidang jasa ini, baik untuk nasabah(tertanggung) atau pihak
perusahaan asuransi(penanggung).
Polis asuransi adalah sebuah dokumen asuransi yang di dalamnya berisi
kesepakatan antara pihak ertanggung (nasabah) dengan pihak penanggung
(pihak asuransi).
Dalam kata lain, polis asuransi adalah sebuah perjanjian yang di lakukan kedua
belah pihak, yang menjelaskan bahwa pihak asuransi akan menanggung
kerugian tertentu yang di alami nasabah di masa akan datang. Polis asuransi
terkadang di sebut juga "sertifikat asuransi", "kontrak", atau "kontrak polis".
Peran polis asuransi ini sangat penting bagi ke dua belah pihak, karena
menyangkut perjanjian akan datang yang belum terjadi. Adapun poin-poin
kegunaan polis asuransi adalah sebagai berikut..
Sebagai bukti tertulis bagi kedua belah (tertanggung dan penanggung)
dalam perjanjian yang sudah disepakati.
Bagi nasabah, adanya polis berarti adanya jaminan penggantian kerugian
dari pihak asuransi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti tertera
dalam polis. Sedang bagi perusahaan asuransi, polis berarti bukti tanda terima
pembayaran premi asuransi dari nasabah.
Bagi nasabah, adanya polis berarti bukti pembayaran premi kepada
asuransi. Dengan polis itu juga, nasabah bisa menuntut pihak asuransi jika tidak
memenuhi kewajiban seperti kesepakatan dalam polis asuransi.

D.

Aspek Kepersetaan Dalam Asuransi Kesehatan

KEPESERTAAN
Undang undang no 14 tahun 1993

Bagian Pertama
Persyaratan Kepesertaan

Pasal 2

(1)
Program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Pemerintah ini, terdiri dari :

A.
Jaminan berupa uang yang meliputi :

1.
Jaminan Kecelakaan Kerja;

2.
Jaminan Kematian;

3.
Jaminan Hari Tua.

B.
Jaminan berupa pelayanan, yaitu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan.

(2)
Program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara.

(3)
Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 (sepuluh) orang atau
lebih, atau membayar upah paling sedikit Rp. 1.000.000,(satu juta rupiah)
sebulan, wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial
tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

(4)

Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) yang telah


menyelenggarakan sendiri program pemeliharaan kesehatan bagi tenaga
kerjanya dengan manfaat yang lebih baik dari Paket Jaminan Pemeliharaan
Kesehatan Dasar menurut Peraturan Pemerintah ini, tidak wajib ikut dalam
Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Badan
Penyelenggara.

(5)
Pengusaha dan tenaga kerja yang telah ikut program asuransi sosial tenaga kerja
sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah ini, melanjutkan kepesertaannya
dalam program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1).

(6)
Pengusaha yang telah ikut program jaminan sosial tenaga kerja tetap menjadi
peserta meskipun tidak memenuhi lagi persyaratan sebagaimana dimaksud
dalam ayat (3).

Pasal 3

Kepesertaan tenaga kerja harian lepas, tenaga kerja borongan dan tenaga kerja
kontrak dalam program jaminan sosial tenaga kerja diatur lebih lanjut oleh
Menteri.

Pasal 4

Dalam hal perusahaan belum ikut serta dalam program jaminan sosial tenaga
kerja pengusaha wajib memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja kepada tenaga
kerjanya sesuai dengan Peraturan Pemerintah ini.

Bagian Kedua
Tata Cara
Pendaftaran Kepesertaan

Pasal 5

(1)
Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) wajib mendaftarkan
perusahaan dan tenaga kerjanya sebagai peserta program jaminan sosial tenaga
kerja pada Badan Penyelenggara dengan mengisi formulir yang disediakan oleh
Badan Penyelenggara.

(2)
Pengusaha harus menyampaikan formulir jaminan sosial tenaga kerja
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) kepada Badan Penyelenggara selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya formulir dari Badan
Penyelenggara.

(3)
Bentuk formulir sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh Menteri.

Pasal 6

(1)
Dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak fotmulir pendaftaran dan
pembayaran iuran pertama diterima, Badan Penyelenggara menerbitkan dan
menyampaikan kepada pengusaha :

a.
Sertifikat kepesertaan untuk masing-masing perusahaan sebagai tanda
kepesertaan perusahaan;

b.
Kartu peserta untuk masing-masing tenaga kerja sebagai tanda kepesertaan
dalam program jaminan sosial tenaga kerja;

c.
Kartu Pemeliharaan Kesehatan untuk masing-masing tenaga kerja bagi yang
mengikuti program jaminan pemeliharaan kesehatan.

(2)
Pengusaha menyampaikan kepada masing-masing tenaga kerja kartu peserta
program jaminan sosial tenaga kerja dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari
sejak diterima dari Badan Penyelenggara.

(3)
Kartu peserta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b dan c berlaku
sampai dengan berakhirnya masa kepesertaan tenaga kerja yang bersangkutan
dalam program jaminan sosial tenaga kerja.

(4)
Tenaga kerja yang pindah tempat kerja dan masih menjadi peserta program
jaminan sosial tenaga kerja harus memberitahukan kepesertaannya kepada
pengusaha tempat bekerja yang baru dengan menunjukkan kartu peserta.

(5)
Bentuk sertifikat kepesertaan, kartu peserta dan kartu pemeliharaan kesehatan
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh Badari Penyelenggara.

Pasal 7

Kepesertaan perusahaan dan tenaga kerja dalam program jaminan sosial tenaga
kerja berlaku sejak pendaftaran dan pembayaran iuran pertama dilakukan oleh
pengusaha.

Pasal 8

(1)
Pengusaha wajib melaporkan kepada Badan Penyelenggara apabila terjadi
perubahan mengenai :

a.
alamat perusahaan;

b.
kepemilikan perusahaan;

c.
jenis atau bidang usaha;

d.
jumlah tenaga kerja dan keluarganya; dan

e.
besarnya upah setiap tenaga kerja.

(2)
Laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan paling lambat 7
(tujuh) hari sejak terjadinya perubahan.

(3)
Tenaga kerja peserta program jaminan sosial tenaga kerja wajib menyampaikan
daftar susunan keluarga kepada pengusaha, termasuk segala perubahannya.

(4)
Dalam hal terjadi perubahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf d,
dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari sejak laporan diterima, Badan
Penyelenggara wajib menerbitkan :

a.
Kartu peserta tenaga kerja baru, kecuali tenaga kerja yang bersangkutan telah
mempunyai kartu peserta;

b.
Kartu pemeliharaan kesehatan yang baru.

BAB IV
KEPESERTAAN

Pasal 17

Pengusaha dan tenaga kerja wajib ikut serta dalam program jaminan sosial
tenaga kerja.

Pasal 18

(1)
Pengusaha wajib memiliki daftar tenaga kerja beserta keluarganya, daftar upah
beserta perubahan-perubahan, dan daftar kecelakaan kerja di perusahaan atau
bagian perusahaan yang berdiri sendiri.

(2)
Selain kewajiban sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), pengusaha wajib
menyampaikan data ketenagakerjaan dan data perusahaan yang berhubungan
dengan penyelenggaraan program jaminan sosial tenaga kerja kepada Badan
Penyelenggara.

(3)
Apabila pengusaha dalam menyampaikan data sebagaimana dimaksud dalam
ayat (2) terbukti tidak benar, sehingga mengakibatkan ada tenaga kerja yang
tidak terdaftar sebagai peserta program jaminan sosial tenaga kerja, maka
pengusaha wajib memberikan hak-hak tenaga kerja sesuai dengan ketentuan
Undang-undang ini.

(4)
Apabila pengusaha dalam menyampaikan data sebagaimana dimaksud dalam
ayat (2) terbukti tidak benar, sehingga mengakibatkan kekurangan pembayaran
jaminan kepada tenaga kerja, maka pengusaha wajib memenuhi kekurangan
jaminan tersebut.

(5)
Apabila pengusaha dalam menyampaikan data sebagaimana dimaksud dalam
ayat (2) terbukti tidak benar, sehingga mengakibatkan kelebihan pembayaran
jaminan, maka pengusaha wajib mengembalikan kelebihan tersebut kepada
Badan Penyelenggara.

(6)
Bentuk daftar tenaga kerja, daftar upah, daftar kecelakaan kerja yang dimuat
dalam buku, dan tata cara penyampaian data ketenagakerjaan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh Menteri.

Pasal 19

(1)
Pentahapan kepesertaan program jaminan sosial tenaga kerja ditetapkan dengan
Peraturan Pemerintah.

(2)
Dalam hal perusahaan belum ikut serta dalam program jaminan sosiaI tenaga
kerja disebabkan adanya pentahapan kepesertaan sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1), maka pengusaha wajib memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja
kepada tenaga kerjanya sesuai dengan Undang-undang ini.

(3)
Tata cara pelaksanaan hak tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
ditetapkan oleh Menteri.

BAB III
PENUTUP

kesimpulan
dengan mengacu pada pembahasan di atas maka dapat di simpulkan bahwa :
asuransi kesehatan islam merupakan program Asuransi yang memberikan
manfaat pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami sakit karena resiko
penyakit atau kecelakaan.
Undang-undang no 14 tahun 1993 tentang penyelenggaraan program jaminan
sosial tenaga kerja menyebutkan bahwa :

Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan :

1.
Badan Penyelenggara adalah badan hukum yang bidang usahanya
menyelenggarakan program jaminan sosial tenaga kerja.

2.
Peserta adalah pengusaha dan tenaga kerja yang ikut serta dalam program
jaminan sosial tenaga kerja.

3.
Upah sebulan adalah upah yang sebenarnya diterima oleh tenaga kerja selama
satu bulan yang terakhir dengan ketentuan sebagai berikut :

a.
Jika upah dibayarkan secara harian, maka upah sebulan sama dengan upah
sehari dikalikan 30 (tiga puluh);

b.
Jika upah dibayarkan secara borongan atau satuan, maka upah sebulan dihitung
dari upah rata-rata 3 (tiga) bulan terakhir;

c.
Jika pekerjaan tergantung dari keadaan cuaca yang upahnya didasarkan pada
upah borongan, maka upah sebulan dihitung dari upah rata-rata 12 (dua belas)
bulan terakhir.

4.
Pelaksana Pelayanan Kesehatan adalah orang atau Badan yang ditunjuk oleh
Badan Penyelenggara untuk memberikan pelayanan kesehatan.

5.
Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan.

DAFTAR PUSTAKA

http://takaful99.blogspot.com/2009/02/asuransi-kesehatan-u-karyawan.html
peraturan pemerintah Negara republic Indonesia no 14 tahun 1993, tentang
penyelenggaraaan program jamnina sosial tenaga kerja .