Anda di halaman 1dari 41

Blog Belajar Statistik

Search

Berbagi hal-hal statistik yang berguna

HOME

SPSS

RESEARCH

RESPONSE

INTERPRETASI DATA SPSS

KRITIK DAN SARAN

PRIVACY POLICY

Mengolah Data Kuesioner dengan IBM SPSS v 20

DISCLAIMER

MEDIA SOSIAL SAYA

11:32:00 Regressions 172 comments

Banyak teman-teman lebih suka melakukan penelitian dengan instrumen


kuesioner, cman masalahnya banyak yang tidak tau cara mengolah data
nya. Langsung saja kasi tau cara-cara dan tahap-tahap dalam mengolah
data yang diperoleh melaui instrumen kuesioner. Namun sebelum saya
mulai menjelaskan caranya ada baiknya saya jelaskan mengenai data yang
akan digunakan. Data yang akan diolah berjenis data primer melalui
kuesioner dengan skala likert 1 sampai 5 (Sangat Tidak Setuju sampai
Sangat Setuju). Dalam data kali ini saya menggunakan data primer
kuesioner Audit yang terdiri dari 4 variabel yaitu Kompentensi Auditor (X1),
Independensi Auditor (X2), Integritas Auditor (X3) dan variabel Kualitas
Audit (Y)
Tahap Pertama: Setting Variabel
Sebelum melakukan regres terlebih dahulu kita meng-input semua data dari
kesioner, mulai dari Indentitas Responden sampai Jawaban Responden.
Untuk melakukan input data terlebih dahulu variabel view-nya disetting
terlebih dahulu seperti screenshoot dibawah ini:

Tekan Enter
Popular

Tags

Blog Archives

Mengolah Data Kuesioner dengan


IBM SPSS v 20
Banyak teman-teman lebih suka
melakukan penelitian dengan
instrumen kuesioner, cman
masalahnya banyak yang tidak tau cara mengolah
data n...
OLAH DATA UNTUK ANALISIS
REGRESI BERGANDA DENGAN
SOFTWARE IBMSPSS VERSI 20
lama udah gk buka2 ni blog,, pas liat
penelurusuran kata kunci rupanya
banyak juga yang pengen tau cara regres data.
oklah. sekedar berb...
Cara Melakukan Uji Beda Rata-Rata
(Independent Sample t-test) Dengan
IBM SPSS v 21
jadi gini,,dulu, duluuu banget sekitar
2 hari yang lalu. ada yang bilang klo
saya klo SPSS cman tau'a Regresi, Korelasi,
Deskriptif, N...

182533

PROFIL SAYA:
NAZAR KRUENGGEUKUEH

Semoga kehadiran saya disini


bermanfaat.
VIEW MY COMPLETE PROFILE

LAIN-LAIN

Dari Screenshot diatas terlihat bahwa dari baris pertama sampai baris
keenam diperuntukkan untuk menampung data indentitas responden mulai
dari usia sampai pendidikan dan pelatihan yang telah dikuti responden.
Data-data ini disetting dengan type Sting dan pengukuran secara ordinal
karena hanya digunakan untuk mendeskripsikan pemetaan responden
melalui frekuensi.
Sedangkan baris ke tujuh sampai dua puluh delapan diperuntukkan untuk

menampung data jawaban responden yang disimbolkan dengan Q


(Question) yang terdiri atas 22 butir pernyataan untuk 4 variabel dengan
type numeric dan pengukurannya dengan skala (scale). Dalam data yang
digunakan Q1 Q6 untuk variabel Kompentensi Auditor (X1), Q7 Q11
untuk variabel Independensi Auditor (X2), Q12 Q17 untuk variabel
Integritas Auditor (X3) dan Q18 Q22 untuk variabel Kualitas Audit (Y)
(semua angka dan huruf harus diketik sendiri). jangan lupa value labelnya
juga dibuat caranya dapat dilihatdisini
Tahap 2: Input Data
Setelah melakukan setting variabel dengan benar maka langkah selanjutnya
adalah meng-input data dengan mengklik Data View, input data tinggal
masukkan semua data dari kuesioner ke Data View seperti screenshot
dibawah ini:

Dari Screenshot terlihat bahwa responden pertama berumur 31 tahun


berjenis kelamin pria, telah berkerja selama 5 tahun, berpendidikan Sarjana
(S1) dan belum pernah mengikuti diklat. Jawaban responden ini untuk
penyataan pertama adalah tidak setuju yang disimbolkan dengan angka 2,
dan begitulah seterusnya sampai responden 34 silahkan baca sendiri.
(semua angka dan huruf diketik sendiri)
Tahap 3: Pemetaan Responden
Setelah input data selesai maka selanjutnya sudah dapat dilakukan analisa
terhadap data tersebut, maka langkah senjutnya adalah memetakan
responden, tujuannya agar diperoleh gambaran mengenai karakteristik
responden. Langkahnya Klik Menu Utama Analize Pilih Descriptive
Statistics lalu Frecuencies sperti screeenshot dibawah ini:

Maka akan muncul jendela frecuencies-nya, pada kotak dialog Frequencies


variabel umur, jenis kelamin, masa berkerja, Pendidkan terakhir dan diklat
yang merupakan indentitas responden dimasukkan dalam kotak varible(s)
dengan cara meng-klik tanda panah disamping kotak tersebut sehingga
hasilnya seperti screenshot dibawah ini:

Setelah itu klik OK (tidak perlu lagi mengatur statistis, Chart atau formatnya
tinggal mengikuti pengaturan bawaan saja). Hasilnya seperti Screenshoot
dibawah ini:

Untuk
interpretasi
data
Descriptive
Respondensecara rinci dapat dilihatdisini

Frequencies

Demografi

Tahap 4: Pemetaan Jawaban Responden


Setelah responden dipetakan, sekarang giliran jawaban responden yang
dipetakan, tujuannya adalah untuk mendeskripsikan bagaimana jawaban
yang diberikan responden. Langkah-langkahnya Klik Menu Utama Analize
Pilih Descriptive Statistics lalu Frecuencies sperti screeenshot dibawah ini:

Maka akan muncul jendela frecuencies-nya, pada kotak dialog Frequencies


variabel Q1 sampai Q22 yang merupakan jawaban responden dimasukkan
dalam kotak varible(s) dengan cara meng-klik tanda panah disamping kotak
tersebut sehingga hasilnya seperti screenshot dibawah ini:

Setelah itu klik OK (tidak perlu lagi mengatur statistis, Chart atau formatnya
tinggal mengikuti pengaturan bawaan saja). Hasilnya seperti Screenshoot
dibawah ini:

Untuk lebih jelasnya, Interpretasi data output SPSS descriptive Frequencies


Jawaban Responden dapat dilihatdisini
Tahap 5: Meng-Compute Variable
Selanjutnya Setelah Responden dan Jawaban responden dipetakan maka
sudah saatnya melakukan uji kualitas data, Uji kualitas data dalam
postingan ini menggunakan uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Untuk yang
pertama kita lakukan uji validitas. Sebelum melakukan uji validitas terlebih
dahulu konstruk-konstruk dari setiap variabel dijumlahkan terlebih dahulu
dengan cara Klik Menu Utama Transform lalu Compute Variable seperti
screenshot dibawah ini:

Dalam kotak dialog compute variable, pada target variable ketik X1 lalu klik
Type&Label Ketik nama variable yang dmadsud pada label (contoh disini :
Kompetensi Auditor) lalu Continue. Kembali pada kotak dialog compute
variable, pada kotak numeric expression-nya jumlahkan Q1 + Q2 +,,,,+ Q6
untuk variabel X1 dengan cara klik satu persatu konstruk tersebut kemudian
klik tanda panah disamping lalu klik (+) Lalu klik OK,

sampai disini kita telah berhasil mendapatkan total dari variable pertama
(dapat dilihat pada data viewnya. Untuk variabel selanjutnya juga demikian
disesuaikan dengan nama variabel dan urutan kontruknya.
Tahap 6: Menguji Kualitas Data
Setelah didapat nila total konstruk dari masing-masing variable maka telah
bisa dilakukan uji validitas (tujuan validitas untuk melihat korelasi antara
setiap konstruk dengan total konstruk). Langkah-langkahnya adalah Klik
Menu Utama Analize kemudian Correlate lalu bivariate seperti screenshoot
dibawah ini:

Lalu akan muncul kotak dialog bivariate correlations, disini kita harus
memasukkan butir-butir pertanyaan/konstruk per variabel kedalam kotak
variable(s) dan total konstruk yang telah dicompute tadi seperti screenshot
berikut:

lalu klik OK maka akan muncul hasilnya seperi berikut:

Valid tidaknya dilihat dari nilai pearson correlation yang berkorelasi positif
dan sinificant dibawah 0,05 terhadap total konstruk variable. Hal ini juga
dilakukan untuk setiap variable yang ada untuk melihat korelasi dari
konstruk setiap variable terhadap total konstruknya. Adapun cara membaca
output uji validitas ini silahkan klik ajadisini.
Setelah keempat variable telah diuji validitasnya maka, sekarang saatnya
kita lakukan uji reliabilitas (keabsahan) instrumen penelitian. Caranya Klik
Analize lalu Scale lalu Reliability Analysis, akan muncul kotak dialog
Reliability Analysis seperti screenshot berikut:

Pada Kotak Item masukkan butir-butir konstruk pervariabel (ingat! hanya


butir-butirnya saja) dengan cara klik satu per satu lalu klik tanda panah lalu
OK seperti screenshot berikut:

Ini dilakukan untuk setiap variabel. dan hasil adalah,,

Reliabel tidaknya instrumen dilihat dari nilai Cronbach Alfa yang diatas 0,60
Tahap 7: Uji Regresi
Setelah data telah diuji valid dan reliable maka dapat dilakukan Pengujian
Regresi. Pengujian regresi ini dilakukan sekalian dengan pengujian asumsi

klasik (normalitas, Multikolinierits dan Heterokedastisitas).


Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:
Mencari nilai rata-rata dari total konstruk sebagai nilai variable
Caranya Klik Menu Utama Transform lalu Compute Variable seperti
screenshot dibawah ini:

Dalam kotak dialog compute variable, pada target variable ketik X1 lalu klik
Type&Label Ketik nama variable yang dmadsud pada label (contoh disini :
Kompetensi Auditor) lalu Continue. Kembali pada kotak dialog compute
variable, pada kotak numeric expression-nya masukkan variabel X1
(Kompetensi Auditor) kemudian dibagi 6 (jumlah konstruk Lalu klik OK,
Seperti screenshot dibawah:

sampai disini kita telah berhasil mendapatkan nilai dari variable pertama
(dapat dilihat pada data viewnya. Untuk variabel selanjutnya juga demikian
disesuaikan dengan nama variabel dan jumlah kontruknya
Melakukan Regresi
Setelah nilai rata-rata diperoleh untuk setiap variabel, maka sudah dapat
dilakukan regresi dengan cara Klik Analize pada menu utama lalu
Regressions kemudian Linier, Seperti Screenshot brikut:

Maka akan muncul kotak dialog linier regressionnya. Pada kotak dialog
tersebut, pada kotak dependent masukkan variable dependent-nya (contoh
disini: Kuaitas Audit) Lalu pada kotak independent masukkan variablevariable independent-nya (contoh disini : Kompetensi Auditor, Integritas
Auditor dan Independensi Auditor). Sepert Screenshot berikut:

Melakukan Uji Asumsi Klasik


Secara teori uji asumsi klasik dilakukan sebelum Uji Regresi (karena Model
regresi harus terlebih dahulu lolos Asumsi Klasik) namun dalam prakteknya
asumsi klasik dilakukan sekaligus dalam uji regresi. adapun langkahnya
adalah Pada kotak dialog Linier Regressions klik Opsi Statistic, pada kotak
dialog Linier Regressions : Statistic centang model fit, descriptive dan
colinierity diagnostic dan kotak regression coefficient centang estimate lalu
Continue seperti screenshot berikut:

Kemudian Klik opsi Plot, maka akan muncul kotak linier regression : Plots.
Pada kolom Y masukkan *Z-PRED dan pada kolom X masukkan *S-RESID
lalu centang Histogram dan Normal Probability Plot pada kotak Standarized
Residual Plots. Lalu Countinue Seperti Screenshot berikut:

Langkah selanjutnya Klik opsi Save maka akan muncul kotak dialog Linier
Regressions: Save Kemudian centang Unstandarized pada kolom residual
lalu klik Countinue Seperti screenshot berikut:

Kemudian kita akan kembali pada kotak dialog Linier Regression, Nah
setelah semua proses tadi telah dilaukan dengan baik dan benar maka
langkah terakhir Klik OK. Maka hasil dari regresi pengolahan data kuesioner
akan terlihat seperti ini:

Selanjutnya dilihat sendiri aja,,


Semoga Bermanfaat,,:)

+3 Recommend this on Google

Reaksi:

funny (0)

interesting (0)

Newer Post

cool (0)

Home

Older Post

172 comments:
oedroid.com 25 April 2014 at 01:41
Cara mengetahui berapa jumlah jawaban A, B, C, D dan E
bagaimana ya pak? sekalian bikin graphnya....Terimakasih
Reply
Nazarullah Kruenggekueh 28 April 2014 at 07:25
Kalau jawaban kuesionernya pilihan A, B, C dan D cara deskriptif
untuk lihat berapa yang jawab A yang jawab B atau C maupun D
sama juga dengan deskriptif jawaban 1,2,3,4,5 ambel di Analize lalu
descriptive lalu Frequencies lalu masuk variabel yang berisi
jawaban A,B,C,D itu kekolom Variable's klik OK gt,,
Untuk Grafiknya bisa langsung klik di menu Grafhs lalu legacy
dialog troz pilih mana grafik yang suka troz define lalu masukkan
variabel yang pengen di buat gfiknya pada kolom panel by lalu
tentukan variabel yang jadi baris row dan colum nya lalu pada
variabel tentukan variabel pembandingnya,,lalu ok
rumit kan,,,hehe
Reply
enny charfha 16 May 2014 at 01:01
Terima kasih banyak ya Pak, sangat-sangat membantu....
Reply
Replies

Nazarullah Kruenggekueh 16 May 2014 at 07:38


sama-sama...
Reply

Chairy karim 16 May 2014 at 10:38


bg lon dri lhokseumawe, variabel y kan total dri jawaban quisioner
mandum... variabel y nyann hrus di transform sit lgee variabel
independent"
Reply
Chairy karim 16 May 2014 at 10:40
bg lon dari lhoksemawe, lon nak tanyong variabel y kan total dari
jawaban kuesioner, pu variabel y nyan harus di transfrom dan di
compute lage variabel independen sit bg"
Reply
Replies

Nazarullah Kruenggekueh 17 May 2014 at 04:48


Compute chit,,
Karena kuesioner menye perle nilai variabel, setiap konstruk
komput mandum untuk setiap variabel jih. (sama perlakuan
jih ngen variabel laen) dengan catatan pengukuran variabel
Y dengan kuesioner yang skala jih saban.
Reply

jonsa manullang 20 May 2014 at 19:39


Thx penjelasannya, sistematis, jelas, god bless you
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

21 May 2014 at 07:21

thengkiu,,
Reply

Anonymous 25 May 2014 at 20:07


terima kasih, saya lagi cari ttg info ini
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

25 May 2014 at 22:14

ur welkam..
Reply

Anonymous 27 May 2014 at 08:02


Posting ini bagus sekali... jelas sekali penjelasanx... smoga anda
mendpt rezeki melimpah atas share anda (y)
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

28 May 2014 at 01:39

aminn..thx y..
Reply

Anonymous 28 May 2014 at 05:44


Thanks atas postingnya, sangat membantu dan izin kopas ke word
ya mas untuk dipelajari lebih lanjut
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh
ok, silahkan,

28 May 2014 at 07:00

Reply

Anonymous 5 June 2014 at 10:42


trimakasih banya bro semoga dilimpahkan rezeki....
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

6 June 2014 at 00:46

thx,
amiin..makasi y sob..
Reply

Anonymous 18 June 2014 at 09:19


mau tanya, klo untuk path analysis tapi datanya kuesioner itu
gimana yah? makasih
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

18 June 2014 at 09:43

sama aja datanya, cman yg jadi patokan nilai beta klo pake
spss
Reply

indra13 24 June 2014 at 05:46


mo tanya bro, itu regresi yg dipake regresi berganda ato
sederhana?
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

4 July 2014 at 05:18

berganda
Reply

afriz_gates 17 July 2014 at 12:50


terima kasih, sangat bermanfaat postingannya..
Reply
Fara Alamri 14 August 2014 at 05:17
kalau cara isi umur dalam bentuk rentang gimana ya??
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh
atur di value labelnya

16 August 2014 at 08:42

Reply

Anonymous 28 August 2014 at 12:34


Mas, terimakasih sebelumnya. Pertanyaan saya, untuk Path
Analysis, untuk mencari Beta (Standardized Coefficient), bagian
yang diolah di "Linear Regression: Save" itu ya? Jika iya, yang di klikklik itu di bagian Influence Statistics atau Predicted Values? Kirakira apa saja yang di klik-klik?
O iya, klo pake spss v. 17 apakah sama persis?
Terimakasih banyak Mas.
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

29 August 2014 at 04:12

regres biasa aja,,klik analize-regression-linier-masukkan


variabel langsung ok (mengikuti pengaturan bawaan) keluar
juga nilai beta-nya ditabel coefficient.
pengalaman saya klo SPSS yang mw versi apa aja sama
hasilnya. cuman klo punya versi lawas pas buka output
lambatnya nauzubllah..
Dipelajari aja lagi dibuku-buku statistik biar lebih jelas..
Reply

Farel Reti 3 September 2014 at 01:09


saya kesulitan mengolah data quesioner tentang pengaruh
hubungan relation dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan
data sampling 50 orang tapi hasi akhir ga ketemu mulu...saya
harusnya pake metode apa agar hasilnya valid
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

3 September 2014 at 05:44

saya kurang jelas maksud Farel Reti tentang hasil akhir


yang gk ketemu,,mungkin yang anda maksud hasilnya tidak
seperti yang anda inginkan (maunya berpengaruh rupanya
gk) klo itu saran saya jika data sudah valid dan reliabel dan
juga sudah lolos uji asumsi klasik yaudah terima aja,,ntr cari
penelitian yang mendukung untuk argumentasi anda..
troz, mengenai metode,, pa yang dimksud metode
sampling? klo yang dimadsud metode sampling sran saya
purposive aja,,biasa itu lebih mendekati.
troz mengenai hasilnya valid,,apa yang anda maksud uji
validitas,,klo menurut saya setidaknya ada tiga hal yang
bikin data gk valid, Pertama ad kata-kata ambigu yang anda
gunakan dalam menyusun kuesioner (jdi orang salah paham
pas ngisi), Kedua, maslah sampling (kita nanyak ke orang
yang gk tepat), Ketiga, kurangnya minat responden mengisi
kuesioner (akhirnya diisi asal2an)
digugling aja lagi atou baca buku2 statistik biar bertambah
wawasannya..
Reply

Anonymous 6 September 2014 at 06:08


Mas, mau tanya kalau cara menginput dan mengolah data..
misalkan 10 perusahaan kita teliti. Contoh Laporan Keuangan
perusahaan A(2000-2003) B (2000-2003) dst .. dan yang di teliti
misalkan hubungan efisiensi operasi (x1) untuk da[atlan efisiensi
operasi ini = (NPM =EAT/sales) , Produktifitas Aktiva (x2)
(TAT=Sales/Total Asset) terhadap Rentabilitas Modal Sendiri(Y)
(ROE=EAT/Total Equity).. apa kita input pertahun lalu di regresi dan
kita input juga sales,total aset, total equity atau langsung hasil x1
x2 x3 dan y ?? Mohon Pencerahannya.. Terima Kasih
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

10 September 2014 at 06:54

gk perlu input pertahun ,,input sekalian troz.. kalau


masalah angka yang diinput saran saya coding data dulu di
excel (hitung berdasarkan rumus variabel) jd ntr inputnya
nilai variabel,,krn yang harus diperhatikan adalah variasi
data yg diinput sesuai urutan tahun,,jgn variabel x dari
tahun 2000-2003 pas y-nya dari 2003-2000,,dgn gt
prediktornya bisa dipake hasilnya..
mudah2an ngertilah..dipelajari aja lg..
Reply

Farel Reti 9 September 2014 at 00:12


thaks gan masukkanya...
ada kmungkinan jawaban ketiga (ngisi asal2an )jadi faktor karena
selain saya yang buru2 juga terkesan di aksakan jadi ngisinya
sekenanya...
BTW... Makasih buanyak..next tiem saya tanya tanya lagi...
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

10 September 2014 at 07:03

iya sama2..
Reply

Nailuredha Hermanto 3 October 2014 at 06:02


Terimakasih sebelumnya, saya ingin tanya sesuatu, data kuisioner
saya itu tidak menggunakan jenis kelamin, umur, dll, tpi hanya
dinomorkan. jdi apakah nomor itu ikut dimasukkan dalam data spss
atau tidak ?
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh
memang aturannya
labelnya dulu, pas
dengan satu (1) dan
variabel view kolom

4 October 2014 at 02:20

masukkan angka aja tapi buat value


input data laki-laki kita simbolkan
perempuan dua (2), itu bisa diatur di
value label, lebih jelasnya coba buka

alamat web ini:


http://tell-you-abouteverything.blogspot.com/2014/05/cara-membuat-valuelabel-pada-variabel.html
yang umur dll seperti itu jg.
kenapa disini saya langsung ketik jenis kelaminnya atau
umur dan lainnya tanpa melakukan seting value label,
karena biar efisien aja, kan makin panjang urusannya klo
harus seting value label lagi, lagian saya cuman perlu buat
deskriptif responden aja, gk perlu diseting juga keluar
hasilnya. saya cuman kasi tau sesuai dengan pengalaman,,
lebih jelasnya bisa dibaca di buku2 statistik
Reply

Anonymous 7 October 2014 at 08:33


kalau datanya hanya ingin mengetahui gambaran kuesioner dengan
menggunakan skala likert bagaimana ya,terus analisis nya seperti
apa
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

8 October 2014 at 08:33

klo yang anda madsud gambaran kuesioner itu distribusi


jawabannya pake deskriptif frequecies aja, ntr nampak
berapa orang jawab satu, yg jwb 2 dan sterusnya..
Reply

Anonymous 7 October 2014 at 08:36


misalnya dari 20 pertanyaan,dengan responden 20,skala yg
digunakan 0 sampai 5
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

8 October 2014 at 08:35

deskriptif aja, bisa pilih mana yang paling cocok di menu


analize
Reply

Anonymous 4 November 2014 at 01:26


mohon maaf saya mw tanya, bagaimana cara analisis chi square
dengan kuesioner skala likert?
misalnya, saya mw analisis jenis kelamin dengan moralitas
responden, nah moralitas responden itu pakai kuesioner skala likert
dimana ada 4 pertanyaan. cara analisisx gmna? thx sblumnya
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

10 November 2014 at 08:11

wah kurang ngerti saia chi square,,setau saya chi square itu

untuk uji non parametrik,,nah yang regresi ini kan uji


parametrik, jadi..ya out of context lah ceritanya..
Reply

Anonymous 6 November 2014 at 03:00


maap sebelumnya mas.,.,,.
saya mau nanya.,.,
penelitian saya tentang faktor yang mempengaruhi permintaan
produk.,.,
dimana ada 4 independent variabel dan 1 dependent variabel....
independent variabel terdiri dari 3 pertanyaan per variabel
sedangkan dependent nya terdiri dari satu pertanyaan berupa total
konsumsi responden tersebut terhadap produk (contoh berapa ibuk
mengkonsumsi mie instan perbulan?? 1 bungkus, 2, 3, 4 atau 5)
dimana skala yang dipakai linkert 5 poin....
yg saya tanyakan apa bisa metode SPSS yang mas buat di atas
dipakai untuk penelitian saya???
soalnya dependent variabelnya beda cuma satu pertanyaan atau
gimana mas???
mohon penjelasannya
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

10 November 2014 at 08:07

bisa.
kan saya udah jelasin,,yang dipake buat regres diatas nilai
rata-rata, kenapa rata-rata,, karena kebetulan variabel yang
saya gunakan di posting ini memiliki indikator yang lebih
dari satu jadi dicompute dulu, kalo variabel yang anda
gunakan indikatornya cuman satu dan pertanyaannya juga
satu ya gk usah dicari rata-rata lagi donk, lngsung aja di
regres. gak perlu khawatir beda varian klo nilai rata2 yang
digunakan.
oya sori tlat blaz, sibuk didunia nyata saia..
Reply

Ayu Lestari 17 November 2014 at 14:31


Bagus sekali ilmunya pak, sangat bermanfaat :)
maaf saya mau tanya pak,
saya sedang meneliti pengaruh sistem pengendalian internal
terhadap kinerja anggaran, yang terdiri dr 5 variabel indepenent dan
1 variabel dependent. dimana uji statistik yang digunakan untuk
menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik
Kolmogorov Smirnov. saya sudah mengikuti cara yang bapak
berikan diatas, tapi saya menemukan kendala bahwa hasilnya tidak
normal. kemudian saya juga sudah mencoba melakukan
"transformasi" data, tapi karena saya belum paham jadi saya belum
mendapatkan hasil normal, sedangkan data saya harus memenuhi
syarat normalitas karena saya akan menggunakan path analisis
untuk uji hipotesis saya.
Mohon pak bagaimana arahan dan bimbingannya mengenai kasus
saya ini.
terima kasih pak

Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

19 November 2014 at 01:30

Klo sebaran datanya gk normal biasanya ditransform ke


bentuk Ln atau Log klo gak bisa juga mungkin variasi
datanya kurang atau terlalu acak atau terlalu monoton jadi
saran dari saya ya sampelnya ditambah..
Ayu Lestari 20 November 2014 at 09:49
terima kasih pak
Reply

Yuyun Amo 17 November 2014 at 23:52


Terima kasih banyak pak atas info ilmunya saya jadi terbantu. :-)
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

19 November 2014 at 01:30

sama2
Reply

Nurul Inayah Arifin 21 November 2014 at 23:56


mantap kak (y)
Reply
ewi kristin 25 November 2014 at 03:25
Blog ya sangat membantu Pak, tapi ada yang ingin saya tanyakan,
saat ini saya sedang melakukan penelitian dengan menggunakan
skala likert. saya ingin mengukur data trsebut ke dalam spss. namun
saya bigung menentukan nilai atas indikator/pernyataan dalam
kusioner tersebut, dimana pernyataan terdiri dari 18 pernyataan
dengan jawaban responden yang berbeda. Skala Likert yang saya
gunakan adalah SS,S,KS,TS,STS. dimana skala tersebit saya kasih
nilai 5,4,3,2,1.
contoh pernyataan a; 2 org menjawab SS, 3 orang menjawab s, 1
org menjawab ks, 5 org menjawab ks, 1 org menjawab ts. begitu
pula hingga ke pernyataan 14.
bagaimaan cara mengaplikasi jawaban responden tersebut, mohon
bantuan ya Pak terimkasih
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

27 November 2014 at 09:16

Pertama2 atur value labelnya sesuai dengan kategori yang


anda sebutkan tadi. Langkahnya Klik ANALIZE DESCRIPTIVE - FRECUENCIES.
keluar kotak dialognya lalu Masukkan butir2 penyataannya
Klik OK
sbenernya udah ada saya jelasin sich,,coba dipelajari lagi.

Reply

bengkelsuryadi 1 December 2014 at 09:02


mas, bagaimana mengisi data kuesioner kedalam spss apabila
digunakan teknik analisa sem dengan second CFA?
Reply
david 10 December 2014 at 07:13
Mau nanya, kl kuesioner sya gk ada identitas responden kek umur
jenis klamin dll langsung jwaban respondennya aja gmn tuh?
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

11 December 2014 at 01:37

klo emang gk ada kan instrumentnya gk lengkap, observasi


aja karakteristik respondennya..ntr input juga biar dapat
gambarannya lewat SPSS,,
Reply

bengkelsuryadi 16 December 2014 at 22:47


mas, terimakasih buat infonya..kl ada file excel hasil kuesionernya
bisa dong dikrim ke sirup_segar@yahoo.com
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

21 December 2014 at 04:09

aduh,,maaf mas bengkel suryadi file exel hasil coding data


saya yang dulu sudah punah ilang gk tw kemana. sengaja
saya hilangkan agar tidak di plagiasi,,,hehe
Reply

BlueShadow27 19 December 2014 at 05:29


mas, saya ada kuisioner dengan pertanyaan jenis "boleh menjawab
lebih dari satu option" apakah kuisioner jenis ini bisa di masukkan
ke spss tolong jelaskan langkah setting variable dan cara
memasukkan datanya ke data view
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

21 December 2014 at 04:15

spss ini bisa digunakan untuk mengolah berbagai data,


termasuk data yang anda gunakan cuman nampak anda
harus menggunakan metode lain untuk olah data lebih dari
satu opsi. karena umumnya spss ini di pakee untuk
instrumen dengan opsi tunggal. cara inputnya ya sama aja
sich. dipelajari aja lagi
Reply

Andro Chaniago 5 January 2015 at 00:20


mas sya pke opsi ya tidak, 10 responden 10 pertanyaan. gimana
ngolahnya mas? mohon dijawab mas ,tks
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

5 January 2015 at 05:38

klo saran saya sich pake desricptive frequencies aja,, input


data harus seting value label, simbolkan ya = 1 tidak = 2,
troz klik analize - descriptive - frequencies, masukkan
semua hasil jawaban semua responden, nah ntar ketauan
berapa orang jawan ya berapa yang yang jwab tidak, troz
dominan jawabnya apa,,gt..dipelajari aja di buku statistik
biar lebih jelas..
Reply

bengkelsuryadi 11 January 2015 at 05:19


mas, tanya lagi, kalo nguji regresi, itu seharusnya pake total
jawaban kuesioner untuk variabel A saja atau total jawaban
kuesioner dibagi jml pertanyaan untuk variabel A. seperti misalnya
contoh yang mas gambarkan itu variabel X1 (total skor Kompetensi
Auditor) dibagi 6 (jumlah konstruk) gitu dulu mas,,,hatur nuhun..:)
Reply
Nazar Kruenggeukueh

11 January 2015 at 08:51

Bagusnya pake nilai rata2 (dibagi) karena kalo kita pake jumlah
total selisih variannya lebih besar dan otomatis standar errornya
lebih tinggi. lagian kan ini skla likert 1-5, jadi biar sesuai sama skala
yang kita pake nilai total itu di bagi agar range nilai variabelnya
juga antara 1-5. itu setau saya,,dipelajari aja lagi di buku statistik,,
Reply
Fadhil Fad 24 January 2015 at 17:12
terimakasih gan informasi yang sangat bermanfaat ini
Reply
garem merica 27 January 2015 at 04:30
mas , kalo misalkan kuesioner saya ada 3 aspek y1,y2,y3
masing2 y punya 4 variabel x1.1 , x1.2, x1.3 , x1.4 , x2.1 , x2.2,,,,
dst...
buat cari regresi (untuk y1 aja) itu kan variabel x nya dimasukin
semua ke independent terus y1 nya ke dependent,
nilai Y1 nya itu dikolom spss rata2 dari total X ?
terus kalo udh dpt misalkan ingin mencari regresi y1,y2,y3,y4
terhadap y keseluruhan nilai y keseluruhan itu bagaimana? apakah
ditambah jg atau rata2?
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

28 January 2015 at 05:51

wah3x..rumit amat penelitian mas garem merica


ini,,nampaknya tesis ini.
pertanyaan 1 : apakah nilai Y1 merupakan nilai rata2 dari
nilai total variabel X?
saya kira bukan, karena ini kan kuesioner, untuk setiap
variabel tentu sudah ada indikator, dari indikator2 itu anda
menyusun pernyataan2, nah setiap variabel Y yang anda
gunakan juga sudah ada indikatornya, jadi nilai variabel Y
merupakan rata-rata dari skor jawaban untuk pernyataan2
kuesioner yang anda susun untuk variabel Y.
untuk pertanyaan kedua, intinya silahkan anda
menggunakan nilai total atau rata-rata karena hasil
akhirnya sama cuma standar errornya saja yang lebih tinggi
jika nilai total, lantaran nilai variannya lebih besar..itu dari
saya,,klo dapat teori lain yang lebih mantap di share y..
oya, klo di liat2 nampaknya anda cocok menggunakan Path
Analysis dengan Amos ketimbang SPSS.
garem merica 28 January 2015 at 06:21
mas , saya mau bertanya lagi..
1) dari pertanyaan poin 2 sebelumnya kan ytotal itu dari
y1,y2,y3 dirata2 lagi, misalkan di dalam y1 ada variabel x yg
tdk valid apakah ttp dimasukan atau tidak (jd rata2 yg
validnya saja) ?
2) kalau untuk mencari faktor pengaruh, apa saja yg perlu
dilakukan
sejauh ini saya hanya gunakan validitas, reliabilitas, korelasi
pearson, regresi, dan r square..
apakah itu sudahcukup ?
3) kalau utk measure nya pakai apa ? (saran dr temen) saya
pakai ordinal, role nya input utk variabel x , dan scale
rolenya target utk var y, apakah perbedaannya?
kalo pake amos takut waktunya ga sempet soalnya masih
blm paham bgt hehe..
terimakasih banyak mas, blognya sgt membantu dlm
skrispsi saya masha Allah..
semoga dilancarkan terus rezekinya amin..
Nazar Kruenggeukueh

29 January 2015 at 05:21

1) kalo salah satu item pernyataan anda tidak valid harus


dibuang (jgn dimasukkan), karena kita tidak bisa mengolah
kuesioner yang masih ada pernyataan yang tidak valid, kalo
tidak perbaiki butir pernyataan dan terjun kembali ke
lapangan.
2) Saya pikir cukup, tinggal anda menganalisa angka2 yang
mucul.
3) tidak masalah pake pengaturan role'a apa, pake ordinal
juga gk masalah, setau saya tidak ada bedanya untuk
analysis regresi.
itu menurut saya, dipelajari aja lg..

Reply

DONNI DANIEL 27 January 2015 at 23:12


selamat siang pak. saya kan mau menganalisis tentang pengaruh
kepuasan kerja terhadap kinerja pak. itu ada 2 variabel tentang
kepuasan dan kinerja. nah yg mau saya tanyakan disini apa bisa
regresi linier sederhana dengan spss? bisa di jelaskan pak apakah
alur nya sama juga seperti yang bapa jelaskan di atas untuk
mendapatkan hubungan antara kepuasan dengan kinerja
berpengaruh signifikan atau tidak dengan regresi sederhana? lalu
batasan saya saat ini responden saya hanya sedikit (13 orang) apa
bisa pak dilakukan regresi sederhana? terima kasih
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

28 January 2015 at 06:08

Secara teknis alurnya sama dari input data sampai uji


regresi nya, tinggal anda menyesuaikan dengan jumlah
variabel independen yang anda gunakan,,hasilnya tetap
akan muncul berpengaruh apa tidak walaupun sampel anda
hanya 13..
Yang jadi masalah, jumlah sampel anda yang di bawah 32
itu tidak diperbolehkan secara teoritis..jika dipaksakan hasil
penelitian akan diragukan akibat variasi data yang
minim..dan biasanya jumlah sampel yang hanya segitu tidak
memiliki sebaran data yang normal.
Itu menurut pengalaman saya,,selebihnya dipelajari aja lagi
di buku statistik mana tau ada teori yang bisa menolong
anda..
Reply

Dhian Gowinda 10 March 2015 at 21:37


Mas mau tanya kalau untuk jawaban lebih dari satu bagaimana
mengolahnya?
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

20 March 2015 at 08:23

pake deskriptif aja,,


Reply

ary mardalina 13 March 2015 at 08:20


Assalamu'alaikum... Mas mau tanya untuk uji deskriptif dan chi
square apabila ada jawabannya a.Ya b.Tidak. Kemudian pertanyaan
selanjutnya jawabannya a.1x b.2xc.3x. bagaimna cara uji deskriptif
dan chi square nya... Terima kasih
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

20 March 2015 at 08:24

waduhh,,panjang itu ceritanya,,gk muat klo dijelaskan


lewat sini,,
ntr aja klo ada waktu saya posting caranya yang lengkap..
Reply

nurfitria inayati 18 March 2015 at 22:10


minimal data yang dapat diolah berapa ya? adakah dasar teorinya?
sy ingin mengolah data kuesioner, tp populasinya hanya 21.
Bagaimana cara mengolahnya? terima kasih
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

20 March 2015 at 08:36

intinya gini,,semakin banyak/besar smpel semakin


represntatif, dan sebenarnya jumlah sampel ideal itu
tergantung jenis penelitian,,klo untuk deskriptif minimal
10% dr populasi,,klo untuk penelitian kausal/perbandingan
itu minimal 30,,klo eksperimental minimal 15..
jdi perjelas dulu jenis penelitian anda apa,,
kemudian, kenapa harus ada minimal 30, ini terkait dengan
generalisasi hasil penelitian, karena sampel untuk
kebanyakan penelitian kausal itu tidak bisa di kontrol
dengan ketat,,jadi kita harus ambil sambil sebanyak
mungkin untuk hasil yang representatif, dan disini
kebanyakan ahli menyebutkan diatas 30 (Gay dan Diehl
(1992))
Reply

fadry iand 28 March 2015 at 00:08


lagak, (y) sangat bermanfaat :) terimakasih bang beuh (y) :)
Reply
Replies

fadry iand 28 March 2015 at 01:29


izin copas bg beuh :)
Nazar Kruenggeukueh

28 March 2015 at 22:34

Beuh,
Nazar Kruenggeukueh

28 March 2015 at 22:37

Beuh,
Reply

Rima Tri Astuti 3 April 2015 at 05:39


Mas kenapa saya saat analisis korelas nggak muncul data nya yaa?
penelitian saya kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan
PBB

Terima kasih
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

3 April 2015 at 20:33

Cobak periksa datanya,,pa ada yg mising.


Klo gk cobak diliat seting spssnya mungkin ada yg udh
diubah,, krn bisa krn bermacam2 sebab
Reply

aikawa faith 29 April 2015 at 02:48


Nice Info.. Jangan Lupa Kunjungi Blog
http://jasapembuatanskripsimurahsurabaya.blogspot.com
Reply
Haris 23 May 2015 at 00:27
Mas mau tanya kalo misal regresi pake regresi logistik apa langkahlangkahnya juga sama? trimakasih
Reply
amat afdhy 1 June 2015 at 07:15
makasih bang
Reply
Kajian Kelompok Khusus A 3 June 2015 at 02:18
Mas saya lagi meneliti tentang sikap mahasiswa terhadap perilaku
agresif dan saya masih bingung dengan analisisnya,kalau saya mau
tau bagaimana cara menetahui yang jawab skala 1-4 dapa bhtir
pertanyaan itu bmana yah,saya masih pusing,mohon bimbingannya
Reply
Nazar Kruenggeukueh

3 June 2015 at 08:55

kalo yang kamu madsud bunyi dari pernyataan dari kuesioner maka
agar di output juga muncul dalam kalimat yang jadi bunyi dri
pernyataan ketik aja dilabelnya setiap pernyataan. bis tu deskriptve
frequencies kan aja..
kalo yang kamu madsud cuman ingin tau berapa yang jawab 1, 2, 3
ato 4 dekriptif frequencies kan saja.
Dipelajari aja di buku statistik
Reply
Kajian Kelompok Khusus A 4 June 2015 at 03:48
Gitu ya mas,saya gak usah uji validitaskan, soalnya saya bingung
dan saya lakukan uji validitas, ternyata ada minus brarti itu gak
valid yah mas,tapi kalo cuma buat itu saya cuma descriptive
frequencies aja yah,,kalo mau mencari mean median bagaimana ya
mas hehe
Reply

Nazar Kruenggeukueh

4 June 2015 at 09:02

Jika cuma ingin liat sebaran jawabn gk perlu validitas krn gk ada
ditotalkan. Klo uji reliabilitas mungkin perlu diprtimbangkan.
Untuk liat mean dan rata2 dekriptif troz statistik
Reply
Kajian Kelompok Khusus A 4 June 2015 at 15:54
Mas satu kali lagi,kalo mau mengetahui misalnya berapa orang
yang memilih sangat setuju,setuju,kurang setuju dan tidak setuju itu
gimana ya mas,tks sebelumnya
Reply
Nazar Kruenggeukueh

5 June 2015 at 01:43

Deskriptif Frekuencies juga, masukkan jawaban2 di input sesuai


yang saya jelasin diatas
Reply
hamzani sandat 14 June 2015 at 18:13
pak utuk uji korelasi
dan uji hipotesis gimana caranya pak
Reply
Nazar Kruenggeukueh

15 June 2015 at 07:44

wah ini jenis penelitiannya gmn dulu ini.


klo cuma mau liat berkorelasi apa gk, di menu Analize klik correlate
lalu bivariete masukkan variabel yang ingin dilihat korelasinya
berkorelasi apa gk bisa dilihat dari sig. dibawah 0,05.
Reply
Ayumi Hideira 16 June 2015 at 22:15
Permisi mas,
saya punya variabel Y=produktivitas cengkeh. X1=volume pupuk
urea, X2= volume pupuk KCl, X3= volume pupuk TSP, X4= Tenaga
kerja,
X5=Pengalaman,
X6=umur,
X7=pestisida,
X8=bibit,
X9=tanggungan kel. X10=tingkat pend. saya perlu melihat
hubungan secara bersama2 dan secara terpisah.
Masalahnya krn petani cuma memakai 1 jenis pupuk maka klau X1
terisi maka X2 dan X3 itu kosong.
Jika sy uji regresi dgn memasukkan semua variabel X1 - X10 ke Y,
maka koef regresi setiap pupuk (X1,X2,X3) hasilnya negatif tapi
kalau saya uji terpisah, X1 ke Y hasil koefisiennya bernilai positif,
X3 ke Y hasil koef.nya bernilai positif dan cuma X2 yg koef.x
bernilai negatif.
kalau seperti ini bagaimana? mohon pendapatnya.
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

22 June 2015 at 22:41

itu ibarat anda meneliti sesuatu yang tidak ada dilapangan.


jika petani tidak menggunakan variabel2 pupuk yang anda
rencanakan maka otomatis variabel anda gugur. biasanya
sebelum kita membuat proposal terlebih dahulu kita survey

ke lapangan liat kondisi realnya. variabel apa aja yang ada.


jika tidak ada ya gk bsa diteliti.
intinya gunakan variabel yang ada aja. x2 an x3 di hapus
aja. itu dari saya,,lebih jelas dipeljari aja lagi.
Reply

Laila Qadrini 18 June 2015 at 09:22


Terima kasih sangat bermanfaat
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

22 June 2015 at 22:41

sama-sama
Reply

aldyforester 27 June 2015 at 14:07


Terima kasih, sangat detail dan cepat dipahami.
Oya boleh gak tulisannya diedit khususnya screenshot yang tidak
terlihat diatas agar diganti, biar semua screenshot bisa terbaca dgn
jelas. Karena ada beberapa gambar diatas yang tdk bisa dibuka.
Mksh
Reply
Replies

aldyforester 27 June 2015 at 14:13


Maaf ternyata sudah muncul semua. Mungkin pengaruh
koneksi internet sy yg tdk stabil. Sorry ya.
Semoga blognya banyak pengunjungnya. :)
Reply

Mawaddah Anwar 27 June 2015 at 18:17


mas, mohon bantuannya
kenapa ya data view di program spss 19 saya gak bisa diisi
muncul tanda Tanya terus
makasi tanggapannya
Reply
din waikabu 29 June 2015 at 05:37
terimakasi .....
Reply
din waikabu 29 June 2015 at 05:51
terimakasi .....
Reply
M.Yusuf sofiyawan 5 July 2015 at 08:07

kalau ada nilai pertanyaan yang ga diisi trus saya kasih nilai 0
berpengaruh ga ya
sebelumnya terimakasih kk
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

6 July 2015 at 05:37

Jika salah satu butir pernyataan tdk diisi berarti pengisian


kuesioner tdk.lengkap, saran saya jgn dipake. Kuesioner jika
menggunakan.skla sudah ada kisaran jawaban teoritis,
menganti yg tidak dijawab dgn nilai.0 akan mendistorsi
hasil penelitian.
Itu menurut saya, selebihnya dipelajari aja.lg..
M.Yusuf sofiyawan 8 July 2015 at 21:21
distorsi hasil penelitian mksudnya gmna ya k.hehe
Nazar Kruenggeukueh

8 July 2015 at 21:59

Hasil penelitian menjadi tidak lagi objecktif, karena


menyalahi jawaban teoritis
Reply

M.Yusuf sofiyawan 5 July 2015 at 08:13


variabel yang saya gunakan cuma 2 jadi pemberian variabelnya
gma ya,antara x1,x2,x3,y
Reply
Edi Kurniawan 7 July 2015 at 18:24
Terimakasih, blog nya sangat bermanfaat sekali.ijin copas ke world
ya mas.
Saya lagi ada penelitian dengan menggunakan 4 variabel
independent (X1,X2,X3,X4), 1 variabel dependent (Y), dan 1 variabel
intervening (Z). Untuk populasi nya terdapat 106 orang dan sample
diambil dari seluruh orang yang ada di populasi. teknik
pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh/sensus. TeKnik
pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya
menggunakan skala likert ganjil dengan 5 alternatif jawaban (SS, S,
RR, TS, STS). Instrumen penelitian menggunakan uji validitas
(bivariate pearson) dan uji reliabilitas (cronbach's alpha). Teknik
analisis menggunakan teknik analisis data deskriptif dan analisis
statistik inferensial (menggunakan analisis jalur). analisis jalur di
cari menggunakan analisis regresi dan korelasi ganda linier. Uji
statistik dilakukan uji t (parsial), uji f (anova), koefisien jalur total,
dan uji asumsi klasik (1. uji normalitas menggunakan statistik non
paramentrik one sample kolmogrov-Smirnov Test. 2. uji
multikolinieritas dengan melihat TOL dan VIF. 3. uji
heteroskedastisitas).
Mas, bagaimana cara menganalisis statistik inferensial
menggunakan analisis jalur dengan program SPSS? (analisis jalur
nya dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi ganda linier).
mohon pencerahannya mas.

Terima Kasih.
salam kenal.
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

8 July 2015 at 01:38

path analysis dengan spss patokannya nilai beta di kolom


unstandarized coeficient. nah seterusnya ada perhitungan
tertentu yang telalu panjang saya jelaskan..dipelajari aja
lagi
Edi Kurniawan 8 July 2015 at 23:08
terimakasih sebelumnya mas. 1 pertanyaan lagi mas.
mas, saya baca-baca pada uji validitas (bivariate pearson)
bahwa ada yang menyatakan :
Jika r hitung r tabel (uji 2 arah dengan signifikansi 0,05)
maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi
signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid). begitu pula
sebaliknya.
dan ada yang menyatakan:
). Apabila nilai signifikansi yang diperoleh kurang atau sama
dengan 0,05 ( 0,05), berarti signifikan, maka dapat
disimpulkan instrumen penelitian (pernyataan kuisioner)
yang digunakan dinyatakan valid.
Itu yang bener yang mana ya mas? perbedaannya dimana?
padahal secara rumus itu sama.
terima kasih

Nazar Kruenggeukueh

8 July 2015 at 23:49

Boleh polih salah satu, klo pake patokan r tabel product


moment indikator r hitung, klo pake signifikansi patokannya
harus dibawah 0.05
Reply

Silvia Febrianto 23 July 2015 at 02:56


terima kasih atas infonya, sangat bermanfaat. saya mau tanya,
penelitian saya pny 3 variabel: var X, va Y1, dan var Y2,
menggunakan analisis regresi sederhana. yang mau saya tanyakan:
- dlm kuesionernya, tiap var ada byk pertanyaan (lbh dr 1 indikator),
gimana cara menjadikan satu pertanyaan" var tsb agar bisa
diregres? saya lihat comment" diatas ada yg serupa tapi saya masih
kurang paham
*note: var X ada 21 pertanyaan, var Y1 ada 10 pertanyaan, dan var
Y2 ada 4 pertanyaan
- menurut anda apa metode analisis saya salah? kalo iya, metode
apa yg sebaiknya saya pakai dan bagaimana?
terima kasih banyak..
Reply

Replies

Nazar Kruenggeukueh

23 July 2015 at 05:54

Untuk menggabungkan beberapa indikator dlm satu


pertanyaan ya harus menggunakan pertanyaan yg bersifat
umum yg harus include semua indikator. Tapi
kelemahannya akan memberikan jawabanyang bias dr
responden. Saya lebih menyarankan di compute aja ntr di
spss, ketimbang memaksakan 1 pertanyaan untuk 1
variabel.
Untuk masalah pilihan metode analisis secara umum anda
harus pastikan itu sesuai dengan judul dan fenomena yang
diangkat. Jika ingin melihat pengaruh x ke y bisa pake linier
sederhana, klo ingin lihat hubungan beruntun bisa pake
analisis path.
Itu menurut saya, dpelajari ajalg..
Reply

Wasyafar1@gmail.com Wasyafar 31 July 2015 at 01:53


kiban menyo regresi linear berganda hasil betanya negatif
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

31 July 2015 at 02:14

Koefisien madsud droekeuh nyoe..


Berarti pengaruh jih negatif.
Reply

D.F.Sukamto 7 August 2015 at 16:20


Nice post and sangat bermanfaat buat saya yg lagi dikejar deadline
bikin thesis.. ada link artikel untuk mengintepretasikan hasil olahan
data yg dimakssud di atas gak ya ? saya udah mengolahnya tapi ada
beberapa item yg saya kurang paham bagaimana membacanya.
terima kasih
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

8 August 2015 at 07:55

terima kasih atas komennya pak. untuk interpretasi hasil


sebenernya udah lama saya pengen tulis..cuman karena
kesibukan jadi gk sempat deh..cuma sempat balas2
komentar.
Bapak bisa cari aja di gugel, tidak sulit dipahami karena
sudah ada standar bakunya.
Reply

AGUNG BUDIAWAN 2 September 2015 at 10:02


sumpah akhirnya nemu kesalahan saya.. karna saya otodidak..
setelah baca post ini jdi bener.. mantapppppppppppp
Reply

alfani maftuhatun 2 September 2015 at 21:46


ikutan mau bertanya, saya sedang mengerjakan skripsi, judul saya
sih cuma 1 variabel X dan 1 variabel Y, yang saya bingung untuk
variabel x pengumpulan data menggunakan kuesioner dan variabel
Y menggunakan perhitungan rasio karena berhubungan dengan
nilai piutang. apa spss dapat digunakan untuk dua data tersebut lalu
bagaimana penerapannya??
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

10 October 2015 at 07:20

menurut saya gk bisa di pake, karena akan timbul beda


varian yang tinggi, coba dikonsultasikan lag dengan
pembimbing
Reply

Iwan Efendy 6 September 2015 at 08:58


mas, mau tanya. gimana caranya kalau data yang saya punya bisa
berdistribusi normal (kalau di uji sudah valid dan reliabel) tapi
sudah nyampe uji normalitas hasilnya sig nya < dari 0,05...
normalitas saya pakai kosmolgorof smirnov....
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

10 October 2015 at 07:21

ditranformasi ke bentuk lain, bisa Ln, log, akar kuadrat dll


Reply

gilang luthfi bahari 7 September 2015 at 08:09


Mas saya mau tanya nih. Misalkan semua prosedur sudah dilakukan.
Kemudian untuk mengetahui tingkat kualitas auditnya itu
bagaimana? Maksudnya apakah kualitas rendah, sedang, atau
tinggi?? Maklum masih awam hehe
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

10 October 2015 at 07:22

i am sori, gagal paham saya.


Reply

ikikikik 7 September 2015 at 08:46


permisi mas saya mau tanya tentang uji asumsi klasiknya nih,
soalnya penjelasannya kurang lengkap untuk mengetahui apakah
data kita telah lolos uji asumsi klasik.
pada bagian mengisi kotak linier regresion disitu diperlihatkan
kalau ZPRED dipasangkan dengan Y dan SRESD dipasangkan
dengan Xnya, nah yang mau saya tanyakan apakah itu tidak terbalik

ya? karena setelah melihat output SPSSnya Kemungkinan data


diatas tidak akan lolos uji asumsi klasik. alasan saya mengatakan
seperti karena melihat nilai signifikansi F dan t yang melebihi 0.05.
terima kasih mas sebelumnya dan mohon pencerahannya.
NB: kalo bisa penjelasan pengolahan datanya yg lengkap sampe
selesai dong mas..nanggung bangutt soalnya..hehehe
Regards
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

10 October 2015 at 07:24

setau saya pasangannya udah benar, signifikansi tabel t


atau f tidak bisa dijadikan tolok ukur normalitas, ada data
yang normal tapi hasilnya tidak berpengaruh dan juga
sebaliknya.
Reply

vixionline 11 September 2015 at 09:20


Gan, bagaimana kalo kasus seperti ini:
Q1-Q22 itu anggaplah jenis makanan tradisional yg ada di sebuah
daerah,
ada 34 responden,
var 1 : tidak pernah makan
var 2 : sangat jarang makan
var 3 : kadang-kadang makan
var 4 : sering makan
var 5 : sangat sering/selalu makan
Pertanyaan :
1. Bagaimanakah untuk menentukan makanan mana yang sering
dimakan?
2. Bagaimanakan untuk menentukan makanan mana yang jarang
dimakan?
Mohon bimbingannya gan .. :)
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

10 October 2015 at 07:26

ada fitur descriptive frequencies di spss, mungkin itu bisa


anda gunakan.
Reply

salman dipo samudro 28 September 2015 at 17:28


kalo boleh, minta data file yang buat contoh pengujian diatas, agar
pemula seperti saya bisa lebih tau salahnya ketika ada yang tidak
sama dengan tahapan tutorial di atas. Terima kasih *agus salman*
ds.nusantoro@gmail.com
Reply

Replies

Nazar Kruenggeukueh

10 October 2015 at 07:27

waduh,,kalo masalah data bukannya saya pelit y, tapi ada


rahasia besar yang harus saya jaga.
Reply

Ulfa Khairunisa 6 October 2015 at 15:31


Mas saya lagi melakukan penelitian dengan 2 variabel independen,
2 variabel moderasi dan 1 variabel dependen. dengan 100
responden dan 29 pertanyaan. Pilihan jawabannya YES - NO. itu
enaknya pake apa ya mas? terimakasih banyak sebelumnya. Semoga
kebaikan Mas dibalas Allah SWT Amin.
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

10 October 2015 at 07:30

bisa pake regres juga, pilihan jawaban hanya 2 gk masalah


dengan 100 smpel, buat aja valuenya 1 untuk yes dan 0
untuk no. selebihnya sama.
supaya lebih jelas dipelajari aja di buku statistik
Reply

Iffa NF 12 October 2015 at 22:33


Assalamu'alaikum mas, mau nanya
Saya lagi olah data, penelitian saya tentang analisis preferensi,
menggunakan regresi logistik
dari 11 variabel, ada 4 variabel yang berasal dari skala likert
var1 ada 7 pertanyaan likert
var2 ada 5 pertanyaan likert
var3 ada 6 pertanyaan likert
var4 ada 8 pertanyaan likert
saya liat penelitian orang2, ada yg variabel likert nya masuk ke
regresi logistiknya, ada juga yg enggak
terus saya tanya dosen saya, dosen saya bilang : "hasil likert kamu
indeks apa skor ? coba pelajari kalo indeks atau skor tidak boleh dilog atau di-ln"
nah saya bingung.. ngga ngerti. gimana ya mas ?
Reply
Eko Marwanto 20 October 2015 at 10:09
Sangat bermanfaat. Cuma intrepretasi datanya sendiri
bang...hehe...selebihnya sangat bermanfaat untuk pemula seperti
saya.
Reply
Yadi Mulyadisr 11 November 2015 at 08:03
Thank mr.nazar please email me ....yadimulyadisr@gmail.com sy
mau belajar bagi yg plasdisknya yak thanks......
Reply

aikawa faith 30 November 2015 at 23:09


Makasih sangat bermanfaat
Reply
Raby Yagami 14 December 2015 at 16:39
terimakasih. sangat membantu sekali. saya menemukan blog ini
ketika bingung melanda. cerahlah jadinya.. hehe
Reply
sewa laptop-lcd 12 January 2016 at 19:34
Nice
Post
Jangan
Lupa
http://skripsisurabaya.blogspot.com/

Kunjungi

Blog

Saya

Reply
Brenda Monica 26 January 2016 at 20:39
Makasih yaa !!! Post an nya berguna banget. Dari yang ga ngerti
jadi ngerti :)
Reply
thats mine 1 February 2016 at 05:59
Selamat malam pak. mohon bantuannya
saya memiliki 5 variabel bebas dan 1 variabel terikat. saya
menggunakan skala likert. nah masing2 variabel itu saya membuat
pertanyaan yang berbeda-beda jumlahnya. misal X1 ada 4
pertanyaan, X2 ada 6 pertanyaan dst
yang saya tanyakan : untuk transformasi analisis regresi berganda
kan dengan cara menjumlahkan masing2 pertanyaan untuk masing2
variabel, misal:
X1 untuk responden 1 memiliki 4 pertanyaan, kemudian dijumlah.
Untuk responden 2 juga dijumlah, begitu seterusnya
apakah perbedaan jumlah item pertanyaan untuk masing2 variabel
ini berpengaruh pak terhadap hasil regresi?
bagaimana kalo menggunakan mean?
apakah ada teori yang didasarkan pada buku/jurnal yg menjelaskan
bahwa cara menghitungnya menggunakan total masing2 variabel?
terima kasih banyak pak mohon bantuannya
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

1 February 2016 at 06:16

berpengaruh terhadap hasil iya, karena akan berbeda nilai


koefisien dan standr errornya akibat berbedaan desimal
angka dalam hasil compute data. namun hal itu tidak
mempengaruhi hasil akhir untuk generalisasi hasil
penelitian saudara. biasanya gitu.
Dalam pembahasan yang saya posting ini kayaknya saya
pake nilai mean deh. karena akan lebih kecil koefisien n
standar errornya.
kalo ditanya teori n jurnal ada banyak yang melakukan
dengan nilai rata-rata (mean) dan juga ada juga yang pake
nilai total disearch aja di internet banyak itu. saya data

dileptop udah malas buka soalnya..


itu dri saya, di konsultasikan lagi dengan pembimbing atao
dipelajari aja dibuku statistik.
thats mine 8 February 2016 at 08:22
terima kasih banyak untuk penjelasannya.
tapi disini saya masih bingung untuk pemilihan penggunaan
mean atau total pak. apakah masing2 memiliki kelebihan
dan kekurangan??
maaf sebelumnya pak, saya sudah mencari jurnal dan teori
yang membahas mengenai penggunaan mean atau total
tetapi saya belum menemukannya. apakah bapak ada
refrensi? maaf sebelumnya mungkin saya kurang mencari
lebih banyak lagi.
Reply

retno yustika 3 February 2016 at 05:55


Makasih mas, blognya bermanfaat sekali
Saya mau tanya mas, saya punya data angket, angket tsb memiliki 7
aspek, setiap aspek memiliki jumlah item yg berbeda2, nah data
tsb,mo di analisis dr deskriptive ny sampe regresi, yg msih saya
bingung begini: aspek nya ada 7 (a-g), aspek a punya 5 item, item b
punya 10, aspek c punya 2 item dst. Dan haruskah saya rata2 kan
ato di jumlahkan utk mndapatkan poin lngsung per-aspeknya
sehingga lgsung bisa saya analisis ke spss, mengingat kalo saya
jumlahkan it malah agak timpang di aspek c (karena aspek ini punya
2 item saya namun responny bagus didominasi oleh option 3 4 5),
terima kasih , mhon bantuannya mas :)
Reply
Deuis Purmawanti 6 February 2016 at 19:39
Mas saya mau tanya dong, saya kan penelitian tentang pengaruh
pengetahuan dan sikap terhadap perilaku merokok, nah yg
pengetahuan saya pkek gutman yang sikap saya pkek likert 1-4, yg
perilaku jg pkek gutman.. Saya bingung lihat contoh skripsi kakak
tingkat soalnya yg likert jg jg penilaiannya 1 sama 0. Saya bingung
kok bisa gitu ? Mohon bimbingannya
Reply
ANDREAS L. GAOL 13 February 2016 at 21:07
terima kasih atas informasinya.
sangat bermanfaat, disaat di youtube dll hanya sedikit informasi
agar menggunakan jasa mrk.
Reply
devina ayudia 26 February 2016 at 17:20
pak mau tanya spss 19 punya saya data view nya muncul tanda
tanya semua, itu bagaiman aya?
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

28 February 2016 at 08:11

itu programnya aja yang belum baca data, di tungggu aja.


klo
gk
muncul
juga
coba
direfresh
dulu
komputernya..banyak virus mungkin hehe
Reply

tria ningsih 27 February 2016 at 21:49


tolong referensi buku tentang pengolahan data kuesionernya dong
makasih
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

28 February 2016 at 08:17

saya banyak ambil pedoman dari buku pak Imam Ghazali


"Analisis Multivariate Dengan Program SPSS"dan Singgih
Santoso "Statistik Parametrik Konsep dan Aplikasi dengan
SPSS"
Reply

fitri tobing 28 February 2016 at 16:53


pak, saya menggunakan skala interval. bagaimana cara
mengolahnya di spss pak? apa sama dgn mengolah data skala likert
pak? tolong dibantu pak
terimakasih sebelumnya..
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

28 February 2016 at 23:38

sebenarnya skala likert itu cuma sebutan lain aja untuk


skala interval, jadi sama. cara mengolahnya sama seperti
dalam posting ini
Reply

Arman Ag 2 March 2016 at 10:25


Assalamualaikum aduen,
Jika regresi yang digunakan bukan linear berganda, tetapi regresi
logistik, bagaimana caranya bg?
teurimong geunaseh
Reply
Replies

Nazar Kruenggeukueh

5 March 2016 at 07:29

regresi logistic itu biasanya untuk variabel dummy yang


valuenya diatur o dan 1. jadi di spss setelah analize regression pilih binarylogistic lheunyan lagee biasa
Reply

Himawari 11 March 2016 at 23:15


assalamualaikum,
maaf saya mau tanya,data yang bpak contohkan itu ordinal bukan?
mengapa tidak ada transformasi data dulukah ke interval?
terimakasih
Reply
Himawari 11 March 2016 at 23:16
assalamualaikum,
maaf saya mau tanya,data yang bpak contohkan itu ordinal bukan?
mengapa tidak ada transformasi data dulukah ke interval?
terimakasih :)
Reply
susan 21 March 2016 at 09:22
Assalamu'alaikum. Maaf pak mau nanya (masih belajar nih) pada
tahap ke - 7 .. x1 nya kenapa dbagi 6 ya ... apa disesuaikan dengan
hasil di reliability statistic (N of Item). Saya saya hasilnya di sana
31.. apa dibagi 1 juga. thanks pak
Reply
Jen Salafian 23 March 2016 at 23:49
THAAAANKS Iam Really happy
Reply
Vivi 26 March 2016 at 02:48
Halo, pak. Perkenalkan saya Vivi.
Saat ini saya sedang melakukan penelitian yang mana saya ingin
menguji hubungan sebab akibat antara perspektif pada balanced
scorecard dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner digunakan
untuk mengetahui persepsi karyawan & pelanggan.
Bagaimana cara saya menguji adanya hubungan sebab akibat antara
perspektif A, B, & C (data diambil dari persepsi karyawan), terhadap
perspektif pelanggan)? Mohon bantuannya.
Terimakasih :)
Reply
Susisuryani Susi 6 April 2016 at 21:25
assalamualaikum pak.. kalau mau membuat hubungan antara data
nominal dan data angket gimana caranya ya?
Reply
Nurul Ulfah 7 April 2016 at 05:36
gan.. kalo misalnya variabelnya x,y,z setelah melakukan uji validitas
dan reliabilitas, apakah harus melakukan uji regresi juga? atau lebih
baiknya uji analisis path? mohon penjelasannya gan..
Reply
Nurul Ulfah 7 April 2016 at 05:38

This comment has been removed by the author.

Reply
Nurul Ulfah 7 April 2016 at 05:39
assalamualaikum admin.. kalo misalnya variabelnya x,y,z setelah
melakukan uji validitas dan reliabilitas, apakah harus melakukan uji
regresi juga? atau lebih baiknya uji analisis path? mohon
penjelasannya admin..
Reply
Lintang Restu Gumilang 21 April 2016 at 08:25
Halo Pak saya Lintang
saat ini saya sedang melakukan penelitian mengenai pengaruh tarif
dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen, dengan
menggunakan kuesioner. saya kurang paham bagaimana tahaptahap untuk mengolah data tersebut apakah dengan uji validitas
(korelasi product moment), reliabilitas (cronbach alfa, uji hipotesis,
dan analisis regresi berganda. apakah analisis regresi berganda
dapat digunakan untuk menganalisis pengaruh selain digunakan
untuk peramalan. mohon pencerahaanya, terima kasih sebelumnya
Reply
Putu Ifo Yuda Wisastra 28 April 2016 at 11:51

This comment has been removed by the author.


Reply
Idrus Buamona 18 May 2016 at 11:06
kalo mau tau besar sumbagan indikator x (misal ada 5) terhadap Y,
gmna caranya
Reply
Is Met 24 May 2016 at 21:41

This comment has been removed by the author.


Reply
Andre Halim 27 May 2016 at 06:42
kalau mau uji analisis ANOVA bagaimana ya?
Reply
Afifah Fawziyah 31 May 2016 at 01:06
pak kok hasil frekuensi saya totalnya jadi 34 ya, padahal
respondennya atau datanya hanya ada 30. itu bagaimana ya pak?
terimakasih sebelumnya
Reply
Ayu Futri Batara 20 June 2016 at 17:41
maaf sebelumnya. aplikasi IBM ini bisa di download atau tidak ya
pak ?
terus cara membaca hasil datanya gimana pak. misal saya
mengambil data kepuasan pelangan. nah bisa dikatan puas atau
tidak bagaimana caranya ?

Reply
Lis Mufidah 20 June 2016 at 19:48
Permisi bapak saya mau nanya..
kalau cara menghitung data yang sering dipakai antara laki-laki dan
perempuan bagaimana?
Reply
Lis Mufidah 20 June 2016 at 19:51
responden saya 50 orang, 25 laki-laki dan 25 perempuan.. nah, saya
ingin menentukan kategori Complaint strategy yang mana yg sering
di pakai oleh dua gender tersebut. complain strategy sndiri memiliki
8 kategori.
Reply
Dandhy_akbar 21 June 2016 at 16:18
terima kasih sangat membantu semoga banyak amal jariyah nya yg
anda dapatkan
Reply
ibnu susanto 29 June 2016 at 15:58
saya mau tanya bang. kan di kuesionernya ada pernyataan positif
dengan nilai (SS=4. S=3. TS=2. STS=1) dan negatif dengan nilai
(SS=1. S=2. TS=3. STS=4). itu di valuenya kaya gimana?
Reply
Junaedi Widjojo 29 June 2016 at 23:14
Bang, kalau boleh bisa tolong dijelaskan persyaratan untuk
melakukan uji asumsi klasik dong
Misalnya uji autokorelasi, kenapa tidak dilakukan untuk data seperti
ini?
Reply

Enter your comment...

Comment as:

Publish

Hanisullah Rusdy (Google)

Preview

Link ke posting ini


Create a Link

Sign out

Notify me

Copyright 2016 Blog Belajar Statistik | Powered by Blogger


Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com | NewBloggerThemes.com