Anda di halaman 1dari 7

PENYAKIT MARASMUS

AKIBAT KEKURANGAN PROTEIN


Oleh :
DWI WAHYUNINGSIH
Mahasiswi jurusan kimia
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
ABSTRAK
Protein merupakan biomolekul yang paling melimpah di dalam sel. Sekitar 50% dari
berat kering tubuh makhluk hidup adalah protein. Protein adalah instrumen yang
mengekspresikan informasi genetik. Ribuan protein yang beraneka ragam dengan berbagai
macam fungsi tersebut hanya disusun oleh 20 jenis asam amino dengan berbagai deret yang
berbeda. Dengan fungsi yang penting bagi tubuh kekurangan protein dapat menimbulkan
penyakit salah satunya yaitu marasmus. Marasmus adalah salah satu bentuk mall nutrisi paling
sering ditemui pada balita. Penyebabnya antara lain karena masukkan makanan yang sangat
kurang, infeksi, pembawaan lahir, prematuritas, penyakit pada masa neonatus serta kesehatan
lingkungan memiliki satu atau lebih tanda defenisi protein dan kalori.
Kata kunci : protein, marasmus.
ABSTRACT
Proteins are the most abundant biomolecules in the cell . Approximately 50 % of the dry
weight of the living body is protein . Protein is an instrument that expresses the genetic
information .Thousands of diverse proteins with various functions is simply composed by 20
types of amino acids with a variety of different series . With the function of important protein
deficiency can cause diseases one of which is marasmus. Marasmus is one of the most
common nutritional mall in infants. The reason is partly due to enter the food is lacking ,
infection , innate , prematurity , illness in the newborn period as well as environmental health
have one or more signs of the definition of protein and calories .
Keyword : proteins, marasmus
PENDAHULUAN
Kekurangan kalori protein merupakan salah satu masalah gizi masyarakat yang utama di
Indonesia. Saat ini, penyakit masyarakat yang berhubungan dengan kekurangan gizi terutama
kekurangan protein adalah marasmus yang belakangan ini sering terjadi. Marasmus biasanya
terjadi pada balita dan anak-anak. Marasmus tidak boleh dianggap sebagai masalah yang
sepele, karena penyakit ini dapat beresiko kematian. Marasmus berasal dari kata marasmos
(bahasa jerman) yang berarti sekarat. Mal nutrisi jenis ini biasanya biasanya berupa
kelambatan pertumbuhan, hilangnya lemak di bawah kulit, mengecilnya otot, menurunnya
selera makan dan keterbelakangan mental.
Penyakit ini biasanya menyerang masyarakat kurang mampu atau masyarakat sosial ekonomi
rendah. Hal ini dapat dipahami karena marasmus sering berhubungan dengan keadaan
kepadatan penduduk dan kehegenisan yang kurang di daerah perkotaan yang sedang

membangun dan serta terjadinya krisis ekonomi di Indonesia. Kurangnya pengetahuan


masyarakat tentang penyakit Marasmus dan cara mengatasinya juga melatar belakangi
terjadinya penyakit Marasmus ini.
Marasmus adalah bentuk malnutrisi kalori protein yang terutama akibat kekurangan kalori
yang berat dan kronis terutama terjadi selama tahun pertama kehidupan dan mengurusnya
lemak bawah kulit dan otot dan sering terjadi di daerah dengan makanan tidak cukup atau
higiene kurang . Marasmus dapat terjadi pada segala umur, akan tetapi yang sering dijumpai
pada bayi yang tidak mendapat cukup ASI dan tidak diberi makanan penggantinya atau sering
diserang diare. Marasmus juga dapat terjadi akibat berbagai penyakit lain seperti infeksi,
kelainan bawaan saluran pencernaan atau jantung, malabsorpsi, gangguan metabolik, penyakit
ginjal menahun dan juga gangguan pada saraf pusat.
Dalam keadaan kekurangan makanan, tubuh selalu berusaha untuk mempertahankan hidup
dengan memenuhi kebutuhan pokok atau energi. Kemampuan tubuh untuk mempergunakan
karbohidrat, protein dan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan
kehidupan, karbohidrat (glukosa) dapat dipakai oleh seluruh jaringan tubuh sebagai bahan
bakar, sayangnya kemampuan tubuh untuk menyimpan karbohidrat sangat sedikit, sehingga
setelah 25 jam sudah dapat terjadi kekurangan. Akibatnya katabolisme protein terjadi setelah
beberapa jam dengan menghasilkan asam amino yang segera diubah jadi karbohidrat di hepar
dan ginjal. Selam puasa jaringan lemak dipecah menjadi asam lemak, gliserol dan keton
bodies. Otot dapat mempergunakan asam lemak dan keton bodies sebagai sumber energi kalau
kekurangan makanan ini berjalan menahun.
Keadaan ini memerlukan diet yang berisi jumlah cukup protein yang kualitas biologiknya
baik. Diit tinggi kalori, protein, mineral dan vitamin. Pemberian terapi cairan dan
elektrolit.Penatalaksanaan segera setiap masalah akut seperti masalah diare berat.
Pengkajian riwayat status sosial ekonomi, kaji riwayat pola makan, pengkajian antropometri,
kaji manifestasi klinis, monitor hasil laboratorium, timbang berat badan, kaji tanda-tanda
vital.Penanganan KKP berat Secara garis besar, penanganan KKP berat dikelompokkan
menjadi pengobatan awal dan rehabilitasi. Pengobatan awal ditujukan untuk mengatasi
keadaan yang mengancam jiwa, sementara fase rehabilitasi diarahkan untuk memulihkan
keadaan gizi.
TUJUAN
1.
Mengetahui tentang penyakit marasmus sebagai penyakit akibat kekurangan protein.
2.
Mengetahui ciri-ciri, penyebab, pencegahan dan penangan terhadap penyakit
marasmus.
METODE
Metode yang digunakan dalam menulis artikel ini adalah dengan cara je;ajah literatru dari
berbagai referensi. Dalam artikel ini membahas tentang penyakit marasmus
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil jelajah literatur dapat diketahui bahwa Marasmus adalah bentuk malnutrisi di
mana jumlah protein dan kalori yang dikonsumsi tidak mencukupi kebutuhan tubuh, sehingga

terjadi defisit energi dalam tubuh. Marasmus dapat menyebabkan hilangnya jaringan lemak,
otot, dan jaringan lain dalam tubuh . Malnutrisi terjadi ketika tubuh Anda tidak mendapatkan
cukup protein dan karbohidrat. Marasmus merupakan salah satu bentuk yang paling serius
dari malnutrisi protein-energi (PEM) yang terjadi di dunia. Marasmus paling sering terjadi
pada anak-anak di negara berkembang, seperti Afrika, Amerika selatan, dan Asia Selatan, di
mana kemiskinan, persediaan makanan yang tidak memadai dan air yang terkontaminasi lazim
terjadi. Air yang terkontaminasi dapat mengandung bakter atau parasit lain, yang akan masuk
ke tubuh kita ketika kita meminumnya.
1. ciri-ciri penyakit marasmus
o Perubahan psikis , anak menjadi cengeng, cerewet walaupun mendapat minum Bayi akan
merasa lapar.
o Pertumbuhan berkurang atau terhenti
o Berat badan anak menurun, jaringan subkutan menghilang ( turgor jelek dan kulit keriput
o Perut membuncit
o Kadang-kadang terdapat edem ringan pada tungkai
o Ujung tangan dan kaki terasa dingin dan tampak sianosis
o Wajahnya tampak menua (old man/monkey face).
o Atrofi jaringan, otot lemah terasa kendor/lembek ini dapat dilihat pada paha dan pantat
bayi yang seharusnya kuat dan kenyal dan tebal.
o Oedema (bengkak) tidak terjadi.
o Warna rambut tidak berubah
2. penyebab penyakit marasmus
Masukan makanan yang kurang. Marasmus terjadi akibat masukan kalori yang sedikit,
pemberian makanan yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan akibat dari ketidaktahuan
orang tua si anak; misalnya pemakaian secara luas susu kaleng yang terlalu encer.
Infeksi. Infeksi yang berat dan lama menyebabkan marasmus, terutama infeksi enteral
misalnya infantil gastroenteritis bronkhopneumonia, pielonephritis dan sifilis kongenital.
Kelainan struktur bawaan
Misalnya: penyakit jantung bawaan, penyakit Hirschprung, deformitas palatum,palatoschizis,
micrognathia, stenosis pilorus, hiatus hernia, hidrosefalus,cystic fibrosis pancreas.
Prematuritas dan penyakit pada masa neonates Pada keadaan-keadaan tersebut pemberian
ASI kurang.
3. upaya pencegahan penyakit
v Primordial prevention penyakit marasmus
Pencegahan primordial disini yaitu memberikan peraturan yang tegas kepada penderita
marasmu untuk mencegah munculnya factor resiko. Seperti memberikan pendidikan kepada
para ibu-ibu yang memiliki bayi, balita untuk di cukupkan asupan gizinya untuk menghindari
malnutrisi dalam hal ini marasmus.
v Primary prevention
Pencegahan primer meliputi segala kegiatan yang dapat menghentikan kejadian penyakit atau
gangguan sebelum penyakit marasmus itu terjadi. Promosi kesehatan, pendidikan kesehatan,
dan perlindungan kesehatan adalah tiga aspek utama di dalam pencegahan primer. Perubahan

v Secondary prevention
Pada tahap pencegahan ini, penderita marasmu mestinya di berikan perhatian lebih untuk
mempertahankan tubuh dan stamina serta imunitasnya. Sehingga penderita dapat bertahan
samapi kepada tahap pemulihan.
v Tertiary prevention
Sedangkan pada tahap ini, pencegahan dilakukan untuk mencegah jangan sampai bayi atau
balita yang menderita penyakit marasmus mengalami cacat dan bertambah parahnya penyakit
serta kematian. Pencegahan ini dapat berupa menjaga sanitasi lingkungan serta sanitasi makan
untuk menghindari resiko munculnya penyakit lain.
4.
pengobatan penyakit marasmus
1.Atasi/cegah hipoglikemia
2. Atasi/cegah hipotermia
3. Atasi/cegah dehidrasi
4. Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit
5. Obati/cegah infeksi
6. Mulai pemberian makanan
7. Fasilitasi tumbuh-kejar (catch up growth)
8. Koreksi defisiensi nutrien mikro
9. Lakukan stimulasi sensorik dan dukungan emosi/mental
10. Siapkan dan rencanakan tindak lanjut setelah sembuh.
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT
v Primordial prevention penyakit marasmus
Pencegahan primordial disini yaitu memberikan peraturan yang tegas kepada penderita
marasmu untuk mencegah munculnya factor resiko. Seperti memberikan pendidikan kepada
para ibu-ibu yang memiliki bayi, balita untuk di cukupkan asupan gizinya untuk menghindari
malnutrisi dalam hal ini marasmus.
v Primary prevention
Pencegahan primer meliputi segala kegiatan yang dapat menghentikan kejadian penyakit atau
gangguan sebelum penyakit marasmus itu terjadi. Promosi kesehatan, pendidikan kesehatan,
dan perlindungan kesehatan adalah tiga aspek utama di dalam pencegahan primer. Perubahan
gaya hidup, penyuluhan kesehatan masyarakat, skrining kesehatan, pendidikan kesehatan
adalah di sekolah, kegiatan kesehatan perawatan pranatal yang baik, pilihan perilaku hidup
yang baik, gizi yang cukup, kondisi keamanan dan kesehatan di rumah, sekolah atau tempat
kerja, semuanya termasuk dalam aktivitas pencegahan primer. Langkah-langkah dan kegiatan
pokok di dalam kesehatan masyarakat seperti sanitasi, pengendalian infeksi, imunisasi,
pelindungan makanan, susu dan sumber air, pengamanan lingkungan dan perlindungan
terhadap bahaya dan kecelakaan kerja merupakan pencegahan yang amat cukup. Hygiene
perorangan(penderita marasmus) dan langkah-langkah kesehatan masyarakat memiliki

dampak yang besar terhadap epidemi penyakit menular. Imunisasi, pengendaian infeksi
(misal, cuci tangan), penyimpangan makanan dalam lemari pendingin, pengumpulan sampah,
pengelolaan limbah padat dan cair, perlakuan dan perlindungan persediaan iar, dan sanitasi
umum telah menurunkan ancaman penyakit infeksius di masyarakat. Penyakit kronis, gaya
hidup, dan perilaku manusia saat ini merupakan faktor kontribusi utama penyebab kematian di
Amerika Serikat dan negara industri negara lain.masalah kesehatan mental dan emosi, serta
masalah kesehatan lingkungan. Langkah-langkah pencegahan di tingkat dasar saat ini harus
diorientasi pada pengaturan perilaku dan gaya hidup serta mengubah pola pendapatan
ekonomi untuk mencegah terejadinya busung lapar dan mal nutrisi/marasmus. Aktivitas dasar
kesehatan masyarakat seperti promosi dan pencegahan tidak boleh diabaikan, dilalaikan, atau
dikurangi. Jika kegiatan tersebut tidak dipertahankan pada tingkat yang tinggi, penyakit
menular dapat kembali menjadi penyebab utama penderitaan, penyakit, dan kematian. Dengan
tetap memelihara kegiatan kesehatan masyarakat, upaya di tingkat pencegahan primer harus di
fokuskan pada perubahan perilaku individu dan perlindungan lingkungan. Dengan demikian,
di masa mendatang, fokus terhadap pengobatan dan perawatan kesehatan yang di berikan
dokter akan berkurang dan harus digantikan dengan upaya pencegahan primer termasuk
dukungan ekonomi yang cukup untuk kegiatan dan program pencegahan.
v Secondary prevention
Pada tahap pencegahan ini, penderita marasmu mestinya di berikan perhatian lebih untuk
mempertahankan tubuh dan stamina serta imunitasnya. Sehingga penderita dapat bertahan
samapi kepada tahap pemulihan.
v Tertiary prevention
Sedangkan pada tahap ini, pencegahan dilakukan untuk mencegah jangan sampai bayi atau
balita yang menderita penyakit marasmus mengalami cacat dan bertambah parahnya penyakit
serta kematian. Pencegahan ini dapat berupa menjaga sanitasi lingkungan serta sanitasi makan
untuk menghindari resiko munculnya penyakit lain.
5. faktor agent penyakit

Factor biologi berdasa pada causa mutlak,causa esensial,causa suffusion yaitu


Perubahan pada sistem hematologic yang dapat menyebabkan penyakit lain antaralain anemia,
leucopenia, trombotopenia, pembentuan akantosit, serta hipoplasia sel-sel sumsum tulang
yang berkaitan dengan transformasi substansi dasar, tempat nekrosis sering terlihat. Derajat
kelainan ini bergantung pada berat serta lamanya kekurangan energy berlangsung nutrisi.

Factor fisik yaitu dapat berupa cacat bawaan, kulit tua menjadi agak ketuaan.


Factor kimia yaitu ketika bayi atau balita mendapatkan perawatan medic, balita akan
tergantung dengan obat-obat yang telah di konsumsi yang mengakibatkan system imunnta
terhadap obat tertentu tidak lagi baik.

Factor social yaitu Perubahan gaya hidup, penyuluhan kesehatan masyarakat, skrining
kesehatan, pendidikan kesehatan adalah di sekolah, kegiatan kesehatan perawatan pranatal
yang baik, pilihan perilaku hidup yang baik, gizi yang cukup, kondisi keamanan dan
kesehatan di rumah, sekolah atau tempat kerja, semuanya termasuk dalam aktivitas
pencegahan primer. Langkah-langkah dan kegiatan pokok di dalam kesehatan masyarakat
seperti sanitasi, pengendalian infeksi, imunisasi, pelindungan makanan, susu dan sumber air,
pengamanan lingkungan dan perlindungan terhadap bahaya dan kecelakaan kerja merupakan
pencegahan yang amat cukup.

KESIMPULAN
1. Marasmus adalah bentuk malnutrisi di mana jumlah protein dan kalori yang dikonsumsi
tidak mencukupi kebutuhan tubuh, sehingga terjadi defisit energi dalam tubuh. Marasmus
dapat menyebabkan hilangnya jaringan lemak, otot, dan jaringan lain dalam tubuh . Malnutrisi
terjadi ketika tubuh Anda tidak mendapatkan cukup protein dan karbohidrat. Marasmus
merupakan salah satu bentuk yang paling serius dari malnutrisi protein-energi (PEM) yang
terjadi di dunia
2. Penyebab utama marasmus adalah kurang kalori protein yang dapat terjadi karena : diet
yang tidak cukup, kebiasaan makan yang tidak tepat seperti yang hubungan dengan orangtuaanak terganggu,karena kelainan metabolik, atau malformasi kongenital
3. Pencegahan terhadap marasmus ditujukan pada penyebab dan memerlukan pelayanan
kesehatan dan penyuluhan yang baik. Pengobatan marasmus ialah pemberian diet, tinggi
kalori dan tinggi protein, dan penatalaksanaan di rumah sakit dibagi atas tahap awal, tahap
penyesuaian, dan rehabilitasi.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
September

2008. http://hsilkma.blogspot.co.id/2008/03/marasmus.html.
2015)

(diakses

29

Anonim. 2014. http://sehat.link/marasmus-definisi-gejala-faktor-risiko-pencegahan.info.


(diakses 29 September 2015)
Anonim. 2015.https://en.wikipedia.org/wiki/Marasmus. (diakses 29 September 2015)
Chan,Kunoichi.2013http://kunoichichan65.blogspot.co.id/2013/09/marasmus.html. (diakses
29 September 2015)
Mamank, herman. 2013. http://herman-mamank.blogspot.co.id/2013/02/makala-penyakitmarasmus.html (diakses 29 September 2015)