Anda di halaman 1dari 3

Pencegahan HIV/aids

1. mengecek status HIV


2. menggunakan alat kontrasepsi (kondom)
3. membatasi jumlah pasangan
4. selalu gunakan jarum suntik steril dan tidak berbagi alat-alat medis
5. mencegah transmisi HIV dr ibu ke anak dengan mengonsumsi obat untuk HIV
selama kehamilan dan menyusui

Pengobatan HIV/aids
Tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan HIV/aids, tapi terdapat beberapa
jenis obat yang dpaat digunakan secara kombinasi untuk menontrol virus. Tiap
kelas obat anti HIV memblok virus melalui beberapa cara. Yang terbaik adalah
dengan mengombinasikan sekurang-kurangnya tiga obat dari dua kelas untuk
menghindari terjadinya resistensi virus HIV terhadap obat tunggal.
Kelas obat-obatan anti HIV antara lain:
a.

Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs)

NNRTIs memblok protein yang diperlukan oleh HIV untuk membuat


kopian atas dirinya sendiri. Sebagai contoh adalah efavirens, etravirin
dan nevirapin
b. Nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs)
NRTIs menggagalkan pembentukan susunan protein untuk
membentuk kopian dari virus HIV. Contohnya abacavir, kombinasi dari
emtricitabin-tenofovir, fosamprenavir, dan kombinasi lamivudin
zidovudin
c. Protease inhibitor
PI memblok protease, protein lain yang digunakan virus HIV untuk
membuat kopian dirinya sendiri. Contohnya atanazavir, darunavr,
fosamprenavir, dan indinavir

d. inhibitor masuknya virus atau penggabungan virus ke sel CD4.


Contohnya enfuvirtid dan maraviroc
e. penghambat integrase
obat obat kelas ini memblok protein integrase yang digunakan HIV
untuk memasukkan materi genetiknya ke sel CD4

dapus : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hivaids/basics/treatment/con-20013732

pencegahan tifus
1. menghindari serangga yang menjadi vektor penyebaran
2. menjaga kebersihan individu
3. mengontrol populasi hewan pengerat (karena rodensia diketahui membawa
serangga)
4. menghindari bepergian ke wilayah di mana kejadian tifus tinggi, atau ke
wilayah yang resiko terjadinya tifus tinggi karena kurang sanitasi
5. mengonsumsi kemoprofilaksis dengan doksisiklin sebagai pencegahan bila
terpaksa pergi ke wilayah yang sanitasinya kurang atau sangat berpotensi
terjangkit tifus
6. gunakan anti serangga, serta pakaian yang tertutup dan melindungi tubuh jika
bepergian ke wilayah yang memiliki tingkat kejadian tifus tinggi

Pengobatan tifus
Antibiotik yang biasa digunakan antara lain
1. doksisiklin (direkomendasikan)
2. kloramfenikol (pilihan bagi yang tidak hamil dan menyusui)
3. ciprofloksasin (bagi yang tidak dapat mengonsumsi doksisiklin)

Dapus

http://www.healthline.com/health/typhus#Diagnosis4

Mekanisme DB
Interaksi virus antibodi membantu replikasi virus dengan terjadinya infeksi sel.
Antibodi menempel dengan permukaan luar virus, kemudian memberikan sinyal
kepada makrofag. Saat makrofag merespon terhadap sinyal dari antibodi dan
tiba di tempat virus, makrifag menelan virus. Namun, yang terjadi adalah virus
mengambil alih makrofag dan memerbanyak diri di dalam makrofag (bukannya
dihancurkan oleh makrofag). Kemudian virus dibawa ke seluruh tubuh melalui
transportasi makrofag. Reaksi fisik yang dipicu dengan adanya mekanisme ini
yaitu timbulnya demam, shock, kejang serta kematian

Dapus

http://www.tarakharper.com/v_dengue.htm