Anda di halaman 1dari 2

PENANGANAN PASIEN GAWAT

DARURAT
No.Dokumen
SOP No. Revisi
TanggalTerbit
Halaman
PUSKESMAS
TIBAWA

:
:0
:
: 1-2
Dr.Nurhijjah Pakaja
Nip:19781111 200701 2 010

TandaTangan :

Pengertian

Penanganan Pasien Gawat Darurat adalah suatu tindakan pertolongan yang

Tujuan

cepat dan tepat pada pasien untuk mencegah kematian maupun kecacatan
Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk melakukan penanganan

Kebijakan

pasien gawat darurat


3.1 Surat
Keputusan

Kepala

UPTD.

Puskesmas

Tibawa

Nomor Tentang Manajemen Resiko


3.2 Surat

Keputusan

Kepala

UPTD.

Nomor..

Puskesmas
Tentang

Tibawa

Penyusunan

Rencana Layanan Medis dan Terpadu


3.3 Surat

Keputusan

Kepala

UPTD.

Puskesmas

Tibawa

Nomor. TentangPenanganan Pasien


Referensi
Prosedur

Gawat Darurat
Pedoman Pelayanan Gawat Darurat, 1995
5.1.
Petugas menerima pasien langsung di ruang tindakan
5.2.
Petugas menempatkan pasien pada tempat yang disediakan
5.3.
Petugas mengidentifikasi masalah kesehatan pasien
5.4.
Petugas mempersiapkan alat alat yang dibutuhkan untuk
melakukan pemeriksaan dan tindakan sesuai dengan kebutuhan pasien
Petugas menilai kesadaran pasien dengan GCS
Petugas memeriksa pernafasan pasien dan melakukan tindakan

5.5.
5.6.

bantuan nafas bila terjadi sumbatan jalan nafas


Petugas memeriksa peredaran darah dan melakukan tindakan

5.7.

untuk menghentikan perdarahan bila terjadi perdarahan


5.8.
Petugas memasang infus bila terdapat tanda tanda kekurangan
cairan/ dehidrasi
5.9.
Petugas melakukan imobilisasi bila terjadi fraktur
5.10.
Petugas melakukan Resusitasi Jantung Paru bila terjadi henti
jantung
5.11.
Petugas memastikan kondisi pasien stabil
1|Penanganan pasien gawat darurat

5.12.
5.13.

Petugas memberikan terapi


Petugas melakukan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan

lanjutan bila diperlukan


5.14.
Petugas mendokumentasikan kegiatan di dalam rekam medis
Unit Terkait

pasien.
6.1. Poli Umum
6.2. Puskesmas Pembantu

7. Rekaman historis
perubahan.

No

Yang dirubah

Isi Perubahan

Tgl. Mulai
diberlakukan.

2|Penanganan pasien gawat darurat