Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

MENGUKUR KADAR KLOROFIL PADA DAUN

Disusun oleh :
Fithriani Valentina (12030244218)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
2014
BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Tumbuhan yang ada di dunia ini sangat beraneka ragam. Perbedaan

tersebut meliputi bentuk, ukuran maupun warna. Perbedaan bentuk maupun


ukuran dapat diamati secara keseluruhan satu tanaman, sedangkan untuk
perbedaan warna tampak jelas pada warna bunga atau pada warna daunnya.
Warna pada organ tanaman berbeda-beda disebabkan oleh kandungan
pigmennya. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut
klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil
terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang
akan digunakan dalam fotosintesis. Ada yang berwarna jingga berarti memiliki
pigmen karotein, memiliki pigmen xantofil (kuning), pigmen klorofil a (hijau
biru), klorofil b (hijau kuning), dan pigmen antosianin (merah). Misalnya saja
suatu daun berwarna hijau, berarti dia memiliki pigmen klorofil yang peka
terhadap cahaya yang terdapat dalam sel khusus atau di dalam kloroplas. Akan
tetapi, suatu tanaman dapat memiliki lebih dari satu pigmen. Hal tersebut tampak
pada daun yang memiliki lebih dari satu warna, misalnya pada tanaman Soka.
Pada waktu daunnya masih muda, maka akan tampak warna hijau muda, namun
setelah daun tua maka nampak berwarna hijau tua. Namun, pada umumnya daun
memiliki pigmen klorofil karena sebagian besar daun tumbuhan melakukan
fotosintesis untuk kebutuhan hidupnya sendiri. Dan organ yang hanya memiliki
pigmen klorofil yang dapat melakukan fotosintesis.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal tersebut di atas maka
diadakanlah suatu praktikum dengan menggunakan beberapa macam warna daun
dengan umur yang berbeda pula (muda, setengah tua, dan tua).
I.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka dapat diambil sebuah rumusan masalah
yaitu :
Bagaimana pengaruh umur daun (muda, setengah tua, dan tua) terhadap
kadar klorofil yang dimiliki dari suatu tanaman?
I.3 Tujuan

Tujuan dari Praktikum ini yaitu :


Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh umur daun terhadap kadar klorofil dari
suatu tumbuhan.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut


klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil
terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang
akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan
yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi
dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang
mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan
melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil,
tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya
dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya
penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan (Salisbury,
1995).
Klorofil sebagaimana dikenal pada umumnya berperan dalam proses
fotosintesis. Dalam proses ini, ada tiga fungsi utama dari klorofil yaitu dengan
memanfaatkan energi matahari, memicu fiksasi CO2 menjadi karbohidrat dan
menyediakan dasar energetik bagi ekosistem secara keseluruhan. Kekuatan mesin
fotosintetik ini luar biasa hebat, produk yang dihasilkannya mampu memberikan
manfaat yang besar bagi kehidupan manusia (Soewardiati, 1991).
Makin pekat suatu larutan zat yang berwarna, makin banyak menyerap
cahaya, sehingga kelihatan makin gelap, adanya hubungan antara penyerapan
cahaya dengan konsentrasi larutan, merupakan prinsip dasar dari kegunaan
spektofotometer. Konsentrasi suatu larutan zat berwarna dapat pula diketahui
dengan mudah, berdasarkan harga absorbansinya (OD = Optical Density), karena
konsentrasi berhubungan secara linear dengan OD. Selain itu, dengan
menggunakan spektofotometer spektronik 21 D dapat pula tebaca langsung
konsentrasi suatu larutan yang diukur (Soewardiati, 1991).
Sumber energi dari semua makhluk hidup adalah matahari. Radiasi
matahari yang sampai ke bumi ini hanya sebagian kecil saja dari spektrum
elektromagnit. Panjang gelombang cahaya matahari yang sampai di permukaan
bumi meliputi 310 hingga 2300 nm. Panjang gelombang 225 nm (ultraviolet) juga
diradiasi oleh matahari, tetapi ini adalah foton yang sangat tinggi energinya
yang berbahaya bagi banyak kehidupan, terhalang oleh selapis ozon di atmosfer
paling atas. Sinar lebih panjang dari 2500 nm (2,5 ) terutama dihilangkan oleh

uap air dan CO2 di atmosfir. Cahaya tampak merupakan sebagian kecil dari
cahaya yang sampai ke bumi (Dardjat, 1996).

BAB III
METODE PENELITIAN
III.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen, karena penelitian ini


menggunakan beberapa variabel, antara lain variabel kontrol, variabel manipulasi,
dan variabel respon.
III.2 Variabel Penelitian
Adapun variabel-variabel yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah
sebagai berikut:
- Variabel manipulasi

: umur daun (muda, setengah tua, tua)

- Variabel kontrol

~ berat daun
~ volume akhir filtrate
~ larutan alkohol
~ panjang gelombang (649 nm dan 665 nm)

- Variabel respon

- kadar klorofil a

- kadar klorofil b
- kadar klorofil total
III.3 Alat dan Bahan
1. Alat:
Pipet tetes

1 buah

Gelas ukur

1 buah

Lumpang porselin

1 buah

Kertas saring

1 lembar

Alkohol 95%

100 ml

Spektrofotometer

1 buah

Tabung spektrofotometer

1 buah

2. Bahan
Daun dengan umur berbeda meliputi :

Daun muda yang diambil daun yang pucuk

Daun setengah tua yang diambil daun dari nodus ke 4 dari pucuk

Daun yang paling tua diambil dari nodus 5 kebawah.

III.4 Langkah Kerja


1. Timbang 1 gram daun yang masih segar, kemudian potong kecil-kecil.
2. Gerus potongan-potongan daun tersebut dalam lumping porselin sampai
halus.
3. Ekstraksi gerusan daun tersebut dengan menggunakan 100 ml alkohol
95%.
4. Saring ekstrak tersebut dengan menggunakan kertas saring sampai volum
akhir filtrat mencapai 100 ml. jika volume filtrate kurang dari 100 ml
tambahlah kembali alkohol 95%.
5. Ukur

kadar

klorofil

filtrate

tersebut

dengan

menggunakan

Spectrophotometer pada panjang gelombang 649 nm dan 665 nm.


Sebelum pengukuran perlu dikalibrasi terlebih dahulu.
Larutan yang digunakan sebagai pelarut untuk kalibrasi adalah alkohol
95%
Catat nilai absorbs (Optical Density) larutan tersebut.
Kadar klorofil a, Kadar klorofil b, dan Kadar klorofil total dapat dihitung
dengan rumus dari Wintermans dan de Mots sebagai berikut :

III.5 Alur

Klorofil a : 13,7 x OD 665 5,76 OD 649 (mg/l)

Klorofil b : 25,8 x OD 649 7,7 OD 665 (mg/l)

Klorofil total : 20,0 x OD 649 6,1 OD 665 (mg/l)

Timbang 1 gram daun

potong kecilkecil

yang masih segar

Gerus potonganpotongan daun

Saring ekstrak tersebut dengan


menggunakan kertas saring
sampai volum akhir filtrat
mencapai 100 ml.

Pindahkan ekstrak
dalam tabung
Spektrofotometer

Ekstraksi gerusan daun


tersebut dengan
menggunakan 100 ml
alkohol 95%.

Ukur kadar klorofil filtrate dengan menggunakan

Spektrofotometer pada panjang gelombang


649 nm dan 665 nm.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil
A. Tabel

Tabel 1. kadar klorofil daun Soka pada umur yang berbeda


OD

Umur
daun

649

665

Muda
tua
Tua

5,2
4,6
4,5

4,8
3,8
3,1

Klorofil a

Klorofil b

Klorofil total

35,81
26,10
16,55

97,2
89,42
92,23

133,28
115,18
108,91

Tabel 2. kadar klorofil pada berbagai macam daun pada tanaman yang berbeda
Jenis
Tanaman

Umur Daun

Soka
Jambu
Pucuk merah
Puring

Muda
tua
Tua
Muda
tua
Tua
Muda
tua
Tua
Muda
tua
Tua

Kadar Klorofil
a
b
35,81
26,10
16,55
0,66
27,7
45,42
6,14
18,49
30,90
15,05
14,53
26,93

97,2
89,42
92,23
13,7
90,46
134,67
10,09
88,88
97,7
47,45
79,83
88,65

Total klorofil
133,28
115,18
108,91
13,83
118,4
180,43
16,27
107,52
128,84
63,11
94,47
115,79

B. Histogram

KKadar
l orofil a klorofil
Klorofil
bg/l)
(m
Kl or
ofil ur
tot Daun
Um

Histogram perhitungan kadar klorofil daun soka pada umur yang berbeda
IV.2 Analisis Data

Berdasarkan data diatas, dapat diketahui bahwa warna daun pada tanaman
Soka adalah berwarna hijau dimana terkandung klorofil a maupun klorofil b. Pada
daun muda kandungan klorofil a sebanyak 35,81(mg/l), dan kandungan klorofil b
sebanyak 97,2 (mg/l). Pada daun setengah tua terkandung klorofil a sebanyak
26,10 (mg/l) dan klorofil b sebanyak 89,42 (mg/l). Pada daun tua kandungan
klorofil a sebanyak 16,55 (mg/l) dan kandungan klorofil b sebanyak 92,23 (mg/l).
Hal ini menunjukkan bahwa kandungan klorofil b lebih banyak dibandingkan
dengan kandungan klorofil a pada tanaman Soka.
IV.3 Pembahasan
Pada percobaan pengukuran kadar klorofil ini, kami menggunakan daun
dari tanaman Soka. Secara umum, warna daun pada Soka adalah berwarna hijau
dimana terkandung klorofil a maupun klorofil b. Pada daun muda kandungan
klorofil a sebanyak 35,81(mg/l) dan kandungan klorofil b sebanyak 97,2 (mg/l).
Pada daun setengah tua terkandung klorofil a sebanyak 26,10 (mg/l) dan klorofil b
sebanyak 89,42 (mg/l). Pada daun tua kandungan klorofil a sebanyak 16,55 (mg/l)
dan kandungan klorofil b sebanyak 92,23 (mg/l). Hal ini menunjukkan bahwa
kandungan klorofil b lebih banyak dibandingkan dengan kandungan klorofil a
pada tanaman soka. Pada data kelas, pada percobaan menggunakan daun berbeda
usia pada tanaman soka, jambu, pucuk merah, dan puring menunjukan hal yang
sama yaitu kandungan klorofil b lebih banyak daripada klorofil a.
Pada tanaman yang digunakan untuk percobaan sebagian besar
menunjukkan data yang sama. Maksudnya adalah semakin tua atau semakin pekat
warna daun maka jumlah klorofil total akan semakin banyak. Tetapi khusus pada
tanaman soka hasil yang didapatkan bertentangan dengan teori yang ada. Sejalan
dengan pertumbuhan daun, kemampuan untuk berfotosintesis juga meningkat
sampai daun berkembang penuh dan kemudian mulai menurun secara perlahan
(Salisbury, 1995).
Menurut teori semakin tua umur daun maka semakin tinggi pula kadar
klorofilnya. Hasil percobaan yang didapatkan adalah semakin muda umur daun
soka kadar klorofilnya semakin tinggi. Hal ini dapat terjadi dimungkinkan karena
lingkungan hidup tanaman soka yang kurang mendukung, kurangnya ketersediaan

air dan hara yang menyebabkan metabolisme sekunder tanaman terganggu


sehingga saat diukur kadar

klorofilnya pada daun soka tua lebih rendah

dibandingkan dengan daun soka muda. Hal ini ditunjukkan dengan data pada tabel
serta dokumentasi kegiatan. Pada dokumentasi kegiatan terdapat foto-foto yang
memperlihatkan bahwa daun paling muda pada tanaman soka setelah diekstrak
dengan alkohol justru menunjukkan warna hijau yang paling pekat.

Foto ekstrak daun soka tua, setengah tua, dan muda (dilihat dari kiri)
Faktor yang mempengaruhi kadar klorofil pada daun. Pada setiap jenis
daun mempunyai kadar klorofil yang berbeda, walaupun daun-daun tersebut
dalam satu tumbuhan. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah umur daun,
yakni makin tua umur daun makin banyak kadar klorofilnya. Adapun faktor lain
yang mempengaruhi kandungan kadar klorofil adalah pigmen warna lain yang
dominan pada masing-masing daun, seperti karoten dan xantofil.
Sebagian besar daun pada tumbuhan memiliki klorofil namun dalam
jumlah yang berbeda tergantung dari jenis daunnya. Daun yang berwarna hijau
memiliki kandungan klorofil yang lebih banyak dibandingkan dengan warna daun
yang lain,dan sebaliknya, daun yang berwarna selain warna hijau (misal kuning,
merah, ungu, dan lain-lain) memiliki kandungan klorofil yang sedikit.
Sesuai pada percobaan pada tanaman soka menunjukkan hal yang bebeda
karena justru pada daun muda lah yang paling tinggi kadar klorofilnya. Hal
tersebut mungkin dikarenakan pada daun muda klorofil masih aktif digunakan
dalam fotosintesis sehingga kadar klorofilnya lebih tinggi dibanding dengan daun
tua yang mungkin banyak kloroplas yg sudah rusak sehingga kadar klorofilnya
lebih rendah.

IV.4 Diskusi
1. Jelaskan mengapa kadar klorofil daun pada berbagai umur berbeda.
Kemukakan pendapat saudara dengan memberikan teori-teori yang
mendukung?
Jawab : Letak daun mempengaruhi kecepatan fotosintesis dan
kecepatan fotosintesis berpengaruh terhadap kadar klorofil. Pada daun
yang masih muda akan memperoleh cahaya yang lebih banyak sehingga
diperlukan sedikit klorofil untuk menangkap cahaya. Setelah ditangkap
maka cahaya tersebut akan dialirkan ke pusat reaksi dalam bentuk
electron. Elektron ini disebut elektron tereksitasi dan dari proses eksitasi
elektron akan dihasilkan energi eksitasi. Energi ini berguna untuk proses
fotosintesis. Sedangkan pada daun yang sudah tua akan memperoleh
cahaya yang lebih sedikit sehingga diperlukan banyak klorofil untuk
menangkap cahaya yang akan dialirkan ke pusat reaksi sehingga kadar
klorofilnya lebih banyak. Pernyataan ini sesuai dengan teori afinitas
elektron, bahwa makin jauh dari cahaya maka akan dibutuhkan energi
yang banayak untuk menagkap electron. Hal ini menjadikan kadar klorofil
menjadi lebih banyak.
2. Jelaskan fungsi klorofil didalam proses fotosintesis ?
Jawab : Klorofil mempunyai fungsi untuk menangkap energi cahaya yang
kemudian energi tersebut akan diangkut ke pusat reaksi dalam bentuk
energi oksitasi. Dari proses tersebut akan dihasilkan energi dalam bentuk
ATP dan NADPH. Energi ini akan digunakan untuk reaksi gelap (fiksasi
CO2) untuk membentuk glukosa.
3. Manakah diantara tumbuhan terdedah dan ternaung (pada spesies yang
sama) yang memiliki jumlah klofofil terbesar. Mengapa demikian ?
Jawab: Tumbuhan yang mempunyai jumlah klorofil yang lebih besar
adalah tumbuhan ternaung. Hal ini dikarenakan beberapa hal, yakni :
Daun pada tumbuhan ternaung menggunakan lebih banyak energi
untuk

menghasilkan

pigmen

permanent

cahaya

yang

memungkinkannya mampu menggunakan semua cahaya dalam


jumlah dengan pola yang terbatas yang mengenainya.

Kloroplas di daun yang ternaungi tersusun secara fototaksis dalam


pola yang memaksimumkan penyerapan cahaya.
Pada daun yang ternaung, kondisi pencahayaan relative kurang,
sehingga daun aktif membentuk pigmen, terutama klorofil untuk
dapat terus beraktivitas fotosintesis.
Pada daun ternaung, mempunyai lamina yang tebal, hal ini karena
daun tersebut mempunyai jaringan palisade yang panjang sehingga
banyak mengandung klorofil. Pada daun yang ternaung memilki
protein stroma yang lebih sedikit daripada daun yang terdedah.
Sehingga ternaung menggunakan energi lebih banyak untuk
menghasilkan pigmen yang mampu menggunakan semua cahaya
dalam jumlah terbatas
BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Bedasarkan

praktikum

yang

telah

dilaksanakan

maka

diperoleh

kesimpulan sebagai berikut:


Sesuai dengan penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa umur pada
daun mempengaruhi jumlah klorofil yang dihasilkan yaitu daun yang lebih tua
memiliki jumlah klorofil yang relatif lebih banyak daripada daun yang berumur
lebih muda hanya pada tanaman soka saja yang tidak demikian. Pada tanaman
soka berlaku sebaliknya yaitu semakin tua umur daun semakin rendah kadar
klorofilnya kemungkinan faktor intensitas lingkungan (intensitas cahaya)
mempengaruhi perbedaan tersebut.
V.2 Saran
a. Mahasiswa diharapkan dapat lebih cermat dan teliti dalam melakukan
praktikum karena untuk mengukur kadar klorofil dibutuhkan ketelitian tinggi.
b. Asisten diharapkan selalu mengontrol praktikan karena praktikum ini sangat
membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi.

c. Laboran sebaiknya selalu mengecek alat-alat laboratorium agar apabila


dibutuhkan untuk praktikum akan selalu tersedia.

DAFTAR PUSTAKA

Sasmitahardja, Dardjat, dkk. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: Depdikbud.

Salisbury, Cleon. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. Bandung: ITB Press.

Soewardiati, 1991. Biologi Umum. Surabaya: University Press IKIP Surabaya.

LAMPIRAN
Kadar korofil daun Soka tua :
-

Klorofil a

= 13,7 x OD 665 5,76 OD 649


= 13,7 (3,1) 5,76 (4,5)
= 16,55 (mg/l)

Klorofil b

= 25,8 x OD 649 7,7 OD 665


= 25,8 (4,5) 7,7 (3,1)
= 92,23 (mg/l)

Klorofil total = 20,0 x OD 649 + 6,1 OD 665


= 20,2 (4,5) + 6,1 (3,1)
= 108,91 (mg/l)
Kadar korofil daun Soka setengah tua :

Klorofil a

= 13,7 x OD 665 5,76 OD 649


= 13,7 (3,8) 5,76 (4,6)

= 26,10(mg/l)
-

Klorofil b

= 25,8 x OD 649 7,7 OD 665


= 25,8 (4,6) 7,7 (3,8)
= 89,42(mg/l)

Klorofil total = 20,0 x OD 649 + 6,1 OD 665


= 20,0 (4,6) + 6,1 (3,8)
= 115,18 (mg/l)
Kadar korofil daun Soka muda :

Klorofil a

= 13,7 x OD 665 5,76 OD 649


= 13,7 (4,8) 5,76 (5,2)
= 35,81(mg/l)

Klorofil b

= 25,8 x OD 649 7,7 OD 665


= 25,8 (5,2) 7,7 (4,8)
= 97,2(mg/l)

Klorofil total = 20,0 x OD 649 + 6,1 OD 665


= 20,0 (5,2) + 6,1 (4,8)
= 133,28 (mg/l)
Dokumentasi kegiatan
Daun
soka tua

Penggerusan
daun dan diberi
alkohol 95%
sebanyak 100ml

Penimbang
an daun
sebesar 1
gr
Ekstrak daun
soka tua siap
diukur kadar
klorofil dengan
spektrofotomete
r

Spektrofotometer menunjukkan angka

Spektrofotometer menunjukkan angka

3,1 dengan OD 665 untuk kadar

4,5 dengan OD 649 untuk kadar

klorofil daun soka tua

klorofil daun soka tua


Ekstrak daun soka tua,
setengah tua, dan muda
(urut dari kiri ke
kanan).
Gambar ini
menunjukkan bahwa
daun soka muda lebih
pekat kadar klorofilnya

Laporan Sementara