Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN TERNAK UNGGAS

Analisis Teknis Unggas


Oleh :
Kelas : A
Kelompok : 5
RIZKI BUDIMAN

200110130050

MARLIN AGUSTIN

200110130054

AZRI FADHLULLAH

200110130065

ALDANATULIA ISMAROH200110130068
BANGUN KURNIADIN

200110130080

NUR SHOLIHAT

200110130251

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2015

Buatlah perencanaan teknis untuk menghasilkan 5000 kg karkas broiler per periode.
Dan lampirkan sumber pustaka
Dengan mengisi tabel asumsi teknis sebagai berikut :

Cobb
1

Nama Strain

Jumlah Pemeliharaan

Lebar kandang

10

Panjang Kandang

37

Kepadatan kandang

10

ekor/m2

Umur Panen

35

hari

Bobot Panen

kg/ekor

Konsumsi Ransum

3.249

kg/ekor

Ransum Pre starter

0,5

kg/ekor

Ransum starter

1,2

kg/ekor

Animal nutrition (2013)

Ransum Finisher

1,549

kg/ekor

Animal nutrition (2013)

Mortalitas dan afkir

3.11

North dan Bell (1990)

FCR

1.61
69.16

Risnajati (2012)

2,000

ekor/orang

Rasyaf (2012)

Tempat ransum 5 kg

68

ekor/buah

Rasyaf (2012)

Tempat minum 2 gallon

70

ekor/buah

Rasyaf (2012)

Pemanas DOC (Brooder)

740

ekor/buah

Kebutuhan Gas

12

kg/200 ekor

Sekam

12

karung/200 ekor

11 Persentase Karkas

500
3,700

________

Risnajati (2012)

ekor

Kususiyah (1992)

1
0

operator kandang

1
2
1
3
1
5
1

7
1
8

Listrik penerangan

160

watt/1000 ekor/12 jam

Listrik untuk pompa air

250

watt/1000 ekor/jam

1
9
2
0

Vaksin ND + IBD

feed additive

dosis/ekor

0,5

g/ekor

g/ekor

Desinfektan

0,5

ml/ekor

Tabung gas 12 kg

740

ekor/2 buah

Lampu neon 40 watt

185

ekor/buah

feed suplement

2
0
2
1

Akumulasi bobot panen =

100
x 5000 kg
69,16

= 7229.61 kg

Menurut literature, broiler strain Cobb 500 umur 35 hari berbobot 2,017 kg
Untuk menghasilkan 5000 kg karkas maka jumlah ayam yang harus dipelihara
7229.61 kg
2,017 kg

= 3585 ekor

Karena pemeliharaan memiliki resiko mortalitas, maka ayam dipelihara perlu lebih
dari 3585 ekor dan diputuskan pemeliharaan sejumlah 3700 ekor dan didapatkan

angka mortalitas =

3700
x 100
3585

= 96,89% 100 96,89 = 3,11 %

Luasan kandang yang dibutuhkan untuk 3700 ekor =


370 m2

3700 ekor
10 ekor /m2

Maka Lebar kandang 10 m, panjang kandang 37 m


Menurut literature, broiler strain Cobb 500 umur 35 hari memiliki FCR kumulatif
1,611
Menurut literature, broiler strain Cobb 500 umur 35 hari memiliki konsumsi pakan
kumulatif sebesar 3,249 kg
Menurut Rasyaf (2012) menyatakan bahwa Tenaga kerja pada peternakan Broiler
yang dikelola secara manual (tanpa alat-alat otomatis) untuk 2.000ekor dapat
ditangani oleh satu orang pria dewasa.
Untuk 3700 ekor setidaknya 2 orang operator kandang
Menurut Rasyaf (2005) menyatakan bahwa Pemeliharaan awal dengan jumlah ayam
5000 ekor, diperlukan tempat pakan sejumlah 74 buah dan tempat minum sebanyak
72 buah.

5000
74 = 68 ekor/buah 3700 ekor/68 ekor/buah = 54 buah tempat pakan

5000
72 = 70 ekor/buah 3700 ekor/70 ekor/buah = 53 buah tempat minum

ASUMSI TEKNIS USAHA PEMBIBITAN AYAM PEMBIBIT


No
.

ASUMSI
Target Produksi

Hasil
5000

Ekor /minggu

Sumber

DOC

Jenis (Lohmann Brown)


1

Lama pemeliharaan

Jumlah Bibit
Betina

Jumlah Bibit Jantan

PT. ABDI JAYA


FARM
Management Guide
Parent Stock, 2012
Management Guide
Parent Stock, 2012
Broto Wibowo dan T.
Sartika , 2010
Broto Wibowo dan T.
Sartika , 2010
PT. ABDI JAYA
FARM

71

minggu

12.402

ekor

10

1242

ekor

Umur mulai
berproduksi

28

minggu

Umur afkir

72

minggu

Fase Starter

minggu

Mortalitas fase
starter

2%

%/periode

Info Medion, 2011

Fase grower

16

minggu

PT. ABDI JAYA


FARM

Mortalitas fase
grower

2-3

%/periode

10

fase produksi

48

minggu

PT. ABDI JAYA


FARM

4-7

%/periode

Info Medion, 2011

4-7

ekor/m2

An Aviagen Brand,
2013

3-4

ekor/m2

An Aviagen
Brand,2013

3-5

ekor/m2

An Aviagen Brand,
2013

- panjang

45

cm/3-4ekor

- lebar

82

cm/3-4ekor

- panjang

102

cm/4-7

- lebar

82

cm/4-7

- panjang

45

- lebar

82

Hen day

80

11
12
13
14
15

16

17

18

Mortalitas fase
produksi
Kepadatan ayam
betina sampai siap
produksi
Kepadatan ayam
jantan sampai siap
produksi
Kepadatan ayam
periode produksi
sampai diafkir
Brood-grow house
betina

Info Medion, 2011

An Aviagen Brand,
2013
An Aviagen Brand,
2013

Brood-grow house
jantan
An Aviagen Brand,
2013
An Aviagen Brand,
2013

Lay house
An Aviagen Brand,
2013
An Aviagen Brand,
2013
12402

Info Medion, 2011


Broto Wibowo dan T.

PEMBAHASAN
1.1

Jenis Lohmann Brown


Lohmann merupakan strain ayam petelur yang mempunyai kualitas yang tinggi dalam

berproduksi telur. Strain ini berasal dari Jerman yang mempunyai berbagai macam jenis yaitu
Lohmann Lsl-Classic, Lohmann Brown-Classic, Lohmann Lsl-Lite, Lohmann Brown-Lite,
Lohmann Lsl-Extra, Lohmann Brown-Extra, Lohmann Tradition, Lohmann Sandy, dan
Lohmann Silver.

Salah satu yang digunakan dalam analisis usaha kami adalah jenis

Lohmann Brown atau bisa di disebut dengan Lohmann Tradition. Lohmann Tradition ini
merupakan jenis strain yang mempunyai keunggulan dalam produksi telur yang sesuai
dengan keinginan pasar ditinjau dari aspek bobot telur yang besar dan warna telur yang
dihasilkan sering diminati di pasaran yaitu warna telur coklat (Management Guide Parent
Stock, 2012).
1.2

Lama Pemeliharaan
Pemeliharaan induk dimulai dari ayam siap bertelur (dewasa). Pemeliharaan ini dilakukan

selama 72 minggu (18 bulan) masa produksi untuk selanjutnya dilakukan pengafkiran. Pada saat yang
sama, ketika melakukan pengafkiran maka dilakukan pergantian ayam baru yang diawali dengan
status dewasa. Kegiatan pemeliharaan ayam penghasil telur untuk ditetaskan menjadi satu kesatuan
dengan kegiatan untuk menghasilkan doc (Broto Wibowo dan T. Sartika, 2010)
1.3

Jumlah Bibit Betina dan Jantan


Jumlah bibit betina dan jantan diukur dari perbandingan 1 : 10, dimana 1 ekor pejantan dapat

mengawini 10 ekor betina atau 9-10 ekor pejantan dapat mengawini 100 ekor betina. Jika pejantan
lebih banyak dari yang dibutuhkan maka akan terganggunya kawanan ayam betina yang
menyebabkan menurunnya fertilitas induk ayam (Management Guide Parent Stock, 2012).
Dengan demikian, untuk menghasilkan 5000 ekor DOC petelur memerlukan bibit sebanyak 12.402
ekor betina dan 1242 ekor pejantan. Jumlah tersebut sudah diperhitungkan sesuai dengan persentase
daya tetas 80%, fertilitas 90%, telur layak tetas 70% dan hen day 80%.
1.4

Fase Pemeliharaan

Berdasarkan fase pemeliharaannya, fase pemeliharaan ayam petelur dibagi menjadi


tiga fase, yaitu fase starter (umur 1 hari--6 minggu), fase grower (umur 6--18 minggu), dan
fase layer/petelur (umur 18 minggu--afkir) (PT. Abdi Jaya Farm). Fase grower pada ayam
petelur, terbagi kedalam kelompok umur 6--10 minggu atau disebut fase awal grower dimana
terjadi pertumbuhan anatomi dan sistem hormonal pada fase ini. Sedangkan, pada umur 10-18 minggu sering disebut dengan fase developer dimana pada fase ini perkembangan ditandai
dengan pertumbuhan anatomi kerangka ayam dan otot (daging) yang lebih dominan.

1.5

Mortalitas

Mortalitas ditentukan oleh banyak faktor seperti kesalahan manajemen pemeliharaan


dan infeksi bibit penyakit. Untuk mencegah tingginya angka mortalitas, maka jalan keluarnya
ialah meminimalkan faktor penyebab mortalitas. Mortalitas akan mempengaruhi nilai
penyusutan ayam. Standar mortalitas layer selama masa grower 2-3%, sedangkan pada masa
produksi 4-7% (Lohman Management Guide, 2007 dalam Info Mediaon, 2011).
1.6

Kepadatan Kandang
Kepadatan burung optimal tergantung pada kondisi manajemen dan untuk yang iklim sejauh

dapat dikendalikan. 6 8 burung / m dapat diambil sebagai panduan umum untuk sistem gudang.
Mengikuti hukum lokal dan peraturan perundang-undangan.
1.7

Ukuran Kandang
Untuk pemeliharaan ayam petelur yang kami gunakan dengan menggunakan sistem cage.

Dengan sistem cage ini ayam mampu menyesuaikan dengan tempat yang sempit. Adapun keuntungan
dari sistem ini yaitu mortalitas lebih rendah, pemeliharaan mudah, telur yang diperoleh lebih bersih,
culiing dapat dilakukan dengan baik, mencegah cocciodocis, tenaga yang diperlukan lebih sedikit,
sifat mengeran dapat dikurangi, dan lebih banyak ayam yang dapat dipelihara (Ruhyat, dkk., 2010).
Ukuran kandang betina yaitu 45 x 82 cm 2/3-4 ekor, sedangkan ukuran kandang pejantan yaitu 102 x
82 cm2/4-7 ekor (An Aviagen Brand, 2013).
1.8

Hen Day

Hen day ialah persentase produksi telur yang dihasilkan oleh ayam produktif per hari.
Rata-rata produksi (HD) layer selama hidupnya ialah 80% dengan HD mencapai puncak
produksi pada angka 95% dan persistensi produksi (lama bertahan dipuncak HD>90%)
selama 23-24 minggu (rata-rata strain ayam petelur) (Info Medion, 2011).
1.9

Tempat Makan Dan Minum

Sumber

Tierzucht, 2013

Lohmann

Sumber : Management Guide Parent Stock, 2012

DAFTAR PUSTAKA
An Avaigen Brand. 2013. Arbor Acres Pareny Stock Pocket Guide. www.aviagen.com
(Diakses pada 2 Desember 2015).
Info Medion. 2011. Seberapa Efisienkah Investasi Layer Anda?. www.info.medion.co.id.
(Diakses pada 9 Desember 2015).
Kartasudjana, Ruhyat dan Edjeng Suprijatna. 2010. Manajemen Ternak Unggas. Penabat
Swadaya. Jakarta.
Lohmann Tierzucht. 2013. Lohmann Brown-Lite Layers. Am seedeich 9-11. 27172
Cuxhaven. Gemany.
Management Guide Parent Stock. 2012. Lohmann Brown & Lohmann LSL. Am seedeich 911. 27172 Cuxhaven. Gemany.
PT. Abdi Jaya Farm. Proposal Usaha Pembibitan Ayam Petelur. Subang.
Wibowo, Broto dan T. Sartika. 2010. Analisa Kelayakan Usaha Pembibitan Ayam Kampung
(Lokal) Penghasil Day Old Chick (Doc) Di Tingkat Petani (Study Kasus Kelompok
Peternak Ayam Buras "Barokah" Di Ciamis. Balai Penelitian Ternak. Bogor.