Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PATOLOGI

PENYAKIT ASMA

D3 KEBIDANAN SEMESTER II

PENYAKIT ASMA

A. Pengertian
Penyakit asma berasal dari kata Asthma yang diambil dari bahasa yunani
yang berarti sukar bernapas. Penyakit asma dikenal karena adanya gejala sesak
napas, batuk yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas. Asma juga
disebut penyakit paru-paru kronis yang menyebabkan penderita sulit bernapas. Hal
ini disebabkan karena pengencangan dari otot sekitar saluran napas, peradangan,
rasa nyeri, pembengkakan dan iritasi pada saluran napas di paru-paru. Hal lain
disebut juga bahwa asma adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan
respon dari trachea dan bronkus terhadap bermacam-macam stimuli yang di tandai
dengan penyempitan bronkus atau bronkiolus dan sekresi berlebih dari kelenjar di
mukosa bronkus.
Berdasarkan data WHO tahun 2006, sebanyak 300 jt orang menderita Asma
dan 225 rb penderita meninggal karna Asma di dunia. Angka kejadian Asma 80%
terjadi di negara berkembang akibat kemiskinan, kurangnya tinggkat pendidikan,
pengetahuan dan fasilitas pengobatan. Angka kematian yang disebabkan oleh
penyakit asma diseluruh dunia diperkirakan meningkat 20% untuk 10 tahun
mendatang, jika tidak terkontrol dengan baik.

B. Etiologi ( penyebab)
Penyakit Asma Disebabkan Oleh beberapa faktor sebagai berikut :
Bawaan atau Turunan
Penyakit asma merupakan penyakit turunan. Jika dikeluarga kita memiliki riwayat
penyakit asma, maka tidak menutup kemungkinan Anda atau anak anda juga
akan mengidap penyakit tersebut. Jadi, perlu diketahui kalau penyakit asma itu
tidak menular melainkan penyakit turunan.

Oleh karena itu, jika Anda sudah mengetahui kalau diriwayat keluarga kita ada
yang mengidap penyakit asma, maka segeralah untuk mengambil tindakan untuk
mengobati penyakit asma ini dengan cara berkonsultasi pada dokter spesialis.

FaktorLingkungan
Lingkungan yang kotor yang dipenuhi dengan debu dan asap merupakan awal
dari timbulnya penyakit asma. Debu yang terdapat dirumah maupun ditempat
umum lainnya adalah penyebab terjadinya penyakit asma, begitu halnya dengan
asap rokok, asap kendaraan dan asap-asap lainnya, kesemuanya itu merupakan
faktor terjadinya penyakit asma.
Oleh karena itu, dianjurkan untuk senangtiasa menjaga pola hidup yang sehat.
Membersihkan rumah dari debu sesering mungkin dan sebisa mungkin
menghindarkan anak dari benda-benda yang mudah pencetus alergi seperti
boneka yang berbulu halus maupun bantal atau kasur dari kapok.

Faktor Makanan
Makanan juga menyebabkan timbulnya penyakit asma. Beberapa makanan yang
dapat menyebabkan penyakit asma dan perlu untuk dihindari diantaranya adalah
makanan junk food yang memiliki kadar MSG dan pengawet yang tinggi,
minuman es atau dingin, kacang dan coklat yang mengandung allergen begitu
juga dengan kacang tanah.

Udara Dingin
Cuaca suhu dingin juga merupakan faktor timbulnya penyakit asma. Penggunaan
AC dengan suhu dan serta cuaca dingin didaerah pegunungan bisa
menyebabkan terjadinya penyakit asma.

Beberapa penjelasan tentang penyebab terjadi penyakit asma diatas, itu dapat
diobati dengan berkonsultasi kepada dokter ahli, guna mendapatkan tindakan
lebih dan pemberian resep obat yang dapat dikonsumsi sehingga kita terhindar
dari penyakit asma.

C.Patofisiologi
Suatu serangan asthma timbul karena seorang yang atopi terpapar dengan
alergen yang ada dalam lingkungan sehari-hari dan membentuk imunoglobulin E
( IgE ). Faktor atopi itu diturunkan. Alergen yang masuk kedalam tubuh melalui
saluran nafas, kulit, dan lain-lain akan ditangkap makrofag yang bekerja sebagai
antigen presenting cell (APC). Setelah alergen diproses dalan sel APC, alergen
tersebut dipresentasikan ke sel Th. Sel Th memberikan signal kepada sel B
dengan dilepaskanya interleukin 2 ( IL-2 ) untuk berpoliferasi menjadi sel plasma
dan membentuk imunoglobulin E ( IgE ).

IgE yang terbentuk akan diikat oleh mastosit yang ada dalam jaringan dan basofil
yang ada dalan sirkulasi. Bila proses ini terjadai pada seseorang, maka orang itu
sudah disensitisasi atau baru menjadi rentan. Bila orang yang sudah rentan itu
terpapar kedua kali atau lebih dengan alergen yang sama, alergen tersebut akan
diikat oleh Ig E yang sudah ada dalam permukaan mastoit dan basofil. Ikatan ini
akan menimbulkan influk Ca++ kedalam sel dan perubahan didalam sel yang
menurunkan kadar cAMP.

Penurunan pada kadar cAMP menimbulkan degranulasi sel. Degranulasi sel ini
akan menyebabkan dilepaskanya mediator-mediator kimia yang meliputi :
histamin, slow releasing suptance of anaphylaksis ( SRS-A), eosinophilic
chomotetik faktor of anaphylacsis (ECF-A) dan lain-lain. Hal ini
akanmenyebabakan timbulnya tiga reaksi utama yaitu : kontraksi otot-otot polos
baik saluran nafas yang besar ataupun yang kecil yang akan menimbulkan
bronkospasme, peningkatan permeabilitas kapiler yang berperan dalam
terjadinya edema mukosa yang menambah semakin menyempitnya saluran
nafas , peningkatansekresi kelenjar mukosa dan peningkatan produksi mukus.
Tiga reaksi tersebut menimbulkan gangguan ventilasi, distribusi ventilasi yang
tidak merata dengan sirkulasi darah paru dan gangguan difusi gas ditingkat
alveoli, akibatnya akan terjadi hipoksemia, hiperkapnea dan asidosis pada tahap
yangsangat lanjut, (Barbara C.L,1996, Karnen B. 1994, William R.S. 1995 )

Berdasarkan etiologinya, asthma dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu


asthma intrinsik dan asthma ektrinsik. Asthma ektrinsik (atopi) ditandai dengan
reaksi alergik terhadap pencetus-pencetus spesifik yang dapat diidentifikasi
seperti : tepung sari jamur, debu, bulu binatang, susu telor ikan obat-obatan serta
bahan-bahan alergen yang lain. Sedangkan asthma intrinsik ( non atopi ) ditandai
dengan mekanisme non alergik yang bereaksi terhadap pencetus yang tidak
spesifik seperti : Udara dingin, zat kimia,yang bersifat sebagai iritan seperti : ozon
,eter, nitrogen, perubahan musim dan cuaca, aktifitas fisik yang berlebih ,
ketegangan mental serta faktor-faktor intrinsik lain. ( Antoni C, 1997 dan Tjen
Daniel, 1991 ).

D. Gejala-gejala Penyakit Asma

Berikut merupakan Gejala yang dapat diraskan bagi penderita Asma:

Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan


saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki
pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdengar
wheezing adalah penderita asma.

Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).

Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.

Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit

Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara


karena kesulitan dalam mengatur pernafasan.

Pada usia anak-anak, gejala awal dapat berupa rasa gatal dirongga dada dan leher.
Selama serangan asma, rasa kecemasan yang berlebihan dari penderita dapat
memerburuk keadaannya, sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan
mengeluarkan banyak keringat.

E Penanganan Penyakit Asma


Penanganan Medik

Asma merupakan penyakit kronik saluran napas yang memerlukan


pengobatan dalam jangka waktu tertentu dan cukup lama. Pada dasarnya
pengobatan bagi penderita asma dibagi menjadi dua yaitu:

Pengobatan rutin !pengontrol asma!, obat jenis ini harus


digunakan

setiap hari untuk mencegah kambuhnya serangan

asma dan mencegah bertambah beratnya penyakit.


Pengobatan saat serangan !pelega napas!, obat jenis ini harus
segera digunakan bila timbul tanda tanda serangan asma dini,
seperti batuk, sesak, rasa berat didada atau penurunan fungsi
paru. Penggunaan obat ini dapat mencegah timbulnya serangan
asma yang berat. Bila serangan asma timbul dengan derajat berat
dapat sampai menimbulkan kematian, sedangkan bila segera
diatasi asma tidak mengganggu aktiviti dan produktiviti.
Penderita asma dapat hidup normal layaknya orang yang tidak
menderita asma.
Obat asma terdapat dalam berbagai macam bentuk antara lain:
tablet, sirup puyer racikan atau injeksi. Dari hasil penelitian
kedokteran, obat asma dibuat dalam bentuk inhaler agar obat
dapat langsung bekerja pada sasaran yaitu saluran napas, karena
gangguan pada penyakit asma yang utama adalah pada saluran
napas, dimana terdapat radang kronik dengan pengerutan saluran
dan sumbatan oleh dahak yang lengket. Dengan bentuk
inhaler/hirup manfaat obat dapat langsung segera dirasakan,
sesak menjadi berkurang dalam 5-10 menit. Selain itu keunggulan
lain dari obat inhaler adalah obat ini menggunakan dosis yang

sangat kecil (dalam microgram) sehingga efek samping obat dapat


dihindari.
Varney

TEORI 7 LANGKAH HELEN VARNEY

LANGKAH I

PENGUMPULAN DATA

A.
IDENTITAS/BIODATA
Nama
: Ny. Tari Sitanggang
Nama Suami : Tn. Kemal
Umur
: 28 Tahun
Umur
: 30 Tahun
Suku/Bangsa : Batak/WNI
Suku/Bangsa
: Batak/WNI
Agama
: Kristen Katolik
Agama
: Kristen Katolik
Pendidikan
: SMA
Pendidikan
: S1
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Pekerjaan
: Pengacara
Alamat
: Jl. H. Amit
Alamat Kantor
: Jl. Ciputat Raya
RT/RW:
03/005
Telp :
08387821255
Kelurahan
:
Bintaro
Kecamatan :
Pesanggrahan
Wilayah
:
Jakarta Selatan
Telp
:
08389822687
Alamat Kantor :
Telp
:
-

B.

ANAMNESA (DATA SUBYEKTIF)

Pada tanggal
: 16 Maret 2013
Pukul
: 10.45 WIB
1.
Alasan Kunjungan ini
:
Rutin
2.
Keluhan-keluhan
:
Batuk, Pegal-pegal, Sesak
3.
Riwayat Sosial
:
Hamil Pertama
Kehamilan ini
:
Direncanakan
Perasaan tentang kehamilan ini
:
Senang
Status Perkawinan :
Sah
Kawin :
1
kali
Kawin I:Umur :26 tahun, dengan Suami umur
:
28 tahun
Lamanya
: 2 tahun, anak: 0 orang Abortus
: 0 kali
4.
Riwayat Menstruasi :
Haid Pertama : Umur 14 tahun
Siklus
:
2
hari
Banyaknya
:
4-6
kali

Teratur/tidak teratur
: Teratur
Lamanya
: 4-6 hari
Sifat darah
: segar

Dismenorrhoe : Ada tapi tidak mengganggu kegiatan

5.

Riwayat Kehamilan, Persalinan dan nifas yang lalu :


H

Penyulit

/Kompli

ni

kasi

ol

er

ali

k
A
n
a
k
1

H
a
m
i
l

Ibu
Bayi

i
n
i
2
.
3
.
4
.

6.
Riwayat Kehamilan Ini
Hari Pertama Haid Terakhir : 19 Desember 2012 Harapan Partus
September 2013
Haid Bulan Sebelumnya
: minggu ke 2 Lamanya
: 4 hari
Keluhan-keluhan pada Trimester I :
Batuk, Pegal-pegal, Sesak
Trimester II
:
Trimester III :
Pergerakan anak pertama kali
: Bila pergerakan sudah terasa, pergerakan anak 24 jam terakhir :
< 10 X

> 20 X

Bila lebih dari 20 X dalam 24 jam, berapa frekuensi :

< 15

10-20 X

> 15

______________

Keluhan yang dirasakan (bila ada jelaskan) :


Rasa lelah

: Saat bekerja berat

Mual muntah yang lama

: < 5 kali (jarang)

Nyeri perut

: Tidak

: 26

Panas menggigil

: Tidak

Sakit kepala berat/terus menerus

: Tidak

Penglihatan kabur

: Tidak

Rasa nyeri/panas waktu BAK

: Tidak

Rasa gatal pada vulva vagina dan sekitarnya

: Tidak

Pengeluaran cairan pervaginam

: Tidak

Nyeri, kemerahan, tegang pada tungkai

: Tidak

Oedema

: Tidak

Diet/makan
Makan sehari-hari
Nasi, Sayur, Ikan atau ayam
Perubahan makan yang di alami (termasuk ngidam, nafsu makan
dan lain-lain)

Nafsu makan semakin bertambah

Pola Eliminasi

Aktifitas sehari-hari

Pola istirahat dan tidur

: BAB 2 kali, BAK 5-6 kali

: Terganggu saat batuk dan terasa agak sesak

Seksualitas

: Tidak terganggu

Pekerjaan

: Saat melakukan pekerjaan yang berat terasa cepat

lelah dan agak sesak

Imunisasi TT 1 tanggal

TT 2 tanggal

Kontrasepsi yang pernah di gunakan

: Kondom

C. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBYEKTIF)


KEADAAN UMUM

1. Status Emosional

2. Tanda vital

Baik, Tenang

Tekanan Darah

Denyut Nadi

82 X/menit

Pernafasan

24 X/menit

Suhu

36,8 C

Berat Badan :

3. Muka

110/80 mmHg

24,5 cm

TB

158,2 cm

BB

Sebelum hamil: 62 kg

58 kg

Edema

tidak ada

Conjuctiva

tidak anemik

Sklera Mata

tidak ikterik

4. Pembesaran Kelenjar Thyroid


thyroid

LiLa

tidak ada pembesaran kelenjar

5. Dada :

Simetris

Ya

6. Mammae

Simetris

Benjolan

tidak ada

Striae

ada

Areola

hyperpigmentasi

Putting susu

menonjol

tidak

7. Pinggang (periksa ketuk: Costo-vertebra-Angle tenderness)


Posisi tulang belakan :

lurus

Nyeri

tidak

8. Ekstremitas
Edema tangan dan Jari

tidak

Edema Tibia, kaki

tidak

Betis merah/lembek/keras

tidak

Varices tungkai

tidak

Refleks patella kanan

positif

Kiri

positif

9. Abdomen
9.1

Bekas luka operasi

tidak

Pembesaran perut

normal

Bentuk perut

memanjang

Pembesaran lien/liver

tidak

Kandung kemih

teraba

10. Pemeriksaan kebidanan


10.1

10.2

Palpasi Uterus

Tinggi fundus uteri

Posisi janin

Presentasi

Punggung

TBBJ

Kontraksi

Auskultasi

Denyut jantung fetus :

10.3

Inspeksi

Punctum maximum

Palpasi supra pubik kandung kemih :

11. Genitalia
11.1

Frekuensi

Vulva & vagina

Perineum

Varices:

tidak

Luka

tidak

Flour Albus

tidak

Pembengkakan nyeri :

tidak

Bekas luka/luka parut :

tidak

Lain-lain

tidak

D. UJI DIAGNOSTIK
Pemeriksaan Laboratorium

*Keton (*jika ada indikasi albumin)

Pemeriksaan HbSAg

Haemoglobin

Golongan Darah

Haemotokrit

Rhesus

II.

IDENTIFIKASI MASALAH/DIAGNOSA (Interpretasi Data Dasar)


Ibu menderita asma yang berasal dari keturunan

III.

IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL

Ibu tidak bisa melahirkan normal karena bisa membahayakan dirinya dan
bayinya karena

asma

IV.

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA :

V.

RENCANA MANAJEMEN

VI.

IMPLEMENTASI

VII. EVALUASI