Anda di halaman 1dari 58

BAB VI

TRANSMISI RODA GIGI


Transmisi roda gigi berfungsi untuk memindahkan daya serta putaran yang sama
maupun berlainan dari poros penggerak ke poros yang digerakkan.
Transmisi roda gigi ini biasanya digunakan bila :
a. Diinginkan tidak terjadi slip yaitu kecepatan tangensial dua bua roda gigi
yang berpasangan kecepatannya sama.
b. Jarak antara poros penggerak dengan poros yang digerakkan sangat
berdekatan sekali.
c. Posisi letak kedua poros sejajar maupun membentuk sudut antara
keduanya.
d. Dya yang dipindahkan relatif besar.
6.1.

Klasfikasi transmisi roda gigi.


1. Menurut letak poros.
a. Roda gigi dengan poros sejajar:
a.1. Berdasarkan klasfikasi atas bentuk gigi yaitu :
- Roda gigi lurus (gambar 6.1)
- Roda gigi miring ( gambar 6.2)
- Roda gigi miring ganda (gambar 6.3)
a.2. Berdasarkan arah gerakan:
- Roda gigi luar
- Roda gigi dalam (gambar 6.4)
- Pinyon dan batang gigi (gambar 6.5)

Gambar 6.1. Roda gigi Lurus.

Gambar 6.2 Roda gigi miring

116

Gambar 6.3. Roda gigi


Miring ganda

Gambar 6.4. Roda gigi


dalam

Gambar 6.5. Pinyon dan


batang gigi.

b. Roda gigi dengan poros berpotongan.


-

Roda gigi kerucut lurus ( gambar 6.6)


Roda gigi kerucut spiral ( gambar 6.7.)
Roda gigi permukaan (gambar 6.8)

Gambar 6.6.Roda gigi


Kerucut lurus

Gambar 6.7. Roda gigi


kerucut spiral

Gambar 6.8.Roda gigi


permukaan

c. Roda gigi dengan bersilangan.


- Roda gigi miring silang (gambar 6.9).
- Roda gigi cacing silindris (gambar.6.10)
- Roda gigi cacing selubung ganda ( gambar 6.11)
- Roda gigi hipoid ( gambar 6.12)

Gambar 6-9. Roda gigi miring silang Gambar 6-10. Roda gigi cacing silindris

117

Gambar. 6-11. Roda gigi cacing


Selubung ganda

Gambar 6-12. Roda gigi hipoid

2. Menurut type gigi :


- Gigi luar (gambar 6.13)
- Gigi dalam (gambar 6.14)
- Rack dan pinyon( gambar 6.15)
- Roda gigi cacing (gambar 6.16).

Gambar. 6.13. Gigi luar

Gambar.6.15 Rack dan Pinyon

Gambar 6.14 Gigi dalam

Gambar.6.16. Roda gigi cacing.

118

6.2.

Nama nama bagian utama dan dimensi roda gigi.


Nama nama bagian utama dari roda gigi diberikan dicantumkan pada
gambar 6-17 dibawah ini, dimana ukurannya dinyatakan dengan diameter
lingkaran jarak bagi, yaitu lingkaran khayal yang menggelinding tampa slip.
Ukuran gigi dinatakan dengan jarak bagi lingkaran yaitu jarak sepanjang
lingkaran jarak bagi antara profil dua gigi yang berdekatan.

Gambar 6.17. Nama nama bagian roda gigi.


Dimana:
- Diameter lingkaran jarak bagi = D (mm)
- Jumlah gigi
=z
Maka jarak bagi lingkaran (circular pitch) :
.D
pc
(mm)
z

Didalam pembahasan roda gigi dikenal dengan istilah Modul dan DP,
dimana kedua istilah tersebut dipergunakan bila ukuran roda gigi tersebut
dalam satuan mm, maka digunakan istilah Modul, sedangkan bila
ukurannya dalam satuan inch digunakan istilah DP.
Dua buah roda gigi dapat berpasangan bila modul atau Dp nya kedua roda
gigi tersebut sama.
Untuk menentukan harga modul (m) yaitu:
p
D
m
( mm)
atau m c

Sedangkan untuk menentukan harga DP yaitu :


DP

z
(1/inch)
D

Hubungan antara DP dengan modul adalah :


m

6.3.

25,4
DP

Perbandingan transmisi dan perbandingan roda gigi.


a. Pasangan sederhana (simple train)

119

Pada pasangan sederhana ini seperti terlihat pada gambar 6.18.


dimana perbandingan transmisi hanya dipengaruhi oleh jumlah roda
gigi awal dan akhir, sedangkan bila ditempatkan roda gigi antara
seperti terlihat pada gambar 6.19, maka pengaruhnya hanya terhadap
arah putaran dari kedua roda gigi awal dan akhir saja.
Untuk pasangan dua buah roda gigi, bila diketahui :
N1 dan N2 = putaran roda gigi
1 dan 2 = kecepatan sudut
R1 dan R2 = jari jari lingkaran jarak bagi.
v1 dan v2 = Kecepatan tangensial
z1 dan z2 = jumlah gigi

Gambar 7-18 .Pasanga dua buah roda gigi


Oleh karena tida terjadi slip pada roda gigi maka :

R
v1 v2 R11 R2 2 1 2 ..1)
1 R1
dimana:
v1 R11 dan v2 R2 2
2N1
2N 2
1
(rad/det) dan 2
(rad/det)
60
60
D
D
R1 1 dan R2 2
2
2
Maka Persamaan 1) menjadi :

120

2N1
)
60
2N 2
(
)
60
(

2 .D2
1 .D
2 1

N1 D2

i
N 2 D1

.2)

dimana: i Perbandingan transmisi.


Bila diketahui jumlah roda untuk kedua roda gigi tersebut dimana:

D m.z

Maka persamaan 2) menjadi :


D
m.z 2 z2
i 2

.. 3)
D1 m.z1 z1
Jarak antara kedua sumbu poros :
( D D2 ) m( z1 z2 )
a 1

4)
2
2
Bila jarak poros dan perbandingan transmisi diketahui, maka dari
persamaan 2,3 dan 4 diperoleh :
D1

2.a
(1 i )

dan D2

2.a.i
(1 i )

b. Untuk pasangan dua buah roda gigi dengan menggunakan roda


gigi antara.
Bila diketahui seperti terlihat pada gambar 6.19 :

Gambar 6.19 pasangan gigi dengan gigi antara.


Untuk menghitung perbandingan transmisi, selalu ditinjau antara kedua
pasangan gigi yaitu:
- Pasangan gigi penggerak (pinyon) dengan gigi antara:
Np
N id

zid
5)
zp

121

Untuk pasangan gigi antara dengan gigi yang digerakkan (gear):


zg
N g .z g
N id

N id
.6)
Ng
zid
zid
Persamaan 6 disubsitusikan ke pers. 6 diperoleh :
Np
z
N p zid z g
id
zg

x
zp
N g z p zid
Ng .
zid
-

Np
Ng

zg
zp

c. Pasangan roda gigi gabungan.


Bila diketahui roda gigi penggerak (pinyon) dengan roda gigi yang
digerakkan (gear), diantara kedua gigi tersebut dipasang dua buah
roda gigi antara seperti terlihat pada gambar 6.20 dibawah ini:

Gambar 6.20 Pasangan roda gigi gabungan.


Pasangan gigi pinyon dengan gigi antara 1:
Np
N id 1

zid 1
.7)
zp

Pasangan gigi antara 2 dengan gigi yang digerakkan (gear):


zg
N id 2

Ng
zid 2

N id 2

N g .z g
zid 2

8)

122

Oleh karena gigi zid 1 dengan gigi zid 2 dipasangan pada poros
yang sama maka putaran N id 1 N id 2 , maka persamaan 8
disubsitusikan ke pers.8 diperleh :
Np
z
N p zid 1 z g
id 1
zg

x
i
zp
Ng
z p zid 2
(N g .
)
zid 2

6..4.

BENTUK DASAR DARI PERMUKAAN GIGI


Gigi untuk roda gigi harus mempunyai bentuk tertentu, sehingga tidak
dijumpai pemindahan daya yang tidak teratur antara satu tempat dengan
tempat lain.
Untuk mendapatkan perbandingan kecepatan yang tetap, persinggungan
(kontak) antara sepasang gigi harus tidak terputus dari saat mula mula
bersinggungan sampai saling melepaskan diri. Persinggungan yang tidak
kontinyu akan menyebabkan perbandingan putaran berfluktuasi.
Pada gambar 6.21, menunjukkan suatu pasangan gigi dalam keadaan
bersinggungan secara bertahap. Penggerak roda gigi D berputar searah
jarum jam, sedangkan yang digerakkan roda gigi (F) berputar berlawanan
arah jarum jam. Singgungan pertama terjadi jika titik ujung atas roda gigi
yang digerakkan bersinggungan dengan bagian pada lekuk gigi bagian
bawah roda gigi yang menggerakkan. Salah satu titik singgung terletak
pada lingkaran bagi. Bila bentuk gigi adalah standar, maka titik titik
singgung berturut turut akan membentuk satu garus lurus. Garis ini disebut
garis kontak gigi.

Gambar 6.21 Garis persinggungan gigi.


Bentuk gigi dari roda gigi ada dua macam yaitu :
1. Bentuk gigi Cycloidal

123

2. Bentuk gigi Involute.


6.4.1 Bentuk gigi Cycloidal.
Bentuk gigi Cycloidal terbentuk berdasarkan pergeseran titik seperti pada
gambar dibawah ini:

Gambar. 6.22 Gambar bentuk gigi Cycloidal


Bentuk gigi Cycloidal ini dahulu sering digunakan, tetapi sekarang sudah
jarang digunakan untuk pemindah daya yang besar, karena jenis gigi ini
tidak menguntungkan bila ditinjau dari kekuatan terhadap lenturan dan
proses pembuatannya. Tetapi bila ditinjau terhadap gesekan yang terjadi
jenis gigi ini sangat menguntungkan karena gesekan yang terjadi sangat
rendah.
6.4.2. Bentuk gigi Involute.
Bentuk gigi involute ini sekarang banyak dipergunakan pada pemindah
daya untuk permesinan.
Involute adalah sekumpulan titik yang terbentuk oleh satu titik dari satu
garis lurus, jika garis ini dililitkan pada lingkaran seperti terlihat pada
gambar 6.23 berikut ini.

124

(a)

( b)

Gambar. 6.23 Bentuk gigi involute.


Pada gambar 6.23a menunjukkan cara membentuk gigi involute dimana
car yang pertama seperti gambar a) yaitu sebuah roda yang dilengkapi
piringan dan pada roda tersebut dililitkan sebuah benang yang diikatkan
alat tulis,pada posisi mula mula titik a tersebut berada pada posisi titik e,
dengan menarik benag tersebut melalui sebuah roda katrol maka
pergeseran dari roda dan benang tersebut akan terbentuk lengkungan
yang merupakan bentk gigi involute.
Ada cara lain melukis bentuk gigi involute yaitu seperti terlihat pada
gambar 6.23b, dimana sebuah lingkaran yang dibuat sesuai dengan
diameter lingkaran kaki, dan lingkaran tersebut dibagi menjadi 12 bagian
atau lebih yang selanjutnya dibuat garis melalu titik titik tersebut ke sumbu
lingkaran, lalu pada titik pertama ditarik garis singgung yang tegak lurus
terhadap garis yang terbentuk, selanjutnya ukurlah panjang garis singgung
tersebut dari titik pertama sebesar 1/12 dari keliling lingkaran, maka
diperoleh satu titik. Selanjutnya dengan cara yang sama ditarik garis
singgung melalui titik kedua dari lingkaran tersebut dan ukur panjangnya

125

sebesar 2/12 dikali penjang keliling lingkaran, maka akan diperoleh titik
kedua. Dengan cara yang sama seperti titik pertama dan kedua maka
akan diperoleh titik selanjutnya.
Bila titik titik tersebut dihubungkan maka akan terbentuk kelengkungan
yang merupakan bentuk gigi involute. Alam menentukan pembagian
jumlah titik pada lingkaran tersebut sebaiknya makin banyak maka akan
diperoleh jumlah titik pada daerah kelengkungan sampai puncak gigi.

Gambar 6.24 Bentuk pasangan gigi Involute.


Pada gambar 6.24 menunjukkan suatu bentuk gigi involute dimana M 1 dan
M2 adalah pusat roda gigi dengan lingkaran bagi pada 1 dan 2. Titik P
adalah titik potong antara lingkaran bagi dengan garis penghubung pusat.
Melalui titik P dapat ditarik garis 1 yang membentuk sudut dengan garis
horizontal. Sudut ini dinamakan sudut tekan. Sudut tekan merupakan
sudut antara garis cengkeraman dengan garis singgung lingkaran bagi di
titik P, dimana titik P adalah titik kutup.
Lebar gigi dan lebar lekuk gigi sama. Lebar gigi dengan toleransi minus
dan lebar lekuk dengan toleransi plus, sehingga ada ruang antara (back
lash).
Agar pemindahan daya dapat berjalan dengan baik, maka seharusnya bila
pasangan gigi berikutnya mulai bersinggungan, pasangan gigi terdahulu
harus masih saling bersinggungan.
Untuk ini perlu busur kontak lebih besar dari jarak bagi gigi.

126

Perbandingan antara busur


perbandingan kontak ().

kontak

dengan

jarak

bagi

disebut

Busur .kontak
Jarak .bagi .gigi

Untuk roda gigi yang normal harga ()=1,2 s/d 1,7.


Keuntungan pemakaian propil gigi Involute yaitu :
a.

Gigi tersebut dapat dibuat dengan mesin, baik satu


persatu maupun produksi secara massal.
b.
Arah dan besar gaya pada gigi selalu tetap, meskipun
momen yang harus dipindahkan melalui roda gigi berubah ubah.
c.
Dapat dibuat berpasangan dengan roda gigi yang
berbeda beda, asalkan modulnya sama, jadi dapat dipakai untuk
bermacam macam perbandingan putaran

Gambar 6.25. Garis kontak dan garis cengkeraman gigi.


Untuk roda gigi Involute yang ada dipasaran, ada beberapa macam sudut
kontak dan sudut cengkeraman, hal ini disesuaikan dengan fungsi dan
kegunaannya yaitu :
1. 141/2 o Composite System ( zmin=12 buah), bentuk gigi ini biasanya
digunakan pada umumnya, tetapi tidak mudah diganti ganti.
2. 141/2 o Full depth Involute System ( zmin=32 buah)
biasanya digunakan untuk gigi lurus dan helical.

127

3. 20o

Full deoth Involute System (zmin=18 buah)

4. 20o

Stub Involute System (zmin=14 buah), biasanya digunakan


untuk beban gigi yang relatif berat.

Standard perbandingan dari system gigi.


Biasanya ukuran ukuran standard dari gigi, berdasarkan harga modul dari
roda gigi tersebut, serta bentuk dari gigi yang dipilih. Pada table 6-1
dibawah ini diberikan ukuran ukuran yang telah distandarisasikan yaitu :
Tabel 6-1 Standar perbandingan dari sistim gigi
No.
1
2
3
4
5
6
7

6.5.

Ukuran Utama
Addendum
Dedendum
Kedalaman gigi
Total kedalaman
minimum
Tebal gigi
Toleransi
Jari jari kaki

141/2o Composite
dan Full depth
Involute System

20o Full Depth


Involute System

1m
1,25 m
2 m

1 m
1,25 m
2 m

20o Stub
Depth
Involute
System
0,8 m
1 m
1,6 m

2,25 m

2,25 m

1,80 m

1,5708 m
0,25 m
0,4 m

1,5708 m
0,25 m
0,4 m

1,5708 m
0,20 m
0,4 m

PERHITUNGAN KEKUATAN GIGI INVOLUTE


Untuk menghitung kekuatan gigi dari roda gigi,dimana diasumsikan
masing masing gigi dari roda gigi tersebut harus mampu meneruskan daya
yang direncanakan. Pada gamabar 6.26 dibawah ini penampang
berbahaya gigi yang menerima gaya yaitu:

128

Gambar 6.26 Bentuk penampang berbahaya pada gigi roda gigi.


Dimana:
Fn
Ft
Fr
b
t

= Gaya Normal
= Gaya tangensial
= aya radial
= lebar gigi
= tebal gigi
h = jarak garis kerja gaya tangensial terhadap penampang
berbahaya.

Besar momen yang terjadi terhadap penampang berbahaya:


M Ft .h

dimana:

I
y

M .y
I

y 1 t dan I 1 b .t 3
2
12

Ft .h . 1 t
2 F 6.h

t
1 b .t 3
b .t 2
12

Maka besar gaya tangensial adalah:


.b .t 2
Ft

6.h

Bila diameter jarak bagi lingkaran (D) adalah:


D z .m
Circular pitch ( pc )

129

pc .m

D z.

pc

pc

pc

D .
z

dimana:
t ada hubungan dengan pc
t = x. pc
h ada hubungan dengan pc
h = k . pc
Maka:

Ft

x & k = konstanta

.b .( x . pc )2
x2
.b . pc
6( k . pc )
6.k

Dimana:
Y

x2
konstanta (factor lewis) yang besarnya bergantung dari
6.k

bentuk gigi yang digunakan.

Ft .b . pc .Y

Harga konstanta Lewis (Y) untuk bermacam bentuk gigi yang digunakan
yaitu:
Y 0 ,124

0 ,684
untuk 141/2o Composite dan Full depth
z

involute system.
Y 0 ,154

0 ,912
untuk 20o Full depth Involute system.
z

Y 0 ,175

0 ,841
untuk 20o Stub Involute system.
z

dimana: z= jumlah gigi dari roda gigi.

6.5.1 Perhitungan pembebanan dinamik gigi


Bila operasi dari pasangan gigi tersebut menerima beban dinamik, maka
untuk menentukan besar beban dinamik total gigi dapat dihitung
berdasarkian persamaan :

130

FD Ft F1

dimana F1 adalan pembebanan tambahan yang besarnya dapat ditentukan


berdasarkan persamaan:

F1

0,11(b.C Ft )
0,11.v b.C Ft

Dimana C adalah faktor dinamik gigi yang besarnya dapat dicari dari
persamaan :
C

K .e
1
1

E p Eg

dimana:
FD = Jumlah beban dinamik.
Ft = Pembebanan tetap
F1 = Pembebanan tambahan
v = Kecepatan lingkaran jarak bagi.
C = faktor dinamik gigi
Ep = Modulus Elastisitas bahan gigi Pinion.
Eg = Modulus Elastisitas bahan Gear.
e = Faktor kesalahan gigi. (lihat table 6-2)
K = Faktor gigi.
Untuk menentukan harga faktor gigi ( K ), tergantung dari bentuk gigi yang
akan dipergunakan yaitu :
K= 0,107 untuk 141/2o untuk Composite dan full depth involute system
K= 0,111 untuk 20o

untuk Full depth involute system

K= 0,115 untuk 20o

untuk Stub involute system

Besar kesalahan maksimum gigi tergantung dari besar kecepatan


lingkaran jarak bagi seperti terlihat pada table berikut ini.
Tabel.6-2.
Kecepatan
lingkaran
jarak bagi.
v (m/det)
75

Harga faktor kesalah gigi.


Faktor
Kecepatan Faktor
Kesalaha lingkaran
Kesala
n gigi
jarak bagi. han gigi
(e)mm
v (m/det)
(e)mm
0,0925
525
0,0425

Kecepatan
lingkaran
jarak bagi.
v (m/det)
975

Faktor
Kesalahan
gigi (e)mm
0,0200

131

150
225
300
375
450

0,0800
0,0700
0,0600
0,0525
0,0475

600
675
750
825
900

0,0375
0,0325
0,0300
0,0250
0,0225

1050
1200
1350
1500 keatas

0,0175
0,0150
0,0150
0,0125

6.5.2. Perhitungan Pembebanan Statik gigi.


Bila operasi dari pasangan gigi tersebut menerima beban statik, maka
untuk menentukan besar beban statik gigi dapat dihitung berdasarkian
persamaan
FS e .b. pc .Y
FS e .b. .m.Y

Besar pembebanan static terhadap beban dinamik tergantung dari bentuk


pembebanan yang terjadi:
Untuk pembebanan tetap
Untuk pembebanan bergetar
Untuk pembebanan tumbukan

FS 1,25.FD
FS 1,35.FD
FS 1,5.FD

Untuk menentukan besar tegangan lengkung yang diizinkan, dapat dilihat


pada table 6-3 berikut ini:
Tabel. 6-3. Besar tegangan lengkung yang diizinkan untuk bahan.
Bahan Pinion dan
Gear
Grey cast iron
Semi Steel
Phosphor bronze
Seel

Brinnel hardness
number (BHN)
160
200
100
150
200
240
280
300
320
350
360
400 dan seterusnya

Tegangan lengkung
Izin ( e N/cm2)
8400
12600
16800
25200
35000
42000
49000
52500
56000
59500
63000
70000

132

6.5.3. Perhitungan Beban maksimum gigi.


Beban maksimum gigi yang dapat diteruskan, terganrung dari
pemakaiannya dan juga tergantung dari bentuk propil gigi serta elastisitas
dan batas kelelahan permukaan dari material, maka besar beban
maksimum dapat ditentukan dari persamaan :
Fw D p .b.Q.K

dimana:
Fw
Dp
b
Q

= batas beban maksimum.


= Diameter jarak bagi dari pinion.
= lebar gigi
= faktor ratio.

Untuk menentukan harga faktor ratio yaitu :


Q

2. z g
2.v.R

v.R 1 z g z p

2.z g
2.v.R

v.R 1 z g z p

untuk gigi dalam.

Untuk gigi luar.

Dimana:

v.R faktor perbandingan kecepatan

zg
zp

K = faktor koreksi tegangan.


Untuk menentukan besar faktor koreksi tegangan dapat ditentukan dengan
persamaan:
2
es
. sin 1
1
K

dimana: es

Ep
Eg

1,4

Ep

Eg

tegangan permukaan yang diizinkan.


= Sudut tekan
= Modulus elastisitas bahan pinion.
= Modulus elastisitas bahan Gear.

Untuk menentukan besar tegangan permukaan yang diizinkan, untuk


berbagai bahan dapat dilihat pada table 6-4 dibawah ini.
Tabel.6-4. Tegangan Permukaan yang diizinkan untuk bahan.
Tegangan
Bahan Pinion dan
Brinnel hardness
permukaan Izin
Gear
number (BHN)
( es N/cm2)
Grey cast iron
160
63000

133

Semi Steel
Phosphor bronze
Seel

200
100
150
200
240
280
300
320
350

63000
63000
35000
49000
61600
72100
77000
82600
91000

6.5.4. Prosedur merancang gigi:


Misalnya diketahui besar daya yang dipindahkan (P) dan putarannya (N),
maka langkah perhitungan adalah sebagai berikut:
1. Menentukan besar gaya tangensial yang terjadi (Ft ) :
Besar torsi yang terjadi:
T

60.P
60000 P

2. .N
2 .N

dimana: P= daya dalam kW

T Ft .R

Ft .R

2N
dan v .R
60

60000.P
2 .N

2 .N Ft .R
P
60 1000

.Ft .R Ft .v

1000
1000

maka besar gaya tangensial diperoleh :


Ft

atau:

1000.P
(N) satuan SI dimana P ( kW); v(m/det)
v
4500.P
Ft
(kg) Satuan mks dimana: P(HP);V(m/menit
v

Didalam perencanaan biasanya besar gaya tangensial digunakan


persamaan yang dikalikan factor koreksi (Cs) yaitu:
Ft

1000.P
.C s (N) atau
v

Ft

4500.P
.C s (kg)
v

dimana: Cs= Sevice factor. Untuk harga Cs tergantung dari jenis


pembebanan dan lama pemakaiannyaseperti terlihat pada table 6-5
berikut ini:
Tabel.6-5. Harga Service faktor

134

No.
1
2
3
4

Jenis Pembebanan
Steady
Tumbukan ringan
Tumbukan medium
Tumbukan Berat

Service factor (Cs)


3
8 s/d 10
24
jam/hari
jam/hari
jam/hari
0,80
1,00
1,25
1,00
1,25
1,54
1,25
1,54
1,80
1,54
1,80
2,00

2. Menentukan gaya tangensial dengan menggunakan faktor lewis.:


Ft w .b. pc .Y
Ft o .Cv .b. .m.Y

Tegangan yang diizinkan ( o ) diperoleh sesuai dengan bahan roda


gigi penggerak (pinion) dan roda gigi yang digerakkan (gear),
selanjutnya tentukan besar tegangan kerja ( w ) yaitu:
w o .Cv
dimana: Cv = faktor kecepatan
Untuk menentukan harga faktor kecepatan (C v ), dapat ditentukan
berdasarkan persamaan untuk berbagai kecepatan yaitu :
Cv

Cv

3
3v

Untuk gigi penggunaan biasa dengan


kecepatan sampai dengan 12,5 m/det.

4,5
Untuk gigi penggunaan yang lebih berhati hati
4,5 v

dengan kecepatan sampai dengan 12,5 m/det.


Cv

6
Untuk gigi penggunaan yang sangat tepat, dengan
6v

kecepatan s/d 20 m/det

0,75
Cv
Untuk gigi penggunaan sangat pressisi
0,75 v

dengan kecepatan s/d 20 m/det.


0,75
Cv
0,25 untuk gigi non metal.
1 v

Selanjutnya tentukan faktor Lewis(Y) sesuai dengan bentuk gigi yang


dipilih.
Dalam menentukan dimensi gigi bila diketahui sepasang gigi, pilih
salah satu gigi pinion atau gear caranya yaitu bandingkan hasil
perkalian besar tegangan izin bahan gigi pinion dengan faktor lewis
( op .Y p ) dengan hasil perkalian antara tegangan izin bahan gear
dengan faktor lewis ( og .Yg ) , hasil yang paling kecil maka gigi

135

tersebut yang akan diperhitungan dimensinya sedangkan untuk gigi


pasangannya mengikuti dimensi gigi yang dicari.
Untuk menentukan besar tegangan static yang diizinkan, dapat dilihat
dari berbagai material seperti terlihat padatabel 6-6. dibawah ini:
Tabel 6-6. Besar tegangan static yang diizinkan untuk bahan.
Material
Cast iron, ordinary
Cast iron, medium grade
Cast iron,highest grade
Cast steel, untreated
Cast steel, heat treated
Forged carbon steel-case hardened
Forged carbon steel-untreated
Forged carbon steel-heat treated
Alloy steel-case hardned
Alloy steel-treated
Phosphor bronze
Non-metallic materials
Rawhide, fabroil
Bakelite,Micarta, Celoron

Tegangan Statik yang diizikan


( o ) dalam N/cm2
5600
7000
10500
14000
19600
12600
14000 s/d 21000
21000 s/d 24500
35000
45500 s/d 47200
8400
4200
5600

3. Tentukan besar beban dinamik yang terjadi.

FD Ft F1 Ft

0,11.v(b.C Ft )
0,11.v b.C Ft

4. Tentukan besar beban static yang terjadi.


FS e .b. pc .Y
FS e .b. .m.Y

5. Tentukan besar beban maksimum gigi.


Fw D p .b.Q.K

Untuk menentukan harga faktor ratio yaitu :


Q

2. z g
2.v.R

v.R 1 z g z p

Untuk gigi luar.

136

2.z g
2.v.R

v.R 1 z g z p

untuk gigi dalam.

Dimana:

v.R faktor perbandingan kecepatan

zg
zp

K = faktor koreksi tegangan.


Untuk menentukan besar faktor koreksi tegangan dapat ditentukan dengan
persamaan:
2
es
. sin 1
1
K

1,4

Ep

Eg

dimana : es tegangan permukaan yang diizinkan.


E = Modulus Elastisitas.

137

Contoh Soal 1. untuk roda gigi lurus.


Sepasang roda gigi lurus harus mentransmisikan daya sebesar 30 HP
dengan pinion (penggerak) yang berputar sebesar 300 rpm.
Bila perbandingan kecepatan sebesar 1 : 3, tegangan static yang diizinkan
untuk bahan pinion sebesar 1200 kg/cm 2 dan tegangan yang diizinkan
untuk bahan gear (yang digerakkan) sebesar 1000 kg/cm 2.
Untuk data data yang lainnya diketahui :
- Jumlah gigi pinion 15 bh
- Lebar gigi = 14 kali modul
- Bentuk propil gigi yaitu 20o full depth Involute System
- Jenis pembebanan tumbukan ringan dengan 3 jam operasi
per hari
- Penggunaan gigi, penggunaan biasa
Ditanyakan:
a. Besar modul gigi tersebut.
b. Lebar gigi
c. Diameter masing masing gigi.

Gambar. 6.27. Pasangan roda gigi lurus


Diketahui: P = 30 HP ; N = 300 rpm
Bahan pinion op 1200kg / cm 2
Bahan Gear og 1000.kg / cm 2
Jumlah gigi pinion zp= 15 bh dan lebar gigi (b)=14 m
Perbandingan gigi : zp : zg = 1 : 3
Maka jumlah masing masing gigi :
zp
zg

1
3

z g 3.z p 3( 15 ) 45 bh.

Faktor lewis untuk 20o full involute system:

138

Y 0 ,154

0 ,912
z

maka harga Y untuk gigi pinion:


Y p 0 ,154

0 ,912
0 ,0932
15

Untuk roda gigi Gear :


Y p 0 ,154

0 ,912
0 ,1337
45

Bandingkan hasil perkalian p Yp. dengan g Yg, hasil harga yang terkecil
menunjukkan gigi tersebut yang kemungkinan rusak terlebih dahulu,
sehingga roda gigi yang dihitung cukup pada perhitungan selanjutnya
adalah roda gigi yang harganya terkecil, sedangkan untuk pasangannya
hasil dimensi mengikuti dimensi yang dihitung.
op .Y p : og .Yg 1200( 0 ,0932 ) : 1000( 0 ,1337
111 ,84 : 133 ,7
Ternyata harga yang paling kecil adalah hasil perkalian bahan gigi dengan
factor lewis, adalah roda gigi pinion, maka untuk perhitungan selanjutnya
menentukan gaya tangensial digunakan data dari roda gigi pinion.
Menentukan besar gaya tangensial (F t):
Ft wp .b . .m .Y p

..1)

dimana:
wp op .C v

Ft

4500.P
.C s
v

; Cv

3
3v

untuk penggunaan biasa

pers. Untuk satuan mks, daya dalam HP


Cs = Service factor (lihat table 6-5)
untuk tumbukan ringan 3 jam/hari
= 1,00

Untuk menentukan besar kecepatan singgung gigi:


v .R

2 .N
.D .N
.R
60
60

(mdet)

Maka besar kecepatan tangensial gigi:


.D p .N p
(m/det) dimana : satuan D dalam cm
v
60.100
Dp=m.zp (cm)
.m .z p .N p .m .( 15 ).300
v

141,4.m (m/menit)
100
100

139

.m .z p .N p .m .( 15 ).300

2 ,36.m (m/det)
100
60.100

4500.( 30 ) 954 ,8

141,4.m
m
3
3

Cv
3 v 3 2 ,36.m

Ft

(kg)

bila harga tersebut dimasukkan ke pers 1) maka:

954 ,8
3

1200
.( 14.m ) .m .0 ,0932
m
3 2 ,36.m

954 ,8
12 ,3.m 2

1200.m 3 2 ,36.m

3 2 ,36.m

0 ,796
12 ,3.m 2

m
3 2 ,36.m

12 ,3.m 3
3 2 ,36.m 15 ,45.m 3
0 ,796

Dari persamaan diatas, dengan cara coba coba maka diperoleh harga
modulnya yaitu (m) = 0,66
Maka lebar gigi (b) = 14 ( 0,66) = 9,24 ( cm )
Untuk Diameter jarak bagi masing masing gigi:
D p m .z p 0 ,66( 15 ) 9 ,9 cm = 99 mm
D g m .z g 0 ,66( 45 ) 29 ,7 (cm) = 297 (mm)

140

Cotoh Soal.2
Sepasang gigi lurus dengan bentuk propfil gigi 20 o full involute system
digunakan untuk mentransmisikan daya sebesar 50 HP dengan pinion
(penggerak) berputar sebesar 750 rpm, dimana perbandingan kecepatan
3,5 : 1 . Bahan gigi pinion terbuat dari baja dengan tegangan izin statisnya
sebesar 1110 kg/cm2, serta bahan gear terbuat dari besi tuang dengan
tegangan izin statisnya sebesar 600 kg/cm 2.
Untuk data yang lainya diketahui:
- Lebar gigi = 12 kali modul
- Jumlah gigi pinion 16 bh
- Fungsi roda gigi untuk penggunaan yang hati hati
- Jenis pembebanan steady dengan 8-10 jam operasi per hari
- Tegangan permukaan yang diizinkan 12000 kg/cm 2
- Modulus elastisitas bahan pinion 2 x 106 kg/cm2.
- Modulus elastisitas bahan gear 1x106 kg/cm2
Ditanyakan.
a. modul gigi
b. Lebar gigi
c. Diameter jarak bagi masing masing gigi.
d. Besar beban maksimum gigi.
Penyelesaian
Dieketahui: P= 50 HP ; Np = 750 rpm

; V .R

zg
zp

3 ,5 : 1

z g 3 ,5.z p 3 ,5( 16 ) 56 bh

Bahan pinion op 1110 kg / cm 2


Bahan Gear og 600.kg / cm 2
Jumlah gigi pinion zp= 16 bh

dan lebar gigi (b)=12 m

Besar kecepatan tangensial gigi:


v

.m .z p .N p .m .( 16 ).750

377.m
100
.100

m/menit
= 6,28 .m m/det

Menentukan besar gaya tangensial (F t):


4500.P
.C s
dimana Cs = 1 ( dari table 6-5)
v
4500.50
596 ,8
Ft
.
(kg)
377.m
m
Ft

Faktor kecepatan untuk kegunaan yang hati hati :


Cv

4 ,5
4 ,5

4 ,5 v 4 ,5 6 ,28.m

141

Faktor lewis untuk 20o full involute system:


Y 0 ,154

0 ,912
z

maka harga Y untuk gigi pinion:


Y p 0 ,154

0 ,912
0 ,097
16

Untuk roda gigi Gear :


Y p 0 ,154

0 ,912
0 ,138
56

Bandingkan hasil perkalian p Yp. dengan g Yg, hasil harga yang terkecil
menunjukkan gigi tersebut yang kemungkinan rusak terlebih dahulu,
sehingga roda gigi yang dihitung cukup pada perhitungan selanjutnya
adalah roda gigi yang harganya terkecil, sedangkan untuk pasangannya
hasil dimensi mengikuti dimensi yang dihitung.
op .Y p : og .Yg 1110 ( 0 ,097 ) : 600( 0 ,138 )
107 ,67 : 82 ,8
Ternyata harga yang paling kecil adalah hasil perkalian bahan gigi dengan
factor lewis, adalah roda gigi Gear, maka untuk perhitungan selanjutnya
menentukan gaya tangensial digunakan data dari roda gigi gear.
Menentukan besar gaya tangensial (F t):
Ft wg .b . .m .Y g

596 ,8
4 ,5

600
.( 12.m ) .m .0 ,138
m
4 ,5 6 ,28.m

596 ,8
23 ,4.m 2

600.m 4 ,5 6 ,28.m

4 ,5 6 ,28.m

0 ,995
23 ,4.m 2

m
4 ,5 6 ,28.m

23 ,4.m 3
4 ,5 6 ,28.m 23 ,52.m 3
0 ,995

Dari persamaan diatas, dengan cara coba coba maka diperoleh harga
modulnya yaitu (m) = 0,6
Maka lebar gigi (b) = 12 ( 0,6) = 7,2( cm )=72 mm
Untuk Diameter jarak bagi masing masing gigi:
D p m .z p 0 ,6( 16 ) 9 ,6 cm = 99 mm
D g m .z g 0 ,6( 56 ) 33,6 (cm) = 336 (mm)

Beban maksimum pada permukaan gigi:

142

Fw D p .b.Q.K

Untuk menentukan harga faktor ratio yaitu :


2. z g
2.v.R

Untuk gigi luar


v.R 1 z g z p
2.( 3,5 )
7
Q

1,55
3 ,5 1 3 ,5 1

Untuk menentukan besar faktor koreksi tegangan dapat ditentukan dengan


persamaan:
2 . sin 1
1
K es
(

)
1,4
E p Eg
K

12000 2 . sin 20o (


1,4

1
2.10

1
1.106

) = 52,76.

Fw D p .b .Q .K 9 ,6( 7 ,2 )1,55( 52 ,76 ) 5652 kg.

143

Contoh Soal.3 (dalam satuan SI)


Sebuah Kompressor balik balik dengan putaran 200 rpm digerakkan oleh
motor listrik dengan sebesar 900 rpm. Untuk memindahkan daya dan
mereduksi putarannya direncanakan sepasang roda gigi lurus. Bila torsi
yang dipindahkan sebesar 5000 N.m dan dalam perencanaan roda gigi ini
diperhitungan torsi yang terjadi lebih besar 25% dari torsiyang
dipindahkan.
Untuk data data lain diketahui :
- bentuk propfil gigi 20o Stub involute system
- Lebar gigi = 10 kali modul
- Panjang dari poros yang digunakan 500 mm
- Untuk gigi penggunaan biasa
- Tegangan statis diizinkan bahan pinion 300 N/mm 2
- Tegangan statis diizinkan untuk bahan gear 140 N/mm 2
Ditanyakan:
a. Diameter jarak bagi masing masing roda gigi.
b. Modul gigi tersebut
c. Lebar gigi
d. Jumlah masing masing gigi
Penyelesaian:
Diketahui:
Panjang poros (L) = 500 mm
Putaran motor listrik (Nm)=Np= 900 rpm
Putaran Kompressor (Nc)=NG= 200 rpm.
Torsi yang dipindahkan (T)= 5000 N.m
Torsi yang terjadi (TD)=(100%+25%) T= 1,25 T
= 1,25 ( 5000) 6250 N.m= 6250x103 N.mm
lebar gigi (b) = 10 m
Bahan pinion op 300.N / mm 2
Bahan Gear og 140.N / mm 2
Perbandingan kecepatan(V.R)
V .R

Np
NG

Dg
Dp

900
4 ,5
200

D g 4 ,5.D p

Pengaruh panjang terhadap pemasangan gigi:


D p Dg
D p Dg

500

2
2
2
2
D p D g 1000 D p 4 ,5 D p 1000
Dp

1000
181,8.( mm )
5 ,5

144

D g 4 ,5.D p 4 ,5( 181,8 ) 818 ,1.( mm )


Kecepatan tangensial dari roda gigi:
.D g .N g ( 0 ,8181 ).200
v

8 ,57.( m / det)
60
60
Faktor kecepatan dengan penggunaan gigi biasa:
Cv

3
3

0 ,26
3 v 3 8 ,57

Faktor lewis untuk bentuk 20o Stub involete System:


Y 0 ,175

dimana: D m .z

0 ,841
z

Bila D dalam satuan (mm)


Maka m dalam satuan (mm)
Untuk pinion:
Y 0 ,175

0 ,841.m
0 ,841.m
0 ,175
0 ,175 0 ,00463.m
Dp
181,8

Untuk gear:
Y 0 ,175

0 ,841.m
0 ,841.m
0 ,175
0 ,175 0 ,001028.m
Dg
818 ,1

maka perbandingan hasil perkalian bahan dengan factor lewis:

op .Y p : og .Y g
300( 0 ,175 0 ,00463.m ) : 140( 0 ,175 0 ,001028.m

Bila kita perhatikan dari perbandingan tersebut, maka harga yang paling
kecil adalah untuk gigi gear, maka untuk selanjutnya yang dihitung cukup
gigi gear saja dan dimensi pinion mengikuti hasil perhitungan gear.
Gaya tangensial maksimum yang terjadi pada roda gigi:
2.TD 2( 6250 x103 )

15280.( N )
Dg
818 ,1
Ft wg .b . .m .Y g

Ft

15280 ( 140 )( 0 ,26 ).10.m . .m .( 0 ,175 0 ,001028.m )


15280 200.m 2 1,175.m 3

Dengan cara coba coba (by hit and trial), maka diperoleh besar modul gigi
tersebut sebesar m= 9,5 mm atau 10 mm.

145

Untuk lebar gigi : b= 10.m= 10.(10)= 100 (mm)


Jumlah masing masing gigi :
zp
zg

Dp
m
Dg
m

181,8
18 ,18 bh diambil zp= 18 bh
10

818 ,1
81,81 bh diambil zp= 81 bh
10

Maka Diameter jarak bagi masing gigi menjadi :


D p m .z p 10( 18 ) 180.( mm )
D g m .z g 10( 81 ) 810.( mm )

146

6.6.

RODA GIGI MIRING


Pada roda gigi miring bentuk giginya membentuk sudut kemiringan
terhadap sumbu roda gigi. Jadi arah gigi roda gigi miring membuat garis
ulir (helical).
Keuntungan keuntungan pemakaian roda gigi miring dibandingkan dengan
pemakaian roda gigi lurus adalah:
-

Perbandingan kontak (contact ratio) lebih besar.


Bunyi tidak sekeras bunyi pada roda gigi lurus, karena
kontak dari gigi yang berpasangan semula pada satu titik dan
berkembang menjadi sebuah garis, jadi tidak seperti pada
roda gigi lurus dimana gigi yang berpasangan secara tiba
tiba berkontak sepanjang garis kontak.
Pembagian beban secara merata di sepanjang lebar gigi
lebih mungkin tercapai.

Kerugian dari roda gigi miring adalah terjadinya gaya aksial yang akhirnya
harus diterima oleh bantalan. Gaya aksial tersebut dapat dihilangkan
dengan menggunakan roda gigi miring ganda (Herringbone gears).
Disamping itu ukuran ukuran seperti lingkaran bagi dan lain lain tidak
dapat dinyatakan dalam bilangan bulat.

Gambar 6.28 Gaya gaya yang terjadi pada roda gigi miring
Dimana:
PN = jarak bagi normal
PC = Jarak bagi keliling = .m
m = modul gigi
FN = Gaya normal
FA = Gaya aksial

147

Ft=Fr=gaya akibat momen putar (gaya tangensial)


Untuk menentukan besar jarak bagi normal yaitu :
PN PC . cos
Overlap = b. tan = 1,15 PC

15%

Lebar minimum gigi adalah :

1,15.Pc 1,15. .m

tan
tan

Agar supaya gaya aksial FA tidak terlalu besar, maka harga dan
dipilih sesuai rekomendasi dari American gear Manufacturers Association
(AGMA) yaitu :
Sudut tekan
: = 15o sampai dengan 25o
Sudut kemiringan
: = 20o sampai dengan 45o
Adendum
: a = 0,8 .m (maksimum)
Dedendum
: d = 1 m (minimum)
Minimum total depth
: h = 1,8 m
Minimum clearence
= 0,2 m
Thickness dari gigi
= 1,5708 m.

6.6.1. Perhitungan kekuatan roda gigi miring.


Menentukan besar gaya tangensial yang terjadi pada roda gigi :
Ft ( o .C v ).b . .m .Y '

dimana :
o tegangan statik bahan roda gigi dalam satuan (kg/cm 2 atau (N/cm2).
C v faktor kecepatan
m modul
Y ' faktor lewis dari gigi miring.
Catatan:
1. maksimum lebar permukaan dapat diambil 12,5.m s/d 20.m.
2. Untuk roda gigi miring helical ganda, lebar permukaan minimum dapat
dicarai dari persamaan:
2 ,3 Pc 2 ,3. .m
b

tan
tan
biasanya lebar permukaan maksimum antara 20 m s/d 30 m.

148

3. Untuk gigi helical tunggal, besar sudut nya antara 20 o s/d 35o,
sedangkan untuk yang ganda dibuat diatas 45 o.
Untuk menentukan faktor lewis dari gigi miring (Y), menggunakan faktor
lewis yang disesuaikan yaitu menggunakan kesamaan jumlah gigi yaitu :
z
zE
cos 3
Untuk faktor kecepatan dapat diambil berdasarkan kecepatan keliling dari
roda gigi yang diinginkan yaitu :
Cv

6
untuk kecepatan keliling s/d 5 m/det.
6v

15
untuk kecepatan keliling 10 s/d 20 m/det.
15 v
0 ,75
Cv
untuk kecepatan lebih besar dari 20 m/det
0 ,75 v
0 ,75
Cv
0 ,25 Untuk bahan bukan metal
0 ,75 v
Cv

Beban dinamik dari roda gigi miring (helical):


FD

0 ,05.v ( b .C .cos 2 Ft ) cos


0 ,05.v b .C . cos 2 Ft

Ft

Batas beban maksimum pemakaian roda gigi miring(helical):


Fw

D p .b .Q .K
cos 2

Contoh soal Untuk roda gigi miring.


Sebuah roda gigi miring (helical) seperti gambar 6.28, yang terbuat
dari baja tuang dengan sudut kemiringan 30 o, direncanakan mampu
memindahkan daya sebesar 45 HP pada putaran 1500 rpm. Jika jumlah
gigi 24 buah dan besar tegangan statik bahan gigi adalah 560 kg/cm 2.
Untuk lebar gigi direncanakan sebesar 3 kali jarak bagi normal. Bentuk gigi
miring ini dipilih 20o full depth involute gear dengan faktor lewis adalah
Y ' 0 ,154

0 ,912
zE

Ditanyakan:
a. Modul gigi tersebut

149

b. Diameter jarak bagi gigi.


c. Lebar gigi
d. Besar gaya aksial yang terjadi.
Penyelesaian:
Diketahui: P= 45 HP ; N=1500 rpm ; = 30o ; zG = 24 bh
o 560.( kg / cm 2 ) ; b= 3 PN
Besar torsi (momen puntir) yang dipindahkan.
T

4500.P 4500( 45 )

21,5.( kg .m ) 2150.( kg .cm )


2 .N
2. ( 1500 )

Untuk persamaan jumlah gigi :


zE

z
3

cos

24
3

cos 30

24
0 ,8663

37 bh.

Faktor gigi Y untuk roda gigi miring:


Y ' 0 ,154

0 ,912
0 ,912
0 ,154
0 ,127
zE
37

Besar gaya tangensial yang dipindahkan:


2.T
2.T

D
m .z
2.T 2( 2150 ) 179
Ft

(kg)
m .z
m ( 24 )
m

T Ft . 1 D
2

Ft

dimana D = m.z

Besar kecepatan keliling gigi :


v

.D .N .m .z .N .m ( 24 )1500

1131 .m (m/menit)
100
100
100

1131 .m
18 ,85.m (m/det)
60

Dengan kecepatan keliling tersebut diatas, maka dipilih faktor gigi:


Cv

15
15

15 v 15 18 ,85.m

Besar beban (gaya) tangensial yang diterima permukaan gigi:


Ft ( o .C v ).b . .m .Y ' o .(

15
).3.PN . .m .Y '
15 18 ,85.m

15

'
.3.Pc .Cos . .m .Y
15 18 ,85.m

Ft o

150

15

'
.3. .m .Cos . .m .Y
15 18 ,85.m
179
15

'
o
.3. .m .Cos . .m .Y
m
15 18 ,85.m
179( 15 18 ,85.m ) o 45. .Cos . .m 3 .Y '
Ft o

2685 3374.m ) 56045. .Cos30o . .m 3 .0 ,127


2685 3374.m ) 27355.m 3

: 3374

0 ,8 m ) 8 ,1.m

Dengan penyelesaian sistem coba coba maka diperoleh modul gigi


tersebut sebesar (m) = 0,55 atau 0,6 cm.
b. Diameter jarak bagi roda gigi tersebut:
D m .z 0 ,6( 24 ) 14 ,4.( cm ) 144.( mm )
b. Lebar dari roda gigi:
b 3.PN 3.Pc .Cos . 3. .mCos
b 3. .0 ,6.Cos 30o 4 ,89.( cm )atau5.( cm )

c. Besar gaya aksila yang terjadi :


FA Ft tan

179
179
. tan
tan 30 o 172 ,25( kg )
m
0 ,6

Contoh soal.2
Rencanakanlah sepasang roda gigi miring yang digunakan untuk
memindahkan daya sebesar 30 HP. Putaran roda gigi penggerak (pinion)
1800 rpm dan roda gigi yang digerakkan (gear) adalah 600 rpm. Sudut
kemiringan gigi 30o dan propil gigi direncanakan 20 o full depth involute
sistem. Jumlah gigi penggerak 24 buah. Kedua gigi tersebut dibuat dari
bahan yang sama yaitu baja tuang dengan tegangan statik izinnya sebesar
500 kg/cm2. Untuk data data yang lainnya diketahui sebagai berikut:
- Lebar gigi (b) = 4 kali jarak bagi lingkaran.
- Overhang for each gear = 15 cm
- Tegangan geser izin bahan poros 500 kg/cm 2
Ditanyakan:
a. Modul gigi tersebut
b. Diameter jarak bagi gigi.
c. Lebar gigi
d. Besar gaya aksial yang terjadi.
e. Diameter poros yang sesuai.
Penyelesaian:

151

Diketahui: P = 30 HP; Np=1800 rpm ; NG= 600 rpm


= 30o ; zP= 24 ; oP= oG= 500 kg/cm2 ; b= 4 Pc
Overhang foer each gear = 15 cm
'
Propil gigi 20o full involute system Y 0 ,154

0 ,912
zE

Besar momen puntir (torsi) yang dipindahkan :


T

4500.P
4500( 30 )

11,94( kg .m ) =1194 (kg.cm)


2. .N p 2. .( 1800 )

Perbandingan transmisi:
z p .N p z g .N g z g

z p .N p
Ng

24( 1800 )
72 buah
600

Kecepatan tangensial gigi:


.D p .N p .m .z p .N p .m .24( 1800 )

100.
100
100
v 1357.m .( m / menit ) 22 ,62.m .( m / det)
v

Maka faktor kecepatan dipilih


Cv

0 ,75
0 ,75

0 ,75 v 0 ,75 22 ,62.m

Kesamaan jumlah dari gigi:


zp
24
24
z Ep

37
3
3
o
cos cos 30
0 ,8663
zg
72
72
z Eg

110 ,86 111


cos 3 cos 3 30 o 0 ,8663
Faktor lewis roda gigi :
0 ,912
0 ,912
0 ,154
0 ,127
z Ep
37
0 ,912
0 ,912
Y g' 0 ,154
0 ,154
0 ,1458
z Eg
111
Y 'p 0 ,154

maka perbandingan hasil perkalian bahan dengan factor lewis:

op .Y 'p : og .Y g'
500( 0 ,127 ) : 500( 0 ,1458 )

Bila kita perhatikan dari perbandingan tersebut, maka harga yang paling
kecil adalah untuk gigi pinion, maka untuk selanjutnya yang dihitung cukup
gigi pinion saja dan dimensi gigi gear mengikuti hasil perhitungan pinion.
Besar gaya tangensial yang dipindahkan: (F t):

152

T Ft . 1 .D
2

Ft

2.T
2( 1194 ) 99 ,5

.( kg )
m .z p
m .( 24 )
m

Besar beban (gaya) tangensial yang mampu diterima gigi :


Ft ( op .C v ).b . .m .Y 'p op .(

0 ,75
).4.PN . .m .Y 'p
0 ,75 22 ,62.m

Ft op .(

0 ,75
).4. .m . .m .Y 'p
0 ,75 22 ,62.m

Ft op .(

0 ,75
).4. 2 .m 2 .Y 'p
0 ,75 22 ,62.m

99 ,5
0 ,75
500.(
).4. 2 .m 2 .0 ,127
m
0 ,75 22 ,62.m
99 ,5
1878 ,2538.m 2

m
0 ,75 22 ,62.m
99 ,5( 0 ,75

22 ,62.m ) 1878 ,2538.m 3

74 ,625 473 ,223 m 1878 ,2538.m 3


0 ,1577

m 3 ,969.m 3

Dengan cara coba coba, maka diperoleh besar modul


m = 0,62 cm
Lebar gigi :
b 4.Pc 4. .m 4. ( 0 ,62 ) 7 ,79cm 78mm

Diameter lingkaran bagi dari roda gigi:


D p m .z p 0 ,62.( 24 ) 14 ,88cm
D g m .z g 0 ,62.( 72 ) 44 ,64cm

Perencanaan ukuran poros roda gigi:


Besar beban tangensial pada roda gigi pinion:
Ft

2.T
2( 1194 ) 99 ,5

160 ,484.( kg )
m .z p
m .( 24 ) 0 ,62

Besar beban aksial dari roda gigi pinion:

153

FA Ft tan 160 ,484. tan 30 o 92 ,656( kg )

Besar momen lengkung pada poros roda gigi pinion yang disebabkan gaya
tangensial:
M1 Ft xOverhang 160 ,484( 15 ) 2407 ,26( kg .cm )
Besar momen lengkung pada poros roda gigi pinion disebabkan beban
aksial:

M 2 FA 1 .D p 92 ,656. 1 ( 14 ,88 ) 689 ,361( kg .cm )


2
2
Resultan momen lengkung dari poros untuk roda gigi pinion:
M

M12 M 22 ( 2407 ,26 )2 ( 689 ,361 )2

M 2504 ,02( kg .cm )

Besar momen puntir Ekivalen :


Te

M 2 T 2 ( 2504 ,02 )2 ( 1194 )2

Te 2774 ,122( kg .cm )

Menentukan besar diameter poros untuk roda gigi pinion:


16.Te

Te p .d 3p d p 3
.( p )
16
dp 3

16.( 2774 ,122 )


3 ,046( cm )
.( 500 )

Dari tabel 10.1 standar poros dan pasak diambil d p = 38 mm serta ukuran
penampang pasak dengan lebar 12 mm dan tebal 8 mm.

6.7.

Dengan cara yang sama dapat juga ditentukan besar diameter poros untuk
roda gigi yang digerakkan (gear).
RODA GIGI KERUCUT
Roda gigi kerucut adalah jenis roda gigi berbentuk kerucut (konis) yang
berfungsi memindahkan daya serta putaran pada keduan poros yang
sumbunya saling berpotongan atau membentuk sudut antara sumbu poros
penggerak dengan sumbu poros yang digerakkan.

154

Gambar 6.29 Roda gigi kerucut


Penggunaan Istilah dalam roda gigi kerucut.
1.
Pitch Cone = Kerucut Jarak bagi
2.
Cone Centre = Titik pusat kerucut = O
3. Pitch angle = sudut kerucut jarak bagi = p
4. Cone Distance = Jarak sisi kerucut = L=OP
OP L

jari . jari .lingkaran . jarak .bagi


Sin P

Dp
OP L

Dg

2
2
Sin P1 Sin P 2

D p 2.OP .Sin P1
D g 2.OP .Sin P 2

5. Adendum angle = Sudut kepala =


tan

dimana:

a
OP

jarak kepala (addendum)

OP jarak sisi kerucut.

d Jarak kaki (dedendum)


6. Dedendum angle = sudut kaki =
tan

d
OP

155

7. Sudut kerucut kepala =


8. Sudut kerucut kaki = R
9. Jarak kerucut belakang = RB
10 Jarak titik lingkaran jarak bagi ( P ) kesisi belakang = B
11 Tinggi mahkota = jarak titik C ke titik sejajar sumbu gigi= H C
12. Sudut antara dua poros roda gigi = s
13. Jarak sisi belakang (mounting Height) = H m
14. Diameter lingkaran jarak bagi (Pitch diameter)= D p
15. Diameter lingkaran kepala (diameter luar)= Do
Do D p 2.a . cos p

16. Diameter lingkaran kaki = Dd


Dd D p 2.d .Cos p

Faktor yang menentukan besar sudut kerucut jarak bagi ( p ), untuk roda
Perbandingan kecepatan roda gigi (velocity ratio)= Vr
Vr

Dg

Dp

m .z g

m .z p

zg

zp

Np
Ng

Untuk menentukan besar sudut antara kedua poros (s ) lihat gamabar


7.29 yaitu :
s p1 p 2 p 2 s p1
Sin p 2 Sin( s p1 )
Bila
Sin p 2 Sin s .Cos p1 Cos s .Sin p1 .1)
Untuk menentukan jarak sisi kerucut ( OP ) , lihat gambar 7.29 yaitu:
Dp
Dg
2
2 D p Dg
OP

Sin p1 Sin p 2 2 Sin p1 2 Sin p 2


Dp
Dg
Dg Sin p 2

Vr
maka:

sin p1 sin p 2
D p Sin p1
Sehingga: Sin p 2 Vr .Sin p1 ..2)
Dari persamaan 1 dan 2 diperoleh:
Vr .Sin p1 Sin s .Cos p1 Cos s .Sin p1

Bila persamaan tersebut diatas dibagi dengan Cos p1 , maka diperoleh:


Sin p1
Sin p1
Vr .
Sin s Cos s .
Cos p1
Cos p1
Vr . tan p1 Sin s Cos s . tan p1
Sin s
Sin s
Vr
Cos s
Vr Cos s
tan p1
tan p1
sin s
tan p1
Vr Cos s

156

Dengan cara yang sama seperti menentukan ( p1 ) , maka dapat juga


diperoleh besar sudut ( p2 ) yaitu :
Sin s
tan p 2
1
Cos s
Vr
Bila sudut antara kedua poros tersebut 90 o, maka s 90o , maka
persamaan diatas menjadi:
D p m .z p
1

Vr D g m .z g
D g m .z g
Vr

D p m .z p

tan p1
tan p 2

Biasanya ukuran standar dari roda gigi kerucut diambil harga harga
sebagai berikut:
- Adendum (jarak kepala) ( a ) 1.m
- Dedendum (jarak kaki) ( d ) 1,2.m
- Toleransi (clearance) = 0,2 . m
- Working depth
=2.m
- Ketebalan dari gigi(Thickness of tooth)=1,5708 . m
6.7.1 Cara penggambaran profil roda gigi kerucut.

Gambar 6.30 Bentuk profil gigi kerucut


Pada gambar diperlihatkan cara menggambar propil pada gigi kerucut,
dimana tahap pembuatannya yaitu dari titik 01 dibelakang roda gigi
kerucut dibuat bidang kerucut dengan puncak 01 dan memotong tegak
lurus bidang kerucut jarak bagi yang berpuncak di 0. Kerucut 01 disebut
kerucut belakang jika profil gigi pada ujung luar roda gigi digambarkan
pada bidang kerucut 01, dan kemudian bidang ini dibentangkan, maka
akan diperoleh gambar profil gigi lurus ekivalen dari ujung luar roda gigi
kerucut tersebut.
Profil gigi yang diperoleh dari pembentangan kerucut belakang tersebut
sebenarnya hanya merupakan pendekatan saja pada bentuk profil yang
sesungguhnya. Profil gigi yang sesungguhnya pada ujung luar roda gigi

157

kerucut yang dibentuk dengan pahat lurus berbentuk apa yang disebut
profil oktoid. Profil ini merupakan profil pada bidang bola yang berpusat di
0 dengan jari jari OP. bentunya sedikit berbeda dengan profil involute bola
ideal yang tidak dipengaruhi oleh kesalahan sudut poros.
Jadi profil roda gigi kerucut biasa tidak dapat menghasilkan perbandingan
kecepatan sudut yang tetap secara tepat.
Jika kerucut belakang dari masing masing roda gigi dibentang, maka
bentuk yang dihasilkan tidak merupakan bentuk roda gigi yang melingkar
penuh, namun sebagai analisa theoritis hal tersebut tidak menjadi masalah
dan pasangan roda gigi hasil pembentangan kerucut belakang tersebut
dapat dianggap sebagai sepasang roda gigi lurus yang berkaitan. Roda
gigi ini dinamakan roda gigi lurus khayal, yang merupakan suatu cara
pendekatan menurut Trdgold.
Jika p sudut kerucut jarak bagi
R = Jari jari lingkaran jarak bagi dari roda gigi kerucut.
RB = Jarak titik lingkaran bagi P ke sisi belakang.
RB R .Sec p

Maka jumlah gigi ekivalennya ( ( z E )


2.RB 2.R .Sec p D .Sec p
zE

z .Sec p
m
m
m
dimana: z = jumlah gigi yang sebenarnya.
6.7.2. Perhitungan Kekuatan Roda Gigi Kerucut.
Besar beban (gaya) tangensial untuk gigi kerucut yaitu:
Lb
Ft ( o .C v ).b . .m .Y ' .

dimana:
o Tegangan statik izin bahan roda gigi.
C v Faktor kecepatan ( Velocity faktor ).
3
for tooth cut by form cutters.
3 v
6
Cv
for tooth generated with precision machine.
6v
280
Cv
Untuk gigi mesin yang sangat presisi
280 v
Cv

kecepatan keliling dalam (m/det)


b lebar permukaan
m module
Y ' faktor bentuk gigi (lewis faktor), untuk jumlah gigi
ekivalen.
D p Diameter lingkaran jarak bagi gigi pinion.
D g Diameter lingkaran jarak bagi gigi yang digerakkan.
L Jarak sisi kerucut

158

Dp

Dg

Contoh Soal

Sebuah motor berdaya 45 HP dengan putaran 1200 rpm, digunakan untuk


menggerakkan kompressor dengan putaran yang diinginkan sebesar 780
rpm. Untuk mentransmisikan daya motor tersebut digunakan roda gigi
kerecut dengan data data sebagai berikut:
- Letak posisi poros motor dengan poros kompressor adalah 90 o
- Jumlah gigi pinion 30 buah
- Bentuk profil gigi 141/2 full depth Involute System
- Lebar gigi diambil = tinggi kemiringan dari kerucut jarak bagi.
- Bahan roda gigi pinion dan gear yang diizinkan adalah 1400 kg/cm 2
- Penggunaan gigi untuk gigi sangat presisi
Ditanyakan:
Tentukan Dimensi roda gigi kerucut tersebut.
Penyelesaian.
P= 45 HP;

Np= 1500 rpm ; Ng = 780 rpm

z p 30 bh ;

b 1 .OP ; s 90o
4

'
Dengan sudut penekanan 141/2 Y 0 ,124

0 ,684
zE

Perbandingan kecepatan (velocity ratio) :


Vr

Np
Ng

1200
1,538
780

Besar sufut kerucut jarak bagi untuk gigi pinion .


Oleh karena s 90o maka:
tan p1

1
1

0 ,65
Vr 1,538

p1 arc . tan 0 ,65 33o ,02'

besar sudut kerucut jarak bagi untuk gigi yang digerakkan :


p 2 s p1 90 33o 02' 56 o58'

Jumlah roda gigi Ekivalen :

159

- Untuk gigi pinion adalah :


z Ep z p . sec p1 30. sec 33o 02' 35 ,8

- Untuk gigi yang digerakkan :


z Eg z g . sec p 2 ( z p .Vr ). sec p 2
z Eg 30.( 1,538 ). sec 56o 58' 84 ,3

Faktor bentuk gigi (lewis faktor)


- Untuk roda gigi pinion :
0 ,684
0 ,684
0 ,124
0 ,105
z Ep
35 ,8

Y 'p 0 ,124

- Untuk roda gigi yang digerakkan :


Y g' 0 ,124

0 ,684
0 ,684
0 ,124
0 ,116
z Eg
84 ,3

Besar torsi (momen puntir) yang dipindahkan:


T

4500.P 4500.(45)

26,87 (kg.m)=2687 (kg.cm)


2. .N
2 .(1200)

Besar beban tangensial yang terjadi pada roda gigi:


- Untuk gigi pinion:
T Ft .
Ft

Dp
2

2.T

2.T

Ft D m .z
p
p

2.(2687) 179

.(kg )
m.30
m

Kecepatan keliling pada lingkaran jarak bagi :


v

.D p .N p
100

.m.z p .N p
100

.m(30).1200
100

v 1130,4.m (m/menit)

160

Besar tegangan kerja yang diizinkan:


280
280

1400
280 v
280 1130 ,4.m

w o .Cv o

Panjang sisi dari kerucut jarak bagi :


OP L
L

Dp
2.Sin P1

m .z p
2.Sin P1

m .30
2. sin 33o 02'

15.m
27 ,5.m .( cm )
0 ,5450

Sedangkan lebar gigi :


27 ,5.m
b 1 .L
6 ,875.m (cm)
4
4

Besar beban tangensial yang mampu diterima oleh gigi pinion:


L b
Ft ( w .b . .m .Y ' .

L
L b
Ft ( o .C v ).b . .m .Y ' .

L
179
280

27,5.m 6,875.m
1400
.6,875.m. .m.(0,105).

m
27,5.m
280 1130 ,4.m

0,179
666,4.m 2

m
280 1130,4.m

0,179( 280 1130 ,4.m) 666,4.m 3

50,12 202,45.m 666,4m 3 |

0,247 m 3,3.m 3

Dengan cara coba coba maka diperolehlah harga modul gigi kerucut
tersebut sebesar : m=0,6 cm = 6 mm.
Maka lebar bidang gigi (b) :
b = 6,875 m = 6,875 (0,6) = 4,125 (cm) atau 42 mm
Menentukan Adendum dan Dedendum:
- Adendum (a) :
a 1.m 1(0,6) 0,6 (cm) = 6 (mm)

- Dedendum (d) :

161

d 1,2.m 1,2(0,6) 0,72 (cm) = 7,2 (mm)

Untuk ukuran diameter luar roda gigi pinion ( Do ):


Do D p 2.a.Cos p1

dimana: Dp = m. zp

Do m.z p 2.a.Cos p1

Do 0,6(30) 2.(0,6).Cos 33o 2 ' 19 (cm)

Panjang sisi kerucut jarak bagi ( L ) :


L

6.8.

Dp
2.Sin p1

m.z p
2.Sin p1

0,6(30)
2.Sin33o 2 '

16,5 (cm)

RODA GIGI SUMBU CACING


Untuk poros yang bersilangan dan angka transmisi i > 5 dipergunakan
pasangan roda gigi cacing. Pasangan roda gigi cacing terdiri dari cacing
dan roda gigi cacing. Kedua roda gigi tersebut sebenarnya adalah roda
gigi ulir, hanya cacingnya tidak kelihatan lagi sebagai roda gigi,tetapi
tampak sebagai batang berulirseperti terlihat pada gambar 6.31.

162

Gambar 6.31 Roda gigi sumbu cacing


Profil dari ulirnya berbentuk trapesium. Seperti juga pada batang berulir,
maka ulir (sebenarnya gigi) dari cacing dapat berupa " Ulir tunggal"
maupun Ulir ganda.
Untuk cacing dengan ulir tunggal, maka jarak gigi pada penampang lintang
dari roda gigi cacing pasangannya adalah sama dengan spud dari cacing.
Jika cacing berputar satu putaran ( 360 o), roda gigi cacing pasangannya
berputar sejauh satu jarak gigi saja. Dalam hal ini cacing dapat dianggap
sebagai roda gigi dengan jumlah gigi satu.
Jika g = Jumlah ulir dari cacing.
z = Jumlah gigi roda gigi cacing
Maka :
N
z
i 1
N2 g
Untuk harga g = 1 ( pada umumnya cacing yang dipergunakan adalah
cacing dengan ulir tunggal) maka :

iz

Dimana harga maksimum dari g adalah 4.


Gigi gigi dari roda gigi cacing berupa gigi evolvente dengan sudut pegang
20. Besar sudut giginya tergantung dari spud dan diameter cacing.
Cacing pada umumnya dibuat dari baja yang dikeraskan,sedangkan roda
gigi cacingnya dibuat dari bronze.
Transmisi dengan pemasangan roda gigi cacing berjalan dengan sangat
halus, tampa suara. kerugianya adalah besarnya dava yang hilang akibat
gesekan. Untuk mengurangi daya yang hilang akibat gesekan tersebut,
rumah roda gigi harus dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan

163

pelumasan yang baik. Debu dijaga agar tidak sampai melekat pada
permukaan permukaan gigi. Bantalan bantalan poros dari cacing dan
poros dari roda gigi cacing direncanakan harus mampu menerima beban
aksial.
Pada pasangan roda gigi cacing terdapat penampang normal dan
penampang lintang, modul normal (mn ) dan modul lintang (mo ).
Jika sudut ulir =
Maka Besar modul normalnya adalah :
mn = mo Cos
Menentukan diameter lingkaran bagi roda gigi cacing (D 2 ) :
D2 = z mo
Sedangkan Diameter lingkaran dari cacing (D 2 ) dapat dihitung yaitu :
D2 z .mo
Sedangkan Diameter lingkaran dari cacing ( D 1) dapat dihitung yaitu :

tan

.mo mo

.D1 D1

tan

mn
D1Cos

D1

dimana: m o

mn
Cos

mn
Sin

Cos D1Cos

mn
Sin

Biasanya didalam perencanaan diameter lingkaran bagi cacing (D1 ),


menggunakan rumus imperis yaitu:
D1 m n ( 2 ,8 4 g )

164

6.8.1. Perhitungan Pasangan Roda Gigi sumbu Cacing

Gambar 6.32. Konstruksi roda gigi cacing


Bila diketahui :
Besar daya yang harus diteruskan keporos roda gigi P 2 (kW)
Besar putaran roda gigi cacing N2 (rpm)
Jumlah roda gigi cacing z (buah).
Maka besar torsi :

T2

60.P2
2 .N 2

Dimana : T2 F2

D2
2

Besar- gaya (F2 ) pada keliling roda gigi cacing yang diperlukan:

F2

60.P2
60.P2

D
2 .N 2 ( 2 ) .N 2 .D2
2

Gaya. F yang ditimbulkan oleh cacing, dimana cara kerjanya sama seperti
batang berulir dalam mur. Jadi ketika cacing berputar, maka gigi gigi dari
roda gigi cacing yang menyelubungi sebagian dari ulir cacing tersebut.
Daya dari poros cacing harus dapat mengatasi gesekan yang terjadi
antara ulir dari cacing dan gigi-gigi roda gigi cacing.
Besar gaya F1 yang harus dibangkitkan ulir cacing :
Dimana:

F1 F2 . tan( )

165

= Sudut ulir dari cacing


= Sudut gesek ( tan = = koefisien gesek )
Bila gesekan diabaikan maka :

F1 F2 . tan
Efisiensi transmisi daya dengan pasangan roda gigi cacing :
w

tan
tan( )

Agar poros roda gigi cacing dapat menghasilkan daya sebesar P 2,maka
poros cacing harus mmberikan daya sebesar P1 yang besarnya

P1

P2
w

atau P1 P2

tan
tan( )

Ukuran ukuran gigi dihitung dengan cara yang sama seperti pada gigi gigi
roda gigi lurus.
Untuk menghitung ,jarak gigi dari roda gigi cacing dipergunakan rumus
Bach yaitu:
F c .b . pn

..a)

Besar torsi yang dipindahkan :


T

60.P
dalam N.m
2 .N

atau

T F .R F . D

2 .b)

dimana:
P = Daya (watt)
N = putaran dalam (rpm)
D= Diameter lingkaran bagi
z = jumlah gigi
m = modul
b = lebar gigi
p = jarak bagi gigi
Bila persamaan a) disubsitusikan ke persamaan b) maka:

T c .b . pn .( D )
2

dimana

D = z m ; b= m dan pn= m

166

T c . .m . .m

z .m c . .m 3 . .z

2
2

m 0 ,86.3

2T
T
0 ,86.3
c . .z .
c .z .

Maka besar modul normal untuk roda gigi cacing:


m n 0 ,86.3

Troda .gigi .cacing


c . .z

T roda gigi cacing = momen puntir pada poros cacing akibat gaya F2
Untuk efisiensi transmisi daya dengan pasangan roda gigi cacing dapat
dicari dengan rumus :
w

tan
tan( )

Biasanya untuk harga effisiensi untuk pasangan bahan cacing dengan


roda gigi cacing seperti terlihat pada tabel 6-7 berikut ini.
Tabel 6-7Harga effisiensi untuk pasangan roda gigi cacing
Cacing
Fe 70
(St 70)
(dikeraskan
dan diselep)

Fe 70
(dibubut
halus,
dikeras
kan)
Fe 70
(dibubut
halus,
dikeras
kan)

G Cu Sn 13
(perunggu
cor14)
(gigi diseIep)

w pada

f =tan

Roda gigi
cacing

f
I

6o

8o

10o

12o

15o

20o

25o

30o

35o

0,05

3o

0,57 0,66

0,72

0,76

0,79

0,82

0,85

0,88

0,89

0,90

GG 25
(Besi Cor22)
0,10
(gigi gigi difrais)

6o

0.39 0,49

0,56

0,61

0,65

0,70

0,74

0.78

0,79

0,80

9o

.
0,31 0,39

0,46

0,51

0,55

0,60

0,65

0,69

0,71

0,72

GG 20
(besi Cor 18)
(gigi gigi dicor)

0.15

dimana : c = falktor yang harganva tergantung dari material dan kecepatan


gigi (lihat tabel )
= perbandingan antara lebar gigi dan modul. dal-am hal
yang umum digunakan= 7

167

Tabel 6-8 Harga c untuk roda gigi cacing


Harga c untuk gigi dari roda gigi cacing
Kecepatan roda
gigi cacing
Besi Cor
Bronze cor Aluminium,bronze
(m/s)
( N/mm2)
( N/mm2)
( N/mm2)
0,5
1
2,7
4,6
5,4
2
2,6
4,4
5,1
3
2,35
4,0
4,6
4
2,15
3,6
4,2
5
2,0
3,3
3,9
6
1,8
3,0
3,6
7
1,75
2,7
3,3
8
1,4
2,4
2,8
10
1,2
2,1
2,4
Harga harga faktor c diatas adalah untuk kasus kasus dimana
waktu kontak pendek dan tidak ada kejutan kejutan.Untuk transmisi daya yang kontinyu, maka harga faktor c adalah 80 % dari
harga dalam pada table 6-8.
Pada putaran putaran tinggi, daya yang hilang akibat gesekan
sangat besar. Sebagian besar dari dava gesek tersebut berubah
menjadi panas, yang harus dapat cepat dialirkan keluar dari
susunan roda gigi. Jika tidak demikian, maka roda gigi dan gigi
giginya akan jadi panas dan kemungkinan terjadinya kerusa kan
akan lebih besar.
Jadi disamping kekuatan gigi, maka pengaliran panas keluar dari
susunan roda gigi juga sangat penting. Dari percobaan percobaan
yang dilakukan oleh Stribeck mengusulkan rumus berikut ini:
P2 x .g .m n2

Dimana : P 2 = Daya pada poros roda gigi cacing


x = faktor yang harganya dapat dilihat pada table 6-9
g = 1 untuk cacing dengan ulir tunggal
g = 2 untuk cacing dengan ulir ganda
Tabel.6-9 .Harga harga x pada rumus Stribeck
Putaran
dari
cacing

Cacing dengan ulir tunggal


(g=1)
x untuk waktu kerja

Cacing dengan ulir ganda


(g=2)
x untuk waktu.kerja

168

15 min 30 min
W/mm2 W/mm2

5,0/s
6,7/s
8,3/s
10,0/s
11,7/s
13,3/s
15,0/s
17,0/s
18,3/s
20,0/s
21,7/s
23,3/s
25,0/s

22,1
27,9
30,9
34,6
35,3
36,0
36,8
37,5
38,3
38,3
38,3
39,0
39,0

15,2
22,1
25,0
28,0
30,1
30,9
31,6
32,4
33,1
33,1
33,1
33,8
33,8

45 min
W/mm2

11,0
15,2
18,4
19,8
21,4
22,8
23,5
24,3
24,3
24,3
25,0
25,0
25,0

kontunyu
W/mm2
9,5
13,2
16,2
17,6
19,1
19,8
20,6
21,4
22,1
22,1
22,1
22,8
22,8

15 min 30 min
W/mm2 W/mm2

25,7
30,9
35,3
38,3
40,5
41,9
42,6
44,0
44,8
44,8
45,5
45,5
46,3

19,8
27,2
30,9
33,8
36,0
37,5
39,0
39,7
40,5
41,2
41,2
41,9
41,9

45 min
W/mm2

14,0
19,1
21,4
23,5
24,3
25,0
25,7
25,7
26,5
26,5
27,2
27,2
27,2

kontu
nyu
W/mm2
12,5
16,9
19,1
20,6
22,1
22,8
23,5
23,5
34,3
34,3
34,3
35,0
35,0

Waktu kerja yang tercantum dalam tabel diatas adalah waktu kerja yang
diperlukan untuk menaikkan temperatur minyak menjadi 60 0C. jika waktu
kerja pasangan roda gigi cacing lebih lama dari harga harga dalam tabel,
harga x lebih kecil.
Panjang cacing tergantung dari jumlah gigi dari roda gigi cacing. Untuk
menentukan panjang cacing dapat dipergunakan tabel.6-10 berikut ini:
Tabel.6-10. Panjang Cacing.
Jumlah gigi
dari roda
gigi cacing

Panjang
cacing

12

24

36

40

50

60

70

80

1Omn

12mn

15mn

16mn

17mn

18mn

20 mn

21 mn

Contoh soal.
Rencanakanlah pasangan roda gigi cacing seperti pada gambar, dimana
waktu kerja pasangan roda gigi tersebut secara kontinyu. Poros yang
digerakkan direncanakan berputar sebesar 0,4 rps pada daya 3 kW,
sedangkan putaran motornya adalah 16 rps dan dipilih jenis cacing ulir
tunggal.

169

Untuk bahan cacing dipilih Fe 690 (St 70) dengan tegangan puntir
izinnya sebesar 20 N/mm2, sedangkan untuk bahan roda gigi cacing
terbuat dari perunggu cor
G Cu Sn 14 (perunggu cor 14). Kehilangan daya akibat gesekan
dibantalan sebesar 5 % sedangkan kecepatan keliling roda gigi 1 m/s.
Besar sudut ulir 8o serta efisiensi bantalan roda gigi 90% sedangakan
efisiensi bantalan poros cacing 95%.
Penyelesaian:
Besar angka perbandingan transmisi:
N
16
i 1
40
N 2 0 ,4
Oleh karena digunakan cacing dengan ulir tunggal maka: a = 1

i z 40
Untuk besar modul berdasarkan kekuatan gigi :
Troda . gigi.cacing
mn 0,863
c.z.
Besar momen puntir pada poros roda gigi cacing:
P2
T
(N.m) bila N=putaran dalam (rps)
2. .N
T

3000
1200 (N.m)
2. .0,4

Oleh karena diperhitungkan kehilangan dava pada bantalan sebesar 5 %


maka besar torsi (momen puntir):
.
Troda gigi cacing = 1,05 x 1200 = 1260 (N.m)
Untuk kecepatan keliling 1 m/s, dari tabel 7-5 diperoleh harga c = 4,4
N/mm2
Untuk waktu kerja kontinyu maka harga c adalah 80% dari harga tabel75 maka:
c = 0,8 x 4,4 = 3,5 N/mm2
Dengan harga = 7 dan jumlah gigi 40 maka:
mn 0,863

1260
9,4 (mm)
3,5.( 40).7

Untuk perhitungan penyaluran panas dipergunakan rumus:


2
P2 x. g.m n

170

Untuk harga x dapat diperoleh dari tabel 7-6 dimana pada n = 16 rps dan
g = 1 maka: x = 21,0 W/mm2:
3000 21,0.(1).m n2

m n 11,9 (mm)

Maka besar modul diambil sebesar mn = 12 (mm).


Jarak po dari roda gigi cacing adalah sama dengan jarak bagi s dari
cacing. dimana po = mo
Untuk menentukan diameter lingkaran bagi dari roda gigi cacing dapat
dicari dengan bantuan gambar dibawah ini yaitu: U m

tan

.m o
s

.D1 .D1
tan

Maka :

dimana: m o

mn
D1.Cos

m
Sin
.Cos n
Cos
D1.

D1
D1

mn
Cos

tan .Cos

Sin

mn
D1.

mn
D1.

mn
Persamaan ini hanya berlaku untuk ulir cacing tunggal
Sin
12
Sin8o

86,22 (mm)

Diameter lingkaran bagi dari roda gigi cucing dapat juga dihitung dengan
pers:

171

D1 m n (2,8 4 g ) 12(2,8 4 1) 81,6 (mm)

Untuk ini dipilih harga D1 = 86,22 (mm)


Bila tinggi kepala gigi hk = mn

maka diameter lingkaranluar dari cacing

D1+ 2 hk= 86,22 + 2 (12) = 110,22 (mm)


Bila tinggi kaki gigi (h v ) = 1,25 m , maka diameter lingkaran kaki gigi:
D1 - 2 hv = D1 - 2 (1,25 mn ) = 86,22 - 2 (1,25) 12 = 56,22 (mm).
Panjang cacing
Untuk panjang dari cacing dapat dicari berdasarkan table 7-7 dimana
dengan z = 40 maka panjang cacing:
16 mn = 16 (12) = 192 (mm)
Diameter Lingkaran bagi (D 2 )
Besar diameter lingkaran bagi dapat dicari dari pers.:
p
m
12
D2 z o z.mo z. n 40
484,70 (mm)

Cos
Cos.8
Jarak antara sumbu cacing dan sumbu roda gigi cacing dapat dicari
yaitu: (lihat gambar)
( D1 D2 ) 86,22 484,70

285,46 (mm)
2
2
Daya yang harus dihasilkan oleh motor penggerak:
Pm

Proda. gigi .cacing

w .1
Dimana besar efisiensi( w) diperoleh dari tabel 7-4 = 72%

Sedangkan efisiensi bantalan diketahui (1 ) = 90 %.


Pm

3.kW
4,6 (kW)
0,72(0,90)

Menentukan diameter poros dari sumbu cacing.


T p

J
r

dimana: T

Pm
2. . N

4
d
32

(N dalam rps)
dan

r1 d
2

172

J
T . p
r

4
d
Pm
32

.
1 d p
2. .N
2

Pm
P

d 3 . p m 0,2.d 3 . p
2. .N 16
2. .N
d 3

Pm
460000..( N .mm / s )
3
22,5 (mm)
2. .16.(02)20
2. . N .0,2. p

Untuk lebih aman diambil diameter poros d = 50 (mm)


Menentukan gaya aksial F 2 pada poros cacing.

F2

P2
1
3000
.

5194,73 (N)= 5,2 (kN)


2 N 2 .R2 .1 2. .(0,4)0,242(0,95)

Besar gaya aksial F 1 pada roda gigi cacing:


F1 F2 . tan( ) 5,2. tan(8o 3o ) 5,2(0,194) 1,01 (kN)

173