Anda di halaman 1dari 5

RINI RIRIS SETYOWATI (14406241003)

BAB II
PEMBAHASAN
Dalam cabang Ilmu Sejarah, ada beberapa faktor yang berpengaruh didalamnya.
Menurut Carl G.Gustavson dalam A Preface of History, mengidentifikasi enam
kekauatan-kekuatan sejarah, yaitu (1) ekonomi, (2) agama, (3) institusi (terutama
politik), (4) teknologi, (5) ideology, dan (6) militer. Kita masih dapat
menambahkannya : (1) individu, (2) seks, (3) umur, (4) golongan, (5) etnis dan ras,
(6) mitos dan (7) budaya. Berikut ini akan dijabarkan lebih dalam lagi mengenai
beberapa kekuatan-kekuatan sejarah;
A. Ekonomi sebagai Kekuatan Sejarah
Ekonomi merupakan salah satu komponen yang penting dalam kehidupan. Hal
tersebut menjadikan ekonomi sebagai sebuah tolak ukur utama dalam berbagai
bidang. Maka tidak heran jika salah satu tujuan eksplorasi bangsa Eropa (barat) ke
dunia timur adalah untuk mendapatkan Kekayaan (gold). Imperialisme barat terhadap
dunia timur ini dapat menghasilkan keuntungan yang besar bagi bangsa Eropa
sekaligus menciptakan sebuah sejarah baru dalam kehidupan. Ekonomi juga menjadi
salah satu faktor penyebab terciptanya jalur sutera dari daratan Eropa sampai daratan
Cina.
Jika dikatakan Ekonomi sebagai kekuatan sejarah hal tersebut dikarenakan
karena ekonomi menyangkut beberapa aspek social dan historis bangsa, entah itu
urusan budaya, politik, geografis, yang juga merupakan ilmu bantu dalam sejarah.Hal
yang perlu diperhatikan juga yaitu ekonomi dapat mengubah suatu struktur
masyarakat dan juga mendorong kemajuan masyarakat. Maka dari itu, sistem
ekonomi dualistik membagi masyarakat menjadi dua, yaitu sektor modern yang
rasional dan sistem ekonomi tradisional yang non rasional.1
B. Agama sebagai Kekuatan Sejarah
Sebelum Indonesia berdiri, beberapa kerajaan Hindu-Budha dan Islam pernah
berjaya di nusantara. Bangsa Barat yang pernah menjajah di Indonesia juga
menjadikan penyebaran agama menjadi salah satu misinya. Beberapa agama dan
kebudayaan yang masuk ke Indonesia seakan menambah khasanah bangsa. Pada masa
1 Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah. (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2013),
hlm.99.
Rini Riris Setyowati

Halaman 1

pergerakan dalam rangka melawan penjajah, agama dijadikan sebagai basis pemersatu
bangsa. Hal tersebut dibuktikan ketika mulai muncul gerakan-gerakan khusus agama
seperti Muhammadiyah (1912) dan Nahdlatul Ulama (1926). Berdasarkan
pemahaman inilah kita dapat mengatakan bahwa agama mendorong terjadinya suatu
perubahan dalam masyarakat yang mana perubahan itu menciptakan sebuah sejarah.2
C. Institusi sebagai Kekuatan Sejarah
Institusi terutama negara merupakan sebuah kekuatan yang dapat dikatakan
sebagai peggerak sejarah. Dalam sejarah pergerakan nasional, banyak partai-partai
politik didirikan untuk mempermudah penyebaran,pengorganisasian, dan pencapaian
cita-cita bangsa untuk mencapai kemerdekaan. Pengorganisasian seperti ini
merupakan pola baru dalam melawan penjajahan belanda dari yang semula bersifat
fisik dan kedaerahan beralih menjadi bersifat nasionalis dan diplomatik. Adanya
institusi politik pada masa pergerakan nasional telah tercatat dalam sejarah bangsa ini.
Banyak tokoh-tokoh nasionalis lahir dari pergerakan ini. Diantara semua pergerakan
institusi politik telah melahirkan suatu hasil politik yang terpenting yakni berupa
suatu pernyataan persatuan pada 1928 yang dikenal dengan sumpah pemuda.
D. Teknologi sebagai Kekuatan Sejarah
Revolusi industri merupakan tonggak awal dari perkembangan seluruh teknologi di
segala penjuru bumi. Lambat laun mulai muncul berbagai inovasi yang ditujukan
untuk memudahkan kehidupan manusia. Banyaknya penemuan-penemuan baru dalam
bidang industri seperti mesin pemintal benang yang kemudian mulai merubah system
kerja industry pertekstilan, penemuan mesin uap dan mesin-mesin laiinnya
menyebabkan perubahan cara kerja manusia dalam memproduksi suatu barang. 3 Hal
ini terlihat dari penggantian tenaga manusia ke tenaga mesin yang mekanis.
Teknologi merupakan salah satu dari motor penggerak sejarah. Perubahan yang terjadi
di dunia ini baik dari segi social, militer dan budaya sebagian besar terjadi karena
adanya pengaruh dari teknologi. Perkembangan dan perubahan teknologi telah
menciptakan sejarah baru dalam peradaban umat manusia. Perubahan cara kerja
seperti ini telah membawa perubahan yang drastis dalam sejarah peradaban manusia,
yang mana perubahan ini menjadi awal lahirnya peradaban modern.
2 Tersedia pada file:///C:/Users/dell/Downloads/SejarahDunia_%20KekuatanKekuatan%20Sejarah%20(1).html. Diakses pada tanggal 15 September 2016.
3 Wahyudi Djaja, Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern.
(Yogyakarta: Ombak, 2012), hlm.34.
Rini Riris Setyowati

Halaman 2

E. Ideologi sebagai Kekuatan Sejarah


Ideologi merupakan cara pandang manusia dalam memaknai hidup dan alam
sekitarnya. Seperti Ideologi Pansasila yang dianut oleh bangsa Indonesia dimana
didalamnya terdapat sila-sila yang menggambarkan karakter dari bangsa Indonesia,
Ideologi Pancasila inilah yang menyatukan bangsa Indonesia dan merupakan salah
satu kekuatan yang sangat berpengaruh dalam sejarah bangsa. Contoh lainnya yaitu
munculnya paham Humanisme pada zaman renaissance tidak dapat terlepas dari
keinginan kuat orang-orang eropa untuk melepaskan diri dari kekangan gereja. 4 Hal
ini didasarkan pada keinginan mereka untuk mengabdikan hidupnya mempelajari dan
mendalami buku-buku karya pustaka klasik antara lain buah pikiran sokrates, plato,
dan para filsuf yunani yang lain. Adanya keinginan kembali mengkaji karya-karya
klasik yunani dan romawi dikarenakan selama ini karya-karya tersebut telah terkubur
akibat adanya dogma agama yang terlalu kuat.
F. Militer sebagai Kekuatan Sejarah
Masih berbekas dalam catatan sejarah Indonesia betapa gigihnya perjuangan untuk
mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia pada Agresi Belanda ke II tahun
1948 di kota Yogyakarta. Disinilah kekuatan militer menjadi tulangpunggung
pelindung bangsa Indonesia dalam melindungi bangsanya yang baru saja merdeka.
Perlawanan terhadap pihak Belanda yang pada saat itu dipimpin oleh Jendral
Sudirman secara bergerilya telah membuka mata dunia jika Indonesia masih ada dan
masih merdeka hingga saat itu. Militer Indonesia tidak tiba-tiba muncul, namun telah
ada sejak masa kolonial. Keamanan sebuah bangsa juga ditentukan oleh kekuatan
militer bangsanya.
G. Umur sebagai Kekuatan Sejarah
Dalam hidup manusia terdapat beberapa tahapan-tahapan dalam kehidupan
yang dijalani. Tahapan-tahapan tersebut biasanya digolongkan berdasarkan oleh umur.
Umur menjadi sangat penting terhadap perilaku maupun gaya hidup seseorang dalam
kehidupan sehari-hari. Setiap tahun, bulan, menit, dan detik yang telah dilewati oleh
manusia dapat disebut dengan peristiwa sejarah. Hal tersebut dikarenakan hal-hal
yang telah kita lalui selalu berbeda. Contoh yang sederhana dalam pembahasan ini
yaitu seseorang yang lahir pada tahun 1900-an memiliki kemungkinan besar memiliki
4 Ibid.,
Rini Riris Setyowati

Halaman 3

ingatan atau pengalaman tentang sebuah kejadian dalam kemerdekaan Indonesia. Hal
inilah yang biasanya dapat mempengaruhi kualitas data dalam menuliskan sejarah jika
seorangs sejarahwan dapat menemukan narasumber yang pada saat kejadian atau
peristiwa tersebut terjadi. Maka umur dalam hal ini menjadi sangat penting dalam
sejarah.
H. Golongan sebagai Kekuatan Sejarah
Kata golongan dipakai untuk menggantikan social class yang di
persangkakan orang sebagai milik khas kaum Marxis. Namun hal tersebut adalah
konsep umum yang biasanya dipakai dalam sosiologi. Lalu bagaimana dengan
Sejarah? Pada saat akan memproklamasikan kemerdekaan terjadi perdebatan antara
golongan tua dan golongan muda. Paham yang memunculkan sebuah penggolongan
ini memberi warna tersendiri dalam sejarah Indonesia.
I. Etnisitas dan Ras sebagai Kekuatan Sejarah
Indonesia memiliki beragam etnis dan ras. Semboyan Bhineka Tunggal Ika
menjadi symbol dari penyatuan beragam etnis dan ras tersebut dalam satu bangsa
yaitu Bangsa Indonesia. Perbedaan menjadikan sebuah kekayaan yang tak ternilai
harganya. Maka dalam hal ini sekalipun Indonesia sangat rawan dengan unsur SARA
namun sumbangan dari segara etnis dan ras

tersebut menjadikan Sejarah Lokal

Indonesia sangat beragam dan berbeda.


J. Mitos sebagai Kekuatan Sejarah
Mitos sebenarnya menjadi bagian budaya. Misalnya, mitos tentang Dewi Sri
adalah bagian dari budaya agraris. Untuk Indonesia, mitos benar-benar menjadi
kekuatan sejarah dank arena itu patut mendapatkan perhatian. Kebanyakan mitos
Indonesia menceritakan tentang masa lalu. Tetapi ada pula mitos baru yang sengaja
diciptakan demi tujuan tertentu. Pada zaman dahulu Berdirinya kerajaan Mataram
biasanya diikuti dengan adanya mitos perkawinan Senapati dengan penguasa Laut
selatan Nyi Lara Kidul.
K. Budaya sebagai Kekuatan Sejarah
Pada saat ini di Indonesia sedang terjadi persaingan kebudayaan yaitu antara
kebudayaan nasional dan internasional, modern dan tradisional, nasional dan lokal,
pusat dan daerah, tengah dan pinggiran, kota dan desa, serta persaingan antar budayabudaya lainnya. Indonesia sejak dahulu sudah terkenal akan keragaman budaya
dimana terdapat banyak kerajaan-kerajaan Hindu-Budha kemudian digantikan dengan
kerajaan-kerajaan Islam yang sedikit banyak membawa dampak serta pengaruh
Rini Riris Setyowati

Halaman 4

tersendiri bagi kebudayaan Indonesia. Budaya inilah yang kemudian memunculkan


sebuah identitas bangsa Indonesia dan menambah kuat karakter dari bangsa
Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
Kuntowijoyo, (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Wahyudi Djaja, (2012). Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern.
Yogyakarta: Ombak. Tersedia pada file:///C:/Users/dell/Downloads/SejarahDunia_
%20Kekuatan-Kekuatan%20Sejarah%20(1).html.
Diakses pada tanggal 15
September 2016.

Rini Riris Setyowati

Halaman 5

Anda mungkin juga menyukai