Anda di halaman 1dari 83

1.

DAFTAR UPAH KERJA TENAGA BORONGAN


PEKERJAAN DINDING ( TENAGA DAN MATRIAL )
Pekerjaan Dinding
- Pasang Bata Merah
- Plaster
- Acian
Harga Rp. 195.000/m2. Plaster Aci Dua Muka
PEKERJAAN KRAMIK LANTAI DAN DINDING ( TENAGA DAN MATRIAL

)
Pekerjaan kramik lantai stahdar roman
- uk 30x30cm
Rp. 225.000/m2
- uk 60x60cm
Rp. 250.000/m2
- uk 80x80cm
Rp. 275.000/m2
Pekerjaan kramik dinding standar roman
- uk 20x20cm
Rp. 195.000/m2
- uk 25x25cm
Rp. 250.000/m2

Pekerjaan kramik Plin standar roman


- uk 0,7cm-10cm
Rp. 55.000/m1
PEKERJAAN PLAFON/ CAILING
Untuk Daftar Harga Pekerjaan Plafon / Cailing dan Pemasangan Partisi
Silahkan Kunjungi;
HARGA PEMASANGAN PLAFON PARTISI
http://gubahciptacemerlang.blogspot.com
PEKERJAAN RISPLANG PROFIL ( TENAGA DAN MATRIAL )
Pekerjaan profil Risplang size = (12cm/15cm) Rp.275.000/m1
PEKERJAAN PENGECATAN PLAFON DAN DINDING ( TENAGA DAN
MATRIAL )
Cat plafon standar Dulux/ Mowilex
Rp. 40.000/m2
Cat dinding Luar standar Dulux/ Mowilex
Rp. 35.000/m2
Cat dinding Dalam standar Dulux/ Mowilex
Rp. 30.000/m2
PEKERJAAN CAT DUKO ( TENAGA DAN MATRIAL )
Cat kusen pintu
Rp. 20.000/m1
Cat daun pintu
Rp. 45.000/m2

PEKERJAAN CAT MELAMIC ( TENAGA DAN MATRIAL )


Cat kusen
Rp. 25.000/m1
Cat daun pintu biasa
Rp. 55.000/m2
Cat daun pintu panel
Rp. 275.000/unit

PEKERJAAN KLOSET ( TENAGA DAN MATRIAL )


Pasang kloset duduk standar TOTO
Rp.
Pasang kloset jongkok standar TOTO
Rp.

PEKERJAAN LEMARI PAKAIAN / KITCHEN SET ( TENAGA DAN


MATRIAL )
Pekerjaan lemari pakaian
Rp. 2.500.000/m2
Pekerjaan kitchen set
Rp. 2.800.000/m2
PEKERJAAN SPITANK/ WC ( TENAGA KERJA DAN MATRIAL )
Spitank uk 1,20x1,30 cm Rembesan bag atas,
bata di cor dengan rangka besi
Rp. 2.300.000/unit
Buat rembesan uk 1,20x1,30 cm
( batu kali + injuk )
Rp. 800.000/unit
HARGA BORONGAN TENAGA :
Galian Tanah = Rp. 90.000,- /m3
Pas. Pondasi Batu Belah = Rp. 160.000,- / m3
Beton Sloof 9/15 = Rp. 28.000,- / m'
Beton Kolom 9/9 = Rp. 28.000,- /m'
Beton Ring 9/9 = Rp. 30.000,- /m'
Pas. Batu Bata = Rp. 33.000,- /m2
Plesteran = Rp. 25.000,- /m2
Acian = Rp. 16.000,- /m2
Sponengan = Rp. 11.000,- /m'
Plafon Gypsum = Rp.30.000,-/m2(tanpa cat)
Rabat Beton Lantai = Rp. 25.000,- /m2
Pas. Keramik Lantai = Rp. 45.000,- /m2
Pas. List Keramik Lantai = Rp. 15.000,- /m'
Plamir+Cat Dinding = Rp. 15.000,- /m2
Instalasi Listrik = Rp. 55.000,- /ttk
Pas. Daun Pintu = Rp. 150.000,- /bh
Pas. Daun Jendela = Rp. 85.000,- /bh
PEKERJAAN PEMBESIAN
Besi 22" berat 23,2 kg/bt
Besi 16" berat 19 kg/bt
Besi 12" berat 10,8 kg/bt
Besi 10" berat 7,4 kg/bt
Besi 8" berat 4,7 kg/bt
Besi 6" ( begel )
HARGA Rp. 15.000,-/kg
KM/WC ( pas. keramik+bikin bak+plester+aci) KM STANDARD
Luasan 4 m2 = Rp. 3.750.000,- (komplet)
Borongan
Tenaga
Komplet
Rp. 650.000,- / m2 (luas bangunan)Borongan Tenaga
berikut Daftar Harga / Upah Borong Tenaga 2013 berdasatkan Rumus SNI

DAFTAR PENAWARAN HARGA UPAH BORONG PEKERJAAN


PEKERJAAN PERSIAPAN
Pembersihan Lahan: 5.000/m2
Direksikit : 125.000/m2
Pembuatan
Gudang
Bouwplank
Pekerjaan Pemagaran: 22.500 /m1

PEKERJAAN
GALIAN
Galian Tanah Pondasi : 85.000/m3
Bekisting
Pondsi
Pasang batu kali : 92.500/m3
Urungan Tanah leveling lantai : 52.000 / m3
Perataan Tanah : 12.000 /m2
Pemadatan
Tanah
Lantai Kerja : 15.000/ m2
Urug pasir : 7.000/m2

120.000

:
DAN

PONDASI

38.350/m2

/Stamper

:15.000/m2

PEKERJAAN
BETON
Beton Sloof 20 40 : 48.000/m1
Bekisting
sloof
Beton Bertulang kolom Praktis 10 12 : 38.000 /m1
Bekisting
kolom
Beton Bertulang Ring Balok 10 12 : 44.000/m1
Bekisting
balok
Beton
Balok
Dak
40
20
Beton Plat Dak .: 58.000/m2
Bekisting Plat Dak :38.350/m2
PEKERJAAN PEMBESIAN
Besi 22" berat 23,2 kg/bt
Besi 16" berat 19 kg/bt
Besi 12" berat 10,8 kg/bt
Besi 10" berat 7,4 kg/bt
Besi 8" berat 4,7 kg/bt
Besi 6" ( begel ) --- BONUS PEKERJAAN
HARGA Rp. 3.000,-/kg
Khusus untuk Kolom Praktis 9/9 harga Rp. 4.000,- /m'
PEKERJAAN
Pasang
Bata
Pasang
Hebel
Pasang Hebel 10/20: 22.000/m2
Pekerjaan
Plester+
Sekonengan

PASANG
merah:
7/20
Aci

:
:

/m2
43.000/m2

BERTULANG
:38.350/m2
:38.350/m2
:

:38.350/m2
68.000/m1

BATA
31.280/m2
20.000/m2

:
30.000/

m2
10.500/m1

Sudutan
Tali Air : 8.000 /m1

PEKERJAAN
Pasang
Kusen
Pasang
Daun
Pintu
Pasang
Kusen
Pasang Daun Jendela : 72.000/unit
JASA
Pintu
Jendela : 250.000

8.000/m1

Pintu

KUSEN
105.000/unit
145.000/unit
68.000/unit

:
Panel

Jendela

MELAMIN
425.000

PEKERJAAN RANGKA ATAP


Rangka Atap Baja Ringan : 120.000/m2
(termasuk bahan
Pasang atap : 92.000/m2 ( termasuk pas Kuda2, usuk , reng)
Pasang
Genteng
:
Karpus:
Listplank
:
37.000/m1
(
tergantung
pekerjaan pasang talang : 38.000/m1
PEKERJAAN
Pekerjaan
pasang
Pasang List Plapon : 12.500/ m1

Plapon

PEKERJAAN KERAMIKPasang Keramik Lantai


3030 : 27.000/m2
4040 : 30.000/m2
50x50 : 30.000/m2
6060: 35.000/m2
8080: 38.600/m2
100100 : 46.400/m2
Pasang
Keramik
Lantai
Pasang
Keramik
Dinding
Pasang Keramik Plin : 20.000/ m1

KM

PEKERJAAN
Stop
Kontak
Fiting lampu + saklar: 68.000/titik
PEKERJAAN
Pasang
Pasang
Pasang
Pasang
Pasang
Pasang

30.000/

:
30x60:

Wastafel
Floordrain
Kran

:
:
:
:
:
:

tenaga)
20.000/m2
77.000/m1
ukuran)
PLAPON
m2

28.000/m2
48.000/m2
LISTRIK
58.000/titik

:
SANITARY
Duduk
Jongkok
Shower

Closet
Closet
Wall

dan

WARE
165.000/unit
95.000/unit
48.000/unit
155.000/unit
21.000/unit
11.000/unit

Pasang
Bath
Up
:
870.000/unit
Pasang
Pipa
Air
Bersih1/2
:
17.500/
m1
Pasang
Pipa
Air
Kotor/
inchi
:
19.500/
m1
Bak Kontrol : 168.000/unit
PEKERJAAN
PENGECATAN
Cat Dinding : 8.500/m2
Cat
Kusen
kayu
:
18.000/m1
Cat Daun Pintu : 25.000/m2
Pengecatan Duco
cat kusen : 80.000/m1 (berikut material)
cat daun jendela : 80.000/m1 (berikut material)
cat daun pintu panel : 870.000/pintu (berikut material)
cat ram/list jendela : 32.000/m1 (berikut material
PEKERJAAN BONGKARAN
Bongkaran
Atap
:
40.000
/m2
Bongkaran
Dinding
:
18.000/m2
Pembersihan bongkaran : 15.000/m2
Borongan
Tenaga
Komplet =
Rp. 385.000 650.000, - / m2 ( luas bangunan)
Borongan Tenaga + Material untuk Rumah 2 lantaiBorongan Tenaga + Material = Satu
Lantai
Rp.
2.000.000,
/
m2
(
luas
bangunan)
Borongan
Tenaga
+
Material
=
Dua
Lantai
Lt.
01
=
Rp.
1.700.000,
/
m2(
luas
bangunan)
Lt. 02 = Rp. 2.200.000, - / m2( luas bangunan)
MAKLUM HARGA MATERIAL PADA NAIK DAN UPAH KERJA NAIK

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Cara menentukan harga rumah


Cara menentukan harga rumah secara cepat bisa dilakukan dengan menghitung luas tanah dan
bangunan lalu dikalikan dengan harga per m2 sesuai standar NJOP atau harga pasaran daerah
dimana
rumah berdiri. disini kita akan mencoba membuat tutorial sederhana untuk menentukan harga
jual
sebuah
rumah
tinggal.
Tujuan mengetahui harga rumah
Untuk menghitung aset properti.
Memperkirakan harga yang pas untuk menjual atau membeli rumah tinggal.
Sebagai dasar untuk melakukan perjanjian kontrak pembangunan dengan
kontraktor atau pemborong.
Menghitung biaya ganti rugi apabila terkena gusuran
Untuk memerkirakan keuntungan dan berapa lama balik modal usaha rumah
kontrakan.
Sekedar ingin tahu saja, sebenarnya berapa nilai aset rumah kita.
Misalnya kita mempunyai rumah tipe 36/60 di bekasi, arti tipe rumah ini adalah luas bangunanya
36 m2 dan luas tanahnya 60 m2. Ukurang tanah 6m x 10m sedangkan ukuran bangunan adalah
6m
x
6m.
berapa
harga
rumah
tersebut?
mari
kita
hitung
bersama.

Cara
menentukan
harga
rumah
Jika kita belum mengetahui luasan bangunan dan tanahnya maka perlu menghitung terlebih
dahulu, caranya kurang lebih seperti ini.
Luas tanah = 6 m x 10 m = 60 m2.
Luas bangunan = 6 m x 6 m = 36 m2.
Namun karena kita sudah tahu luas tanah dan bangunan maka langkah pertama yang perlu
ditempuh adalah mencari tahu harga satuan per m2, bisa dengan melihat NJOP yang biasanya
tertera pada PBB pajak bumi dan bangunan. atau memantau perkembangan harga jual bangunan
disekitar rumah. misalnya kita dapatkan data sebagai berikut:
Harga tanah = Rp.1.000.000,00 / m2
Harga Bangunan = Rp.2.000.000,00 /m2
Maka harga tanah dan bangunan adalah
Total harga tanah = 60 M2 x Rp.1.000.000,00 /2 = Rp.60.000.000,00
Total harga bangunan = 36 m2 x Rp.2.000.000,00 / m2 = Rp.72.000.000,00
Jadi total harga rumah adalah Rp.60.000.000,00 + Rp.72.000.000,00 = Rp.132.000.000,00
Terbilang
(seratus
tiga
puluh
dua
juta
rupiah).
Begitulah cara cepat yang bisa dilakukan untuk memperkirakan harga jual sebuah rumah, bagi
calon pembeli juga perlu menghitungnya sebelum melakukan transaksi agar harganya tidak
kemahalan. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu menggunakan sistem analisa harga satuan
bangunan. yaitu menghitung satu persatu bagian rumah lalu menjumlahkan secara utuh satu
kesatuan bangunan. selamat berhitung
Data yang dibutuhkan untuk menghitung RAB
Dalam menghitung RAB dibutuhkan beberapa data sehingga dapat diperkirakan berapa total
biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan bangunan. apa saja data itu? mari
kita bahas disini maca-macam data yang dibutuhkan untuk menghitung RAB mengingat hal ini
sangat
penting
untuk
dapat
mengetahui
biaya
bangunan
secara
tepat.

1.

2.
3.
4.
5.

Data yang dibutuhkan untuk menghitung RAB


Bentuk bangunan dan spesifikasi material yang akan digunakan, bisa dalam
bentuk gambar bangunan, rencana kerja dan syarat (RKS) dan media lainya yang dapat
menjelaskan bagaimana gambaran bangunan.
Volume pekerjaan, misalnya pekerjaan pondasi batu kali dalam m3, volume
pemasangan keramik dalam m2, volume besi tulangan dalam kg dan yang lainya.
Harga material atau bahan bangunan terbaru pada daerah dan waktu
pembangunan berlangsung.
Biaya upah tukang bangunan dan tenaga kerja konstruksi lainya perhari.
Analisa harga satuan bangunan, bisa didapat dari SNI RAB, analisa BOW, atau
membuat analisa sendiri berdasarkan pengalaman dan penelitian di lapangan pekerjaan proyek
bangunan.

6.

Harga satuan pekerjaan, hal ini diperlukan apabila dalam menghitung RAB tidak
menggunakan koefisien analisa harga satuan, harga satuan pekerjaan bisa didapat dari standar
pemerintah sepert harga satuan DKI jakarta yang diterbitkan setiap bulan, selain itu sebuah
perusahaan juga perlu membuat standar harga sendiri agar mempunyai nilai saing dalam dunia
konstruksi.
7.
Konversi satuan seperti cm ke m, gram ke kilo gram, dan yang lainya.
8.
Tabel besi dan baja untuk melihat data berat permeter.
9.
Rumus matematika seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian dan
rumus lainya sebagai alat dalam menghitung.
10.
Kode rumus dalam software, misalnya jika kita menggunakan program microsoft
excel maka ada beberapa kode yang dibutuhkan untuk menghitung contoh SUM untuk
menjumlahkan.
11.
Nama penghitung RAB yang perlu dicantumkan sebagai penanggungjawab
perhitungan.
12.
Tanda tangan penghitung sebagai bukti sah yang melakukan perhitungan rencana
anggaran biaya bangunan.
Begitulah kurang lebih beberapa data yang perlu dipersiapkan agar dapat menghitung RAB
secara tepat, data lainya bisa ditambahkan sesuai dengan pengetahuan, kemampuan dan
kreatifitas masing-masing
Daftar penyebab kesalahan perhitungan RAB
Dalam menghitung RAB adakalanya terjadi kesalahan dalam membuatnya sehingga hasil
perhitungan tidak cocok dengan kondisi bangunan yang sebenarnya. Berbagai hal dapat menjadi
penyebab kesalahan perhitungan RAB entah itu dalam bentuk kelalaian, kesengajaan atau adanya
faktor diluar dugaan. Apa saja yang mungkin menjadi penyebab permasalahan ini? mari kita
uraikan secara detail disini

1.
2.

3.
4.
5.
6.
7.

Daftar penyebab kesalahan perhitungan RAB


Daftar harga bahan bangunan yang digunakan sudah kadaluwarsa atau tidak
sesuai dengan kondisi lapangan saat pembangunan.
Adanya kebijakan pemerintah, gejolak politik atau bencana alam yang berpotensi
merubah harga bahan atau upah tenaga kerja yang signifikan. hal ini bisa menyebabkan
perhitungan RAB saat perencanaan tidak dapat dipakai untuk pedoman pelaksanaan.
Ada permintaan khusus dari suatu pihak yang memaksa agar perhitungan RAB
berbeda dengan kondisi sebenarnya, misalnya untuk menaikan jumlah keuntungan.
Salah operasi matematika pengurangan,penjumlahan,perkalian atau pembagian.
Kesalahan ketik sehingga secara tidak sengaja tertulis bilangan atau kata-kata
yang tidak benar.
Salah pencet kalkulator atau keyboard.
Aadanya keletihan saat menghitung RAB juga dapat menyebabkan hasil
perhitungan jauh dari kebenaran, kita tahu di dunia proyek seringkali banyak waktu lembur

untuk mengejar target progres, oleh karena itu sangat penting untuk menjaga stamina agar
pekerjaan tetap bisa berjalan dengan baik.
8.
Pemakaian rumus yang keliru, contohnya seharusnya dijumahlah ditulis
dikurangi.
9.
Gambar kerja salah, padahal itulah data yang digunakan sebagai pedoman
menghitung RAB maka seringkali ada perbedaan biaya antara pedoman gambar bangunan
dengan kondisi nyata di lapangan proyek.
10.
Sengaja membuatnya keliru, hal ini bisa jadi merupakan faktor kesengajaan
dengan maksud untuk mendukung keberhasilan suatu harapan.

Apakah ada hal-hal lain yang berpotensi menyebabkan kesalahan dalam menghitung rencana
anggaran biaya bangunan? bagi yang punya pengalaman tentang ini bisa berbagai ilmu RAB
disini agar berguna bagi yang kebetulan sedang membutuhkan, lalu apa saja yang dapat kita
lakukan untuk mengantisipasi adanya kesalahan dalam menghitung RAB? perlu ketelitian,
kesabaran, keuletan dan kejujuran agar dapat menghasilkan RAB dengan benar. masing-masing
pasti punya cara jitu dalam mengatasi hal ini
arti Simbol dalam Daftar Simbol Analisa harga
Dalam menghitung analisa harga satuan bangunan kita gunakan bermacam simbol untuk
mempermudah perhitungan, disini kita buat kamus daftar singkatan dan penjelasanya. semoga
dapat
memudahkan
dalam
menghitung
rencana
Anggaran
biaya
bangunan.

Daftar simbol analisa harga


AH = Analisa harga
Buah = Satuan biji
CB = Concrete Block
cm = centi meter, satuan panjang.

g = gram, satuan berat


HB = Hollow Block
kg = kilo gram, satuan berat.
KP = kapur padam, kapur tohor yang dipadamkan.
KR = kerikil, agregat kasar dengan ukuran 5 mm sampai dengan 40 mm.
m = meter, satuan panjang.
mm = mili meter, satuan panjang.
m2 = meter persegi, satuan luas.
m3 = meter kubik, satuan volume.
OH = Orang hari, satuan upah tenaga kerja perhari.
PC = Portland cement / semen.
PB = Pasir beton, pasir yang digunakan untuk pembuatan beton, agregat halus
ukuran kurang dari atau sama dengan 5 mm.
PP = Pasir pasang, agregat harus dengan ukuran kurang dari atau sama dengan 5
mm.
PU = Pasir urug, pasir yang secara khusus digunakan untuk urugan.
RAB = Rencana anggaran biaya bangunan.
Sirtu = pasir batu, bahan yang terdiri dari campuran pasir dan batu.
SM = semen merah, semen hasil tumbukan batu bata merah.
TL = Tanah liat, tanah yang lekat atau lempung.
Zak = satuan kemasan.
cara hitung kebutuhan besi dan beton balok sloof
cara menghitung jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof, sebelumnya kita jelaskan
terlebih dahulu apa itu sloof? balok sloof adalah struktur bangunan berupa konstruksi beton
bertulang
yang dibangun pada area bawah untuk meratakan beban dari kolom dan disalurkan ke pondasi.
untuk dapat menghitung anggaran biaya pembuatanya, maka perlu dicari terlebih dahulu berapa
volume
pekerjaan
balok
sloof
yang
akan
dibangun.
Gambar balok sloof

Contoh sebuah balok sloof ukuran 15 cm x 20 cm, menggunakan besi tulangan pokok 4 buah
diamater 10 mm, besi senkang diamater 8 mm dipasang setiap jarak 20 cm. Panjang pekerjaan

balok sloof adalah 33,33m. berapa jumlah kebutuhan beton dan besi untuk struktur tersebut?

Kebutuhan
besi
pada
balok
sloof
Berat besi per m dapat dilihat pada tabel berat besi atau dihitung secara manual dengan cara
mengalikan berat jenis besi dengan luas penampang.
Berat besi dimater 8 polos per meter = 0,4 kg.
Berat besi polos diamater 10 mm per meter = 0,62 kg.
Volume besi tulangan pokok 4 buah, diameter 10 mm, panjang 33,33 m maka kebutuhan totalnya
adalah
V = 4 bh x 33,33 m =133,32 m.
Untuk mengetahui volume dalam satuan berat maka kita kalikan dengan berat
besi diamater 10mm per meter yaitu 0,62 kg. jadi kebutuhanya adalah 0,62 kg/m x 133,32 m =
82,6584 kg.
Jika panjang besi perbatang 11 m, maka kebutuhan dalam satuan panjang adalah
133,32 m : 11 m =12,12 btg, dibulatkan menjadi 13 batang.
Volume besi tulangan sengkang diameter 8 mm, dipasang setiap jarak 20 cm, panjang pekerjaan
sloof 33,33 m. selimut beton 2,5 cm.
Panjang 1 buah sengkang adalah 0,1+0,15+0,1+0,15+0,05+0.05 = 0,6 m.
Jumlah sengkang yang dibutuhkan yaitu 33,33 m : 0,2 m = 166,65 jadi 167 buah.
Jumlah total panjang sengkak = 0,6 m x 167 bh = 100,2 m.
Volume besi dalam kilo gram = 0,4 kg/m x 100,2 m = 40,08 kg.
Jumlah kebutuhan besi dalam satuan batang = 100,2 m : 11 m = 9,109 dibulatkan
menjadi 10 batang.
Jadi rekapitulasi kebutuhan besi sloof adalah
diameter
8p
10p

kilo gram
40,08
82,6584

batang
10
13

meter
100,2
133,32

Kebutuhan beton pada balok sloof

V=lxtxp

Volume beton sloof = lebar x tinggi x panjang

V = 0,15 m x 0,20 m x 33,33 m = 0,99 m3 dibulatkan 1 m3.


Jadi
kebutuhan
beton
yang
diperlukan

adalah

1m3.

Selanjutnya kita akan menghitung analisa harga satuan 1 m3 pekerjaan balok sloof pada artikel
berikutnya. Demikian contoh sederhana cara menghitung jumlah kebutuhan besi dan beton pada
balok sloof,

Cara menghitung Volume kolom praktis 15cm x 15cm rumah 1 lantai


Mari kita hitung volume kolom praktis 15cm x 15 cm yang seringkali digunakan untuk struktur
rumah 1 lantai, cara perhitunganya hampir sama dengan saat mencari jumlah kebutuhan besi dan
beton pada balok sloof 15 cm x 20 cm yang sudah kita uraikan sebelumnya. bedanya hanya
terlatak pada luas penampang saja karena ukuranya berbeda dan yang terlihat jelas adalah posisi
pemasangan sloof itu mendatar sedangkan kolom praktis dipasang dalam posisi berdiri.
Gambar

kolom

praktis

15

cm

15

cm

Contoh
perhitungan
volume
kolom
praktis
Sebuah pembangunan rumah tinggal membutuhkan kolom praktis sebanyak 27 buah dengan
masing-masing tingginya 3 m. kolom yang digunakan terbuat dari beton bertulang ukuran 15cm
x 15cm, menggunakan tulangan pokok 4 dimater 10mm dan tulangan sengkang diameter 8mm
dipasang setiap jarak 15 cm. berapa kebutuhan besi dan beton untuk menyelesaikan pekerjaan
ini?
Sebelumnya kita hitung terlebih dahulu total panjang kolom praktis yang akan dikerjakan yaitu
27 bh x 3 m = 81 m. selanjutnya kita hitung jumlah besi yang dibutuhkan. kita lihat terlebih
dahulu pada tabel besi untuk mengetahui berat per meter besi 10 dan 8 polos.

Berat 1m besi diameter 8mm = 0,4 kg.

Berat 1m besi diameter 10mm = 0,62 kg.

Kebutuhan
besi
pada
kolom
praktis
Tulangan pokok dimater 10mm sebanyak 4 buah.
Total panjang besi yang dibutuhkan adalah 4 bh x 81 m = 324 m.
Jika panjang 1 batang besi 11 m, maka jumlah batang yang diperlukan adalah
324m : 11 m = 29,4545 btg dibulatkan menjadi 30 btg.
Total berat besi yang dibutuhkan adalah 324 m x 0,62 kg/m = 200,88 kg.
Tulangan sengkang diamater 8mm dipasang setiap jarak 15cm.
Total panjang 1 buah sengkang = 0,1+0,1+0,1+0,1+0,05+0,05= 0,5 m.
Jumlah sengkang yang dibutuhkan = 324 m : 0,15 m = 2160 bh.
Total panjang besi sengkang adalan 2160 bh x 0,5 m = 1080 m.
Jumlah kilogram besi diameter 8mm yang diperlukan = 1080 m x 0,4 kg/m = 432
kg.
Jumlah batang jika masing-masing 11 m adalah 1080 m : 11 m = 98,18182 batang
dibulatkan menjadi 99 btg.
Rekapitulasi kebutuhan besi
Diamater
8p
10p

Kilo gram (kg)


432
200,88

Batang (btg)
99
30

Meter (m)
1080
324

Kebutuhan beton pada kolom praktis


Volume beton kolom praktis = panjang x lebar x tinggi.
V = p x l x t.
V = 0,15 m x 0,15 m x 81 m= 1,8225 m3
Jadi total beton yang dibutuhkan untuk menyelsaikan pekerjaan kolom praktis adalah 1,8225 m3.
Demikian contoh perhitungan volume besi dan beton pada kolom praktis 15 cm x 15 cm, ukuran
dan jumlah kolom lainya bisa disesuaikan dengan rumah yang akan dibangun. kolom praktis ini
hanya bisa digunakan pada rumah 1 lantai, karena pada rumah bertingkat 2 atau 3 lantai
memerlukan ukuran kolom dan penggunaan besi tulangan yang lebih besar. selamat berhitung
semoga bermanfaat
Cara menghitung kebutuhan dinding batako
Dinding batako bisa menjadi alternatif untuk membuat rumah tembok, jenis material batu buatan
ini banyak digunakan karena kecepatan dalam waktu pemasangan serta dapat lebih menghemat
penggunaan adukan jika dibanding pasangan dinding batu bata. disini kita akan coba
menguraikan cara menghitung jumlah kebutuhan batako untuk dinding rumah tinggal, dengan
menghitung secara tepat maka total material yang didatangkan bisa pas tidak kurang atau lebih
sehingga dapat menyebabkan pemborosan biaya bangun rumah. O.k kita mulai contoh
perhitunganya
sebagai
berikut
Gambar pasangan dinding batako

Contoh
perhitungan
kebutuhan
dinding
batako
Sebuah ruang dapur ukuran 3mx 3m tinggi 3m menggunakan pasangan dinding batako ukuran
10cm x 20 cm x 40 cm, jendela pada salah satu dinding berukuran 0,7m x 1,5 m dan satu pintu
masuk ukuran 0,9m x 2,1 m. Berapa total kebutuhan batako untuk menyelesaikan pekerjaan
pembuatan
ruang
dapur
tersebut?
mari
kita
hitung
disini.
Langkah pertama kita hitung terlebih dahulu luas keempat sisi ruangan yaitu
Luas dinding batako = 4 sisi x 3m x 3m = 36 m2.
Kemudian kita hitung lobang yang ada pada dinding batako tersebut, karena tentunya lobang ini
tidak termasuk dalam pekerjaan pemasangn dinding.
Lubang pintu yang tidak dipasang batako 0,9m x 2,1 m = 1,89m.
Lubang jendela yang tidak dipasang batako 0,7m x 1,5 m = 1,05m.
Jadi
luas
dinding
batako
adalah
36-1,89-1,05
=
33,06
meter
persegi.
Selanjutnya kita cari data jumlah batako yang diperlukan untuk menyelesaikan 1 m2 pasangan
dinding rumah.
Jika tebal spesi 1 cm, maka luas satu batako berikut adukanya adalah 0,21m x
0,41 m = 0,0861 m2.
Jumlah batako per m2 adalah 1m2 : 0,0861m2 = 11,614 jadi ada 12 bh.
Dari data tersebut maka kita dapat mengalikanya dengan volume dinding sehingga didapatkan
total material yang dibutuhkan. Kebutuhan batako per meter persegi adalah 12 bh, maka total
jumlah batako yang diperlukan adalah 33,06 m2 x 12 bh = 396,72 bh dibulatkan menjadi 400 bh.
selanjutnya tinggal datang ke toko bangunan untuk membeli batako dengan jumlah sesuai
perhitungan.

Cara menghitung volume kebutuhan pasangan dinding batu bata


Pasangan dinding batu bata banyak digunakan pada rumah tembok diberbagai wilayah Indonesia,
bahan bangunan yang terbuat dari hasil pembakaran tanah liat ini tergolong murah dan mudah

didapat, selain itu kemudahan dalam pengerjaanya juga menyebabkan batu bata banyak
digunakan
masyarakat. sebelumnya perlu dilakukan perhitungan terlebih dahulu untuk mendapatkan data
volume kebutuhan pasangan dinding batu bata sehingga bisa mendatangkan material dalam
jumlah pas. volume pekerjaan dinding batu bata dapat dihitung dalam satuan m2 atau m3,
kemudian untuk mendapatkan nilai perkiraan rencana anggaran biaya bangunan maka dapat
dilakukan dengan cara mengalikan total volume dengan harga satuan per m3 pasangan batu bata
merah.
Gambar pasangan dinding batu bata

Contoh
perhitungan
volume
pasangan
dinding
batu
bata
Pembuatan kamar tidur ukuran 3 m x 3 m dan tinggi 3 m menggunakan pasangan batu bata
ukuran 5cm x 10 cm x 20 cm, ada satu pintu masuk ukuran 90 cm x 210 cm, dan jendela satu
buah ukuran 70 cm x 150 cm, berapa volume pekerjaan pasangan dinding batu bata?
Kita hitung terlebih dahulu total panjang dinding batu bata keempat sisi kamar yaitu 4bh x 3m =
12 m

luas pasangan dinding batu bata = panjang x tinggi

L = 12 m x 3 m = 36 m2.

Selanjutnya kita hitung luas lobang pada dinding yaitu pintu dan jendela

Luas pintu = 0,9m x 2,1 m = 1,89 m.

Luas jendela = 0,7m x 1,5 m = 1,05 m.


Jadi total volume pasangan dinding batu bata adalah 36 m2 1,89 m2 1,05 m2 = 33,06 m2.
Untuk menghitung total kebutuhan batu bata maka bisa dilakukan dengan cara mencari terlebih
dahulu data jumlah bata yang diperlukan dalam 1 m2. misalnya kita ketahui jumlah batu bata per
m2 = 70 bh. maka total bata yang dibutuhkan adalah 33,06 m2 x 70bh = 2314,2 dibulatkan

menjadi 2315 bh. jadi kita bisa membeli batu bata di toko bangunan dengan menambahkan
sedikit faktor keamanan untuk mrngantisipasi pecah atau kerusakan dengan total jumlah
pembelian
batu
bata
sebanyak
2350
bh.
Untuk menghitung total kebutuhan pasir dan semen pada batu bata bisa kita lihat pada artikel
berikutnya yang berjudul analisa harga satuan pasangan dinding batu bata per m2

Cara menghitung volume kebutuhan acian semen pada dinding tembok


Pekerjaan acian semen pada dinding tembok merupakan langkah akhir dari rangkaian
pemasangan dinding, dimulai dari pekerjaan pasangan dinding batu bata, batako atau selcon
kemudian dilakukan plesteran dan diakhiri dengan acian. setelah acian dilakukan maka bisa
ditinggal
begitu
saja
untuk
mendapatkan nuansa dinding bertekstur batu buatan atau dilapisi dengan cat agar dinding
menjadi berwarna sesuai selera. meskipun terkesan sederhana yaitu hanya mengoleskan dan
menghaluskan semen di permukaan dinding namun pekerjaan acian ini memerlukan keahlian
khusus agar finishing dinding bisa benar-benar bagus, oleh karena itu diperlukan tukang
bangunan yang telah profesional dalam mengaci dinding sehingga dapat menghasilkan pekerjaan
yang
baik
serta
dapat
selesai
dalam
waktu
secepat
mungkin.
Gambar acian dinding

Metode pekerjaan acian dinding


Perisapan bahan peralatan seperti air, semen, cetok, kertas bekas zak semen dan
bahan-bahan lainya sesuai kebutuhan.
2.
Menyiapkan tempat penampungan air, bisa berupa ember cor, ember bekas tempat
cat atau tempat lainya yang dapat digunakan untuk menampung air acian.
1.

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pelan-pelan menaburkan semen kedalam air, cukup ditaburkan saja dan tidak
boleh diaduk karena dapat menyebabkan semen menggumpal serta cepat kering sehingga tidak
dapat digunakan untuk bahan acian dinding.
menyiram dinding yang akan diaci dengan air hingga basah, hal ini dimaksudkan
agar nantinya dinding tidak banyak menyerap air semen.
Melaburkan bahan acian semen yang sudah jadi ke permukaan dinding dengan
menggunakan cetok.
Menghaluskan pekerjaan acian dengan kertas bekas semen sehingga permukaan
benar-benar rata dan halus.
Usahakan agar hasil acian dinding tidak cepat kering, bisa dengan cara menyiram
air. karena pengeringan yang terlalu cepat dapat menyebabkan keretakan dinding.
Pekerjaan acian dinding selesai, namun perlu menunggu beberapa waktu untuk
melanjutkan ke pengerjaan pengecatan.

Contoh
perhitungan
volume
acian
dinding
Sama seperti pada contoh cara menghitung volume pekerjaan plesteran dinding , caranya sama
yaitu dengan mencari luas pasangan dinding lalu dikalikan dua apabila acian 2 sisi. untuk
memperjelas mari kita buat perhitungan sederhana dengan ukuran dinding yang berbeda.
misalnya sebuah dinding kamar ukuran lebar 3m tinggi 3m akan diaci luar dalam, berapa volume
pekerjaan acian dinding? mari kita hitung

Luas dinding = 3m x 3m = 9m2

Jadi luas acian 2 sisi adalag 2 x 9m2 = 18 m2.


Demikian uraian tentang pekerjaan acian pada dinding tembok, semoga bermanfaat

Mengenal Rangka Atap Baja Ringan


Rangka atap baja ringan merupakan bahan pengganti rangka atap kayu dan baja konvensional.
Rangka atap baja ringan menggunakan bahan baja CRC (cold rolled coil) yang memiliki mutu
yang tinggi (kuat tarik 550 Mpa) dengan profil utama bentuk C atau bentuk Omega.

Rangka Atap Baja Ringan memiliki beberapa elemen utama yaitu Kuda-Kuda dan Bracing,
Reng,
Baut,
Dinabolt,
dan
Talang
jurai.
Kelebihan
dan
Kekurangan
Rangka
Atap
Baja
Ringan.
Ada beberapa kelebihan penggunaan Rangka Atap Baja Ringan jika dibanding dengan rangka
atap kayu maupun baja konvensional, antara lain :

Material baja ringan memiliki kekuatan yang tinggi tetapi dengan bobot yang
ringan, sehingga akan menghemat struktur bangunan.
Material baja ringan lebih tahan karat dan tidak memerlukan finishing cat lagi.
Material baja ringan tidak terpengaruh serangan rayap.
Material baja ringan termasuk material yang ramah lingkungan.
Material baja ringan memiliki mutu material yang konsisten.
Proses pemasangan rangka atap baja ringan relatif cepat hanya berkisar antara tiga
hari sampai satu minggu (tergantung dari kerumitan jenis atap dan luasannya).
Meski memiliki banyak kelebihan tetapi Rangka atap Baja Ringan juga memiliki beberapa
kekurangan yang harus kita perhitungkan, antara lain :
Jika kita tidak menggunakan plafond / expose maka rangka atap baja ringan akan
kurang indah dipandang karena terlihat seperti jaring
Jika ada bagian yang salah perhitungan atau salah dalam proses pemasangannya
maka akan menyeret bagian yang lainnya.
Perhatian khusus bagi yang memilih Rangka atap Baja Ringan untuk Bangunan anda.
Pastikan desain rangka atap baja ringan sudah memperhitungkan semua beban
yang nantinya akan mempengaruhi rangka atap tersebut seperti jenis penutup atap, talang,
apakah ada sesuatu yang akan menggantung (misalnya lampu gantung) atau diletakkan di atas
rangka atap.
Pastikan material baja ringan merupakan baja mutu tinggi standar G550 dengan
kekuatan tarik 550 Mpa.
Pilih jenis lapisan anti karat dan ketebalan lapisan anti karat yang sesuai.
Lapisan anti karat yang umum dipakai adalah Lapisan Z (Zinc) yang sering disebut Galvanis dan
AZ
(Aluminium
dan
Zinc).
Masing-masing lapisan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki
Aluminium Zinc (AZ) adalah lebih tahan korosi terhadap air garam sedangkan kelemahannya
adalah tidak tahan terhadap adukan semen atau mortar (korosif). Di lain pihak, lapisan Zinc
(Galvanis) tidak terkorosi oleh adukan semen namun kurang tahan terhadap air garam.
Lapisan Zinc (Galvanis) banyak digunakan untuk rangka atap dengan penutup atap genteng

keramik atau genteng beton, karena bagian nok / bubung biasanya diisi oleh adukan semen
(kerpusan).

Pastikan ketebalan lapisan anti karat yang cukup karena ketebalan lapisan anti
karat lebih berpengaruh terhadap usia ketahanan rangka atap baja ringan. Untuk Zinc (Galvanis)
minimal ketebalan adalah 180 gr/m2. Untuk Aluminium Zinc minimal ketebalan adalah 150
gr/m2.

Pastikan material rangka atap baja ringan yang dipilih memberikan jaminan
instalasi / garansi pemasangan bahwa pemasangan sesuai dengan desain strukturnya.
Berapa

Harga

Rangka

Atap

Baja

Ringan?

Rangka atap baja ringan memiliki kisaran harga antara Rp. 125.000,- / m2 sampai Rp. 250.000 /
m2
untuk
merek-merek
yang
terkemuka
di
wilayah
Jabotabek.

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga rangka atap baja ringan antara lain :
Bahan dan jenis profil material baja ringan
Bentuk atap perisai atau pelana
Panjang bentangan tanpa tumpuan (jarak ring balok)
Sudut kemiringan atap
Penutup atap yang digunakan karena akan mempengaruhi perhitungan
pembebanan.

Untuk luasan dan penutup atap yang sama harga rangka atap baja ringan untuk bentuk atap
pelana lebih murah daripada atap perisai. Sedangkan untuk model/bentuk atap yang sama maka
rangka atap yang menggunakan genteng beton lebih murah daripada menggunakan genteng
keramik karena dimensi genteng keramik yang lebih kecil sehingga membutuhkan reng lebih
banyak, sehingga material baja ringan yang diperlukan juga lebih banyak.

1.
2.
3.
4.
5.

Cara menghitung biaya atap baja ringan


Satu lagi sebuah tutorial rahasia dipersambahkan kepada masyarakat ilmusipil.com diseluruh
indonesia maupun dunia dengan tema cara menghitung biaya atap baja ringan, ya.. kita bahas
judul ini karena dengan banyaknya pekerjaan atap yang lebih memilih baja ringan maka tak
jarang
pemilik rumah kebingungan dalam memperkirakan berapa total biaya yang dibutuhkan sehingga
dapat menyiapkan dana dalam jumlah yang tepat, sementara bertanya langsung
kepada kontraktor baja ringan bisa jadi merupakan suatu pantangan karena mungkin ada
ketakutan apabila harga borongan justru dinaikan karena kita dianggap tidak mengerti sehingga
mudah untuk dibohongi,
Cara menghitung biaya atap baja ringan
Secara umum urutan dalam menghitung biaya pekerjaan atap bisa dihitung dengan urutan
sebagai berikut:
Membuat data atap yang mau dibangun, bisa dalam bentuk gambar sketsa
sehingga bisa diketahui bentuk dan ukuran bidang atap yang mau dihitung.
Menghitung luas atap dalam satuan m2 bangunan, rumusnya memakai
perhitungan matematika sederhana seperti luas persegi panjang, luas segitiga, luas trapesium dan
bidang lain sesuai bentuk atap.
Mencari harga per m2 pekerjaan rangka atap baja ringan, dan harga per m2
pekerjaan finishing atap diatasnya seperti genteng, asbes gelombang dan sejenisnya.
Mengalikan luas atap dengan harga per m2 baja ringan sehingga ketemu biaya
total yang dibutuhkan.
Menambahkanya dengan angka kemanan atau biaya lain-lain untuk
mengantisipasi biaya tak terduga saat pelaksanaan.

Penjelasan lengkap mengenai perhitungan atap bisa dilihat pada artikel yang secara khusus
membahasnya disini. Jadi berdasarkan uraian diatas maka dapat kita buat sebuah rumus
sederhana dalam menghitung biaya pekerjaan atap baja ringan.
Biaya ABR = (LA x HBR) + (LA x HPA)
Biaya atap baja ringan = (luas atap dengan satuan m2 x harga baja ringan per m2) + (luas atap
dalam satutan m2 x harga penutup atap per m2).
Contoh perhitungan biaya atap baja ringan
suwarno : Ass wr.wb Pak saya mau tanya kalau ukuran 3,8 m X 12 m kira2 habis berapa
biayanya, karena yang lama memakai kayu akan saya ganti dengan Atap baja ringan terima kasih
Wass wr.wb.
Jawab : Untuk menghitung luas atap rumah tersebut kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana
bentuk model atapnya, dan karena dalam pertanyaan tersebut tidak ada penjelasan maka kita
coba buat gambar atap sederhana terlebih dahulu.
cara menghitung luas atap
Luas atap = 2 x 12 m x 3 m = 72 m2
dan data-data untuk menghitung kita dapatkan sebagai berikut.
1.
Harga rangka atap baja ringan per m2 = Rp.
2.
Harga finishing atap genteng per m2 = Rp.
3.
Luas atap dari perhitungan diatas adalah 72 m2

Biaya ABR = (LA x HBR) + (LA x HPA)


Biaya atap baja ringan = (72 m2 x Rp.150.000,00 ) + ( 72 m2 x Rp.50.000,00 )
Jadi total biaya pekerjaan atap baja ringan adalah Rp.10.800.000,00 + Rp.3.600.000,00 =
Rp.14.400.000,00.

Cara Hitung Luas Atap Perisai


Berikut adalah ulasan untuk mengitung luas atap rumah. dengan estimasi tersebut kita bisa

membuat rincian biaya untuk membangun sebuah rumah. dibawah ini adalah contoh kasus
dengan
luas
area
denah
lantai
sbb
RUMUS
Contoh

MENGITUNG

Diketahui
Panjang
Lebar
Oversteck
Kemiringan

LUAS

:
:
30

PERISAI
Kasus

18
10
0.70
(cosinus
30

:
atap:

ATAP

derajat

:
m1
m1
m
0.8660)

Bentuk atap perisai (jatuh air ke empat sisi) dengan overhang keliling ( depan, belakang,
kanan,kiri
)
Menentukan
Luas
Datar
=
=
=

Luas

datar:
+
overhang)
(10+0.7+0.7)
11.4
M2

(lebar

x
x
221.16

Menentukan
Luas
Miring
=
=
Maka

(Panjang
(18+0.7+0.7)
19.4

luas
overhang)

Estimasi

Luas
221.16

Luas
datar

cosinus
/

255.38
Rangka

Atap

Baja

Ringan

adalah

miringnya:
kemiringan
atap
0.8660
M2
=

255.38

M2

Oversteck :

istilah overstek pada bangunan adalah atap teritisan tanpa penyangga yang
menempel pada dinding luar bangunan.

Overstek itu, ciri dari bangunan tropis gunanya untuk melindungi dinding, kosen
dari cuaca atau mengurangi sinar natahariyg menyinari kaca jendela dan dinding

Balok atau lantai yang menonjol keluar dari bangunan, dan ujung luarnya tidak di
topang.
bagian bangunan / konstruksi yang menggantung (tanpa ditopang kolom/tiang
atau dinding). Dapat berupa tritisan atap, lantai bangunan, topi-topi dll

RUMUS MENGHITUNG KEBUTUHAN GENTENG

Rumus menghitung kebutuhan genteng, nok dan listplank..? Tentu saja sangat penting karena
dengan mengetahui rumusnya, Anda akan mudah mengetahui jumlah kebutuhan genteng, nok
dan lisplank dalam pembangunan sebuah rumah. Dengan mengetahui berapa jumlah genteng,
nok dan lisplank yang dibutuhkan bisa diperkirakan berapa dana yang diperlukan. Untuk itulah
sebelum membangun sebuah rumah Anda perlu membuat rencana anggaran biaya (RAB) . Salah
satu cara mudah untuk membuat rencana anggaran biaya adalah dengan memakai rumus
kebutuhan. Untuk mengetahui berapa banyak kebutuhan genteng, nok dan lisplank?.

A. Rumus Menghitung Kebutuhan Genteng.


Rumus ini akan mempermudah anda mengetahui berapa kebutuhan genteng. Rumusnya adalah :
Jumlah Kebutuhan Genteng = Luas Bidang Atap x Koefisien Genteng Terhadap Bidang
Misal : Bidang atap miring yang akan ditutup dengan genteng memiliki panjang sisi miring
sebesar 7m, lebar bidang 6m, maka untuk menutup 2 sisi bidang miring atap panjang total
menjadi 7 m x 2 = 14. Atap yang digunakan misalnya genteng ex.Roman Kanmuri atau yang
sekelasnya dengan koefisiennya 14 buah /meter2.
Berapa kebutuhannya..?
Jumlah genteng = (2 x (panjang sisi miring x lebar bidang)) x 14 buah genteng.
= (2 x (7 m x 6 m)) x 14 buah genteng
= (2 x 42 m2) x 14 buah genteng
= 84 m2 x 14 buah genteng
= 1176 buah genteng.
B. Rumus Menghitung Kebutuhan Nok.
Sebelum Anda menghitung kebutuhan nok dengan memakai rumus ini, terlebih dahulu ketahui
berapa panjang bubungan atap secara keseluruhan, baik datar maupun miring.
Rumusnya : Jumlah nok yang dibutuhkan = Panjang bubungan x Koefisien nok genteng.
Misal : Sebuah rumah dengan bubungan sederhana memiliki panjang bubungan 6 m. Koefisien
nok genteng untuk setiap 1 m dibutuhkan 4 buah nok genteng (4 nok/1 m).
Kebutuhannya :
Jumlah nok genteng = panjang bubungan x 4 buah/m
= 6 m x 4 buah/m
= 24 buah nok genteng.

C. Rumus Menghitung Kebutuhan Lisplank.


Hitung panjang lisplank atap secara keseluruhan, baik datar maupun miring. Karena rata-rata
panjang lisplank dipasaran 4 m, maka koefisiennya adalah 1 : 4 atau . Sesudah itu baru
gunakan rumus berikut :
Jumlah lisplank dibutuhkan = Panjang bidang x Koefisien lisplank.
Misal, sebuah rumah yang memerlukan lisplank memiliki panjang bidang sebesar 6 m. Untuk
penampang muka dan belakang maka perhitungannya menjadi 2 x 6 = 12 m.
Kebutuhannya :
Jumlah papan lisplank = Panjang bidang x keping papan lisplank/m
= 12 x 4 keping/m
= 3 keping papan lisplank.
Ingat, bagi anda yang ingin menggunakan lisplank dobel, maka kebutuhannya dikali dua (x 2).

Daftar
PASIR
Pasir
Pasir
Pasir
Pasir
Pasir

Harga
Putih
bangka
Putih
Bangka
/
Putih
Bangka
Mundu
(per
Cileungsi
/

Bangunan
/

m3
pick

:
up

truk
m3)
m3

Terbaru:

:
:
:

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

265.000
600.000
1.550.000
250.000
200.000

BATU
Split /
pick
up
:
Batako
Semen
Besar
/
buah
Batu Bata Merah
(
biasa
)/
buah
Batu
Bata
Merah
( oven )
/
buah
Batu
Kali
Belah
/
m3
:
Batu
Knecker
/
m3
:
BATU
Batu
Candi
(
30
Batu
Andesit
(
30
Batu
Pancawarna
Batu Bali /
10
SEMEN
Semen
Semen
Semen
Semen
MU
MU
MU
MU
MU

Holcim
Holcim
Tiga
Padang

x
x
/

(
(
Roda
(

30
30
25
kg
40
50

)
)

/
/
kg
:

kg
kg

50

:
:

:
:
)

:
:

Rp.
Rp.
Rp.

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

65.000
75.000
70.000
65.000

100
Plester Premium (
40
kg
)
:
Rp.
200
Acian
Plester
& Beton (
5
kg
)
:
Rp.
301 Pasangan Bata + Plester ( 10 kg ) : Rp.
450
Perekat
Keramik
Lantai
(
5
kg
)
:
Rp.

Finish
Coat Repair (
25
kg
)
:
Rp.
10
m3)
(per

mm

(per

m3)

:
m3)
m3)

:
Rp

:
:

Rp
Rp

BESI
Diameter 6mm/batang
:
Rp
Diameter 8mm / batang : Rp 35.000 (TYS ), Rp. 38.000 ( HJ
Diameter 10mm/batang : Rp. 53.000 ( TYS ), Rp. 52.000 ( HJ
Diameter 12mm /batang : Rp. 80.000 ( HJ ), Rp.
Diameter
16mm
(12m)
:
Besi Hollow (
20
x
40
)
:
Besi
Hollow
(
40
x
40
)
:
Seng
Gelombang
(
182
x
91
x
0.2
)
Plat
Alumunium
(
2
x
1
x
0.2
tebal
)
Plat
alumunium
/
meter
:

265.000
2.500
500
650
185.000
200.000
ALAM
150.000
180.000
75.000
70.000

HEBEL
Blok
Reguler
Tebal
Blok Jumbo (per
Anak
Tangga
Panel
(per

PAKU

Rp.
Rp.
:
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.

kg
kg

m2
m2
:

)
)

50

Rp.

Rp

65.000
25.000
25.000
35.000
335.000
610.000
580.000
2.300.000
320.000

BETON
23.500
), Rp. 25.500 ( SP )
), Rp. 48.000 ( SP )
77.000 ( TYS )
Rp
145.000
Rp.
18.000
Rp.
24.000
:
Rp.
36.000
:
Rp.
35.000
Rp.
20.000
KAYU

Paku
Paku
Paku
Paku
Paku
Paku
Paku

kayu
Kayu
Kayu
Kayu
Kayu
Kayu
Kayu

uk.
uk.
uk.

2
2.5
3
uk. 4

uk.
uk.
uk.

5
7
10

TRIPLEK
Tebal
Tebal
Tebal
Tebal
Tebal
Tebal
Tebal

3mm
4mm
6mm
9mm
12mm
15mm
18mm

GRC

BOARD

PAKU
Ukuran
Ukuran
Ukuran
Ukuran
Ukuran
Ukuran
Ukuran
Ukuran
PAKU
Ukuran
Ukuran
Ukuran

2.5
3
4
5
6
7
10
12.5

cm
cm
cm
cm /
cm
cm
cm

kg
kg
kg

/
/

:
:
:

kg
/
/
/

:
kg
kg
kg

:
:
:

:
:
:
:
:
:
:

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
:
:
:
:
:
:
:
:
:

50.000
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

PUTIH
34.000
34.000
34.000
34.000
32.000
32.000
32.000
32.000

Rp.
Rp.
Rp.

HITAM
17.500
16.000
14.000

BETON
3
5
7

cm
cm
cm

/
/
/

KACA
A.
Tebal
Tebal
Tebal
Tebal

3
5
8
10

mm
mm
mm
mm

B.
Tebal
Tebal

3
5

mm
mm

kg
kg
kg

18.000
17.000
16.000
15.000
14.000
14.000
14.000
40.000
50.000
65.000
100.000
135.000
175.000
195.000

Rp.

BETON
/
kg
/
kg
/
kg
/
kg
/
kg
/
kg
/
kg
/
kg

cm
cm
cm
cm
cm
cm
cm
cm

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

:
:
:

Kaca
:
:

Rp
Rp
Rp
Rp

Bening
80.000
87.500
140.000
200.000

:
:

Rp
Rp

Rayben
65.000
62.500

:
:

Kaca

Tebal
Tebal
C.
Kaca
Kaca
Kaca
Kaca
Kaca
Kaca
Kaca
PAPAN
A.
GRC /
GRC /
GRC /
B.
Tebal
Tebal
Tebal
Tebal
Tebal
Tebal
Tebal

6
8
Clear
Clear
Clear
Clear
Clear
Clear
Clear

mm
mm

tempered
tempered
tempered
tempered
tempered
tempered
tempered

5
6
8
10
12
15
19

mm
mm
mm
mm
mm
mm
mm

FIBER
Versaboard
Versaboard
Versaboard
3
4
6
9
12
15
18

:
:
(
(
(
(
(
(
(

Rp
Rp
m2
m2
m2
m2
m2
m2
m2

B.
Meranti
Meranti

Kaca Tempered
Rp.
200.000
Rp.
250.500
Rp.
375.000
Rp.
400.000
Rp.
450.000
Rp.
1.950.000
rp.
2.450.000

:
:
:
:
:

)
)

SEMEN

:
:
/

:
:
:

TRIPLEK
GRC
Rp. 53.500
Rp. 93.500
rp. 129.000

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

TRIPLEK
42.000
53.000
95.000
110.000
150.000
190.000
235.000

:
:
:
:
:

GYPSUM
57.000
56.000
53.500
53.000
52.500

4.0 mm ( 1.20 x 2.40 ) /lembar


6.0 mm ( 1.20 x 2.40 )/lembar
9.0 mm ( 1.20 x 2.40 ) /lembar
mm
mm
mm
mm
mm
mm
mm

/
/
/
/
/
/
/

lembar
lembar
lembar
lembar
lembar
lembar
lembar

C.
Jayaboard
9
mm
(
1.20
x
2.40
)
/
Elephant
9
mm
(
1.20
x
2.40
)
/
Knauf
9
mm
(
1.20
x
2.40
)
/
Star
9
mm
(
1.20
x
2.40
)
/
Aplus
9
mm
(
1.20
x
2.40
)
/
KAYU
A.
Meranti
Meranti
Borneo
Borneo
Kamper
Kamper

)
)
)
)
)

125.000
220.000

(23)
(34)
(23)
(34)
(23)
(34)
(46)
(57)

per
per
per
per
per
per

batang
batang
batang
batang
batang
batang
per
per

:
:
:
:
:
:
:
lembar
lembar
lembar
lembar
lembar

:
:
:
:
:
:
batang
batang

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Reng
15.000
17.500
20.500
22.000
17.000
20.500
Kaso
32.500
39.000

Borneo
Borneo
Kamper
Kamper

(46)
(57)
(46)
(57)

C.
Meranti
Borneo
Kamper

(510)
(510)
(510)

D.
Meranti
Meranti
Borneo
Borneo
Kamper
Kamper

(612)
(812)
(612)
(812)
(612)
(812)

per
per
per
per

batang
batang
batang
batang

Rp
Rp
Rp
Rp

28.000
43.000
50.000
70.000

per
per
per

batang
batang
batang

Rp
Rp
Rp

Galar
60.000
60.000
95.000

per
per
per
per
per
per

batang
batang
batang
batang
batang
batang

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Balok
80.000
125.000
80.000
100.000
185.000
210.000

CAT
TEMBOK
A. Interior
Dulux
Pearl
Glo
(2,5
lt
)
Rp.
180.000
Dulux
Pentalite
Standard
Colour
(
2,5
lt
)
Rp.
137.000
Dulux
Weather Shield Exterior/Brilliant
white
(
2,5
lt
)
Rp.
215.000
Dulux
(2,5
lt)
Rp
117.500
Dulux
(20
lt)
Rp
850.000
Mowilex
(
1
lt
)
Rp.
60.000
Mowilex
(2,5
lt)
Rp
130.000
Mowilex
(20
lt)
Rp.
915.000
Catylac
(5
kg)
Rp
93.500
Catylac
(25
kg)
Rp
355.000
Avitex
(
5
kg
)
Rp.
73.500
Vinilex
(5
kg)
Rp
75.000
Vinilex
(25
kg)
Rp
445.000
Metrolite
(
1
kg
)
Rp.
24.000
Metrolite
(3
lt)
Rp
78.000
Metrolite
(
16
ltr
/
pail)
Rp
380.000
Matex
(
4kg)
Rp
60.000
Matex
(25
kg)
Rp
295.000
Profitex
(5
kg)
Rp
26.500
Profitex
(25
kg)
Rp
120.000
B.
Dulux
Dulux
Mowilex
Mowilex

(2,5
(20
(2,5
(20

lt)
lt)
lt)
lt)

Rp
Rp
Rp
Rp

Eksterior
187.500
1.285.000
160.000
1.250.000

CAT
Dulux
Mowilex
Catylac
Glotex
Emco
Globe

kg
kg
kg
kg
kg

1
1
1
1

KAYU
35.000
60.000
35.000
35.000
35.000
43.000

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Supergloss

Rp

GENTENG
Kanmuri
-

Warna
Warna
Warna
Warna

Natural
Standard
Spesial
Exclusive

Rp
Rp
Rp
Rp

KERAMIK
Interlocking)
5.700
6.500
8.500
11.500

Kanmuri
-

Warna
Warna
Warna
Warna

Natural
Standard
Spesial
Exclusive

Rp
Rp
Rp
Rp

Espancia
5.500
8.700
9.700
10.500

Milenio

M Class (Double
Warna
Warna
Warna
Warna
Genteng
GENTENG
-

Natural
Standard
Spesial
Premium
Knok

Morando

Natural
Rp.

Moner

Interlocking)
5.500
6.000
8.000
11.000
15.000

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

BETON
(20pcs/m2)
3.500,2.000
(9pcs/m2)

3.750,-/pc
Rp
Rp
5.350,-

Berglazur
Natural

IDEAL
GENTENG
Sun
Ukuran
Ukuran
Sun
Ukuran
Ukuran

(Double

Rp
Berglazur
Natural

Rp
Rp

2.650/pc
1.750/pc

Roof
38,5
38,5

x
x

80
80

38,5
38,5

x
x

80
80

cm
cm

S/S
D/S

Rp
Rp

cm
cm

S/S
D/S

Rp
Rp

Roof

METAL
Venus
23.000
27.500
Pluto
17.500
20.000

ASBES
Jabesmen
150105
180105
210105
240105
270105
300105

(per
(per
(per
(per
(per
(per

lembar
lembar
lembar
lembar
lembar
lembar

gelombang
gelombang
gelombang
gelombang
gelombang
gelombang

kecil)
kecil)
kecil)
kecil)
kecil)
kecil)

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

40.000
45.000
50.000
55.500
65.000
75.000

SENG
Seng
Tebal
Tebal
Tebal

0.20
0.25
0.30

Rp
Rp
Rp

GELOMBANG
Plat
27.500
37.500
42.500

Seng
Tebal
Tebal

0.20
0.30

Rp
Rp

Gelombang
49.000
59.000

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

PVC
17.500
22.000
30.000
65.000
120.000
200.000

PIPA
0,75
1
2
3
4
1
2
4
8
0,5
0,75
1
2
3
4
0,5
0,75
1

Wavin

0,5

inci

inci
inci
inci
inci
inci
Rucika

0,5

Rp

inci
inci
inci
inci

Rp
Rp
Rp
Rp

25.000
45.000
52.500
168.000
635.000

inci
inci
inci
inci
inci
inci

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Lucky
8.500
13.000
15.000
33.000
64.000
103.000

Rp
Rp
Rp

Unggul
8.500
11.000
15.000

inci
inci
inci

inci

Rp

2
3
4

inci
inci
inci

0,5
0,75
1
2
3
4

Rp
Rp
Rp

inci
inci
inci
inci
inci
inci

27.000
40.000
55.000
Maspion
13.500
16.500
21.500
51.500
100.000
150.000

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

KERAMIK
2020
Tua
Muda Rp

LANTAI

ARWANA

Rp

35.000
34.000

3030
Putih
Marble
Fancy

Rp
Rp
Rp

30.000
32.000
37.500

4040
Putih
Marble

Rp
Rp

30.000
33.000

LANTAI
Kronotec
HDM

(per
Glossy

meter)
(per

Rp
boks)

Rp

KAYU
225.000
550.000

KERAMIK
2020
Roman
(putih)
(motif)

Rp
Rp

50.000
55.000

Masterina
(putih)
(motif)

Rp
Rp

40.000
50.000

KIA
(putih)
(motif)

Rp
Rp

37.500
42.500

2025
Mulia

DINDING

(warna
(warna

muda)
tua)

Rp
Rp

45.000
50.000

IKAD
(warna
(warna

muda)
tua)

Rp
Rp

42.500
52.500

Roman
2533
3350
3030

Roman
Roman
Hercules

Rp
Rp

50.000
80.000
42.500

Acura

(putih)

Rp

(putih)

Rp

35.000

KIG

(warna)

Rp

40.000

KIA

(warna)

Rp

40.000

60
30
58
SANITARI
KLOSET
Sanremo
Lexington
Granada
Granada
Projecta
KLOSET
Rapi

x
x
x

60
60
58

Classis
Space

125.000
75.000
110.000
DUDUK
1.325.000
3.500.000
1.275.000
1.500.000
1.000.000

Rp
Rp
CCST

Rp

Rp
EX

Squat

WASTAFEL/LAVATORY
San
Remo
55
Lava
&
Studio
3000
Lava
&
Studio
50
Lavatory
Studio
45
Lavatory
GRANIT
Impero
Granito
Inesa
Niro
Essenza

Rp
Rp
Rp

CCST
Rp
CCST

3000
II

Platinum
Platinum
Platinum

4040
4040
4040
4040
4040

JONGKOK
250.000

Rp
Pedestal
Pedestal
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

Rp
Rp

650.000
475.000
250.000
200.000
125.000
210.000
175.000
160.000
175.000

KUNCI
Firo
Napoli
Romaco
Ferza
Top
Paloma
Yale
Beluci

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

275.000
30.000
65.000
33.500
30.000
420.000
125.000
130.000

Harga yang kami sebutkan di-atas secara item kemungkinan besar telah mengalami perubahan
harga sesuai daerah masing-masing.
Diposkan 2nd May 2015 oleh Maryadi
0

Tambahkan komentar

MAY

Pembongkaran Bekisting Kolom dan Perawatan Kolom


Pembongkaran Bekisting Kolom
Proses pembongkaran bekisting kolom dilakukan setelah beton dianggap mengeras. Berikut ini
adalah metode kerja pembongkaran bekisting kolom:
1) Pembongkaran bekisting kolom dilakukan setelah 8 jam dari pengecoran terakhir dengan
tenaga orang (berbeda-beda tergantung pada setting time beton, setiap mix design yang dibuat
juga berbeda tergantung dari bahan admixtureyang digunakan). Jika pembongkaran dilakukan
sebelum waktu pengikatan pada beton menjadi sempurna (kurang dari setting time yang
disyaratkan), maka akan terjadi kerusakan/cacat pada beton tersebut. Upaya dalam mencegah
kerusakan yang terjadi yaitu dilakukan pembongkaran setelah setting time yang disyaratkan, agar
beton dapat mengeras terlebih dahulu. Karena beton kolom yang digunakan tidak langsung
menerima beban besar (momen akibat beban sendiri termasuk kecil), maka pembongkaran
bekistingnya lebih cepat dibandingkan pembongkaran bekisting pada balok dan pelat lantai.
2) Hal yang pertama dilakukan yaitu mengendorkan semua baut dan wing nut, kemudian
melepas tie rod yang terdapat pada horizontal waller.
3) Kemudian mengendorkan dan melepas push pull prop RSS1 dan kickers brace
AV1 pada wedge head piece.
4) Langkah selanjutnya adalah melepas push pull prop RSS1 dan kickers brace AV1 dari base
plate yang secara bersamaan begesting kolom akan lepas dengan sendirinya dari permukaan
beton.

5) Kemudian bekisting kolom tersebut diangkat dan dipindahkan ke tempat yang telah
disediakan dengan bantuan alat tower crane, untuk dilakukan pembersihan dan pengolesan
dengan oil form.
Perawatan Beton Kolom
Pada saat pembongkaran begesting selesai, maka langsung dilakukan perawatan beton (curing),
yaitu dengan menggunakan curing compound, caranya yaitu dengan membasahi permukaan
kolom dengan menggunakan rollsecara merata (naik turun). Proses ini dilakukan sebanyak 4
kali.
Tujuan utama dari perawatan beton ialah untuk menghindari:
1.
Kehilangan zat cair yang banyak pada proses awal pengerasan beton yang akan
mempengaruhi proses pengikatan awal beton.
2.
Penguapan air dari beton pada saat pengerasan beton pada hari pertama.
3.
Perbedaan temperatur dalam beton, yang akan mengakibatkan retak-retak pada
beton.
Permasalahan pada waktu pelaksanaan pekerjaan disebabkan empat hal pokok, yaitu
keterbatasan pengawasan, kelalaian pekerja, urutan pekerjaan yang kurang tepat, dan adanya
kesulitan dalam mengaplikasikan gambar rencana. Permasalahan pelaksanaan pekerjaan yang
muncul di lapangan antara lain :

Pembersihan permukaan bekisting balok dan pelat lantai sebelum pengecoran


kurang teliti sehingga banyak sampah seperti potongan kayu, butiran tanah tercetak dengan
beton.

Pembesian tulangan kolom, dan balok yang tidak sesuai dengan gambar, baik
dari jumlah maupun ukurannya.

Penempatan decking yang keliru, dimana sering dijumpai decking ditempatkan


pada tulangan utama.

Sengkang bagian bawah pada balok banyak yang tidak diikatkan dengan tulangan
utama.

Terjadi keropos pada beton setelah pengecoran, dikarenakan penggetaran concrete


vibrator yang kurang merata.
Diposkan 2nd May 2015 oleh Maryadi
1

Lihat komentar

MAY

Pemadatan cor beton dengan menggunakan Concrete VIBRATOR

1.
2.
3.

1.
2.

1.
2.

Pemadatan cor beton adalah kegiatan menghilangkan udara yang terjebak dalam corcoran beton yang dapat mengakibatkan keropos beton dengan cara pengetaran atau penusuknusukan cor-coran beton. Pemadatan dilakukan segera setelah campuran beton dituang, dimana
pada keadaan tersebut sifat beton masih plastis. Selain untuk menghasilkan beton yang kuat dan
tahan lama, pemadatan beton juga akan memberikan hasil permukaan beton halus.
Pemadatan beton seharusnya dilakukan dengan mengunakan alat vibrator beton (concrete
vibrator). Dalam pelaksanaan Pemadatan atau penggetaran beton. Berikut adalah beberapa hal
yang harus diperhatikan sehubungan dengan pemadatan/penggetaran beton cor.
CARA PEMADATAN COR BETON DENGAN VIBRATOR :
Masukan vibrator kedalam cor beton dengan cepat, akan tetapi angkat vibrator
setelah pemadatan dengan lambat
Ketika memasukan vibrator kedalam cor beton maka akan tampak radius getaran.
Radius getaran ini harus menyentuh seluruh areal permukaan beton yang dicor sehingga masingmasing radius getaran saling menutup menyelimuti seluruh permukaan beton yang dicor.
Kedalaman batang vibrator kira-kira harus menjangkau dasar cor beton, akan
tetapi jangan sampai menyentuh permukaan cetakan beton (begisting)
HAL-HAL YANG HARUS DIHINDARI PADA SAAT MENGGUNAKAN BETON
VIBRATOR :
Memadatkan beton tidak diperbolehkan dengan cara menyentuhkan batang
vibrator ke besi tulangan beton.
Ketika menggunakan vibrator hindari kontak batang vibrator dengan begisting
(cetakan beton) karena akan mengakibatkan beton yang sudah mulai mengeras akan tergetar
kembali sehingga dapat meninggalkan retakan kecil.
LAMA WAKTU PEMADATAN MENGGUNAKAN BETON VIBRATOR :
Dengan keadaan beton yang tidak terlalu encer sebaiknya pemadatan beton
dilaksanakan 5 sampai dengan 15 detik dan pemadatan dengan vibrator lebih lama jika adukan
beton yang tuang lebih kental atau nilai slump rendah.
Pemadatan dalam tempo yang terlalu singkat atau pemadatan dengan tempo yang
terlalu lama tidak diperbolehkan. Pemadatan dengan tempo yang singkat bisa menyebabkan

beton menjadi kropos sedangkan pemadatan dengan tempo yang terlalu lama dapat
menyebabkan segregasi.
Diposkan 2nd May 2015 oleh Maryadi
0

Tambahkan komentar

2.
MAY

Macam-macam Fungsi Alat Berat (Heavy Equipment)


Macam-Macam Alat Berat Beserta Fungsinya
Tujuan alat berat adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan
pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah
dengan waktu yang relatif lebih singkat.
Berbicara tentang alat berat tentunya tidak asing lagi bagi kita, alat berat pada dasarnya
digunakan untuk mempermuda pekerjaan kita baik untuk menggali, meratakan tana,
memadatkan dan lain sebagainya, alat berat paling sering digunakan di dunia
pertambangan maupun proyek pembuatan jalan dan bangunan. dan satnya saya akan
membahas jenis alat berat beserta fungsinya.
Berikut Kami berbagi macam-macam alat berat beserta fungsinya:
a. Alat Pengolah Lahan

Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus
dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat

semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan
dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper.
Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan
juga motor grader. Bulldozer dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda
kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel
Tractor Dozer). Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan
penggerak utama, tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga
dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah. Buldoser
digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping,
tergantung pada sumbu kendaraannya. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis
Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer.

b. Alat Penggali

Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk
menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel,
backhoe,
dragline,
dan
clamshell.
c. Alat Pengangkut Material

Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material, karena alat ini dapat
mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal
pada jarak jangkau yang relatif kecil. Untuk pengangkutan material lepas (loose
material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt,
truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke
dalamnya.

d. Alat Pemindahan Material

Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai
alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat
yang
lain.
Loader
dan
dozer
adalah
alat
pemindahan
material.
e. Alat Pemadat

Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan
pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah

dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang termasuk sebagai
alat pemadat adalah tamping roller, pneumatictiredroller, compactor, dan lain-lain.
Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang, jalan raya, tanggul sungai dan
sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Pekerjaan pemadatan tanah
dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan cara menggenangi dan
membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya, namun cara ini perlu waktu lama dan
hasilnya kurang sempurna; agar tanah benar-benar mampat secara sempurna
diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah.

f. Alat Pemroses Material

Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan
ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen,
beton, dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer
truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam
alat pemroses material seperti concretebatch plant dan asphalt mixing plant.
g. Alat Penempatan Akhir Material

Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material
pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara
merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk
di dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat
pemadat.
Diposkan 2nd May 2015 oleh Maryadi
0

Tambahkan komentar

3.
MAY

Pengendalian Proyek
PENDAHULUAN

PERENCANAAN : Suatu metode untuk membuat dasar, pola, jalur, alur yang dapat digunakan
untuk tuntunan dasar kerja atau dasar pengendalian.
PERENCANAAN YANG BAIK : Perencanaan yang baik terdiri dari 2 dasar, yaitu
1.
Dasar Pelaksanaan
2.
Dasar Kontrol
Perencanaan yang baik juga menjawab 4W+1H

1.
2.
3.
1.
2.
3.

Who = Siapa tenaga ahlinya


When = Lebih ke Time Schedulenya
Where = Manajemen lokasi, tempat kerja
Why = Mengapa lokasinya disitu ? alasan mengapa Time schedulenya
demikian ? dll
How = Metode kerjanya seperti apa? ??
Perencanaan yang baik mengandung :
Tujuan yang jelas = Global
Sasaran yang jelas = Kualitatif
Target yang jelas = Kuantitatif
Perencanaan proyek meliputi:
BIAYA
= TEPAT BIAYA = tidak boleh melebihi anggaran (TIME
SCHEDULE)
MUTU = TEPAT MUTU = Tidak boleh menyalahi spesifikasi (RAP dan RAB)
WAKTU = TEPAT WAKTU = Tidak terlambat dari schedule yang ditentukan
(RKS, gambar rencana, gambar kerja)

PENGENDALIAN
Tujuan Pengendalian = Adalah usaha meminimalkan penyimpangan agar sesuai dengan
perencanaan.

Pengendalian Waktu
Untuk Pengendalian waktu dapat digunakan Time Schedule, dengan adanya :
1.
Kurva S > Dengan cara UPDATING dan ANALYSIS VARIAN
2.
Bar Chart
UPDATING = Menggambarkan/memperbarui TIME SCHEDULE umumnya mingguan.
ANALYSIS VARIAN = Membandingkan varian yang lama dan varian yang baru

Macam-macam solusi apabila terjadi keterlambatan waktu :


1.
Crassprogram
2.
Re-scheduling
3.
Re-engineering
Crassprogram : program khusus jangka pendek untuk mengejar ketinggalan. Catatan : Apabila
ketertinggalan belum parah.(penambahan waktu jam kerja, penambahan tenaga kerja)

Re-scheduling : Penjadwalan ulang, digunakan apabila keterlambatan sudah banyak, butuh


persetujuan owner dan pengawas.
Re-engineering : Mengubah alat kerjanya (pacul menjadi excavator) mengubah bahannya
(bekisting kayu plat menjadi bondek), mengubah metodenya.
Crassprogram dapat digabung dengan Re-engineering.
Dengan pengendalian mutu yang baik maka pekerjaan akan lebih cepat selesai, sehingga
keuntungan yang didapat adalah :
1.
Menghemat biaya (manajemen, tukang) tapi juga ada uang lembur, karena
pekerjaan cepat selesai
2.
Tenaga ahli dapat dialihkan pada proyek lainnya

Bagaimanakah bila keterlambatan terjadi pada lintasan kritis ????????


Keterlambatan pada lintasan kritis tidak masalah apabila masih ada waktu tenggangnya,
tapi dari segi prestasi kurang baik !!!!!!!!

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MUTU


Dasar perencanaan dan pengendalian mutu adalah RKS, gambar bestek dan lain-lain.
Alat Pengendalian Mutu dengan membuat tabel daftar mutu, yang diambil dari RKS,
kegunaannya adalah untuk memudahkan dalam pengendalian mutu, daripada membuka RKS
yang tebal dan mencari satu per satu.
Contoh tabel daftar mutu :

Pe
1.
2.
3.
4.
5.

ngendalian mutu :
Evaluasi :
Pengamatan : Pengamatan atau pengawasan dilakukan langsung dengan
mengamati seperti pekerjaan pembesian, pengecoran dan pemasangan bekisting.
Uji Laboratorium : Sampel- sampel seperti beton di uji kekuatan tekannya di
laboraturium dan baja di uji kekuatan tariknya.
Laporan : Laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan dan laporan akhir
yang dilengkapi dengan foto atau video.
Meeting : Meeting dilakukan mingguan, bulanan, meeting khusus, setelah ada
termin, PHO (pre hand over) atau FHO (final hand over).
PHO (Pre Hand Over) = adalah meeting yang dilaksanakan pada akhir
pelaksanaan.
FHO (Final Hand Over) = adalah meeting yang dilakukan pada akhir masa
pemeliharaan
Dan juga Konsultan perencana melakukan pengawasan berkala agar tau ada spec yang tidak
sesuai dengan perencanaannya.
Setiap pendatangan material harus ada ijin kerja dan sample materialnya.

Perencanaan dan Pengendalian Biaya


Dasar perencanaan biaya adalah RAB, perencanaan dan pengendalian biaya dapat dilihat dari 2
sisi, yaitu :

1.
2.

3.
4.
5.

6.

Penjelasan gambar di atas adalah sebagai berikut :


IDE : ide masih berupa gagasan belum direalisasikan jadi belum ada gambar dan
perencanaannya adalah global.
STUDI KELAYAKAN : Ide kemudian ditinjau sejauh mana kelayakannya untuk
direalisasikan, dengan mempertimbangkan aspek manfaat dan biaya. Dengan menggunakan
metode membandingkan antara proyek lama dan proyek baru dari segi mutu, index waktu,
kapasitas,
elemen
dan
lain2.
( penjelasan lebih detail di gambar di bawah)
LAYAK : Layak berarti ide sudah teruji kelayakannya untuk direalisasikan.
PERENCANAAN : Perencanaan meliputi perencanaan keuangan detail yang
tidak menyimpang dari perencanaan global studi kelayakan.
LELANG : Lelang dilaksanakan untuk mencari kontraktor sebagai pelaksana
proyek, dengan berpedoman pada Engineer Estimate dan Owner Estimate agar kontraktor tidak
sembarang menawar.
PELAKSANAAN : Pengendalian keuangan owner yaitu dengan adanya jaminan
dari kontraktor dan pembayaran termin yang diberikan sesuai dengan prestasi kerja kontraktor.
contoh : prestasi 30% uang yang diberikan 25%.

Da
ri sisi kontraktor :

Dengan Penjelasan sbb :


1.
Lelang : Sebelum mengajukan penawaran harga ada baiknya pertama : mengecek
harga pasar baik material, tenaga kerja dan peralatan. kedua, mengecek pajak resmi dan tidak
resmi (tidak resmi ngemel dpr , dinas dll)ketiga, biaya operasional / manajemen yaitu tenaga
ahli. keempat, biaya tidak terduga (transportasi, dll), kelima , perkirakan keuntungan anda
umumnya 10%.
2.
Pelaksanaan : menyusun RAP yang nominalnya harus lebih kecil dari RAB agar
kontraktor dapat keuntungan
OK ! semoga bermanfaat !!!!

Ditulis dalam Materi Kuliah, Pengendalian Proyek


Tinggalkan komentar

Perencanaan Pengendalian Proyek Konstruksi (Part 1)


Sep 21
Posted by sanggapramana

2 Votes

1.
2.
3.
4.

Mengapa diperlukan teknik scheduling ?????


Semua pekerjaan memerlukan perencanaan untuk dapat dilaksanakan dengan baik
Metode kerja beserta tahapannya harus dituangkan sehingga dapat dibaca dengan
baik oleh pelaksana pekerjaan
Pekerjaan dalam bidang konstruksi mempunyai batas waktu tertentu
Semakin kompleks suatu proyek, kebutuhan menggunakan network planning
semakin besar karena ketergantungan satu pekerjaan terhadap pekerjaan lainnya.
Sejarah singkat teknik scheduling
1917 Henry Gantt memperkenalkan Barchart
1956 CPM dikembangkan oleh Du Pont Co
1957 Charles Clark memperkenalkan CHART
1961 Prof. John Fondahl memperkenalkan PDM

BAGAN BALOK ( BAR CHART )


Keuntungan
Sederhana dan mudah dipahami
Kerugian

Tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan


dengan kegiatan lainnya

Sukar untuk mengadakan perbaikan

Untuk proyek berukuran besar dan bersifat kompleks, penggunaan bagan balok
tidak efektif

Gambar Bar Chart

JARINGAN KERJA ( NETWORK )


1.
2.
3.

1.
2.

Pemakaian Jaringan Kerja :


Metode Jalur Kritis ( Critical Path Method )
Metode PERT ( Project Evaluation and Review Technique )
Metode Presenden Diagram ( Presendence Diagram Method )
Jaringan Kerja merupakan langkah penyempurnaan metode bagan balok dengan kegunaan
sebagai berikut :
Menyusun urutan kegiatan proyek yang memiliki sejumlah besar komponen
dengan hubungan ketergantungan yang kompleks
Membuat perkirakan jadwal proyek yang paling ekonomis
Mengusahakan fluktuasi minimal penggunaan sumber daya
Langkah awal membuat jaringan kerja adalah mengkaji lingkup proyek , kemudian
menguraikannya menjadi komponen-komponennya untuk meningkatkan akurasi perkiraan kurun
waktu kegiatan & logika ketergantungan diantara kegiatan-kegiatan tersebut.
Membuat jaringan kerja didasarkan atas logika ketergantungan :
1. Ketergantungan Alamiah :
Sebagian besar ketergantungan disebabkan oleh kegiatan itu sendiri
2. Ketergantungan Sumber Daya :
Ketergantungan diakibatkan oleh terbatasnya dana atau sumber daya
Pengaruh Cuaca
Dikenal ada 2 pendekatan untuk pengaruh cuaca, yaitu :
Memasukkan faktor cuaca ke dalam masing-masing kegiatan. Kegiatan-kegiatan
tersebut dikaji sejauh mana kepekaannya terhadap pengaruh cuaca selama proyek berlangsung
Tidak memasukkan faktor cuaca ke dalam perkiraan waktu masing-masing
kegiatan tetapi memperhitungkan kurun waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan.
Menggambar Jaringan Kerja

Usaha menyusun urutan kegiatan yang mengikuti logika ketergantungan dapat dipermudah
dengan pertanyaan sebagai berikut :
Kegiatan apa yang dimulai terlebih dahulu
Mana kegiatan berikutnya yang akan dikerjakan
Adakah kegiatan-kegiatan yang dapat berlangsung sejajar
Perlukah mulainya kegiatan tertentu menunggu yang lain

Ar
row Diagram

METODE LINTASAN KRITIS (DIAGRAM


PANAH/ARROW DIAGRAM)

Kegiatan pada diagram panah diwakili oleh panah

Lingkaran yang ditempatkan pada awal dan akhir kegiatan menandakan kejadian
(event) awal dan akhir (starting and finishing)

Kegiatan-kegiatan dihubungkan satu dengan lainnya sesuai cara yang logis untuk
menunjukkan urutan konstruksi

Untuk menghindari jumlah kejadian yang terlalu banyak dalam jaringan, kejadian
akhir dari kegiatan pendahulu adalah juga kejadian awal dari kegiatan pengikut

Diagram panah kadang memerlukan Dummy Activities untuk melengkapi logika


jaringan, penambahan dummy bukan untuk menciptakan tambahan ketergantungan yang tidak
perlu.

WAKTU KEJADIAN / EVENT TIME dan LINTASAN


KRITIS (Penjadwalan Waktu)
1.
2.
3.
4.

Empat waktu kejadian untuk tiap kegiatan :


Waktu mulai paling awal / earliest start date (ESD)
Waktu selesai paling awal / earliest finish date (EFD)
Waktu mulai paling lambat / latest start date (LSD)
Waktu selesai paling lambat / latest finish date (LFD)
ESD dan EFD dihitung pertama melalui sepanjang jaringan dari awal hingga akhir (langkah ke
depan / forward pass)
Diasumsikan bahwa proyek dimulai dari waktu yang ke 0
EFD dari kegiatan paling awal sama dengan ESD-nya ditambah durasinya
EFD dari kegiatan yang mendahuluinya kemudian menjadi ESD dari kegiatan
yang mengikuti
EFD dari kegiatan paling akhir menunjukkan durasi total dari proyek
Jika dua atau lebih kegiatan pendahulu l1, l2, . . . . . . . . . , ln bertemu pada nodal
awal dari kegiatan pengikut J, ESD dari kegiatan J sama dengan nilai maksimal dari EFD dari
kegiatan-kegiatan pendahulu l
LFD dan LSD dihitung untuk tiap kegiatan dalam jaringan dihitung kemudian melalui sepanjang
jaringan dari akhir hingga awal (langkah ke belakang / backward pass)
LSD dari kegiatan pengikut J menjadi LFD dari kegiatan pendahulu i
LSD dari kegiatan l sama dengan LFD-nya dikurangi durasinya
Jika dua arah atau lebih kegiatan pengikut J1, J2 . . . . . . . . Jn berasal dari nodal
akhir kegiatan pendahulu l, LFD dari kegiatan l sama dengan nilai minimal dari LSD kegiatan
pengikut J

Kegiatan-kegiatan dengan ESD sama dengan LSD dan EFD sama dengan LFD adalah kegiatankegiatan kritis.
Free Float and Total Float
1.
Kegiatan non kritis pada jaringan ditandai dengan tersedianya sejumlah tenggang
waktu yang besarnya bervariasi
2.
Kegiatan tersebut tidak harus dimulai pada ESD-nya asalkan tidak terlambat
hingga melebihi tenggang waktu yang tersedia atau waktu selesainya tidak melebihi LFD-nya.
3.
Tenggang waktu yang tersedia disebut sebagai Float :

Free Float (FF) adalah sejumlah waktudimana sepanjang itu kegiatan


pada jaringan dimungkinkan mengalami penundaan tanpa menunda EFD dari kegiatan pengikut.

Total Float (TF) adalah sejumlah waktu dimana sepanjang itu kegiatan pada jaringan
dimungkinkan mengalami penundaan tanpa menunda EFD dari seluruh proyek

Sumber : Kuliah Perencanaan dan pengendalian Proyek Konstruksi (Dosen:Dr.Henny Pratiwi


Adi, ST, MT)
Diposkan 2nd May 2015 oleh Maryadi
0

Tambahkan komentar

2.

MAY

Estimasi Biaya dan Perhitungan RAB

Pengertian network planning adalah sebuah jadwal kegiatan pekerjaan berbentuk diagram
network sehingga dapat diketahui pada area mana pekerjaan yang termasuk kedalam lintasan
kritis dan harus diutamakan pelaksanaanya. cara membuat network planning bisa dengan cara
manual atau menggunakan software komputer seperti ms project. untuk membuatnya kita
membutuhkan data-data yaitu
Jenis pekerjaan yang dibuat detail rincian item pekerjaan, contohnya jika kita
akan membuat network planning pondasi batu kali maka apabila dirinci ada pekerjaan galian
tanah, pasangan pondasi batu kali kemudian urugan tanah kembali.
Durasi waktu masing-masing pekerjaan, dapat ditentukan berdasarkan
pengalaman atau menggunakan rumus analisa bangunan yang sudah ada.
Jumlah total waktu pelaksanaan pekerjaan.
Metode pelaksanaan konstruksi sehingga dapat diketahui urutan pekerjaan.
Selain network planning kita kenal juga jenis jadwal lain yang digunakan dalam melaksanakan
proyek seperti kurva S, Bar chart, schedule harian mingguan bulanan dll.
Contoh network planning
( Gambar Update )
Cara membuat network planning
Seperti sudah kita ketahui sebelumnya bahwa untuk membuatnya bisa menggunakan cara
manual atau dengan bantuan komputer. nah kita akan mencoba membuat artikel khusus
tentang urutan pembuatanya sehingga bisa lebih jelas.

Kegunaan network planning


Untuk mengatur jalanya proyek.
Mengetahui lintasan kritis pekerjaan.
Untuk mengetahui jenis pekerjaan mana yang tidak masuk lintasan kritis sehingga
pengerjaanya bisa lebih santai sehingga tidak mengganggu pekerjaan utama yang harus tepat
waktu.
4.
Mengetahui pekerjaan mana yang harus diutamakan dan dapat selesai tepat
waktu.
5.
Sebagai rekayasa value engineering sehingga dapat ditentukan metode kerja
termurah dengan kualitas terbaik.
6.
Untuk persyaratan dokumen tender lelang proyek.
1.
2.
3.

Di bangku kuliah khususnya jurusan teknik sipil kita mempelajarinya pada mata pelajaran
manajemen konstruksi atau pada mata kuliah rencana anggaran biaya bangunan ( RAB ),
dalam pekerjaan banyak digunakan oleh kontraktor, konsultan pengawas atau konsultan
perencana untuk mengatur jalanya proyek pembangunan. jadi bagi yang kebetulan mahir dalam
membuatnya dan bersedia berbagai tentang ilmu penjadwalan proyek ini sehingga bisa
bermanfaat bagi yang sedang membutuhkan dan mencari network planning
RAP adalah rencana anggaran biaya proyek pembangunan yang dibuat kontraktor untuk
memperkirakan berapa sebenarnya biaya sesungguhnya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
suatu kontrak kerja proyek konstruksi, sedangkan RAB adalah rencana anggaran biaya bangunan
yang dibuat oleh konsultan perencana sebagai dasar untuk melakukan kontrak kerja konstruksi.
jadi dari pengertian tersebut bisa kita lihat bahwa selisih antara RAP dan RAB merupakan
gambaran awal untuk memperkirakan laba rugi perusahaan kontraktor. jadi fungsi RAP itu
sangat penting dalam menunjang keberhasilan sebuah proyek konstruks. Berikut ini macammacam fungsi lainya.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Fungsi RAP ( rencana anggaran biaya pembangunan )


Sebagai pedoman general kontraktor untuk melakukan perjanjian kontrak dengan
sub kontraktor atau pemborong.
Sebagai acuan untuk negoisasi harga antara general kontraktor dengan mandor
atau subkontraktor.
Untuk mengetahui perkiraan keuntungan atau kerugian yang akan dialami jika
menggunakan suatu metode kerja.
Jika ternyata diperkirakan rugi maka kontraktor bisa mencari jalan agar tetap
untung.
Sebagai dasar untuk membuat jadwal pendatangan material dan tenaga kerja.
Sebagai bahan laporan proyek kepada perusahaan pada kontraktor besar yang
mempunyai banyak proyek.
Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan langkah manejemen terbaik agar
kontraktor untung dan pemilik proyek senang.
Untuk membuat kurva s, namun jadwal ini biasanya dibuat khusus untuk
keperluan kontraktor, sedangkan untuk laporan ke konsultan pengawas atau pemilik proyek tetap
berpedoman pada RAB .
Cara menghitung RAP rencana anggaran biaya proyek pembangunan pada prinsipnya sama
seperti ketika menghitung RAB, hanya saja data-data yang digunakan merupakan rahasia
perusahaan kontraktor seperti analisa harga satuan, harga bahan bangunan, harga upah tenaga
kerja. data-data tersebut bisa dibuat dari hasil penelitian serta pengalaman selama mengerjakan
proyek konstruksi. kontraktor yang bagus biasanya membuat standar khusus untuk
menghitungnya dan tidak memberitahukan secara umum, atau istilahnya merupakan rahasia
dapur perusahaan. format perhitunganya juga mengikuti standar perusahaan masing-masing. bisa
dibilang bahwa disinilah sumber perbedaan harga borongan yang ditawarkan perusahaan
sehingga bisa menjadi daya saing dalam dunia usaha kontraktor bangunan untuk memenangkan
persaingan bisnis

Untuk memudahkan penggunaan Software RAB bagi calon pengguna atau bagi yang telah
membeli Software RAB, saya akan membuat panduan sederhana yang mudah dicerna dan
difahami oleh Anda yang awam atau tidak memiliki dasar pengetahuan bangunan/sipil/arsitektur.
Volume pekerjaan yang akan dibahas adalah persis dengan yang telah diseting pada Software
Rab Rumah sederhana saya. Dengan panduan yang akan saya buat ini diharapkan Anda yang
awam dapat dengan mudah memahami, sehingga pada suatu saat menjadi familiar dan pintar
membuat dan menyusun Anggaran Biaya Membangun/Renovasi Rumah, baik untuk digunakan
sendiri, orang lain, atau bahkan tidak menutup kemungkinan Anda juga bisa menjadi pemborong
pelaksana jasa pemborongan rumah.
Rincian satuan pekerjaan yang telah saya setting dalam Software RAB seperti yang Anda lihat di
bawah ini merupakan setingan RAB Rumah Sederhana atau rumah Standarad yang sangat umum
digunakan.
Menghitung volume pekerjaan merupakan hal yang sangat penting dalam menyusun RAB
bangunan. Untuk menghitung volume satyan pekerjaan diperlukan gambar-gambar yang lengkap
dengan ukuran, seperti denah, potongan, tampak, detail dan sebagainya. Bagi Anda yang awam
tentunya akan merasa asing dengan istilah atau nama-nama satuan pekerjaan dimaksud, tetapi
lama kelamaan jika sudah terbiasa akan hafal dan mengenalnya, seperti pekerjaan pondasi,
pekerjaan beton dan sebagainya.
Istilah volume pekerjaan adalah istilah baku dalam pekerjaan konstruksi. Satuan volume
pekerjaan tidak selalu menunjukan isi seperti m3, liter dst., tetapi satuan volume pekerjaan bisa
m2, m', buah, kg dst.
Panduan menghitung volume pekerjaan akan disajikan dalam 9 halaman pada website ini, mulai
Pekerjaan Pondasi sampai dengan Pekerjaan Pengecatan.
PEKERJAAN
PONDASI
1.
Galian
tanah
pondasi
2.
Pasangan
Pondasi
Batu
Kosong
(aanstamping)
tebal
20
cm
3.
Pasangan
Pondasi
Batu
adukan
1pc
:
5
psr
4. Urugan tanah pondasi
PEKERJAAN
BETON
(adukan
1pc:2psr:3krikil)
1. Sloof Beton Tulang 15/20 (180 kg besi + bekisting) 4dia. 12 ring 8-15
2. Kolom, 15/20 (180 kg besi + bekisting) 4dia.12 , ring 8 -15
3. Ring Balk, sofi-sofi (180 kg besi + bekisting) 4dia. 12mm, ring 8mm -15
4.
Tangga
Beton
(90
kg
besi
+
bekisting),
dia
10
&
8
mm
5. Plat Lantai 10 cm ( 90 Kg Besi + Bekisting ) dia 8mm, 2x 15x15
PEKERJAAN
PASANGAN
DINDING
1.
Pasang
bata
merah
adukan
1
pc
:
5
psr
2.
Plesteran
tebal
2
cm
1
pc
:
5
psr
3.
Acian
semen
4.
Pasangan
keramik
roman
dinding
km.
mandi
20
x
25
5. Pasangan keramik roman dinding dapur 20 x 25
PEKERJAAN
ATAP
1.
Rangka
atap
baja
ringan
2.
Tutup
atap
genting
plentong
3.
Genting
bubung
plentong
4.
Listplang
kayu
kamper
medan
2/20
5. Talang sudut (seng)

PEKERJAAN
LANGIT-LANGIT
1.
Langit-langit
GRC
120
x
240
+
rangka
hollow
2. List gypsum
PEKERJAAN
LANTAI
1.
Lantai
keramik,
luar
&
dalam,
40
x
40
cm
2.
Lantai
keramik,
kamar
mandi,
30
x
30
3. Plint Keramik 10 x 40, dalam
PEKERJAAN
KAYU
1.
Kusen
pintu
dan
jendela,
kayu
balok
kamper
samarinda
2.
Daun
pintu
panel,
kayu
papan
kamper
samarinda
3.
Daun
pintu
triplek,
rangka
kayu
papan
kamper
samarinda
4.
Daun
jendela
ram
kaca,
kayu
papan
kamper
samarinda
5. Daun pintu triplek lapis formika, rangka papan kamper samarinda
PEKERJAAN
KACA
DAN
KUNCI
1.
Pasang
kaca
jendela
5
mm
2.
Pasang
kunci
tanam
3.
Pasang
kunci
kamar
mandi
4.
Pasang
engsel
pintu
5.
Pasang
engsel
jendela
6. Pasang tulak angin
PEKERJAAN
SANITASI
1.
Pasang
closet
duduk
2.
Pasang
closet
jongkok
3.
Pasang
washtafel
4.
Pasang
bak
mandi
fibergalass
5.
Pasang
bak
cuci
piring
stainless
6.
Septictank
uk
2
x
1.5
x
1.5
+
rembesan
7.
Keran
air
8.
Pipa
pvc
1/2"
instalasi
air
9. Pipa pvc 4" AW saluran air hujan dan air limbah
PEKERJAAN
PENGECATAN
1.
Pengecatan
kusen,
dengan
cat
kayu
2.
Pengecatan
pintu
dan
jendela,
dengan
cat
kayu
3.
Pengecatan
Plapond
3x,
dengan
cat
tembok
Vinilex
4. Pengecatan tembok 3x dengan Cat Vinilex
Itulah sebagai halaman pendahuluan panduan menghitung volume pekerjaan untuk memudahkan
penggunaan Software RAB yang telah anda dapatkan, sehingga diharapkan Anda yang awam
dapat menggunakan Software RAb dengan baik dan memberikan banyak manfaat, baik untuk
Anda sendiri maupun untuk orang lain, juga diharapkan dengan menjadi familiar dalam
menggunakan software rab Anda juga dapat menciptakan sumber penghasilan darinya, misalnya
menjadi pemborong rumah.
Silahkan klik satu persatu link panduan menghitung volume pekerjaan sbb :
Panduan
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Pondasi
Panduan
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Beton
Panduan
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Pasangan
Dinding
Bata
Merah
Panduan
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Atap

Panduan
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Langit-langit
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Lantai
Panduan
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Kayu
Panduan
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Kaca
dan
Kunci
Panduan
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Sanitasi
Panduan Menghitung Volume Pekerjaan Pengecatan

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan


Pondasi
Pekerjaan pondasi yang telah disetting dalam software rab meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai
berikut:
1.
Galian
tanah
pondasi
2.
Pasangan
Pondasi
Batu
Kosong
(aanstamping)
tebal
20
cm
3.
Pasangan
Pondasi
Batu
adukan
1pc
:
5
psr
4. Urugan tanah pondasi
Keempat sub pekerjaan tersebut di atas merupakan pekerjaan pondasi. Untuk dapat
menentukan harga satuan setiap sub pekerjaan pondasi tersebut perlu dihitung volume
pekerjaannya. Keempat item di atas satuan volumenya adalah dalam M3.
Untuk menghitung volume pekerjaan tersebut diperlukan gambar denah dan potongan yang
lengkap ukurannya. Dalam praktek menghitung volume pekerjaan pondasi saya akan
menggunakan gambar renovasi rumah KPR-BTN Type 21/60 2 lantai, sebagai berikut :

1. Menghitung Volume Pekerjaan Galian Tanah Pondasi


Kita akan mulai menghitung volume galian pondasi. Coba Anda perhatikan gambar denah, detail
pondasi, dan potongan memanjang.
Rumus :
Volume = luas penampang galian x panjang galian.
luas penampang galian pondasi = 0.8 x 0.8 m = 0.64 m2
panjang galian pondasi = lihat dan perhatikan gambar denah lantai 1, kemudian jumlahkan
semua sisi dan skat kamar = galian memanjang (3 x 10 m + 1.5 m = 31.5 m) + galian melintang
(5 jalur x 6 m + 1.5 m = 31.5 m) = 63 m
Jadi, Volume galian pondasi = 0.64 m2 x 63 m = 40.32 M3
2. Menghitung Volume Pasangan Pondasi Batu Kosong (tebal 20 cm)
Rumus : Volume = luas penampang x panjang pasangan
Luas penampang pasangan = 0.8 x 0.2 m = 0.032 M2
Panjang pasangan = panjang galian = 63 M'
Jadi, volume pasangan pondasi batu kosong = 0.32 x 63 = 2.016 M3
3. Menghitung Volume Pasangan Pondasi Batu
Perhatikan gambar detail pondasi
Rumus : Volume = luas penampang pondasi x panjang pasangan
Luas penampang ( trapesium) = (sisi alas + sisi atas )/2 x tinggi = ( 0.3 + 0.6)/2 x 0.6 = 0.45 x 0.6
= 0.27 m2

Panjang pasangan = panjang galian = 63 M'


Jadi, Volume pasangan pondasi batu = 0.27 x 63 = 17.1 M3
4. Menghitung Volume urugan tanah pondasi
Rumus = Galian tanah pondasi - (pasangan pondasi + pasangan pondasi batu kosong)
Galian pondasi = 40.32 M3
Pasangan Pondasi batu kosong = 2.06 M3
Pasangan Pondasi batu = 17.1 M3
Jadi, Volume urugan tanah pondasi = 40.32 - (17.1 + 2.06) = 21.16 M3
Itulah panduan cara menghitung volume pekerjaan pondasi. Selanjutnya angka-angka hasil
perhitungan tersebut masukan ke kolom volume pekerjaan yang sama pada software rab. Semoga
Anda dapat memahami panduan menghitung volume pondasi di atas. Salam sukses!

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan Beton


Bertulang
Pekerjaan beton yang telah disetting dalam software rab yang volumenya harus dihitung adalah
sebagai
berikut
:
1. Sloof Beton Tulang 15/20 (180 kg besi + bekisting) 4dia. 12 ring 8-15
2.
Kolom,
15/20
(180
kg
besi
+
bekisting)
4dia.12
,
ring
8
-15
3. Ring Balk, sofi-sofi (180 kg besi + bekisting) 4dia. 12mm, ring 8mm -15
4.
Tangga
Beton
(90
kg
besi
+
bekisting),
dia
10
&
8
mm
5. Plat Lantai 10 cm ( 90 Kg Besi + Bekisting ) dia 8mm, 2x 15x15
Mari kita bahas satu per-satu cara menghitungnya. Gambar yang diperlukan adalah :
1.

Gambar Denah, gunanya untuk melihat ukuran panjang sloof dan jumlah titik kolom
dan penampang kolom, serta ketebalan dan ukuran lantai beton.
2.
Gambar Potongan dan Detail Pondasi, untuk melihat ukuran tinggi kolom,
penampang sloof, ring balk.

1.
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Sloof
15/20
Cm
Rumus
:
Volume
=
Luas
Penampang
x
Total
Panjang
Slof
Luas
Penampang
=
0.15
x
0.20
M'
=
0.03
M2
Total panjang =jumlah sisi memanjang dan melintang lantai 1 dan lantai 2. Jumlah panjang sisi
pasangan sloof lantai 1 dan 2 = 123 M'. Silahkan Anda cek lagi dengan melihat gambar denah lantai
1
dan
lantai
2.
Jadi
volume
pasangan
beton
sloof
=
123
x
0.03
= 3.69
M3 .
2.
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Kolom,
12/20
Cm
Rumus
:
Volume
=
Luas
Penampang
x
Total
Tinggi
kolom
Luas
Penampang
=
0.12
x
0.20
M'
=
0.024
M2
Total tinggi kolom = jumlah titik kolom lantai 1 dan lantai 2 dikali tinggi kolom. Lihat denah lantai 1
dan
lantai
2.
Jumlah titik kolom lantai 1 dan 2 = 35 titik. Silahkan Anda cek kembali
Tinggi
kolom
=
3
M
Total
tinggi
kolom
=
35
x
3
M
=
105
M
Jadi
volume
pasangan
beton
kolom
=
105
x
0.024
= 2.52
M3 .

3.

Menghitung

Volume

Pekerjaan

Ring

Balk

12/20

Cm

Rumus
:
Volume
=
Luas
Penampang
=
Total
panjang
ring
Jadi
volume
pasangan

Luas
Penampang
x
0.12
x
0.20
bal
=
panjang
ring
balk
=
123

Total
Panjang
Ring
M'
=
0.024
sloof
=
123
x
0.024
= 2.952

4.
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Tangga
Rumus:
Volume
=
luas
tangga
x
tebal
Tebal
Tangga
=
10
Luas
tangga
=
jumlah
anak
tangga
x
panjang
x
lebar
anak
Jumlah
anak
tangga
=
13
lebar
=
30
CM;
dan
panjang
=
70
Luas
tangga
=
13
x
0.3
x
0.7
=
2.73
Jadi
volume
tangga
beton
=
2.73
x
0.1
= 0.273

Balk
M2
M
M3 .
Beton
tangga
CM
tangga
bh
CM
M2
M3

5.
Menghitung
Volume
Pekerjaan
Plat
Lantai
2
(tebal
12
cm)
Rumus
:
Luas
lantai
x
tebal
lantai
beton
Tebal
lantai
beton
=
12
CM
Perhatikan
gambar
denah
lantai
2
dan
gambar
potongan
Plat
lantai
2
=
8.5
x
6
=
51
M2
Plat
atap
lantai
2
di
atas
tangga
=
3
x
3
=
9
M2
Jumlah
luas
plat
lantai
beton
=
60
M2
Jadi volume plat lantai beton = 60 x 0.12 = 7.2 M3
Catatan : Apabila Anda ingin membuat pondasi plat beton (cakar ayam) pada setiap titik kolom,
caranya tambahkan volume pondasi plat beton ke volume plat lantai.
Itulah panduan cara menghitung volume pekerjaan beton. Hasil perhitungan Anda lalu masukan ke
kolom volume beton pada software RAB. Semoga panduan ini dapat memudahkan Anda dalam
menggunakan Software RAB.

Pekerjaan pasangan dinding yang disetting pada Software Rab meliputi satuan pekerjaan
sebagai
berikut:
1.
Pasang
bata
merah
adukan
1
pc
:
5
psr
2.
Plesteran
tebal
2
cm
1
pc
:
5
psr
3.
Acian
semen
4.
Pasangan
keramik
roman
dinding
km.
mandi
20
x
25
5. Pasangan keramik roman dinding dapur 20 x 25
Gambar yang diperlukan adalah denah dan potongan seperti pada perhitungan volume pekerjaan
pondasi dan beton.

Mari kita mulai menghitung volume pekerjaan dinding, dan perhatikan gambar di atas. Untuk
menghitung volume pekerjaan dinding sebenarnya kitatinggal mengambil data yang sudah kita
hitung sebelumnya. Panjang pasangan dinding =(123 M) panjang sloof - 12 M (pagar depan atasbawah) = 111 M (sudah kita hitung : lihat di sini..).
1. Menghitung volume pek. pasangan bata merah
Volume pekerjaan pasangan dinding = Luas pasangan dinding - luas kusen pintu dan jendela.
Luas pasangan dinding = 111 M x 3 M (tinggi dinding) = 333 M2
Luas kusen pintu = 6 m x 2 m = 12 M2. Silahkan Anda cek; Luas kusen jendela = 7.3 x 1.8 =
13.14 M2
Luas kusen pintu + kusen jendela = 25.14 M2
Jadi, Volume Pek. Pasangan Dinding Bata Merah = 333 - 25.14 = 307.86 M2
2. Menghitung volume pek. plesteran tebal 2 cm
Volume pekerjaan plesteran = 2 x luas pasangan dinding = 615.72 M2
3. Menghitung volume pek. acian semen
Volume pekerjaan acian = pekerjaan plesteran = 615.72 M2
4. Menghitung volume pek. pasangan keramik dinding k. mandi
Volume pekerjaan pasangan dinding keramik k mandi = keliling k. mandi x tinggi pasangan
= 6 M x 2 M = 12 M2 lalu kurangi luas pintu dan bak mandi (0.6 x 2)+ (1.4 x 0.7) = 2.18
= 12 M - 2.18 M = 9.82 M2

Jadi, volume pekerjaan pasangan keramik k. mandi = 9.82 M2 x 2 (ada 2 k. mandi) = 19.64 M2
5. Menghitung volume pek. pasangan keramik dinding dapur
Volume pasangan dinding dapur = luas pasangan = panjang x tinggi
panjang pasangan = 6 M' ( 2 sisi) ; tinggi pasangan = 2 M
Jadi, Volume pekerjaan pasangan dinding keramik dapur = 12 M2
Itulah panduan cara menghitung volume pekerjaan dinding bata merah. Hasil perhitungan Anda
lalu masukan ke kolom volume pekerjaan dinding bata merah pada software RAB. Semoga
panduan ini dapat memudahkan Anda dalam menggunakan Software RAB.

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan


Atap
1.
2.
3.
4.
5.

Pekerjaan atap yang diseting pada software rab meliputi pekerjaan sbb:
Rangka atap baja ringan
Tutup atap genting plentong
Genting bubung plentong
Listplang kayu kamper medan 2/20
Talang sudut (seng)
Untuk menghitung volume pekerjaan atap saya berikan contoh gambar di bawah:

Perhatikan gambar di atas : Tampak depan, Potongan 1-1, dan Potongan 3-3
Menghitung luas atap :
Lihat Gbr. Potongan 1-1 ukuran sisi miring atap = 2,62 M, pada Gbr. Potongan 3-3 panjang atap
= 5,85 M. Luas atap = 2 x sisi miring x panjang atap = (2 x 2,62 m) x 5,85 m = 30,65 M2

1.
2.
3.
4.
5.

Jadi volume pekerjaan Atap adalah sebagai berikut :


Volume pekerjaan rangka atap baja ringan = luas atap = 30,65 M2
Volume pekerjaan tutup genting plentong = luas atap juga = 30,65 M2
Volume pekerjaan genting bubung = panjang atap = 5,85 M
Volume pekerjaan listplank kayu kamper = 2 x panjang atap = 11,70 M'
Volume pekerjaan talang sudut.. TIDAK ADA pada rumah ini!
Volume yang sudah dihitung di atas kemudian input ke Software RAB.
Itulah cara menghitung volume Pekerjaan Atap, semoga dapat membantu Anda dalam
menggunakan Software RAB. Selamat mencoba!!

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan


Langit-langit atau Plapond
Pekerjaan Langit-langit terdiri dari 2 item sbb:
1.
Langit-langit GRC 120 x 240 + rangka hollow
2.
List gypsum
Untuk menghitung volume pekerjaan langit-langit diperlukan gambar denah. Saya berikan
contoh denah di bawah ini :

Hitung luas luas denah lantai 1 dan lantai 2, kemudian jumlahkan. Kemudian hitung bagian
ruangan terbuka lantai 1 dan lantai 2, kemudian jumlahkan.
Luas lantai 1 dan 2 = 2 x 6 x 12 m = 144 m2
Luas ruang terbuka :
1.
lantai 1 : ruang tangga dan taman belakang = (1,5 x 3) + (1,5 x 3) = 9 M2
2.
lantai 2 : ruang jemur, dan taman belakang = (3 x 3 ) + (1,5 x 3) = 13,5 M2
3.
jumlah luas ruang terbuka = 22,5 M2
Luas langit-langit = 144 M2 -22,5 M2 = 121,5 M2
Jadi Volume Pekerjaan Langit-langit GRC = 122,5 M2
Untuk menghitung panjang pekerjaan list gypsum Anda tinggal menghitung keliling setiap
ruangan kemudian semuanya dijumlahkan. Saya berikan contoh untuk kamar tidur = (2 x 3 m) +
(2 x 2,75) = 11,5 M'. Silahkan yang lainnya Anda hitung sendiri sebagai latihan. Setelah semua
dihitung dan dijumlahkan, maka itulah volume pekerjaan List Gypsum.
Selanjutnya volume pekerjaan langit-langit dan volume pekerjaan list gypsum input k software
rab.
Itulah tips dan cara menghitung volume pekerjaan langit-langit dan list gypsum.

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan


Lantai
Pekerjaan lantai yang diseting pada Software RAB meliputi :
1.
Lantai keramik, luar & dalam, 40 x 40 cm
2.
Lantai keramik, kamar mandi, 30 x 30
3.
Plint Keramik 10 x 40
Untuk menghitung volume pekerjaan tersebut di atas sangat mudah, kita cukup mengguakan
gambar denah sbb:

Untuk menghitung luas lantai dalam dan luar, maka kita hitung dulu luas keseluruhan = 2 lantai x
6 m x 12 m = 144 M2.
1. Volume pekerjaan pasangan keramik 40 x 40 luar dan dalam, caranya luas semua (144
M2) dikurangi luas ==> (taman depan lt1=3 m2) - (luas taman belakang lt1=4,5 m2) -(km
mandi lt1 =3 m2) - (tangga lt 1= 3 m2)- (taman depan lt2=3 m2) - (luas taman belakang lt2=4,5
m2) -(km mandi lt2 =3 m2) - (tangga lt 2= 3 m2) - (ruang jemur lt2 = 9 m2) = 144 - 39 = 105
M2
2. Volume pekerjaan pasangan keramik km. mandi = 6 M2
3. Pint keramik bagian dalam : caranya hitung keliling setiap ruangan.. lalu jumlahkan..
seperti mengitung list gypsum. Contoh untuk plint kamar tidur lt 1 = (2x3m)+(2x2,75m)
= 11,5 m' . Silahkan lainya Anda hitung sendiri sebagai latihan.

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan Kaca


dan Kunci
Pekerjaan
1.

Kaca

&

Kunci

yang

diset

Pasang kaca jendela 5 mm

di

Software

RAB

terdiri

dari

item,

sbb:

2.
3.
4.
5.

Pasang kunci tanam


Pasang kunci kamar mandi
Pasang engsel pintu
Pasang engsel jendela
Pasang tulak angin
Untuk menghitung volume pekerjaan di atas sangat mudah, anda tinggal menghitungnya jumlah
daun jendela dan daun pintu dengan melihat gambar perencanaan rumah anda. Untuk melihat
jumlah jendela bisa dilihat pada gambar denah atau gambar kusen. Sedangkan untuk melihat
ukurannya bisa dilihat pada gambar detail/penjelasan daun pintu dan daun jendela.
Contoh
:
Misalnya pada gambar rumah Anda ada 10 bh pintu biasa, dan 2 bh pintu kamar mandi. Kemudian
ada 10 daun jendela ram kaca dengan ukuran sama, misalnya 0,5 x 1 meter (ukuran bersih setelah
diambil lebar bingkai).
Cara menghitung ke-6 volume pekerjaan sbb :

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Luas kaca jendela = 10 x 0,5 x 1 = 5 m2


Jumlah kunci tanam = 10 bh -->(ada 10 pintu)
Jumlah kunci kamar mandi = 2 bh (ada 2 pintu kamar mandi)
Jumlah engsel pintu = (10 x 3) per 2 = 15 pasang ---> 1 pintu menggunakan 3 bh
engsel

jumlah engsel jendela = (10 x 2)/2 = 10 pasang ----> 1 jendela menggunakan 2 bh

engsel

Jumlah tulak angin = 10 jendela x 2 = 20 bh


Kalau sudah dihitung masing-masing, Anda tinggal input ke Software RAB.. dan Software RAB
selanjutnya akan memproses berapa kebutuhan biaya (bahan dan upah kerja).
Cukup mudah bukan menghitung volume pekerjaan kaca dan kunci! Ok selamat mencoba
Catatan : satuan engsel = pasang (2 bh) --> di toko jualnya pasang.. bukan bh.

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan


Pengecatan
Pekerjaan
pengecatan
meliputi
pekerjaan-pekerjaan
sebagai
berikut
:
1.
Pengecatan
kusen,
dengan
cat
kayu
2.
Pengecatan
pintu
dan
jendela,
dengan
cat
kayu

3.
Pengecatan
plapond
3x,
dengan
cat
tembok
Vinilex
4.
Pengecatan
tembok
3x
dengan
Cat
Vinilex
Untuk menghitung volume pekerjaan di atas diperlukan gambar kusen, gambar pintu, denah, dan
gambar
irisan/potongan.
Saya di sini tidak akan membahas perhitungan volume pekerjaan untuk 1 rumah, tetapi hanya akan
memberikan
contoh
saja
:
Pengecatan Kusen : saya akan memberikan contoh pekerjaan pengecatan sebuah kusen pintuyang
ukurannya = 0,8 x 2 M. Yang dihitung adalah luas permukaan kusen yang akan di cat. Rumusnya
adalah panjang kayu x keliling penampang kayu. Panjang kayu kusen = 0,8 M + (2 x 2 M) = 4,8 m.
Ukuran penampang kayu = 0,06 M x 0,12 M. Keliling penampang = (2 x 0,06) + (2 x 0,12) = =0,36 m.
Maka
luas
permukaan
bidang
pengecatan
=
4,8
x
0,36
=
1,72
M2.
Untuk menghitung volume pekerjaan kusen pintu dalam 1 rumah, Anda tinggal menghitung berapa
jumlah kusen pintu, kemudian tinggal mengalikan saja. Selanjutnya hitung permukaan pengecatan
kusen
jendela,
caranya
sama
saja.
Pengecatan
plapond =
luas
plapond/langit-langit, lihat
di
sini..
Pengecatan
tembok =
(luas
permukaan
dinding)
(luas
kusen)
Contoh : luas dinding kamar tidur ukuran 4 x 3 m, tinggi tembok 3,5 m, maka luas pengecatan
dinding bagian luar dan dalam = 2 x ( 14 m x 3,5 m) = 98 m2. Untuk menghitung ruangan lainnya
gunakan gambar denah.

Panduan Menghitung Volume Pekerjaan


Sanitasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

PEKERJAAN SANITASI
Pekerjaan sanitasi yang disetting pada software rab sebagai berikut
Pasang closet duduk
Pasang closet jongkok
Pasang washtafel
Pasang bak mandi fibergalass
Pasang bak cuci piring stainless
Septictank uk 2 x 1.5 x 1.5 + rembesan
Keran air
Pipa pvc 1/2" instalasi air
Pipa pvc 4" AW saluran air hujan dan air limba
Untuk menghitung volume pekerjaan di atas sangat mudah dengan menggunakan gambar denah,
Anda tinggal menghitingnya : ada berapa bh closet duduk dan closet jongkok bisa terlihat pada
gambar, begitu juga ada berapa bh washtafel, ada berapa bh bak mandi dengan jelas berdasarkan
jumlah kamar mandi. Jumlah septictank ada berapa unit. Semuanya bisa dihitung langsung
menggunakan gambar.
Untuk menghitung volume pekerjaan di atas saya tidak akan membahasnya sebab sangat mudah
cukup dengan melihat gambar. Oleh karena itu Software RAB hanya sebagai alat bantu
menghitung.. sedangkan gambar sangat diperlukan untuk menghitung volume pekerjaan.

Diposkan 2nd May 2015 oleh Maryadi


1

Lihat komentar

Memuat
Template Dynamic Views. Diberdayakan oleh Blogger.