Anda di halaman 1dari 4

Sinopsis Film Babies (2010)

Film ini mengisahkan tentang 4 orang bayi yang masing-masing lahir dan
hidup di negara yang berbeda-beda. Bayi bayi tersebut adalah Ponijao dari
Opuwo-Namibia ,

Mari dari Tokyo- Jepang,

Bayar dari Bayanchandmani-

Mongolia, dan Hattie dari San Fransisco-California. Anda akan disajikan adeganadegan cara membesarkan bayi-bayi tersebut.

Berawal dari sang ibu yang

merawat mulai dari dalam kandungan, menyusui, belajar bicara, sampai


akhirnya mereka bisa berjalan tanpa topangan sang orang tua. Perkembangan
dan pertumbuhan anak-anak tersebut selalu dipantau, sehingga kita bisa melihat
perubahannya dari waktu ke waktu. Anak-anak tersebut mengalami perlakuan
yang berbeda karena kebudayaan lingkungan tempat mereka tinggal juga
berbeda.
Ponijao (anak dari Namibia) dalam film ini menggambarkan bagaimana
kehidupannya yang tinggal dengan delapan kakaknya laki-laki dan perempuan
lebih tua beberapa tahun darinya. Ia tinggal di sebuah desa kecil yang
merupakan bagian dari suku Nimba. Suku ini berada.

di daerah pedalaman

Nambia. Ponijao tumbuh dengan keadaan yang sangat sederhana. Dengan


keterbatasan makanan, minuman, serta arena bermain yang layak tidak
didapatkannya. Semuanya serba tradisional.
Keadaan tersebut sangat kontras dengan kehidupan Hattie dari California.
Bagaimana sejak dari kandungan sang ibu telah melakukan kelas senam hamil,
lalu dengan proses kehamilan yang menggunakan alat serba modern dan
higienis, serta Hattie yang tumbuh dengan berbagai fasilitas yang mumpuni.
Kasih sayang dan perhatian dari kedua orangtuanya juga dapat dilihat, seperti
makanan dan nutrisi apa yang diberikan.
Bagaimana dengan Mari dari Jepang dan Bayar dari Mongolia? Mari tidak
berbeda jauh dengan Hattie. Mari hidup di tengah-tengah kebisingan kota
Shibuya. Kegembiraan Mari yang merupakan anak tunggal juga ditunjukkan
dengan gaya hidup urban kontemporer.

Sedangkan Bayar dari Mongolia adalah seorang anak yang hidup di daerah
peternakan. Bayar tumbuh bersama dengan sang kakak berbeda beberapa tahun
darinya. Kehidupannya tidak asing dengan kehadiran berbagai hewan ternak ada
di lingkungannya.
Bila diperhatikan ada dua hal besar yang menarik dalam film ini. Ponijao
dan Bayar adalah bayi yang dibesarkan di daerah pedesaan terpencil.
Sedangkan Mari dan Hattie hidup di tengah kawasan perkotaan yang maju. Dari
situ terlihat jelas kontras kehidupan yang bertolak belakang. Ketika Mari dan
Hattie sedang berinteraksi dengan dua peliharaan mereka, kucing dan anjing
yang begitu terawat, Bayar malah sedang berkutat dengan kambing atau sapi.
Demikian halnya dengan Ponijao yang nampak memperhatikan kerumunan lalat
sebagai

binatang

yang

menarik

perhatiannya.

Kedua

hal

tersebut

mengindikasikan sesuatu yang berlawanan. Mengapa bayi di Jepang dan Amerika


digambarkan dari keluarga mapan, sementara di Namibia dan Mongolia dipilih
bayi yang berasal dari keluarga di pelosok desa? Itu pula yang menjadi unsur
kelemahan dalam film ini.
Pelapisan

sosial

adalah

rujukan

atas

kedudukan

yang

tinggi

dan

kedudukan yang rendah. Hal ini terjadi karena adanya kesenjangan sosial.
Pelapisan sosial ini kemudian akan melahirkan klas-klas tersendiri di masyarakat.
Salah satu contoh nyata adalah yang dapat kita lihat dalam film ini, bagaimana
suku di pedalaman afrika cenderung terkucilkan dari peradaban dan kemajuan
teknologi. Hal ini membuktikan bahwa sistem klas di dunia masih di pakai hingga
saat ini. Menurut Mark, klas merupakan salah satu dimensi pelapisan sosial yang
muncul sebagai konsekuensi dari sistem produksi. Dahulu mungkin sebagian
besar masyarakat yang mengetahui cara bercocok tanam dengan manual dan
hanya mengetahui cara menanam satu jenis tumbuhan saja, namun seiring
dengan adanya kemajuan teknologi mulai di temukan cara baru bercocok tanam
serta alat yang membantu bercocok tanam. Masyarakat yang hanya tau cara
bercocok tanam dengan satu cara kemudian mengadakan perjanjian dengan
sekelompok orang yang mempunyai alat. Lama-kelamaan karena di anggp
menguasai teknologi terjadilah sistem kuli kontrak yang memakai jasa para
orang tersebut untuk mnumbuhkan benih. Cara seperti ini hanya membuat
orang-orang yang mempunyai alat semakin maju sedangkan para kuli kontrak
masih tertinggal dalam hal itu, yang kemudian menimbulkan adanya sistem klas.
Menurut pengamatan saya, hal ini mungkin yang terjadi pada Ponjiao di nimbia

di mana suku tersebut hanya mengetahui satu cara untuk bertahan hidup tanpa
pernah tersentuh peradaban. Hal ini yang membuat Mark beranggapan bahwa
pelapisan sosial terjadi karena adanya konsekuensi dari kepemilikan alat
produksi.
Menurut Pitim A. Sorokin bahwa pelapisan social adalah perbedaan
penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat.
Dari penggalan cerita diatas, apabila dikaitkan dengan pelapisan social dapat
dianalisa bahwa terjadi perbedaan yang mencolok diantara keempatnya
disebabkan

karena

ukuran

kekayaan,

kehormatan,

kekuasaan,

dan

ilmu

pengetahuan. Sebagai contoh adalah kehidupan di Namibia dan California sangat


jauh berbeda bagaimana sang anak tumbuh dan berinteraksi dengan lingkungan
di sekitarnya. Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang mempounyai
ilmu pengetahuan baik dan kekayaan akan tumbuh berkembang dengan baik
sejak dalam kandungan sampai dia tumbuh besar, kecerdasannya pun dapat
dilihat lebih cepat berkembang daripada Ponijao yang hidup dan berkembang di
lingkungan yang tidak sehat, dan sarat akan kemiskinan dengan jumlah saudara
yang banyak. Kemudian system pelapisan social dibagi menjadi dua yaitu sitem
pelapisan terbuka dan tertutup.
Stratifikasi

tertutup

adalah

stratifikasi

di

mana

tiap-tiap

anggota

masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang
lebih tinggi atau lebih rendah. Dalam film ini dapat ditemukan beberapa ciri dari
pelapisan social tertutup itu sendiri yaitu kedudukan didasarkan atas keturunan,
hubungan antar sesama ditentukan atas dasar kesamaan kedudukan dengan
mengikuti pola perilaku dan tata krama adat yang berlaku.
Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi di mana setiap anggota
masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke
tingkatan yang lain. Misalnya seperti tingkat pendidikan, jabatan, kekuasaan dan
lain-lain. Pada film ini seorang anak dari Tokyo diusahakan oleh orang tuanya
untuk

menjadikan

mengikutsertakan

strata

sosialnya

anaknya

dalam

menjadi
kursus

lebih

atau

tinggi

playgroup

dengan
agar

cara

tingkat

kecerdasan dan kecakapannya lebih tinggi dan cepat berkembang.


Stratifikasi sosial menunjukkan adanya suatu ketidakseimbangan yang
sistematis dari kesejahteraan, kekuasaan dan prestise (gengsi) yang merupakan
akibat dari adanya posisi sosial (rangking sosial) seseorang di masyarakat.

Sedangkan ketidakseimbangan dapat didefinisikan sebagai perbedaan derajat


dalam

kesejahteraan,

kekuasaan

dan

hal-hal

lain

yang

terdapat

dalam

masyarakat. Dalam stratifikasi sosial, ketidakseimbangan dikatakan sistematis


untuk menggarisbawahi bahwa ketidakseimbangan dibangun di dalam struktur
sosial dan bukan merupakan akibat perbedaan individu atau kesempatan yang
didapatkan oleh masing-masing individu. Pada kenyataannya, salah satu
pengertian

dari

sosiologi,

bahwa

stratifikasi

menjadi

bagian

besar

dari

masyawakat dan bukan sekedar keberuntungan atau usaha personal. Semua


masyarakat di dunia modern dipandang sebagai masyarakat yang berlapis
berdasarkan kesejahteraan, kekuasaan dan prestise, dan juga berdasarkan atas
hal lain seperti gender, ras dan etnis.Setiap masyarakat dimana pun adanya
berada dalam suatu lingkup geografi dan budaya tertentu pada dasarnya
memiliki struktur sosial yang berbeda satu sama lainnya. Dalam masyarakat
pasti memiliki stratifikasi atau pelapisan sosial, tidak peduli masyarakat tersebut
dikelompokkan ke dalam masyarakat tradisonal ataupun modern. Hanya saja
untuk melihat fenomena ini memerlukan kejeliaan. Pada dasarnya pelapisan
sosial sebagai suatu ciri dari masyarakat (kehidupan manusia) baik masyarakat
tradisional atau modern. Keadaan ini membutuhkan adanya identitas setiap
lapisan masyarakat yang dapat dijadikan simbol bagi status sosial seseorang
yang dapat memberikan sejumlah hak dan kewajiban dalam kehidupan.
Dari film ini, dapat digambarkan bagaimana perbedaan status dan kelas
yang merupakan dampak dari pelapisan sosial akan terus berlanjut dan tidak
akan pernah berubah jika tidak adanya usaha untuk membuka diri dengan dunia
luar. Masyarakat di nimbia akan terus hidup dengan cara yang sama jika mereka
tidak mau membuka diri terhadap perkembangan zaman dan akan terus di
asumsikan sebagai klas yang rendah.