Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH MINERALOGI OPTIK

KEKERABATAN ULTRAMAFIK DAN LAMPROFIR

Disusun Oleh :

SEPRIAN
F1D214030

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


JURUSAN TEKNIK KEBUMIAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Penyusun utama lapisan kerak bumi adalah batuan. Batuan adalah benda

bendakonstan.
padat
yang
terbentuk
alamiah
dan
secara
tersusun
dari
mineral
sejenis
baik
maupun
tidak
sejenis,
yang
dan
susunan
kimia
yang

padat yang terbentuk secara alamiah dan tersusun atas kumpulan dari mineral baik
yang sejenis maupun yang tidak sejenis, dan mempunyai susunan kimia yang
konstan. Hampir sebagian besar lebih batuan penyusun kerak bumi adalah jenis
batuan beku. Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari hasil pembekuan
magma. Karena hasil pembekuan, maka ada unsur kristalisasi material
penyusunnya. Komposisi mineral yang menyusunnya merupakan kristalisasi dari
unsur-unsur secara kimiawi, sehingga bentuk kristalnya mencirikan intensitas
kristalisasinya. Dalam petrografi, batuan beku dibedakan atas kerabat (clan).
Dimana pembagian batuan beku berdasarkan kekerabatan ini didasarkan pada
kesamaan komposisi mineral dan kimia penyusun batuan. Selanjutnya masingmasing kerabat dibedakan atas tekstur halus (vulkanik) dan tekstur kasar
(plutonik), dimana pembedaan tersebut bukan berarti terbentuk pada satu
keterjadian atau ganesa yang sama.
Klasifikasi batuan beku berdasarkan kesamaan komposisi mineralogi dan
kimia dikemukakan oleh Weels dan Daly yang dikenal dengan nama Clan
Concept, klasifikasi ini tidak mempersoalkan apakah mereka terbentuk pada
permukaan atau pada kedalaman bumi, juga tanpa mempersoalkan apa teksturnya
dan apakah berasal dari proses magmatik atau metasomatic. Dalam klasifikasinya,
secara petrografi berdasarkan kekerabatannya (clan), batuan beku dibagi menjadi
lima kerabat (clan). Diantaranya yaitu Kerabat Ultramafik dan Lamprofir, kerabat
Gabro, kerabat Gabro Alkali, kerabat Diorit, Monzonit, dan Syenit, serta kerabat
Granodiorit, Adamelit, dan Granit. Dimana pada makalah ini penulis akan
memaparkan Kerabat Batuan Ultramafik dan Lamprofir.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa itu Clan Ultramafik dan Lamprofir ?

2. Apa saja ciri-ciri Clan Ultramafik dan Lamprofir ?


3. Apa saja contoh batuan dari Clan Ultramafik dan Lamprofir ?
1.3.
1.
2.
3.

Tujuan
Mahasiswa memahami arti dari Clan Ultramafik dan Lamprofir
Mahasiswa mengetahui pembeda ciri-ciri Clan Ultramafik dan Lamprofir
Mahasiswa mengetahui contuh batuan dari Clan Ultramafik dan
Lamprofir.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Clan Ultramafik dan Lamprofir
Clan Ultramafik dan Lamprofir adalah jenis batuan yang memiliki
kandungan silika < 45%. Batuan ini mempunyai indeks warna yang lebih
besar dari 70. batuan ini tidak mengandung feldspar atau kurang dari 10 %,
batuan ini banyak ditemukan pada bagian bawah dari sill tebal, aliran-aliran
lapolik dimana semakin keatas berangsur kebatuan basa. Kejadian pada
posisi tersebut merupakan gejala akhir dari pembentukan kristal
sebelumnya. Batuan ultramafik berasal dari diferensiasi kristal dan beberapa
diantaranya dihasilkan oleh alterasi metasomatik sebelumnya.

B. Ciri-ciri Clan Ultramafik dan Lamprofir


Indeks warna (Cl) > 70
Tidak mengandung feldspar
Kandungan silica < 45 %
Mineral utama adalah mieral mafik
Umumnya berbutir kasar
Mineral bijih: kromit dan magnetit
Dijumpai pada dasar intrusi (sill, lapolith)
sebagai hasil diferensiasi atau pemisahan langsung dari substratum
(mantle atas).
C. Variasi Batuan Clan Ultramafik dan Lamprofir
1. Batuan Berbutir Halus
a) Picrit dan Ankaramit
Pada picrit ultramafik mengandung olivin antara setengah sampai
tiga perempat bagian dari seluruh volume batuan, persentase CaPlagioklas berkisar antara 10 25 %. Jenis piroksen yang terdapat
pada picrit yang berasosiasi dengan batuan kalk alkali basalt dan
diabas adalah augit, pigeonit yang bercampur dengan sedikit
hornblende pada picrit yang berasosiasi dengan alkali basalt dan
diabas biasanya mengandung piroksen dari jenis titanugit dan
paling banyak dari jenis negirin augit. Amfibol yang terdapat
adalah barkevit atau arvecson. Kadang kala pada alkali picrit
dijumpai variasi sedikit kalium feldspar. Sisa-sisa yang dibentuk
oleh olivin yang terbanyak berupa fenokris labradorit atau biotit,
bijih besi, apatit, karbonat deuterik dan kadang kala sedikit felspar
serta gelas.
b) Limburgit
Biasa terbentuk pada aliran, dike, sill, plug (sumbat lava) dan selalu
berasosisasi dengan batuan alkali basa terutama adalsit, basanit dan
monchiquit, kebanyakan berwarna gelap kaya akan gelas, felspar
tetapi sedikit plagioklas atau nefelin atau kedua-duanya.
Komposisi : sedikit kandungan Na-plagioklas atau Nefeline,
Klinopiroksen

(fenokris),

Hornblende (masadasar).
2. Batuan berbutir Kasar

Olivine

(fenokris),

Biotite

dan

a) Dunit
Batuan ini hampir seluruhnya terdiri dari olivin, pada umumnya
terbentuk pada sill tetapi ditemukan juga sebagai lensa-lensa paralel
dan pipa-pipa menyilang berpotongan. Kromit dan pikotit sangat
utama dalam dunit. Selain itu dalam dunit kaya akan magnetit,
ilmenit, dan pyrkolit dan berbagai kumpulan platina alam, spinel
b)

hijau, enstatit dan diallag sangat jarang dan sedikit.


Peridotit
Penyusun utama adalah dunit dan olivin dan mengandung beberapa
mineral mafik lain dalam jumlah banyak dan perubahan jenis
menunjukkan sebagian besar mengandung mineral mafik ini.
Berdasarkan

dari

kandungan

mineral

piroksennya

peridotit

dibedakan menjadi beberapa variasi, yaitu :


Wherklite yang mengandung olivin dan dialage (px) dengan
perbandingan 3 : 1, mineral tambahannya enstatite,

hornblende, pikotite dan chromit dalam jumlah kecil.


Harzburgite terdiri dari mineral olivin dan ortho piroksen
(enstatite,

bronzite

atau

hiprestine),

mineral

tambahan chromite, besi, diopsid dan diallage.


Lherzolite adalah pertengahan antara wherlit dan harzburgit
mengandung diallag dan orthopiroksen dijumpai dalam

jumlah yang seimbang.


c) Serpentinit
Sill yang sangat besar yang tersusun oleh serpentnit ditemukan
dibeberapa sabuk orogen, dimana batuan ini mengintrusi sedimen
geosinklial dan beasosiasi dengan aliran-aliran dan sill spilit.
Dominan tersusun oleh mineral serpentinit hasil serpentinisasi oleh
olivin dan piroksen. Umumnya hasil ubahan dari dunit atau peridotit,
olivin terubah menjadi serpentinit membentuk tekstur mesh (jala),
piroksen (enstatit) terubah menjadi serpentinit membentuk tekstur
bastit.
d) Piroksinit
Adalah batuan beku yang dominan disusun oleh piroksen (90 %),
mineral lain hornblende, biotite dan plagioklas (sedikit), umumnya
bertekstur kasar, allotriomorfik granular, garnet, spinel, opak, apatit,

olivin, mineral sulfida, cromit, klinopiroksinit sangat jarang dijumpai


dibandingkan orthopiroksen.

BAB III
KESIMPULAN

1. Clan Ultramafik dan Lamprofir adalah jenis batuan yang memiliki kandungan
silika < 45%. dan indeks warna yang lebih besar dari 70. serta tidak memiliki
kandungan feldspar atau kurang dari 10 %.
2.

Ciri-ciri Klan Ultramafik dan Lamprifor antara lain :


Indeks warna (Cl) > 70
Tidak mengandung feldspar
Kandungan silica < 45 %
Mineral utama adalah mieral mafik
Umumnya berbutir kasar
Mineral bijih: kromit dan magnetit
Dijumpai pada dasar intrusi (sill, lapolith)
sebagai hasil diferensiasi atau pemisahan langsung dari substratum

(mantle atas).
3. Contoh variasi batuan Ultramafik dan Lamprifor antara lain batu Picrite,
Limburgite, Ugandite, Peridotite, Dunite, dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/293522986/Petrografi-Kekerabatan-Batuan
(diakses pada hari Selasa, 19 April 2016, pukul 20.00)
https://www.scribd.com/doc/211439527/Modul-Petrologi-2008-InstitutTeknologi-Bandung (diakses pada hari Selasa, 19 April 2016, pukul
20.00)
http://alexander-simatupang.blogspot.co.id/2014/04/laporan-petrografi-ii.html
(diakses pada hari Selasa, 19 April 2016, pukul 20.00)
http://toba-geoscience.blogspot.co.id/2012/05/petrografi-batuan-beku-klanultramafik.html (diakses pada hari Selasa, 19 April 2016, pukul 20.00)