Anda di halaman 1dari 27

NAMA SOP : PENGUKURAN TEKANAN DARAH

NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS LABUAPI

:
:

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI
PENGERTIAN

Tatacara mengukur tekanan darah dengan menggunakan Tensimeter


Untuk mengetahui ukuran tekanan darah pasien.

TUJUAN

Sebagai acuan untuk pengukuran tekanan darah.

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis pelaya


Kesehatan di puskesmas labuapi

REFRENSI

Ilmu Keperawatan Tahun 1999

ALAT DAN BAHAN

LANGKAH-LANGKAH

Persiapan alat :
1. stestoskop
2. tensi meter lengkap

3. buku catatan
4. alat tulis

Penatalaksanaan :
1. Memberi tahu pasien.
2. Lengan baju dibuka atau digulung.
3. Manset tensimeter dipasang pada lengan atas dengan pipa karetnya berada disisi
luar tangan.
4. Pompa tensimeter dipasang.
5. Denyut arteri brachialis diraba lalu stetoskope ditempatkan pada daerah
tersebut.
6. Sekrup balon karet ditutup, pengunci air raksa dibuka, selanjutnya balon
dipompa sampai denyut arteri tidak terdengar lagi dan air raksa didalam pipa gelas
naik.
7. Sekrup balon dibuka perlahan-lahan sambil memperhatikan turunnya air raksa,
dengarkan bunyi denyutan pertama dan terakhir.
8. Hasil dicatat.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.

SOP BP Umum
SOP UGD
SOP Poli Anak

4.
5.
6.

SOP KIA
SOP Perawatan
SOP Poli Gig

NAMA SOP : KEWASPADAAN UNIVERSAL


Ditetapkanoleh:

NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

:
:

KEPALA UPT PUSKESMAS


LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Tindakan pengendalian infeksi yang dilakukuan oleh seluruh tenaga kesehatan


untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi

TUJUAN

Mengurangi resiko penyebaran infeksi

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis


jenis pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

UU Kesehatan No 36 thn 2009


UU No 29 thn 2004 Tentang Praktik Kedokteran

PerMenKes RI No HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Ijin dan


Penyelenggaraan Praktik Perawat
ALAT DAN BAHAN

Alat/Bahan
Tempat cuci tangan dengan
Tempat dekontaminasi alat
air mengalir
medis
Sabun
Gaun pelindung
Sarung tangan
Desinfektan
Masker
Tempat pembuangan sampah medis

LANGKAH-LANGKAH

Prosedur
Sterilisator Cuci tangan setelah berhubungan dengan pasien
Pakai sarung tangan bila mungkin akan berhubungan dengan cairan
tubuh
Pakai masker bila mungkin ada percikan cairan tubuh.
Tangani dan buang jarum suntik dan alat tajam lain secara
aman,yang sekali pakai tidak boleh dipakai ulang.
-

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.

Bersihkan dan desinfeksikan tumpahan cairan tubuh.


Desinfeksi dan sterlisasi alat medis.
Buang limbah sesuai prosedur
SOP BP Umum
SOP UGD
SOP Poli Anak

4.
5.
6.

SOP KIA
SOP Perawatan
Sop Poli Gigi

NAMA SOP : MEMAKAI SARUNG TANGAN


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

:
:

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Tindakan pengendalian infeksi yang dilakukuan oleh seluruh tenaga kesehatan


untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi

TUJUAN

Mengurangi resiko penyebaran infeksi

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis


jenis pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

UU Kesehatan No 36 thn 2009


UU No 29 thn 2004 Tentang Praktik Kedokteran

PerMenKes RI No HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Ijin dan


Penyelenggaraan Praktik Perawat
ALAT DAN BAHAN

LANGKAH-LANGKAH

Alat/Bahan
Tempat cuci tangan dengan
Tempat dekontaminasi alat
air mengalir
medis
Sabun
Gaun pelindung
Sarung tangan
Desinfektan
Masker
Tempat pembuangan sampah medis
Prosedur
-

Cuci tangan setelah berhubungan dengan pasien

Pakai sarung tangan bila mungkin akan berhubungan dengan cairan


tubuh
Pakai masker bila mungkin ada percikan cairan tubuh.
Tangani dan buang jarum suntik dan alat tajam lain secara
aman,yang sekali pakai tidak boleh dipakai ulang.
UNIT TERKAIT

1.
2.
3.

Bersihkan dan desinfeksikan tumpahan cairan tubuh.


Desinfeksi dan sterlisasi alat medis.
Buang limbah sesuai prosedur
SOP BP Umum
SOP UGD
SOP Poli Anak

4.
5.
6.

SOP KIA
SOP Perawatan
Sop Poli Gigi

NAMA SOP : MENGHITUNG NADI DAN PERNAPASAN


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

:
:

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI
PENGERTIAN

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

Menghitung jumlah nadi dan pernafasan pasien selama 1 menit


Untuk mengetahui volume, rytme, jumlah nadi, pernafasan per menit.

TUJUAN

Sebagai acuan untuk penghitungan jumlah nadi dan pernafasan

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

Permenkes Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi.

ALAT DAN BAHAN

PERSIAPAN ALAT :
1.

LANGKAH-LANGKAH

Jam tangan

2.

Timer

PENATALAKSANAAN NADI :
1. Perawat cuci tangan.
2. Pasien dibaringkan dalam posisi terlentang, bila memungkinkan
(mengatur posisi tangan),
3. mencari denyut pada pergelangan tangan (arteri radilais) sambil melihat
jam.
4. Menghitung denyut nadi, dapat dilakukan pada arteri radialis, menutup
selama 1 menit.
5. Observasi volume, nadi, rytme dan irama nadi.
6. Menghitung selama 1 menit nadi.
7. Mencatat hasil observasi kedalam catatan perawat.
8. Perawat cuci tangan.
PENATALAKSANAAN MENGHITUNG RESPIRASI :
1. Perawat cuci tangan.
2. Pasien dibaringkan dalam posisi terlentang, kecuali pasien sesak nafas
bisa didudukkan
3. Tekan tombol timer.
4. Menghitung respirasi selama 1 menit.
5. Menghitung selama 1 menit nadi.
7. Mencatat hasil observasi kedalam catatan perawat.
8. Perawat cuci tangan.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.

SOP BP Umum
SOP UGD
SOP Poli Anak

NAMA SOP : ALUR PELAYANAN


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

:
:

4.
5.
6.

SOP KIA
SOP Perawatan
Sop Poli Gigi

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Alur pelayanan pasien mulai dari pasien datang ke pustu,mendapatkan pelayanan


sampai pasien pulang.

TUJUAN

Mengatur agar pelayanan dapat berjalan dengan efektif, efisien, teratur, cepat,
nyaman dan sistematis.

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

UU Kesehatan No 36 thn 2009


UU No 29 thn 2004 Tentang Praktik Kedokteran
PerMenKes No 585 th1989 TENTANG Persetujuan Tindakan Medik

ALAT DAN BAHAN

Alat/Bahan:
-

Buku register
ATK
Diagnostik set

Prosedur:
Pasien datang ke pustu
Pasien mendaftar di loket
Pasien menuju poli yang dituju
Saat mendapat pelayanan dan diperiksa

LANGKAH-LANGKAH

Obat-obatan

Untuk kasus yang tidak dapat ditangani di pustu, pasien akan dirujuk
ke puskesmas
Pasien yang dapat ditangani akan diberi pengobatan rawat jalan,
sedangkan yang perlu pengobatan intensif akan dirujuk ke puskesmas
Untuk pasien rawat jalan ,setelah mendapat pelayanan dan
pengobatan pasien diperbolehkan pulang.
Pasien kembali melakukan kontrol ke pustu sesuai perintah tenaga
kesehatan yang merawat.

UNIT TERKAIT

SOP PENDAFTARAN
SOP PELAYANAN POLI

SOP LABORATORIUM
SOP APOTEK

NAMA SOP : PENOLAKAN TINDAKAN MEDIK


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

:
:

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI
PENGERTIAN

Penolakan tertulis yang ditanda tangani oleh pasien/keluarga pasien atas dasar
penjelasan mengenai tindak medik yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut.

TUJUAN

Sebagai acuan dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang menolak


tindakan medis dan tindak lanjut pengobatan yang di rencanakan serta resiko dan
alternatif pelayanan dan pengobatan yang diberikan
Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis
pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

KEBIJAKAN

REFRENSI

UU Kesehatan No 36 thn 2009


UU No 29 thn 2004 Tentang Praktik Kedokteran
PerMenKes No 585 th1989 TENTANG Persetujuan Tindakan Medik

Alat/Bahan:
Blangko penolakan tindakan atau rujukan dan ATK

ALAT DAN BAHAN

LANGKAH-LANGKAH

Prosedur:
Petugas menjelaskanpada pasien tentang kondisi medisnya
,menjelaskan tindakan yang harus dilakukan,efek samping dan komplikasi
yang mungkin terjadi dari tindakan tersebut
Jika pasen tidak setuju,petugas membuatkan surat keterangan
penolakan dengan menuliskan identitas yang membuat pernyataan beserta
alasannya menolak tindakan
Petugas menjelaskanpada pasien tentang kondisi medisnya
,menjelaskan tindakan yang harus dilakukan,efek samping dan komplikasi
yangmungkin terjadi dari tindakan tersebut
Jika pasen tidak setuju,petugasmembuatkan surat keterangan
penolakan dengan menuliskan identitas yang membuat pernyataan beserta
alasannya menolak tindakan

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.

SOP BP Umum
SOP UGD
SOP Poli Anak

4.
5.
6.

SOP KIA
SOP Perawatan
Sop Poli Gigi

NAMA SOP : MENCUCI TANGAN


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

:
:

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Proses yangsecara mekanisme melepaskan kotoran dari kulit tangan dengan


menggunakan sabun biasa dan air.

TUJUAN

Mengurangi resiko penyebaran infeksi

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

UU Kesehatan No 36 thn 2000


UU No 29 thn 2004 TentangPraktikKedokteran

PerMenKes RI No HK.02.02/Menkes/148/I/2010 B373tentang Ijin


dan Penyelenggaraan Praktik Perawat
ALAT DAN BAHAN

Alat dan bahan:


Tempat cuci tangan dengan air mengalir

LANGKAH-LANGKAH

Sabun
Lap bersih

Prosedur:
Gulung lengan baju sampai atas pergelangan tangan,lepaskan
cincin,jam tangan dan perhiasan tangan lain.
-

Basahi tangan sampai sepertiga lengan dibawah air mengalir.

Ambil sabun kira-kira 5ml dan ratakan pada tangan yang telah
dibasahi.
Gosok bagian telapak tangan dengan telapak tangan satunya lalu
masukkan jari-jari tangan kanan ke sela-sela jari tangan kiri.
Pindahkan telapak tangan kanan kepunggung tangan kiri gosokkan,
tanpa saling melepaskanmasukkan jari-jari tangan kanan ke sela-sela jari
tangan kiri.lakukan pada tangan yang sama.
Lakukan penggosokan kuku-kuku.
Bersihkan jempol tangan kanan dengan menggenggamnya dengan
tangan kirilalu diputar- putar.lakukan pada tangan yang satunya.
-

Kadang perlu menggosok garis telapak tangan.

Bersihkan dengan air yang mengalir.

Keringkan.

NAMA SOP : PEMERIKSAAN FISIK


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP
UPT
PUSKESMAS
LABUAPI
PENGERTIAN

:
:

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

Pemeriksaan fisik secara sistematis terhadap seluruh bagian tubuh pasien atau
bagian tubuh yang dianggap perlu untuk menunjang penegakan diagnosis

TUJUAN

Sebagai pedoman dalam melakukan pemeriksaan fisik pada pasien

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

UU Kesehatan No 36 Thn 2009

UU no 8 thn 1999 tentangPelayananPublik

PerMenKes RI No HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Ijin dan


Penyelenggaraan Praktik Perawat
ALAT DAN BAHAN

LANGKAH-LANGKAH

a. Tensimeter
h. sarung tangan
b. Stetoskop
i. vaselin / jelly
c. Termometer
j. kapas / kassa
d. Jam / air timer
k. pita pengukur
e. spatel tongue
l. Reflek hammer
f. senter
m.bengkok
g.bed periksa
n. larutan desinfektan
o.ATK
1) PersiapanPasien

Pasien sebaiknya diperiksa dalam posisi berbaring di bed periksa atau


sesuai kondisi pasien.

Menginformasikan kepada pasien/keluarga tentang pemeriksaan fisik


yang akan dilakukan

Pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis baik secara general


atau bagian tubuh tertentu yang dianggap perlu, meliputi :
a.Kepala meliputi rambut, wajah,mata,hidung,ronggamulut,gigi, lidah,
tenggorok, telinga.
b. Leher
c. Dada/thorax.
d. Perut / Abdomen
e. Genetalia
f. Extremitas
Selain pemeriksaan di atas perlu diperhatikan juga gejala-gejala objektif
pasien, misalnya :
- Tingkat kesadaran ( compos mentis, apatis, delirium, somnolen,sopor,
koma) , nilai dengan skala GCS
- Kondisi kejiwaan pasien :tenang, ketakutan, mengamuk, paranoid, dan
sejenisnya.

NAMA SOP : PELAYANAN PUSTU


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

:
:

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Tempat pelayanan yang bertugas melakukan penanganan dan perawatan medis.

TUJUAN

M emberikan pelayanan medis

KEBIJAKAN

Pelaksana Perawat atas tanggung jawab dokter.

REFRENSI

ALAT DAN BAHAN

LANGKAH-LANGKAH

UU Kesehatan No 36 thn 2009


UU No 29 thn 2004 Tentang Praktik Kedokteran

PerMenKes RI No HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Ijin dan


Penyelenggaraan Praktik Perawat
Bed pasien
-Mikrotoice
Tensimeter
-Masker
Stetoskop
'-Handscoen
Termometer
-Sudip lidah
Senter
-Ischihara test
Komputer
-ATK
Timbangan badan
Petugas menyapa pasien.
Petugas mengidentifikasi identitas pasien dan mencocokkan
dengan rekam medis
Anamnesa keluhan pasien
Petugas melakukan pemeriksaan fisik sesuai dengan keluhan
pasien
Petugas menentukan rencana pemeriksaan untuk menunjang
diagnosa
Petugas memberikan informasi kepada pasien tentang rencana
pemeriksaan yang akan dilakukan
Petugas mendiagnosa penyakit pasien.
Petugas memberikan KIE sesuai dengan penyakit pasien
ataumerujuk ke klinik sanitasi untuk pasien yang memiliki penyakit yang
berbasis lingkungan.
Petugas memberikan resep obat atau memberikan rujukan ke rawat
inap( jika pasien perlu di opname) atau memberi rujukan ke RS (jika
pasien perlu penanganan tindak lanjut di RS)
Petugasmemberikan informasi tentang aturan dan efek samping
obat
Dicatat sebagai data elektronik atau manual sebagai rekam medis pasien
Data pasien dan riwayat medis pasien di catat dalam rekam medis

UNIT TERKAIT

SOP PENYAKIT
SOP LAB
SOP RUJUKAN

NAMA SOP : PERAWATAN LUKA


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

:
:

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Tindakan membersihkan dan merawat luka pada pasien baik luka baru atau luka
lama untuk mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat penyembuhan luka

TUJUAN

Sebagai acuan dalam melakukan tindakan perawatan pada luka

KEBIJAKAN

Dilakukan oleh paramedis dibawah tanggung jawab dokter

REFRENSI

ALAT DAN BAHAN

LANGKAH-LANGKAH

UU Kesehatan No 36 thn 2009


UU No 29 thn 2004 Tentang Praktik Kedokteran

PerMenKes RI No HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Ijin dan


Penyelenggaraan Praktik Perawat
1. alat debridement set
6. Betadine
2. Minor surgery set
7. Lrtan perhidrol 0,9 %
3. kassa steril
8. Larutan Nacl
4. sarung tangan
9. gunting
5. plester
10. Bengkok
11. perlak
1. Pasien dibaringkan di bed pasien dengan posisi bagian luka mudah
untuk dibersihkan
2. Letakkan alat-alat debridement dekat pasien
3. Petugas menggunakan sarung tangan
4. Letakkan perlak dibagian bawah bagian tubuh yang luka, kemudian
bersihkan luka dari kotoran /kulit mati/jaringan nekrosis pada luka
dengan menggunakan cairan Nacl dan bila perlu didesinfeksi dengan
perhidrol dan atau betadine.
5. Jika luka sudah bersih, tutup luka dengan kassa steril, bila perlu
dipasang drain untuk mengalirkan pus atau darah yang dimungkinkan
masih dapat keluar, lalu dplester yang rapi
6. Rapikan pasien kembali dan bersihkan alat-alat yang dipakai
7. Petugas mencuci tangan

PENCATATAN DAN
PELAPORAN

Dicatat dalam kartu status pasien dan disimpan baik secara manual sebagai rekam
medis pasien

PERINGATAN

Alat dan bahan habis pakai untuk debridement harus selalu siap dalam keadaan
steril

UNIT TERKAIT

PUSTU TELAGAWARU

NAMA SOP : PENANGANAN PASIEN RESIKO TINGGI


PENYAKIT MENULAR
NO.DOKUMEN :
NO. REVISI
SOP

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Penanganan yang dilakukan terhadap pasien yang beresiko tinggi menularkan


penyakit agar tidak terjadi infeksi nasokomial.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya penularan


penyakit .

KEBIJAKAN

Dilakukan terhadap pasien berpenyakit menular

REFRENSI

ALAT DAN BAHAN

LANGKAH-LANGKAH

UU Kesehatan No 36 thn 2009


UU No 29 thn 2004 Tentang Praktik Kedokteran
PerMenKes RI No HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Ijin dan
Penyelenggaraan Praktik Perawat
Tempat cuci tangan dengan air
mengalir
Gaun pelindung
Tempat dekontaminasi alat medis Sabun
Tempat pembuangan sampah
medis
Sarung Tangan
Masker
Desinfektan
Sterilisator.
Pasien ditempatkan di tempat yang berjauhan dengan pasien lain.
Petugas kesehatan memakai alat pelindung diri
(masker,handscoon,pakaian kerja,kaca mata)
-

Petugasmenggunakan alat-alat kesehatan yang steril.

Petugas mengganti linen setiap hari.

Petugas menempatkan linen yang telah dipakai ditempat yang


infeksius.
Petugas mencuci tangan setelah menangani pasien.
PENCATATAN DAN
PELAPORAN

Petugas melakukan kesterilan ruang setelah pasien pulang.

Dicatat sebagai data elektronik atau manual sebagai rekam medis pasien

PERINGATAN

Alat proteksi diri harus tersedia disetiap unit pelayanan

SOP TERKAIT

SOP PROTEKSI DIR

NAMA SOP : PEMASANGAN INFUS


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP
UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

:
:

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Tindakan Pemberian cairan infus ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah
vena kepada pasien yang kekurangan cairan tubuh atau pasien yang memerlukan
perawatan lanjut.

TUJUAN

Sebagai pedoman dalam melakukan tindakan pemasangan infus.

KEBIJAKAN

REFRENSI

ALAT DAN BAHAN

Ada instruksi dokter


Dalam keadaan gawat darurat yang memerlukan upaya rehidrasi sesegera
mungkin
UU Kesehatan No 36 thn 2009
UU No 29 thn 2004 Tentang Praktik Kedokteran
PerMenKes RI No HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Ijin dan
Penyelenggaraan Praktik Perawat
a. Infuse set makro/mikro
f. sarung tangan
b. Abbocath (no 18,20, 22,24)
g. spalk
c. Kapas alcohol
h.kassa gulung
d. Plester/hipafix
i. Torniquet
e. gunting plester
j. Kassa

LANGKAH-LANGKAH

KUALIFIKASI
PELAKSANA
PERINGATAN

PENCATATAN DAN
PELAPORAN
UNIT TERKAIT

1) Persiapan tindakan

Menginformasikan kepada pasien/keluarga tentang tindakan medis


(pemasangan infuse) yang akan dilakukan

Pasien atau keluarga menandatangani inform concern tindakan


medis

Perawat mencuci tangan dulu sebelum melakukan tindakan

Memeriksa kembali jenis cairan yang akan diberikan

Cairan infuse digantung pada standar infuse

Buka tutup botol cairan infuse, kemudian ujung botol cairan


didesinfeksi dengan kapas alcohol lalu ditusukkan ujung selang infus ,
kemudian alirkan cairan sampai memenuhi keseluruhan rongga selang
infuse sambil dialirkan sampai udara keluar dan tidak ada lagi udara di
dalam selang.

Tentukan vena yang akan ditusuk jarum infuse/abbocath , pasang


tourniquet untuk membendung vena.

Lakukan desinfeksi pada bagian kulit yang akan ditusuk (5-7cm)


.Tusukkan jarum infuse/abbocath pada vena yang telah ditentukan

Jika berhasil darah akan keluar melalui abbocath, lalu segera


lepaskan torniquet.

Masukkan ujung selang infuse ke dalam ujung abbocath yang


terhubung dengan vena.

Longgarkan klem penjepit pada selang infuse untuk menilai


kelancaran cairan masuk ke dalam vena.

Jika tetesan cairan lancar, maka fiksasi jarum dengan plester/hipafix


agar melekat kuat pada kulit.

Tutup bagian yang ditusuk dengan kassa steril dan rekatkan kembali
dengan plester/hipafix agar menempel kuat.

Bila perlu gunakan spalk untuk pasien yang kurang koperatif atau
pada bayi dan anak.

Mencatat waktu pemasangan dan jumlah tetesan

Mengatur kembali posisi pasien senyaman mungkin

Bereskan kembali alat-alat yang dipergunakan

Petugas kesehatan mencuci tangan setelah selesai melakukan


tindakan medis;
Dokter/perawat yang memiliki STR dan SIP
Perawat minimal D3 Keperawatan
Memiliki kompetensi melakukan tindakan medis
Pemantauan infuse pasien harus dilakukan oleh petugas agar tidak
terdapat udara dalam infuse
Kelancaran tetesan infuse dan jenis cairan harus sesuai advis
dokter
Keluarga pasien dipesan agar melapor jika cairan infuse sudah
habis
Catat dalam rekam medis pasien dan lembar pemantauan pasien

NAMA SOP : TEKNIK ANASTESI LOKAL


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP
UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

:
:

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Tindakan yang mampu menghambat konduksi saraf,terutama nyeri secara


reversibel.

TUJUAN

Mengurangi rasa nyeri pasien pada saat dilakukan tindakan pembedahan.

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

ILMU KEPERAWATAN, Jilid 2, Edisi 2. Tahun 1999 Oleh : P.J.M. Stevens, F.


Bordui, J.A.G. Van der Weyde

ALAT DAN BAHAN

Lidocain
Spuit 5cc/3cc/1cc

Pinset.

LANGKAH-LANGKAH

- Pasien yang memerlukan tindakan bedah diberikan penjelasan tentang


kondisi medis yang diderita ,dijelaskan cara penanganannya dan
komplikasi yang mungkin terjadi.

- Petugas meminta pasien atau keluarga menandatangani blangko


inform consent.
- Dilakukan tindakan anestesi lokal:
a.TEKNIK BLOK
- - Identifikasi lokasi operasi
- - Identifikasi jalan persarafan
- - suntikan berapa cc obat anestesi disekitarnya.
-

- cek hasil. Jika pasien masih kesakitan coba lakukan masase

- jika pasien sudah tidak merasa sakit lakuknan pembedahan.

b.TEKNIK INFILTRASI
- Identifikasi lokasi operasi.
- Masukkan jarum yang sudah berisi lidocain di salah satu sudut area
operasi.
- Arahkan jarum ke area kanan,aspirasi,jarum dicabut tetapi tidak
sampai lepasdari kulit sambil obat dikeluarkan.

Masukkan jarumdi sudut yang bersebrangan dengan sudut tadi.

- Arahkan jarum ke area kanan,aspirasi,jarum dicabut tetapi tidak


sampai lepas dari kulit sambil obat dikeluarkan.

- Jarum dibelokkan ke arah kiri,aspirasi,jarum dicabut sambil obat


dikeluarkan.

KUALIFIKASI
PELAKSANA
PENCATATAN DAN
PELAPORAN

Lanjutkan penyuntikan ketiga tepst di atas garis yang akan di insisi.

Masase.
Cek denagn menjepitkan pinset di daerah yang teranestesi.

Jika pasien sudah tidak merasa sakit lakukan pembedahan.

Dokter/perawat yang memiliki STR dan SIP


Perawat minimal D3 Keperawatan
Memiliki kompetensi melakukan tindakan medis

Catat dalam rekam medis pasien dan lembar pemantauan pasien

DOKUMEN TERKAIT

Buku Register

NAMA SOP : PENJAHITAN LUKA ROBEK


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP
UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

:
:

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Tindakan menjahit luka robek pada kulit untuk mempercepat penyembuhan luka

TUJUAN

Sebagai acuan dalam melakukan tindakan penjahitan pada luka robek untuk
mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan pada luka

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

ILMU KEPERAWATAN, Jilid 2, Edisi 2. Tahun 1999


Oleh : P.J.M. Stevens, F. Bordui, J.A.G. Van der Weyde

ALAT DAN BAHAN

HEACHTING SET : BAKI INSTRUMEN BERISI :


1.
Pinset anatomi
1. spuit injeksi 3 cc
2.
Pinset chirurgis
2. Benang (cargut silk)
3.
Gunting
3 Jarum heacting
4.
Naald foulder
4. lidokain injeksi
5.
Bengkok
5. guntng perban
6.
Kom kecil
6. kassa verban
7.
Klem anatomi
7. plester
8. sarung tangan steril
BAHAN HABIS PAKAI :
a. Cairan desinfektan (Betadine, savlon,alcohol)
b. Larutan Nacl untuk membersihkan luka yang akan dijahit
c. Obat luka yang sesuai kebutuhan
d. Tempat sampah
HEACHTING SET : BAKI INSTRUMEN BERISI :
1.
Pinset anatomi
1. spuit injeksi 3 cc
2.
Pinset chirurgis
2. Benang (cargut silk)
3.
Gunting
3 Jarum heacting
4.
Naald foulder
4. lidokain injeksi
5.
Bengkok
5. guntng perban
6.
Kom kecil
6. kassa verban
7.
Klem anatomi
7. plester
8. sarung tangan steril
BAHAN HABIS PAKAI :
a. Cairan desinfektan (Betadine, savlon,alcohol)
b. Larutan Nacl untuk membersihkan luka yang akan dijahit
c. Obat luka yang sesuai kebutuhan
d. Tempat sampah
1.
Memberitahu pasien dan keluarga tindakan yang akan dilakukan dan
tanda tangan inform concern
2.
Perawat cuci tangan lalu memakai sarung tangan
3.
Mengatur posisi dengan bagian yang luka mudah dijahit
4.
Perawat membersihkan luka dengan NaCl
5.
Mendesinfektan luka dan sekitarnya dengan betadin/savlon
6.
Menganastesi luka dengan lidokain, lalu lakukan heacting
7.
Menutup luka dengan cara dibalut/diplest
8.
Klien dirapikan
9.
Alat dibereskan dan dibersihkan
10. Perawat cuci tangan kembali

LANGKAH-LANGKAH

DISTRIBUSI

PERINGATAN

1. Dokter Umum
2. Perawat
Alat dan bahan habis pakai untuk debridement harus selalu siap dalam keadaan
steril

DOKUMEN TERKAIT

Buku Register

NAMA SOP : PEMBERIAN OKSIGEN


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

:
:

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Tindakan untuk memberikan Oksiegen pada pasien

TUJUAN

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

UU Kesehatan No 36 thn 2009


UU No 29 thn 2004 Tentang Praktik Kedokteran
PerMenKes RI No HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Ijin dan
Penyelenggaraan Praktik Perawat

ALAT DAN BAHAN

1. Tabung O2 dilengkap regulator oksigen


2. Slang oksigen steril sesuai ukuran yang diperlukan (dewasa/anak)
3. plester
4. Aquadest (air biasa) untuk mengisi tabung regulator
5. Gunting

LANGKAH-LANGKAH

1.
Atur posisi pasien semifowler
2.
Buka flowmeter untuk memastikan alat berfungsi baik, kemudian
tutup kembali
3.
Slang dihubungkan ke regulator
4.
Pasang canula slang pada hidung pasien, pastikan slang yang akan
dipasang sudah bersih dan steril
5.
Membuka flowmeter kembali dengan ukuran sesuai advis dokter
(berapa cc/menit)
6.
Jika Oksigen sdh mengalir dengan baik, lakukan fiksasi slang
dengan plester

DISTRIBUSI

1. Dokter Umum
2. Perawat

PERINGATAN

Pastikan canul slang terpasang baik di dalam hidung pasien

Memberitahukan pada keluarga pasien untuk melapor kepada


petugas bila oksigen habis (tidak muncul gelembung2 udara pada air
regulator) atau bila air steril habis
Bila setelah diberikan oksigen pasien masih sesak/sianosis
konsultasikan ke dokter jaga
UNIT TERKAIT
Ruang UGD, Rawat Inap, kamar bersalin

NAMA SOP : PEMBERSIHAN ALAT


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

:
:

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Merupakan kegiatan dalam menjaga hygien dari peralatan yang digunakan dalam
pelayanan kefarmasian

TUJUAN

Prosedur ini dibuat supaya mortir dan stamfer dalam keadaan bersih setelah
pemakaian, sehingga bebas dari bahan-bahan yang digunakan sebelumnya.

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

1. PMK RI No. 30 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di


Puskesmas
2. PP No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian
3. UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
4. DirJen BinFar DepKes RI (2006) tentang Pelayanan Kefarmasian di
Puskesmas

ALAT DAN BAHAN

LANGKAH-LANGKAH

Kapas, Alkohol 70%, Lap kering, Air untuk mencuci

1. Mencuci seluruh bagian dalam dan luar mortir dan stamfer dibersihkan
sampai sisa-sisa bahan menjadi hilang dan bersih menggunakan SOPn/alat
cuci.
2. Ditiriskan kemudian dilap dengan kain lap kering
3. Dibilas dengan alkohol 70%

DISTRIBUSI

SOP Apotek

DOKUMEN TERKAIT

NAMA SOP : PELAPORAN PENGGUNAAN OBAT


NO.DOKUMEN
NO. REVISI
SOP

:
:

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap penggunaan obat Puskesmas dalam


bentuk laporan (LPLPO) Kesehatan Kab. Lombok Barat

TUJUAN

Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan pelaporan penggunaan obat di puskesmas

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

1. PMK RI No. 30 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di


Puskesmas
2. PP No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian
3. UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
4. Dirjen Binfar dan Alkes Kemenkes RI dengan Pengurus Pusat IAI
(2011) tentang Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik.

ALAT DAN BAHAN

LANGKAH-LANGKAH

Alat Tulis

1. Penyusunan LPLPO Puskesmas berdasarkan LPLPO sub unit


pemakaian dan sisa stok obat, setiap tanggal 23 kecuali bulan Desember
tanggal 31, dilaporkan ke Dinas Kesehatan Lombok Barat dan IFK
Lombok Barat paling lambat pada tanggal 3 bulan berikutnya.
2. Penyusunan Laporan Peresepan Obat Secara Rasional /POSR
(peresepan pada penyakit myalgia, ISPA no pneumoni, Diare non spesifik)
Apotek dan PUSTU setiap bulannya dan dilaporkan sebelum tanggal 3
bulan berikutnya ke Dinas Kesehatan Lombok Barat dan IFK Lombok
Barat.
3. Penyusunan Laporan Pelayanan Informasi Obat di Apotek setiap
bulannya dan dilaporkan sebelum tanggal 3 bulan berikutnya ke Dinas
Kesehatan Lombok Barat dan IFK Lombok Barat.

4. Evaluasi dan pelaporan penggunaan obat dan POSR Apotek dan PUSTU
setiap 3 bulan sekali dan akhir tahun

DISTRIBUSI

SOP IFK Kabupaten, SOP Sub Unit Puskesmas

DOKUMEN TERKAIT

LPLPO

NAMA SOP : PELAYANAN OBAT DAN PERBELKALAN


KESEHATAN
NO.DOKUMEN :
NO. REVISI
SOP

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Merupakan kegiatan pelayanan obat dan perbekalan kesehatan oleh Perawat di


PUSTU

TUJUAN

Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan pelayanan obat dan perbekalan kesehatan
di UGD.

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

1. PMK RI No. 30 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di


Puskesmas
2. PP No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian
3. UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
4. Dirjen Binfar dan Alkes Kemenkes RI dengan Pengurus Pusat IAI
(2011) tentang Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik.

ALAT DAN BAHAN

1. Alat Tulis
2. Kartu Stok Obat

LANGKAH-LANGKAH

1. Pelayanan obat dan perbekalan kesehatan UGD


dilaksanakan 24 jam
2. Menyiapkan obat atas permintaan dokter/petugas
UGD
3. Untuk obat racikan, perawat UGD menyiapkan obat jadi sesuai dosis, umur dan ber
badan
4. Menyiapkan etiket yang sesuai

5. Menulis nama pasien, tanggal resep, cara pakai sesuai pemintaan pada serta petunju
informasi lain
6. Obat diberi wadah sesuai dan diperiksa kembali kesesuaian jenis dan jumlah obat
dengan permintaan.
7. Melakukan pemeriksaan akhir sebelum dilakukan penyerahan.
8. Menyerahkan obat kepada pasien
9. Mencatat pada register buku catatan pasien
DISTRIBUSI

SOP PUSTU

DOKUMEN TERKAIT

LPLPO

NAMA SOP :
PERMINTAAN dan PENYIMPANAN OBAT dan
PERBEKALAN KESEHATAN di UGD
NO.DOKUMEN
NO. REVISI
UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

SOP

:
:

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Merupakan proses kegiatan mulai dari permintaan hingga penyimpanan, yang


bertujuan agar tersedianya sediaan farmasi dengan jumlah dan jenis yang cukup
sesuai dengan kebutuhan pelayanan di Rawat Inap

TUJUAN

Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan pelayanan terhadap permintaan dan


penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan.

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

1. PMK RI No. 30 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di


Puskesmas
2. UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Dirjen Binfar dan Alkes Kemenkes RI dengan Pengurus Pusat IAI
(2011) tentang Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik.

ALAT DAN BAHAN

1. Alat Tulis
2. Kartu Stok Obat

LANGKAH-LANGKAH

1. Setelah petugas obat di UGD melakukan stok opname akhir bulan


(tanggal 23), dibuat LPLPO dan diserahkan ke petugas gudang obat.
2. Obat dan perbekalan kesehatan yang sudah disiapkan diterima dan
dibawa ke UGD
3. Menyimpan obat dan perbekalan kesehatan yang diterima pada kondisi
yang sesuai, layak dan mampu menjamin mutu dan stabilitasnya pada
rak/lemari yang sesuai berdasarkan bentuk sediaan, alfabetis, atau dengan
penyimpanan khusus, seperti :
a. Psikotropika dan narkotika disimpan dalam lemari/laci khusus dan
terkunci
b. Bahan yang mudah terbakar / meledak disimpan terpisah dan
terhindar dari matahari langsung
c. Obat bentuk sediaan suppositoria, rectal tube atau sediaan lain yang
stabil pada suhu dingin disimpan di lemari pendingin
d. Obat LASA (look alike sound alike) jika memungkinkan hindari
penyimpanan yang berdampingan/berjejer, gunakan huruf kapital untuk
menekankan perbedaan nama obat (misal: CHLORamfenicol dan
THIamfenicol)
3. Setiap penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan harus mengikuti
prinsip FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out)
4. Mengisi kartu stok setiap penambahan dan pengambilan obat golongan
Narkotika/psikotropika

DISTRIBUSI

SOP PUSTU

DOKUMEN TERKAIT

LPLPO, buku register obat

NAMA SOP :
PENGENDALIAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN (Monitoring
dan Evaluasi)

NO.DOKUMEN
NO. REVISI
UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

SOP

:
:

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

Monitoring merupakan kegiatan pemantauan selama proses berlangsung untuk


memastikan bahwa aktivitas berlangsung sesuai dengan yang direncanakan

TUJUAN

Kegiatan ini dilakukan untuk menilai hasil atau capaian pelaksanaan pelayanan
kefarmasian

KEBIJAKAN

Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis


pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi

REFRENSI

1. PMK RI No. 30 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di


Puskesmas
2. PP No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian
3. UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
4. Dirjen Binfar dan Alkes Kemenkes RI dengan Pengurus Pusat IAI
(2011) tentang Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik.

ALAT DAN BAHAN

1. Alat Tulis

LANGKAH-LANGKAH

1. Melakukan survey pengumpulan data terhadap kompilasi data peresepan


pada 3 penyakit yaitu Myalgia, Diare Non Spesifik dan ISPA Non
Pneumoni setiap bulannya dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten
Lombok Barat (Laporan POSR)
2. Melakukan pengumpulan data secara langsung dari sumber informasi,
yaitu survey kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan kefarmasian
3. Melakukan pengambilan data waktu pelayanan kefarmasian (waktu
tunngu) yang disesuaikan dengan waktu pelayanan kesehatan di
Puskesmas, sesuai dengan kebutuhan.
4. Membuat rekapitulasi data pengeluaran obat setiap bulannya.
5. Hasil yang diperoleh dilaporkan ke Kepala Puskesmas dan Dinas
Kesehatan Kabupaten

DISTRIBUSI

SOP Sub Unit

DOKUMEN TERKAIT

Laporan PIO, Laporan POSR

NAMA SOP :
ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT
(PERKESMAS/KOMUNITAS)

NO.DOKUMEN
NO. REVISI
UPT
PUSKESMAS
LABUAPI

SOP

:
:

TANGGAL TERBIT :
HALAMAN

Ditetapkanoleh:
KEPALA UPT PUSKESMAS
LABUAPI

H. SAHRUJI, SE.SKM.MM
NIP. 196712311989031130

PENGERTIAN

TUJUAN

Proses Keperawatan Komunitas adalah metode asuhan keperawatan yang bersifat


alamiah, sistematis, dinamis, kontinu, dan berkesinambungan dalam rangka
memecahkan masalah kesehatan dari klien, keluarga, serta kelompok atau
masyarakat melalui langkah-langkah : Pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi keperawatan.
a.
Memberi bantuan yang paripurna dan efektif kepada semua orang
yang memerlukan pelayanan kesehatan sesuai dengan Sistem Kesehatan
Nasional
b.
Menjamin semua bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan
klien
c.
Melibatkan klien dalam perencanaan dan pelaksanaan asuhan
keperawatan
d.
Memelihara hubungan kerja yang efektif dengan semua anggota tim
kesehatan

KEBIJAKAN

REFRENSI

e.
Meningkatkan status kesehatan masyarakat. Perawat kesehatan
komunitas harus memiliki keterampilan dasar tentang epidemiologi
penelitian, pengajaran, organisasi masyarakat dan hubungan interpersonal
yang baik.
Sk Kepala Puskesmas Labuapi Nomer: 045/PKM.LA/I/2015. Tentang jenis jenis
pelayanan kesehatan di puskesmas Labuapi
Notoatmodjo, Soekidjo, 2003, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan,
Rineka Cipta, Jakarta.
WHO, 2000, Chalenges And Opportunities For Partnership In
Health Development, Geneva
A. M. Jones, N. Rice, T. Bago dUva, and S. Balia. Applied Health
Economics. Routledge, London, 2007.

ALAT DAN BAHAN

ATK , FORMAT PERKESMAS

LANGKAH-LANGKAH

DISTRIBUSI

SOP Sub Unit

DOKUMEN TERKAIT

Laporan PIO, Laporan POSR