Anda di halaman 1dari 14

Page i

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE

KUDA MAMPIR KE PT.NESTLE, KARYAWAN DIPECAT


PAKSA

Disusun oleh :
Yosua Giovano Putra
130315104
KP D
KELOMPOK 109

FAKULTAS BISNIS DAN


EKONOMIKA

Page i

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga makalah
yang berjudul ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE ini dapat tersusun hingga selesai .
Sebagaimana pembuatan makalah ini adalah untuk menindaklanjuti tugas yang telah
diberikan Bapak/Ibu dosen mata kuliah ETIKA BISNIS. Kami berterima kasih kepada
Bapak/Ibu dosen karena dengan pembuatan makalah ini kami mendapatkan pengetahuan lebih
lagi mengenai perkembangan perbankan di Indonesia serta melatih kami dalam membuat karya
tulis yang lebih baik. Tidak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak
yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Surabaya, 31 Mei 2016

Penyusun

FAKULTAS BISNIS DAN


EKONOMIKA

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE


Page i

Daftar Isi

Halaman Judul..i
Kata Pengantar.................................................................................................................................ii
Daftar Isi.iii
Bab I Pendahuluan.......1
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang.1
Rumusan Masalah1
Manfaat dan Tujuan Penulisan.2
Metode Pengumpulan Data..2

Bab II Pembahasan....3
A.
B.
C.
D.

Profil Perusahaan.............................................................................................3
Permasalahan Dalam Perusahaan Nestle..3
Pembahasan Masalah Dalam Perusahaan Nestl.........................................6
Etika Bisnis Dalam Perusahan Nestl Indonesia..7

Bab III Penutup...10


Daftar Pustaka.iv

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
FAKULTAS BISNIS DAN
EKONOMIKA

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE


Page i

Secara harafiah, tujuan perusahaan didirikan adalah memaksimalkan laba. Tentunya


dalam prakteknya perusahaan juga harus memenuhi etika dalam mencapai tujuannya mencapai
laba maksimal. Namun, belakangan ini muncul beberapa kasus yang berhubungan dengan
pelanggaran etika berbisnis. Contohnya saja pemecatan karyawan atau lebih dikenal dengan
PHK. Tentunya tidak ada yang salah dengan PHK selama dalam prakteknya PHK tidak
melanggar ketentuan atau undang undang yang menjunjung tinggi prinsip etika. Pemutusan
Hubungan Kinerja (PHK) merupakan suatu fenomena yang menarik untuk dilihat dari sudut
pandang etika, karena banyak terdapat masalah masalah etika dalam pelaksanaanya.
Perusahaan dapat melakukan PHK apabila pekerja melakukan pelanggaran terhadap perjanjian
kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama (PKB). Sebelum mem- PHK,
perusahaan wajib memberikan peringatan secara 3 kali berturut-turut. Perusahaan juga dapat
menentukan sanksi yang layak tergantung jenis pelanggaran. Semua hal ini diatur dalam
perjanjian kerja, peraturan perusahaan masing-masing. Karena setiap perusahaan mempuyai
peraturan yang berbeda-beda. Alasan PHK berperan besar dalam melakukan apakah pekerja
tersebut berhak atau tidak berhak atas uang pesangon, uang penghargaan dan uang penggantian
hak yang diatur dalam pasal 156, pasal 160 sampai pasal 169 UU No, 13 tahun 2003 tentang
ketenagakerjaan. Dalam makalah ini saya mencoba mengkaji pelanggaran etika bisnis salah
satunya kasus PHK dan kasus yang lainnya dalam prakteknya di perusahaan.
B. RUMUSAN MASALAH
Saya merumuskan permasalahan yang ada dalam makalah ini dengan pertanyaan dibawah
-

ini :
Apa saja pelanggaran etika yang pernah dilakukan oleh PT. Nestle ?
Landasan apa saja yang menyatakan bahwa kasus tersebut dianggap pelanggaran etika dalam

berbisnis ?
Apa saja upaya yang telah dilakukan PT. Nestle untuk menyelesaikan kasus tersebut ?
Mengapa PT. Nestle melakukan pelanggaran tersebut ?

C. MANFAAT DAN TUJUAN PENULISAN


Adapun manfaat penulisan untuk memenuhi tugas softskill mata kuliah Etika Bisnis
dalam membuat makalah atau tulisan tentang Etika Bisnis. Tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Untuk mengetahui etika bisnis pada PT Nestl Indonesia
2. Untuk mengetahui pelanggaran, faktor penyebab dan cara antisipasi apabila PT
Nestl Indonesia tidak menggunakan etika bisnis.
FAKULTAS BISNIS DAN
EKONOMIKA

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE

METODE PENGUMPULAN DATA


Page i

D.

Untuk memperoleh data yang digunakan dalam tugas ini, penulis menggunakan Metode
pengumpulan data berupa studi kepustakaanan dengan cara mengumpulkan data dari beberapa
buku, dan juga mencari referensi di internet serta jurnal ataupun makalah yang mengkaji
penelitian sejenis untuk mendukung penelitian etika dalam bisnis.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Profil Perusahaan
Nestl Indonesia adalah anak perusahaan Nestl SA, perusahaan yang terdepan dalam
bidang gizi, kesehatan dan keafiatan, yang berkantor pusat di Vevey, Swiss. Nestl SA didirikan
lebih dari 140 tahun lalu oleh Henri Nestl, seorang ahli farmasi yang berhasil meramu bubur
bayi guna membantu seorang ibu menyelamatkan bayinya sangat sakit dan tidak mampu
menerima air susu ibu.
Moto Nestl Good Food, Good Life menggambarkan komitmen perusahaan
yang berkesinambungan untuk mengkombinasikan ilmu dan teknologi guna menyediakan
produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dasar manusia akan makanan dan minuman
bergizi, serta aman untuk dikonsumsi serta lezat rasanya.
FAKULTAS BISNIS DAN
EKONOMIKA

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE


Page i

Etika bisnis di butuhkan karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh
dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (valuecreation) yang tinggi,diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan
strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya
perusahaan yang andal serta etika perusahaan yangdilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
B. Permasalahan Dalam Perusahaan Nestl
Pelanggaran etika bisnis terhadap keamanan produk
Skandal Bakteri penyebab berbagai penyakit
Pada tahun 2004 Produk Susu Nestl telah ditarik dari peredaran di sejumlah negara
eropa karena mengandung Bakteri Sakazakii yang menyebabkan meningitis, infeksi pembuluh
darah atau inflamasi sistem pencernaan yang mematikan bagi bayi maupun orang dewasa.
(Published The Lancet 30 Desember 2003, halaman 5, 39).
Industri susu Nasional Indonesia rupanya telah meremehkan masalah dari Bakteri
Enterobacter sakazakii yang mencemarkan produk susu formula anak-anak.
Menurut situs Sciences News Online dari penelitian yang dilakukan di 35 negara
ditemukan bahwa tingkat pencemaran bakteri Enterobacter sakazaii ini pada susu formula bayi
sebesar 14 persen atau 20 kaleng dari 141 kaleng yang diteliti. Penelitian ini juga lebih lanjut
menemukan bahwa bakteri E. Sakazakii ini ditemukan pada debu yang ada dilantai pabrik
pembuatan susu formula bayi tersebut padahal pabrik pembuatan susu formula atau makanan
apapun menurut standar sudah seharusnya bersih dari semua virus, kuman ataupun bakteri yang
berbahaya. Pada penelitian terakhir didapatkan kemampuan 12 jenis strain E. sakazakii untuk
bertahan hidup pada suhu 58 derajat celsius dalam pemanasan rehidrasi susu formula.
Produk susu yang tercemar dari bakteri ini adalah Nestle. Nestle, telah dikecam karena
memproduksi susu formula untuk bayi yang mengandung bakteri E. Sakazakii, khususnya untuk
produk susu formula yang dipasarkan dinegara berkembang.
Memang berbeda dengan pemerintah kita yaitu lembaga BPOM yang menyatakan bahwa
tidak ada satu pun susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii di indonesia.
Entah apa yang menyebabkan perbedaan tersebut, tapi pesan kami bagi mereka yang ingin lebih
FAKULTAS BISNIS DAN
EKONOMIKA

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE

produk SUSU NESTLE.

Page i

berhati-hati dengan susu formula terutama untuk bayi agar menghindari susu yang berasal dari
Lalu pada tahun 2011 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan
pengambilan 96 sampel produk susu formula dari berbagai merek untuk menguji kemungkinan
adanya bakteri Enterobacter Sakazaki.
Dalam pengujian sampel tersebut, BPOM tidak menemukan satu pun susu formula
(termasuk didalamnya adalah NESTLE) yang terkontaminasi. Pengujian ini dilakukan pada 2008
sampai 2011. Hal itu terungkap saat jumpa pers BPOM di kantor kemkominfo, Kamis
(10/2/2011).
Skandal Daging Kuda
Nestle, perusahaan makanan terbesar di dunia, telah menarik produk makanannya yang
tercemar daging kuda di Italia dan Spanyol. Langkah ini dilakukan setelah tes menunjukkan jejak
DNA kuda dalam produk itu.
Perusahaan berbasis di Swiss ini telah menghentikan pengiriman produk yang
mengandung daging dari pemasok di Jerman.
Nestle merupakan yang terbaru dalam barisan produsen pangan utama yang menemukan
jejak daging kuda dalam makanan yang dilabel sebagai daging sapi. Skandal daging kuda yang
semula hanya ditemukan di Inggris kini telah menyebar ke banyak negara Uni Eropa.
Seorang juru bicara perusahaan itu mengatakan, tingkat DNA kuda yang ditemukan
sangat rendah, tetapi di atas 1 persen. Pekan lalu, perusahaan ini mengatakan, produknya tidak
mengandung daging kuda.
Nestle menarik dua produk pasta, Buitoni Beef Ravioli dan Tortellini, di Italia dan
Spanyol. Lasagnes a la Bolognaise Gourmandes, produk beku untuk bisnis katering yang
diproduksi di Prancis, juga akan ditarik.
Seorang juru bicara perusahaan itu mengatakan kepada BBC bahwa Nestle telah
mengidentifikasi masalah ini dengan pemasok mereka dari Jerman. The Financial Times telah
mengidentifikasi bahwa pemasok itu adalah HJ Schypke.
Menurut juru bicara perusahaan, saat ini Nestle akan menjalankan tes pada semua produk
berlabel daging sapi. Skandal daging kuda kini menyebar di 12 negara Eropa.
Pelanggaran etika bisnis terhadap hukum
FAKULTAS BISNIS DAN
EKONOMIKA

Page i

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE

Kasus PHK juga dialami oleh perusahaan ternama PT.Nestle tepatnya dipabrik Waru.
Pada tanggal 13 April 2000 PT Nestle cabang Waru, Surabaya melaksanakan rapat untuk
mendiskusikan masalah Pemutusan Hak Kerja (PHK) terhadap 245 karyawannya. Kemudian
pada tanggal 15 April 2010, sebanyak 245 karyawan pabrik telah menandatangani kesepakatan
bersama PHK dengan Nestle Indonesia, seperti yang diungkapkan oleh Head of Public Relation,
Nestle Indonesia, Brata T Harjosubroto dalam keterangan tertulisnya kepada Liputan6.com,
Jumat (8/2/2013). Setelah itu, sesuai dengan pasal 3 UU no. 12 tahun 1964 tentang PHK di
Perusahaan Swasta, PT Nestle Indonesia mengajukan permohonan izin PHK kepada Panitia
Penyelesaikan Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P) di Jakarta, dan P4P pada 1 Oktober 2002
telah mengeluarkan putusan nomor 1660/1578/232-6/XIII/PHK/10-2002 yang memberikan izin
kepada PT Nestle Indonesia untuk melakukan PHK terhadap 245 bekas karyawan pabriknya di
Waru terhitung sejak diterimanya pembayaran uang pesangon dan hak-hak lainnya sesuai
kesepakatan bersama tentang PHK yang ditandatangani oleh pengusaha dan masing-masing
bekas pekerja.
Pada tahun berikutnya, 7 Januari 2003, sejumlah mantan karyawan yang mewakili 215
orang bekas karyawan PT Nestle Indonesia mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata
Usaha Negara. Pada 18 Desember 2003, pihak pengadilan menolak permohonan banding para
bekas karyawan pabrik di Waru dan menyatakan putusan P4P adalah sah dan benar. Untuk
memperkuat peluangnya dalam memenangi kasus tersebut, para bekas karyawan kembali
mengajukan Memori Kasasi ke Mahkamah Agung RI pada 12 Januari 2004. Lewat putusan
perkara 128K/TUN/2006, MA menyatakan menolak permohonan kasasi para bekas karyawan
pabrik di Waru tersebut. Hal ini berarti dengan ditolaknya kasasi tersebut oleh badan hukum
tertinggi di Indonesia, maka pihak penuntut sudah tidak bisa lagi mengajukan tuntutan hukum
terhadap PT Nestle Indonesia.
Pada tahun 2013, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) mendesak manajemen PT Nestle
Indonesia untuk segera menyelesaikan kasus PHK 245 karyawan PT. Nestle Indonesia cabang
Waru, Surabaya yang diduga cacat hukum. Seruan kepada PT Nestle ini terkait dengan
penemuan beberapa informasi yang menerangkan bahwa keputusan PHK yang dilakukan oleh
PT Nestle Indonesia tidak didasari aturan yang berlaku pada saat dilakukannya PHK. Selain itu,
karyawan hanya diberi waktu selama 2 hari untuk memikirkan PHK tersebut dengan besaran
FAKULTAS BISNIS DAN
EKONOMIKA

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE


Page i

pesangon sesuai kebijakan perusahaan (13-15 April 2000). Alasan lain yang menyebabkan
penentangan oleh pihak karyawan adalah karyawan yang di PHK sebagian besar dipaksa bekerja
hingga tahun 2002. Bersamaan dengan itu, bulan Juli 2000 muncul Keputusan Menteri Tenaga
Kerja No 150 tahun 2000 yang mengatur aturan PHK dan besaran pesangon. Namun, pihak PT
Nestle Indonesia Waru mengabaikan aturan baru tersebut dalam memproses PHK karyawannya.
PHK yang dilakukan pada tahun 2002 sendiri dilakukan karena lokasi Waru sudah tidak
dianggap lagi sebagai lokasi yang tepat dalam mendirikan pabrik, sehingga pabrik tersebut
diintegrasikan dengan pabrik di Kejayan, Pasuruan. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan
bahwa wilayah Waru telah berkembang menjadi daerah pemukiman dan kurang memadai untuk
kegiatan industri serta tidak memungkinkan dilakukannya perluasan pabrik.
C. Pembahasan Masalah Dalam Perusahaan Nestl
Sebagai perusahaan produksi makanan terbesar di dunia, kami memusatkan perhatian
kami untuk meningkatkan gizi (nutrition), kesehatan (health), dan keafiatan (wellness) dari
konsumen kami. Para karyawan kami berdedikasi dan termotivasi untuk memproduksi produk
berkualitas dan membangun brand yang memenuhi kebutuhan konsumen.
Sebagai bagian dari suatu perusahaan global, Nestl terus menerus melakukan penelitian
dan pengembangan untuk terus melakukan penyempurnaan berbagai produk ciptaannya. Hal ini
dilakukan sejalan dengan berkembangnya konsep dan dimensi makanan, yang kini tidak lagi
sekedar untuk memperoleh kenikmatan (enjoyment) namun telah berkembang menuju keafiatan
(wellness) dan bermuara pada kehidupan yang sejahtera dan berkualitas (wellbeing).
Kini, Nestl juga memperkuat kemampuan R&D melalui Kemitraan Inovasi di tiap
tahap proses pengembangan produk dari kolaborasi awal dengan perusahaan awal dan
biotek hingga kemitraan akhir dengan para pemasok utama. Dengan menyatukan semua
sumber R&D, Nestl mampu memberikan solusi makanan berkualitas tinggi dan aman untuk
semua konsumen di seluruh dunia baik dalam gizi, kesehatan, dan keafiatan, nutrisi, kesehatan,
kebaikan, rasa, tekstur atau kenyamanan. Selain itu, Nestl memberikan produk-produk
berkualitas terbaik bagi konsumen serta jaminan keamanan.
Hal ini sejalan dengan Misi Nestl Indonesia untuk turut mewujudkan masyarakat
Indonesia yang lebih sehat melalui produk-produknya yang berkualitas, bernutrisi dan lezat
FAKULTAS BISNIS DAN
EKONOMIKA

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE


Page i

rasanya. Selain itu kami juga memfokuskan diri untuk senantiasa memberikan informasi dan
pendidikan bagi konsumen kami, antara lain seperti tercantum dalam kemasan setiap produk
kami. Dalam menjalankan bisnisnya, Nestl berusaha untuk selalu menjalankan tanggung jawab
kepada masyarakat dan menciptakan manfaat.
Dalam beroperasi, kami senantiasa memastikan standar perilaku bisnis yang ketat
dan mendukung pelestarian lingkungan sebagaimana tercantum dalam Nestl Corporate
Business Principles. Ini termasuk Prinsip-Prinsip Global Compact PBB tentang Hak Azasi
Manusia, Tenaga kerja , Lingkungan dan Korupsi. Dengan landasan strategi bisnis inilah kami
memastikan sukses jangka panjang bagi perusahaan.
D. Etika Bisnis Dalam Perusahan Nestl Indonesia
Corporate Business Principal Nestl merupakan pondasi dari budaya perusahaan PT
NESTL , yang telah berkembang selama 140 tahun.
Sejak pertama kali Henri Nestl berhasil meramu bubur bayi "Farine Lacte" guna
membantu seorang ibu yang ingin menyelamatkan bayinya yang sedang sakit dan tidak mampu
menerima air susu ibu, mereka telah membangun bisnis kami pada keyakinan bahwa untuk
memiliki keberhasilan jangka panjang bagi pemegang saham, kita tidak hanya harus mematuhi
semua persyaratan hukum yang berlaku dan memastikan bahwa semua kegiatan mereka yang
berkelanjutan, namun mereka juga harus menciptakan nilai yang signifikan bagi masyarakat.
Pada 2011, program pelatihan modular diluncurkan pada berbagai komponen Corporate
Business Principal. Kedalaman dan fokus dari pelatihan dibentuk sesuai dengan materialitas
untuk fungsi yang berbeda dalam perusahaan. Sebagai contoh, pelatihan tentang komponen hak
asasi manusia akan fokus pada manajer dan karyawan di negara-negara yang lebih tinggi risiko
hak asasi manusia sebagai prioritas.
Corporate Business Principal Nestl akan terus berevolusi dan beradaptasi dengan
perubahan dunia. Landasan dasar kita tidak berubah dari waktu dan asal-usul Perusahaan
mereka, dan mencerminkan ide-ide dasar keadilan, kejujuran, dan perhatian umum untuk
kesejahteraan orang-orang.
Nestl berkomitmen untuk menganut Prinsip Bisnis berikut ini di semua negara,
disesuaikan dengan undang-undang lokal, praktek-praktek budaya dan agama:
FAKULTAS BISNIS DAN
EKONOMIKA

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE

Gizi, Kesehatan dan Keafiatan. Tujuan utama kami adalah untuk meningkatkan
Page i

a.

kualitas kehidupan para konsumen setiap hari, dimanapun mereka berada dengan menawarkan
pilihan produk makanan dan minuman yang lezat dan sehat, serta mendorong gaya hidup sehat.
Kami mengungkapkan hal ini melalui motto kami: Good Food, Good Life.
b.

Jaminan Mutu dan Keamanan Produk. Dimana saja di seluruh dunia, nama Nestl

menjanjikan produk yang aman dan berkualitas baik kepada konsumen.


c.

Komunikasi kepada Konsumen. Kami berkomitmen terhadap komunikasi kepada

konsumen yang bertanggung jawab dan dapatdipercaya, yang memberdayakan konsumen untuk
menggunakan hak mereka atas pilihan yangbersandarkan pada informasi yang benar, dan
mempromosikan pola makan yang lebih sehat. Kami menghargai privasi konsumen.
d.

Hak Asasi Manusia dan Kegiatan Usaha Kami. Kami mendukung penuh prinsip-

prinsip Global Compact Persatuan Bangsa Bangsa tentang hak asasi manusia dan
ketenagakerjaan, dan bertujuan untuk memberikan contoh-contoh mengenai hak asasi manusia
dan praktik ketenagakerjaan di seluruh kegiatan bisnis kami.
e.

Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Pribadi. Keberhasilan kami tercipta berkat

dukungan para karyawan. Kami memperlakukan para karyawan dengan rasa hormat dan
bermartabat dan mengharapkan setiap karyawan mempunyai rasa tanggung jawab pribadi. Kami
mempekerjakan tenaga kerja yang kompeten dan mempunyai motivasi, serta menghargai nilainilai kami. Kami memberikan kesempatan yang sama untuk pengembangan dan kemajuan
mereka, melindungi privasi mereka, dan tidak mentoleransi segala bentuk pelecehan dan
diskriminasi. Dimana saja di seluruh dunia, nama Nestl menjanjikan produk yang aman dan
berkualitas baik kepada konsumen.
f.

Keamanan dan Kesehatan Kerja. Kami berkomitmen untuk mencegah kecelakaan,

cedera dan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, dan kami melindungi para karyawan, mitra
usaha dan pihak-pihak lain yang terlibat di sepanjang mata rantai usaha kami.
g.

Pemasok dan Hubungan Dengan Pelanggan. Kami mensyaratkan kepada para

pemasok, agen, subkontraktor dan karyawan mereka untuk bersikap jujur, adil dan berintegritas,
serta mematuhi standar yang tidak dapat ditawar. Kami memiliki komitmen yang sama kepada
para pelanggan kami.

FAKULTAS BISNIS DAN


EKONOMIKA

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE

Pembangunan Pertanian dan Pedesaan. Kami berkontribusi dalam perbaikan di


Page i

h.

bidang produksi pertanian, status sosial ekonomi para petani, masyarakat pedesaan, dan dalam
sistem produksi agar lebih berwawasan lingkungan.
i.

Lingkungan dan Keberlanjutan. Kami berkomitmen pada praktik bisnis yang

berwawasan lingkungan. Pada semua tahap masa pakai produk, kami berupaya untuk
menggunakan sumber daya alam secara efisien, lebih memilih menggunakan sumber daya yang
terbarukan yang dikelola secara berkelanjutan, dan menetapkan sasaran limbah nol.
j.

Air. Kami berkomitmen pada penggunaan air secara berkelanjutan dan perbaikan

pengelolaan air. Kami menyadari bahwa dunia menghadapi tantangan ketersediaan dan
kebutuhan air yang semakin besar dan bahwa pengelolaan sumber-sumber daya dunia yang
bertanggung jawab oleh semua pengguna air merupakan suatu kebutuhan mutlak.

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Meskipun pada tahun 2004 Produk Susu Nestl telah ditarik dari peredaran di sejumlah
negara eropa karena mengandung Bakteri Sakazakii. Namun, di Indonesia sendiri pada tahun
2011 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengambilan 96 sampel produk
susu formula dari berbagai merek untuk menguji kemungkinan adanya bakteri Enterobacter
Sakazaki. Dalam pengujian sampel tersebut, BPOM tidak menemukan satu pun susu formula
(termasuk didalamnya adalah Nestl) yang terkontaminasi. Pengujian ini dilakukan pada 2008
sampai 2011.
Juga PHK yang dilakukan pada tahun 2002 sendiri dilakukan karena lokasi Waru sudah
tidak dianggap lagi sebagai lokasi yang tepat dalam mendirikan pabrik, sehingga pabrik tersebut
FAKULTAS BISNIS DAN
EKONOMIKA

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE


Page i

diintegrasikan dengan pabrik di Kejayan, Pasuruan. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan
bahwa wilayah Waru telah berkembang menjadi daerah pemukiman dan kurang memadai untuk
kegiatan industri serta tidak memungkinkan dilakukannya perluasan pabrik.
Nestl adalah perusahaan yang mau memperbaiki diri dan mau belajar dari pengalaman
pahit yang menjadikan tantangan sebagai motivator untuk meningkatkan citra perusahaan.
B. SARAN
Dari hasil penulisan diatas, maka saran yang dapat diberikan yaitu :
Diharapkan PT Nestl Indonesia konsisten dalam menjalankan etika bisnisnya untuk
menghindari segala pelanggaran yang kemungkinan bisa terjadi serta dapat mempertahankan &
meningkatkan segala prestasi yang telah dicapai dan terus memberikan dampak yang positif
terhadap bisnisnya dan juga untuk masyarakat luas.

DAFTAR PUSTAKA

1.

http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis

2.

http://baddaysp.blogspot.com/2013/10/pengertian-etika-bisnis-indikator-etika.html

3.

http://irmarantyshandra.blogspot.com/p/manfaat-perusahaan-dalam-

menerapkan.html
4.

http://metode1.blogspot.com/2014/03/latar-belakang-masalah-tentang-etika.html

5.

http://www.nestle.co.id/ina/tentangnestle

6.

http://oky-d-ace.blogspot.com/2013/11/etika-bisnis.html

7.

http://indaberliandajuanis.blogspot.com/2009/06/nestle-indonesia.html

8.

http://www.academia.edu/7198074/PRINSIP_DAN_KODE_ETIK_DALAM_BISNIS

9.

http://www.academia.edu/8581388/MAKALAH_KEWIRA_KELOMPOK_10

10. http://inggitsoekarno.blogspot.com/2013/11/pelanggaran-etika-bisnis.html
FAKULTAS BISNIS DAN
EKONOMIKA

ETIKA BISNIS DALAM PT.NESTLE


Page i

11. http://health.kompas.com/read/2011/02/10/08414748/
12. http://laboratorymtw.blogspot.com/2011/04/susu-formula-sufor-yang
mengandung.html
13. https://www.nestlebaby.com/id
14. https://bukusaku.wordpress.com/
15. http://bisnis.liputan6.com/read/507190/nestle-kasus-phk-di-pabrik-waru-telahselesaisecara-hukum
16.http://www.gajimu.com/main/pekerjaan-yanglayak/peta-hukum-tenaga-kerja-di-dunia

FAKULTAS BISNIS DAN


EKONOMIKA