Anda di halaman 1dari 7

Manajemen Rantai Pasok

Manajemen rantai pasok adalah manajemen berbagai aktivitas pengadaan bahan


dan pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah jadi dan aproduk akhir serta
pengiriman produk ke pelanggan melalui suatu sistem produksi. Aktivitas-aktivitas yang
mencakup pembelian, pengalihdayaan dan fungsi lain yang berhubungan antara
pemasok dan distributor. Manajemen rantai pasok mencakup aktivitas yang mencakup
untuk menentukan,
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Penyedia transportasi
Transfer uang secara kredit dan tunai
Pemasok
Distributor
Utang dan piutang usaha
Pergudangan dan persediaan
Pemenuhan pesanan
Informasi pelanggan, presiksi dan produksi
Aktivitas ini bertujuan membangun sebuah rantai pasok yang memusatkan

perhatian untuk memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Manajemen rantai pasok yang
efektif akan menjadikann para pemasok sebagai mitra dalam strategi perusahaan
untuk memenuhi pasar yang selalu berubah.

Permasalahan dalam Rantai Pasokan Global


Salah satu contoh permasalahan dalam rantai pasokan seperti, Perusahaan
MC.Donald merencakanan rantai pasokan global hampir 6 tahun sebelum membuka
restorannya di Rusia.
Rantai pasokan pada lingkungan global harus mampu :
1. Menanggapi perubahan mendadak dalam hal ketersediaan bahan baku, pengiriman,
bea impor dan nilai mata uang.
2. Menggunakan teknologi transmisi dan komputer canggih untuk menjadwalkan serta
mengelola pengiriman komponen dan produk jadi ke luar negeri
3. Memiliki karyawan lokal yang terampil menangani tugas-tugas perdagangan,
pengiriman, imigrasi dan permasalahan politis.

Strategi Rantai Pasokan


Ada 5 strategi rantai pasokan, antara lain:

1. Banyak pemasok
Pemasok menanggapi permintaan dan spesifikasi permintaan penawaran dengan
pesanan yang umumnya akan jatuh ke pihak yang memberikan penawaran terendah
dimana banyak sedikitnya pemasok tergantung produksinya.
2. Sedikit Pemasok
Penggunaan pemasok yang hanya sedikit dapat menciptakan nilai dengan
memungkinkan pemasok memiliki skala ekonomi dan kurva pembelajaran yang
menghasilkan biaya transaksi dan biaya produksi yang lebih rendah.
3. Integrasi Vertikal
Mengembangkan kemampuan untuk memproduksi barang atau jasa yang
sebelumnya dibeli atau membeli perusahaan pemasok atau distributor. Integrasi
vertikal ada 2 yaitu, Integrasi maju atau integrasi mundur. Integrasi maju
menyarankan produsen komponen untuk membuat produk jadi. Sedangkan
intyegrasi mundur menyrankan perusahaan untuk membeli pemasoknya.
4. Jaringan Keiretsu
Jaringan keiretsu adalah pemasok yang menjadi bagian dari sebuah koalisi
perusahaan, perusahaan yang berkoalisi dapat menjadi mitra yang memberikan
keahlian teknis dan kestabilan mutu produksi untuk manufaktur tersebut. Anggota
koalisi dapat memiliki pemasok dibawahnya. Serta menjadikan pemasok tingkat
kedua atau bahkan ketiga sebagai bagian dari koalisi.
5. Perusahaan Maya
Perusahaan yang mengandalkan berbagai jenis hubungan pemasok untuk
menyediakan

jasa

atas

permintaan

yang

diinginkan.

Perusahaan

maya

mengandalkan berbagai jenis hubungan pemasok untuk menyediakan jasa atas


permintaan yang diinginkan.

Mengelola Rantai Pasokan


Permasalahan dalam Rantai Pasokan yang Terintegrasi
Tiga permasalahan yang membuat pengembangan rantai pasokan yang efisien dan
terigrasi menjadi rumit. Berikut penjelasannya.
1. Optimasi Lokal
Para anggota rantai pasokan harus memusatkan perhatian mereka untuk
memaksimalkan keuntungan lokal atau meminimalkan biaya langsung berdasarkan
pengetahuan mereka yang terbatas.
2. Insentif

Insentif memasukkan barang dagangan ke rantai pasokan untuk penjualan yang


belum terjadi. Hal ini menimbulkan fluktuasi yang mahal bagi semua anggota
sasaran
3. Lot Besar
Penyimpangan dalam lot berukuran besar sering menyebabkan kecenderungan
mengurangi biaya per unit. Ketika manajer logistik ingin mengirimkan lot yang
besar dengan truk besar dan menajer produksi menginginkan produksi berjalan
jangka panjang
Tiga Kejadian umum diatas berperan dalam penyimpangan informasi mengenai
kejadian sebenarnya dalam rantai pasokan. Informasi yang tidak akurat dilakukan secara
tidak sengaja tetapi mengakibatkan penyimpangan dan fluktuasi dalam rantai pasokan
serta menjadi penyebab sesuatu disebut efek Bullwhip. Efek bullwhip terjadi ketika
meningkatnya fluktuasi dalam pemesanan yang sering terjadi saat pesanan bergerak
melalu rantai pasokan.
Peluang dalam Rantai Pasokan yang Terintegrasi
Peluang untuk manajeman yang efektif dalam rantai pasokan meliputi sepuluh hal,
yaitu;
1. Daya Tarikan yang akurat, data penjualan akurat yang memicu transaksi untuk
menarik produk melalui rantai pasokan.
2. Pengurangan Ukuran Lot, membuat pengiriman ekonomis, menyediakan potongan
harga dan mengurangi ongkos pemesanan.
3. Kontrol pengisian ulang satu tahap, menetapkan tanggung jawab mengawasi dan
mengelola persediaan bagi pedagang eceran.
4. Persediaan yang dikelola vendor,penggunaan pemasok lokal untuk menjaga
persediaan bagi produsen atau pedagang eceran.
5. Blanket Order, Suatu komitmen pembelian jangka panjang untuk barang-barang
yang akan dikirim berlawanan dengan pelepasan jangka pendek untuk dikirimkan.
6. Standardisasi, departemen pembelian harus melakukan upaya khusus untuk
menaikkan tingkat standarisasi, untuk memperoleh berbagai komponen yang serupa
dengan label, pewarnaan, pengemasan, atau bahkan spesifikasi teknik yang sedikit
berbeda, bagian pembelian harus mencoba mendapatkan komponen yang
distandarisasi.
7. Penangguhan, Penundaan modifikasi atau penyesuaian apapun pada produk selama
mungkin dalam proses produksi.

8. Drop Shipping, pengiriman langsung dari pemasok kepada konsumen, alih-alih


kepada penjual, sehingga menghemat waktu dan biaya pengiriman ulang.
9. Fasilitas pass Through, mengirimkan barang dengan menahan barang tersebut dan
mengirimkannya langsung dari pusat pengiriman.
10. Perakitan saluran, menangguhkan proses perakitan akhir produk sehingga saluran
distribusi dapat merakitnya.

E-Procurement
E-Procurement merupakan pembelian suatu barang dengan difasilitasi melalu internet.
E-Procurement mempercepat pembelian, mengurangi biaya dan mengintegrasikan rantai
pasokan sehingga meningkatkan keunggulan bersaing sebuah organisasi. E-Procurement
juga membantu mengurangi banyaknya pekerjaan administrasi. E-Procurement terdiri
dari.
1. Pemesanan Elektronik dan Pemindahan Dana merupakan bentuk transfer data yang
terstandarisasi untuk komunikasi terkomputerisasi antarorganisasi.
2. Katalog Online menyediakan informasi terkini tentang produk dalam bentuk
elektronik. Katalog online tersedia dalam tiga versi antara lain: Katalog yang
disediakan oleh vendor, katalog yang disediakan oleh perantara, bursa pertama yang
disediakan.
3. Lelang,
4. RFQ
5. Pelacakan Persediaan Secara langsung

Pemilihan Vendor
Pemilihan vendor mempertimbangkan banyak faktor, seperti kesesuaian strategis,
kemampuan penjual, pengiriman dan kinerja berkualitas . Proses pemilihan dapat
menjadi sangat menantang karena suatu perusahaan memiliki sejumlah kemampuan
dalam semua bidang dan kemampuan yang begitu baik hanya pada suatu bidang.
Adapun langkah-langkah pemilihan vendor yaitu.
1. Evaluasi vendor, mencakup proses menemukan vendor yang potensial dan
menentukan kemungkinan bahwa mereka akan menjadi pemasok yang baik.
2. Pengembangan Vendor, mencakup pelatihan bantuan teknis dan produksi, hingga
prosedur perpindahan informasi.
3. Negosiasi, pendekatan yang dilakukan oleh petugas rantai pasokan untuk
mengembangkan hubungan kontrak dengan pemasok. Tiga jenis negosisasi antara
lain: model harga berdasarkan biaya,model harga berdasarkan pasar dan penawaran
yang kompetitif.

Manajemen Logistik
Suatu pendekatan yang mengupayakan efiensi operasi melalui operasi melalui
investigasi aktivitas pengadaan, permintaan dan penyimpanan bahan. Ada 5 sarana
sistem distribusi yang utama adalah truk, kereta api, transportasi udara, transportasi air
dan saluran pipa. Kemudian Logistik Pihak Ketiga, melakukan pengalihdayaan logistik
bermanfaat dalam menurunkan investasi dan biaya persediaan sambil juga
meningkatkan keandalan dan kecepatan pengiriman dengan mengoordinasikan sistem
persediaan pemasok dengan kemampuan layanan perusahaan pengiriman. Lalu baiaya
pengiriman Alternatif, semakin lama sebuah produk berapa dalam proses pengangkutan,
semakin banyak investasi yang harus dikeluarkan perusahaan. Namun, pengiriman
produk yang lebih cepat akan membuat biaya lebih mahal daripada pengiriman yang
lambat. Kemudian Logistik, keamanan dan JIT, peningkatan dalam keamanan dapat
membantu JIT dan peningkatan dalam JIT dapat membantu keamanan dan dapat
memperbaiki logistik rantai pasokan.

Pengalihdayaan (Lanjutan)
Pengalihdayaan merupakan upaya mendapatkan sumber daya dari luar untuk jasa dan
produk yang umumnya merupakan bagian dari organisasi. Dengan kata lain perusahaan
mengalihkan fungsi-fungsi

yang dulunya dilakukan di dalam perusahaan itu agar

dilakukan oleh perusahaan lain. Di samping itu, jika suatu perusahaan mengalishkan
sebagian proses usahanya ke negara-negara asing tetapi tetap memegang kendalinya
maka proses tersebut dikenal sebagai offshoring.Perusahaan yang mengalihdayakan
kegiatan usaha internalnya adalah perusahaan klien dan perusahaan yang menyediakan
jasa

pengalihdayaan

disebut

penyedia

alih

daya.

Berikut

beberapa

contoh

pengalihdayaan:
1. Pusat pelayanan telepon untuk perancis di Angola serta pusat layanan telepon untuk
amerika serikat dan inggris di india.
2. Layanan hukum milik dupont dan layanan keuangan milik procter dan gamble
dialihkan ke filiphina
3. Electronic Data System (EDS) meyediakan teknologi informasi kepada delphi
Automotive dan nextel.

Resiko dari Pengalihdayaan


Berikut proses pengalihdayaan dan resiko yang mungkin ada,

Keuntungan dan Kerugian Pengalihdayaan


Pengalihdayaan juga memiliki keuntungan dan kerugian, berikut penjelasannya.
Keuntungan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Penghemat Biaya
Mendapatkan Keahlian dari luar
Meningkatkan operasi dan layanan
Mengonsentrasikan diri pada kompetensi inti
Mendapatkan teknolgi dari luar
Keuntungan lainnya, misalnya perusahaan klien dapat meningkatkan kinerja dan
citra perusahaan dengan bekerja sama dengan penyedia terkemuka.

Kerugian :
1. Meningkatnya Ongkos Transportasi

2.
3.
4.
5.

Hilangnya Kendali
Menciptakan saingan baru di masa mendatang
Dampak yang buruk bagi pegawai
Dampak jangka panjang

Masalah-masalah Etika Dalam Pengalihdayaan


Berikut prinsip etika dan hubungannya dengan pengalihdayaan yang terkait;