Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN ANALISA MAKANAN DAN MINUMAN

PENENTUAN KADAR VITAMIN C

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
1.
2.
3.
4.
5.

Inayatul Maula
Ariyatna Rosiana Tz.
Oryza Krismayunianti
Suha Aulia
Hasid Cholief A.

(P1337434114058)
(P1337434114059)
(P1337434114060)
(P1337434114061)
(P1337434114062)

Reguler B Semester 4

D3 ANALIS KESEHATAN SEMARANG


POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2016/2017
PENENTUAN KADAR VITAMIN C

1.1 Tujuan
Menentukan kadar vitamin C dalam sampel Vitacimin dan IPI CPL dengan metode titrasi
Iodimetri.
1.2 Prinsip
Kadar vitamin C yang ditetapkan secara iodimetri menggunakan larutan iod sebagai
pentiter. Vitamin C dalam Contoh bersifat reduktor kuat akan dioksidasikan oleh I2 dalam
suasana asam dan I2 tereduksi menjadi ion iodide. Indikator yang digunakan adalah kanji dengan
titik akhir biru.
2.1 ALAT

Buret
Pipet volum 10 mL
Erlenmeyer 100 mL
Klem dan statif
Mortar
Spatula

2.2 BAHAN

I2 0.01 N

Aquades

Sampel jambu biji

Indikator Amylum 1%

Gelas ukur 25 mL
Beaker 100 mL
Pipet tetes
Neraca analitik
Corong pendek

3.1 Penentuan Kadar Vitamin C

1
2
3

Timbang 10g bahan/sampel


Haluskan sampel dengan mortar sampai lembut
Encerkan100 ml dengan labu ukur dengan menambahkan aquadest hingga tanda tera dan

4
5

homogenkan
Saring hingga didapatkan filtrate
Ambil 25 ml filtrate masukkan ke Erlenmeyer, tambahkan 1 ml larutan amylum 1% dan

6
7

larutan 5 ml H2SO4
Titrasi dengan larutan I2 0.01 N
TAT berwarna biru

Isi dengan larutan Iodium (I2)

Pipet 25 ml sampel

5 ml H2SO4

1 ml indikator amilum

4.1 Hasil Praktikum

Diketahui :

a.
b.
c.
d.

N Iodium
ml titrasi
Mr Vitamin C
Valensi

: 0,0090 N
: 2 ml
: 176
:2

Rumus Volume = ( Vx N ) I2 x Mr Vit C

x 100

Volume sampel x valensi

= ( 2 x 0,0090 ) x 176 x 100

25 x 2

= 3.168

50.000

= 0,0633

1000

1000

Kadar yang didapat sebesar 0,0633%

4.2 Pembahasan
Tujuan dari praktikum ini adalah menentukan kadar vitamin C dari sampel jambu biji.
Metode yang digunakan adalah Titrasi Iodimetri yaitu titrasi pengoksidasian vitamin C oleh
larutan Iodin (I2). Prosedur pertama yang dilakukan ialah menimbang sejumlah sampel
kemudian dilarutakan dengan aquades ke dalam labu takar 100 ml, kemudian diambil 25 ml
untuk dititrasi dengan larutan I2 0.01 N menggunakan indicator amylum 1%. Titrasi yang
dilakukan akan menghasilkan hasil akhir titrasi berwarna biru. Penambahan larutan H2SO4 dan
larutan amilum yaitu untuk menandakan proses akhir titrasi dengan membentuk iod-amilum ,
setelah itu dihitung kadar vitamin C yang terkandung di dalam sampel buah jeruk didapatkan
hasil kadar sampel tersebut adalah sebesar 0,0633 %.

Adapun Dari hasil percobaan titrasi iodometri terdapat kesalahan. Faktor yang
mempengaruhinya yaitu:

a) Oksidasi dari Iodida dalam keadaan asam oleh O2 dari udara


4 I + O2 + 4 H+

I2 + 2H2O

Oksidasi ini berjalan lambat dalam keadaan netral, tetapi apabila keadaan asam
bertambah, maka akan lebih cepat. Sinar matahari pun dapat mempercepat reaksi itu, oleh karena
itu ion-ion Iodida yang diasamkan/tidak diasamkan harus segera dititrasi.
b) Kecepatan menguap dari Iodium
Agar penguapan larut Iodium tidak begitu besar, maka larutan itu seharus dibubuhi KI
hingga berlebih (Konsentrasi I- minimal 4 %), dimana Iodida yang ditambahkan itu mengikat
molekul-molekul Iodium menjadi ion triiodida Karena reaksi ini bolak balik maka suatu larutan
tri iodida pada reaksi-reaksi kimia bereaksi sebagai Iodium murni. Tetapi pada prakteknya tidak
ditambahkan KI dan pada saat titarsi Erlenmeyer tidak di tutup kemungkinan iodium menguap
yang dapat mempengaruhi titik akhir titrasi menjadi terlalu mencolok, yang seharunya berwarna
biru. Oleh karena itu titrasi ini sebaiknya menggunakan Labu Erlenmeyer bertutup.
Selain itu, I2 merupakan zat yang mudah terurai oleh cahaya. Untuk itu dalam
penyimpanannya harus menggunakan botol coklat dan juga pada saat titrasi harus menggunakan
Buret Coklat.

4.3 Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar

vitamin C yang terkandung dalam sampel adalah sebesar 0,0190 %.

Daftar Pustaka

Poedjiadi, Anna. 1994. DasarDasar Biokimia. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.

Sudarmaji, Slamet. Dkk. 1989. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian.


Yogyakarta :
Penerbit Liberty.
https://meitaisme.wordpress.com/tuu-gaasss/kimiaanalitik/429-2/