Anda di halaman 1dari 12

BAB II

LANDASAN KONSEP DAN TEORI ANALISIS

2.1

Telaah Hasil Penelitian Sebelumnya


Telaah hasil penelitian sebelumnya menguraikan beberapa hasil penelitian

terdahulu yang dianggap relevan dengan penelitian ini khususnya terkait dengan
pengelolaan kebersihan lingkungan pantai di Bali dan Pantai Sanur Kaja.
Penelitian sebelumnya mengemukakan hubungan antara fasilitas umum
dan pengunjung yang memiliki hubungan yang erat dengan dikemukakannya
bahwa fasilitas umum berhubungan erat dengan pengalaman pengunjung yang
datang pada daya tarik wisata. Dalam mengembangkan pariwisata yang
berkelanjutan

sangatlah

penting

untuk

mempertimbangkan

pemeliharaan

kebersihan lingkungan yang berdampak pada kepuasan pengunjung dan


memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung. Bila produk
pariwsata menurun dalam hal kualitasnya dan dalam memberikan kepuasan
pengunjung, maka secara pasti akan ada penurunan pada ekonomi pariwisata
(Gautama, 2011).
Terkait kebersihan, sampah merupakan suatu masalah yang sering ditemui
di suatu daya tarik wisata termasuk pesisir pantai. Penelitian sebelumnya oleh
Awaludin menegenai kebersihan pantai di salah satu tujuan wisata pesisir di Jawa
Tengah yang menunjukkan bahwa sekitar 65% sampah yang berada di pesisir
pantai tersebut berasal dari pengunjung. Hal ini dikuatkan bahwa sekitar 80%
responden juga menyatakan bahwa kondisi pantai tersebut tidak bersih. Juga telah

ditunjukan pada penelitian tersebut bahwa persepsi masyarakat cukup tinggi


terhadap kebersihan pesisir sekitar, namun hal ini terkendala oleh kesadaran
pengunjung, fasilitas, serta dukungan dari pemerintah setempat (Awaludin, 2010).
Pengelolaan kebersihan sarana harus diperhatikan pula dalam suatu daya
tarik wisata. Sarana umum yang seringkali digunakan oleh pengunjung adalah
sarana sanitasi seperti toilet atau pemandian umum. Dalam jurnal penelitian oleh
Dwipayanti mengenai pengelolaan sarana sanitasi seperti toilet dan sarana
penunjang lainya di daerah tujuan wisata, dikemukakan bahawa sangat penting
untuk dijaga kebersihan dan higienitasnya bagi pengunjung yang menggunakan
sarana-sarana tersebut agar pengunjung merasa nyaman dan terhindar dari
penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan kuman yang ada di sarana-sarana
tersebut. Hal ini turut memberikan penilaian rasa nyaman terhadap pengunjung
yang menggunakannya (Dwipayanti, 2008).
Kebersihan tujuan wisata merupakan salah satu faktor utama dalam
menarik pengunjung seperti yang tersirat dalam sapta pesona. Hasil penelitian
yang dilakukan oleh Supraptini mengemukakan bahwa berbagai daerah tujuan
wisata khusunya di Bali merupakan daerah tujuan wisata yang paling ramai
dikunjungi, sehingga sangat penting untuk menjaga kualitas dari kebersihan pada
sarana dan prasarana khususnya pada rumah makan atau restoran yang menjadi
tempat singgah dan makan para pengunjung. Maka dari itu sanitasi dan kebersihan
dari tempat makan tersebut harus tetap terjaga dengan baik agar pengunjung yang
datang tidak memiliki masalah dengan kesehatannya. Tidak hanya itu, sarana
pendukung kebersihan pada daerah tujuan wisata merupakan hal yang sangat

perlu diperhatikan karena keberadaan hal kecil seperti toilet dan tempat cuci
tangan bagi pengunjung akan mempengaruhi status dan penilaian dari sanitasi dan
kebersihan daya tarik wisata (Supraptini, 2005).
Adanya kajian-kajian tersebut di atas mendukung konsep judul yang
diajukan dan diteliti dalam penelitian ini yaitu Pengelolaan Kebersihan
Lingkungan Sebagai Penunjang Daya Tarik Wisata Di Pantai Sanur Kaja yang
memberikan gambaran terkait pengelolaan sarana umum dan tambahan, tempat
sampah, dan kebersihan pesisir di Pantai Sanur Kaja.
2.2

Landasan Konsep dan Teori Analisis

2.2.1

Tinjauan Tentang Persepsi


Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu

proses berwujud diterimanya rangsangan oleh individu melalui alat inderanya,


namun proses ini tidak berhenti sampai disitu, melainkan rangsangan itu
diteruskan ke pusat susunan saraf yaitu otak dan terjadilah proses psikologi.
Sehingga individu menyadari akan apa yang dilihat, apa yang didengar dan
sebagainya (Walgito, 1990).
Leavit (2006), dalam Psychologymania menyebutkan persepsi dalam arti
sempit adalah penglihatan, bagaimana seseorang melihat sesuatu, sedangkan
dalam arti luas persepsi adalah pandangan atau pengertian yaitu bagaimana
seseorang memandang atau mengartikan sesuatu.
Persepsi merupakan cara seseorang memandang dan mengartikan sesuatu
baik benda maupun suatu keadaan di sekitarnya. Persepsi dalam penelitian ini
adalah bagaimana pandangan ataupun pendapat pengunjung mengenai kualitas

kebersihan dari sarana sarana yang ada dalam daya tarik wisata Pantai Sanur
Kaja.
2.2.2 .Tinjauan Tentang Pengelolaan
Pengelolaan diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang
dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan serangkaian kerja dalam
mencapai tujan tertentu. Kata Pengelolaan dapat disamakan dengan manajemen,
yang berarti pula pengaturan atau pengurusan (Suharsimi dalam Arikunto 1993).
Pengelolaan menjadi cara atau jalan yang ditempuh banyak pihak untuk
melaksanakan suatu capaian akhir yang dinginkan, seperti melakukan tata kelola
fasilitas umum yang nantinya memiliki tujuan untuk memberikan rasa nyaman
dan puas atas ketersediaan atau keberadaan fasilitas yang diharapkan oleh
masyarakat (Wahab, 2001).
Menurut Harsoyono pengelolaan adalah suatu istilah yang berasal dari
kata kelola mengandung arti serangkaian usaha yang bertujuan untuk mengali
dan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki secara efektif dan efisien guna
mencapai tujuan tertentu yang telah direncanakan sebelumnya sehingga dapat
tercapainya suatu hasil yang dinginkan baik yang sudah direncanakan diawal
atapun bersifat perbaikan ataupun peningkatan (Harsoyono, 1977).
Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan,
penataan,

pemeliharaan,

pengawasan,

pengendalian,

pemulihan,

dan

pengembangan lingkungan hidup. Pengelolaan ini mempunyai tujuan untuk


mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan
membangun manusia seutuhnya, mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara

10

bijaksana, mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup, dan


melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi
sekarang dan mendatang.
2.2.3 Tinjauan Tentang Kebersihan
Kebersihan berasal dari kata bersih yang berarti keadaan yang bebas dari
kotoran. Sedangkan kebersihan merupakan perihal atau keadaan yang bersih atau
suatu keadaan yang menurut keyakinan, akal, dan pengetahuan manusia yang
dianggap tidak mengandung noda atau kotoran (Kamus Besar Bahasa Indonesia,
2014) Kebersihan memberikan rasa nyaman dan pemandangan yang asri bagi
orang yang melihatnya, sehingga tak heran lingkungan yang bersih dapat menarik
orang-orang untuk datang seperti halnya menarik pengunjung untuk datang ke
suatu daya tarik yang bersih.
Dalam tercapainya suatu kebersihan maka dari itu diperlukan suatu upaya
atau usaha dalam menciptakan suatu kebersihan pada lingkungan tersebut, yakni
suatu proses pengelolaan kebersihan. Pengelolaan diartikan sebagai suatu
rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk
melakukan kerja dalam mencapai tujan tertentu. Kata pengelolaan dapat
disamakan dengan manajemen, yang berarti pengaturan atau pengurusan
(Suharsimi dalam Arikunto, 1993). Pengelolaan menjadi cara atau jalan yang
ditempuh banyak pihak untuk melaksanakan suatu capaian akhir yang dinginkan,
seperti melakukan tata kelola fasilitas umum yang nantinya memiliki tujuan untuk
memberikan rasa nyaman dan puas atas ketersediaan atau keberadaan fasilitas
yang diharapkan oleh masyarakat (Wahab S, 2001). Pengelolaan dalam

11

kebersihan dilaksanakan demi tercapainya tujuan untuk memberikan rasa nyaman


dan puas. Dengan pengelolaan maka dapat tercapainya suatu hasil yang dinginkan
baik yang sudah direncanakan diawal atapun bersifat perbaikan ataupun
peningkatan (Harsoyono, 1977). Maka dapat dikatakan pengelolaan kebersihan
dapat bersifat perbaikan atau peningkatan dalam upaya menjadikan suatu tempat
itu bersih, dalam hal ini menjadikan Pantai Sanur Kaja suatu daya tarik yang
bersih.
Pada umumnya tujuan kebersihan pada suatu lingkungan adalah untuk
menjaga lingkungan agar tetap nyaman, aman dan tentunya tidak mengganggu
kesehatan individu yang beraktivitas ataupun berdiam pada lingkungan tersebut.
Kebersihan juga merupakan prasyarat yang penting dalam menentukan aspek baik
buruknya suatu kualitas dari tempat tinggal serta hal lainnya. Untuk itu sanitasi
dan kebersihan bisa menjadi sebuah pengukur dari terjaminnya suatu benda,
tempat tinggal, dan makanan yang dinilai layak atau tidaknya untuk dikehendaki
oleh seorang individu yang kemudan memberikan rasanya nyaman bagi individu
tersebut (West, 2003).
Kebersihan merupakan hal fundamental dalam suatu daya tarik wisata.
Berdasarkan kepustakaan, suatu daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang
menjadi daya tarik bagi orang atau pengunjung untuk mengunjungi suatu daerah
tertentu (Yoeti, 1985). Selain itu, daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang
mempunyai daya tarik, keunikan dan nilai yang tinggi, yang menjadi tujuan
pengunjung datang ke suatu daerah tertentu (Pendit, 1994). Maka dalam hal ini,

12

aspek kebersihan merupakan suatu daya tarik tersendiri dalam suatu daya tarik
wisata.
2.2.4

Tinjauan Tentang Sarana Umum


Sarana merupakan sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam

mencapai maksud atau tujuan, dalam hal ini adalah tujuan pariwisata. Sedangkan
umum yang diartikan sebagai semua orang dan siapa saja. Maka dari itu, sarana
umum adalah sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam pencapaian tujuan
wisata yang dapat digunakan oleh semua orang dan siapa saja (Kamus Besar
Bahasa Indonesia, 2014).
Sarana umum adalah sarana yang diadakan untuk kepentingan umum
dalam konteks penelitian ini adalah sarana umum untuk keperluan pengunjung
yang berwisata di daya tarik Pantai Sanur Kaja. Contoh dari sarana umum bagi
pengunjung Pantai Sanur Kaja antara lain; tempat beristirahat, tempat duduk,
toilet umum, pemandian umum, dan lahan parkir umum. Sarana umum dan sarana
sosial adalah milik bersama yang harus dijaga dan dirawat dengan baik agar bisa
selalu dimanfaatkan secara maksimal untuk jangka panjang (Kementrian
Pekerjaan Umum, 2012). Kebersihan sarana umum dapat dinilai oleh semua
pengguna sarana tersebut, khususnya pengunjung atau pengunjung yang
berkunjung ke daerah wisata tersebut. Sebagian besar sarana umum pada kawasan
pariwisata tersedia untuk umum dan bebas biaya, namun adapun sarana umum
seperti toilet, pemandian umum, serta lahan parkir yang memerlukan pengeluaran
biaya oleh pengunjung ataupun pengunjung untuk biaya pengelolaan dan
pemeliharaan. Tanpa sarana umum yang bersih pun, pengunjung akan enggan

13

berkunjung, maka sangatlah penting untuk menjaga sarana umum dalam kondisi
baik dan bersih.
2.2.5

Tinjauan Tentang Sarana Tambahan


Sarana tambahan atau sarana penunjang pariwisata memiliki arti sebagai

alat atau hal yang membantu dan menyokong dalam mencapai tujuan pariwisata.
Hal ini dibedakan dengan sarana umum karena penggunaannya terbatas atau
dibatasi oleh pihak yang memilikinya (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2014).
Sebagai contoh tempat peristirahatan umum merupakan sarana umum yang dapat
digunakan kapan saja dan oleh siapa saja yang membantu pengunjung dalam
menikmati suasana sekitarnya, sedangkan tempat penyewaan sarana tambahan
turut memenuhi kebutuhan pengunjung namun dibatasi dengan jangka waktu
penyewaan, tempat, harga, dimana tidak semua orang dapat menggunakannya.
Adapun sarana tambahan atau penunjang yang ditambahkan untuk
menunjuang pariwisata di Pantai Sanur Kaja. Contoh sarana tambahan untuk
berwisata di Pantai Sanur Kaja diantaranya adalah; restoran, warung, toko
souvenir, hotel, dan lainnya. Sarana seperti ini selayaknya diatur dengan posisi
yang strategis, rapi, dan juga bersih dimana selain dapat menjual, hal ini akan
membuat pengunjung atau pengunjung merasa lebih nyaman menggunakannya
dan tidak merasa terganggu (Suwantoro, 2004).
2.2.6

Tinjauan Tentang Tempat Sampah


Sampah adalah suatu barang atau benda yang tidak diperlukan atau tidak

digunakan lagi. Pada saat ini sampah di lingkungan sekitar sangat perlu

14

diperhatikan, karena masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya atau


sembarangan (Sunarti, 2003). Jenis-jenis sampah secara garis besar dibedakan
menjadi;
1.

Sampah organik ialah sampah yang dapat membusuk.Sampah


organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, yaitu pupuk kompos
yang berguna untuk petani sebagai pupuk tanamannya.

2.

Sampah non organik ialah sampah yang tidak dapat membusuk,


tetapi dapat juga dimanfaatkan untuk di daur ulang kembali
sebagai bahan baku.

Semua sampah yang diproduksi seharusnya dibuang pada tempatnya.


Tempah sampah adalah suatu tempat pengumpulan sampah yang digunakan untuk
menampung sampah pada suatu wadah dan membuat lingkungan lebih bersih,
rapi, dan lebih nyaman. Terlebih lagi pada kawasan wisata, sangatlah penting
untuk menjaga kebersihan dengan menempatkan sejumlah tempat sampah pada
lokasi yang ramai dikunjungi. Hal ini akan mengurangi angka pembuangan
sampah yang tidak pada tempatnya. Selain adanya tempat sampah, untuk
tercapainya suatu kebersihan tujuan wisata diperlukan pula kesadaran diri sendiri
untuk membuang sampah pada tempatnya. Maka dengan sinergisitas ketiga
komponen ini Kesadaran diri sendiri, membuang sampah di tempat sampah, maka
akan terciptalah kawasan wisata yang lebih bersih dan nyaman bagi pengunjung
(Armando, 2008).
Dalam penelitian ini tempat sampah secara umum merupakan suatu wadah
untuk pembuangan sampah oleh pengunjung. Meskipun ukuran dan bentuk tempat

15

sampah sangat bervariasi tempat sampah yang ada di Pantai Sanur Kaja terdiri
dari tempat sampah berukuran kecil yang tersebar sepanjang pesisir pantai, tempat
sampah berukuran sedang yang terletak tempat-tempat strategis dan diangkut oleh
Dinas Kebersihan Pusat, dan yang terakhir adalah tempat sampah berukuran besar
atau depo pembuangan sampah yang terletak di Pantai Matahari Terbit. Tempat
sampah memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga, mengelola, dan
membuat Pantai Sanur Kaja tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung yang
mengunjunginya.
2.2.7

Tinjauan Tentang Pantai


Dalam penelitian ini perlu diketahui batasan wilayah Pantai yang termasuk

didalamnya adalah pesisir. Sebagian batas daratan dan sebagian batas lautan
merupakan penjelasan dari pantai, yang termasuk didalamnya adalah pesisir atau
tepi laut yang dipengaruhi oleh pasang atau surutnya laut (Kamus Besar Bahasa
Indonesia, 2013).
Definisi pantai adalah tepi atau pesisir laut yakni perbatasan daratan
dengan laut atau massa air lainnya dan bagian yang dapat pengaruh dari air
tersebut. Yang termasuk dalam pantai adalah tanah atau daerah yang berbatasan
dengan laut yakni merupakan jalur daratan yang sebagian terdiri atas laut dan
sebagian lagi terdiri atas daratan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2013).
Sedangkan pesisir merupakan suatu bagian dari pantai yakni tanah datar
berpasir di pantai (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2013), Menurut Soegiarto
definisi wilayah pesisir yang digunakan di Indonesia adalah daerah pertemuan
antara darat dan laut; ke arah darat wilayah pesisir meliputi bagian daratan, baik

16

kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti
pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin; sedangkan ke arah laut wilayah
pesisir mencakup bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami
seperti sedimentasi dan aliran air tawar maupun kegiatan yang disebabkan oleh
manusia (Soegiarto 1976 dalam Dahuri 2001; 78).
Pantai Sanur Kaja dalam penelitian ini adalah definisi dari pantai yang
termasuk didalamnya adakah pesisir. Pesisir Pantai Sanur Kaja adalah daerah
pertemuan antara darat dan laut yang dilihat dari batas yang tegak lurus terhadap
garis pantai dan dipengaruhi oleh air laut itu sendiri (pasang dan surut).
Sedangkan dari arah darat wilayah Pantai dimulai dari jalan setapak pedestrian
sampai 50 meter kearah batas karang dan laut. Jika dilihat dari batas yang sejajar
garis pantai dan batas administratif, batas wilayah Pantai Sanur Kaja di mulai dari
Pantai Matahari Terbit sampai pada perbatasan Pantai Sanur dan Pantai Segara
atau masyarakat disana dahulunya menyebut Pantai Sanur sebagai Pantai Karang
Putih.
2.3.

Tinjauan Sapta Pesona Pariwisata


Sapta pesona adalah unsur yang penting dalam mengembangkan suatu

tujuan wisata. Citra dan mutu pariwisata di suatu daerah atau tujuan wisata pada
dasarnya ditentukan oleh keberhasilan dalam perwujudan sapta pesona daerah
pedoman (Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, 2012).
Sapta pesona merupakan tujuh kondisi yang harus diwujudkan dan
dibudayakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari sebagai salah satu upaya
untuk memperbesar daya tarik dan daya saing pariwisata di Indonesia. Unsur-

17

unsur sapta pesona tersebut adalah keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan,


keindahan, keramahan, dan memberikan kenangan.
Kebersihan yang diteliti dalam penelitian ini merupakan cerminan dari
satpa pesona pariwisata dalam peranan kebersihan dalam menarik pengunjung ke
daya tarik Pantai Sanur kaja. Tujuan kebersihan dalam sapta pesona adalah untuk
menciptakan lingkungan bagi pengunjung yang bersih demi berlangsungnya
kegiatan kepariwisataan yang mampu memberikan layanan yang bersih dan
higienis. Bentuk tindakan tersebut diantaranya adalah.
1.

Menjaga sarana dan prasarana pantai yang bersih, rapi dan ditata
dengan baik.

2.

Tidak membuang sampah atau limbah sembarangan.

3.

Turut menjaga kebersihan sarana yang tersedia dan kebersihan


lingkungan daya tarik wisata.

4.

Menyiapkan sajian makanan dan minuman yang dihidangkan


secara bersih dan higienis.

5.

Menyiapkan perlengkapan penyajian dan berjualan yang bersih.

6.

Pakaian dan penampilan petugas yang bersih dan rapi.

18