Anda di halaman 1dari 2

Tubuh (perbandingan solute terhadap air), yang besarnya dinyatakan dengan mOsmol/kg.

Pengertian osmolalitas sering disama artikan dengan osmolaritas (mOsmol/L). Nilai normal
osmolaritas cairan adalah 270-300 mOsmol/kg. Penurunan osmolaritas cairan ekstrasel akan
mengakibatkan pengeluaran air dari kompartemen ekstrasel ke kompartemen intrasel.
Sebaliknya, peningkatan osmolaritas akan menyebabkan pergerakan air dari kompartemen
dari intrasel ke ekstrasel. Pergerakan air tersebut akan berhenti bila telah tercapai
keseimbangan osmolaritasnya.

Metabolisme cairan dan elektrolit


Metabolisme air
Keseimbangan air dipertahankan dengan mengatur asupan air dan pengeluaran air. Asupan air
dipicu oleh rasa haus seangkan pengeluaran air dipicu oleh antidiuretik. Dalam keadaan
normal osmolalitas plasma 270-300 mOsmol/kg, terjadi hambatan pengeluaran hormone
antidiuretik sehingga urin dapat dikeluarkan secara maksimal. Lain halnya bila terjadi
peningkatan osmolalitas disertai peningkatan tonisitas cairan ekstrasel atau penurunan cairan
tubuh total sebanyak 1-2 L. Kelenjar pituitary bagian posterior akan terangsang untuk
mengeluarkan hormone antidiuretik, yang berakibat pada peningkatan absorbs air di nefron
bagian distal. Hormone antidiuretik ini akan meningkat pada keadaan hipovolemia atau
hipotensi, dan seksresi ADH berlebihan terjadi bila tubuh kehilangan >30% cairan
intravascular.
Metabolisme natrium
Natrium merupakan karion utama dan memegang peranan penting dalam mempertahankan
konsentrasi dan volume cairan ekstrasel atau sangat menentukan volume CES. Dalam
keadaan normal, kita dapat dengan mudah memperkirakan osmolalitas CES, yaitu sebesar
dua kali cairan natrium plasma. Natrium juga berperan penting dalam mengahntarkan
rangsang dan kepekaan jaringan saraf dan otot, sertra mempertahankan keseimbangan asam
basa.
Kadar natrium plasma mencerminkan keseimbangan antara natrium dan air di plasma dan
mengaturmasukan maupun keluaran air. Normalnya kadar natrium plasma adalah 135-143
mEq/Liter. Bila kadar natrium meningkat (hipernatremia), osmolalitas serum meningkat dan

akan merangsang pusat rasa haus serta pelepasan hormone ADH. Kombinasi berttambhanya
minum serta hambatan pengeluaran air akan mengembalikan keseimbangan kadar natrium.
Sebaliknya, pada keadaan hiponatremia, ginjal merespon dengan meningkatkan pengeluaran
air. Namun, kadar natrium plasma lebih menggambarkan keseimbangan airdan selalul
berhubungan dengan pemasukan atau pengeluaran air.