Anda di halaman 1dari 4

TAHAP PREPARASI KAVITAS

A. Membuat Bentuk Outline


Bentuk outline dari suatu preparasi adalah bentuk eksternal preparasi di
mana gigi yang dipreparasi bertemu dengan gigi yang belum dipreparasi.
Dibentuk dengan mengambil sejumllah struktur gigi, dengan mendasarkan
pada prinsip:
1. Memperluas Preparasi sampai ke Email yang Sehat
Dokter gigi memperluas outline preparasi sampai email yang tidak
menunjukan karies aktif. Juga, jika dokter gigi mengakhiri preparasi pada
tepia email, email harus mampu menahan tekanan yang diterima ketika
gigi berfungsi. Pada banyak kasus, hal ini dilakukan dengan memperluas
preparasi sampai ke email yang didukung oleh, atau tertumpang pada,
dentin sehat yang tidak terkena penyebaran karies. Karena email getas,
apabila tidak didukung dengan layak oleh dentin yang sehat dan/ atau
teknik bonding, enamel rod yang getas dan tidak terdukung dapat fraktur,
meninggalkan celah di antara gigi dan bahan restorasi.
2. Preparasi untuk Tujuan Preventif
Dokter gigi mengevaluasi perlunya memperbesar preparasi pada email
di luar daerah karies dengan maksud menyertakan struktur gigi di
dekatnya yang dirasa rentan terhadap perkembangan karies di kemudian
hari. Misalnya, pada perawatan lesi karies ceruk dan fisura, disarankan
menyertakan ceruk dan fisura di dekatnya, yang diperkirakan rentan
karies, walaupun belum karies. Sama seperti, ketika membuat kavitas

preparasi pada lesi karies permukaan halus, outline preparasi diperluas


sampai permukaan halus di dekatnya yang mungkinakan terkena karies.
Dokter gigi harus menentukan apakah memperluas outline atau tidak
berdasarkan risiko pasien tersebut.
3. Memberi Akses yang Cukup
Outline restorasi harus cukup besar bagi dokter gigi untuk memastikan
bahwa semua struktur gigiyang karies telah diambil dan instrument yang
diperlukan untuk memasukkan bahan tambalan bisa masuk. Irisan kecil
yang sempit pada email akan menyulitkan dokter gigi untuk memastikan
pengambilan jaringan karies yang mungkin menyebar ke lateral pada DEJ.
Selain itu, walau pengambilan semua jaringan karies dapat diverifikasi
secara visual atau probing, preparasi awal mungkin terlalu kecil untuk
menempatkan restorasi tanpa ada ruang kosong.
4. Memberi Bentuk Retensi
Dokter gigi harus mendesain preparasi untuk memastikan
ruang bagi ketebalan bahan tambalan yang cukup kuat dan tetap solid
untuk menahan tekanan oklusal. Ini dikenal dengan bentuk resistensi
(resistance form). Jika kedalaman preparasi tidak adekuat bagi bahan
yang dipilih untuk menahan tekanan oklusal, resistensi dapat pecah.
Apabila struktur gigi yang tersisa terlalu tipis, atau menggaung
(undermined), gigi dapat fraktur.
B. Menentukan Bentuk Retensi

Bentuk retensi (retention form) adalah desain preparasi yang


mencegah lepasnya restorasi. Metode membuat retensi berbeda-beda
bergantung pada bahan restorasi yang digunakan pada lokasi lesi karies.
Retensi untuk restorasi amalgam didapat dari sifat retentive internal, seperti
alur retentive dan oleh konvergensi beberapa dinding preparasi.
C. Menghilangkan Karies dan Merawat Pulpa
Semua prinsip preparasi kavitas yang diuraikan diatas menganggap
bahwa karies telah menyebar di bawah DEJ ke dalam dentin. Dokter gigi
biasanya mempreparasi bentuk outline dan retensi untuk preparasi kavitas
sampai kedalaman tepat di bawah DEJ dengan handpiece kecepatan tinggi
menggunakan bur carbide dan diamond yang memotong dengan cepat,
meminimalisirpanas yang berpotensi merusak melalui penggunaan semprotan
pendingin air yang efektif. Ketika mengambil lesi karies yang telah masuk
dentin , dokter gigi menggunakan bur bulat dengan kecepatan putaran lambat,
atau instrument manual. Handpiece kecepatan rendah atau instrument manual
memungkinkan dokter gigi membedakan antara karies dentin yang lunak dan
dentin yang sehat atau nonkaries yang lebih keras.
Apabila karies meluas sampai mendekati pulpa, jaringan vital gigi ini (
odontoblast, pembuluh darah, dan saraf dalam pulpa) perlu dilindungi dengan
pelapis (dental liner) dan semen basis sebelum menempatkan restorasi akhir.
Berbagai material dental telah dikembangkan untuk tujuan ini. Apabila
digunakkan dalam kombinasi yang sesuai dan berurutan, dapat mencegah

penetrasi bakteri, memberi insulasi termal, sedasi pulpa, atau menstimulasi


produksi dentin sekunder.
D. Penyelesaian Dinding Preparasi
Tahap ini meliputi penggunaan handpiece dengan bur yang sesuai atau
instrument manual (tipe chisel) yang didesain untuk menghaluskan dinding
dan mengambil email yang tidak sehat (yaitu email yang retak atau tidak
didukung dentiin yang sehat).
E. Membersihkan Preparasi
Sebelum merestorasi preparasi kavitas, operator harus menghilangkan
debris gigi, perdaraha, saliva, dan kelebihan semen basis. Dengan cara ini
behan restorasi akan berkontak langsung dengan struktur gigi yang sehat dan
bersih.
F. Evaluasi Preparasi Akhir
Akhirnya, penting mengevaluasi preparasi yang sudah selesai untuk
memastikan bahwa semua prinsip preparasi kavitas telah dilakukan.