Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN


GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI

Oleh:
Ni Wayan Krisma Andiani
(P07120014063)
Tingkat II.2 D III Keperawatan

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
TAHUN AKADEMIK 2015/2016
0

LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI
A. Pengertian
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan
kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk
menerima

makanan

atau

bahan-bahan

dari

lingkungan

hidupnya

dan

menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta


mengeluarkan sisanya (Tarwoto dan Wartonah, 2006).
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah suatu
keadaan individu memiliki penurunan kemampuan mengonsumsi cairan dan/atau
makanan padat dari mulut ke lambung (Potter dan Perry, 2005). Atau suatu
keadaan ketika individu yang tidak puasa mengalami atau berisiko mengalami
penurunan berat badan yang berhubungan dengan asupan yang tidak adekuat atau
metabolisme nutrient yang tidak adekuat untuk kebutuhan metabolik.(Carpenito,
2012). Faktor pendukung dalam ketidakseimbangan nutrisi kurang dari tubuh:
1) Kerusakan Geligi
Keadaan ketika individu mengalami penghentian pola perkembangan /erupsi
gigi atau integritas structural gigi. (Carpenito, 2012).
2) Gangguan Menelan
Keadaan ketika seorang individu mengalami penurunan kemampuan untuk
secara volunteer memasukkan cairan dan/atau makanan padat dari mulut ke
dalam lambung (Carpenito, 2012).
3) Ketidakefektifan Pola Menyusu
Suatu keadaan ketika bayi (dari lahir sampai 9 bulan) memperlihatkan
gangguan kemampuan mengisap atau mengkoordinasi respons mengisap
menelan , yang mengakibatkan ketidakadekuatan nutrisi oral untuk kebutuhan
metabolic (Carpenito, 2012).
Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh adalah suatu
keadaan ketika seorang individu mengalami atau berisiko mengalami penambahan
berat badan yang berhubungan dengan asupan yang melebihi kebutuhan
metabolik. (Carpenito, 2012).
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi adalah
sebagai berikut :
1

1. Fisiologis
a. Intake nutien
1) Kemampuan mendapat dan mengolah makanan
2) Pengetahuan
3) Gangguan menelan
4) Perasaan tidak nyaman setelah makan
5) Anoreksia
6) Nausea dan vomitus
7) Intake kalori dan lemak yang berlebih
2. Kemampuan mencerna nutrient
a. Obstruksi saluran cerna
b. Malaborbsi nutrient
c. DM
3. Kebutuhan metabolisme
a. Pertumbuhan
b. Stres
c. Kondisi yang meningkatkan BMR (latihan,hipertyroid)
d. Kanker
4. Gaya hidup dan kebiasaan
Kebiasaan makan yang baik perlu diterapkan pada usia toddler
5. Kebudayaan dan kepercayaan
Kebudayaan orang asia lebih memilih padi sebagai makanan pokok.
6. Tinggal sendiri
Seseorang yang hidup sendirian sering tidak mempedulikan tugas
memasak untuk menyediakan makanannya.
7. Kelemahan fisik
Contohnya atritis atau cedera serebrovaskular

(CVA)

yang

menyebabkan kesulitan untuk berbelanja dan masak. Mereka tidak


mampu merencanakan dan menyediakan makanannya sendiri.
8. Kehilangan
Terutama terlihat pada pria lansia yang tidak pernah memasak untuk
mereka sendiri. Mereka biasanya tidak memahami nilai suatu makanan
yang gizinya seimbang.
9. Depresi
Menyebabkan kehilangan nafsu makan. Mereka tidak mau bersusah
payah berbelanja, memasak atau memakan makanannya.
10. Ekonomi
Status ekonomi dapat mempengaruhi perubahan status gizi karena
penyediaan makanan bergizi membutuhkan pendanaan yang tidak
sedikit. Oleh karena itu, masyarakat dengan kondisi perekonomian
tinggi biasanya mampu mencukupi kebutuhan gizi keluarganya
dibandingkan masyarakat dengan kondisi perekonomian rendah.
11. Penyakit saluran pencernaan
2

Termasuk sakit gigi, ulkus.


12. Alkohol dan Obat
Penggunaan alkohol dan obat yang berlebihan memberi kontribusi pada
defisiensi nutrisi karena uang mungkin dibelajakan untuk alcohol
daripada makanan. Alcohol yang berlebihan juga mempengaruhi organ
gastrointestinal. Obat-obatan yang menekan nafsu makan dapat
menurunkan asupan zat gizi esensial. Obat-obatan juga menghabiskan
zat gizi yang tersimpan dan mengurangi absorpsi zat gizi di dalam
intestine.
13. Jenis Kelamin
Umumnya kebutuhan nutrisi pada wanita lebih rendah dibanding lakilaki. Hal ini karena pada wanita BMR-nya lebih rendah dibanding BMR
laki-laki.
Jadi dapat disimpulkan bahwa nutrisi adalah zat-zat gizi dalam
bahan-bahan makanan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit
yang nantinya akan diolah di dalam tubuh untuk menghasilkan energi dan
digunakan dalam aktivitas tubuh serta menghasilkan sisa.
B. Gejala dan Tanda
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan :
a. Mayor (Harus Terdapat)
Individu yang tidak puasa melaporkan atau mengalami: asupan makanan
tidak adekuat kurang dari yang dianjurkan dengan atau tanpa penurunan
berat badan atau Kebutuhan metabolik actual atau potensial dengan
asupan yang lebih
b. Minor (Mungkin terdapat)
1) Berat badan 10% sampai 20% atau lebih di bawah berat badan ideal
untuk tinggi dan kerangka tubuh
2) Lipatan kulit trisep , lingkar lengan tengah dan lingkar otot lengan
3)
4)
5)
6)

tengah kurang dari 60 % standar pengukuran


Kelemahan otot dan nyeri tekan
Peka rangsang mental dan kekacauan mental
Penurunan albumin serum
Penurunan transferin serum atau penurunan kapasitas ikatan besi

(Carpenito, 2012).
Gejala dan tanda keadaan yang mendukung ketidakseimbangan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh:
a) Kerusakan Geligi
3

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.

Plak berlebihan
Gigi lepas
Karies pada mahkota atau akar gigi
Kalkulus berlebihan
Halitosis
Kehilangan premature gigi primer
Perubahan email gigi
Aus dan abrasi gigi
Sakit gigi
Fraktur gigi
Erosi email
Kehilangan gigi atau tidak ada
Maloklusi atau ketidaksejajaran gigi
Ekspresi wajah tidak simetris
Erupsi tidak lengkap sesuai usia (mungkin gigi primer atau sekunder)

b) Gangguan Menelan
a. Mayor (Harus terdapat)
1) Teramati adanya kesukaran dalam menelan dan/atau.
2) Statis makanan dalam rongga mulut.
3) Tersedak.
4) Batuk setelah asupan makanan/minuman.
b. Minor (Mungkin terdapat)
1) Bicara tidak jelas.
2) Apraksia (ideasional, konstruksional, visual).
3) Suara hidung.
4) Mengiler.
c) Ketidakefektifan Pola Menyusu
a. Mayor ( Harus terdapat, satu atau lebih)
1) Ketidakmampuan untuk memulai atau mempertahankan mengisap
yang efektif ; ketidakmampuan untuk mengoordinasi mengisap,
menelan, dan bernapas.
2) Kebutuhan metabolik actual dalam keadaan kelebihan asupan oral
dengan kehilangan berat badan dan/atau kebutuhan untuk
suplemen makanan enteral.
b. Minor ( Mungkin terdapat )
1) Inkontinensia asupan oral ( volume, interval waktu , durasi )
2) Keterlambatan perkembangan motorik oral
3) Takipnea dengan peningkatan upaya pernapasan
4) Regurgitasi atau muntah setelah makan
2. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan:
a. Mayor (harus terdapat)

1) Kelebihan berat badan (berat badan 10% melebihi tinggi dan


kerangka tubuh ideal) atau Obesitas (berat badan 20% atau lebih
atas tinggi dan kerangka tubuh ideal).
2) Lipatan kulit trisep lebih besar dari 15 mm pada pria dan 25 mm
pada wanita.
b. Minor ( mungkin terdapat )
1) Melaporkan adanya pola makan yang tidak diinginkan.
2) Asupan melebihi kebutuhan metabolic.
3) Pola aktivitas menoton. (Carpenito, 2012).

C. Pohon Masalah
Faktor Pengetahuan

Ketidaktahuan makanan
yang masuk ke tubuh

Bakteri, virus, parasit

Makanan siap saji

Masuk saluran
pencernaan

Banyak Asupan

Berkembangbiak

Kurang aktivitas

Mengganggu
pertahanan tubuh

Sariawan

Plak berlebih,
karies,
Halitosis,
Sakit Gigi

Intake nutrisi melebihi


kebutuhan metabolik

Ketidakseimbangan
nutrisi lebih dari
kebutuhan tubuh

Fungsi lidah menurun

Gangguan menelan

Makanan tidak masuk


lambung

Peningkatan asam
lambung
Kehilangan nafsu
makan

Mual/muntah

Penuruanan
penyerapan nutrien
Ketidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh

D. Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan
nutrisi adalah sebagai berikut:
1. Kadar total limfosit
2.
3.
4.
5.

Albumin serum
Zat Besi
Transferin serum
Kreatinin
6

6.
7.
8.
9.

Hemoglobin
Hematokirit
Keseimbangan nitrogen
Tes antigen kulit
Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan risiko status nutrisi

buruk meliputi penurunan hemoglobin dan hematokrit, peneurunan nilai limfosit,


penurunan albumin serum < 3,5 gr/dl, dan peningkatan/penurunan kadar
kolesterol (Mubarak, 2008).
Pemeriksaan laboratorium umum digunakan untuk mempelajari status
nutrisi meliputi mengukur protein plasma seperti albumin, transferin, prealbumin,
protein pengikat retinol, kapasitas pengikat zat besi total, dan haemoglobin.
Setelah makan, waktu respon untuk perubahan pada rentang protein dari jam ke
minggu. Masa hidup metabolisme albumin adalah 21 hari, transferin 8 hari,
prealbumin 2 hari, dan protein pengikat retinol adalah 12 hari. Faktor yang
mempengaruhi kadar albumin serum meliputi hidrasi, perdarahan, penyakit ginjal
dan hepatik, jumlah drainase yang besar untuk luka, drain luka bakar, atau traktus
gastrointestinal, pemberian steroid, infus albumin eksogenus, umur, trauma, luka
bakar, stres, atau pembedahan. Kadar albumin adalah indikator penyakit kronis
yang lebih baik, sedangkan kadar prealbumin dianggap sebagai keadaan akut.
Keseimbangan nitrogen penting untuk menyatakan status protein serum.
Hitung keseimbangan nitrogen dengan membagi 6,25 ke dalam gram total protein
yang dimakan dalam satu hari (24 jam). Ukur keluaran nitrogen melalui analisis
laboratorium 24 jam urea nitrogen urinari (UUN). Untuk klien dengan diare dan
drainase fistula, perkirakan tambahan 2-4 gram keluaan nitrogen yang lebih lanjut.
Keseimbangan nitrogen didapatkan dengan membagi keluaran nitrogen yang
dibutuhan untuk anabolisme. Sebaliknya, keseimbangan nitrogen negatif terjadi
saat katabolisme terjadi. (Potter & Perry, 2010).
E. Penatalaksanaan Medis
1.
2.
3.
4.

Perbaikan gizi
Pendidikan keseha tan
Pengobatan
Kolaborasi
a. Pemberian cairan parenteral
b. Pemberian obat-obatan peroral maupun parenteral
c. Pengaturan diet terprogram sesuai saran ahli gizi
d. Penyuluhan tentang penyimpangan dan penyajian makanan
7

F. Pengkajian Keperawatan
Status nutrisi seseorang dapat dikaji melalui A, B, C, D, yaitu.
1) A (antropometri): untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan
energi.
2) B (biokimia): digunakan untuk suatu peringatan bahwa mungkin akan terjadi
keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi.
3) C (clinical sign): untuk mensurvey klinis secara cepat (tanda-tanda klinis).
4) D (dietary): makanan yang dikonsumsi.
Pengkajian

keperawatan

terhadap

masalah

gangguan

pemenuhan

kebutuhan nutrisi, yaitu.


1. Data subjektif
a. Biodata
b. Alasan datang
c. Keluhan utama
d. Riwayat kesehatan pasien dan keluarga
2. Data objektif
a. Pemeriksaan fisik umum: apatis, lesu
b. Pemeriksaan fisik dengan inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi:
1) Rambut: kusam, kering, pudar, kemerahan, tipis, pecah/patahpatah
2) Kulit: kering, pucat, iritasi, petekhie, lemak di subkutan tidak
ada
3) Bibir: kering, pecah-pecah, bengkak, lesi, stomatitis, membrane
mukosa pucat
4) Gusi: pendarahan/peradangan
5) Lidah: edema, hiperemis
6) Gigi: karies, kotor, nyeri
7) Mata: konjungtiva pucat, kering, tanda-tanda infeksi
8) Kuku: mudah patah
c. Pemeriksaan khusus
Pengukuran antropometri:
1) Berat badan ideal: (TB 100) 10%
2) Lingkar pergelangan tangan
3) Lingkar lengan atas (MAC):
Nilai normal Wanita : 28,5 cm
Pria
: 28,3 cm
4) Lipatan kulit pada otot trisep (TSF):
Nilai normal
d. Pemeriksaan penunjang
Laboratorium:
8

1) Albumin (N: 4 5,5 mg/100 ml)


2) Transferin (N: 17 25 mg/100 ml)
3) Hb (N: 12 mg %)
4) BUN (N: 10 20 mg/100 ml)
5) Ekskresi kreatinin untuk 24 jam (N: laki-laki: 0,6-1,3 mg/100
ml, wanita: 0,5 - 1,0 mg/100 ml)
(Tarwoto dan Wartonah, 2006)
G. Daftar Diagnosa Keperawatan
2.

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

3.

Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh

H. Intervensi Keperawatan
Hari/Tgl

Diagnosis

Tujuan

Intervensi

/Waktu

Kep.
Ketidaksei

Setelah diberikan

mbangan

asuhan

makanan melalui:

meningkatkan nafsu

nutrisi

keperawatan

- mengurangi

makan

kurang

selama x 24 jam

gangguan

dari

diharapkan klien

lingkungan seperti

meningkatkan nafsu

kebutuhan

tidak mengalami

berisik dan lain-

makan

tubuh

ketidakseimbangan

lain

1. Tingkatkan

Rasional
intake

dari

- jaga privasi pasien

kebutuhan tubuh,

- jaga

kebersihan

- berikan

- Pasien tampak
tidak lemas

4.

2. Jaga

peningkatan berat

5.
6.

kebersihan

mulut pasien

sesuai

jika tidak mampu

Meningkatkan selera
Memudahkan
Makanan

yang

mengandung

gas

mengurangi

rasa

7.

Observasi kebutuhan
nutrisi

- Peningkatan

pasien

nyaman

3. Bantu pasien makan

batasan waktu

Membantu

makanan masuk

makan

jika ada indikasi

- Terjadi

Mulut yang bersih

makan
obat

sebelum

Cara khusus untuk

makan

ruangan pasien

hasil:

badan

2.

3.

nutrisi kurang dari


dengan kriteria

1.

status nutrisi

4. Sajikan

- Tanda-tanda vital
dalam

makanan

8.

yang mudah dicerna


dalam

batas

normal

keadaan

keadaan pasien
9.

Meningkatkan

hangat, tertutup, dan

kepercayaan

berikan

meningkatkan

sedikit-

sedikit tapi sering.


5. Selingi

makan

dengan minum
6. Hindari

makanan

yang

banyak

mengandung gas
7. Ukur

intake

makanan dan berat


badan
8. Kaji

tanda-tanda

usus
9. Berikan umpan balik
positif

tentang

peningkatan intake,
berat badan
10. Berikan pendidikan
kesehatan
diet,

untuk

makan
10. Meningkatkan
pengetahuan

agar

pasien

lebih

kooperatif
11. Menghindari
aspirasi
12. Mengurangi

kram

dan terbakar pada

vital, sensori, bising

tentang
kebutuhan

kalori, dan tindakan


keperawatan

yang

berhubungan dengan
nutrisi jika pasien
menggunakan NGT
11. Berikan
cairan/makanan
tidak lebih dari 150
10

Membantu mengkaji

abdomen.

cc sekali pemberian
12. Cek

temperatur

makanan agar tidak


terlalu panas atau
dingin.
1. Lakukan pengkajian 1. Informasi dasar untuk

Ketidaksei

Setelah diberikan

mbangan

asuhan

kembali pola makan

perencanaan awal dan

nutrisi

keperawatan

pasien

validasi data

lebih dari

selama x 24 jam

kebutuhan

diharapkan klien

pasien

tubuh

tidak mengalami

kelebihan makan

2. Diskusikan

ketidakseimbangan

dengan 2. Membantu mencapai


tentang

untuk

kebutuhan tubuh,

berat badan

dengan kriteria

yang sesuai dengan


dengan

ahli diet yang tepat

- Pasien

tidak

memecahkan masalah

menurunkan 4. Menentukan makanan

4. Kolaborasi

hasil:

5. Ukur

intake

pasien
5. Mengetahui

jumlah

kalori yang masuk

makanan dalam 24 6. Meningkatkan

tampak lemas
- Teridentifikasiny
a

3. Membantu

3. Diskusikan motivasi

nutrisi lebih dari

tujuan

jam

kebutuhan

kebutuhan energy

6. Buat

program 7. Makanan

berlemak

nutrisi dan berat

latihan untuk olah

banyak menghasilkan

badan

raga

energy

yang

terkontrol

7. Hindari

- Perencanaan

yang

kontrol

banyak

mengandung lemak

berat

badan untuk yang

makanan 8. Memberikan

8. Berikan
kesehatan tentang:

- Tidak terjadi

- program

penurunan berat

diet

yang benar

badan yang

- akibat

berlebihan

yang

mungkin

- Pasien mengerti

pada
11

mengurangi
komplikasi

pengetahuan

akan datang

informasi

timbul

kelebihan

dan

tentang program

berat badan

diet yang benar


dan akibat
kelebihan berat
badan
- Tanda-tanda vital
dalam batas
normal

I. Referensi
Carpenito, Lynda Juall. 2012. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Edisi 13.
Jakarta: EGC.
Herdman, T Heather. 2012. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi
2012-2014. Jakarta: EGC.
Hidayat, A. Aziz A., Uliyah, M. 2014. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia
Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
Potter, Patricia A., Perry, Anne G. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan:
Konsep, Proses, dan Praktik Volume 2. Jakarta: EGC.
Tarwoto, Wartonah. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.
Jakarta: Salemba Medika.
Mubarak, Wahit Iqbal.2008. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia : teori dan
alikasi dalam praktik. Jakarta: EGC

Mengetahui
Pembimbing Praktik

Gianyar, 12 Oktober 2015


Mahasiswa

12

(
NIP.

(Ni Wayan Krisma Andiani)


NIM. P07120014063

Mengetahui
Pembimbing Akademik

(NS.I.G.A. Ari Rasdini.,S.Pd., S.Kep., M.Pd.)


NIP. 195910151986032001

13