Anda di halaman 1dari 5

BAB II

ISI
2.1 Skull Anatomy
Tengkorak merupakan skeleton kepala. Struktur tulang tengkorak
merupakan struktur tulang paling rumit pada tubuh manusia. Umumnya
anatomi tengkorak diamati dari berbagai sisi, anterior (depan), posterior
(belakang), superior (atas), inferior (bawah) dan samping. Saat mempelajari
anatomi tengkorak, banyak istilah-istiah yang mungkin baru diketahui, seperti
foramen dan sutura. Foramen adalah lubang atau saluran alamiah, khususnya
yang ke dalam atau melintasi tulang. Sedangkan sutura dalam anatomi
merupakan jenis sendi yang menyatukan permukaan-permukaan tulang yang
berhadapan melalui sebuah jaringan fibrosa, tidak memungkinkan terjadinya
pergerakan; hanya ditemukan antar tulang tengkorak.
Berikut ini anatomi tengkorak dilihat dari berbagai sisi.

Aspek Anterior

Aspek Posterior

Aspek Lateral

Pembagian tulang tengkorak umumnya dibagi menjadi dua bagian besar,


yaitu:
2.1.1 Cranium (tengkorak)
Dalam perkembangannnya, rangkaian tulangnya dibagi menjadi
dua bagian, yaitu:

1. Neurocranium (Kubah Cranium)

Bagian dari tengkorak yang berfungsi sebagai pelindung otak dan


lapisan membranosanya, meninges cranial. Neurocranium memiliki
bentuk atap seperti kubah. Pada orang dewasa rangkaian tulang di
neurocranium terbentuk dari delapan tulang tunggal yang terpusat

pada garis tengah (os. frontale, os. ethmoidale, os. sphenoidale, dan
os ocipitale) dan dua set tulang sebagai pasangan bilateral (temporale
dan parietale). Bagian dari neurocranium dibedakan lagi menjadi
dua bagian, terdiri dari:
1) Calvaria (bagian atas tengkorak)

Pembentuk calvaria terutama adalah tulang-tulang rata (os


frontale, os temporale, dan os parietale). Terbentuk oleh osifikasi
intramembranosa mesenkim kepala dari crista neuralis. Sebagian
besar tulang calvaria dihubungkan oleh sutura-sutura fibrosa yang
saling mengunci. Pada masa anak-anak, os sphenoidae dan os
occipitale dihubungkan oleh kartilago hialin.
2) Basis Cranii (basicranium)
Pembentuk basis cranii terutama adalah tulang iregular
dengan bagian rata substansial (os sphenoidale dan os temporale).

Terbentuk

melalui

osifikasi

endokondral

cartilago

(chondrocranium) atau dari lebih dari satu jenis osifikasi.


2. Viscerocranium (Skeleton Facial)

Bagian dari tengkorak yang berhubungan dengan sistem


pencernaan dan sistem respirasi. Viscerocranium membentuk bagian
anterior cranium dan terdiri dari tulang-tulang yang mengelilingi
mulut (rahang atas dan bawah), rongga hidung dan sebagian besar
orbita (kantong mata atau rongga mata) (Moore dan Arthur, 2013).
Maxilla merupakan bagian paling besar dari viscerocranium atas,
yang terfiksasi pada basis cranii.
Terdiri dari 15 tulang iregular, 3 tulang tunggal yang terletak pada
garis tengah (mandibula, ethmoid dan vomer) dan 6 tulang timbul
sebagai pasangan bilateral (maxilla; concha nasalis inferior; dan os
zygomaticum, os palatinum, os nasale dan os lacrimale).