Anda di halaman 1dari 29

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

DI PATTEDONG

Disusun Oleh:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Muh. Masnur
Ismail
Galy Ranggaly
Putri Pertiwi
Hartina Von Ranke
Nurul Arifin
Neneng Yuliani

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)


KURNIA JAYA PERSADA PALOPO
TAHUN 2016

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


DI KELURAHAN PATTEDONG
A.

Pengkajian
1. Identifikasi data
a. Nama kepala keluarga

: Ny. "I"

b. Umur

: 50 tahun

c. Pendidikan

: SD

d.

Pekerjaan

e.

Alamat

f.

Komposisi Keluarga

No

Nama

JK

Hubungan

: IRT
: Kelurahan Pattedong

Umur

Pekerjaan

Pendi-

Keterangan
Sakit

1.

Ny. I

Klien

50 thn

IRT

dikan
SD

2.

Tn. Y

Anak

28 thn

Wiraswasta

SMP

Sehat

3.

Ny. E

Anak

26 thn

SMA

Sehat

4.

Ny. A

Anak

23 thn

Wiraswasta

SMA

Sehat

5.

Ny. S

Anak

20 thn

IRT

SMA

Sehat

6.

An. Ym

Anak

18 thn

SMP

Sehat

7.

An. Yo

Anak

14 thn

Siswa

SMP

Sehat

8.

Tn. R

Menantu

24 thn

Wiraswasta

SD

Sehat

Genogram :
X

50

28

26

23

18

20

14

24

Keterangan gambar
: laki-laki

: perempuan

: klien
?

1). Generasi I

: meninggal

: umur tidak diketahui

: tinggal serumah

: garis keturunan

: garis perkawinan

: meninggal karena usia lanjut

2). Generasi II : klien menderita penyakit TB paru


3). Generasi III : tidak ada anggota keluarga yang menderita TB paru
g.

Tipe keluarga extended family yaitu keluarga yang


terdiri dari ibu, anak, dan menantu.

h.

Latar belakang budaya


1)

Suku

2)

Perkumpulan keluarga

: Toraja
: dilakukan pada saat silaturahmi dan
saat ada acara keluarga

3)

Lingkungan tempat tinggal

4) Kegiatan keagamaan
5)

: homogen
: melaksanakan shalat lima waktu

Tidak ada nilai-nilai budaya yang mempengaruhi kesehatan

6)

Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa daerah Toraja dan bahasa
Indonesia

7)

Pelayanan kesehatan yang digunakan keluarga yaitu puskesmas dan rumah


sakit.

i.

Agama
1)

Agama yang dianut adalah agama Islam

2)

Peran serta keluarga dalam kegiatan keagamaan

yaitu

keluarga

ikut dalam kegiatan remaja mesjid.


3)

Nilai-nilai agama yang mempengaruhi kesehatan : tidak ada.

j.

Status sosial
1). Yang mencari nafkah

: Tn. "Y"

2). Pekerjaan

: wiraswasta

3). Pendidikan

: SMP

4). Penghasilan

: Rp. 700.000,- / bulan

k.

Rekreasi
1)

Kegiatan waktu luang keluarga digunakan untuk


beristirahat dan membersihkan rumah

2)

Keluarga sering rekreasi ke Latuppa

2.

Riwayat perkembangan keluarga


a. Tahap perkembangan keluarga saat ini yaitu tahap menghadapi anak dewasa.
b. Tugas perkembangan yang belum terpenuhi yaitu memandirikan anak yang sudah
berkeluarga untuk mempunyai rumah sendiri.
c. Riwayat keluarga inti :
Keluarga Tn. "H" terbentuk sejak 50 tahun yang lalu dan telah dikaruniai
enam orang anak. Ny. I menderita TB paru
d. Riwayat keluarga sebelumnya
Kedua orang tua Ny. I meninggal dunia karena faktor usia lanjut

3.

Struktur keluarga
a.

Pola komunikasi
Pola komunikasi keluarga dalam menyampaikan pesan dapat diterima
dengan baik oleh anggota keluarga yang lain, dengan menggunakan bahasa daerah
Luwu. Proses komunikasi antara sesama anggota keluarga berjalan dengan baik.

b.

Struktur kekuatan keluarga


Keputusan keluarga dengan cara berklumpul untuk menyelesaikan masalah.

c.

Struktur peran
Ibu sebagai kepala keluarga dan anak pertama yang mencari nafkah. Jika
ada masalah dalam keluarga, diadakan musyawarah keluarga terlebih dahulu
kemudian diambil keputusan.

d.

Nilai-nilai keluarga
Keluarga Ny. I" menanamkan sikap menghargai antar anggota keluarga
yang lain dan apabila ada masalah dalam keluarga terlebih dahulu dilakukan
musyawarah. Ny. I" mengajarkan kepada anak-anak untuk selalu menghormati
orang yang lebih tua dan tidak ada konflik yang terjadi dalam keluarga.

4.

Fungsi keluarga
a.

Fungsi afektif
Keakraban antara anggota keluarga terjalin dengan baik. Keluarga saling
memperhatikan antar anggota keluarga.

b.

Fungsi sosialisasi
Keluarga Ny. I mampu bersosialisasi dengan anggota masyarakat di
sekitar rumah dan tidak ada konflik dengan tetangga.

c.

Fungsi perawatan kesehatan


Apabila ada anggota keluarga yang sakit biasanya berobat ke puskesmas.

5.

Koping keluarga
a.

Stressor yang dihadapi keluarga jangka pendek yaitu masalah


keluarga saat ini Ny. "I" menderita penyakitTB paru dan penghasilan keluarga yang
rendah.

b.

Usaha yang dilakukan untuk menanggulangi stress adalah


istirahat atau memeriksakan diri ke petugas kesehatan.

c.

Situasi-situasi keluarga yang dapat menimbulkan stres adalah


bila ada anggota keluarga yang sakit dan biaya yang tidak mencukupi kebutuhan
hidup keluarga.

d.

Batas kemampuan keluarga menghadapi stres adalah kuranmg


dari satu minggu dengan berusaha membawa Ny. I ke sarana kesehatan.

6.

Lingkungan
a.

Denah rumah
U

12 m
R. makan

R. tamu

8m
k. tidur

k. tidur

k. tidur

Dapur

Tempat
cuci piring

WC

b.

Karakteristik rumah
1) Jenis rumah

: rumah batu

2) Jenis bangunan

: semi permanen

3) Luas pekarangan

: 200 m2

4) Luas bangunan

: 12 m x 8 m

5) Status pemilik rumah

: milik sendiri

6) Atap rumah

: seng

7) Ventilasi

: cukup

8) Cahaya matahari yang masuk

: cukup

9) Penerangan

: lampu listrik

10) Lantai
c.

: semen
Kebersihan rumah

1) Halaman

: bersih

2) Ruang tamu

: bersih dan tertata rapi

3) Ruang tidur

: bersih dan tertata rapi

4) Ruang makan

: kurang bersih dan tidak tertata rapi

5) Dapur : kurang bersih dan tidak tertata rapi


6) Kamar mandi
d.

: kurang bersih dan tidak tertata rapi

Jamban keluarga
1) Jenis jamban : leher angsa
2) Kebersihan

e.

: kurang bersih dan berlumut

Pemakaian air

1) Sumber air

: air gunung

2) Keadaan fisik air

: jernih , tidak berbau, tidak berasa dan tidak


berwarna.

f.

Pembuangan limbah keluarga (SPAL)


1) Tempat

: di belakang rumah

2) Keadaan saluran

: terbuka, berbau, kotor dan tergenang

3) Jenis limbah keluarga

: sisa pembuangan air cucian dan lain-lain

g.

Pembuangan sampah terakhir


Di sungai samping rumah

h.

Hewan ternak
1) Letak kandang

: di belakang rumah

2) Jenis hewan ternak

: ayam

7. Pengkajian fisik anggota keluarga


a. Riwayat kesehatan medis anggota keluarga
1) Penyakit yang pernah diderita anggota keluarga:
Ny. "I" memeriksakan diri satu bulan yang lalu ke puskesmas
dengan demam, batuk disertai dahak.
2) Keluhan yang dirasakan anggota keluarga saat ini :
(a). Batuk disertai dahak
(b).Nyeri dada tembus belakang
(c). Klien mengeluh lemah
b. Riwayat tumbuh kembang balita
Tidak ada balita dalam keluarga
c. Pemeriksaan fisik pada anggota keluarga yang bermasalah (Ny. I)
1) Tanda-tanda vital
a). TD

: 100/70 mmHg

b). Nadi

: 80 x/menit

c). Suhu

: 36 OC

d). Pernapasan: 17 x/menit


2) Keadaan kulit
a). Inspeksi

: kulit nampak bersih, warna kulit sawo matang, klien mandi


1x/hari dengan memakai sabun

b). Palpasi

: kulit teraba hangat, turgor kulit baik

3) Kebersihan rambut dan kulit kepala


a). Inspeksi

: rambut nampak hitam, tidak nampak adanya ketombe,


rambut dan kulit kepala bersih.

b). Palpasi

: tidak teraba adanya massa

4) Kesehatan mata kiri dan kanan


a). Inspeksi

: bola mata simetris kiri dan kanan, konjungtiva tidak


anemis, sklera tidak ikterus.

b). Palpasi

: tidak ada nyeri tekan

5) Kesehatan dan kebersihan hidung


a). Inspeksi

: simetris kiri dan kanan, tidak nampak sekret

b). Palpasi

: tidak ada nyeri tekan pada hidung

6) Kesehatan dan kebersihan mulut dan gigi


a). Mulut nampak kotor
b). Terdapat caries gigi
c). Gigi nampak warna kuning
7) Pemeriksaan thoraks
a)

Jantung
(1)

Inspeksi

: tidak nampak denyut

ictus cordis pada


intercosta V-VI midclavikula sinistra
(2)

Palpasi

: tidak teraba adanya pembesaran jantung, ictus cordis


teraba pada intercosta ke-5 midklavikula kiri

(3) Perkusi
Bunyi pekak pada batas-batas jantung
(a) Batas atas pada sela iga ke-2 kiri dan kanan
(b) Batas bawah pada sela iga ke-5 dan ke-6 kiri
(c) Batas kiri pada midclavikula
(4) Auskultasi
Terdengar bunyi jantung I (lub) lebih jelas pada intercosta V-VI
midclavikula sinistra. Bunyi jantung kedua (dub) lebih jelas
terdengar pada intercosta II-III clavikula sinistra dan intercosta II-III
clavikula dextra batas sternum.
Kesan : tidak terdengar bunyi jantung tambahan (normal)

b)

Paru-paru
(1) Inspeksi

: dada nampak simetris kiri dan kanan, pergerakan dada


mengikuti irama pernafasan

(2) Palpasi

: tidak ada nyeri tekan, tidak teraba adanya massa

(3) Perkusi

: terdengar bunyi sonor pada kedua lapang paru

(4)

Auskultasi : terdengar ronchi

8) Struktur tulang belakang


Tidak nampak adanya lordosis, kiposis, dan skoliosis
9) Ekstremitas
a). Ekstremitas atas
(1) Nampak simetris kiri dan kanan
(2) Tidak nampak lesi
(3) Tidak ada nyeri tekan
b). Ekstremitas bawah
(1) Nampak simetris kiri dan kanan
(2) Tidak nampak adanya oedema
(3) Tidak teraba nyeri tekan

B. Analisa Data
No
1

Data
Data subjektif:
Klien
mengatakan berobat
tidak teratur
Batuk disertai
dahak
Nyeri dada
tembus belakang
Nafsu makan
kurang
Nampak
pasien lemah

Masalah
Ny. "I" menderita
penyakit TB paru

Data objektif
Pada
auskultasi terdengar
ronchi
Tanda-tanda
vital
TD :100/70mmHg
Nadi: 80 x/menit
Suhu : 36,5 oc
Pernapasan: 17 x/menit

2.

Data subjektif:
Klien
mengatakan kurang
nafsu makan

Gangguan
kebutuhan nutrisi

Data objektif
Porsi makan
tidak dihabiskan
Klien nampak
kurus

Data subjektif :
- Keluarga mengatakan

Sanitasi lingkungan
yang tidak

Penyebab
1.
Ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah
mengenai pengertian,
penyebab, dan
pengobatan dan
perawatan penyakit TB
paru
2.
Ketidakmampuan keluarga
mengambil keputusan
dalam melakukan
pemantauan minum obat
secara teratur.
3.
Ketidakmampuan merawat
anggota keluarga yang
sakit mengenai latihan
batuk efektif dan
pencegahan penularan
infeksi.
4.
Ketidakmampuan keluarga
memanfaatkan sarana
kesehatan untuk
meneruskan pengobatan
TB paru secara intensif.
1. Ketidakmampuan
keluarga
mengenal
masalah mengenai nutrisi
yang adekuat
2. Ketidakmampuan
keluarga
mengambil
keputusan
dalam
melakukan
pemberian
makanan yang bergizi.
3. Ketidakmampuan
merawat anggota
keluarga mengenai
pemberian nutrisi bagi
anggota keluarga yang
sakit
1. Ketidakmampuan
keluarga mengenal

jarang membersihkan
lingkungan rumah.

memenuhi syarat
kesehatan.

Data objektif :
- WC kurang bersih
- Ruang makan kurang
bersih
- Dapur kurang bersih
- Limbah dibuang di
sungai dengan keadaan
kotor, berbau dan
tergenang
- Sampah dibuang di
samping rumah

masalah sanitasi
lingkungan
2. Ketidakmampuan
keluarga mengambil
keputusan dalam
melakukan tindakan
yang tepat untuk
memperbaiki sanitasi
lingkungan keluarga
3. Ketidakmampuan
keluarga memelihara
lingkungan yang
memenuhi syarat
kesehatan

C. Prioritas Masalah
1. Masalah TB Paru
No
Kriteria
1 Sifat masalah :
- Kurang sehat /
sakit
2

Perhitungan

Skor

3/3 x 1

Klien menderita penyakit TB


paru, harus ditangani agar tidak
berlanjut.

Kemungkinan
masalah dapat
dicegah :
- Hanya sebagian

1/2 x 2

Klien menggunakan pelayanan


kesehatan tetapi berobat tidak
teratur

Potensi masalah
untuk dicegah :
- Cukup

2/3 x 1

2/3

Puskesmas menyediakan obat TB


paru yang harus diminum selama
6 bulan. Klien berobat tidak
teratur.

2/2 x 1

Penularan terhadap anggota


keluarga yang lain dapat dicegah
bila TB paru diobati secara
lengkap.
Klien menyadari dirinya sakit
karena faktor ketidaktahuan dan
ketidakmampuan biaya untuk
perawatan.

Menonjolnya
masalah :
- Masalah berat
harus segera
ditangani

Total skor

3 1/2

Pembenaran

2. Masalah nutrisi kurang dari kebutuhan


No
Kriteria
1 Sifat masalah :
- Ancaman
kesehatan
2

Perhitungan

Skor

2/3 x 1

2/3

Kemungkinan
masalah dapat
diubah :
- Hanya sebagian

1/2 x 2

Ada kemauan keluarga untuk


merubah pola makan yang bergizi
tetapi nafsu makan kurang

Potensi masalah
untuk dicegah :
- Cukup

2/3 x 1

2/3

Keluarga memahami tentang


pemberian menu yang bergizi dan
cara menu disajikan.

1/2 x 1

1/2

Keluarga menyadari bahwa semua


masalah berat tetapi tidak segera
memerlukan penanganan

Menonjolnya
masalah :
- Masalah tidak
harus segera
ditangani.
Total skor

Pembenaran
Nutrisi yang kurang dapat
mempengaruhi kesehatan.

2 5/6

3. Masalah kesehatan lingkungan


No
Kriteria
1 Sifat masalah :
- Ancaman
kesehatan
2

Kemungkinan
masalah dapat
diubah :
- Hanya
sebagian
Potensi masalah
untuk dicegah :
- Cukup

Perhitungan

Skor

Pembenaran

2/3 x 1

2/3

Lingkungan yang kotor dapat


menimbulkan penyakit.

1/2 x 2

Ada kemauan keluarga untuk


membersihkan rumahnya tapi
keterbatasan dana.

2/3 x 1

2/3

Terjadinya penyakit dapat dicegah


melalui kebersihan lingkungan
rumah.

Menonjolnya
masalah :
- Masalah tidak
dirasakan

0/2 x 1

Total skor

Lingkungan yang kurang


memenuhi syarat kesehatan tidak
dianggap sebagai suatu masalah
kesehatan.

2 1/3

Berdasarkan hasil pembobotan di atas, maka prioritas masalah pada keluarga Ny. I
yaitu:
a.

Masalah TB paru dengan skor

: 3 1/2

b.

Masalah nutrisi kurang dari kebutuhan dengan skor

: 2 5/6

c.

Masalah sanitasi lingkungan dengan skor

: 2 1/3

b. Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga Ny. I dengan Masalah Utama TB paru


NO
1

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Bersihan jalan
napas tidak efektif
berhubungan
dengan:
1.
Keti
dakmam-puan
keluarga
mengenal
masalah
mengenai
pengertian,
penyebab, dan
pengobatan
dan perawatan
penyakit TB
paru

2.

Keti
dakmam-puan
keluarga
mengambil
keputusan
dalam
melakukan
pemantauan

TUJUAN
UMUM
Bersihan
jalan napas
menjadi
efektif

TUJUAN KHUSUS

1.

Keluarga
mampu
mengenal
masalah TB paru

2.

Keluarga
mampu
mengambil
keputusan yang
tepat untuk
mengatasi TB
paru

KRITERIA

STANDAR

INTERVENSI

Verbal

1. Keluarga
mampu
menjelaskan
pengertian dan
penyebab
terjadinya TB
paru dan
hubungannnya
dengan
bersihan jalan
napas tidak
efektif.

Sikap

2. Keluarga
mampu
mengambil
keputusan
untuk
mencegah
terjadinya TB
paru dan

1.1 Kaji tingkat


pengetahuan klien
dan keluarga
mengenai TB paru
dan bersihan jalan
napas tidak efektif.
1.2. Berikan penyuluhan
kepada keluarga /
klien tentang
pengertian,
penyebab, tanda dan
gejala, pengobatan
dan perawatan TB
paru serta batuk
efektif
2.1. Berikan informasi
kepada keluarga dan
klien pentingnya
minum obat TB paru
selama enam bulan
tanpa putus obat
2.2. Jelaskan kepada
keluarga akibat

minum obat
secara teratur.
Psikomotor
3.

Keti
dakmam-puan
merawat
anggota
keluarga yang
sakit mengenai
latihan batuk
efektif dan
pencegahan
penularan
infeksi.

3.

4.

Keluarga
mampu merawat
anggota keluarga
yang menderita
TB paru.

Keluarga

melakukan
pemantauan
minum obat
3. Keluarga
mampu
merawat
anggota
keluarga yang
menderita TB
paru dan
melakukan
perawatan
mobilitas fisik.

4. Keluarga
mampu
membawa

minum obat TB paru


yang tidak teratur.
3.1. Ajarkan kepada
keluarga dan klien
tentang latihan batuk
efektif.
3.2. Ajarkan kepada klien
dan keluarga cara
mencegah penularan
TB paru pada
anggota keluarga
yang lain
3.3. Bantu klien
melakukan latihan
batuk yang efektif.
3.4. Anjurkan kepada
keluarga dan klien
untuk tidak
menghentikan
minum obat tanpa
konsultasi dengan
dokter
3.5. Anjurkan kepada
keluarga untuk
mengingatkan klien
untuk minum obat.
4.1. Anjurkan kepada
keluarga untuk
membawa klien ke

4.

2.

Keti
dakmam-puan
keluarga
memanfaatkan
sarana
kesehatan
untuk
meneruskan
pengobatan TB
paru secara
intensif

Gangguan nutrisi
kurang dari
kebutuhan pada
Ny. I
berhubungan
dengan:
1.
Keti
dakmam-puan
keluarga
mengenal
masalah
mengenai
nutrisi
yang
adekuat

mampu
menggunakan
sarana kesehatan

anggota
keluarga yang
menderita TB
paru ke
puskesmas
untuk
meneruskan
pengobatan TB
paru secara
intensif

puskesmas untuk
meneruskan
pengobatan TB paru
secara intensif.

Kebutuhan
nutrisi pada
Ny. I dapat
terpenuhi
1.

Keluarga
mampu
mengenal
masalah nutrisi

Verbal

1. Keluarga dapat
mengenal
masalah nutrisi
mengenai
menu yang
seimbang.

1.1. Kaji status nutrisi


klien
1.2. Kaji tingkat
pengetahuan klien
dan keluarga tentang
nutrisi.
1.3. Berikan penyuluhan
kepada keluarga
tentang nutrisi (menu
yang seimbang) dan
hubungannya dengan
penyakit TB paru

Sikap
2.

Keti
dakmam-puan
keluarga
mengambil
keputusan
dalam
melakukan
pemberian
makanan yang
bergizi.
3.
Keti
dakmam-puan
merawat
anggota
keluarga
mengenai
pemberian
nutrisi
bagi
anggota
keluarga yang
sakit
4.
Keti
dakmam-puan
keluarga
memanfaatkan
sarana
kesehatan
3.

Risiko terjadinya

2.

Keluarga
mampu
mengambil
keputusan yang
tepat

Psikomotor

Tidak terjadi

3.

Keluarga
mampu merawat
anggota yang
sakit

4.

Keluarga
mampu
memanfaatkan
sarana pelayanan
kesehatan secara
optimal

2. Jelaskan kepada
2. Keluarga
keluarga tentang
mampu
manfaat memberikan
mengambil
menu yang bervariasi
keputusan
kepada klien
yang tepat agar
kebutuhan
nutrisi pada
klien dapat
terpenuhi
3. Anjurkan kepada
3. Keluarga
keluarga untuk
mampu
memberikan makan
merawat
dalam porsi kecil
anggota
namun dengan
keluarganya
frekuensi yang sering
dengan
memberikan
menu yang
seimbang.
4. Beri motivasi
4. Keluarga
keluarga untuk
membawa
membawa klien ke
klien ke sarana
sarana pelayanan
pelayanan
kesehatan terdekat
kesehatan

penularan penyakit
infeksi pada
keluarga Ny. I
berhubungan
dengan:
1. Ketidakmampuan keluarga
mengenal
masalah
sanitasi
lingkungan

2. Ketidakmampuan keluarga
mengambil
keputusan
dalam
melakukan
tindakan yang
tepat untuk
memperbaiki
sanitasi
lingkungan

penularan
penyakit
infeksi pada
keluarga Ny.
I
1. Keluarga mampu Verbal
mengenal
masalah sanitasi
lingkungan yang
memenuhi syarat
kesehatan

2. Keluarga mampu Sikap


mengambil
keputusan yang
tepat

1. Keluarga dapat
mengenal
masalah
sanitasi
lingkungan
yang
memenuhi
syarat
kesehatan

1.1. Observasi
lingkungan rumah
klien
1.2. Kaji tingkat
pengetahuan
keluarga tentang
sanitasi lingkungan
yang memenuhi
syarat kesehatan.
1.3. Berikan penyuluhan
kepada keluarga
tentang sanitasi
lingkungan yang
memenuhi syarat
kesehatan.
2. Keluarga
2.1. Jelaskan kepada
mampu
keluarga tentang
mengambil
manfaat sanitasi
keputusan
lingkungan dalam
yang tepat agar
rangka mencegah
keluarga mau
penyakit infeksi.
memodifikasi
2.2. Jelaskan kepada
lingkungannya
keluarga akibat
sanitasi lingkungan
yang tidak
memenuhi syarat

keluarga
3. Ketidakmampuan keluarga
memelihara
lingkungan
yang
memenuhi
syarat
kesehatan

kesehatan
3. Keluarga mampu Psikomotor
memodifikasi
lingkungan

3. Keluarga
mampu
memodifikasi
lingkungan
dengan
menggunakan
sumber daya
yang dimiliki
oleh keluarga

3.1. Anjurkan kepada


keluarga untuk
membersihkan
lingkungan rumah
dan sampah serta
memperbaiki SPALnya
3.2. Bantu keluarga
membersihkan
sampah dan
lingkungan rumah
serta SPAL-nya.

E.
NO
1

Catatatan Tindakan Dan Perkembangan


HARI/TGL
Kamis,
14/1/ 2016

NDX
I

JAM
08.30
08.40
08.50

IMPLEMENTASI
1. Mengkaji tingkat pengetahuan klien dan
keluarga mengenai TB paru dan bersihan
jalan napas tidak efektif.
2. Memberikan informasi kepada keluarga dan
klien pentingnya minum obat TB paru
selama enam bulan berturut-turut
3. Menjelaskan kepada keluarga akibat minum
obat TB paru yang tidak teratur.

EVALUASI
S:
- Klien mengatakan berobat tidak teratur
- Batuk disertai dahak
- Nyeri dada tembus belakang
O:
- Pada auskultasi terdengar ronchi
- Keluarga belum membawa klien ke
puskesmas untuk mendapatkan
pengobatan TB paru
- Tanda-tanda vital
TD :100/70mmHg
Nadi: 80 x/menit
Suhu : 36,5 oc
Pernapasan: 17 x/menit
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Lanjutkan intervensi
1. Berikan penyuluhan kepada keluarga
/ klien tentang pengertian, penyebab,
tanda dan gejala, pengobatan dan
perawatan TB paru serta batuk
efektif
2. Berikan informasi kepada keluarga
dan klien pentingnya minum obat TB
paru selama enam bulan berturutturut
3. Ajarkan kepada keluarga dan klien
tentang latihan batuk efektif

4. Ajarkan kepada klien dan keluarga


cara mencegah penularan TB paru
pada anggota keluarga yang lain
5. Bantu klien melakukan latihan batuk
yang efektif.
6. Anjurkan kepada keluarga dan klien
untuk tidak menghentikan minum
obat tanpa konsultasi dengan dokter
7. Anjurkan kepada keluarga untuk
mengingatkan klien untuk minum
obat secara teratur.
8. Anjurkan kepada keluarga untuk
membawa klien ke puskesmas untuk
meneruskan pengobatan secara
intensif
2

Kamis,
14/1/ 2016

II

09.00
09.10
09.20
09.30

1. Mengkaji status nutrisi klien


2. Mengkaji tingkat pengetahuan klien dan
keluarga tentang nutrisi.
3. Menjelaskan kepada keluarga tentang
manfaat memberikan menu yang bervariasi
kepada klien
4. Menganjurkan kepada keluarga untuk
memberikan makan dalam porsi kecil
namun dengan frekuensi yang sering

S:
- Klien mengatakan kurang nafsu makan
O:
- Porsi makan tidak dihabiskan
- Klien nampak kurus
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- lanjutkan intervensi :
1. Berikan penyuluhan kepada keluarga
tentang nutrisi (menu yang seimbang)
dan hubungannya dengan penyakit TB
paru
2. Jelaskan kepada keluarga tentang
manfaat memberikan menu yang

bervariasi kepada klien


3. Anjurkan kepada keluarga untuk
memberikan makan dalam porsi kecil
namun dengan frekuensi yang sering
4. Beri motivasi keluarga untuk
membawa klien ke sarana pelayanan
kesehatan terdekat
3.

Kamis,
14/1/ 2016

III

09.40
09.50
10.00
10.10

1. Observasi lingkungan rumah klien


2. Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang
sanitasi lingkungan yang memenuhi syarat
kesehatan.
3. Jelaskan kepada keluarga tentang manfaat
sanitasi lingkungan dalam rangka mencegah
penyakit infeksi.
4. Jelaskan kepada keluarga akibat sanitasi
lingkungan yang tidak memenuhi syarat
kesehatan

S:
- Keluarga mengatakan jarang
membersihkan lingkungan rumah.
O:
- WC kurang bersih
- Ruang makan kurang bersih
- Dapur kurang bersih
- SPAL dialirkan ke sungai dengan
keadaan kotor dan berbau.
- Sampah dibuang di samping rumah
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Lanjutkan intervensi.
1. Berikan penyuluhan kepada keluarga
tentang sanitasi lingkungan yang
memenuhi syarat kesehatan.
2. Jelaskan kepada keluarga tentang
manfaat sanitasi lingkungan dalam
rangka mencegah penyakit infeksi.
3. Jelaskan kepada keluarga akibat
sanitasi lingkungan yang tidak
memenuhi syarat kesehatan

4. Anjurkan kepada keluarga untuk


membersihkan lingkungan rumah dan
sampah serta memperbaiki SPAL- nya
5. Bantu keluarga membersihkan sampah
dan lingkungan rumah serta SPALnya.

4.

Jumat,
15/1/ 2016

08.30

1.

08.45

2.

08.50

3.

09.00

4.

09.10

5.

09.20

6.

09.30

7.

09.40

8.

Memberikan penyuluhan kepada


keluarga / klien tentang pengertian,
penyebab, tanda dan gejala, pengobatan dan
perawatan TB paru serta batuk efektif
Memberikan informasi kepada keluarga
dan klien pentingnya minum obat TB paru
selama enam bulan berturut-turut
Mengajarkan kepada keluarga dan klien
tentang latihan batuk efektif
Mengajarkan kepada klien dan keluarga
cara mencegah penularan TB paru pada
anggota keluarga yang lain
Membantu klien melakukan latihan
batuk yang efektif.
Menganjurkan kepada keluarga dan
klien untuk tidak menghentikan minum obat
tanpa konsultasi dengan dokter
Menganjurkan kepada keluarga untuk
mengingatkan klien untuk minum obat
secara teratur.
Menganjurkan kepada keluarga untuk
membawa klien ke puskesmas untuk

S:
- Klien mengatakan akan ke puskesmas
untuk berobat
- Klien mengatakan masih batuk disertai
dahak
- Masih merasakan nyeri dada tembus
belakang
O:
- Pada auskultasi terdengar ronchi
- Keluarga belum membawa klien ke
puskesmas untuk mendapatkan
pengobatan TB paru
- Tanda-tanda vital
TD :100/70mmHg
Nadi: 76 x/menit
Suhu : 36,3 oc
Pernapasan: 18 x/menit
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Lanjutkan intervensi

meneruskan pengobatan secara intensif

5.

Jumat,
15/1/ 2016

II

10.00
10.20
10.30
10.35

1. Memberikan penyuluhan kepada keluarga


tentang nutrisi (menu yang seimbang) dan
hubungannya dengan penyakit TB paru
2. Menjelaskan kepada keluarga tentang
manfaat memberikan menu yang bervariasi
kepada klien
3. Menganjurkan kepada keluarga untuk
memberikan makan dalam porsi kecil
namun dengan frekuensi yang sering
4. Memberikan motivasi kepada keluarga
untuk membawa klien ke sarana pelayanan
kesehatan terdekat

1. Ajarkan kepada klien dan keluarga


cara mencegah penularan TB paru
pada anggota keluarga yang lain
2. Anjurkan kepada keluarga dan klien
untuk tidak menghentikan minum
obat tanpa konsultasi dengan dokter
3. Anjurkan kepada keluarga untuk
mengingatkan klien untuk minum
obat secara teratur.
4. Anjurkan kepada keluarga untuk
membawa klien ke puskesmas untuk
meneruskan pengobatan secara
intensif
S:
- Klien mengatakan masih kurang nafsu
makan
- Keluarga mengatakan dapat mengerti
tentang nutrisi
O:
- Porsi makan tidak dihabiskan
- Keluarga mengatakan telah memberikan
makan dalam porsi kecil dengan
frekuensi yang sering
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- lanjutkan intervensi :
1. Jelaskan kepada keluarga tentang
manfaat memberikan menu yang
bervariasi kepada klien
2. Anjurkan kepada keluarga untuk

memberikan makan dalam porsi kecil


namun dengan frekuensi yang sering
3. Beri motivasi keluarga untuk membawa
klien ke sarana pelayanan kesehatan
terdekat

6.

Jumat,
15/1/ 2016

III

10.40
11.00
11.10
11.20
11.30

1. Memberikan penyuluhan kepada keluarga


tentang sanitasi lingkungan yang memenuhi
syarat kesehatan.
2. Menjelaskan kepada keluarga tentang
manfaat sanitasi lingkungan dalam rangka
mencegah penyakit infeksi.
3. Menjelaskan kepada keluarga akibat sanitasi
lingkungan yang tidak memenuhi syarat
kesehatan
4. Menganjurkan kepada keluarga untuk
membersihkan lingkungan rumah dan
sampah serta memperbaiki SPAL- nya
5. Membantu keluarga membersihkan sampah
dan lingkungan rumah

S:
- Keluarga mengatakan akan
membersihkan lingkungan rumah.
O:
- Ruang makan kurang bersih
- Keluarga belum membersihkan SPAL.
- Keluarga nampak membersihkan sampah
di lingkungan keluarga
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Lanjutkan intervensi.
1. Jelaskan kepada keluarga tentang
manfaat sanitasi lingkungan dalam
rangka mencegah penyakit infeksi.
2. Jelaskan kepada keluarga akibat
sanitasi lingkungan yang tidak
memenuhi syarat kesehatan

3. Anjurkan kepada keluarga untuk


membersihkan lingkungan rumah
dan sampah serta memperbaiki
SPAL- nya

7.

Sabtu,
16/1/ 2016

08.00
08.10
08.20
08.30

1. Mengajarkan kepada klien dan keluarga


cara mencegah penularan TB paru pada
anggota keluarga yang lain
2. Menganjurkan kepada keluarga dan klien
untuk tidak menghentikan minum obat
tanpa konsultasi dengan dokter
3. Menganjurkan kepada keluarga untuk
mengingatkan klien untuk minum obat
secara teratur.
4. Menganjurkan kepada keluarga untuk
membawa klien ke puskesmas untuk
meneruskan pengobatan secara intensif

S:
- Klien mengatakan akan ke puskesmas
untuk berobat
- Klien mengatakan masih batuk disertai
dahak
O:
- Pada auskultasi terdengar ronchi
- Keluarga belum membawa klien ke
puskesmas untuk mendapatkan
pengobatan TB paru
- Tanda-tanda vital
TD :100/70mmHg
Nadi: 80 x/menit
Suhu : 36,5 oC
Pernapasan: 17 x/menit
A:
- Masalah belum teratasi
P:

- Lanjutkan intervensi
1. Anjurkan kepada keluarga dan klien
untuk tidak menghentikan minum obat
tanpa konsultasi dengan dokter
2. Anjurkan kepada keluarga untuk
mengingatkan klien untuk minum obat
secara teratur.
3. Anjurkan kepada keluarga untuk
membawa klien ke puskesmas untuk
meneruskan pengobatan secara intensif
8.

Sabtu,
16/1/ 2016

II

09.00
09.20
09.25

1. Menjelaskan kepada keluarga tentang


manfaat memberikan menu yang bervariasi
kepada klien
2. Menganjurkan kepada keluarga untuk
memberikan makan dalam porsi kecil
namun dengan frekuensi yang sering
3. Memberikan motivasi keluarga untuk
membawa klien ke sarana pelayanan
kesehatan terdekat

S:
- Klien mengatakan mulai ada nafsu
makannya
- Keluarga mengatakan klien mulai
memakan menu makanan yang
bervariasi
O:
- Porsi makan dihabiskan
- Keluarga mengatakan telah memberikan
makan dalam porsi kecil dengan
frekuensi yang sering
A:
- Masalah teratasi
P:
- pertahankan intervensi

9.

Sabtu,
16/1/ 2016

III

09.30
09.45

10.00

1. Menjelaskan kepada keluarga tentang


manfaat sanitasi lingkungan dalam rangka
mencegah penyakit infeksi.
2. Menjelaskan kepada keluarga akibat sanitasi
lingkungan yang tidak memenuhi syarat
kesehatan
3. Menganjurkan kepada keluarga untuk
membersihkan lingkungan rumah dan
sampah serta memperbaiki SPAL- nya

S:
- Keluarga mengatakan akan
membersihkan lingkungan rumah.
O:
- Keluarga belum membersihkan SPAL.
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Lanjutkan intervensi.
1. Anjurkan kepada keluarga untuk
membersihkan lingkungan rumah dan
sampah serta memperbaiki SPAL- nya