Anda di halaman 1dari 8

SISTIM STRUKTUR PENAHAN GAYA LATERAL

Pengertian gaya lateral pada bangunan bertingkat :

Fungsi utama dari sistem struktur terutama untuk memikul secara aman dan

efektif beban yang bekerja pada bangunan, serta menyalurkannya ke tanah


melalui fondasi.
Gaya lateral adalah gaya pada bangunan yang bersifat horizontal dengan arah

yang tidak menentu, seperti angin dan gempa bumi.


Hal yang penting pada struktur bangunan tinggi adalah stabilitas dan
kemampuannya untuk menahan gaya lateral, seperti angin atau gempa bumi.

Sistim penahan gaya lateral pada bangunan bertingkat :

Karena kolom merupakan komponen struktur yang mendistribusikan beban

yang bekerja padanya ke bawah menuju pondasi


Maka kolom perlu diperkokoh dengan sistim pengaku untuk dapat menahan
gaya lateral, agar deformasi yang terjadi akibata gaya horizontal tidak melampaui
ketentuan yang disyaratkan (P-D Effect)

( Sumber : http://blogs.upnjatim.ac.id/strukturbangunan/?p=179 )
Beban lateral atau horizontal : Tegak lurus terhadap beban gravitasi atau mendatar
relatif sejajar permukaan bumi.

Hal yang penting pada struktur bangunan tinggi adalah stabilitas dan
kemampuannya untuk menahan gaya lateral, baik yang disebabkan oleh
angin atau gempa bumi. Beban angin lebih terkait pada dimensi
ketinggian bangunan, sedang beban gempa lebih terkait pada massa
bangunan.

Kolom pada bangunan tinggi perlu diperkokoh dengan sistem pangaku


untuk dapat menahan gaya lateral, agar deformasi yang terjadi akibat
gaya horizontal tidak melampaui ketentuan yang disyaratkan (P-
Effect).

Pengaku gaya lateral yang lazim digunakan adalah portal penahan


momen, dinding geser atau rangka pengaku.

Portal penahan momen terdiri dari komponen (sub-sistem) horizontal


berupa balok dan komponen (sub-sistem) vertikal berupa kolom yang
dihubungkan secara kaku (rigid joints). Kekauan portal tergantung pada
dimensi balok dan kolom, serta proporsional terhadap jarak lantai ke
lantai dan jarak kolom ke kolom.

Dinding geser (shear wall) didefinisikan sebagai komponen struktur


vertikal yang relatif sangat kaku. Dinding geser pada umumnya hanya
boleh mempunyai bukaan sedikit (sekitar 5%) agar tidak mengurangi
kekakuannya. Fungsi dinding geser berubah menjadi dinding penahan
beban (bearing wall), jika dinding geser menerima beban tegak lurus
dinding geser.

Rangka pengaku (braced frame) terdiri dari balok dan kolom yang
ditambahkan pengaku diagonal. Adanya pengaku diagonal ini akan
berpengaruh pada fleksibilitas perpanjangan/perpendekan lantai di mana
pengaku tersebut ditempatkan. Rangka pengaku banyak digunakan pada
bangunan tinggi yang menggunakan struktur baja. Jenis rangka pengaku
yang sering digunakan, diantaranya adalah pengaku diagonal
tunggal/ganda, pengaku K (horizontal/vertikal), atau rangka pengaku
eksentris.

Pada bangunan tinggi sering digunakan gabungan antara portal penahan


momen dengan dinding geser, terutama pada bangunan tinggi yang
dibangun di daerah yang terkena pengaruh gempa bumi. Penggabungan
antara portal dan dinding geser, terutama bagi bangunan tinggi dengan
struktur beton. Hal ini dapat memberikan hasil yang baik untuk
memperoleh kekenyalan/daktilitas (ductility) dan kekakuan sistem
struktur.
Penempatan dinding geser dapat dilakukan pada sisi luar bangunan atau pada pusat
bangunan. Dinding geser yang ditempatkan pada bagian dalam bangunan biasa
disebut dengan inti struktural (structural cored).

Dinding Geser (Shear wall)

Bagi kita yang mempunyai pengalaman di proyek-proyek bangunan tinggi dan tahan
gempa, pastinya kita sering mendengar kata shear wall / dinding geser. Apa itu
shear wall? Pada kesempatan kali ini anda akan kami ajak untuk mengenal lebih
dekat tentang shear wall.
Shear Wall adalah jenis struktur dinding yang berbentuk beton bertulang yang
biasanya dirancang
untuk menahan geser, gaya lateral akibat gempa bumi. Dengan adanya Shear Wall /
dinding geser yang kaku pada bangunan, sebagian besar beban gempa akan
terserap oleh dinding geser tersebut.
Berdasarkan letak dan fungsinya, shear wall / dinding geser dapat diklasifikasikan
dalam 3 jenis yaitu :
1.

Bearing walls adalah dinding geser yang juga mendukung sebagian besar
beban gravitasi. Tembok-tembok ini juga menggunakan dinding partisi antar
apartemen yang berdekatan.

2.

Frame walls adalah dinding geser yang menahan beban lateral, dimana
beban gravitasi berasal dari frame beton bertulang. Tembok-tembok ini dibangun
diantara baris kolom.

3.

Core walls adalah dinding geser yang terletak di dalam wilayah inti pusat
dalam gedung, yang biasanya diisi tangga atau poros lift. Dinding yang terletak di
kawasan inti pusat memiliki fungsi ganda dan dianggap menjadi pilihan ekonomis.
Fungsi shear wall / dinding geser ada 2, yaitu kekuatan dan kekakuan, artinya :
1. Kekuatan

Dinding geser harus memberikan kekuatan lateral yang diperlukan untuk


melawan kekuatan gempa horizontal.

Ketika dinding geser cukup kuat, mereka akan mentransfer gaya horizontal ini
ke elemen berikutnya dalam jalur beban di bawah mereka, seperti dinding
geser lainnya, lantai, pondasi dinding, lembaran atau footings.

2. Kekakuan

Dinding geser juga memberikan kekakuan lateral untuk mencegah

atap atau lantai di atas dari sisi - goyangan yang berlebihan.

Ketika dinding geser cukup kaku, mereka akan mencegah membingkai

lantai dan atap anggota dari bergerak dari mendukung mereka.

Juga, bangunan yang cukup kaku biasanya akan menderita kerusakan


kurang nonstructural.

Fungsi Shear Wall pada Gedung secara Umum :


1.Memperkokoh Gedung.
Dengan struktur dinding Beton bertulang, maka Dinding bukan
hanya sebagai penyekat ruangan tetapi berfungsi juga sebagai
Struktur Bangunan yang ikut memikul gaya2 beban yang bekerja
pada Balok dan kolom sekitarnya.
2.Meredam Goncangan akibat Gempa.
Secara Geografis Negara kita pada umumnya dan daratan Flores
pada khususnya adalah tempat yang sangat rentan terhadap
Gempa, Dengan Dinding sistem Shearwall maka gaya gempa yang
terjadi akan direduksi, sehingga mampu mengurangi akibat yang
terjadi pada bentuk bangunan yang ada.
3.Mengurangi Biaya Perawatan Gedung.
Dengan semakin Kokohnya Gedung yang menggunakan Shearwall,
maka kerusakan-kerusakan yang timbul akibat guncangan Gedung
akibat Gempa bisa di minimalisir sehingga akan mengurangi biaya
perawatan yang seharusnya dikeluarkan apabila gedung tidak
menggunakan jenis dinding ini.
4.Daya Pikul Beban disekitar dinding mampu ditingkatkan.
Dengan dinding jenis Shearwall maka kemampuan lantai beton
diatasnya untuk menerima beban semakin naik, besarnya kekuatan
lantai akan berbanding lurus dengan ketebalan shearwall itu sendiri.
5.Umur Pakai Gedung semakin lama.

Gambar Denah Penempatan Dinding Shearwall pada Gedung Kabup.


MATIM

Foto Penulangan Shearwall..

Foto Pemasangan Begisting Shearwall..

Pengertian core (inti bangunan)

Core atau inti bangunan menurut

Schueller (1989) adalah suatu tempat untuk

meletakan transportasi vertikal dan distribusi energi ( seperti lift, tangga, wc dan
shaft mekanis ). Dari sumber modul perkulihan teknologi bangunan 5, inti adalah
tempat untuk memuat sistem-sistem transportasi mekanis dan vertikal serta
menambah kekakuan bangunan.
Jadi kesimpulannya bahwa inti bangunan (core) suatu tempat untuk meletakan
sistem transportasi vertikal dan mekanis dengan bentuk yang disesuaikan dengan
fungsi bangunan serta untuk menambah kekakuan bangunan diperlukan sistem
struktur dinding geser sebagai penyalur gaya lateral (seperti tiupan angina tau
gempa bumi) pada inti.

1. Penempatan Core Menurut Yeang,


Posisi service core sangat penting dalam merancang bangunan tingkat tinggi.
Service core bukan hanya sebagai bagian struktur, juga mempenagruhi kenyamanan
ternal.
Posisi core dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk, yaitu :

1.

Core pusat

2.

Core ganda

3 . Core tunggal terletak pada sisi bangunan.

Core ganda memiliki banyak keuntungan, dengan memakai dua core dapat dijadikan
sebagai penghalang panas yang masuk kedalam bangunan. Penelitian harus
menunjukkan penggunaan pengkondisian udara secara minimum dari penempatan
service core ganda yang tampilan jendala menghadap utara dan selatan, dan core
ditempatkan pada sisi timur dan barat. Penerapan ini juga dapat diterapkan pada
daerah beriklim sejuk.

POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK


JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
DEFINISI GAYA LATERAL, DINDING GESER DAN CORE

NAMA

: PUTRA ALAM PRATAMA

NIM

: 3201407022

KELAS

:3B