Anda di halaman 1dari 12

MATERI

PROTOZOA
Disusun sebagai tugas kelompok Mata kuliah Zoologi Invertebrata

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si


Oleh kelompok VII
Anggota:

Muhammad Faisal
Dito Dwi Sumarsono
Sondang Wahyuni S
Miftahul Qoriah
Rosalia Christiani

ACD 115
ACD 115
ACD 115
ACD 115 063
ACD 115

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
2016

PROTOZOA
1. Definisi Protozoa

Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa adalah berasal dari bahasa
Yunani, yaitu protos/proteus yang artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi, Protozoa
adalah hewan invertebrata pertama yang bersel satu. Protozoa merupakan kelompok lain
protista eukariotik. Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya.
Protozoa termasuk kelompok protista yang mirip hewan. Protozoa dibedakan dari
prokariot karena ukurannya yang lebih besar, dan selnya eukariotik. Protozoa dibedakan
dari algae karena tidak berklorofil, dibedakan dari jamur karena dapat bergerak aktif dan
tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk
badan buah.
Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Ukuran tubuhnya
antara 3-1000 mikron. Tubuh protozoa amat sederhana, yaitu terdiri dari satu sel tunggal
(unisel). Namun demikian, Protozoa merupakan sistem yang serba bisa. Semua tugas
tubuh dapat dilakukan oleh satu sel saja tanpa mengalami tumpang tindih. Bentuk tubuh
macam-macam ada yang seperti bola, bulat memanjang, atau seperti sandal bahkan ada
yang bentuknya tidak menentu. Juga ada memiliki flagel atau bersilia.
Protozoa hidup di air atau setidaknya di tempat yang basah. Mereka umumnya
hidup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan. Beberapa spesies
bersifat parasitik, hidup pada organisme inang. Inang protozoa yang bersifat parasit dapat
berupa organisme sederhana seperti algae, sampai vertebrata yang kompleks, termasuk
manusia. Beberapa spesies dapat tumbuh di dalam tanah atau pada permukaan tumbuhtumbuhan. Semua protozoa memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitat apapun.
Beberapa jenis protozoa laut merupakan bagian dari zooplankton. Protozoa laut yang lain
hidup di dasar laut. Spesies yang hidup di air tawar dapat berada di danau, sungai, kolam,
atau genangan air. Ada pula protozoa yang tidak bersifat parasit yang hidup di dalam usus
termit atau di dalam rumen hewan ruminansia. Beberapa protozoa berbahaya bagi
manusia karena mereka dapat menyebabkan penyakit serius. Protozoa yang lain
membantu karena mereka memakan bakteri berbahaya dan menjadi makanan untuk ikan
dan hewan lainnya. Protozoa hidup secara soliter atau bentuk koloni. Didalam ekosistem
air protozoa merupakan zooplankton. Permukan tubuh Protozoa dibayangi oleh membran
sel yang tipis, elastis, permeable, yang tersusun dari bahan lipoprotein, sehingga
bentuknya mudah berubah-ubah. Beberapa jenis protozoa memiliki rangka luar
( cangkok) dari zat kersik dan kapur. Apabila kondisi lingkungan tempat tinggal tiba-tiba
menjadi jelek, Protozoa membentuk kista. Dan menjadi aktif lagi. Organel yang terdapat
di dalam sel antara lain nucleus, badangolgi, mikrokondria, plastida, dan vakluola. Nutrisi

protozoa bermacam-macam. Ada yang holozoik (heterotrof), yaitu makanannya berupa


organisme lainnya,. Ada pula yang holofilik (autotrof), yaitu dapat mensintesis
makanannya sendiri dari zat organic dengan bantuan klorofit dan cahaya. Selain itu ada
yang bersifat saprofitik, yaitu menggunakan sisa bahan organic dari organisme yang telah
mati adapula yang bersifat parasitik. Apabila protozoa dibandingkan dengan tumbuhan
unisel, terdapat banyak perbedaan tetapi ada persamaannya. Hal ini mungkin protozoa
meriupakan bentuk peralihan dari bentuk sel tumbuhan ke bentuk sel hewan dalam
perjalanan evolusinya.
2. Karakteristik Protozoa
Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu
filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri
dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan
mitokondria. Ciri-ciri umum :
1.
2.
3.
4.
5.

Bersel satu, berkoloni, simetris tubuh tidak ada, bilateral, radial atau spherical
Bentuk sel umumnya tetap kecuali Rhizopoda
Inti jelas, satu atau lebih, tidak memiliki organ atau jaringan
Pergerakan dengan flagella, cilia, atau pseudopodia atau dengan sel itu sendiri
Beberapa species memiliki pelindung/cangkok, banyak di antaranya yang membentuk

kista
6. Hidup bebas, komensalisme, mutualisme, atau parasitisme
7. Nutrisi: holozoik (memakan organisme hidup lain secara utuh yang ukurannya lebih
kecil dari tubuhnya), saprozoik (memakan organisme yang telah mati), holofitik atau
autotrof (dapat membentuk makanan sendiri melalui fotosintesis), saprofitik
(menyerap zat yang terlarut di sekitarnya).
8. Reproduksi vegetatif dengan binary fission atau multiple fission sedangkan
generatifnya melalui persatuan gamet, konyugasi, atau autogami.
9. Ukuran dan bentuk tubuh: mikroskopik (10 200 mikron)
10. Struktur dan fungsi tubuh:
a. membran plasma pelindung, pengatur pertukaran makanan dan gas,.
b. Sitoplasma,
c. vakuola makanan mencerna makanan,
d. vakuola kontraktil mengeluarkan sisa makanan (cair) melalui membran sel
(secara kontraktil) serta mengatur kadar air dalam sel (osmoregulator),
e. inti sel mengatur aktivitas sel.
11. Hidup pada daerah yang lembab/berair
12. Ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan
13. tipe nutrisi dan nutriennya berbeda-beda
14. tipe respirasinya berbeda-beda
Tipe Respirasinya yaitu:

a. Obligat aerob, yaitu penting adanya udara.


b. Obligat anaerob, yaitu: penting jika tidak ada udara.
c. Fakultatif aerob: akan lebih baik jika ada udara
d. Fakultatif anaerob : akan lebih baik jika tidak ada udara
Ciri-ciri prozoa sebagai hewan adalah gerakannya yang aktif dengan silia atau
flagela. Memiliki membran sel dari zat lipoprotein, dan bentuk tubuhnya ada yang bisa
berubah-ubah. Adapun yang bercirikan sebagai tumbuhan adalah ada jenis protozoa yang
hidup autotrof. Ada yang bisa berubah-ubah. Adapun yang mencirikan sebagai sebagai
tumbuhan adalah ada jenis protozoa yang hidup autotrof. Perkembangbiakan bakteri dan
amuba. Perkembangbiakan amuba dan bakteri yang biasa dilakukan adalah dengan
membelah diri. Dalam kondisi yang sesuai mereka mengadakan pembelahan secara setiap
15 menit. Peristiwa ini dimulai dengan pembelahan inti sel atau bahan inti menjadi dua.
Kemudian diikuti dengan pembelahan sitoplasmanya, menjadi dua yang masing-masing
menyelubungi inti selnya. Selanjutnya bagian tengah sitoplasma menggenting diikuti
dengan pemisahan sitoplasma. Akhirnya setelah sitoplasma telah benar-benar terpisah,
maka terbentuknya dua sel baru yang masing-masing mempunyai inti baru dan sitoplasma
yang baru pula. Pada amuba bila keadaan kurang baik, misalnya udara terlalu dingin atau
panas atau kurang makan, maka amuba akan membentuk kista. Didalam kista amuba
dapat membelah menjadi amuba-amuba baru yang lebih kecil. Bila keadaan lingkungan
telah baik kembali, maka dinding kista akan pecah dan amuba-amuba baru tadi dapat
keluar. Selanjutnya amuba ini akan tumbuh setelah sampai pada ukuran tertentu, dia akan
membelah diri seperti semula.
3. Klasifikasi Protozoa
Protozoa dibagi menjadi 4 kelas berdasarkan ada atau tidaknya
alat gerak, yaitu:
1.Rhizopoda / Sarcodina, alat gerak berupa Pseudopodia
2. Flagellata / Mastigofora, alat gerak berupa flagel
3. Ciliata, alat gerak berupa cillia atau rambut getar
4. Sporozoa, tanpa alat gerak
a. Rhizopoda
Rhizo = akar, poda=kaki, pseudo = palsu. Sarcodes = gumpalan, sarx=daging.
Sarcodina/Rhizopoda

ialah

hewan

bersel

satu

dapat

membentuk

kaki

semu

(Pseudopodia). Rhizopoda termasuk protista mirip hewan. Rhizopoda bergerak dan


menangkap makanannya dengan kaki semu (pseudopodia). Tubuh Rhizopoda bersel
tunggal dan bentuk selnya dapat berubah-ubah. Hewan dari filum ini hidup bebas di air
tawar, air laut, atau tempat berlumpur. Rhizopoda ada yang bersifat parasit pada manusia
dan hewan.
Rhizopoda (Sarcodina),alat geraknya berupa pseudopoda (kaki semu) Bergerak
dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma sel. Hidup di
air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan
atau manusia.Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba.Ektoamoeba adalah jenis
Amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain (hidup bebas), contohnya Ameoba
proteus, Foraminifera, Arcella, Radiolaria.Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di
dalam tubuh organisme, contohnya Entamoeba histolityca, Entamoeba coli.
Ciri ciri rhizopoda, yaitu:
1. Alat gerak: pseupodia.
2. Ada yang telanjang maupun bercangkang
3.
4.
5.
6.
7.

Bentuk sel berubah-ubah.


Sitoplasma terdiri dari endoplasma dan ektoplasm
Reproduksi: aseksual (pembelaha biner), sebagian dapat membentuk kista.
Heterotrof (memangsa alga uniseluler, bakteri, protozoa lain).
Biasanya hidup bebas di tanah lembab dan lingkungan berair, beberapa parasit.

Contoh hewan kelas rizhopodha yaitu: Amoeba sp, Arcella vulgari, Foraminifera,
Difflugia corona, Helioza dan Radiolaria

1. Amoeba
Amoeba merupakan contoh yang dianggap dapat mewakili rhizopoda secara
keseluruhan.

Struktur tubuh amoeba terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut :


1. Membran sel, yaitu bagian pelindung dan sekaligus sebagai pintu gerbang
untuk masuk atau keluarnya zat.

2. Plasmodesma bersifat transparan, membran sel sebagai pelindung dan sebagai


pintu gerbang untuk keluar masuk zat didalam sel . Didalam selnya terdapat
organel-organel, diantaranya inti sel, vakuola kontraktil, vakuola makanan.
3. Sitoplasma merupakan protoplasma yang terdapat diantara plasmodesma dan
nukleus.
Sitoplasma dapat dibedakan menjadi macam yaitu:
Ektoplasma, yaitu sitoplasma yang bening dan terdpat di dekat

membran sel.
Endoplasma, yaitu sitoplasma terdapat di sebelah dalam dari
ektoplasma. Organel- organel sel, yaitu alat- alat yang terdapat didalam
endoplasma.

Karena adanya perubahan kadar air dalam salah satu sisi tubuh Amoeba, sehingga terjadi
aliran sitoplasma yang membentuk juluran sitoplasma disebut pseudopodia. Pseudopodia ini
dapat menyebabkan Amoeba bergerak secara amoeboid. Coba anda perhatikan gambar
Amoeba dengan pseudopodium (jamak pseudopodia) di bawah ini.

Dalam sitoplasma Amoeba terdapat 2 macam vakuola yaitu vakuola kontraktil (rongga
berdenyut), berfungsi sebagai alat ekskresi zat sisa yang berbentuk cair,pengatur kadar air
dalam sitoplasma yang dapat disebut sebagai alat osmoregulator dan dapat digunakan untuk
mencernakan makanan yang berbentuk padat, makanan ditangkap sel Amoeba secara
fagositosis. Sedangkan Vakuola nonkontraktil (tidak berdenyut) berfungsi dalam proses
pencernaan.
a. pencernaan amoeba

Makanan Amoeba biasanya berupa : ganggang, bakteri, protozoa lainnya, dan


tumbuhan yang sudah mati.

Makanannya diambil dengan cara menangkap(fagositosis).

Melalui gerakan kaki semu, amoeba memasukkan makanan kedalam vakuola


makanan lalu mencernanya.
Pencernaan makanannya belangsung dalam

sel ( intra sel ). Cara amoeba mendapat makanan


ialah dengan membentuk kaki semu. Makan
kemudian ditangkap menggunakan protoplasma..
makanan tersebut terkurung oleh kaki semu dan
terbentuk vakuola makanan. di dalam vakuola ini
makanan dicerna, kemudian diedarkan keseluruh
tubuh.

sari-sari

makanan

diedarkan

kedalam

sitoplasma dan sisa makanan dikeluarkan dari membran plasma


b. Pernafasan amoeba
Hewan

protozoa

seperti Amoeba atau

Paramaecium

bernapas

menggunakan

permukaan tubuhnya. Oksigen dan karbondioksida saling berdifusi melalui membran sel.
Saat Amoeba bernapas, konsentrasi oksigen dalam sel semakin berkurang (rendah),
sedangkan

sisa

metabolisme

yang

berupa

karbondioksida di dalam sel semakin tinggi


konsentrasinya. Di sisi lain, konsentrasi oksigen
dalam air lebih tinggi daripada di dalam sel,
sementara konsentrasi oksigennya lebih rendah.
Akibatnya, oksigen dari luar akan berdifusi ke
dalam sel, sementara karbondioksida berdifusi
keluar sel menuju air Pertukaran gas tersebut akan
terjadi pada seluruh luas permukaan tubuh protista.

Gambar pertukaran gas pada


amoeba

Pertukaran gas terjadi melalui seluruh permukaan tubuh. Oksigen (O2) berdifusi dari
air (H2O) melalui membran sel dan masuk ke dalam sel. Oksigen (O2) digunakan untuk
mengoksidasi makanan sehingga dapat menghasilkan energi dan karbon dioksida (CO2)
sebagai zat sisa. Selanjutnya, karbon dioksida (CO2) dikeluarkan melalui membran sel.

c. Reproduksi amoeba
Perkembangbiakan amoeba dan bakteri yang biasa dilakukan adalah dengan membela
diri. Dalam kondisi yang sesuai mereka mengadakan pembelahan secara setiap 15
menit.Peristiwa ini dimulai dengan pembelahan inti sel atau bahan inti menjadi dua.
Kemudian diikuti dengan pembelahan sitoplasmanya, menjadi dua yang masing-masing
menyelubungi inti selnya. Selanjutnya bagian tengah sitoplasma menggenting diikuti dengan
pemisahan sitoplasma. Akhirnya setelah sitoplasma telah benar-benar terpisah, maka
terbentuknya dua sel baru yang masing-masing mempunyai inti baru dan sitoplasma yang
baru pula. Pada amoeba bila keadan kurang baik, misalnya udara terlalu dingin atau panas
atau kurang makan, maka amuba akan membentu kista. Didalam kista amoeba dapat
membelah menjadi amoeba-amoeba baru yang lebih kecil. Bila keadaan lingkungan telah
baik kembali, maka dinding kista akan pecah dan amuba-amuba baru tadi dapat keluar.
Selanjutnya amoeba ini akan tumbuh setelah sampai pada ukuran tertentu dia akan membelah
diri seperti semula.

Flagellata
Flagellata berasal dari kata Flagel = cambuk, lata = berjalan, Flagellata/Mastigopora
ialah hewan bersel satu yang berjalan dengan cambuk. Classis Flagellata atau Mastigophora
mempunyai struktur tubuh yang khas yaitu adanya bulu cambuk (flagellum: tunggal, flagella:
jamak). Kelompok ini mempunyai bentuk tubuh tetap karena memiliki selaput elastis yang
disebut pelikel. Flagellata dijumpai di laut dan di air tawar. Ada pula yang hidup parasit,
namun jarang yang saprofit (parasit).
Flagellata atau Mastigophora dalam taksonomi kuno

merupakan

salah

satu kelas dalam filum protozoa atau protista yang mirip hewan, namun dalam taksonomi
modern

menjadi superkelas yang

dibagi

kelas: Phytomastigophorea dan Zoomastigophorea. Alat

menjadi
gerak

Flagellata

dua
adalah

flagellum atau cambuk getar, yang juga merupakan ciri khasnya, sehingga namanya disebut
Flagellata (flagellum = cambuk). Flagellata juga memiliki alat pernapasan yang
disebut stigma. Stigma ini berfungsi sebagai alat respirasi yang dilakukan untuk
pembakaran hidrogen yang terkandung di dalam kornel
Flagellata ada yang mempunyai plastida (Fitoflagellata) dan ada yang tidak
mempunyai plastida (Zooflagellata). Fitoflagellata dapat berfotosintesis (autotrof) sehingga

bersifat holofitik, sedangkan Zooflagellata bersifat holozoik. Salah satu contoh Fitoflagellata
adalah Euglena. Bentuk tubuhnya menyerupai daun yang mempunyai bintik mata dan
berkloroplas.
Ciri ciri Flagellata, yaitu:
1. Adanya bulu cambuk(flagellum: tunggal, flagella: jamak).
2. Mempunyai bentuk tubuh tetap
3. Flagellata dijumpai di laut dan di air tawar. Ada pula yang hidup parasit, namun
jarang yang saprofit (parasit).
4. Flagellata ada yang mempunyai plastida (Fitoflagellata) dan ada yang tidak
mempunyai plastida (Zooflagellata). Salah satu contoh Fitoflagellata adalah Euglena
vidris.
Semua anggota filum flagellata bergerak menggunakan flagel. Bentuk tubuh flagellata tetap
karena dilindungi oleh pelikel. Di antara Flagellata ada yang hidup bebas, ada pula yang
hidup bersimbiosis dalam tubuh hewan, tetapi kebanyakan bersifat parasit. Flagellata
berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner secara longitudinal, sedangkan
reproduksi seksual belum banyak diketahui.
Flagellata dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu:
1) Flagellata yang mempunyai kromatofora dan struktur yang mengandung pigmen hijau
klorofil,disebut kelompok fitoflagellata. Contoh:
a) Euglena viridis, hidup di air tawar.
b) Volvox globator, hidup di air tawar, berkoloni, merupakan kumpulan ribuan hewan bersel
satu yang berflagel dua. Sel-sel pembentuk koloni dihubungkan dengan benang-benang
plasma.
c) Noctiluca miliaris, hidup di laut, mempunyai dua flagel, yang satu panjang dan yang satu
pendek, hewan ini menyebabkan laut tampak bercahaya pada waktu malam hari.
2) Flagellata yang tidak mempunyai pigmen klorofil disebut kelompok zooflagellata. Contoh:
a) Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodosiense, penyebab penyakit tidur pada
manusia. Hospes perantaranya adalah lalat tse-tse, yaitu Glosina palpalis dan Glosina
mursitans. Trypanosoma hidup di dalam kelenjar getah bening atau cairan serebro spinal
manusia.
b) Trichomonas vaginalis, parasit pada vagina saluran urine wanita.

c) Leishmania tropica, penyebab penyakit kalaazar dengan tanda


demam dan anemia.
d) Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit, disebut penyakit
oriental.
e) Trypanosoma evansi, penyebab penyakit sura (malas) pada ternak.
a. Euglena viridis
Euglena viridis adalah sejenis alga bersel tunggal yang berbentuk lonjong dengan ujung
anterior (depan) tumpul dan meruncing pada ujung posterior (belakang). Setiap sel Euglena
dilengkapi dengan sebuah bulu cambuk (flagel) yang tumbuh pada ujung anterior sebagai alat
gerak. Pada ujung anterior ini juga terdapat celah sempit yang memanjang ke arah posterior.
Pada bagian posterior, celah ini melebar dan membentuk kantong cadangan atau reservoir.
Flagel terbentuk di sisi reservoir. Di sisi lain dari flagel terdapat bintik mata yang sangat peka
terhadap rangsangan sinar matahari. Tubuh Euglena terlindung oleh selaput pelikel, sehingga
bentuk tubuhnya tetap. Di sebelah dalam selaput pelikel terdapat sitoplasma. Di dalam
sitoplasma ini terdapat berbagai organel seperti plastida, kloroplas, nukleus, vakuola
kontraktil,

dan

vakuola

nonkontraktil.

Euglena dapat hidup secara autotrop maupun secara heterotrop. Pada saat sinar matahari
mencukupi, Euglena melakukan fotosintesis. Tetapi bila tidak terdapat sinar matahari,
Euglena mengambil zat organik yang terlarut di sekitarnya. Pengambilan zat organik
dilakukan dengan cara absorbsi melalui membran sel. Selanjutnya, zat makanan itu
dicernakan secara enzimatis di dalam sitoplasma.

System pencernaan
Pada umumnya Flagellata misalnya Euglena dan Dinoflagellata, untuk mendapatkan
makanan dapat bersifat miksotrof (bersifat holozoik dan holofitrik). Secara holozoik
dengan bantuan flagella yang tidak hanya berfungsi sebagai alat gerak, melainkan
berfungsi juga untuk memperoleh makanan. Gerakan flagella yang berombak-ombak
menghasilkan aliran air di sekitar mulut, sehingga makanan mengumpul dan terdorong
masuk ke dalam mulut. Makanan yang masuk ke dalam mulut bergerak melewati
kerongkongan dan bermuara pada suatu tempat penampungan (resevoir). Kedalam
resevoir itu bermuara beberapa vakuola kotraktil kecil. Ketika berisi makanan, vakuola
makanan enjadi membesar. Lisosommemberikan enzim ke dalam vakuola makanan untuk
encernakan makanan, kemudian vakuola membesar kembali. Hasil pencernaan makanan
didispersikan ke dalam sitoplasma secara pinositosis, dan sisa yang tidak tercerna
dikeluarkan dari sel.
System pernafasan
Respirasi pada flagellata terjadi secara difusi. Oksigen yang berasal dari lingkungan
dapat berdifusi masuk melalui membran sel, begitu juga dengan karbondioksida hasil
pernapasan akan berdifusi keluar melalui membran sel. Menurut Haeckels (1904).
Flagellata juga memiliki alat pernapasan yang disebut stigma. Stigma ini berfungsi
sebagai alat respirasi yang dilakukan untuk pembakaran hidrogen yang terkandung di
dalam kornel. Oksigen digunakan untuk pelepasan energi secara aerobik. Energi
digunakan untuk pengumpulan senyawa-senyawa yang dibutuhkan dalam pertumbuhan
dan perbaikan sel.
Reproduksi
Pada ganggang bersel tunggal seperti euglena, hal ini terjadi secara pembelahan biner,
yaitu suatu pembelahan sederhana sebuah organisme utuh menjadi dua bagian yang sama
yang kemudian tumbuh dan membentuk individu baru. Pembelahan sel dapat terjadi juga
ketika sel bergerak, yang merupakan pembelahan longitudinal dan dimulai pada ujung
anterior.
Pembelahan pada saat sel tidak bergerak, sel dikelilingi selubung yang gelatinous.
Seringkali sel anak membelah lagi untuk membentuk koloni palmela (bila sang anak

gagal keluar dari sel induk, sel-sel anak akan terus membelah sampai mencapai ratusan
sel anak dan diselubungi matriks yang gelatinous) yang temporal selama mitosis.
Pada spesies yang memiliki satu flagellum, blepharoplas (granula pada pangkal tiap-tiap
flagella) membelah menjadi dua. Flagellum lama tetap menempel pada salah satu
blepharoplas dan dari blepharoplas yang satunya tumbuh flagellum baru.
Proses

pembelahan

selanjutnya

seperti

mitosis

pada

umumnya.

Euglena juga sering kali membentuk kista (sel vegetatif membulat dan berdinding tebal)
yang cukup tahan terhadap kondisi buruk sampai beberapa waktu lamanya. Selain itu juga
bereproduksi secara autogami (fusi antara nukleus sel-sel anak). Inti hasil fusi kemudian
membelah meiosis membentuk empat nukleus yang masing-masing berkembang menjadi
sel vegetatif.

https://id.wikipedia.org/wiki/Protozoa
http://www.zonabiokita.web.id/2013/06/klasifikasi-protozoa.html