Anda di halaman 1dari 4

RANGKUMAN

ILMU NEGARA
A. Pengertian ilmu negara dan negara
ilmu negara adalah ilmu yang mempelajari, menyelidiki, dan mempelajari
tentang negara. Tujuan dari mata kuliah Ilmu negara adalah sebagai pengantar kepada
mata kuliah ilmu hukum yang lain, seperti hukum tata negara, hukum administrasi
negara, ilmu politik dan yang lainnya. Dalam mempelajari itu semua kita harus terlebih
dahulu lulus mata kuliah ilmu negara karena ilmu ini sifatnya sebagai dasar. Yang di
kenal sebagai bapak ilmu negara adalah george gellinek. Sedangkan objek dari ilmu
negara adalah negara.
Negara adalah sekelompok masyarakat yang menempati suatu wilayah dan
masyarakat tersebut disatukan oleh pemerintahan yang berdaulat serta bisa berdiri
secara independent. Istilah negara dalam bahasa inggris di sebut state dan etat dalam
bahasa perancis. hakekat negara adalah sebagai kesatuan hukum yang jelas.

B. Bentuk-bentuk negara

Menurut aristoteles bentuk negara di bedakan menjadi:


Monarki:negara yang di perintah oleh satu orang saja.
Aristokrasi: negara yang di perintah oleh sekelompok orang
Republik: negara yang di perintah oleh rakyat.
Menurut kriteria susunan negara , negara di bedakan menjadi:
Negara kesatuan
Negara serikat: negara yang terdiri dari negara2 yang semula berdiri sendiri kemudian
menggabungkan diri dan membentuk negara federal(pemerintah pusat)

C. Sifat negara
Sifat khusus daripada suatu negara ada tiga, yaitu sebagai berikut:
1 Memaksa
Sifat memaksa perlu dimiliki oleh suatu negara, supaya peraturan perundangundangan ditaati sehingga penertiban dalam masyarakat dapat dicapai, serta
timbulnya anarkhi bisa dicegah. Sarana yang digunakan untuk itu adalah polisi,
tentara. Unsur paksa ini dapat dilihat pada ketentuan tentang pajak, di mana
setiap warga negara harus membayar pajak dan bagi yang melanggarnya atau
tidak melakukan kewajiban tersebut dapat dikenakan denda atau disita miliknya.
2 Monopoli
Negara mempunyai monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dari
masyarakat. Negara berhak melarang suatu aliran kepercayaan atau aliran politik
tertentu hidup dan disebarluaskan karena dianggap bertentangan dengan tujuan
masyarakat.
3 Mencakup semua
Semua peraturan perundang-undangan berlaku untuk semua orang tanpa,
kecuali untuk mendukung usaha negara dalam mencapai masyarakat yang
dicita-citakan. Misalnya, keharusan membayar pajak.

D. Fungsi dan tujuan negara

Secara umum tujuan di bentuknya negara adalah sebagai bahtera/lembaga


sosial yang mengangkut masyarakatnya untuk mencapai tujuan bersama yaitu
terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan yang di landasi dengan tegaknya hukum.
Hal yang dimaksud fungsi negara adalah tugas daripada organisasi negara untuk
di mana negara itu diadakan. Mengenai fungsi negara ini ada bermacam-macam
pendapat, seperti Van Vallenhoven, dan Goodnow. Negara terlepas dari ideologinya itu
menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak perlu, yaitu sebagai berikut:
1 Melaksanakan penertiban
Negara dalam mencapai tujuan bersama dan untuk mencegah bentrokan-bentrokan
dalam masyarakat harus melaksanakan penertiban. Jadi, dalam hal ini negara
bertindak sebagai stabilitator.
2 Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.
Setiap negara selalu berusaha untuk mempertinggi kehidupan rakyatnya dan
mengusahakan supaya kemakmuran dapat dinikmati oleh masyarakatnya secara adil
dan merata.
3 Pertahanan
Pertahanan negara merupakan soal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup
suatu negara. Untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar diperlukan pertahanan
maka dari itu negara perlu dilengkapi dengan alat-alat pertahanan.
4 Menegakkan keadilan
Keadilan bukanlah suatu status melainkan merupakan suatu proses. Keadilan
dilaksanakan melalui badan-badan pengadilan.
Sedangkan menurut montesqiu membedakan dan mengklasifikasikan fungsi
negara dengan fungsi legislatif, eksekutif dan yudikatif.
`

E. Teori asal mula negara


1.
2.
3.
4.

Tentang asal usul Negara bisa terbentuk terdapat beberapa teori yang mendasari
pertanyaan ini, teori tersebut antara lain adalah:
Teori ketuhanan, dalam teori ini menyatakan bahwa Negara terbentuk dari sekumpulan
masyarakat yang melakukan kontrak sosial yang berisi perjanjian-perjanjian yang
mengatur kehidupan mereka bersama dalam menempati suatu wilayah.
Teori ketuhanan, dalam teori ini menyatakan bahwa Negara dan kekuasaan itu berasal
dari tuhan yang diberikan kepada manusia di muka bumi ini.
Teori kekuatan, dalam teori ini menyatakan bahwa Negara terbentuk dari penaklukan
oleh kelompok yang kuat terhadap kelompok yang lemah sehingga kelompok-kelompok
tersebut bersatu dan menjadi sebuah Negara.
Teori patrialchal, dalam teori ini menyatakan bahwa pemimpin pertama dari manusia
adalah seorang bapak yang mempunyai keluarga kecil dan kemudian keluarga tersebut
berkembang menjadi masyarakat lalu berkembang lebih besar lagi menjadi sebuah
Negara dengan garis bapak menjadi pemimpin.

5. Teori matrialchal, teori ini hampir sama dengan teori patrialchal hanya garis ibu yang
menentukan menjadi pemimpinnya.
6. Teori patrimonial, teori ini juga hampir sama dengan teori patrialchal hanya garis ayah
dan ibu yang menjadi pemimpinnya.
7. Teori organis, dalam teori ini menyatakan bahwa asal mula sebuah Negara di ibaratkan
sama dengan proses terbentuknya individu yang berawal dari sel, berkembang menjadi
jaringan, organ lalu menjadi individu yang sempurna. Begitu juga dengan Negara yang
berawal dari perkumpulan masyarakat kecil lalu berkembang menjadi masyarakat besar
dan membentuk Negara.
8. Teori alamiah, teori ini pertama kali di kemukakan oleh aristoteles, teori ini menyatakan
bahwa Negara adalah ciptaan alam dan kodrat manusia membenarkan adanya Negara.
9. Teori historis, dalam teori ini menyatakan bahwa Negara(lembaga sosial) terbentuk
sesuai dengan kebutuhan manusia.

F. Teori kedaulatan
Teori kedaulatan negara yang dikemukakan oleh para ahli kenegaraan adalah
sebagai berikut:
a. Teori Kedaulatan Tuhan
Menurut teori ini kekuasaan tertinggi dalam negara berasal dari Tuhan. Artinya, raja
atau penguasa negara mendapat kekuasaan tertinggi dari Tuhan sehingga kehendak
raja atau penguasa juga merupakan kehendak Tuhan.
b. Teori Kedaulatan Negara
Berdasarkan teori ini, kekuasaan tertinggi terletak pada negara. Negara sebagai
lembaga tertinggi yang memiliki kekuasaan. Kedaulatan negara muncul bersama
dengan berdirinya suatu negara.
c. Teori Kedaulatan Hukum
Teori kedaulatan hukum menekankan bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara terletak
pada hukum, baik hukum tertulis maupun tidak tertulis. Oleh karena itu, pelaksanaan
pemerintahan dibatasi oleh norma sehingga tidak bersifat absolut.
d. Teori Kedaulatan Rakyat
Teori kedaulatan rakyat mengajarkan bahwa kekuasaan negara tertinggi terletak di
tangan rakyat. Sumber ajaran kedaulatan rakyat adalah demokrasi. Teori ini
memunculkan timbulnya suatu teori pembagian kekuasaan seperti dalam ajaran trias
politika yang dikemukakan oleh Montesquieu.

G. Teori kekuasaan

1.
2.

Beberapa teori tentang kekuasaan negara adalah sebagai berikut:


Teori teokrasi: penguasa/negara selalu benar, teori ini di bagi menjadi 2, yaitu:
Teokrasi langsung:penguasa tuhan secara langsung, contohnya kekuasaan firaun pada
peradaban mesir kuno.
Teokrasi tidak langsung: penguasa tidak tuhan secara langsung tapi di wakilkan kepada
raja/penguasa.
Teori kekuatan: kekuasaan dari orang yang terkuat fisik, materi atau politik.

Teori perjanjian: penguasa adalah dari hasil perjanjian dan kesepakatan bersama.
Teori etika: plato & aristoteles manusia tidak memiliki arti dlm hidupnya apabila tidak
bernegara. Negara merupakan hal mutlak, maka segala tindakan negara dpt
dibenarkan.
immanuel kant tanpa negara manusia tidak dpt tunduk pd hukum-hukum yg ada, krn
negaralah yg menegakkan hukum itu.
christian wolft keharusan utk membentuk negara merupakan keharusan moral yg
tertinggi.
Teori absolut: friedrich hegel,Manusia mutlak hidup dlm suatu negara karena manusia
bertujuan utk kembali kpd cita-cita yg absolut yaitu negara.
Tindakan negara dibenarkan krn negara yg dicita-citakan oleh manusia.
Teori psikologi: Alasan pembenaran kekuasaan negara adalah berdasarkan pada
unsur psikologi manusia, misalnya krn rasa takut, rasa kasih sayang, dll.
Jadi, orang membentuk negara krn secara psikologis memang dibutuhkan untuk
memberi rasa aman, tentram, dll.
Diposkan 13th January 2013 oleh ekoc