Anda di halaman 1dari 13

Panduan Essay

Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba memberikan panduan bagaimana menulis satu esai
lainnya yang juga menjadi salah satu persyaratan mendaftar beasiswa LPDP, yaitu esai
tentang Rencana Studi.
Langsung saja ya.
Pertama, kita perlu memahami bahwa rencana studi atau study objective selalu
menjadi salah satu persyaratan berbagai beasiswa, tidak hanya untuk beasiswa LPDP
saja.Kenapa?
Alasannya sederhana, yaitu karena tujuan utama dari beasiswa yang akan diberikan adalah
untuk studi. Artinya, si sponsor beasiswa perlu memahami tentang latar belakang pendidikan
si pelamar meliputi semua prestasi dan penelitian yang telah diraih dan dilakukan, lalu apa
rencana studinya ke depan, mulai dari kampus yang dituju, jurusan yang ingin dilamar, topik
penelitian yang ingin dikerjakan, sampai apa yang ingin dilakukannya nanti paska lulus dari
studi.
Ingat, sponsor beasiswa menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk membiayai studi S2
atau S3 seseorang apalagi bila studinya ke luar negeri. Mereka mengharapkan, dengan
menyekolahkan beberapa orang dapat memberikan dampak perubahan pada banyak orang,
terutama melalui bidang studi yang akan diambil oleh si penerima beasiswa. Esai tentang
rencana studi dari pelamar beasiswa akan menjadi bahan pertimbangan bagi sponsor
beasiswa dalam memprediksi impact beasiswa yang akan diberikannya pada si pelamar itu.
Tak jarang ada yang tidak lulus seleksi beasiswa karena rencana studinya biasa saja, dalam
artian tidak berhasil memperlihatkan rencana studi yang bagus. Yang dimaksud rencana studi
yang bagus disini adalah rencana studi yang berisi rencana studi atau penelitian yang akan
ikut berkontribusi mengatasi permasalahan permasalahan tertentu di bidang yang dilamar.
Alasan lain kenapa sponsor beasiswa membutuhkan rencana studi adalah karena kampus
kampus, terutama di luar negeri, akan meminta study objective dari setiap mahasiswa yang
melamar ke jurusan mereka. Kampus di luar negeri sangat fokus sekali dengan menerima
mahasiswa yang punya pengalaman di bidang akademik atau pun pekerjaannya serta punya
renana studi dalam artian topik penelitian yang ingin dilakukan. Dengan menerima
mahasiswa yang berpengalaman dan tahu apa yang ingin dipelajari, kampus di luar negeri
dapat menilai apakah tenaga pengajar dan fasilitas belajar yang ada dapat membantu siswa ini
atau tidak. Bahkan, tidak jarang ada mahasiswa yang diberikan Conditional Offer atau
diterima dengan syarat oleh kampus luar negeri. Biasanya, ini disebabkan rencana studinya
sudah cocok dengan apa yang difasilitasi oleh jurusan di kampus tersebut, tetapi nilai TOEFL
IBT atau IELTS-nya belum memadai. Perlu diketahui bahwa ada yang nilai TOEFL IBT dan
IELTS-nya tinggi, lebih dari standar minimal yang ditetapkan oleh kampus, tapi tidak
diterima oleh kampus; umumnya, ini disebabkan karena kampus tersebut merasa tidak bisa
membantu atau memfasilitasi rencana studi si pelamar tersebut, atau rencana studi si pelamar
berbeda dengan visi dan misi jurusan yang dilamar, dan lain sebagainya. Pendeknya, disini
saya ingin menekankan bahwa jurusan di kampus luar negeri terutama lebih sering melihat
rencana studi mahasisw ayang emlaamr terlebih dahulu, baru kemudian melihat hasil tes
bahasa Inggrisnya.

Nah, sudah paham sekarang tentang seberapa penting rencana studi ini?
Kedua, bagaimana esai rencana studi yang bagus?
Saya akan memberikan panduan sesederhana mungkin, menghindari terminologi akademik.
Disini, saya jelaskan per paragraf agar mudah teman teman mengikuti organisasi tulisan
esainya.
Rencana studi yang bagus berisi:

Paragraf Pertama:

Jelaskan program S2 atau S3 apa yang mau diambil dan jelaskan alasannya kenapa. Kasih
penjelasan rinci tentang program yang akan diambil ini, mulai dari mata kuliah, pengajar,
sampai durasi studi.

Paragraf Kedua:

Jelaskan latar belakang pendidikan atau pekerjaan kita, lalu coba hubungkan bagaimana
pengalaman ini bisa terkait dengan program studi yang akan diambil itu. Misal, pernah
belajar satu mata kuliah yang bersinggungan dengan program yang akan diambil, pernah
melakukan penelitian, pernah terlibat dalam sebuah project, pernah membuat program atau
initiative, dan lain sebagainya. Intinya, jelaskan apa yang sudah dilakukan, dalam hal
pengalaman pendidikan atau pekerjaan, yang bisa memperlihatkan bahwa kita tidak mentah
kalau nanti belajar di program yang akan diambil.

Paragraf Ketiga:

Uraikan sebuah isu yang ingin diselesaikan. Ini nanti bisa terkait dengan topik penelitian
yang akan dilakukan ketika studi di program yang akan dilamar. Isu ini harus berangkat dari
latar belakang pendidikan atau pengalaman (pekerjaan) yang dimiliki. Jelaskan isu ini dengan
baik menggunakan pengalaman pribadi dan data atau contoh; usahakan menjelaskan dengan
cara se-akademik mungkin. Saya sangat menekankan disini untuk menggunakan contoh
contoh yang diambil dari pengalaman pribadi, misal pernah dikirim ke sebuah desa terpencil
atau pernah melakukan sebuah project tertentu lalu menjelaskan kondisi rincinya terkait isu
yang diangkat ini. Alasannya adalah isu yang kita angkat bisa jadi akan sama dengan
beberapa pelamar beasiswa yang lain yang datang dari latar belakang pendidikan atau
pekerjaan yang sama dnegan kita. Nah, yang akan membedakan esai kita dengan mereka
nanti adalah rincian informasi yang melibatkan pengalaman pribadi kita dan ini juga yang
akan membuat esai kita lebih memiliki nilai berbeda nanti.

Paragraf Keempat:

Uraikan tentang bagaimana kampus dan jurusan yang akan dilamar dapat membantu kita
dalam mempelajari ilmu pengetahuan atau pun skills yang dibutuhkan untuk mengatasi isu
yang kita angkat di paragraf ketiga. Bagaimana cara mendapatkan informasi tentang kampus
dan jurusan yang akan dilamar? Buka website kampusnya. Ketik saja namanya di google,
akan muncul dalam beberapa detik. Lalu, buka program jurusan yang dituju, nanti disana
akan ditemukan visi dan misi jurusan, silabus, serta semua profil tentang tenaga pengajar

yang ada di jurusan itu. Tinggal kita lagi mengkaitkan bagaimana semua informasi ini bisa
membantu kita menjelaskan apa yang akan kita pelajari nanti dan bagaimana itu akan
membantu kita berkontribusi dalam mengatasi isu yang diangkat di paragraf ketiga. Kita bisa
juga melihat artikel atau buku yang sudah dilakukan atau ditulis oleh para tenaga
pengajarnya, kemudian meng-highlight penelitian tentang itu kalau relevan untuk isu yang
kita angkat.

Paragraf Kelima:

Uraikan future goals yang ingin diraih apa. Biasanya, kalau informasi di paragraf 1, 2, 3, dan
4 sudah lengkap, future goals ini tinggal meyambungkan saja, karena semuanya saling
terkait. Misal, dari isu yang diangkat nanti, bisa jadi future goalnya adalah ingin menjadi
seorang yang ahli di bidang pendidikan daerah terpencil, membantu pemerintah mengatasi
permasalahan permasalahan yang terkait ketidakmerataan kualitas pendidikan di daerah
terpencil, dan lain sebagainya. Bisa juga disebutkan nama profesinya langsung.

Paragraf Keenam:

Uraikan kenapa ingin menempuh studi di negara yang akan dilamar ini kampusnya.
Usahakan penjelasan dijaga dalam konteks akademik; tidak perlu kaitkan dengan jalan
jalan, apalagi ingin melihat artis tertentu. Misal, Beberapa pertimbangan kenapa Australia
menjadi negara tujuan studi yang tempat untuk saya. Pertama, negara Australia sangat
terkenal dengan penelitian dibidang Sejak tahun 1990, universitas universitas di
Australia sudah melakukan riset .. terus dijelaskan. Tentu saja kalian harus eksplor dulu
negara tersebut. Caranya bagaimana? Biasanya kalian akan dapat berbagai informasi saat
buka buka website kampus kampus di negara tersebut, lalu tinggal kaitkan saja satu sama
lain informasinya. Tidak sulit koq sebenarnya, selama kalian sudah melakukan eksplorasi
(membaca) penjelasan di website website kampus di negara tempat tujuan studi.
Nah, inilah panduan menulis esai rencana studi. Saya buat 6 paragraf, tetapi kalian bisa
mengembangkannya sesuai dengan kondisi kalian, apalagi tidak ada batasan di LPDP
jumlah kata maksimalnya. Saran saya jangan lebih dari 3 halaman.
Ada juga yang membuat rencana studi dengan menambahkan beberapa poin. Misal, setelah
keenam paragraf itu selesai, dia buat satu sesi yang berupa tabel tentang nama mata kuliah,
semester berapa diambil, apa yang akan dipelajari, sampai kapan selesai studinya. Ini bisa
saja kalau kalian mau buat. Justru saya sangat sarankan karena orang Indonesia sangat senang
dengan hal hal yang dibuat agak rumit. Ini tidak berlaku untuk study objective beasiswa
sponsor luar negeri biasanya. Kalau kalian ingin buat tabel seperti yang saya jelaskan ini
gampang, semua informasinya tentang mata kuliah dari semester 1 sampai selesai berikut
penjelasannya tersedia di website kampus yang akan dilamar, tinggal buka saja, lalu buat
informasinya ke dalam tabel.
Dibawah ini contoh rencana studi dari siswa yang pernah saya bantu koreksi. Terima kasih
padanya yang sudah mengizinkan saya untuk berbagi contoh rencana studinya.

Contoh Rencana Studi


Saya ingin mengambil program Master of Education dengan spesialisasi program TESOL
(Teaching English for Speakers of Other Languages) di University of Wollongong, Australia.
Kampus ini memiliki reputasi yang sangat baik dan masuk dalam 2% universitas terbaik
dunia di bawah usia 50 tahun versi QS World University Ranking dan The Times Higher
Education. Saya telah mendapat letter of admission dan akan memulai perkuliahan pada
bulan Juli 2016 dan akan selesai pada bulan Desember 2017. (Informasi yang saya jelaskan
di Paragraf 1)
Program studi ini adalah master by coursework dan memiliki total 72 kredit dengan bobot 6
kredit setiap mata kuliah. Struktur perkuliahan terdiri dari mata kuliah wajib, mata kuliah
spesialisasi TESOL, dan mata kuliah pilihan lintas jurusan yang bebas dipilih sendiri oleh
mahasiswa. Ada tiga mata kuliah wajib yaitu Introduction to Research and Inquiry, Theories
of Second Language Learning, dan Researching TESOL Perspectives and Practices. Untuk
mata kuliah spesialisasi saya berencana mengambil Methodology in Second Language
Teaching, Materials and Methodology in Second Language Teaching, Assesing and
Evaluating in TESOL environments, English language:Learners problems, Professional
experience in TESOL, Engaging diversity:Exploring Context of EAL Education, dan English
in Spesific Context. (Disini dia buat 2 paragraf informasi yang saya jelaskan di paragraf
1)
Saya memiliki ketertarikan yang tinggi tentang bagaimana cara mengembangkan kurikulum,
penilaian, dan evaluasi dalam pengajaran bahasa Inggris sehingga mampu menghasilkan
metode yang paling sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang berasal dari beragam budaya
dan latar belakang. Selain itu saya juga ingin lebih mendalami tentang apa yang sudah saya
pelajari di program sarjana. Beberapa mata kuliah seperti Curriculum and Materials
Development, Language Testing, English for Children, Sociolinguistics, dan Discourse
Analysis telah membekali saya dengan teori dan pengetahuan dalam hal pengajaran bahasa
Inggris dan Linguistik. Saya juga telah melatih rasa percaya diri dalam berbahasa Inggris
melalui mata kuliah berjenjang seperti Writing, Reading, Listening, dan Speaking. Selain itu
pengalaman bergabung dalam program Indonesia Mengajar dan mengajar anak anak di
daerah terpencil dengan latar belakang sosial ekonomi rendah dan budaya yang berbeda telah
memberikan saya pengalaman untuk melakukan kegiatan internship (praktik mengajar) di
salah satu sekolah disana. (Disini, dia tidak menjelaskan latar belakang pendidikannya
seperti yang saya jelaskan poin untuk di paragraf 2, tetapi langsung menjelaskan poin
yang saya jelaskan di paragraf 3. Menurut saya, akan lebih kuat ketika dia
menjelaskan latar belakang pendidikannya dahulu baru masuk ke poin yang ini)
Di progam master ini, saya juga berencana mengambil dua mata kuliah lintas jurusan yaitu
Current Issues in Education:Curriculum, Pedagogy, and Policy dan Mentoring Beginning
Teacher. Mata kuliah ini akan membahas isu isu penting dalam pendidikan termasuk
bagaimana pendidikan mampu mempengaruhi kebijakan sosial ekonomi sebuah negara
seperti sebuah riset yang dilakukan OECD (Organisation for Economic-cooperation and
Development) menyatakan bahwa standar pendidikan merupakan alat prediksi bagi
kesejahteraan jangka panjang suatu negara. Kebijakan dan praktik pendidikan buruk

mengakibatkan banyak negara mengalami keadaan seperti resesi ekonomi. Indonesia akan
mengalami bonus demografi pada tahun 2045, dimana jumlah usia produktif akan lebih
banyak dibanding penduduk usia lansia dan anak anak, untuk itu diperlukan kebijakan,
kurikulum dan tenaga pengajar yang berkualitas untuk mempersiapkan generasi muda yang
memiliki kompetensi dunia dan pemahaman akar rumput agar mampu bersaing dengan
negara negara lain. (Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf ke tiga
dan empat)
Untuk kegiatan di luar perkuliahan, University of Wollongong juga menyediakan beberapa
program tambahan yang bisa diikuti oleh mahasiswa Internasional seperti kegiatan
sukarelawan, English Conversation Group yang diinisiasi oleh masyarakat lokal, dan Asian
Immersion Program. Program ini adalah program kerjasama antara Bomaderry High School
dan kampus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang tradisi dan budaya
negara Asia dan memberi kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk berkunjung dan
belajar tentang sistem pendidikan di Australia. (Disini, dia menjelaskan poin yang saya
jelaskan di paragraf kelima)
Tujuan karir jangka panjang saya adalah menjadi spesialis dalam pengajaran bahasa Inggris
dan berkontribusi dalam hal peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menjadi
seorang dosen dan pelatih guru. Saya yakin bahwa kampus ini memiliki posisi yang
terkemuka dalam bidang pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris dalam hal pengetahuan
serta teori, kualitas teknologi dan riset. yang akan memfasilitasi saya untuk mencapai cita
cita saya menjadi seorang professional di bidang pengajaran dan pendidikan. Sehingga di
masa depan, saya mampu mengembangkan metode pengajaran bahasa Inggris yang sesuai
untuk setiap kondisi dan kebutuhan pelajar yang ada di Indonesia dan melatih guru agar
Indonesia memiliki tenaga pengajar bahasa Inggris yang berkualitas.
(Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf ke enam)
Bisa tambah setelahnya poin misal: (optional)
Waktu Pelaksanaan Studi:

Jelaskan dalam bentuk tabel

Mata Kuliah:

Jelaskan dalam bentuk tabel

Demikianlah, panduan menulis esai LPDP untuk bagian Rencana Studi. Gimana? Gampang
bukan?
Kuncinya adalah kalian harus sering sering buka dan baca website website kampus di
negara yang dituju dan baca berbagai penjelasan, silabus dan lain sebagainya di jurusan yang
akan kalian ambil. Nanti informasi informasi itu akan membantu kalian dalam menulis,
bahkan beberapa informasi bisa kalian adopsi.
Semoga bermanfaat.
Yuk, semangat! Lets break the limits..!!

Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: . Sukses Terbesar dalam
Hidupku.
Dari instruksi ini kita dapat mengetahui bahwa tulisan esai ini akan terdiri dari 5 sampai 7
paragraf karena dibatasi maksimal 700 kata. Satu paragraf bisa berisi 100 kata atau lebih.
Perhitungan seperti ini sederhana, tetapi penting dalam membantu kita dalam membuat draft
tulisan. Artinya kalau ada 7 paragraf misalnya, di paragraf 1 akan berisi pembukaan dan
paragraf 7 akan berisi kesimpulan atau penutupan. Lalu, tersisa 5 paragraf lagi yang mungkin
bisa terdiri dari 100 kata setiap paragrafnya sehingga jumlah kata dalam 5 paragraf ini adalah
500 kata. Didalam 5 paragraf ini kita juga harus memahami bahwa poin penting harus
dijelaskan di dalam 5 paragraf ini. Sederhana bukan perencanaannya? Setiap orang bisa
berbeda jumlah paragrafnya, bergantung dengan informasi yang mereka miliki.
Hal penting lainnya adalah saat melihat instruksi sebuah esai, coba untuk menerka apa
tujuan sponsor beasiswa mensyaratkan esai tentang ini; apa yang ingin mereka ketahui?
Eksplor tentang latar belakang sponsor, termasuk tentang visi dan misinya. Dengan kita
memahami semua hal tentang sponsor beasiswa yang akan kita lamar, kita dapat
menyesuaikan isi esai kita agar sesuai dengan keinginan mereka, dalam artian sesuai dengan
yang mereka cari; sesuai dengan latar belakang dan tujuan yang ingin dicapai oleh beasiswa
yang kita akan lamar. Kenapa saya menyampaikan informasi ini?
Alasannya adalah ada ratusan bahkan ribuan pelamar sebuah beasiswa, sedangkan panitia
yang terlibat dalam komite seleksi hanya beberapa orang saja. Coba posisikan kalian sebagai
salah satu dalam komite seleksi beasiswa, lalu harus membaca ratusan bahkan ribuan esai
pelamar beasiswa. Bagaimana kalian akan membaca esai esai itu agar cepat selesai? Pasti
dengan cara membaca cepat, bukan? Nah, disinilah yang perlu kita pahami bahwa esai kita
harus langsung menjawab dan berisi informasi yang diminta oleh sponsor beasiswa. Poin
poin yang kita sampaikan dalam esai harus to the point dan berbobot diawal; yang dalam
hitungan detik saat pertama kali orang lain membaca, langsung menangkap isi penting
dalam esai kita dan segera memahami apa yang akan kita sampaikan didalam esai. Jadi, saat
komite penyeleksi membaca esai kita, dalam hitungan detik mereka sudah langsung bisa
menangkap poin poin penting tentang kita yang sesuai dengan yang mereka minta. Kalau
misalnya esai kita tidak fokus atau bertele tele, saya rasa setelah beberapa detik membaca
paragraf awal, komite penyeleksi sudah langsung meminggirkan aplikasi kita.
Yuk, kita mulai membahas setiap paragrafnya.
Esai: Sukses Terbesar dalam Hidupku
Paragraf Pertama:

Jelaskan dua atau tiga kalimat tentang definisi Sukses bagi anda. Uraikan dengan
cerdas. Maksudnya bagaimana? Berfilosofi sedikit boleh, tetapi usahakan berbobot,
jangan ngosong doank. Caranya bagaimana? Bisa dengan sedikit membawa
informasi tentang orang orang yang sudah terkenal baik didalam atau pun luar
negeri, bisa dengan membawa sebuah cerita pertemuan dengan seseorang, bisa mulai
dengan sebuah pengalaman, atau langsung to the point, misal bagi saya, sukses adalah
Ini terinspirasi atau didasarkan pada, dan lain sebagainya.

Lalu, rangkum didalam kalimat terakhir paragraf pertama tentang sukses terbesar
dalam hidup anda yang akan anda uraikan dalam esai ini.

Contoh:
Ayah meninggal dunia disaat usia saya 3 tahun. Sejak saat itu, Ibu menjadi tulang punggu
keluarga; banting tulang bekerja siang dan malam berjualan untuk memenuhi kebutuhan
sehari hari saya dan tiga orang adik saya, terutama untuk membiayai pendidikan kami.
Suatu hari, Ibu menyampaikan sebuah pesan kepada saya bahwa kelak saya harus bisa
sekolah setinggi mungkin hingga mencapai level Doktor agar dapat membantu keluarga serta
orang lain yang hidup dalam kemiskinan seperti kami. Nasehat ibu ini menjadi dasar saya
dalam mengukur kesuksesan dalam hidup, yaitu seberapa banyak hal yang sudah berhasil
saya lakukan, seberapa kontribusi yang sudah saya berikan untuk orang orang sekitar
melalui pengetahuan, skill, dan prestasi prestasi yang telah saya raih. Setelah beberapa
tahun studi .. bekerja di bidang .. saya sudah mampu berbuat dan meraih beberapa hal
penting yang saya anggap sebagai sukses terbesar dalam hidup saya sampai saat ini. Didalam
esai ini, saya ingin menjelaskan tiga kesuksesan penting yang sudah saya raih ..
Paragraf Kedua, Ketiga, Keempat, Kelima, dan Keenam:

Uraikan satu persatu poin yang dianggap sebagai kesuksesan dalam hidup anda.

Setiap kesuksesan, diuraikan dengan rinci dan diberikan contoh. Bantu pembaca
melihat dan merasakan bagaimana perjuangan meraih kesuksesan yang dimaksud.

Tidak usah berkecil hati kalau dirasa ini mungkin bukan kesuksesan yang besar bagi
orang lain, karena yang terpenting itu adalah bagaimana kita melihat itu sebagai
kesuksesan seperti definisi kita di paragraf pertama dan bagaimana kita menjelaskan
ke pmebaca bahwa ini adalah sebuah kesuksesan.

Contoh:
Awali setiap paragraf selanjutnya dengan menjelaskan poin yang akan dijelaskan terlebih
dahulu:
Paragraf kedua:
Sukses terbesar pertama yang telah saya raih adalah berhasil menyelesaikan kuliah sarjana
dengan IPK yang memuaskan dalam jangka wkatu kurang dari 4 tahun. (Ini kalimat
pertama dalam paragraf kedua)

Kalimat selanjutnya diparagraf kedua menguraikan tentang poin yang dijelaskan di


kalimat pertama:
Bagi sebagian orang, menyelesiakan perkuliahan sarjana mungkin bukanlah hal yang besar.
Namun, secara pribadi, saya harus mengakui bahwa perjuangan menyelesaikan perkuliahan
sarjana saya tidaklah mudah. Saat kuliah, saya harus bekerja di sebuah cafe dari jam 5 sore
sampai 10 malam setiap hari. Dengan cara ini saya bisa memiliki uang untuk makan setiap
hari. Hal yang berat sekali dilakukan ketika diwaktu yang sama saya harus menyelesiakan
tugas dari dosen, mengikuti sebuah project, dan lain lain Setiap akhir semester, saya
harus berjuang mencari beasiswa agar dapat membiayai uang semesteran .. Dan
seterusnya.. (ini penjelasan rinci tentang poin yang diangap satu kesuksesan pertama
yang dijelaskan di kalimat pertama)
Nah, untuk paragraf yang berikutnya (paragraf ketiga, keempat, kelimat dan keenam),
ikuti pola paragraf kedua ini cara menjelaskannya.
Ada yang menjelaskan satu kesuksesan membutuhkan dua paragraf, tidak masalah. Yang
terpenting adalah pastikan setiap kali menyampaikan satu poin sukses yang sudah diraih,
lakukan seperti yang dijelaskan di paragraf kedua ini.
Pararagraf ke tujuh (terakhir):

Simpulkan semua poin yang sudah dijelaskan.

Uraikan apalagi yang mau diraih dimasa depan nanti, dikaitkan dengan definisi sukses
yang sudah dijelaskan serta latarbelakang pendidikan dan pengalaman (kerja) yang
sudah dimiliki.

Uraikan bagaimana beasiswa LPDP ini nanti akan membantu anda dalam meraih
sukses sukses yang berikutnya yang menjadi target anda.

Saya sarankan: jaga poin uraian dibawah tema memberikan kontribusi untuk
Indonesia, membantu mengatasi sebuah permasalahan ekonomi, sosial, politik,
pendidikan, dan lain lain, karena sponsor beasiswa menyukai orang orang yang
punya visi untuk sebuah perubahan nanti. Tidak harus dijelaskan dengan hal yang
besar, tetapi punya konteks atau komunitas atau semacamnya yang ingin dibantu atau
mendapatkan manfaat dari kesuksesan yang akan diraih melalui beasiswa LPDP ini.

Contoh:
Ketiga kesuksesan yang sudah saya raih ini bukanlah tanda untuk saya berhenti, melainkan
sebuah susunan anak tangga yang akan mengantarkan saya pada pencapaiaan kesuksesan
selanjutnya. Sebagai seorang yang berlatar belakang pendidikan serta sudah memiliki
pengalaman bekerja selama 3 tahun sebagai guru, saya punya target ingin ikut membantu
mengatasi permasalahan pendidikan anak anak sekolah di daerah terpencil. Jika terpilih
menjadi penerima beasiswa LPDP ini, saya yakin kalau akan ada banyak pengetahuan tentang
bagaimana mengatasi permasalahan pendidikan di daerah terpencil, pemanfaatan teknologi
dalam pendidikan (dan seterusnya jelaskan). Besar harapan saya beasiswa LPDP ini
menjadi sarana saya untuk meraih kesuksesan selanjutnya dalam kehidupan saya serta

memungkin saya memberikan kontribusi yang lebih untuk bangsa dan negara Indonesia di
masa depan..
Demikianlah panduan menulis esai LPDP tentang Kesuksesan Terbesar dalam Hidupku.
Semoga bermanfaat.
Yuk, semangat! Lets break the limits..!!

Melalui tulisan ini, saya ingin memberikan sedikit panduan buat teman teman yang sedang
menyelesaikan aplikasi esai melamar beasiswa, baik untuk sebuah degree atau pun exchange
program. Saya coba untuk memberikan panduan sesederhana mungkin, mencoba
menghindari terminologi ilmiah yang bisa memusingkan. Langsung saja ya.
Ditulisan ini akan dibahas tentang bagaimana menulis satu esai dalam aplikasi beasiswa
LPDP, yaitu tentang Kontribusiku bagi Indonesia.
Begini. Menulis itu yang sulit adalah menulis dengan organisasi yang baik. Tidak bertele
tele kesana kemari, tapi to the point langsung menjawab pertanyaan atau langsung
memberikan informasi sesuai dengan instruksi yang diberikan untuk esai tersebut.
Saya sudah banyak membantu mengoreksi tulisan esai teman teman yang ingin melamar
beasiswa. Kelemahan paling umum adalah isi tidak menjawab langsung pertanyaan esai,
tidak langsung memberikan informasi yang sesuai intruksi, tidak rinci, kurang informasi
terkait informasi akademik, terutama yang berkaitan dengan bidang yang akan dipelajari.
Di panduan menulis ini, saya ingin menjelaskan bagaimana menulis esai agar tulisan
memiliki standar minimal organisasi sebuah esai yang bagus. Standar minimal organisasi
tulisan ini juga berlaku untuk esai esai beasiswa yang lainnya, tetapi pada kesempatan ini
kita fokuskan ke membahas esai tentang kontribusiku untuk Indonesia.
Bagaimana esai yang tidak bagus? Tulisan esai kurang bagus ketika: 1). isinya tidak
menjawab pertanyaan atau tidak sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya tidak rinci
atau dangkat, 3). isinya tidak menunjukkan kecerdasan atau pengetahuan si penulis di
bidang studi atau yang digelutinya.
Sebaliknya. Tulisan esai bagus ketika: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai
dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan
kecerdasan atau pengetahuan si penulis di bidang studi yang sedang digelutinya.
Pegang ketiga hal ini ya, karena ini standar minimal dalam memiliki tulisan esai yang bagus.

Bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas esai tentang Kontribusiku untuk Indonesia.
Esai tentang Kontribusiku bagi Indonesia
Bagaimana memulainya? Pertama, lihat instruksinya dengan baik. Instruksinya:
Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: Kontribusiku Bagi Indonesia:
kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi /
profesi komunitas saya
Kemudian, ambil kata kuncinya:
.. kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat /
lembaga / instansi / profesi komunitas saya.
Lihat, ada tiga kata kunci, yaitu kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Nah,
tulisan esai harus memberikan informasi yang diminta ini, dan dijelaskan langsung to the
point.
Begini cara membuat draft tulisannya. Bagi menjadi tiga bagian:
1. Kontribusi yang telah dilakukan
Tulis semua hal terkait tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, kita menjelaskan tentang
pengalaman yang sudah kita miliki, mulai dari sisi akademik, pekerjaan, organisasi, dan lain
lain. Intinya, semua hal yang sudah dilakukan untuk menggambarkan kalau Ini loh
kontribusi yang sudah saya lakukan untuk Indonessia..
Cara termudah adalah dengan terlebih dahulu merapikan curriculum vitae kita, lalu mulai
satu persatu tulis semua pengalaman yang ada di CV atau CV bisa menjadi panduannya.
Makanya, penting untuk selalu menjaga catatan setiap hal yang sudah dilakukan didalam
sebuah CV; jangan mengandalkan ingatan, karena kita sering lupa, terutama tentang rincian
tanggal, tempat, dan lain lain yang diperlukan dalam menjelaskan dalam esai.
2. Kontribusi yang sedang dilakukan.
Tulis semua hal terkait dengan ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, fokuskan ke apa yang
sedang dilakukan sekarang dan bagaimana hal yang sedang dilakukan ini bisa berkontribusi
untuk indonesia? Memang, ketika mendengar kata berkontribusi rasanya harus melakukan hal
yang besar sekali, sebenarnya tidak juga. Kita hanya perlu melihat kemana hal yang sedang
kita lakukan ini bisa bermanfaat untuk Indonesia. Pandai membaca situasi dan menjelaskan
bagaimana manfaat untuk Indonesia itu bisa terjadi.
3. Kontribusi yang akan dilakukan.
Tulis semua hal tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, mulai jelaskan berdasarkan
pengalaman dan hal yang sedang dilakukan, apa permasalahan yang ingin diatasi? Atau isu
apa yang menjadi minatnya? Lalu kaitkan dengan bidang studi. Kemudian, jelaskan nanti
kalau belajar S2 di bidang ini, saya akan paham tentang hal ini dan itu. Selesai studi, saya

ingin membuat ini dan itu sehingga saya bis aikut berkontribusi menyelesaikan permasalahan
tentang ini.
Nanti setelah semua informasi setiap bagian itu sudah terpenuhi, baru kemudian disatukan
menjadi sebuah esai. Intinya adalah lihat apa intruksi yang diberikan, lalu pisahkan kata
kuncinya, tuliskan secara terpisah dulu agar tulisan kita terfokus, tidak tercampur dengan hal
hal yang lain.
Untuk membantu pemahaman, saya berikan contoh esai salah satu siswa yang saya bantu dan
sudah lulus mendapatkan beasiswa LPDP. Ketika kalian membaca esai dibawah ini, fokuskan
pada organisasi esai yang baik yang saya jelaskan sebelumnya ya.

Contoh:
Kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya lakukan.
Saya menyelesaikan studi Sarjana di Universitas tahun dengan spesialisasi jurusan
pendidikan Bahasa Inggris. Semasa kuliah, saya aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa
(HIMA..) sebagai anggota bidang Ilmu dan Penalaran. Keaktifan di organisasi ini
mengasah kemampuan saya dalam kepemimpinan dan membangun inisiatif-inisiatif untuk
mengambil tindakan nyata dalam merespon permasalahan sosial dan pendidikan di tingkat
lokal, provinsi, dan nasional. (Ini sedikit gambaran tentang latar belakang keilmuannya
sebagai pengetahuan untuk pembaca. Ingat, pembaca tidak kenal sama sekali dengan
kita. Jangan berasumsi mereka sudah kenal kita, karena ini sering terjadi tanpa kita
sadari. Tetapi, fokuskan pada informasi yang relevan untuk membawa pembaca pada
poin selanjutnya)
Satu prestasi yang berhasil saya raih adalah terpilih sebagai Duta Muda Indonesia untuk
Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada (PPIK). Program ini menitik beratkan pada aktivitas
kegiatan sukarelawan dan pengembangan masyarakat serta bertujuan untuk mempererat
persahabatan antara kedua negara. Program ini terdiri dari dua fase yaitu Kanada dan
Indonesia. Di Kanada, saya bersama duta muda lainnya aktif berkontribusi memperkenalkan
Indonesia dalam bentuk pentas seni budaya kepada masyarakat kota Amherst, Nova Scotia.
Kami juga membantu beberapa kegiatan yang diadakan masyarakat setempat seperti
mengumpulkan donasi makanan dan acara penggalangan dana bekerja sama dengan Palang
Merah Kanada untuk kegiatan amal dan penyaluran bantuan korban gempa Sumatera Barat
tanggal 30 September 2009 lalu.
Di fase Indonesia, kami tinggal di sebuah desa bernama Sei Gohong, kota Palangkaraya yang
mayoritas masyarakatnya beragama Nasrani. Pengalaman tinggal disana selama tiga bulan
telah mengajarkan saya arti toleransi seperti orang tua angkat saya mempersilahkan untuk
sholat di rumah mereka daripada harus berjalan jauh ke musholla. Saya dan teman teman
juga membantu masyarakat lokal dalam pembuatan gerbang desa dan kegiatan kebersihan
lingkungan. Selain itu, saya dan tiga orang teman lain menginisiasi kegiatan belajar bahasa
Inggris untuk remaja dan anak anak dengan bantuan peserta program dari Kanada sebagai
pengajarnya.

Setelah selesai mengikuti program PPIK, saya termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk
Indonesia. Di tahun 2011, saya terpilih menjadi salah satu dari 47 pengajar muda angkatan ke
3 program Indonesia Mengajar dari lebih kurang 5000 pendaftar. Program ini menempatkan
saya selama satu tahun di dusun Rura, kabupaten Majene sebagai seorang guru SD. Selama
disana, saya mendorong guru guru agar lebih kreatif dalam mengajar dengan berbagi bahan
pengajaran yang telah saya dapatkan semasa pelatihan. Lalu, untuk meningkatkan kesadaran
orang tua agar lebih peduli terhadap pendidikan, saya juga berkolaborasi dengan pemuda
pemudi lokal dengan mengadakan perlombaan bulan Ramadhan seperti lomba adzan, lomba
hafalan surat pendek, dan lomba ceramah. Saya dan teman teman pengajar muda lain juga
mendorong perangkat pemerintah setempat untuk membuat kegiatan forum diskusi untuk
kepala sekolah tingkat SD se-kabupaten sebagai wadah untuk saling bertukar ide dan
pengalaman. (Di paragraf 2, 3, dan 4 ini, dijelaskan tentang kontribusi yang sudah
dilakukannya. Perhatikan rincian informasi yang diberikan, bisa membuat pembaca
merasakan apa yang sudah dilakukannya. Bukan hanya karena program yang
diikutinya sudah bagus, tetapi cara menjelaskannya terdapat rincian informasi yang
meliputi tentang latar belakang program atau kegiatan, lalu kontribusi yang
diberikan.)
Tahun 2045 diharapkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Saya
memiliki mimpi agar semua anak di Indonesia memiliki kesempatan untuk mahir berbahasa
Inggris sehingga mereka memiliki kompetensi kelas dunia namun tetap cinta akan tanah
airnya. Namun pengajaran bahasa Inggris di Indonesia masih berfokus pada buku teks dan
target. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penelitian ilmiah tentang pengajaran bahasa
Inggris itu sendiri. Keller (2011) menyatakan bahwa the big problem of teaching English in
Indonesia is a lack of research. We really dont know what the situation is at many levels. So
much of the literature consists of opinion papers. There are relatively few hard facts. Di
salah satu artikel berita, Menristekdikti Mohammad Nasir juga menyatakan bahwa dosen
Indonesia yang bergelar doktor kurang dari 15 persen yang akan berdampak pada kemajuan
dan kualitas perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Dari dua pernyataan diatas bisa disimpulkan
bahwa kualifikasi dosen dan riset memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan
pendidikan di suatu bangsa.
Dalam hal pengajaran bahasa Inggris, Cina adalah salah satu negara yang sukses membangun
generasi mudanya untuk menguasai bahasa Inggris. Hal ini diperkuat dengan bayaknya riset
tentang pengajaran bahasa Inggris serta mengupas berbagai macam aspek sosial dan
linguistiknya yang berdampak pada semakin berkembangnya metode pengajaran bahasa
Inggris disana. Salah satu universitas yaitu Guadong University of Foreign Studies bahkan
memiliki 118 dosen tetap untuk jurusan pendidikan bahasa Inggris, 90% diantaranya bahkan
telah bergelar master dan doktor bandingkan dengan Indonesia yang rata rata hanya
memiliki 20 orang setiap universitas (sumber: PDDIKTI). (Diparagraf 5 dan 6 ini, dia tidak
menjelaskan tentang kontribusi yang sedang dilakukannya. Dia memilih untuk
menjelaskan informasi lain, saya bilang isu yang ingin diselesaikannya. Lalu,
paragraf ini menjadi fondasi dia dalam menjelaskan paragraf selanjutnya, iatu tentang
kontribusi yang akan dilakukannya. Hal ini bagus atau tidka bergantung informasi
yang kalian miliki. Harus cerdas juga dalam menulis. Kalau kira kira tidak ada yang
sedang dilakukan sekarang, gunakan informasi lain untuk menutupinya, seperti yang
dilakukan siswa ini)
Bila saya berkesempatan mendapatkan beasiswa ini, saya ingin mengambil peran sebagai
seorang dosen di sebuah institusi pendidikan tinggi dan berkomitmen untuk melanjutkan

pendidikan sampai jenjang doktor. Saya juga ingin berkontribusi dengan menjadi seorang
pelatih guru agar guru bahasa Inggris di Indonesia menjadi semakin berkualitas sehingga
Indonesia mampu mencapai kebangkitan generasi emas yang berwawasan global dan
memiliki daya saing. (Perhatikan, paragraf sebelumnya membawa pada peran atau
kontribusi yang ingin diberikannya nanti. Kunci disini adalah memiliki sebuah isu
yang ingin diselesaikan. Ingat, sponsor beasiswa itu mencari seorang problem solver.
Mereka berharap dengan menyekolahkan satu orang dapat memberikan dampak ke
banyak orang)
Cara menulis esai setiap orang bisa berbeda untuk esai kontribusiku bagi Indonesia, tetapi
organisasi standar minimal tulisan yang baik adalah kenalkan sedikit
latarbelakang pendidikan atau pekerjaan kita, lalu mulai menjelaskan apa yang sudah
dilakukan, apa yang sedang dilakukan, lalu ditutup dengan apa yang akan dilakukan. Disaat
menulis draft, tulis saja semua informasi yang ada untuk setiap bagian ini, nanti setelah
selesai, baru dipilah yang mana yang relevan dan terlihat lebih kuat untuk esai ini.
Nah, demikianlah panduan untuk menulis esai kontribusiku untuk Indonesia. Pada dasarnya,
tiga poin ini: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai dengan instruksi yang
diberikan, 2). isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan kecerdasan atau
pengetahuan si penulis di bidang studi yang sedang digelutinya, berlaku juga dalam
menulis esai esai beasiswa yang lainnya.
Tetapi, agar lebih mudah, saya akan tulis postingan lain membahas esai beasiswa yang
berbeda. Bila kalian punya request untuk membahas esai beasiswa tertentu, silahkan kirim ke
e-mail saya bersama aplikasi atau pertanyaan/instruksi esainya. Nanti akan saya bahas.
Yuk, semangat! Lets break the limits..!!