Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan Pendidikan

: SMA Negeri 13 Palembang

Mata Pelajaran

: Matematika-Wajib

Kelas/Semester

: XII/1

Topik

: Kesebangunan dan Kekongruenan antar


bangun datar dengan menggunakan aturan
sinus

dan

cosinus

serta

sifat-sifat

transformasi geometri.
Waktu

: 2 45 menit (4 Pertemuan)

A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1 Menganalisis hubungan kesebangunan 3.1.1 Menunjukkan
hubungan
dan kekongruenan antar bangun datar
Kesebangunan dan Kekongruenan
dengan menggunakan aturan sinus dan
antar
bangun
datar
dengan
cosinus serta sifat sifat transformasi
menggunakan aturan sinus dan
geometri
cosinus serta sifat-sifat transformasi
geometri.
3.1.2 Menggambarkan
hubungan
Kesebangunan dan Kekongruenan
antar
bangun
datar
dengan
menggunakan aturan sinus dan
cosinus serta sifat-sifat transformasi
geometri.
3.1.3 Menentukan
hubungan
Kesebangunan dan Kekongruenan
antar
bangun
datar
dengan
menggunakan aturan sinus dan
cosinus serta sifat-sifat transformasi
geometri.
3.1.4 Membandingkan
Kesebangunan
dan Kekongruenan antar bangun
datar dengan menggunakan aturan
sinus dan cosinus serta sifat-sifat
transformasi geometri.
4.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan 4.1.1 Mendaftarkan
hubungan
dengan hubungan kesebangunan dan
Kesebangunan dan Kekongruenan
kekongruenan antar bangun datar dengan
antar
bangun
datar
dengan

menggunakan aturan sinus dan cosinus


serta sifat sifat transformasi geometri
4.1.2

4.1.3

4.1.4

menggunakan aturan sinus dan


cosinus serta sifat-sifat transformasi
geometri.
Mengkategorikan
hubungan
Kesebangunan dan Kekongruenan
antar
bangun
datar
dengan
menggunakan aturan sinus dan
cosinus serta sifat-sifat transformasi
geometri.
Menyelesaikan
masalah
yang
berkaitan
dengan
hubungan
Kesebangunan dan Kekongruenan
antar
bangun
datar
dengan
menggunakan aturan sinus dan
cosinus serta sifat-sifat transformasi
geometri.
Menyimpulkan
hubungan
kesebangunan dan kekongruenan
antar
bangun
datar
dengan
menggunakan aturan sinus dan
cosinus serta sifat-sifat transformasi
geometri.

B. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat mendefinisikan pengertian dari kesebangunan dan menunjukkan bidang
bidang datar yang pasti sebangun.
Siswa dapat menentukan dua segitiga sebangun dengan menggunakan aturan sinus
dan cosinus
Siswa dapat menerapkan sifat sifat transformasi geometri terhadap dua segitiga
sebangun.
Siswa dapat menganalisis hubungan dua segitiga sebangun menggunakan aturan sinus
dan cosinus serta sifat sifat transformasi geometri.
Siswa dapat mengucapkan pengertian dari kesebangunan dan bidang bidang datar
yang pasti sebangun.
Siswa dapat menyajikan hasil dua segitiga sebangun dengan menggunakan aturan
sinus dan cosinus.
Siswa dapat Menggambarkan hasil transformasi geometri terhadap dua segitiga
sebangun.
Siswa dapat Mempresentasikan kesimpulan mengenai hubungan dua segitiga
sebangun dengan menggunakan aturan sinus dan cosinus serta sifat sifat
transformasi geometri.
C. Materi Pembelajaran
Fakta

1.

Dua bangun datar yang sebangun diberi notasi

~ dan untuk dua bangun

yang tidak sebangun


Besar sudut suatu bangun datar dinotasikan m
sudut dalam suatu bangun datar dinotasikan

2.
3.

Derajat biasanya disimbolkan dengan


Lambang menyatakan segitiga

4.
5.
6.
7.

Lambang // menyatakan sejajar


Misalkan titik P( x , y ) terletak pada bidang Cartesius ditransformasikan
akan menghasilkan bayangan yaitu titik

8.

P' (x ' . y ' ) .

Translasi dinyatakan oleh pasangan terurut

T= left (matrix {a ## b} right )

dengan a merupakan komponen translasi pada arah sumbu-x dan b merupakan


komponen translasi pada arah sumbu-y.
9.

Konsep
1. Sebangun adalah dua bangun datar yang mempunyai bentuk yang sama.
2. Transformasi pada bangun geometri merupakan suatu aturan yang memindahkan
suatu bangun geometri dari satu posisi ke posisi lain dengan tidak mengubah
bentuk bangun tersebut.
3. Translasi (pergeserasn) adalah transformasi yang memetakan suatu titik pada titik
lain sebagai bayangannya.
4. Refleksi (pencerminan) adalah suatu transformasi yang memindahkan suatu titik
pada bangun geometri dengan menggunakan sifat benda dan bayangannya pada
cermin datar.
5. Rotasi atau perputaran suatu bangun geometri adalah proses memutar bangun
geometri itu terhadap titik tertentu. Titik tertentu ini dinamakan sebagai titik pusat
rotasi.
6. Dilatasi atau perkalian adalah transformasi yang mengubah ukuran bangun
geometri (memperbesar atau memperkecil), tetapi tidak mengubah bentuk bangun
geometri itu.

Prinsip
1. Dua bangun dikatakan sebangun jika memenuhi syarat :

i)

Perbandingan panjang sisi yang bersesuaian senilai

AB BC CD AD
=
=
=
EF FG GH EH
ii)

Sudut yang bersesuian besarnya sama


m A=m E
m B=m F

mC=m G
m D=m H

2. Dua segitiga sebangun dikatakan sebangun (misal :


i)

ABC A ' B ' C ' ), jika

memenuhi salah satu kondisi berikut ini :


Perbandingan ketiga pasangan sisi yang bersesuaian sama, yaitu
A' B' B'C' A'C '
=
=
=a
AB
BC
AC

ii)

Dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar.


'
Contoh : A= A dan B= B'

iii)

Perbandingan dua pasang sisi yang bersesuaian sama dan sudut yang
diapitnya sama besar
A ' B' A ' C '
=
=a , dan A= A '
AB
AC

iv)

Rumus kesebangunan khusus dalam segitiga siku siku

v)

Aturan sinus untuk segitiga sembarang ABC, dengan panjang sisi sisi
a,b,c dan A , B , C berlaku
a
b
c
=
=
sin A sin B sinC

vi)

Aturan Cosinus untuk sembarang segitiga ABC, dengan panjang sisi sisi
a,b,c dan A , B , C berlaku
2

a =b +c 2 bc cos A
b2=a2 +c 22 ac cos B
c 2=a 2+ b22 ab cos C
vii)

viii)

ix)

x)

Sifat sifat translasi atau pergeseran yaitu


o Bangun yang digeser (ditranslasikan) tidak mengalami perubahan
bentuk dan ukuran).
o Bangun yang digeser (ditranslasikan) mengalami perubahan posisi.
Sifat sifat Refleksi atau pencerminan yaitu
o Bangun (objek) yang dicerminkan (refleksi) tidak mengalami
perubahan bentuk dan ukuran.
o Jarak bangun (objek) dari cermin (cermin datar) adalah sama dengan
jarak bayangan dengan cermin tersebut.
Sifat sifat Rotasi atau perputaran yaitu
o Bangun yang diputar (rotasi) tidak mengalami perubahan bentuk dan
ukuran.
o Bangun yang diputar (rotasi) mengalami perubahan posisi.
Sifat sifat Dilatasi atau perkalian yaitu

o Bangun yang diperbesar atau diperkecil (dilatasi) dengan skala k dapat


mengubah ukuran atau tetap ukurannya tetapi tidak mengubah bentuk.
Jika k > 1 maka bangun akan diperbesar dan terletak searah terhadap
pusat dilatasi dengan bangun semula
o Bangun yang diperbesar atau diperkecil (dilatasi) dengan skala k dapat
mengubah ukuran tetapi tidak mengubah bentuk. Jika k = 1 maka
bangun tidak mengalami perubahan ukuran dan letak.
o Bangun yang diperbesar atau diperkecil (dilatasi) dengan skala k
dapatmengubah ukuran tetapi tidak mengubah bentuk. Jika 0 < k < 1
maka banugn akan diperkecil dan terletak searah terhadap pusat
dilatasi dengan bangun semula
o Bangun yang diperbesar atau diperkecil (dilatasi) dengan skala k dapat
mengubah ukuran atau tetap ukurannya tetapi tidak mengubah bentuk.
Jika -1 < k < 0 maka bangun akan diperkecil dan terletak berlawanan
arah terhadap pusat dilatasi dengan bangun semula
o Bangun yang diperbesar atau diperkecil (dilatasi) dengan skala k
dapatmengubah ukuran atau tetap ukurannya tetapi tidak mengubah
bentuk. Jika k < -1 maka bangun akan diperbesar dan terletak
berlawanan arah terhadap pusat dilatasi dengan bangun semula.

Prosedur
1. Membuktikan dua segitiga sebangun
Contoh :

Alternatif Penyelesaian :
Pada ABC dan ADE dapat diketahui bahwa :
m ABC=m ADE (karena BC // DE, sehingga

ABC dan ADE

adalah pasangan sudut yang sehadap, besarnya pasti sama)


m BAC=m DAC (karena BAC dan DAC berhimpit)
Karena dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar, jadi

ABC ADE .

(Terbuki)
2. Menentukan panjang sisi dan besar sudut yang belum diketahui dari dua segitiga
sebangun
Contoh :
Perhatikan gambar di bawah ini
Tentukan
a. Panjang sisi DE dan AB
b. Besar ACB , ADE , dan DAE

Alternatif Penyelesaian :
a. Perbandingan sisi sisi yang bersesuaian adalah

AB BC AC
=
=
AD DE AE

Diketahui :
Panjang AC = 4 cm, AE = AC + CE = 4 + 8 = 12 cm, maka
Panjang BC = 5 cm, maka
BC AC
=
DE AE
5
1
=
DE 3
DE=5 3

DE=15 cm
Panjang BD = 5 cm, maka
AB AC
=
AD AE
AB
1
=
AB+ BD 3
AB
1
=
AB+5 3
3 AB=1 ( AB+5 )
3 AB=AB+5
3 AB AB=5

2 AB=5
2 AB 5
=
2
2
AB =2,5 cm

Jadi panjang DE = 15 cm dan AB = 2,5 cm


b. Sudut sudut yang bersesuaian besarnya sama
m ABC=m ADE
m ACB=m AED

AC 4 1
= =
AE 12 3

m BAC=m DAE

Sehingga,
m ACB=m AED=37
m ADE=m ABC=53

m DAE=180 ( m ADE +m AED )


180 ( 53 +37 )
180 90
90

Jadi, besar ACB=37 , ADE=53 dan DAE=90


3. Perhatikan segitiga ABC berikut, panjang AB = 8, BC =
BAC = 45 , sudut ACB = y

8 2 , AC = b, sudut

dan sudut ABC = x .

memanfaatkan tabel sinus pada sudut x maka tentukan panjang b.

Alternatif Penyelesaian :
Dengan menggunakan aturan sinus maka diperoleh :
BC
AB
8 2
8
=
=
sin A sin y
sin 45 sin y

8 2
8
=
1
sin y
2
2

16=

8
sin y

Dengan

1
sin y = atau y =30
2
Dengan mengingat konsep sudut pada segitiga yaitu
45 +30 + x =180 atau x =105 .

sehingga

A + B+ C=180

Dengan menggunakan aturan

sinus kembali maka diperoleh :


AC
AB
b
8
=

=
sin x sin y
sin 105 sin30

b
8
=
sin 105 1
2

b
=16
sin 105

b=16 sin 105

Dengan memanfaat tabel sinus atau kalkulator maka diperoleh :


b=16 sin 105 =16 0,9659=15,4548

Jadi, panjang sisi AC adalah 15,4548 satuan panjang.


4. Perhatikan gambar berikut. Tentukan panjang sisi sisi segitiga tersebut

Altenatif Penyelesaian :
Dengan menggunakan aturan cosinus maka diperoleh:
R Q2=P R 2+ P Q 22 PR PQ cos 60
2

( 2 x +2 ) =( x +1 )2 + ( x1 )22 ( x+ 1)(x1) cos 60


2

4 ( x +2 )= ( x +1 ) + ( x1 ) ( x+1) ( x1)
4 x +8=x 2+ 2 x +1+ x 22 x +1x 2 +1
x 24 x 5=0

( x5 ) ( x+1 ) =0

Sehingga nilai x yang ditemukan adalah


memenuhi adalah

x=5

x=5 dan x=1.

Nilai x yang

sehingga panjang sisi sisi segitiga tersebut adalah 4,

6, dan 2 7
D. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran koperatif (cooperative learning) menggunakan kelompok
diskusi dengan pendekatan saintifik (scientific) dalam model pembelajaran Problem
Based Learning.
E. Media Pembelajaran
1.

Laptop ( power point )

2.

LCD proyektor

3.

Papan tulis

4.

Lembar kerja siswa

F. Sumber Belajar
1.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Matematika Kurikulum


2013. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2.

Buku dari sumber lain yang berkaitan dengan materi

G. Langkah Langkah Pembelajaran


Pertemuan 1
Kegiatan
Pendahulua
n

Deskripsi Kegiatan
Waktu
- Memberi salam dan mengajak siswa berdoa dilanjutkan 15 menit
menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa.
Fase 1: Orientasi siswa pada masalah
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan hasil belajar
yang diharapkan akan dicapai siswa.
- Guru mengajukan fenomena atau cerita untuk
memunculkan masalah. Permasalahan tersebut adalah apa
saja benda-benda yang sebangun maupun kongruen dalam
kehidupan sehari-hari.(Menanya)
- Guru memotivasi siswa, misalnya memotivasi siswa
mempelajari Kesebangunan dan Kekongruenan antar
Bangun Datar dengan menggunakan aturan sinus dan
cosinus serta sifat-sifat transformasi sangat bermanfaat

Inti

dalam kehidupan, beberapa contoh yang mudah ditemui


adalah dalam hal pembangunan suatu gedung.
- Motivasi siswa agar terlibat pada aktivitas pemecahan
masalah, jika siswa aktif dalam proses pemecahan masalah
maka siswa akan lebih memahami tentang Kesebangunan
dan Kekongruenan antar Bangun Datar dengan
menggunakan aturan sinus dan cosinus serta sifat-sifat
transformasi serta dapat mengembangkan kemampuannya
dalam memecahkan masalah nyata ataupun masalah
matematika yang berkaitan dengan Kesebangunan dan
Kekongruenan antar Bangun Datar dengan menggunakan
aturan sinus dan cosinus serta sifat-sifat transformasi
karena siswa telah terbiasa/terlatih pada proses
pembelajaran berbasis masalah.
- Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh
(dimulai dengan pemberian suatu permasalahan, diskusi
kelompok, tanya jawab, persentasi).
Fase 2: mengorganisasikan siswa untuk belajar
60 menit
- Guru membentuk kelompok belajar siswa, kemudian siswa
berkumpul dalam kelompok masing-masing dan dibimbing
secara berkelompok untuk menyelidiki...(Mengamati)
- Guru membimbing siswa menemukan solusi untuk
menyelesaikan permasalahan tersebut secara berkelompok
dan mengarahkan siswa untuk bekerja sama. (Mencoba)
Fase 3: Membimbing penyelidikan individu maupun
kelompok
- Guru mengarahkan siswa mengumpulkan informasi. Siswa
mengumpulkan informasi baik dari pengetahuan yang
telah mereka miliki, mencari sumber dari buku, ataupun
melakukan observasi terkait masalah yang sedang
dihadapi. (Mencoba)
- Guru mengarahkan siswa yang mengalami kesulitan baik
individu/kelompok dengan memberikan pertanyaanpertanyaan terkait permasalahan yang sedang dibahas yang
membuat siswa berpikir dan menggali pengetahuannya
sendiri. (Menanya)
Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
- Guru membimbing siswa melakukan tukar pikiran,
menganalisis informasi yang terkumpul, dan mulai
menyebutkan apa yang mereka ketahui.(Mengasosiasi)
- Guru mengarahkan siswa menentukan perwakilan
kelompok untuk menyajikan/mempresentasikan hasil
diskusinya. (Mengkomunikasikan)
- Guru membimbing peserta diskusi untuk memperhatikan

paparan hasil karya dari kelompok yangs sedang


menyajikan hasil diskusi mereka. (Mengkomunikasikan)
- Guru memberikan kesempatan kepada siswa yang
memiliki hasil diskusi/laporan yang berbeda untuk
mempresentasikan hasil diskusi mereka sehingga terjadi
diskusi antar kelompok. (Mengkomunikasikan)
- Peserta diskusi dipersilahkan menanya atau menanggapi.
(Mengkomunikasikan)
Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan 15 menit
masalah
- Siswa diarahkan untuk mengkaji ulang proses atau hasil
pemecahan masalah.
- Siswa diberi penjelasan tentang hal yang berbeda antar
kelompok.
- Siswa diminta menyimpulkan hasil pembelajaran.

Penutup

Pertemuan 2
Pertemuan 3
H. Penilaian
1. Prosedur Penilaian:
No
1.

2.

Aspek yang dinilai


Teknik Penilaian
Sikap
a. Disiplin
dalam Pengamatan
menyelesaikan tugas
individu.
b. Bekerjasama dalam
kegiatan kelompok.
c. Memiliki
sikap
toleransi
dalam
perbedaan
strategi
berpikir
dalam
memilih
dan
menerapkan strategi
menyelesaikan
masalah
dalam
mengemukakan
pendapat.
Pengetahuan
a. Menyelesaikan
Pengamatan dan tes
permasalahan
yang

Waktu Penilaian
Selama pembelajaran
saat diskusi.

dan

Penyelesaian tugas individu


dan kelompok.

No

3.

Aspek yang dinilai


Teknik Penilaian
terkait Kesebangunan
dan
Kekongruenan
antar bangun datar
dengan menggunakan
aturan sinus dan
cosinus serta sifatsifat
transformasi
geometri.
Keterampilan
a. Menyelesaikan
Pengamatan
permasalahan dengan
menerapkan
Kesebangunan
dan
Kekongruenan antar
bangun datar dengan
menggunakan aturan
sinus dan cosinus
serta
sifat-sifat
transformasi
geometri.

Waktu Penilaian

Penyelesaian tugas (baik


individu maupun kelompok)
dan saat diskusi.

2. Instrumen penilaian
a. Instrumen Penilaian Sikap
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP
Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas

: XII / 1

Tahun Pelajaran

: 2016/2017

Topik

: Kesebangunan dan Kekongruenan antar Bangun Datar


dengan menggunakan aturan sinus dan cosinus serta sifatsifat transformasi

Waktu Pengamatan

: Saat kegiatan berlangsung

Petunjuk:
1. Fokus sikap siswa yang dikembangkan atau ditumbuhkan dalam proses
pembelajaran pertemuan ini adalah disiplin,kerja sama dalam kelompok dan
sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan
menerapkan strategi menyelesaikan masalah, dalam mengemukakan pendapat.
2. Kriteria Perkembangan Sikap
Kriteria perkembangan sikap Disiplin (dalam kelompok)

1. Sangat baik, jika menunjukkan adanya usaha untuk selalu disiplin


dalam melakukan tugas belajar matematika selama pembelajaran
berlangsung.
2. Baik, jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap disiplin dalam
melakukan tugas belajar matematika selama pembelajaran berlangsung
tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten.
3. Cukup, jika menunjukkan ada sedikit sikap disiplin dalam melakukan
tugas belajar matematika selama pembelajaran berlangsung tetapimasih
sedikit dan belum ajeg/konsisten.
4. Kurang, jika menunjukkan sama sekali tidak ada sikap disiplin dalam
melakukan tugas belajar matematika selama pembelajaran berlangsung.
Kriteria perkembangan sikap Bertanggung Jawab (dalam kelompok)
1. Sangat baik, jika menunjukkan sudah melakukan tanggung jawab
dalam menyelesaikan tugas kelompok

secara terus menerus dan

ajeg/konsisten
2. Baik, jika menunjukkan sudah melakukan tanggung jawab

dalam

melaksanakan tugas-tugas kelompok, cenderung ajeg/konsisten tetapi


belum terus menerus
3. Cukup, jika menunjukkan sudah melakukan tanggung jawab dalam
melaksanakan tugas-tugas kelompok tetapi belum ajeg/konsisten
4. Kurang, jika menunjukkan sama sekali tidak melakukan tanggung
jawab dalam melaksanakan tugas kelompok
Kriteria perkembangan sikap Aktif (dalam kelompok)
1. Sangat baik, jika menunjukkan sudah ambil bagian dala menyelesaikan
tugas kelompok secara terus menerus dan konsisten.
2. Baik, jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam
pembelajaran tetapi belum terus menerus dan cenderung ajeg/konsisten.
3. Cukup, jika menunjukkan sudah ada usaha untuk ambil bagian dalam
pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten.
4. Kurang, jika sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran.
3. Tuliskan tanda () pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan
No

Nama

Disiplin
SB

Bertanggung
Jawab
SB B C K

Aktif
SB

KB

B
1.
2.
3.
...
SB = Sangat Baik

B = Baik

C = Cukup

KB = Kurang Baik

b. Instrumen Penilaian Pengetahuan


Bentuk Soal
c. Instrumen Penilaian Keterampilan
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN
Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas

: XII / 1

Tahun Pelajaran

: 2016/2017

Topik

: Kesebangunan dan Kekongruenan antar Bangun Datar


dengan menggunakan aturan sinus dan cosinus serta sifatsifat transformasi geometri.

Waktu Pengamatan

: Saat kegiatan berlangsung

Petunjuk:
1. Indikator terampil menyelesaikan permasalahan dengan menerapkan hubungan
Kesebangunan dan Kekongruenan antar bangun datar dengan menggunakan
aturan sinus dan cosinus serta sifat-sifat transformasi geometri dalam
memecahkan permasalahan nyata.
a. Kurang

Terampil,

jika

sama

sekali

tidak

dapat

menerapkan

konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang


berkaitan dengan Kesebangunan dan Kekongruenan antar bangun datar
dengan menggunakan aturan sinus dan cosinus serta sifat-sifat
transformasi geometri.
b. Cukup Terampil, jika sudah ada usaha menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan
Kesebangunan

dan

Kekongruenan

antar

bangun

datar

dengan

menggunakan aturan sinus dan cosinus serta sifat-sifat transformasi


geometri tetapi belum ajeg/konsisten.

c. Terampil, jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan


konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang
berkaitan dengan Kesebangunan dan Kekongruenan antar bangun datar
dengan menggunakan aturan sinus dan cosinus serta sifat-sifat
transformasi geometri.
d. Sangat Terampil, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan
konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang
berkaitan dengan Kesebangunan dan Kekongruenan antar bangun datar
dengan menggunakan aturan sinus dan cosinus serta sifat-sifat
transformasi geometri secara terus menerus.
2. Bubuhkan tanda () pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No

Nama Siswa

Keterampilan
Menyelesaikan permasalahan dengan
menerapkan hubungan Kesebangunan dan
Kekongruenan antar bangun datar dengan
menggunakan aturan sinus dan cosinus serta
sifat-sifat transformasi geometri dalam
KT

1.
2.
3.
...
Keterangan:

memecahkan permasalahan nyata.


CT
T
ST

KT = Kurang Terampil
T = Terampil

CT = Cukup Terampil
ST = Sangat Terampil

Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 13 Palembang

Palembang, September 2016


Guru Matematika

Dra. Purwiastuti Kusumastiwi, M.Pd


NIP. 196805291994122001

Laily Hartini, S.Pd.


NIP. 197605112008012006