Anda di halaman 1dari 7

POTENSI, MASALAH DAN SOLUSI

SUMBER DAYA LAHAN & IKLIM DI KABUPATEN DEMAK

Oleh : Imelda Amri


Nim : 23030166140049

A. Pendahuluan
Kabupaten Demak merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah.
Secara geografis Kabupaten Demak terletak pada koordinat 6043"26" - 7009"43" Lintang Selatan
dan 110027"58" - 110048"47" Bujur Timur. Terletak sekitar 25 km di sebelah timur Kota
Semarang. Demak dilalui oleh jalan pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-SurabayaBanyuwangi. Jarak terjauh Kabupaten Demak dari barat ke timur 49 km dan dari utara ke selatan
sepanjang 41 km. Dengan batas wilayah kabupaten Demak:

Utara = Kabupaten Jepara dan Laut Jawa


Timur = Kabupaten Kudus dan kabupaten Grobogan
Selatan = Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan
Barat = kotamadya Semarang

Luas wilayah Kabupaten Demak 89.743 Ha. Dengan tekstur tanah terbagi atas tanah halus (liat)
seluas 49.066 Ha, dan tanah sedang (lempung) seluas 40.677 Ha. Sedangkan ketinggian permukaan
tanah dari permukaan laut (elevasi) Kabupaten Demak terletak dari 0 100 m dari permukaan laut.
Sebagaimana musim di Indonesia pada umunya, di Kabupaten Demak hanya dikenal dua musim
yaitu musim kemarau dan penghujan. Musim kemarau pada bulan Juni sampai dengan September
karena arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air. Sedangkan musim
hujan pada bulan Desember sampai dengan Maret karena arus angin berasal dari Asia dan

Samudera Pasifik yang banyak mengandung uap air. Keadaan seperti itu berganti setiap setengah
tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April Mei dan Oktober November.

B. Potensi Lahan
Sebagai daerah agraris, sebagian besar wilayah Kabupaten Demak terdiri atas lahan sawah
yang mencapai luas 51.799 Ha (57,72 persen),dan selebihnya adalah tanah kering. Maka dari itu
Kabupaten Demak sangat berpotensi pada lahan pertanian.
1. Tanaman Pangan
Tanaman pangan di Kabupaten Demak sangat berpotensi karena dapat dibandingkan luas
panen bersih tanaman padi pada tahun 2015 yang naik 2,02 persen dari tahun sebelumnya begitu
pula produktivitas mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sub sektor tanaman pangan meliputi komoditi padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi
kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kedelai dan sorgum.
Produksi Padi dan Palawija di kabupaten Demak, 2015 (Ton)

2. Holtikultura
Potensi lahan holtikultura di Kabupaten Demak pada tahun 2013 dari sayur sayuran seperti
bawang merah, sawi, kacang panjang, cabe, tomat, ketimun, kangkung, bayam, mlinjo, dan terong.

Sedangkan dari buah buahan meliputi mangga, jeruk besar, jambu biji, jambu air, sawo,
pisang, pepaya, nanas, belimbing, jeruk kepruk, nangka, semangka, sirsak, kelengkeng, blewah,
sukun, dan melon.
3. Perkebunan
Dilihat dari sisi luas, tanaman perkebunan rakyat yang mempunyai area cukup besar dan
produksi terbesar pada tahun 2015 adalah tembakau dan kelapa.
4. Peternakan
Jenis ternak yang dihasilkan di Kabupaten Demak adalah ternak besar yaitu sapi, kerbau, dan
kuda. Sedangkan ternak kecil terdiri dari kambing, domba dan kelinci.
Populasi ternak besar pada tahun 2015, untuk sapi, kerbau dan kuda masing masing 4.841
ekor, 3.065 ekor dan 548 ekor. Sedangkan untuk ternak kecil seperti kambing, domba dan kelinci
masing masing tercatat 46.022 ekor, 72.637 ekor, dan 3.624 ekor. Untuk pemotongan ternak besar
pun meningkat dari tahun sebelumnya dengan sapi 993 ekor dan kerbau 2.283 ekor.
5. Perikanan
Potensi perikanan meliputi kegiatan usaha perikanan laut dan perikanan darat. Perikanan darat
terdiri dari usaha budidaya (kolam, perairan umum, dan tambak).
6. Kehutanan
Potensi hutan di Kabupaten Demak yaitu hutan mangroove yang dimanfaatkan untuk menjadi
tempat wisata.
C. Masalah Sumber Daya Lahan & Iklim
1. Alih fungsi lahan
Alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman warga karena peningkatan jumlah penduduk
yang tidak diimbangi dengan produktivitas pertanian dan mengganggu jumlah produksi pangan
yang ada.
2. Bencana Alam Banjir

Dampak banjir seperti banjir rob yang menggenangi Kecamatan Sayung Kabupaten Demak
menyebabkan salintas (keasinan) air, banjir rob menyebabkan kerusakan lahan tambak, dan yang
paling parah dapat menyebabkan kehilangan lahan.
3. Iklim
Permasalahan utama yang dihadapi petani setempat adalah pergeseran musim yang
berimplikasi pada terganggunya kegiatan pertanian, seperti pergeseran waktu tanam, perubahan
cara bercocok tanam, penggantian jenis tanaman, serta meningkatnya intensitas organisme
pengganggu tanaman (OPT).
D. Solusi
Pemerintah harus lebih memperhatikan tata alih fungsi lahan dan memberikan sanksi yang
tegas terhadap alih fungsi lahan tersebut. Selain itu harus ada pengawasan dan kontrol terhadap alih
fungsi lahan dari pemerintah
Untuk permasalah iklim, adaptasi petani berupa pembuatan embung secara swadaya untuk
menampung air di musim hujan sehingga dapat digunakan di musim kemarau harus mulai
dilakukan.
Solusi terhadap bencana alam banjir adalah adaptasi yang dilakukan masyarakat terhadap
banjir rob di Kecamatan Sayung adalah adaptasi masyarakat pada lahan tambak dan partisipasi
pemerintah daerah dalam menangani banjir rob di kecamatan Sayung sangat perlu dilakukan,
karena banjir rob tersebut merupakan bencana alam, sehingga masyarakat di daerah tersebut tidak
dapat menangani bencana tersebut secara swadaya, terutama dalam melakukan adaptasi terhadap
banjir tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, seperti untuk membangun kembali
infrastruktur dan aksesibilitas yang rusak akibat banjir rob serta membangun infrastruktur sebagai
usaha mencegah agar banjir rob tidak semakin luas.

E. Kesimpulan
Kabupaten Demak di merupakan salah satu pemasok produk pertanian terutama beras di Jawa
Tengah. Kondisi geografis dan kesuburan tanahnya mendukung Kabupaten Demak untuk dapat
ditanami berbagai komoditi pertanian.
Namun semakin banyaknya pertumbuhan penduduk menyebabkan alih fungsi lahan pertanian
menjadi non pertanian, dan pergeseran iklim yang tidak stabil juga mempengaruhi hasil produksi
pertanian di Kabupaten Demak. Oleh sebab itu masyarakat, para petani dan khususnya pemerintah
daerah harus memperhatikan keadaan tersebut karena pertumbuhan penduduk harus diimbangi
dengan jumlah pangan yang memadai.

Daftar Pustaka

Badan Pusat Statistika Kabupaten Demak. Kabupaten Demak dalam angka 2016.
https://demakkab.bps.go.id/
Pusat Penelitian dan Kependudukan (2015). Dinamika Penduduk, Perubahan Lingkungan dan
Ketenagakerjaan yang Berwawasan Keamanan Insani.
http://kependudukan.lipi.go.id/en/berita/seputar-kegiatan-ppk/238-dinamika-penduduk-perubahanlingkungan-dan-ketenagakerjaan-yang-berwawasan-keamanan-insani
Desmawan, (2012). Adaptasi Masyarakat Kawasan Pesisir Terhadap Banjir Rob di Kecamatan
Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Jurnal Bumi Indonesia.
http://lib.geo.ugm.ac.id/ojs/index.php/jbi/article/view/38/38
Mustopa, Zaenil. (2011). Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Pertanian di
Kabupaten Demak.
http://eprints.undip.ac.id/29151/1/Skripsi015.pdf