Anda di halaman 1dari 13

Hak dan Kewajiban Konsumen serta Pelaku

Usaha
12.58
Febrian Chandra
0
A. Hak dan kewajiban konsumen
Hak dan kewajiban konsumen diatur dalam pasal 4 dan 5 UU No. 8 / 1999, sebagai berikut:
Hak konsumen antara lain:
1) hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
2) hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai
dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
3) hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau
jasa;
4) hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;
5) hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan
konsumen secara patut;
6) hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
7) hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
8) hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau
jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
9) hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.
Kewajiban konsumen adalah:
1) membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang
dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;
2) beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;
3) membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;
4) mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen.

B. Hak dan kewajiban pelaku usaha / pengusaha


Hak dan kewajiban pelaku usaha / pengusaha diatur dalam pasal 6 dan 7 UU No. 8 / 1999.
Hak pelaku usaha adalah:
1) hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai
tukar barang dan/atau jasa yang diperdagangkan;
2) hak untuk mendapat perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang beritikad tidak baik;
3) hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukum sengketa
konsumen;
4) hak untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian konsumen tidak
diakibatkan oleh barang dan/atau jasa yang diperdagangkan;
5) hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.
Kewajiban pelaku usaha adalah:
1) beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya;
2) memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau
jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan;
3) memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
4) menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan berdasarkan
ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku;
5) memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji, dan/atau mencoba barang dan/atau jasa
tertentu serta memberi jaminan dan/atau garansi atas barang yang dibuat dan/atau yang
diperdagangkan;
6) memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan,
pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan;
7) memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang dterima
atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.

Hak-hak Konsumen
Sesuai dengan Pasal 4 Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK), Hak-hak Konsumen
adalah :

1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau
jasa;
2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut
sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
3. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang
dan/atau jasa;
4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;
5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa
perlindungan konsumen secara patut;
6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi/penggantian, apabila barang dan/atau
jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Kewajiban Konsumen
Sesuai dengan Pasal 5 Undang-undang Perlindungan Konsumen, Kewajiban Konsumen adalah :
1. Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan
barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;
2. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;
3. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;
4. Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

HAK DAN KEWAJIBAN PELAKU USAHA


Berdasarkan pasal 6 dan 7 undang-undang no 8 tahun 1999 hak dan kewajiban pelaku usaha
adalah sebagai berikut :

1. hak pelaku usaha


hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai
tukar barang atau jasa yang diperdagangkan.
Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang beritikad tidak
baik.
Hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukun sengketa
konsumen.
Hak untuk rehabilitas nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian konsumen
tidak diakibatkan oleh barang atau jasa yang diperdagangkan.
Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.
2. kewajiban pelaku usaha
bertikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya.
Melakukan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang atau
jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaika, dan pemeliharaan.
Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif ;
pelaku usaha dilarang membeda-bedakan konsumen dalam memberikan pelayanan; pelaku usaha
dilarang membeda-bedakan mutu pelayanan kepada konsumen.
Menjamin mutu barang atau jasa yang diproduksi atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan
standar mutu barang atau jasa yang berlaku.
Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji atau mencoba barang atau jasa tertentu
serta memberi jaminan dan garansi .
Memberi kompensasi , ganti rugi atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan,
pemakaian, dan manfaat barang atau jasa yang diperdagangkan.
Memberi kompensasi ganti rugi atau penggantian apabila berang atau jasa yang diterima atau
dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.

1. Perlakukan pemasok Anda seperti mitra.


Ketika Anda menghargai dan menghargai pemasok Anda, McCarthy mengatakan mereka akan
merasa menjadi bagian dalam keberhasilan Anda dan sering akan menawarkan barang atau jasa
terbaik dengan harga terbaik. Akibatnya, pelanggan akan menemukan Anda untuk menjadi
sumber terpercaya baik produk dan layanan.
Dalam bisnis resale, McCarthy adalah wanita yang menjualnya pakaian dan aksesoris mereka.
Dia harus membuat mereka setuju untuk menjual barang-barang mereka dengan harga di mana
dia bisa mendapatkan keuntungan. Sementara dia awalnya menawarkan harga yang lebih rendah,
McCarthy mendorong pemasok untuk bernegosiasi. Jika mereka menawarkan harga yang sedikit
lebih tinggi daripada yang dia perkirakan sebelumnya, ia tetap menjual barang-barang mereka. Ia
menganggap bahwa hubungan dengan pemasok adalah hubungan jangka panjang yang harus
dibina.
"Jika perbedaan adalah sesuatu yang saya bisa hidup dengan, aku akan membiarkan mereka
menang negosiasi," kata McCarthy. "Ketika mereka meninggalkan dengan senyum di wajah
mereka, mereka datang kembali."

2. Patuhi etika industri.


McCarthy adalah wakil presiden dari National Association of Profesional Resale, sebuah
organisasi yang menyediakan sumber daya pendidikan dan pengembangan profesional bagi
pemilik toko resale. Anggota mematuhi kode etik yang ketat, khususnya di bidang barang
original (non-KW).
Pelanggan yang berbelanja di toko McCarthy ditawari jaminan keaslian 100% pada pembelian
mereka. Semua barang dagangan desainer telah mengalami proses validasi yang ketat yang
mencakup rincian pemeriksaan, seperti jahitan, font dan nomor seri. Pembeli yang menemukan
barang palsu akan diberikan garansi 100% uang kembali.
"Reputasi kami tergantung pada kejujuran" kata McCarthy.
Dia mengatakan keterlibatan tokonya dalam menetapkan standar industri telah membangun
kepercayaan pelanggan.

3. Berdayakan staf Anda.

McCarthy memberikan tenaga penjualannya (bagian sales) wewenang untuk menyesuaikan


harga tanpa persetujuannya.
"Waktu sangat berharga" katanya.
Pelanggan yang meminta diskon dan pemasok yang ingin lebih banyak uang untuk barangbarang mereka dapat berhubungan langsung dengan karyawan dan tidak harus menunggu
persetujuan McCarthy. "Buatlah sederhana bagi orang untuk melakukan bisnis dengan Anda"
kata McCarthy.
Berikut kami paparkan hal-hal yang diinginkan pelanggan:
1. Produk atau jasa
Apa yang akan Anda jual? Produk atau jasa apa? Apakah hal tersebut memiliki
keunikan? Apa bedanya dengan produk pesaing? Jika produk Anda sama saja
dengan produk yang sudah ada dan tidak ada keistimewaan, orang sulit untuk
mengenal Anda atau mau pindah dari tempat sebelumnya.
2. Harga
Berapa harga yang ditawarkan? Ketahuilah, pelanggan pasti akan mencari harga
yang lebih murah jika pelayanan, kualitas, dan produk yang ditawarkan sama saja.
"Perbedaan harga itu penting. Jika Anda menjual produk seharga Rp 10.000 dan
pesaing menjual dengan harga Rp 9.999, pasti akan berpengaruh. Tetapi jangan lalu
jadi membiarkan terjadi persaingan harga terus menerus.
3. Tempat
Di mana dan channel apa yang digunakan? Lokasi strategis dan kemudahan akses
akan menjadi hal penting dan menyenangkan bagi pelanggan.
4. Promosi
Ketahui apa yang kira-kira akan membuat pelanggan bergairah untuk membeli
barang Anda? Gimmick promosi akan menjadi hal yang menyenangkan bagi
pelanggan. Pelanggan tentu akan menghitung nilai yang bisa ia dapatkan dari harga
yang ia keluarkan.
5. Proses pelayanan
Seperti apa pelayanan Anda? Misal, jika Anda pemilik salon yang menyediakan
pelayanan creambath yang urutan umumnya sudah jelas, tentu pelanggan yang
datang ke tempat Anda juga mengharapkan proses pelayanan yang jelas dan
memuaskan, kan? Pelanggan pasti kesal jika ternyata urutannya berantakan dan
malah bikin pusing.
6. Pegawai

Siapa yang akan mengurus saya sebagai pelanggan? Bayangkan diri Anda sebagai
pelanggan di sebuah salon. Tidakkah Anda akan mengharap bahwa orang yang
mengurus Anda adalah orang yang kompeten, mengetahui apa yang dilakukannya,
ramah, dan mengutamakan kenyamanan Anda? Sama seperti itu pula pelanggan
lain mengharapkan pelayanan yang akan ia dapatkan .
7. Waktu
Waktu adalah hal yang penting. Apalagi saat seperti sekarang ini. Pelanggan butuh
pelayanan yang cepat. Siapa yang mau menunggu lama untuk dilayani? Penuhi
kebutuhan pelanggan dengan waktu yang singkat.
8. Bukti
Pelanggan adalah iklan berjalan. Tak percaya? Coba ingat-ingat, jika Anda pernah
mengalami sebuah pengalaman pelayanan atau produk yang menyenangkan dan
baik, tidakkah Anda akan merekomendasikan kepada orang lain? Pelanggan butuh
bukti. Saat mereka terpuaskan, niscaya ia akan bawa orang lain ke tempat itu.

Inilah Empat Hambatan Memulai Bisnis


27 Sep 2013 Hits : 7,273
5

Banyak pegawai yang ingin keluar dari pekerjaan dan merintis bisnisnya sendiri. Seringkali
keuntungan yang ditawarkan sebuah bisnis bisa sangat menggiurkan dan menggoda para
peminatnya. Sayangnya, berbisnis belum tentu menjamin kecukupan hidup Anda secara
finansial.
Seperti dilansir Liputan6.com, dibandingkan bekerja, berbisnis dapat lebih berisiko daripada
bekerja pada orang lain.

Memang bekerja di bawah pantauan atasan seringkali mengundang rasa tidak nyaman. Terlebih
lagi rutinitas yang monoton mengundang kejenuhan tersendiri.
Namun sebelum Anda memulai bisnis, pastikan Anda memiliki rencana matang dan menutup
berbagai celah menuju kerugian. Berikut empat hambatan yang membuat Anda takut memulai
bisnis sendiri:
1. Pendapatannya tidak tetap
Dalam berbisnis, pendapatan Anda setiap bulan tidak tetap. Kadang memperoleh keuntungan
besar, tapi bulan berikutnya laba yang Anda peroleh jauh lebih kecil. Guna mengamankan
keuangan, Anda dapat merencanakan bisnis sampingan sambil tetap bekerja di kantor. Kerugian
dari usaha sampingan tak berpengaruh besar. Jangan jadikan bisnis sebagai mata pencaharian
utama. Baiknya Anda memiliki pengetauan dan gagasan yang matang sebelum memulai sebuah
bisnis.
2. Modal
Setiap bisnis memerlukan investasi. Modal yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha dan strategi
mempertahankannya sangat bergantung pada rencana bisnis. Maka jika rencananya gagal, bisnis
Anda tak akan berjalan dengan baik. Anda harus siap menghadapi kerugian besar saat modal
yang Anda gelontorkan tak kembali.
3. Tak ada jaminan keuangan
Saat menjadi pegawai, Anda memiliki jaminan keuangan setiap bulan. Jika tak bertindak macammacam, pekerjaan tersebut dapat terus berada dalam genggaman. Sebaliknya dalam berbisnis,
Anda menghabiskan banyak uang di awal tanpa ada kepastian modalnya akan kembali. Ingat,
dalam bisnis hanya ada dua pilihan, untung atau rugi.
4. Pasar
Bisnis sangat bergantung pada pasar. Anda harus pandai membaca situasi ekonomi guna
menentukan strategi bisnis yang harus dilakukan. Kerugian masih bisa diprediksi tapi tetap tak
ada jaminan Anda akan memperoleh untung dari usaha yang dijalankan. Kondisi pasar yang
fluktuatif akan berdampak besar pada sebuah bisnis khususnya saat negara tengah mengalami
resesi ekonomi. (as)
Berikut daftarnya:
1. Sumber Daya Manusia
Seorang enterpreneur membutuhkan tim kerja dan spesialisasi untuk mengembangkan
perusahaannya. Untuk itu, seorang enterpreneur harus terus berinvestasi pada manusia untuk
membesarkan perusahaan.

Ia mencontohkan PT Astra International Tbk. Astra fokus dalam manajerial sumber daya manusia,
sehingga apa pun bisnis Astra, dapat berkembang. "Awalnya, Astra hanya bisnis perakitan mobil.
Tapi, sekarang bisnisnya di mana-mana, dari sawit hingga air bersih," kata Poltak dalam
Enterpreneur Festival di Jakarta, Jumat 22 Juni 2012.
2. Pengembangan Produk
Poltak menjelaskan, banyak pebisnis pemula salah dalam menentukan bisnis yang akan diterjuni.
Kebanyakan kegagalan pengusaha adalah membuat produk yang tidak dibutuhkan masyarakat. Ia
memberi saran agar membuat produk "demand driven", yaitu produk-produk yang dibutuhkan
masyarakat.
Poltak mencontohkan bagaimana Hewlett-Packard terus meluncurkan produk-produk yang
dibutuhkan masyarakat, karena adanya masukan dan saran dari masyarakat. Pengembangan produk
penting untuk keberlangsungan perusahaan.
3. Memetakan Kompetisi
Poltak menyarankan agar setiap calon pengusaha untuk melakukan riset SWOT (kekuatan,
kelemahan, peluang, dan ancaman) dan terus mengawasi para pesaing. Penyusunan rencana sangat
penting bila kompetisi terus terjadi.
Salah satu contoh perusahaan yang tidak melakukan perencanaan yang baik adalah Kodak. "Kodak
penemu foto digital pertama dan kuat di fotografi. Namun, karena mereka kuat menjadi tidak
waspada disalip kompetitor, sehingga Kodak bangkrut tahun lalu," kata analis pasar modal ini.
4. Permintaan
Pelanggan adalah raja. Untuk itu, seorang enterpreneur harus menentukan siapa yang menjadi
prioritas atas produk yang dijual. Penentuan segmentasi ini untuk mengetahui karakteristik
pelanggan.
Poltak mencontohkan Wal-Mart yang memposisikan untuk pelanggan kelas bawah dengan
menyediakan barang-barang generik dan dengan harga paling murah. Positioning ini membuat
demand Wal-Mart menjadi elastis. Saat
ekonomi bagus, masyarakat kelas bawah belanja di Wal-Mart, dan saat ekonomi sulit, masyarakat
kelas atas juga ikut belanja di Wal-Mart.
5. Pricing

Penentuan harga merupakan hal yang paling sulit ditentukan oleh seorang yang baru terjun dalam
dunia bisnis. Menurut dia, harga yang telah ditentukan harus dapat berubah menyesuaikan situasi
perekonomian, atau berinovasi dengan menciptakan produk baru yang terjangkau.
Unilever, lanjutnya, merupakan contoh yang bagus. Produk Unilever sangat kuat di konsumen kelas
atas. Namun, dengan strategi brilian, Unilever juga dapat menjangkau kelas bawah dengan membuat
kemasan sachet.
"Ketika produk dikecilkan, ternyata margin lebih besar produk normal," katanya.
6. Siklus Penjualan
Seorang pengusaha pemula harus memperhatikan siklus penjualan produknya, apakah tahan lama
atau tidak. Enterpreneur juga harus memperhatikan lamanya suatu produk di pasaran dengan terus
berinovasi mengeluarkan produk-produk baru.
Sebagai contoh, Nokia terus mengeluarkan produk baru setiap tujuh bulan, sehingga para pesaing
tidak dapat mengejar inovasi yang dilakukan Nokia.
"Sayangnya, masalah Nokia cuma operating system yang tetap bertahan dengan Symbian yang tidak
terbuka seperti Android," katanya.
7. Perencanaan modal
Seorang yang berjiwa enterpreneur selalu membuat perencanaan modal dan target. Dengan
perencanaan modal yang kuat, para pengusaha terus memutarkan modalnya untuk mengembangkan
usaha. "Yang terpenting bagi orang yang berjiwa enterpreneur adalah sukses, berfoya-foya itu nomor
sekian, yang penting besar dulu," katanya.
Contohnya adalah General Electric yang terus memutarkan modalnya untuk ekspansi di bisnis yang
baru. GE selalu menargetkan bisnis yang baru dimasukinya harus sukses menjadi tiga besar dalam
lima tahun.
8. Eksekusi
Ia menjelaskan, eksekusi suatu produk merupakan hal tersulit. Seorang wirausaha harus taat pada
jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, produk yang akan dieksekusi sudah terbukti dibutuhkan dan
orang yang menjadi sasaran produknya dapat menggunakan.
"Bill Gates setiap mau meluncurkan produk berprinsip harus bisa digunakan oleh neneknya. Kalau

neneknya tidak bisa menggunakan alat tersebut, harus disempurnakan lagi hingga bisa," katanya.
(art)

Sumber gambar: http://www.sxc.hu/photo/1083202

5 Kendala untuk Memulai Bisnis


Tidak punya Uang: Ini faktor yang sering kita keluhkan dalam memulai berbisnis.
Padahal memiliki uang yang cukup untuk mulai bisnis menurut saya adalah yang
menjadikan gagal dalam bisnis itu walaupun tidak semuanya. Realitas bisnis yang
sukses yang terpenting adalah langkah awal dalam menyelesaikan visi oleh calon
pengusaha yaitu menemukan pelanggan. Jadi lupakanlah yang namanya kantor
mewah, kursi empuk yang dingin, atau brosur spanduk gedhe diperempatan kota.
Yang namanya bisnis tidak melulu perlu uang modal ratusan juta.
Studi kasus:
1. Dulu saya punya teman semangat banget untuk berbisnis kuliner tapi sayang dia
tidak punya modal dan sangat awamnya dalam kuliner. Nah, akhirnya dia
meminjam modal kepada temannya sekitar 35 juta. Singkat kata dia menyewa ruko
didaerah pogung Yogyakarta, selang 4-6 bulan ternyata warung makannya bangkrut
dan modalpun belum kembali.
Jadi saya kembali berpikir ternyata uang bukan segalanya untuk memulai bisnis.
Tidak Ada Waktu: Ketika jadi pegawai, orang akan berpikir jadi pengusaha itu
enak bisa manage waktu. Ternyata itu salah total, apalagi jika masih tahap startups.

Jika kita ingin menjadi pemilik bisnis yang sukses, kuncinya adalah menguasai
waktu. Startups membutuhkan pengorbanan banyak waktu dan harus bersedia
menyerahkan sebagian hari-hari keluarganya untuk memulai bisnis. Percaya,
silahkan coba :)
Tidak ada Manfaat: Mari kita hadapi masalah ini, sebagain kita mulai ragu untuk
memulai usaha karena merasa bisnis ini tidak ada manfaatnya. Tentu saja buang
jauh pikiran itu, faktor utama dalam berdagang adalah karena kegunaan/kemanfaat.
Misal Anda mau usaha laundry tentu salah satu manfaatnya adalah mampu
meringankan orang dalam mencuci pakaian orang, dst. Intinya berbisnis harus kita
lihat kemanfaatan untuk penggunanya.
Tidak ada Dukungan Keluarga: Sepertinya point ini cukup sulit untuk memulai
bisnis. Kita tahu tanpa dukungan dari keluarga dan teman-teman perjuangan terasa
berat. Kita perlu waktu untuk melakukan pendekatan dan menjelaskan prospekprosperk bisnis kepada mereka.
Tidak ada Keberanian: Coba gali secara dalam alasan apa saja kita untuk
memulai usaha. Hambatan terbesar untuk mengatasina adalah dari tekad diri
sendiri. Kadang ketakutan kegagalan sering menghinggapi para calon pengusaha.
Ketakutan adalah motivator terkuat dalam masalah ini. Karena kita tahu dalam
berbisnis cuma ada 2 kemungkinan saja, sukses dan gagal. Tidak ada 3
kemungkinan
Sudah jutaan pemilik usaha berhasil. Dengan banyak mengambil risiko-resiko yang
ada mari saatnya kita bergabung dengan para revolusioner kewirausahaan di
Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia. - See more at:
http://irgimnur.blogspot.com/2013/05/5-kendala-untuk-memulai-bisnis-strategiwirausaha.html#sthash.xCNn5tYu.dpuf

Untuk itu, berikut kami berikan beberapa strategi meningkatkan kepuasan


pelanggan, agar dapat terhindar dari kemungkinan buruk seperti diatas :
A. Berikan produk yang berkualitas, serta bebas dari kerusakan ataupun
kecacatan saat sampai di tangan pelanggan. Sebaiknya cek terlebih dahulu kualitas
produk atau jasa yang akan diberikan kepada pelanggan
B. Berikan kualitas pelayanan yang ramah, ketepatan waktu penyampaian,
serta menggunakan sistem yang mudah dipahami para pelanggan. Sehingga para
pelanggan tidak merasa kesulitan dengan pelayanan yang diberikan, baik
pelayanan langsung maupun pelayanan online
C. Fokus pada kepentingan atau pencapaian kepuasan pelanggan, sehingga
produk serta pelayanan yang diberikan dapat memenuhi harapan pelanggan

D. Memperhatikan harga produk maupun biaya pelayanan yang sesuai


dengan kondisi pasar saat ini, serta sesuaikan dengan nilai produk atau jasa
yang ditawarkkan. Karena pelanggan akan membandingkan antara biaya yang
dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh dari suatu produk
E. Berikan jaminan keamanan dari produk maupun pelayanan yang
diberikan, sehingga para pelanggan percaya dengan produk ataupun jasa yang
ditawakan dan akan terus menjadi pelanggan setia perusahaan kita. Misalnya
dengan mencantumkan ijin dari Badan POM bagi produk makanan dan obat.
Setelah memiliki beberapa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan
kepuasan pelanggan, langkah berikutnya Anda dapat mengukur kepuasan
pelanggan Anda dengan beberapa cara sederhana berikut:
A. Menggunakan sistem saran dan kritik dari para pelanggan. Misalnya
dengan menyediakan kotak saran maupun kritik, atau menyediakan layanan
telepon suara konsumen
B. Dengan mengadakan survey kepuasan pelanggan. Biasanya dilakukan
dengan memberikan kuesioner pada pelanggan yang sedang membeli produk kita,
atau dapat juga melakukan survey dengan melakukan telepon acak untuk
menanyakan pelayanan yang selama ini telah diberikan
C. Dengan mencoba menghubungi kembali pelanggan yang sudah lama
tidak membeli produk kita. Sehingga kita bisa mengetahui penyebab mereka
berhenti berlangganan, apakah karena kecewa dengan produk kita atau karena ada
faktor lain. Sehingga kita dapat mengevaluasi produk serta pelayanan yang selama
ini diberikan.
D. Dengan adanya penilaian kepuasan pelanggan kita dapat mengetahui
kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. Yang berpengaruh pula terhadap
omset penjualan produk. Untuk itu berikan pelayanan prima bagi setiap pelanggan
Anda, agar mereka merasa senang dan nyaman dengan produk kita. Salam sukses.