Anda di halaman 1dari 65

KIMIA ORGANIK LANJUT

Kimia organik lanjut:


1. Kimia organik fisik dan
2. Stereokimia.
1. Kima organik fisik
Pendahuluan : pengenalan atom dari molekul dalam system periodic.
- Rumus molekul
- Struktur molekul
- Konfigurasi molekul
Yang melibatkan adanya
isomeri.
- Konformasi
Panjang ikatan
Energy ikatan
Sifat-sifat isomeri, resonansi,
Bagaimana keterkaitan molekul-molekul satu sama lain dalam
reaksi(mekasisme reaksi).
Misalnya : - subtitusi nukleofilik pada senyawa alifatik dan aromatic
- subtitusi elektrofilik pada senyawa aromatic dan alifatik
- reaksi adisi
- reaksi eleminasi
- lain-lain dibicarakan: * reaksi-reaksi radikal bebas
*reaksi-reaksi penyusunan ulang

CAHAYA TERPOLARISASI
Cahaya matahari = polikromatis, kroma = warna
Cahaya polikromatis = punya banyak panjang gelombang(

).
Cahaya monokromatis yaitu : cahaya yang hanya mempunyai satu
macam panjang

gelombang(macam

), tetapi

mempunyai arah getar ke segala arah.


Cahaya monokromatis

hanya punya satu panjang gelombang(

).
Cahaya terpolarisasi

cahaya yang mempunyai satu bidang getar.


Cahaya terpolarisasi adalah : cahaya monokromatis yang bergetar pada
satu bidang getar.

Cahaya polikromatis dan monokromatis bergetar pada beberapa bidang


getar (bergetar pada segala arah).

Tugas: Bagaimana membuat cahaya terpolarisasi dari cahaya putih (cahaya


matahari)?

Senyawa optis aktif yaitu : senyawa yang mempunyai kemampuan untuk


mengubah arah getar cahaya terpolarisasi. Alat yang digunakan disebut
polarimeter.
Senyawa optis aktif: senyawa-senyawa yang mempunyai atom C kiral(atom
C yang mengikat empat gugus berbeda) .
Kiral artinya : tidak simetris(asimetris).

Contoh: Gambarkan konfigurasi molekul


dari Cl2(CH)2
Unsur-unsur simetris pada senyawa ini mana?
Apakah optis aktif? Tidak
Yang simetri H-Cl-H
Simetri : kalo dilipat atau dibelah akan
membagi dua bagian yang menghasilkan
bagian yang sama.

pada bidang yang

dibelakang ada Cl-H.

Catatan: atom C ada di dalam(titik kelihatan/dibelakang).

Contoh: CH3CCl2H. ada unsure simetris atau tidak?


Bentuknya : tetrahedral.

CH3CCl2H = punya unsur simetri atau tidak.


Jawab:
punya. Jadi tidak optis aktif.

KIMIA ORGANIK FISIK


I.Pendahuluan. 1. Unsure-unsur dalam S.P
Dalam kimia organik unsur yang dibicarakan.
C,H,O,N (S.P, Halogen).
Pada periode I dan II.
Berikatan kovalen.
Atom dan molekul.
Ada: inti(+), proton, neutron.
Bohr: ada electron dalam lintasan tertentu
Teori kuantum

awan electron
kerapatan electron

Letak electron dalam awan electron diatur oleh 4 bilangan kuantum, yaitu:
n bilangan kuatum utama
Ukuran (Kulit elektron)
l bilangan kuatum azimuth
Bentuk
m bilangan kuantum magnetik
Orientasi
s bilangan kuatum spin
arah spin + , +

1
2

,-

1
2

Bilangan kuantum utama(n) : harganya: bilangan positif dan bulat.


n = 1,2,3,4
bilangan kantum azimuth(l) positif (< n)
bilangan kuatum magnetik(m) harganya: -l, -(l+1),-1,0,+1+ l -1, +l
- l, -(l+1)-1,0,+1+l -1,+l
jumlah 2l + 1.
n=1
l=0
bentuknya bola
dumb ball

n=2
l=0
bentuknya bola

n=2
l =1
bentuknya halter

ada dua bola

o-o atau

ada
3 bentuk :

pada pengisian electron kulit(n) yang paling rendah adalah kulut yang
paling stabil.
Pada pengisian electron ada azas-azas yang dipergunakan yaitu
- Azas Larangan Pauli (Pauli Exclution prinsiple).
*dua electron yang terikat pada atom yang sama tidak boleh
memiliki keempat bilangan kuatum yang sama.
*electron yang punya harga l dan n yang sama, itu electron
berada pada sub kulit yang sama.
*kalau electron mempunyai l, n, dan m yang sama maka electron
itu memiliki / terdapat dalam satu orbital yang sama.
Orbital

mekanika kuantum

kebolehjadian terbesar untuk

menemukan
elektron pada tingkat energy
tertentu.
Hubungan dengan
l = 0 orbital s
l = 1 orbital p
l = 2 orbital d
l = 3 orbital f

spectrum:
spektrumnya tajam(sharp)
spektrumnya principle(utama)
spektrumnya berbaur(diffue)
spektrumnya dasar(fundamental)

Rumus-rumus:

Rumus empiris
molekul
Rumus molekul
Rumus struktur
Konformasi
Konfigurasi

rumus perbandingan jumlah atom-atom dalam

Rumus empiris = rumus perbandingan.


Contoh:

C : H = 1 : 2 (CH2)2

Tugas:
Bagaimana cara menentukan rumus empiris secara eksperimental?
-

Fesenden
Fieser and fiser
Robst

Contoh: CH2, C2H4, C3H6, C4H8, dst

:CH2
CH3-CH2 - CH = CH2

Radikal yang tidak stabil

H2C = CH2

CH3-CH = CH2

Rumus empiris
Rumus molekul adalah rumus yang menyatakan jumlah dan jenis atomatom yang menyusun suatu senyawa
Rumus molekul dapat ditentukan bila diketahui rumus empiris dan
berat molekulnya.
Untuk mengetahui struktur senyawa dapat dilakukan dengan cara
analisa struktur yaitu dengan cara analisa spektroskopi

Isomeri struktur,
untuk rumus molekul yang sama
didapatkan berbagai macam struktur.

Isomeri

Struktur (struktur yang berbeda)


Ruang (ruang yang berbeda)

Isomeri struktur

punya kerangka yang berbeda.

terbuka
isomeri tempat yang berbeda
Contoh : CH3-CH2-CH=CH2

Isomeri gugus fungsi yang berbeda

Contoh-contoh isomeri

tertutup

Contoh lain:

Isomeri: susunan letak atom-atom atau gugus-gugus dalam satu molekul


struktur.

Isomeri struktur
Isomeri Ruang

Struktur
konfigurasi
Konformasi

SENYAWA KARBON
Senyawa organic adalah senyawa yang mengandung atom karbon
(senyawa karbon)
Senyawa karbon
-

Jenuh

Tak jenuh
yang ditonjolkan bagaimana senyawa pada C jenuh dan tak Jenuh
C jenuh alkana
-

C tak jenuh alkena, alkuna

Pada senyawa jenuh atom-atom/ gugus-gugus tersusun / terletak


pada sudut-sudut tetrahedral, dengan sudut ikatannya adalah
109,50
Pada senyawa-senyawa tak jenuh (alkena) atom-atom/gugusgugus tersusun/terletak pada bidang datar, dimana sudut
ikatannya adalah 1200
Pada alkuna senyawa-senyawa tak jenuh tersusun/terletak pada
garis lurus, yaitu pada sudut 1800

Konfigurasi adalah bagaimana susunan gugus-gugus dalam ruang

Sudut tetrahedral dapat digambarkan:

Senyawa jenuh dilukiskan dalam bentuk proyeksi dari Fischer dengan konfersi,
yaitu bahan yang dilukiskan pada garis tegak lurus/vertical adalah berada di
belakang Tetrahedral sedangkan pada garis horizontal dilukiskan pada bagian
depan sudut tetrahedral
Contoh :

Contoh lain:
CH3 CH3

2. Senyawa tak jenuh : dalam ikatan rangkap tidak ada rotasi bebas, tidak bisa
diputar(rigit:kaku), karena berada pada bidang datar, tumpang tindih antara
ikatan

terjadi karena adanya ikatan tumpang tindih antara atom dari

orbital-orbital secara ko-aksial.


ko = sama
aksial = eksis (sumbu)
ikatan

ket:
Ikatan phi : merupakan ikatan yang terjadi karean pertindihan dari orbitalorbital secara parallel sehingga punya energi yang rendah sehingga mudah
putus.
Overlepingnya tidak penuh sehingga mudah putus sehingga mudah
diserang oleh ion H+.
Akibat dari ikatan rangkap tidak dapat diputar ( tidak dapat
berotasi)

Dalam satu bidang.


Kalau diserang oleh H+ maka
bisa banyak kemungkinan bisa
(berputar).

Atom-atom H tidak
dapat berpindah tempat

dari atas bisa dari bawah


CH3 CH3

Alkuna
Contoh: H C

CH

Bisa diputar secara bebas (rotasi bebas)

HCCH

Dari ruang ini dapat dilihat bahwa


reaksi dapat menyerang pada
semua pihak (semua arah) sebab
ada 2 ikatan

Sehingga alkuna tersebut reaktif.


Jadi alkuna lebih reaktif daripada
alkena, sebab alkuna lebih banyak
kemungkinan arah
penyerangannya.

H
C C
Proyeksi Newman: untuk melihat adanya kaitan antara gugus-gugus yang
terletak pada dua atom C yang berdekatan (hanya C 1 dan C2) atom C3 dan C4 dst.

Yang satu dianggap sebagai gugus.

Proyeksi Newman

Konformasi adalah bentuk ruang dari


molekul yang disebabkan karena
adanya rotasi sebab melalui suatu
ikatan sigma.
Konformasi bukan konfigurasi
Konformasi hanya disebabkan oleh
adanya rotasi bebas
Sifat-sifat antar konformer yang satu
dengan
yang
lain
berbeda-beda
tergantung pada suhunya.
Profil Energi
Max 1 > Max 2 > Min
CH2Cl- CH2Cl.

M1

60

120

> Min

180 240 300

Bentuk-bentuk/ konfigurasi molekul ysng berlainan tetapi struktur dari molekul


yang sama disebut konformer.

Konfigurasi yang berlainan yang yang berasal dari molekul yang sama disebut
isomer.
Isomer ruang
-

Isomer ruang: isomer-isomer dimana struktur senyawanya sama tapi


berlainan susunan atom / gugus dalam berbeda.
Isomer ruang :
terjadi pada senyawa tak jenuh (alkena) disebut isomeri geometri
atau isomeri Cis Trans tidak mengakibatkan terjadinya keaktifan
optic.
Terjadi/terdapat pada senyawa lingkar (atau senyawa siklik) disebut
dengan
isomeri Cis
Trans. Bedanya dengan diatas adalah
terjadinya perbedaan keaktifan optic.
Terjadi pada senyawa alifatik yang khusus mempunyai atom C
asimetrik
Terjadi pada senyawa-senyawa khusus yang disebabkan karena
adanya kekakuan molekul. Mis: pada senyawa alkena, senyawa
spiro/spiran dan senyawa biphenyl.

Molekul:
Konfigurasi:
Relatif (menyangkut D,L)
Absolut (menyangkut R, S)
Konfigurasi relatif sebagai dasar adalah gliseroldehide

Contoh :

Contoh lain:

Alena H2C = C = CH2

senyawa organik

senyawa anorganik
N+ Na
senyawa spiro/spiron:

Contoh lain

senyawa Anorganik
Na+ CN- , Na+ XNa2- S- , Na+CNS-

senyawa organik

Cara menentukan Rumus empiris


1. Analitik kualitatif :
Senyawa
organicada
harus
diubah menjadi
anorganik
sebab akan direaksikan d
Untuk
mengetahui
unsure-unsur
yangsenyawa
terjadi pada
senyawa
tersebut, (senyawa organic atau bukan)
Senyawa organic mengandung C : H (C,N,S,halogen).
Bagaimana diketahui apakah organic atau bukan :
Dibakar ada jelaga berarti senyawa organik
bakar dalam cawan ada jelaga
setelah diketahui ada C dan H dilakukan analisis kuantitatif
CxH(g) + O2

H2O + CO2(g)

Uji ada H menggunakan C2SO4 (putih)

CuSo4 x2H2O (biru)

pelarutnya kecil

Uji ada C

CO2 + Ba(OH)2

Ba(CO)3 + H2O

Tunjukan apa yang dilakukan.


Menentukan : X- : Cl-, Br-, I-, gunakan pereaksi (AgNO3)

H 2O

Bersifat basa

Larutan L inilah yang digunakan untuk menentukan X. dimana larutan ditambah


asam asetat untuk menetralkan.
L + CH3COOH menetralkan

Kemungkinan :
AgCl (putih)
/ AgBr / AgI
(kekuningan)
+ NH4HCO3 kalau
Tidak larut.
Larut berarti ada
Jadi dalam larutan
AgCl
ada AgBr dan AgI
Yaitu (NH4)Cl

Uji kalau ada NaCN (tambah FeSO4 (Fe3+))


Untuk S: gunakan Pb

++

(As)2-

akan terbentuk PbS (hitam)

Profil energy pada konformasi-konformasi


CH2Cl - CH2Cl

600

1200

1800

2400

3000

3600

Energi : Eclipse I > III = V


Gauche : II = VI > IV
E : I > III > = V > II > VI > IV

Keadaan/bentuk conformer tergantung pada suhu. Pada suhu yang berlainan


akan membentuk conformer yang sesuai dengan energinya. Mis: pada suhi 180 0
konformernya paling stabil yaitu bentuk konformernya adalah : gambar pada

saat suhu dinaikan sedikit maka bentuk Cl conformer akan menjadi bentuk
seperti pada 600 atau 3000 yaitu ;

Isomeri ruang:
1. Alkena (tidak ada kemungkinan keoptikaktifan)
(geomerti/cis trans)
2. Lingkar ada kemungkinan optis aktif
(geometri cis trans)
3. Senyawa dengan C asimetris ada kemungkinan optis aktif
4. Molekul yang kaku (tak perlu adanya C asimetris) ada kemungkinan optis
aktif
Unsure-unsur simetri dari molekul harus dipahami
Senyawa-senyawa yang mempunyai :

Pusat simetri
Sumbu simetri
Bidang simetri

tidak optis aktif kecuali ada garis simetris sederhana

Contoh:

Jadi senyawa ini adalah optis


aktif sebab mempunyai garis
simetris sederhana

Syarat keoptis aktifan adalah: molekul-molekul yang tidak mempunyai unsure


simetris kecuali senyawa-senyawa yang mempunyai garis simetris sederhana
(asal unsure lainnya tidak ada).

Contoh simetri:

Soal.
Senyawa-senyawa berikut optis aktif atau tidak?

Untuk menguji suatu senyawa optis aktif atau tidak maka gambarlah bayangan
cermin dari molekul itu dan gambarlah identik (semua unsurnya berimpit) atau
tidak.

Jawab:
Keterangan: senyawa ini adalah optis
aktif sebab tidak punya unsure-unsur
simetri (yaitu bidang pusat pada
sumbu simetris) maupun tak ada
garis simetri sederhana.
Dilihat
dari
bayangan
cermin,
senyawa (bayangan cermin dari A)
Jika diimpitkan dengan A maka kedua
senyawa tidak berimpit (gugus-gugus
tidak semuanya berada pada posisi
yang sama.)

senyawa

ini

disebut

tidak

identik.

Keterngan : senyawa ini tidak punya


unsure simetri (baik bidang pusat dan

sumbu simetris). Kalau senyawa B


diimpitkan dengan senyawa A maka
masing-masing gugus tidak berimpit.
Senyawa ini juga tidak punya garis
simetri sederhana. Jadi senyawa ini
adalah bersifat optis aktif.

Syarat-syarat optis aktif untuk senyawa sebagai berikut:

Tidak ada pusat simetri


Tidak ada sumbu simetri
Tidak ada bidang simetri

Kecuali punya garis simetri sederhana

Garis garis simetri adalah garis yang apabila


senyawa sederhana di putar akan berimpit
gugus-gugusnya.

3.

Senyawa ini punya garis simetri dan punya garis simetri sederhana. Dilihat
dari bayangan cermin, kalau senyawa B diimpitkan dengan senyawa A
maka kedua senyawa tidak berimpit maka senyawa ini adalah. Tidak Optis
aktif

4.

Ket : senyawa ini punya bidang simetri dan punya garis simetri sederhana. Bila
senyawa B diimpitkan pada senyawa A (yaitu dengan memutarkan ) maka akan
didapatkan senyawa B berimpit dengan gugus-gugus pada senyawa A.
Oleh sebab itu senyawa tersebut diatas adalah senyawa yang bukan optis aktif.
Kalau diputar 1800 maka gugus CH3 terletak dibawah ( tidak berimpit dengan CH 3
diatas) ini disebut sumbu simetri bolak balik. Kalau diputar 180 0 dan CH3
berimpit dengan CH3 diatas (pada gugus CH3 yang lain) maka itu namanya ada
sumbu simetri sederhana. Jadi untuk membuat ada sumbu simetri sederhana
yaitu CH3 harus diatas.

5.

Senyawa ini punya unsure-unsur simetri yaitu punya bidang simetri dan
punya garis.

Kalau senyawa B diimpitkan pada senyawa A maka senyawa B akan


berimpit dengan senyawa A. jadi senyawa ini bukan optis aktif

6.

Senyawa ini punya bidang simetris


Kalau senyawa B diimpitkan dengan senyawa A maka senyawa B akan
berimpit dengan senyawa A. dengan demikian senyawa ini adalah tidak
optis aktif.

Ket = pusat simetri


sumbu simetri
bidang simetri

ISOMERI RUANG
Isomer dari senyawa-senyawa yang mempunyai struktur yang semuanya
sama hanya berbeda dalam susunan ruang.
1. Isomeri geometri : isomer yang mempunyai struktur sama tetapi berbeda
susunannya dalam ruang.
Tidak dipikirkan optis aktif atau tidak
2. Isomeri optic :
Senyawa-senyawa yang mempunyai struktur sama.
Yang menyebabkan adanya perbedaan optic
Isomer optis aktif karena ada atom C asimetris
Isomer Geometri

Isomer geometri 7 siklo

Isomeri optic aktif ada atom C asimetris

Yang optis aktif (C*) ada senyawa yang tidak ada unsure simetri.
Kecuali ada yang simetri sederhana.
Senyawa optis aktif ada 4 gugus yang berbeda terikat pada C yang
asimetris menggunakan pusat A tetrahedral.

Notasi konfigurasi

Sejauh D/L adalah dimulai dari ....


Griseraldehida yang memutar kekanan dengan konfersi dilukiskan sebagai
berikut:

Untuk Karbohidrat

Senyawa yang punya atom C


asimetris

Sen
yawa 1 bayangan cermin dengan
senyawa 2 yang tak identik (tak
terimpitkan)
Notasi:
Identik

Disebut enantiomer

Sama =
Sebab itu optis aktif
Sifat enantiomer:
Mempunyai sifat fisis dan kimia yang sama kecuali dalam hal sifat terhadap
cahaya terpolarisasi. Yang satu memutar bidang kekanan dan satu memutar
bidang polarisasi kekiri, dengan sudut putar yang sama besar.
Akibatnya:

Sebab itu enantiomer tidak dapat dipisahkan cara-cara yang didasarkan atas
sifat-sifat fisisnya.
Mis:
o Kelarutan
o Komatografi
o Pengendapan
Maka untuk membedakan/ dapat dipisahkan maka harus dijadikan dulu menjadi
senyawa diastereomer.
Senyawa dengan 2 atom C asimetris
Contoh:

Ada 4 isomer optik = 2n (n = C*)


Hubungan: Ada 2 enantiomer yaitu : I dan II
III dan IV
Sifat-sifat fisis dari diastereomer berbeda oleh sebab itu diastereo isomer dapat
dipisahkan atas perbedaan fisisnya.
ISOMERI RUANG
Isomeri ruang adalah isomer dari senyawa-senyawa yang mempunyai struktur
yang sama tetapi berbeda dalam susunan ruang

Isomer ruang
1. Isomer geometric
2. Isomer optic
Unsure-unsur simetris
Bidang simetri
Pusat simetri
Garis simetri sederhana
Garis simetri bolak balik

Bidang simetri

: bidang yang membelah struktur suatu molekul menjadi dua


bagian . (bagian yang bentuknya sama)

Pusat simetri

: titik yang memiliki jarak yang sama dari atom-atom gugusgugus yang sama dalam struktur sebuah molekul

Garis simetri sederhana: garis yang membagi dua struktur sebuah senyawa dan
bila diputar pada garis simetri sederhana diperoleh struktur
yang identik (gugus-gugusnya yang sama akan berimpit)
Garis simetri bolek balik: garis yang membagi dua struktur sebuah senyawa dan
bila diputar pada garis simetri bolak balik diperoleh struktur
tidak identik (gugus-gugus berlawanan arah (tidak berimpit
yang satu dibawah yang satu diatas).)
Sumbu simetri sederhana: sumbu yang tegak lurus pada bidang senyawa bila
diputar pada sumbu 1800 diperoleh struktur senyawa yang
identik (gugus-gugus yang sama ada berimpit)
Garis simetri bolak balik
Contoh:

Garis Simetri sederhana

Contoh:
Kalau diputar/dilipat gugus COOH akan berimpit dengan
COOH lainnya. Ada gugus yang terletak (gugus lipatan)
dan itu disebut garis simetri sederhana

Pusat/sumbu simetri sederhana


Contoh:
Kalau diputar melalui sumbu sebesar 1800 maka gugus
COOH akan berimpit dengan gugus COOH lainnya.
Sumbu atau pusat perputaran disebut sumbu simetri
sederhana

Sumbu simetri bolak balik


Contoh:
Kalau diputar melalui sumbu sebesar 1800 maka gugus
COOH tidak akan berimpit dengan gugus COOH lainnya
melainkan berimpit dengan atom H. sumbu perputaran
disebut sumbu simetri bolak balik.

Untuk dimetil sikloheksana trans


paling banyak unsure simetrinya.

Isomeri ruang
Isomeri Geometri adalah : isomeri yang terjadi karena tak ada rotasi bebas untuk
mengubah bentuk yang satu kebentuk yang lain
(harus memerlukan pemutusan ikatan ) maka

bentuk struktur tersebut merupakan isomer bukan


conformer.
Isomeri ruang : membicarakan senyawa-senyawa yang mempunyai struktur
sama tetapi susunan dalam ruang berbeda.
Isomer Geometri

tidak melihat apakah senyawa optic aktif atau tidak


(tidak dibicarakan)

senyawa yang strukturnya sama tetapi berbeda dalam


susunan ruang
Melihat adanya perbedaan optic aktif dalam senyawa
Cat: untuk conformer tidak melihat perbedaan optic
aktif
Isomer optic aktif disebabkan oleh karena adanya atom C asimetrik
Isomer Optik

Mengapa isomer dari cis ke trans sulit diubah?

Jawab:
sebab
untuk
mengubahnya harus meningkatkan energy untuk memutuskan
ikatan (tanpa memutuskan ikatan tidak akan berubah).

Senyawa ini tidak optic aktif


sebab kalau dibuat bayangan
cerminnya akan berimpit.
Pada bayangan cermin ini
kalau B diputarkan kemudian
diimpitkan pada senyawa A
maka
senyawa
B
akan
berimpit dengan senyawa A
(gugus-gugus
sama
akan
berimpit satu sama lain.)
sebab itu bukan optis aktif.

Notasi konfigurasi : ditandai dengan Cis


Trans

bila gugus yang sama sebidang


(sejajar/sama)
bila
gugus-gugus
yang
sama
berseberangan.
Dengan
bidang

System E dan Z
Notasi konfigurasi E dan Z = - bila senyawa alkena mengikat 4 subtituennya atau
gugus berbeda
- Konfigurasi Z. kalau gugus prioritas terletak pada
bidang yang sama
Konfigurasi E kalau gugus prioritas terletak pada
bidang yang berbeda (berseberangan)

Untuk senyawa siklo : system notasi konfigurasi Cis Trans


system notasi konfigurasi optis aktif
jika senyawa siklo ada unsure simetri (bidang, pusat dan sumbu simetri) kecuali
garis simetri, maka senyawa itu tidak optis aktif.
Isomeri optis aktif : jika ada atom C * (atom C kiral) = atom C yang mengikat 4
gugus yang berlainan

Contoh:

Senyawa ini punya atom C asimetri, sebab tidak


punya unsure simetri apapun, karena pusat C *
merupakan pusat dari tetrahedral.

NOTASI KONFUGURASI D/L


Sejarah kenapa D:
Griseraldehida yang memutar bidang polarisasi kekanan dijelaskan oleh Fischer
sebagai:

setelah dibuktikan ternyata benar, griseraldehida yang memutar kekanan OH


terletak dikanan, maka sesuai konversi disimbolkan dengan D(d) Griseraldehid.
Maka ditetapkan konversi bahwa OH pada atom C asimetri (C *). Kalau letaknya
dikanan itu adalah D. dan kalau dikiri adalah L.
D = Dekstrorotatori
L = Levorotatori
Jadi konfigurasi bisa tidak sama dengan arah putar optis aktif. Untuk
tetrahedralnya:

D(+) griseraldehida : dari hasil


sintesis sulit untuk menentukan D atau L
Untuk senyawa yang mudah boleh D dan L. tetapi kalau
senyawa sulit (rumit) sulit memakai D dan L, untuk itu
dipahami notasi R dan S.

Meskipun metil dipakai untuk karbohidrat.

Senyawa dengan Satu Atom C Asimetris

Senyawa I bayangan cermin dari senyawa II yang tidak identik.


Identik symbol

Sama symbol =
Gambar
Senyawa I dan II tidak terimpitkan sehingga disebut senyawa I dan II adalah
senyawa optis aktif.
Oleh sebab itu senyawa CH 3-CH(OH)COOH mempunyai 2 bentuk isomer optic
aktif yaitu: membentuk I dan II.

Hubungan senyawa I dan II


Bentuk I dan II

adalah Enantiomer : yaitu isomer optic yang merupakan


bayangan cermin satu dengan yang
lainnya yang tidak identik

Sifat dari Enantiomer : mempunyai sifat-sifat fisik dan kimia yang sama kecuali
dalam hal sifat terhadap cahaya terpolarisasi.
Catatan: enantiomer yang satu memutar bidang polarisasi kekiri
Enantiomer yang satu memutar bidang polarisasi kekanan dengan
sudut putar yang sama.
Oleh sebab itu enantiomer tidak dapat dipisahkan dengan cara:

Atas dasar sifat-sifat fisiknya misalnya:


Titik leleh, titik didih
Kelarutan
Pengendapan dll

Untuk dapat memisahkan harus diubah dulu menjadi senyawa diastereoisomer.

SENYAWA DENGAN 2
ATOM C ASIMETRIS
Contoh:

Ada 2 atom C asimetris

ada 4 isomer optic

Kalau 1 atom C asimetris : ada 2 isomer optis


Jadi jumlah isomer optic dapat dirumuskan = 2n
n= jumlah atom C asimetris

jumlah maksimum senyawa optis yang dibentuk oleh atom C yang asimetri yaitu
2n .
Epimer merupakan bagian dari Diastereoisomer
Pada senyawa diatas:
Senyawa I dan IV merupakan Enantiomer
Senyawa II dan III merupakan Enantiomer
Senyawa I dan III merupaka diastereoisomer

Epimer : seandainya atom C asimetris banyak tetapi hanya ada beberapa yang
tidak sama.
Misalnya: pada senyawa I dan II : epimer pada atom C 3, harus disebut, termasuk
diastereoisemer
D glukosa
epimer pada C1
D glukosa

pada senyawa ini sifat fisik dan kimia berbeda, jadi diastereomer dapat
dipisahkan berdasarkan sifat fisikadan kimia.

Tugas: tentukan senyawa I,II,III dan IV konfigurasi R dan S.


Epimer yaitu suatu senyawa yang mempunyai struktur yang sama tetapi
mempunyai perbedaan letak gugus pada atom C asimetrik (apakah
atom C no. 2,3 dst.)
Epimer merupakan bagian dari Diastereoisomer.
RUMUS EMPIRIS
Bagaimana menentukan rumus empiris secara eksperimental?
Jawab:
Rumus empiris dapat ditentukan dengan cara analisis komia organic yang
meliputi 2 macam analisa yaitu:
1. Analisa kualitatif
2. Analisakuantitatif

1. Analisa kualitatif
Analisa kualitatif adalah analisa sesudah senyawa organic dimurnikan
dengan metode tertentu untuk menentukan macam atom dalam molekul
organic.
Biasanya zat organic mengandung : (C,H,N,S,P dan Halogen)
Contoh
a. Menentukan atom C dan H
Untuk mengoksidasi senyawa organic yang terdiri dari karbon dan
hydrogen dipakai kuprioksida (CuO). Karbon diubah menjadi karbon
dioksida yang ditunjukan oleh air kapur Ca(OH) 2 yang memberikan
endapan putih dari CaCO3 hidrogen menjadi air H2O berupa tetesan
cairan disekeliling tabung pembakaran, dan ditetesi larutan kupri sulfat
(CuSO4) yang mengubah warna putih dari kupri sulfat menjadi
warna biru.
b. Menentukan atom halogen, N dan S
Caranya: senyawa organic dipijarkan dengan logam Na. halogen dan
belerang diubah pada pemijaran menjadi senyawa Natrium Halida dan
Natrium Sulfida. Nitrogen dalam pemijaran ini diubah menjadi senyawa
Cianida (CN). Hasil pemijaran kemudian dideteksi secara konvensional.
Adanya halogen ditunjukan dengan menggunakan larutan AgNO 3 yang
memberikan endapan putih dari AgCl dan AgBr, sedangkan AgI
berwarna kekunig kuningan.
Adanya belerang ditunjukan dengan menambahkan plumbun asetat
(Pb(CHCOO)2) yang akan memberikan endapan hitam dari PbS.
Adanya nitrogen dapat diidentifikasi dari hasil pemijaran dengan
penambahan larutan Isosulfat (atom ion Fe 3+) yang dapat memberikan
endapan biru .
Adanya oksigen dalam senyawa organic hanya diketahui dari analisis
kualitatif, karena tidak dikenal analisis kualitatif yang dapat
menunjukan adanya oksigen dalam senyawa organic.
2. Analisis kuantitatif
Tujuan analisis kuantitatif adalah untuk menentukan rumus molekul dari
suatu zat murni, melalui penentuan rumus empiris dan berat molekul
senyawa tersebut.
Penentuan rumus empiris
Untuk penentuan ini diperlukan suatu zat murni

a.

Menentuka
n C dan H menurut Liebig (lihat buku/modul kuliah UGM (sabrin dkk
hal.2-4))
Soal:tentukan konfigurasi absolute (R atau S) dan senyawa-senyawa
berikut:

Bahan-bahan yang sudah diberikan


Proyeksi fischer
Proyeksi Newman

ada hubungan dengan konfigurasi molekul

ada hubungan dengan konformasi

Pada isomeri ruang:


Konfigurasi-konfigurasi
Pada alkena
Siklo alkena
Konfigurasi pada C asimetris
Proyeksi fischer

Contoh:

Cara menggambarkan pada bidang tetrahedral

Senyawa ini dapat memiliki konfigurasi D(+) atom L (cat: hanya pada
griseraldehida atau pada karbohidrat).
Cat: konfigurasi D kalau letak gugus OH berada dikanan
Konfigurasi L kalau letak gugus OH berada dikiri pada proyeksi fischer

Contoh: tentukan senyawa berikut apakah konfigurasinya L atau D


Patokan untuk menentukan D atau L harus diubah proyeksi ini
sedemikian rupa agar supaya gugus OH dan H berada bersamasama pada garis lurus. Untuk itu diadakan perubahan-perubahan
tempat kedalaman gugus, dimana untuk hal ini dapat ditempuh
dengan berbagai cara: a,l menggambarkan/membuat bentuk
proyeksi fischer ini dalam bentuk tetrahedral, dimana garis
vertical ada dibelakang dan gugus-gugus yang ada pada garis
horizontal ada di depan bentuk/bidang tetrahedral. Demikian juga
gugus COH harus berada diatas.
Dalam gugus-gugus dalam bidang tetrahedral

Jika dibuat letak OHnya tetap dalam gugus COH diletakan diatas, maka gugus H
akan berada disamping sedangkan CH2OH berpindah (dipindahkan dari atas
kebawah. (diputar 900 pada bentuk molekul kalau menggunakan molimod))
dengan demikian bentuk proyeksi fischer dapat dibuat:

Dengan demikian struktur diatas adalah L

Contoh lain:

Yang menjadi patokan H, dan OH dipindahkan kesamping


kanan maka CHO akan keatas/ pindah ke atas dan CH 2O
dipindahkan kebawah.

jadi konfigurasi ada D. sebab OH berada dikanan


cat:
D kalau OH dikanan
L kalau OH dikiri
Soal:
Tentukan bentuk R atau S dari proyeksi fischer:

PR.

Lukiskan suatu senyawa 2,2-dikloro siklopropanal yang mempunyai konfigurasi S.


Melukiskan bentuk R dan S untuk senyawa siklo:
Cat. Menentukan S atau R sama-sama dengan senyawa non siklo, yaitu arah
perputaran kekanan berarti R dan arah perputaran ke kiri konfigurasi S.
pemberian prioritas juga harus diperhatikan disamping tentukan atom-atom C
asimetris.
Contoh:

a.

Cat: pada struktur ini ada 1 atom C asimetri


yaitu yang ditandai dengan prioritas pertama ada OH
(dimana C asimetris mengikat OH, yang kedua adalah C
yang mengikat Cl, dan prioritas ketiga adalah C yang
mengikat H. kalau dilihat dari atas, maka berdasarkan
prioritas terjadi pemutaran kekiri.
Jadi konfigurasinya adalah S
Arah putar:
S = arah putar kekiri
R = arah putar kekanan

b. Pada struktur ini terdapat 2 atom C asimetris yaitu yang


ditandai dengan *. Penentuan konfigurasinya R atau S
ditentukan secara satu persatu yaitu tiap atom C
asimetris. (dan pada penentuannya dengan cara seperti
diatas, yaitu melihat prioritas.) untuk atom C asimetris,
terlihat berdasarkan prioritas, pemutarannya kekanan, jadi
konfigurasinya ada IR, dan C asimetris yang z arah
pemutarannya juga kekanan kalau dilihat dari bawah. (cat:
lihat dari bawah, sebab atom H yang menjadi dasar =
yang harus tersembunyi (sejauh mungkin dari pandangan
mata, berada diatas.)) jadi harus pandang/ lihat dari
bawah. Dengan demikian konfigurasinya adalah 2R.
Jadi konfigurasi struktur tersebut adalah 1R,2R

c.

Senyawa ini tidak optis aktif,


karean tak ada perbedaan ( = 0).
2 S meupakan kebalikan dari unsure-unsur simetri.
Struktur ini punya usur-unsur simetri.

d. Konfigurasinya: 1
Cat. 1

l , 2s1

bukan kebalikan dari 2s 1 sebab Br dan Cl 2

gugus yang berbeda. Senyawa ini adalah optis aktif.

SENYAWA DENGAN 2 ATOM C*


Cat. Kalau ada

Contoh: senyawa:

isomer ruang

= 2n2

Dari senyawa ini ada 4 isomer ruangnya: jadi isomer ruang max. tercapai yaitu
2n
Struktur II merupakan bayangan cermin dari strujtur I disebut enantiomer.
Struktur III bayangan cermin struktur IV.
Struktur III bukan merupakan bayangan cermin / enantiomer dari senyawa I
(kalau diimpitkan tidak akan berimpit). Senyawa yang mempunyai struktur yang
sama tetapi bukan merupakan enantiomer /bayangan cermin dari struktur
lainnya disebut diastereoisomer.
Contoh lainnya:

isomer ruang = 2n = 4, apakah betul?

Senyawa I dan II adalah identik, senyawa II merupakan/ seakan-akan bayangan


cermin dari senyawa I.

Ternyata: senyawa II kalau diputar 180 0 dan diimpitkan pada senyawa 1 maka
ternyata kedua senyawa berimpit (gugus-gugus yang sama ada berimpit satu
sama lainnya). Jadi tidak optic aktif. Sebab keduanya identik (ada kesimetrikan.)
peristiwa ini disebut MESOMERI.

Bentuk mesomeri: senyawa yang mempunyai atom C asimetris, tetapi tidak optis
aktif, karena molekulnya asimetri. Untuk membedakan senyawa meso, nya = 0
Jadi senyawa tersebut hanya mempunyai 3 isomer ruang, yaitu I dan II yang
identik dan III,IV. Dengan demikian jumlah isomer ruang yaitu 2 n tidak terpenuhi.
Cat: pada senyawa/struktur I dan II untuk mengimpitkan kedua struktur tidak
boleh diangkat, (harus diputar), sebab kalau diangkat/dipindahkan tanpa
pemutaran (tidak sama dengan proyeksi fischer pada struktur I) jadi proyeksi
fischer III harus diputar, sehingga diperoleh struktur yang sama dengan yang I
sehingga struktur itu berimpit, dan itu disebut identik.
Enantiomer: punya sifat-sifat fisis yang sama, sehingga sukar untuk dipisahkan.
Untuk memisahkannya harus dibuat dalam bentuk Diastereomer.
Diastereomer : sifat-sifat fisisnya berbeda, sehingga dapat dipisahkan satu
dengan yang lainnya.

PEMISAHAN SUATU ENANTIOMER


Enantiomer: L, D (sebagai karboksilat C*)
Reaksikan dengan
bassa optic aktif
(mis. D)

Hasilnya ada 2:

Diastereoisomer ini dapat dipisahkan melalui sifat-sifat kelarutan. Dengan


perbedaan sifat kelarutan dari diastereomer sehingga enantiomer-enantiomer
murni dapat dipisahkan.
Pemisahan fisis suatu campuran rasemik (diastereomer) menjadi enantiomerenantiomer murni disebut RESOLUSI (resolving) campuran rasemik itu.
Resolusi yaitu:
komponennya.

pemisahan

enantiomer-enantiomer

menjadi

komponen-

Ada cara-cara lain memisahkan enantiomer yaitu:


Menggunakan Enzim (merupakan
menggunakan mikroorganisme)

Dengan metode Pasteur

katalis

pada

reaksi

biologis

pemisahan natrium ammonium terlarut


Pada
cara
ini
menganggap
enantiomerenantiomer akan mengkristal secara terpisah.

Ahli kimia mengandalkan cara dengan REAGENSIA KIRAL ATOM


KATALIS KIRAL (yang sealu berada dalam organisme hidup)

Hubungan 2 atom kiral pada konformasi Newman.


Seyawa:

Contoh lain:

Dalam hal kedua bentuk konformasi newman pada kedua senyawa diatas maka
dilihat dari kemudahan untuk membentuk ikatan hydrogen, dapat diketahui
bahwa pada konformasi newman yang stabil pada contoh II terlihat bahwa untuk
membentuk ikatan Hidrogen adalah lebih besar disbanding conformer pada
contoh I. hal ini disebabkan karena pada conformer/proyeksi Newman yang stabil
pada contoh II letak gugus-gugus OH berdekatan, sehingga gugus-gugus ini
memungkinkan untuk membentuk ikatan H, sedangkan pada proyeksi newman
pada senyawa I untuk gugus OH berjauhan. Sehingga lebih sukar untuk
membentuk ikatan H. jadi conformer/ senyawa II lebih mudah membentuk ikatan
H disbanding conformer/ senyawa I, disamping itu karena adanya ikatan
hydrogen maka seakan-akan dengan ikatan itu dapat membentuk suatu lingkar
S, sehingga senyawa yang berikatan H lebih stabil dibanding yang tidak
berikatan H (senyawa I).
PR.
Tugas: tentukan konfigurasi R solute (R,S) dari senyawa berikut tentukan juga
kemudahan membentuk ikatan H, berdasarkan proyeksi Newman dari:

Jawab:
Bentuk Proyeksi Newmannya:

Da
ri struktur yang stabil ini terihat bahwa
gugus OH terletak berjauhan, sehingga
sulit untuk membentuk ikatan H. (ikatan
H yaitu ikatan antara H dengan OH yang
satu dengan atom O pada gugus OH
lainnya)
Cat. Dari struktur yang stabil ini terlihat
bahwa gugus OH berjauhan, jadi
senyawa ini juga sukar untuk membentuk
ikatan H.
Cat: dari struktur ini terlihat bahwa gugus
OH berdekatan sebab itu senyawa ini
dapat membentuk ikatan H, dengan
demikian senyawa ini juga lebih stabil
dari kedua senyawa diatas
Cat: dari struktur ini terlihat bahwa gugus
OH berdekatan satu dengan yang ainnya,
sabab itu seyawa ini mudah membentuk
ikatan hydrogen dan juga lebih stabil
dengan senyawa a dan b.

Gambarkan stereoisomer dari 2,3,4-triolpentanaldehide.


Jawab:

Jadi, struktur diatas jumlah isomer ruang reaksi ini tercapai, dimana ada 8
isomer ruang.

Desimetris Molekul

Senyawa optis aktif

Simetris

Tak simetris (desimetris molekul)


Senyawa-senyawa yang tak punya unsure-unsur simetris apapun, dan ini dapat dijumpai pada u

Soal:
1. Ada berapa bayangan cermin senyawa dibawah ini? Dan berapa jumlah
isomernya? Tentukan juga bentuk meso kalau ada?
Jawab:

Untuk menjawab ini maka terlebih dahulu ditentukan/


dilihat berapa atom C asimetris.
Ternyata atom C asimetris pada senyawa dibawah ini ada 2,
jadi hanya mempunyai 4 isomer ruang yaitu 2n = 22 = 4.
Akan tetapi bayangan cerminnya ada beberapa macam,
yaitu tentang apakah bentuk/ isomer ruang max. ini
tercapai?

Jadi hanya ada IV isomer ruang yaitu: I, II, III dan IV.

Isomer-isomer ruangnya:

Dari isomer ruang ini dapat ditentukan bentuk-bentuk meso, a, l.

Bentuk meso yaitu suatu bentuk stereoisomer yang mengandung karbon-karbon


kiral, tetapi dapat diimpitkan pada bayangan cerminnya.
Cat: Kalau bayangan cerminnya diputar 180 0 maka kedua struktur akan berimpit,
sedangkan pada struktur ini punya 2 atom C asimetris. Jadi ini disebabkan meso
sebab ada 2 atom C kiral tetapi dapat diimpitkan
Bentuk Meso Lainnya

Jadi senyawa diatas ada 4 isomer ruang, 2 yang optis aktif dan 2 yang bentuk
meso dan tak optis aktif.

SEYAWA DENGAN 2 ATOM C ASIMETRIS YANG BERDEKATAN

Contoh:
Dalam karbohidrat ada (asal dari gula):
Treosa
Eritrosa

Soal:
Dari senyawa Treosa dan Eritrosa berikut mana yang lebih stabil dari kedua
senyawa tersebut, berdasarkan proyeksi Newman.

Jawab:

Cat:
Dari kedua struktur dan bentuk proyeksi Newman ini terlihat bahwa senyawa DTreo dapat membentuk ikatan H, sebab letak gugus OH berdekatan, sedangkan
Eritro tidak dapat berikatan/ kecil kemungkinan untuk berikatan H. senyawa yang
berikatan H tentu lebih stabil, namun pada kedua senyawa ini adanya ikatan H
yang dibentuk untuk D-eritro kurang berpengaruh terhadap kestabilan
molekulnya. Pada senyawa ini faktor yang berpengaruh sterik hindrancenya
(halogen steriknya) dengan demikian D-eritro disbanding D-treo dalam hal ini
walaupun D-eritro tidak/ kurang kemungkinan untuk berikatan H namun

halangan steriknya (molekul-molekul yang besar saling berjauhan) jadi lebih


stabil D-eritro. Faktor ruang / sterik lebih mempengaruhi kestabilan.
Senyawa-Senyawa yang Mempunyai Struktur dan
Contoh:

Dua bentuk senyawa diatas dapat digambar dalam bentuk Ringbar 6, dan
dapat ditentukan dan
Cat:

Jika gugus OH pada posisi atom C no.1 berada pada posisi cis
dengan gugus CH2OH maka itu disebut
Jika gugus OH pada posisi atom C no.1 berada pada posisi trans
dengan gugus CH2OH maka itu disebut

Senyawa tersebut dapat digambarkan lingkar 6

Soal : tentukan isomer-isomer ruang dari :

Untuk menjawab soal ini lihat mana/ berada atom C asimetris

Isomer-isomer Ruangnya:

Buat isomer-isomer dari:

Bentuk atom-atom C asimetris terlihat bahwa ada 2 atom C


asimetris.
Jadi ada 22 jumlah isomer ruang max. namun apakah tercapai
jumlah isomer ruang = 4?
Buktikan dengan menentukan isomer-isomernya

Jadi ada 4 isomer ruang

Soal PR
1. Tentukan konfigurasi absolute (R dan S) dari aldopentosa
2. Suatu pentose (aldopentosa) dalam bentuk rantai terbuka mempunyai isomer
optic sebanyak 2n = 23 = 8 isomer ruang. Dalam bentuk lingkar 6 (..) atom
dalam bentuk hemiasetal dia mempunyai isomer sebanyak 16
Mengapa demikian, dan coba lukiskan ke 16 struktur tersebut.
Cat: jadi bentuk lingkar ada 4 atom C asimetris 2 n = 24 = 16
1. Aldopentosa

2.

dapat digambar dalam bentuk senyawa lingkar, dengan letak gugus


OH pada nomor atom C1 boleh berada pada posisi cis terhadap gugus
CH2OH (disebut ) dan boleh berada pada posisi trans terhadap gugus
CH2OH (disebut ) dan dari senyawa-senyawa tersebut dapat terbentuk
16 isomer optis aktif dalam bentuk cincin sedangkan dalam bentuk
rantai terbuka hanya 8 isomer optic seperti pada soal no.1

P
O
S
I
S
I

P
O
S
I
S
I

16 isomer-isomer optic