Anda di halaman 1dari 29

Senyawa spiro ; senyawa spiro hibridisasi SP3 yang tak ada pada sattu bidang.

Catatan ; kalau struktur tidak sebidang berarti tidak ada unsur simetri sebab

molekulnya kaku.
Senyawa ini tidak sebidang jadi senyawa ini
adalah optik aktif.

jadi senyawa ini adalah optik aktif

Soal!
Ada senyawa seperti berikut :

NO2

NO2 H

Jawab:
senyawa ini adalah optik aktif sebab ada
halangan gugus gugus sehingga senyawa ini
tak dapat berotasi secara bebasdan tidak dapat
membentuk kesimetrian.

H
CH3

Jawab :
CH3H

Senyawa ini adalah optik aktif sebab 2 gugus


satu cincintidak sebidang dan tak simetris

Br

Br

Konfigurasi

Br
H

Br

"S"

H
H

Br
Br

H H

Br

H
H

Br

1
Br

Br

Melihat apakah optik aktif atau tidak, yaitu dengan melihat unsur-unsur simetri

tidak optik aktif, sebab adaunsur simettri

ya

contoh lain:

tidak optik aktif , sebab ada unsur simetri

tidak optik aktif sebab ada bidang simetris kalau di buat bayangan
cermin akan berimpit.

Punya sumbu simetri sederhana maka kemungkinan optik aktif ada.

Mmbentuk pada bayangan cermin

Catatan: Steroid

Soal!
Lukiskan salah satu

pada A, B bisa cis bisa trans. sedang pada


C dan D bisa juga trans

Soal!
Lukiskan salah satu isomer ruang dari suatu inti steroid yang fusi antara: AB
Cis, BC Trans, CD Trans.

JAWAB

HUBUNGAN KONFIGURASI DENGAN ROTASI OPTIK


Hubungannya bisa diturunkan berdasarkan daya polarisasi sebab ad
hubungannya dengan daya bias.

Prinsip Bruster: kemampuan untuk dipolarisasi dari gugus.


Makin mudah dipolarisasi, berarti makin besar daya biasnya terhadap polarisasi
sirkular.
Atas dasar hubungan tersebut maka didapat data urutan daya bias.
Urutan Daya Bias atau (strat gugus) adalah sebagai berikut:
-

I
Br
SH
Cl
CH3
NH2
OH
H
F

13,954
8,741
7,729
5,844
2,591
2,382
1,518
1,028
0,81

5,459

6,757

7,159

( ) (fenil)
-

COOH

6,757
4,680

Cat: - Makin elektronegatif,makin sulit dipolarisasi


-

Makin besar ukuran atom, makin besar daya biasnya

O
C H
H C OH

7,159
2

CH2OH
Contoh:

Daya bias untuk 1 atom C berarti :

= 3,58
Daya bias untuk 1 atom C pada C

N = 3,58

Daya bias untuk N = 5,459 3,58 = 1,879


Daya bias 1 atom C SP2=

6,757
= 3,379
2

Daya bias C SP2 = 3,379 sebab C tersebut ada hib SP2


sama gugus 1 atom pada C =C.
Contoh lain:
1. Tuliskan/lukiskan dengan proyeksi Fischer senyawa

fenil etil klorida

yang memutar bidang polarisasi ke kanan, sebutkan pula konfigurasi


absolut dari senyawa dimaksud.

C 6H 5

2 Cl

3CH3

Cl = 5,844
CH3 = 2,591
(3)

berarti

= 6,757

(2)
(1)

(+)

konformasi absolut. S sesuai dengan CIP = Chey Ignold


Prelog/berdasarkanurutan priorotas.
Soal :
2. Asam Hidrotropat (fenil Hidrotropat) = Asam

- CH(CH3) COOH

ternyata yang mepunyai konfigurasi R. Lukiskan Proyeksi Fischernya dari


suatu asam hidrotropat yang mempunyai konfigurasi absolut S. Apakah
dia memutar bidang polarisasi ke kiri atau ke kanan?
Jawab:
Konfigurasi absolut R dan S : (dalam Proyeksi Fischer)
COOH
C6H5

H
CH3
"R"

COOH
H

C6H5
CH3
"S" =Konfigurasi berdasarkan CIP
Berlawanan arah jarum jam

Konfigurasi berdasarkan Bewer : urutan daya bias


-

Fenil = 6,757

COOH = 4,680 Urutannya

CH3 = 2,591

> COOH > CH3

dari konfigurasi absolut searah jarum jam, maka (

)=
positif = putar kanan

ASAM AMINO

Asam

amino artinya : Gugus amino terletak pada Atom C

Karena gugus amino terletak pada C alfa ( ) dari hasil


hidrolisis maka biasanya senyawa tersebut optik aktif
kecuali glisin.
Bagaimana asam amino yang berasal dari alam ?
Umumnya asam amino yang berasal dari alam adalah biasanya ( gugus
amino berada di kiri).
ALANIN
Soal
3. Asam amino alanin sebagai hasil hidrolisa dari protein alami biasanya
mempunyai konfigurasi apa? Sebutkan konfigurasi absolut dari alanin
termaksut dari hasil prediksi (perkirakan) bagaimana menurut anda,
mengenai arah putarnya ( arah putar
senyawa tersebut?
Jawab :

yang diperkirakan mengenai

Struktur Alanin untuk


1
2

H2N

COOH
C

CH3
"S"

dari struktur ini, maka menurut CIP ( Chan


Ignold Prelog) mka konfigurasi absolutnya adalah S
(putar kiri/ berlawanan arah jarum jam)
H2N COOH CH3 H
Menurut aturan Brewester : berdasarkan data daya bias:
Maka arah putarnya:
H2N = 2,382
COOH = 4,680
CH3 = 2,591
H = 1,028

COOH 1
C

H2N
3

CH3

Daya biasnya urutannya : COOH CH3


NH2 H
Arah putarnya adalah berlawanan arah jarum jam jadi (

(-))

4. a. Lukiskan struktur senyawa

-fenil kloro asetat, lukiskan juga proyeksi

fischernya
b. Untuk senyawa tersebut yang memutar bidang polarisasi ke kanan
c. Sebutkan konfigurasi absolutnya.
Jawab :
H

a. struktur senyawa :

COOH

Penjelasan : oleh karena

COOH

b.
H

(+) maka urutan

daya bias :
- COOH = 4,680
- Cl = 5,844

Cl

(+)
Proyeksi Fischer

= 6,757

- H = 1,028

Cl COOH H, maka arah putarnya

harus searah jarum jam. Molekul demikian


dapat digambarkan/ dilukis dalam proyeksi
Fischer seperti pada gambar.
c. berdasarkan CIP maka dari proyeksi Fischer di atas urutannya adalah
Cl COOH

H. Jadi putarnya adalah searah jarum jam jadi

konfigurasi absolut R
5. Suatu senyawa yang mempunyai struktur sebagai berikut:
H
C

Cl

CH3

Dibawah
suasana
SN2
,
yaitu
dengan
menggunakan basa kuat (OH) didapat suatu produk senyawa
hidroksi.
Bila kita mulai dengan senyaw yang mempunyai konfigurasi
S, maka:

1. Bagaimana arah putar bidang polarisasi untuk senyawa


asal
2. Sebutkan konfigurasi produk yang terjadi
3. Bagaiman kiranya menurut saudara arah putar bidang
polarisasi dengan produk tersebut.

Jawab :
(C6H5)

2
1 Cl

3 CH3

5.(1). Senyawa diatas konfigurasi absolut untuk S dapat


dibuat dalam proyeksi fischernya, yaitu:
(1) Dari konfigurasi S ini maka daya biasnya dapat
ditentukan berdasarkan besarnya daya putar bidang
polarisasi.
Untuk :
-

C6H5 ( ) = 6,757

Cl = 5,844
adalah

CH3 = 2,591

H = 1,028

jadi

urutan

daya

biasnya

C6H5 ( ) Cl CH3 H

Berdasarkan struktur Fischernya, maka arah putar bidang polarisasi


untuk senyawa tersebut adalah searah jarum jam 1 ( ), 2(Cl),
3(CH3).
H
C

Cl

CH3

Jadi

adalah (+) positif = putar kanan.

5.(2). Reaksi SN2 pada senyawa diatas:


Cat: Reaksi SN2 terjadi produk: Inversi

C6H5
H

HO

CH3

Cl

C6H5
C

HO

C6H5
Cl

HO

CH3

CH3

Keadaan transisi
proyeksi Fischer
C6H5
H

C
CH3

C6H5
H

Cl

CH3

Mekanisme:

+ OH

OH

Kesimpulan:
Dari konfigurasi produk ini maka berdasarkan CIP (prioritas) maka
konfigurasnya adalah R.
5.(3). Berdasarkan hasil/produk reaksi diatas maka arah putar bidang
polarisasi adalah: Berdasarkan daya bias:
C6H5 = 6,757
CH3= 2,591
OH = 1,518
H = 1,028. Jadi urutannya: C6H5CH3OHH
C6H5
H

OH

CH3

jadi, arah putar bidang polarisasi adalah

(+)

perputaran searah jarum jam (putar ke kanan)

Latihan Soal:
CH3 di depan

CH3
H3C
CH3
H3C

CH3

cis
=0

II

dibelakang

sama, sebab itu tidak


optik aktif

CH3
H3C

Struktur 1,4 dimetil


sikloheksana: ada 2 isomer ruang

CH3

trans
=0

CH3

CH3 atau

CH3
I

H3C

CH3
II

sama, sebab itu tidak


optik aktif
punya unsur-unsur
simetri

CH3

Cl

Konformasinya:

H3C

CH3
a

Cl
a

e Cl
H
H3C

H3C

Cl

Cl
enantiomer
Cl
H3C
H

Konfigurasi R
Konfigurasi S

Konformasi : tidak mengubah konfigurasi absolut

Beda Energi misalnya: Cis 1 kloro 4 metil siklobutana


CH3

Cl

Cl
Konformasi:

CH3
a

CH3 e
I
2 Konformer

Cl
e

II

Beda energi 2 konformer:

0,8

Kursi I: Cl ada 2 skew : energinya 0,3 0,5 = rata-rata


2 = 0,4
Profil Energinya
Kursi II : CH3 ada 2 skew : energinya = 1,8
Beda energi kursi I dan II adalah:
1,8 0,4 = 1,4
Kesimpulan :
Yang lebih stabil adalah konformasi dimana CH3

1,8
0,4

berada pada ekuatorial, sebab energinya 0,4


yaitu skew dari Cl.
Ket:
Konformer II
Konformer I

Interaksi 1,3

interaksi dianggap nol


H

CH3

CH3

Cat: ada interaksi 1,3 a,a antara CH3 dan H


tetapi kecil sehingga dianggap

0.

Namun ada interaksi skew butana, yang


besar, yaitu energinya 1,8 kkal/mol.
H3C

CH3

Cis 1,4 dimetil

Soal:
Lukiskan bentuk-bentuk konformasi yang mungkin dari
senyawa tersebut, yang energinya mungkin dialurkan dalam
bentuk grafik dari energi tsb. Ada berupa bentuk kursi, biduk?

Jawab:
Ada banyak macam bentuk biduk.
CH 3

CH 3

H
H3C

(1,4)
I

II

CH3

CH3

CH3
(1,4)

CH3
III

CH3

(1,4)
CH3

IV

CH3

H3C
I
Cis a,e

II

CH3

Bentuk kursinya hanya dalam 2 bentuk,


yaitu yang pada ekuatorial dan aksial

Profil energi:

Biduk
I
II

III

IV

Kursi II

Kursi I

Cat: energi Biduk II< IV < III < I


Energi untuk 2 bentuk kursi sama.
Jaditak ada beda energi.

CH3

CH3

CH3CH3

CH3

Poligon

Struktur

H3C
H3C

a
a

e
e

Efek Desakan
Contoh:
(1).
NO2 O2N

H3C

NO2

Efek desakan dari gugus


di tempat meta. Untuk Bifenil (NO2)mendesak CH3
ke arah A sehingga menimbulkan kekakuan.
Konfigurasi molekul tetap menggunakan konfensi,
dimana gugus yang besar dan dekat ke mata
mempunyai prioritas yang lebih tinggi
dibandingkan dengan gugus yang jauh dari mata.
Konfigurasi dilihat subtituen yang ada pada posisi meta. Untuk fenil yang punya
subtituen pada posisi meta.
Konfigurasinya:
Dilihat dari kiri
NO2
(1)
H

NO2
H
"S"

Dilihat dari kanan


NO2
(2)
O2N

H
H
"S"

CH3 O2N

(1)

(2)
CH3

NO2 O2N

(2).
Senyawa ini optik aktif sebab dilihat dari
gugus yang tersubtitusi meta tak ada unsur
simetri.
(1) CH
3
H

(2)
CH3

NO2
"R"

CH3

H3C

H
O2N
"R"

Konfigurasinya:

NO2 O2N

O2N

I
O2N

II

H3C

NO2

II
CH3

H3C

NO2

"R"

"R"

(3).

NO2 O2N

(1)

NO2

(1) A

O2N

(2)

NO2

(2)
CH3

H3C

"S"

"S"

CH3

(4).

Cat: jika dipakai NO2 NO2 pada B senyawa tak optik aktif sebab ada
bidang/unsur simetri. Jadi dipakai sebagai patokan yaitu CH3 H pada fenil
B. Dan konfigurasi sebagai patokan tetap gugus CH3 dan H pada B.
NO2

CH3

NO2

(1)
H

(1) A

O2N

(2)
O2N

NO2

(2)

NO2
H

"S"

"S"

CH3

(5).

Cat : jika dipakai CH3 CH3 pada B maka senyawa tak optik aktif sebab
ada unsur simetri. Sebab itu dipakai sebagai patokan adalah H dan NO2
(untuk pada fenil pada B)
NO2

CH3
(1)

NO2

H3C
(1) A

O2N

(2)
H

(2)
H

H
"R"

NO2

CH3
H
"R"

(6).

Cat :
-

Jika dipakai gugus CH3 H sebagai patokan, pada fenil B, baik dilihat dari
kiri(1) maupun dari kanan (2), maka yang menjadi patokan tetap CH3 H
Jika dipakai patokan NO2 H untuk B, maka baik dilihat dari kiri (1)
maupun dari kanan (2) tetap gugus NO2 H.

CH3

CH3

Tutorial:
Cis 1,4 dimetil sikloheksana
CH3

H3C

CH3 H3C

H3C
II (Boad)

CH3
III Biduk Berhelip
(Twis)

Setengah biduk

Dispersi rotasi Optik untuk mempelajari hubungan antara konfigurasi dengan


konformasi dalamsenyawa sikloheksanon dari pengukuran
optik.
Contoh :
Suatu sikloheksanon waktu di Brominasi memberikan alfa bromo sikloheksanon,
ternyata ia memutar bidang polarisasi ke kiri. Bagaimana konfigurasi dan
konformasi dari senyawa tersebut.

O
Br Br
atau

+Br2

Jawab:

Br

+Br2

2 Bromo
sikloheksanon

"R"

H
Br

"S"

Untuk Konfigurasi
absolut

Br

6 Bromo
sikloheksanon

"S"

O
H
Br

"R"

Soal
Lukiskan senyawa bifenil tersubtitusi ini mengingat gugus CH3 dan NO2
sehingga tak ada rotasi bebas (harga rotasi terbatas, sehingga melibatkan kedua
gugus fenil itu tidak satu bidang, sehingga memungkinkan terjadinya keoptis
aktifan. Lukiskan senyawa tersebut yang mempunyai konfigurasi R
Hubungan

dan

[ ] rotasi spesifik = harganya bergantung pada


Dialurkan harga
[ ] f

dan solute (t) tertentu

terhadap
= grafik

terhadap fungsi

Grafik yang normal artinya tak memberikan

Puncak

Grafik lain:

Grafik ini artinya pada serapan,


terjadi pada lembah dulu baru
mencapai puncak
Serapan + kalau terjadi lebih dulu
berarti (+) identik dengan
bersusah-susah dulu baru dapat
Artinya serapan pncak dulu baru ke
lembah disebut serapan negatif
(-)
Identik dengan bersenangsenang dahulu baru dapat

Lembah

Yang mempunyai puncak dan lembah adalah senyawa-senyawa:


Cotton memulai dengan sikloheksanon

EFEK DESAKAN
Timbulnya isomer ruang pada biphenyl disebabkan hilangnya rotasi beas pada
kedua gugus biphenyl atau adanya gugus besar pada tempat (posisi) ortho(o).
Efek desakan timbul karena adanya pengarug di tempat 3,4,5
Gambar
Pengaruh- pengaruh gugus
Pengaruh gugus: G3 > G4 > G5 ntuk mendorong gugus CH3 yang ada pada
posisi ortho.
Gambar
Jika ada gugus rata pada posisi ortho dan meta maka misalnya pada senyawa
disamping pengaruh gugus pada meta yang paling berpengaruh yaitu gugusgugus yang berdekatan. Juga tergantung pada macam gugus . pada senyawa ini

gugus pada atom C3 sangat besar pengaruh pada Br dan juga ada pengaruh
terhaadap gugus CH3 pada cC6 walaupun kecil, sebab sudah jauh.
Konfigurasi:
Gambar

Tugas :
-

Ikatan dan isomer


Tatanama dan aturan IUPAC
Stereoisomeri dan dan aktivitas optic
Senyawa aromtik dan karomatikan: terutama mengenai hidrokarbon
aromatic polisiklik dan dan hubungannya denagn penyakit kanker.
Heterosiklik aromatic
Hubungan antara spekstroskopi dan struktur:
_ inframerah
_ UV
_NMR
_Spektroskopi massa
Karbohidrat zat pemanis (sintetik)

Soal
Gambar

UV VIS : SPEKTROSKOPI VISIBLE (SINAR TAMPAK)

sinar tampak : 380 700 nm


400 800 nm
A

HUKUM LAMBERT BEER


I
Io

A=

CL

=abc
Hubungan antara %T (transmitan) dengan A (absorban)
%T=

I
Io

A = - Log

x 100%

I
Io

Cat : jika I =

jila I = 0

1
2

Maka , A = -log

Io, % T = 50

1
2

= 1 log 5

Langkah awak untuk menganalisis dengan menggunakan spektroskopi visible


(sinar tampak) adalah dengan menentukan maksimum dengan menggunakan
satu larutan dengan konsentrasi yang ditentukan dengan mengubah-ubah
absorbansinya. Pada pengubahan-pengubahan absorbansi akan suatu saat
dipatkan maksimum.

maksimum inilah yang digunakan untuk langkah

langkah analisis penemtuan konentrasi kelanjutannya. Dengan sbsorbansi


masing-masing larutan.
Cat: penggunaan spektroskopi visible (cahaya tampak) hanya berlaku bagi
larutan yang berwarna. Bagi larutan yang tak berwarna, menggunakan
spektroskopi UV.

Dari hasil penentuan maksimal didapat kurva standar untuk konsentrasi


masing-masing larutan terhadap absorbansinya (didapat absorbansi suatu
larutan terhadap konsentrasi)
Didapat kurva standar : pada kerja ( maks)

Setelah bekerja didapat kurva standar antara absolute terhadap konsentrasi


A
(absorbansi
)

Konsentrasi
cuplikan